Anda di halaman 1dari 7

2. Pada akhir ekspirasi biasa 3.Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat 4.

Pada akhir ekspirasi tunggal yang kuat 5.Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat setelah o.p bernapas dalam dan cepat selama 1menit. 6.Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat dari kantong plastic berisi O2. 7. Pada akhir inspirasi tunggal setelah bernapas dalam dan cepat selama 3 menit dengan3 kali pernapasan yang terakhir dari kantong plastic berisi O2. 8. Pada akhir inspirasi yang kuat dari kantong plastic berisi CO2 10% 9.Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat segera sesudah berlari di tempat selama 2menit. 10. Setelah breaking point pada percobaan no.9 tercapai, biarkanlah o.p bernapas lagiselama 40 detik, kemudian tentukanlah berkali-kali lama menahan napas sesudahinspirasi tunggal yang kuat dengan diselingi bernapas selama 40 detik sampai o.pbernapas lagi dengan tenang seperti sebelum berlari. P-IV.1.3 bagaimana perubahan pO2dan pCO2 dalam udara alveoli dan darah padawaktu kerja otot dan dalam keadaan hiperventilasi? 2. Tekanan pernapasan A. Pengukuran tekanan pernapasan normal 1. suruh o.p bernapas biasa selama 1-2 menit. 2. dengan tetap bernapas melalui hidung, hubungkanlah pipa kaca manometer air dengan mulut o.p sehingga permukaan air dalam manometer akan naik turun mengikutiinspirasi dan ekspirasi. Catatlah besar tekanan inspirasi dan ekspirasi maksimal o.p B. Tekanan pernapasan maksimal. 1. Hubungkanlah pipa kaca manometer air raksa dengan mulut o.p melalui botolperangkap. 2. Suruhlah o.p melakukan inspirasi dan ekspirasi sekuat-kuatnya beberapa kali sambilmenutup hidung. Permukaan air raksa dalam manometer akan naik turun mengikutiinspirasi dan ekspirasi. Catatlah besar tekanan inspirasi dan ekspirasi maksimal o.p.P-IV.1.4 Apakah fungsi botol perangkap pada percobaan ini? Hasil Praktikum 1.Tahan NapasOP a. Pada akhir inspirasi biasa b. Pada akhir ekspirasi biasa : Siti Solihah : 29 detik : 20 detik

c. Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat d. Pada akhir ekspirasi tunggal yang kuat

: 43 detik : 15 detik

e. Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat setelah o.p bernapas dalam dan cepatselama 1 menit : 49 deti

OP: RA. Nurafrilya a. Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat dari kantong plastic berisi O2 : 40 detik b. Pada akhir inspirasi tunggal setelah bernapas dalam dan cepat selama 3 menitdengan 3 kali pernapasan yang terakhir dari kantong plastic berisi O2. : 55 detik c. Pada akhir inspirasi yang kuat dari kantong plastic berisi CO2 10% : 20 detik d. Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat segera sesudah berlari di tempat selama 2menit : 13 detik e. Setelah breaking point pada percobaan no.9 tercapai, biarkanlah o.p bernapas lagiselama 40 detik, kemudian tentukanlah berkali-kali lama menahan napas sesudahinspirasi tunggal yang kuat dengan diselingi bernapas selama 40 detik sampai o.pbernapas lagi dengan tenang seperti sebelum berlari : 20 detik dan 30 detik1.Tekanan pernafasanOP: wahyua.Pengukuran tekanan pernapasan normal Inspirasi : +70mmHg OP: TB fahrurojib. Tekanan pernapasan maksimal Inspirasi : +30mmHg Pembahasan 1. Tahan napas Terlihat pada hasil percobaan, waktu tahan nafas akan lebih lama jika dilakukansetelah inspirasi dan akan lebih cepat jika dilakukan setelah ekpirasi. Dan waktu tahan napasakan semakin bertambah ketika o.p melakukan inspirasi yang kuat, dan akan semakin berkurang jika o.pmelakukan ekspirasi maksimal. Hal ini berkaitan dengan volume oksigen yang terdapat pada paru-paru. Semakin banyak volume oksigen dalam paru-paru, semakin lama o.p dapat menahannafas. Ketika o.p mencapai breaking point (kemapuannya untuk menahan nafas) maka o.pakan melakukan ventilasi kembali untuk memasok tubuh dengan oksigen lagi. Ketika o.pmelakukan tahan nafas setelah berlari, waktu tahan nafas nya akan semakin cepat. Karenapada saat beraktivitas, ventilasi meningkat pula sesuai dengan beratnya aktivitas tersebut.Lalu, setelah o.p beristirahat dan volume oksigen tubuh sudah mencukupi maka ventilasi akankembali seperti semula. 2. Tekanan pernafasan Ekpirasi: -35mmHg Ekpirasi : -30mmHg

Pada saat inspirasi tekanan dalam saluran udara menjadi sedikit lebih negatif, dan udaramengalir kedalam paru. Inspirasi merupakan proses aktif karena memerlukan kontraksiotot yang akan meningkatkan volume intratoraks. Pada saat ekspirasi tekanan dalam saluran udara menjadi sedikit positif, dan udaramengalir meninggalkan paru. Saat pernapasan tenang, ekspirasi merupakn proses pasif yang tidak memerlukan kontraksi otot untuk menurunkan volume intratoraks.Pada inspirasi kuat, pengembangan jaringan paru menjadi lebih besar, karenatekanannya pun turun lebih negatif dibanding inspirasi biasa. Bila ventilasi meningkat,derajat pengempisan jaringan paru juga ditingkatkan oleh kontraksi aktif otot ekspirasiyang menurunkan volume intratoraks. Menjawab pertanyaan 1.Apa yang dimaksud dengan breaking point? Jawab : kemampuan seseorang untuk bisa menahan napas 2.Factor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya breaking point? Jawab : 3.Bagaimana perubahan Po2 dan Pco2 dalam udara alveoli dan darah pada waktukerja otot dan dalam keadaan hiperventilasi? Jawab :Jika terjadi penurunan ventilasi alveolar realtif terhadap perfusinya, PO2 dialveolus menurun akibat berkurangnya pengiriman O2 ke alveolus dan PCO2meningkat karena menurunnya pengeluaran CO2. Sebaliknya, bila perfusi berkurang secara relative terhadap ventilasi, PCO2 akan berkurang karena lebih sedikit CO2 yang dikirimkan dan PO2 meningkat karena lebih sedikit O2 yangmemasuki aliran darah. 4.Apakah fungsi botol perangkap pada percobaan ini? Jawab : berfungsi untuk menjaga orang percobaan dari tertelannya air raksa padasaat melakukan ekspirasi sekuat-kuatnya

PERNAFASAN PADA ORANG Dasar Teori Volume Dinamis Paru-Paru Parameter: FVC, FEV1 = menentukan fungsi paru

Spirogram normal yang menunjukkan FVC, FEV1, dan FEF25-75% Basic of Pulmonary Function Test Obstructive Lung Disease = tidak dapat menghembuskan udara(unable to get air out) FEV1/FVC < 75% Semakin rendah rasionya, semakin parahobstruksinyaFEV1: 60-75% = mild FEV1: 40-59% = moderateFEV1: <40% = severe Restrictive Lung Disease = tidak dapat menarik napas(unable toget air in)

FVC rendah; FEV1/FVC normal atau meningkat TLC berkurang > sebagai Gold Standard Obstructive Jalan nafas yang menyempit akan mengurangi voulume udara yang dapat dihembuskan padasatu detik pertama ekspirasi. Amati bahwa FVC hanya dapat dicapai setelah ekshalasi yangpanjang. Rasio FEV1/FVC berkurang secara nyata. Ekspirasi diperlama dengan peningkatanperlahan pada kurva, dan plateau tidak tercapai sampai waktu 15 detik. Restrictive FEV1 dan FVC menurun. Karena jalan nafas tetap terbuka, ekspirasi bisa cepat dan selesaidlm waktu 2-3 detik. Rasio FEV1/FVC tetap normal atau malah meningkat, tetapi volumeudara yang terhirup dan terhembus lebih kecil dibandingkannormal. Mixed Ekspirasi diperlama dengan peningkatan kurva perlahan mencapai plateau. Kapasitas vitalberkurang signifikan dibandingkan gangguan obstruktif. Pola campuran ini, jika tidak terlaluparah, sulit dibedakan dengan pola obstruktif.

Tujuan Dalam latihan ini akan dipelajari : 1. Kapasitas vital fungsional 2. Kapasitas vital 3. Kapasitas residu fungsional

4. 4.Kurva flow volume Alat yang diperlukan :

Autospirometer AS 500 lengkap dengan peralatannya yang terdiri dari Autospirometer AS 500,Mouth piece, tranduce. Tata kerja Mula-mula dicatat data mengenai o.p yaitu jenis kelamin, umur, tinggi badan yang kemudiandimasukan ke dalam alat. Setelah alat-alat siap dihubungkan dengan listrik. 1. Pemeriksaan Kapasitas Vital Fungsional Tekanan FVC, setelah itu tekan start/stop, lalu dilihat pesan yang tertulis di LCDdan dikerjakan : - ekspirasi pelan-pelan Inspirasi maksimal Ekspirasi paksa Bernapas biasa 2. Pemeriksaan Kapasitas Vital Tekan VC/MVV, kemudian tekan start/stop lalu baca pesan yang tertulis di LCD. Kemudian dilihat hasilnya di LCD. 3. Pemeriksaan Kapasitas Residu Fungsional Seperti di atas, tetapi dilakukan pernapasan tenang selama 3 akli, kemudianekspirasi komplit, bila tidak stabil tidak terdapat pesan di LCD, tetapi bila stabilterdapat pesan dan dilakukan pernapasan dangkal, ekspirasi komplit kemudianinspirasi penuh, dan lihat hasilnya di LCD. 4. Pemeriksaan Kapasitas Pernapasan Maksimal Tekan VC/MVV lalu tekan start/stop, perhatikan pesan pada LCD, bernapas biasadan cepat salam 12 detik. 5. Pemeriksaan Kurve Flow Volume Tekan FVC, lalu tekan start/stop, dan lihat pesan di LCD yaitu napas semaksimalmungkin di luat alat kemudian ekspirasi secepat-cepatnya dan sedalam-dalamnyake dalam mouth piece yang dihubungkan dengan transducer. Dan setelah itu dilihathasilnya bila perlu direkam. Hasil Praktikum