Anda di halaman 1dari 56
INDEX PROPERTIES AND SOIL CLASIFICATION DR. Ir. Imam Aschuri, MSc 1
INDEX PROPERTIES
AND SOIL
CLASIFICATION
DR. Ir. Imam Aschuri, MSc
1
Proses Pembentukan Tanah BATUAN: bagian dari kerak bumi yang mengandung satu macam atau lebih mineral

Proses Pembentukan Tanah

BATUAN: bagian dari kerak bumi yang mengandung satu macam atau lebih mineral yang terikat sangat kuat. Berdasarkan proses pembentukannya batuan dapat dikategorikan sebagai:

Batuan Beku (Igneous Rock) Contoh: granite, andesite, basalt Batuan Endapan (Sedimentary Rock) Contoh: claystone, siltstone, sandstone, shales, limestone, coal Batuan Metamorf (Metamorphic Rock) Contoh: gneiss, quartzite, slate, marble

Tanah: hasil pelapukan batuan berupa kumpulan butiran-butiran partikel dengan ikatan antar butir yang lemah.

Pembagian Kelompok Tanah Berdasarkan Proses Transportasi: Tanah Residual Tanah Colluvial Tanah Endapan Air

Pembagian Kelompok Tanah

Berdasarkan Proses Transportasi:

Tanah Residual

Tanah Colluvial

Tanah Endapan Air (Alluvial Soils)

Tanah Endapan Angin (Eolian Soils)

Tanah Endapan Sungai Es (Glacial Soils)

Tanah Residual: hasil pelapukan batuan dasar dan masih berada di tempat asalnya.

Contoh: Tanah merah/tanah laterit hasil dekomposisi batuan di daerah tropis. Tanah merah lebih banyak mengandung lempung kaolinite, tidak begitu aktif, dan non-swelling.

Pembagian Kelompok Tanah Tanah Colluvial: terbentuk dari tanah yang berpindah dari tempat asalnya akibat gaya

Pembagian Kelompok Tanah

Tanah Colluvial: terbentuk dari tanah yang berpindah dari tempat asalnya akibat gaya gravitasi pada saat kejadian keruntuhan lereng

Jenis Material

: Boulder (>300mm), cobbles (>75mm), tanah asal lereng

Sifat-sifat tanah colluvial: Tanah colluvial di atas lereng umumnya tidak stabil

Tanah Colluvial 5

Tanah Colluvial

Tanah Colluvial 5

5

Pembagian Kelompok Tanah Tanah Alluvial (endapan air): terbentuk dari tanah yang berpindah dari tempat asalnya

Pembagian Kelompok Tanah

Tanah Alluvial (endapan air): terbentuk dari tanah yang berpindah dari tempat asalnya akibat terbawa air yang mengalir

Fluvial: tanah deposit endapan sungai Streambed (dasar sungai): Coarse granular to fine, loose Alluvial fan: Coarse to fine, loose Floodplain: Loose sand & silt, compressible clay of low strength Lacustrine: tanah deposit endapan danau Jenis material: Fine-grained, organic soils Coastal: tanah deposit endapan di tepi pantai Jenis material: Coarse to fine sand (medium dense to dense) Very soft organic Marine deposits: offshore deposits (clay, sand)

Pembagian Kelompok Tanah Tanah Eolian (endapan angin): tanah deposit yang ditransportasikan oleh angin Sand dunes

Pembagian Kelompok Tanah

Tanah Eolian (endapan angin): tanah deposit yang

ditransportasikan oleh angin

Sand dunes Loess (silty) Volcanic clay

Eolian (endapan angin): tanah deposit yang ditransportasikan oleh angin Sand dunes Loess (silty) Volcanic clay 7
Pembagian Kelompok Tanah Tanah Eolian (endapan angin): tanah deposit yang ditransportasikan oleh angin Sand dunes

Pembagian Kelompok Tanah

Tanah Eolian (endapan angin): tanah deposit yang

ditransportasikan oleh angin

Sand dunes Loess (silty) Volcanic clay

Tanah Glacial: tanah yang terbentuk karena terbawa oleh perpindahan/gerakan massa es dan oleh air dari lelehan massa es tersebut

TILL: tanah endapan yang terbawa langsung oleh massa es OUTWASH: tanah yang diendapkan oleh aliran air lelehan massa es

Pembagian Kelompok Tanah Tanah Khusus: Tanah Expansive : tanah yang berpotensi mengembang (peningkatan volume) akibat

Pembagian Kelompok Tanah

Tanah Khusus:

Tanah Expansive:

tanah yang berpotensi mengembang (peningkatan volume) akibat terjadi peningkatan kadar air dan menyusut bila kadar air berkurang. Contoh: Tanah lempung montmorillonite

Tanah Collapsible:

tanah yang berpotensi mengalami pengurangan volume yang besar bila terjadi peningkatan kadar air tanpa adanya perubahan beban luar. Jenis Tanah: SM, SC, ML, CL Karakteristik: Berat kering rendah, kadar air rendah, antar butir tersemen

Grafik Hasil X-Ray Diffraction 10
Grafik Hasil X-Ray Diffraction 10

Grafik Hasil X-Ray Diffraction

10

Hasil Analisa Mineral No. Contoh Komposisi Mineral Kadar, % berat     Halloysite Montmorillonite

Hasil Analisa Mineral

No.

Contoh

Komposisi Mineral

Kadar, % berat

   

Halloysite Montmorillonite Feldspar Alpha Quartz Hematite

53.11

20.14

1.

TP-1

(1 – 2 meter)

5.29

15.73

5.73

   

Halloysite Montmorillonite Alpha Quartz Hematite

58.74

TP-2

13.51

2.

(0 – 1.5 meter)

22.04

5.71

ACTIVITY (Skempton, 1953): Index yang digunakan untuk memprediksi potensi kembang susut tanah lempung A =

ACTIVITY (Skempton, 1953):

Index yang digunakan untuk memprediksi potensi kembang susut tanah lempung

A =

PI (Plasticity Index)

% clay size particle (< 0.002 mm)

Kaolinite:

Ilite:

Montmorillonite: A > 1.25

A < 0.75 0.75 < A < 1.25

100 90 80 70 VERY HIGH 60 50 40 30 HIGH 20 MEDIUM 10 LOW
100
90
80
70
VERY HIGH
60
50
40
30
HIGH
20
MEDIUM
10
LOW
0
Activity 0.5
Activity 1.0
Activity 2.0
Plasticity Index

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

Percent of clay (< 0.002mm)

20 30 40 50 60 70 80 90 100 Percent of clay (< 0.002mm) BM-1 BM-2

BM-1

40 50 60 70 80 90 100 Percent of clay (< 0.002mm) BM-1 BM-2 BM-3 BM-4

BM-2

50 60 70 80 90 100 Percent of clay (< 0.002mm) BM-1 BM-2 BM-3 BM-4 BM-5

BM-3

70 80 90 100 Percent of clay (< 0.002mm) BM-1 BM-2 BM-3 BM-4 BM-5 BM-6 Department

BM-4

90 100 Percent of clay (< 0.002mm) BM-1 BM-2 BM-3 BM-4 BM-5 BM-6 Department of the

BM-5

100 Percent of clay (< 0.002mm) BM-1 BM-2 BM-3 BM-4 BM-5 BM-6 Department of the Navy,

BM-6

Department of the Navy, 1982, Soil Mechanic, Navfac DM-7.1

14
14

14

Tanah Khusus: Quick Clay : Pembagian Kelompok Tanah Tanah yang sangat peka terhadap gangguan. Apabila

Tanah Khusus:

Quick Clay:

Pembagian Kelompok Tanah

Tanah yang sangat peka terhadap gangguan. Apabila terganggu kekuatannya berkurang drastis. Kadar kepekaan adalah perbandingan antara kuat geser tanah asli dengan kuat geser tanah terganggu

Sensitifitas:

tanah asli dengan kuat geser tanah terganggu Sensitifitas: q u ,tidak terganggu S = t q

q u ,tidak terganggu

S =

t

q u ,terganggu

St

Derajat

Kepekaan

<4

Tidak

sensitif

Kebanyakan

lempung

pada

umumnya

4 < St < 8

Sensitif

> 8

Sangat

sensitif

15

Pembagian Kelompok Tanah Tanah Organik : Tanah yang banyak mengandung komponen organik. Kuat geser rendah

Pembagian Kelompok Tanah

Tanah Organik:

Tanah yang banyak mengandung komponen organik. Kuat geser rendah dan memiliki kompresibilitas yang besar

Mengandung massa kayu berserat, berwarna gelap hitam, berbau tumbuhan yang membusuk

Kandungan organik diukur mengacu prosedur ASTM D 2974:

Contoh tanah yang sudah kering oven (105 o C) lalu dibakar dengan suhu 440 o C sampai menjadi abu (ash content). Material yang terbakar adalah kandungan material organik.

Karakteristik Tanah Sistem Particulate: Massa tanah terdiri dari partikel-partikel yang umumnya tidak terikat kuat satu

Karakteristik Tanah

Sistem Particulate:

Massa tanah terdiri dari partikel-partikel yang umumnya tidak terikat kuat satu dan lainnya. Pergeseran antar partikel menjadi tidak linear dan tidak dapat kembali ke bentuk asal

Sistem Multi Fase:

• Zat padat • Zat cair atau gas di dalam pori antar partikel (biasanya air dan udara)

Karakteristik Tanah Sistem Particulate: 18

Karakteristik Tanah

Sistem Particulate:

Karakteristik Tanah Sistem Particulate: 18

18

Karakteristik Tanah Sistem Particulate: 19

Karakteristik Tanah

Sistem Particulate:

Karakteristik Tanah Sistem Particulate: 19

19

Karakteristik Tanah Bentuk, ukuran, tekstur, dan struktur partikel tanah: Tanah Berbutir Kasar (ukuran > 0.06

Karakteristik Tanah

Bentuk, ukuran, tekstur, dan struktur partikel tanah:

Tanah Berbutir Kasar (ukuran > 0.06 mm):

Karakteristik Tanah Bentuk, ukuran, tekstur, dan struktur partikel tanah: Tanah Berbutir Kasar (ukuran > 0.06 mm):
TEKSTUR BUTIR KASAR Bentuk partikel Penyebab Angular Pecahan batuan akibat pengaruh lingkungan atau pelapukan

TEKSTUR BUTIR KASAR

TEKSTUR BUTIR KASAR Bentuk partikel Penyebab Angular Pecahan batuan akibat pengaruh lingkungan atau pelapukan

Bentuk partikel

Penyebab

Angular

Pecahan batuan akibat pengaruh lingkungan atau pelapukan

Subangular

Pecahan batuan dengan bagian permukaan yang halus akibat transportasi

Subrounded

Permukaan umumnya halus karena sudah ditransportasikan cukup jauh

Rounded

Permukaan halus dan bulat karena sudah bertahun-tahun ditransportasikan

Karakteristik Tanah Tanah Berbutir Halus (ukuran < 0.06 mm): Kaolinite Halloysite Na-Montmorillonite 5 micron illite

Karakteristik Tanah

Tanah Berbutir Halus (ukuran < 0.06 mm):

Kaolinite Halloysite
Kaolinite
Halloysite
Na-Montmorillonite 5 micron
Na-Montmorillonite
5 micron
illite
illite

22

Struktur Tanah Lempung 23

Struktur Tanah Lempung

Struktur Tanah Lempung 23
Struktur Tanah 24

Struktur Tanah

Struktur Tanah 24
Karakteristik Tanah Sistem Multi Fase: Hubungan antar fase 25

Karakteristik Tanah

Sistem Multi Fase:

Hubungan antar fase

Karakteristik Tanah Sistem Multi Fase: Hubungan antar fase 25
Sistem Multi Fase: Hubungan antar fase P o r o s i t a s

Sistem Multi Fase:

Hubungan antar fase

Porositas, n:

n

=

V

v

V

× 100%

Angka pori (void ratio):

e =

V

v

V

s

Hubungan antara porositas dan angka pori:

e =

n

1 n

n =

e

1 + e

Derajat Kejenuhan, S:

S

=

V

w

V

v

× 100%

26

Hubungan antar fase Kadar air: W w = × 100% w W s Berat volume

Hubungan antar fase

Kadar air:

W

w = × 100%

w

W

s

Berat volume total atau basah (total atau wet unit weight):

γ

=

W

=

W

s

+

W

w

V

V

Berat volume partikel solid tanah:

γ =

s

W

s

V

s

Berat volume kering:

γ =

d

Berat volume terapung:

W

s

V

γ′=γ γ

sat

w

27

28
28
28
Pengujian Untuk Klasifikasi Tanah Uji Saringan dan Atterberg Limit Uji Saringan (Distribusi Ukuran Partikel) ASTM

Pengujian Untuk Klasifikasi Tanah

Uji Saringan dan Atterberg Limit

Uji Saringan (Distribusi Ukuran Partikel) ASTM D422

Nomor Saringan

Ukuran lubang (mm)

4

4.75

10

2

20

0.85

40

0.425

60

0.250

100

0.15

140

0.106

200

0.075

Ukuran Partikel Tanah 30

Ukuran Partikel Tanah

Ukuran Partikel Tanah 30
Pengujian Untuk Klasifikasi Tanah Grafik distribusi ukuran partikel tanah 31

Pengujian Untuk Klasifikasi Tanah

Grafik distribusi ukuran partikel tanah

Pengujian Untuk Klasifikasi Tanah Grafik distribusi ukuran partikel tanah 31
Parameter Bentuk Kurva Distribusi Ukuran Partikel Tanah Koefisien keseragaman (coefficient of uniformity) C u C

Parameter Bentuk Kurva Distribusi Ukuran Partikel Tanah

Koefisien keseragaman (coefficient of uniformity) C u

C =

u

D

60

D

10

D 60 = diameter butir yang lolos saringan sebanyak 60 persen D 10 = dimeter butir yang lolos saringan sebanyak 10 persen

C u = 1 adalah tanah yang memiliki satu ukuran butir C u = 2 atau 3 adalah tanah bergradasi buruk C u >15 adalah tanah bergradasi baik

Parameter Bentuk Kurva Distribusi Ukuran Partikel Tanah Koefisien kelengkungan (coefficient of curvature) C c C

Parameter Bentuk Kurva Distribusi Ukuran Partikel Tanah

Koefisien kelengkungan (coefficient of curvature) C c

C =

c

D

2

30

D

10

×

D

60

D 30 = diameter butir yang lolos saringan sebanyak 30 persen

C c = 1 - 3 adalah tanah yang memiliki gradasi baik jika C u > 4 untuk kerikil C u > 6 untuk pasir

Atterberg Limits (ASTM D 4318) Dilakukan pada material tanah yang lolos saringan No. 40 (ukuran

Atterberg Limits (ASTM D 4318)

Dilakukan pada material tanah yang lolos saringan No. 40 (ukuran 0.425mm)

Atterberg Limits (ASTM D 4318) Dilakukan pada material tanah yang lolos saringan No. 40 (ukuran 0.425mm)

SL

PL

LL

Liquid Limit Plastic Limit Atterberg Limits (ASTM D 4318) 35
Liquid Limit Plastic Limit Atterberg Limits (ASTM D 4318) 35

Liquid Limit

Liquid Limit Plastic Limit Atterberg Limits (ASTM D 4318) 35

Plastic Limit

Liquid Limit Plastic Limit Atterberg Limits (ASTM D 4318) 35

Atterberg Limits (ASTM D 4318)

35

Atterberg Limits (ASTM D 4318) LIQUID LIMIT PLASTIC LIMIT TEST TEST TEST NO. OF WATER

Atterberg Limits (ASTM D 4318)

LIQUID LIMIT PLASTIC LIMIT TEST TEST TEST NO. OF WATER TEST WATER CONTENT NO. BLOWS
LIQUID LIMIT
PLASTIC LIMIT
TEST
TEST
TEST
NO. OF
WATER
TEST
WATER
CONTENT
NO.
BLOWS
NO.
CONTENT
65
1 6
61.13
%
5
23.75
%
2 15
53.73
%
6
24.85
%
60
3 27
47.24
%
%
MEAN
4 39
43.53
%
24.30
VALUE
%
55
LQUID LIMIT
w
48.06
L
:
%
PLASTC LIMIT
24.30
50
w
P
:
%
PLASTICITY INDEX
23.76
I P
:
%
45
N O T E :
40
Water Content (%)
Flow Graph 1 10 25 100
Flow Graph
1
10
25 100

Number of Blows

Liquid Limit

Pendekatan Casagrande untuk menentukan Shrinkage Limit
Pendekatan Casagrande untuk menentukan Shrinkage Limit

Atterberg Limits (ASTM D 4318)

Atterberg Limits (ASTM D 4318) Plasticity Index: P I = LL − PL Liquidity Index:

Atterberg Limits (ASTM D 4318)

Plasticity Index:

P I = LL PL

Liquidity Index:

L I =

w

PL

LL

PL

Atterberg Limits (ASTM D 4318) Plasticity Index: P I = LL − PL Liquidity Index: L
Atterberg Limits (ASTM D 4318) Plasticity Index: P I = LL − PL Liquidity Index: L

PL

w

LL

Perilaku Stress – Strain Tanah Lempung Berdasarkan Daerah Atterberg Limits 39

Perilaku Stress – Strain Tanah Lempung Berdasarkan Daerah Atterberg Limits

Perilaku Stress – Strain Tanah Lempung Berdasarkan Daerah Atterberg Limits 39
Hubungan antara parameter tanah lempung dengan sifat mekaniknya Liquid Limit (LL): C c ≈ 0.009(

Hubungan antara parameter tanah lempung dengan sifat mekaniknya

Liquid Limit (LL):

C

c

0.009(

untuk NC clay, low - moderate sensitivity

LL

10%)

Pada kondisi LL (tanah remolded):

Undrained shear strength, s u 0.03 kg/cm 2

Liquidity Index (LI):

Kadar air alami mendekati LL, LI 1, qu 0.3 – 1.0 kg/cm 2 Kadar air alami mendekat PL, LI 0, qu 1 – 5 kg/cm 2

Di mana: qu = unconfined compressive strength

SISTEM KLASIFIKASI TANAH Sistem AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) Digunakan

SISTEM KLASIFIKASI TANAH

Sistem AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials)

Digunakan terutama untuk mengklasifikasikan tanah subgrade

Sistem USCS (Unified Soil Classification System)

Digunakan oleh ASTM (American Society for Testing and Materials) dan the Uniform Building Code (UBC)

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO AASHTO membagi tanah menjadi 7 kelompok besar: A-1 sampai A-7 ≤

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO

AASHTO membagi tanah menjadi 7 kelompok besar:

A-1 sampai A-7

35% lolos ayakan No.200

A-4, A-5, A-6, dan A-7: 35% lolos ayakan No.200 Kriteria Plastisitas:

A-1, A-2, dan A-3 :

Nama berlanau dipakai apabila bagian-bagian yang halus dari tanah mempunyai PI 10.

Nama berlempung dipakai apabila bagian-bagian tanah yang halus mempunyai PI > 11.

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO Kerikil : bagian tanah yang lolos ayakan dengan diameter 75 mm,

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO

Kerikil : bagian tanah yang lolos ayakan dengan diameter 75 mm, dan yang tertahan ayakan no.20 (2mm)

Pasir

: bagian tanah yang lolos ayakan No.20 (2mm), dan tertahan ayakan No.200 (0. 075mm)

Lanau dan lempung:

bagian tanah yang lolos ayakan No.200.

43

KLASIFIKASI TANAH AASHTO 44

KLASIFIKASI TANAH AASHTO

KLASIFIKASI TANAH AASHTO 44
KLASIFIKASI TANAH AASHTO Penentuan Klasifikasi Group A-4 s/d A-7 45

KLASIFIKASI TANAH AASHTO

KLASIFIKASI TANAH AASHTO Penentuan Klasifikasi Group A-4 s/d A-7 45

Penentuan Klasifikasi Group A-4 s/d A-7

Kelas Nilai Indeks Group Subgrade Sangat baik 0 Baik 0 – 1 Sedang 2 –
Kelas Nilai Indeks Group Subgrade Sangat baik 0 Baik 0 – 1 Sedang 2 –

Kelas

Nilai Indeks Group

Subgrade

Sangat baik

0

Baik

0

– 1

Sedang

2

– 4

Buruk

5

– 9

Sangat buruk

10 - 20

46

KLASIFIKASI TANAH AASHTO 47
KLASIFIKASI TANAH AASHTO 47

KLASIFIKASI TANAH AASHTO

47

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO Rentang LL vs. PI untuk kelompok A-2, A-4, A-5, A-6, dan

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO

Rentang LL vs. PI untuk kelompok A-2, A-4, A-5, A-6, dan A-7

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO Rentang LL vs. PI untuk kelompok A-2, A-4, A-5, A-6, dan A-7

48

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO GROUP INDEX (GI): GI dipergunakan untuk mengevaluasi mutu dari suatu tanah

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO

GROUP INDEX (GI):

GI

dipergunakan

untuk

mengevaluasi

mutu

dari

suatu

tanah

sebagai material lapisan tanah dasar jalan (subgrade)

Kualitas tanah dinyatakan berbanding terbalik dengan harga GI

Persamaan untuk menghitung GI:

GI= (F-35)[0. 2+0.005(LL-40)]+0.01 (F-15) (PI-10)

F

: persentase butiran yang lolos ayakan No.200

LL

: batas cair (liquid limit)

PI

: index plastisitas

Harga GI ini ditulis dalam kurung di belakang nama klasifikasi tanah yang bersangkutan. Contoh: A-4(3)

49

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO Aturan untuk menghitung harga GI: Apabila dari perhitungan didapat harga GI
Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO Aturan untuk menghitung harga GI: Apabila dari perhitungan didapat harga GI
Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO Aturan untuk menghitung harga GI: Apabila dari perhitungan didapat harga GI

Klasifikasi Pemakaian Menurut AASHTO

Aturan untuk menghitung harga GI:

Apabila dari perhitungan didapat harga GI yang negatif, maka harga GI dianggap nol

Harga GI yang tidak bulat (pecahan), dibulatkan ke angka yang paling dekat

Tidak ada batas atas

Untuk tanah A-1a, A-1b, A-2-4, A-2-5, dan A-3, harga GI selalu sama dengan nol

Untuk tanah A-2-6, A-2-7 hanya bagian PI saja yang digunakan, sehingga persamaan di atas menjadi:

GI = 0.01(F-15)(PI-10)

Klasifikasi Menurut USCS Membagi tanah menjadi 2 kelompok besar Tanah berbutir kasar (Coarse Grained Soil):

Klasifikasi Menurut USCS

Membagi tanah menjadi 2 kelompok besar

Tanah berbutir kasar (Coarse Grained Soil):

- Tanah kerikil dan pasir dimana < 50% berat lolos ayakan No.200 - Simbol kelompok ini dimulai dengan huruf G (Gravel/kerikil) atau S (Sand/pasir)

Tanah berbutir halus (Fine Grained Soil):

- Tanah dimana > 50% berat lolos ayakan No.200

- Simbol kelompok ini dimulai dengan huruf M (Silt/lanau anorganik), C (Clay/lempung anorganik), O untuk tanah lempung dan lanau organik

- Simbol PT (peat) dipakai untuk tanah gambut, muck, dan tanah lain dengan kadar organik tinggi

Simbol lain:

- = well graded (tanah dengan gradasi baik)

- = poorly graded (tanah dengan gradasi buruk)

- = low plasticity/plastisitas rendah (LL< 50)

- = high plasticity/plastisitas tinggi (LL>50)

W

P

L

H

Klasifikasi Menurut USCS Tanah berbutir kasar (Coarse Grained Soil): Tanah berbutir kasar ditandai dengan simbol

Klasifikasi Menurut USCS

Tanah berbutir kasar (Coarse Grained Soil):

Tanah berbutir kasar ditandai dengan simbol kelompok GW, GP, GM, GC, SW, SP, SM, dan SC

Selain itu masih perlu diperhatikan faktor-faktor berikut untuk klasifikasi yang lebih teliti:

- Persentase butiran yang lolos ayakan No.200 (0.075 mm)

- Persentase fraksi kasar yang lolos ayakan No.4 (4.75 mm)

- Koefisien keseragaman (Cu) dan koefisien gradasi (Cc) untuk tanah dengan persentase lolos ayakan No.200 antara 0 sampai 12%

- LL

dimana 5% dari tanah tersebut lolos ayakan No.200 - Apabila persentase butiran yang lolos ayakan No.200 adalah antara 5% sampai 12%, diperlukan simbol ganda seperti GW--GM, GP-GM, GW-GC, GP-GC, SW-SM, SW-SC, SP-SM, dan SP-SC.

dan

PI bagian tanah yang lolos ayakan No.40 (0.425 mm),

52

Klasifikasi Menurut USCS Tanah berbutir halus (Fine Grained Soil) : Klasifikasi tanah berbutir halus dengan

Klasifikasi Menurut USCS

Tanah berbutir halus (Fine Grained Soil):

Klasifikasi tanah berbutir halus dengan simbol ML, CL, OL, MH, CH, dan OH didapat dengan cara menggambar batas cair dan index plastisitas tanah yang bersangkutan pada bagan plastisitas. Garis diagonal pada bagan plastisitas dinamakan garis A yang mempunyai persamaan (fungsi) PI = 0,73 (LL - 20)

53

Klasifikasi Menurut USCS 54 54

Klasifikasi

Menurut

USCS

Klasifikasi Menurut USCS 54 54

54

54

Klasifikasi Untuk gravel Menurut USCS Untuk sand Untuk lanau & lempung 55 55
Klasifikasi
Untuk gravel
Menurut
USCS
Untuk sand
Untuk lanau
& lempung
55
55
Diagram Plastisitas (ASTM, Casagrande) Untuk tanah berbutir halus dan bagian butir halus dari tanah berbutir

Diagram Plastisitas (ASTM, Casagrande) Untuk tanah berbutir halus dan bagian butir halus dari tanah berbutir kasar