Anda di halaman 1dari 19

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG Landasan sosial budaya pengembangan kurikulum adalah asumsi-asumsi yang berasal dari sosial budaya yang dijadikan titik tolak dalam pengembangan kurikulum. Mengapa pengembangan kurikulum harus mengacu pada landasan sosial budaya? Anak-anak berasal dari masyarakat, mendapatkan pendidikan baik informal, formal, maupun non formal dalam lingkungan masyarakat, dan diarahkan agar mampu terjun dalam kehidupan bermasyarakat. Karena itu kehidupan masyarakat dan budaya dengan segala karakteristiknya harus menjadi landasan dan titik tolak dalam melaksanakan pendidikan.

Jika dipandang dari sosial budaya, pendidikan adalah proses mempersiapkan individu agar menjadi warga masyarakat yang diharapkan, pendidikan adalah proses sosialisasi, dan berdasarkan pandangan antrofologi, pendidikan adalah enkulturasi atau pembudayaan. Dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan muncul manusiamanusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya, tetapi manusia yang lebih bermutu, mengerti, dan mampu membangun masyarakatnya. Oleh karena itu, tujuan, isi, maupun proses pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi, karakteristik kekayaan, dan perkembangan masyarakat tersebut (Nana Syaodih Sukmadinata, 1997:58). Untuk menjadikan peserta didik agar menjadi warga masyarakat yang diharapkan maka pendidikan memiliki peranan penting, karena itu kurikulum harus mampu memfasilitasi peserta didik agar mereka mampu bekerja sama, berinteraksi, menyesuaikan diri dengan kehidupan di masyarakat dan mampu meningkatkan harkat dan martabatnya sebagai mahluk yang berbudaya.

Pendidikan adalah proses sosialisasi melalui interaksi insani menuju manusia yang berbudaya. Dalam konteks inilah anak didik dihadapkan dengan budaya manusia, dibina dan dikembangkan sesuai dengan nilai budayanya, serta dipupuk kemampuan dirinya menjadi manusia. Dengan pendidikan, kita tidak mengharapkan mucul manusia-manusia yang lain dan asing terhadap masyarakatnya, tetapi manusia yang lebih bermutu, mengerti dan mampu membangun masyarakatnya. Makalah ini

akan membahas tentang mengapa social budaya menjadi landasan dalam pengembangan kurikulum, dan bagaimana peransosial budaya dalam pengembangan kurikulum.

2. RUMUSAN MASALAH a. Pengertian landasan social dan budaya ? b. Mengapa social budaya menjadilandasandalampengembangankurikulum ? c. Bagaimanaperansosialbudayadalampengembangankurikulum ?

3. TUJUAN a. Agar mahasiswamengetahuitentangpengertianlandasansosialdanbudaya. b. Agar mahasiswamengetahuimengapasosialbudayamenjadilandasandalampengembanga nkurikulum. c. Agar mahasiswamengetahuiperansosialbudayadalampengembangankurikulum.

4. MANFAAT PENULISAN a. Bagi dosen Dapat dijadikan sebagai bahan ajar mata kuliah kurikulum pendidikan kejuruan. b. Bagi mahasiswa Untuk menambah pengetahuan tentang landasan sosial dan budaya dalam pengembangan kurikulum.

BAB II PEMBAHASAN
1. PENGERTIAN LANDASAN SOSIAL BUDAYA Pengertian landasan sosial budaya adalah : Merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu. Menurut Moh. Surya (2006) mengetengahkan tentang tren bimbingan dan konseling multikultural, bahwa bimbingan dan konseling multikultural sangat tepat untuk lingkungan berbudaya plural seperti Indonesia. Dengan landasan semangat Bhinneka tunggal Ika yaitu kesamaan diatas keragaman, layanan bimbingan dan konseling hendaknya lebih berpangkal pada nilai-nilai budaya bangsa yang secara nyata mampu mewujudkan kehidupan yang yang harmoni dalam kondisi pluralistik.

Seorang

individu

pada

dasarnya

merupakan

dibelajarkan

untuk

mengembangkan lingkungan sosial budaya dimana ia hidup. Sejak lahirnya, ia sudah dididik dan dibelajarkan untuk mengembangkan pola-pola perilaku sejalan dengan tuntutan sosial budaya yang ada di sekitarnya. Kegagalan dalam memenuhi tuntutan sosial budaya dapat mengakibatkan tersingkir dari lingkungannya. Lingkungan sosial budaya yang melatarbelakangi dan melingkupi individu berbeda-beda sehingga menyebabkan perbedaan pula dalam proses pembentukan perilaku dan kepribadian individu yang bersangkutan. Apabila perbedaan dalam sosial budaya tidak dijembatani maka tidak mustahil akan timbul konflik internal maupun eksternal, yang pada akhirnya dapat menghambat terhadap proses perkembangan pribadi dan perilaku individu yang bersangkutan dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya. Dalam proses konseling akan terjadi komunikasi interpersonal antara konselor dan klien memiliki latar sosial dan budaya yang berbeda.

2. PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT Perubahan sosial budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial budaya merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya

merupakan penyebab dari perubahan. Perubahan sosial budaya terjadi karena beberapa faktor, baik internal maupun eksternal. Dari segi faktor internal, antara lain: a. Komunikasi b. Cara dan pola pikir masyarakat c. Perubahan jumlah penduduk d. Penemuan baru e. Terjadinya konflik atau revolusi

Dari segi faktor eksternal seperti : a. Bencana alam dan perubahan iklim b. Peperangan c. Pengaruh kebudayaan masyarakat lain 3. MACAM MACAM HAMBATAN Menurut Pederson dan Prayitno ada lima macam hambatan yang mungkin timbul dalam komunikasi sosial dan penyesuaian diri antar budaya yaitu: a. Perbedaan bahasa b. Komunikasi non-verbal c. Stereotipe d. Kecenderungan menilai e. Kecemasan

Namun apabila kita melihat kejadian nyata di masyarakat maka faktorfaktor di atas perlu ditambah dengan : a. Kurang intensifnya hubungan komunikasi dengan masyarakat lain b. Perkembangan IPTEK yang lambat
4

c. Sifat masyarakat yang sangat tradisional d. Ada kepentingan-kepentingan yang tertanam dengan kuat dalam masyarakat e. Prasangka negatif terhadap hal-hal yang baru f. Rasa takut jika terjadi kegoyahan pada masyarakat bila terjadi perubahan g. Hambatan ideologis h. Pengaruh adat atau kebiasaan

Kurangnya penguasaan bahasa yang digunakan oleh pihak-pihak yang berkomunikasi dapat menimbulkan kesalahpahaman. Bahasa non-verbal pun sering kali memiliki makna yang berbeda-beda, dan bahkan mungkin bertolak belakang. Stereotipe cenderung mensamaratakan sifat-sifat individu atau golongan tertentu berdasarkan prasangka subyektif (socialprejudice) yang biasanya tidak tepat. Penilaian positif tetapi tidak sedikit pula menimbulkan reaksi-reaksi negatif. Kecemasan muncul ketika seorang individu lingkungan budaya lain yang unsurunsurnya dirasakan asing. Kecemasan yang berlebihan dalam kaitannya dengan suasana antar budaya menuju ke cultureshock, yang menyebabkan dia tidak tahu sama sekali apa, dimana, dan kapan harus berbuat sesuatu. Agar komunikasi sosial antara konselor dengan klien dapat terjalin harmonis, maka kelima hambatan komunikasi tersebut perlu diantisipasi.

4. LANDASAN BUDAYA a. Pengertian Landasan Budaya Kebudayaan dan pendidikan mempunyai hubungan timbal balik, sebab kebudayaan dapat dilestarikan/dikembangkan dengan jalur mewariskan

kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baiksecara formal maupun informal. Anggota masyarakat berusaha melakukan perubahan-perubahan yang sesuai dengan perkembangan zaman sehingga terbentuklah pola tingkah laku, nilai-nilai, dan norma-norma baru sesuai dengan tuntutan masyarakat. Usahausaha menuju pola-pola ini disebut transformasi kebudayaan. Lembaga sosial yang lazim digunakan sebagai alat transmisi dan transformasi kebudayaan adalah lembaga pendidikan, utamanya sekolah dan keluarga. Pelestarian dan pengembangan kekayaan yang unik di setiap daerah itu melalui upaya pendidikan sebagai wujud dari kebhineka tunggal ikaan
5

masyarakat dan bangsa Indonesia. Hal ini haruslah dilaksanakan dalam kerangka pemantapan kesatuan dan persatuan bangsa dan negara Indonesia sebagai sisi ketunggal-ikaan.

b. Manusia Dan Kebudayaan 1) Pengertian Budaya adalah bentuk jamak dari kata budi dan daya yang berarti cinta, karsa, dan rasa. Kata budaya sebenarnya berasal dari bahasa Sanskerta budhayah yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan aktivitas manusia untuk mengolah dan mengubah alam. Berikut pengertian budaya atau kebudayaan dari beberapa ahli : a. E. B. Tylor, budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat. b. R. Linton, kebudayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.

ImranManan (1989) menunjukkan lima komponen kebudayaan sebagai berikut : a. Gagasan b. Ideologi c. Norma d. Teknologi e. Benda

Kebudayaan dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu : a. Kebudayaan umum, misalnya kebudayaan Indonesia b. Kebudayaan daerah, misalnya kebudayaan Jawa, Bali, Sunda, Nusa Tenggara Timur dan sebagainya

c. Kebudayaan populer, yaitu berlakunya rata-rata lebih

suatu pendek

kebudayaan yang masa daripada kedua macam

kebudayaan terdahulu

Fungsi kebudayaan dalam kehidupan manusia adalah : a. Penerus keturunan dan pengasuh anak b. Pengembangan kehidupan berekonomi c. Transmisi budaya d. Meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha esa e. Pengendalian sosial f. Rekreasi

Perubahan kebudayaan disebabkan oleh : a. Organisasi atau penemuan-penemuan baru b. Difusi atau percampuran budaya baru dengan budaya lama c. Reinterpretasi atau modifikasi kebudayaan agar sesuai dengan keadaan zaman

2) Perwujudan kebudayaan Koentjaraningrat mengemukakan bahwa kebudayaan itu dibagi atau digolongkan dalam tiga wujud, yaitu : a. Wujud sebagai suatu kompleks dari ideide, gagasan, nilainilai, normanorma dan peraturan b. Wujud kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat c. Wujud kebudayaan sebagai benda- benda hasil karya manusia

3) Substansi ( ISI ) utama budaya a) Sistem pengetahuan Sistem pengetahuan yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial merupakan suatu akumulasi dari perjalanan hidupnya dalam hal berusaha memahami : 1. Alam sekitar 2. Alam flora di daerah tempat tinggal
7

3. Alam fauna di daerah tempat tinggal 4. Zat-zat bahan mentah, dan benda- benda dalam lingkungannya 5. Tubuh manusia 6. Sifat- sifat dan tingkah laku manusia 7. Ruang dan waktu

b) Nilai Nilai adalah sesuatu yang selalu diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh seluruh manusia sebagai anggota masyarakat. C. Kluchohnmengemukakan bahwa yang menentukan orientasi nilai budaya manusia di dunia adalah lima dasar yang bersifat universal, yaitu : 1. Hakikat hidup manusia 2. Hakikat karya manusia 3. Hakikat waktu manusia 4. Hakikat alam manusia 5. Hakikat hubungan antar manusia

c) Pandangan hidup Pandangan hidup merupakan pedoman bagi suatu bangsa atau masyarakat dalam menjawab atau mengatasi berbagai masalah yang dihadapinya.

d) Kepercayaan Kepercayaan yang mengandung arti yang lebih luas dari pada agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

e) Persepsi Atau sudut pandang ialah suatu titik tolak pemikiran yang tersusun dari seperangkat katakata yang digunakan untuk memahami kejadian atau gejala dalam kehidupan.

4) Sifat-sifat budaya Sifat hakiki dari kebudayaan tersebut antara lain : a. Budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia b. Budaya telah ada terlebih dahulu dari pada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan. c. Budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya d. Budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-

kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakantindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan.

5) Sistem budaya Sistem kebudayaan suatu daerah akan menghasilkan jenis jenis kebudayaan yang berbeda. Jenis kebudayaan ini dapat dikelompokkan menjadi : a. Kebudayaan material b. Kebudayaan non material

Kebudayaan dapat dilihat ari dimensi wujudnya adalah : a. Sistem budaya b. Sistem sosial c. Sistem kebendaan

6) Manusia sebagai pencipta dan pengguna budaya Tahap eksternalisasi adalah proses pencurahan diri manusia secara terus menerus ke dalam dunia melalui aktivitas fisik dan mental, sehingga kebudayaan memiliki peran sebagai : a. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompoknya b. Wadah untuk menyalurkan perasaan-perasaan dan kemampuankemampuan lain. c. Sebagai pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia d. Pembeda manusia dan binatang.

e. Petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak dan berprilaku didalam pergaulan.

7) Pengaruh budaya terhadap lingkungan Beberapa variabel yang berhubungandengan masalah kebudayaan dan lingkungan, antara lain: a. Physcial Environment, menunjuk pada lingkungannya natural

seperti : temperatur, curah hujan, iklim, wilayah geografis, flora, dan fauna b. Cultural SocialEnvironment, meliputi aspekaspek kebudayaan beserta proses sosialisasi seperti : normanorma, adat istiadat, dan nilainilai c. EnvironmentalOrientationandRepresentation, mengacu pada

persepsi dan kepercayaan kognitif yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya. d. EnvironmentalBehaviorandProcces, meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungannya dalam hubungan sosial e. OutCarriesProduct, meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun rumah, komunitas, kota beserta usahausaha manusia dalam memodifikasi lingkungannya fisik seperti budaya pertanian dan iklim

8) Proses dan perkembangan kebudayaan Kebudayaan adalah hasil cipta, karsa dan rasa manusia oleh karenanya kebudayaan mengalami perubahan dan perkembangannya sejalan dengan perkembangan manusia itu. Perkembangan kebudayaan terhadap dinamika kehidupan seseorang bersifat kompleks, dan memiliki eksistensi dan berkesinambungan dan juga menjadi warisan sosial.

9) Problematika kebudayaan Beberapa problematika kebudayaan antara lain : a. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan

10

b. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang ini dapat terjadi antara masyarakat dan pelaksana pembangunan. c. Hambatan budaya berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan

10) Perubahan kebudayaan Ada lima faktor yang menjadi penyebab perubahan kebudayaan, yaitu : a. Perubahan lingkungan alam b. Perubahan yangdisebabkan adanya kontak dengan suatu kelompok lain c. Perubahan karena adanya penemuan (discovery) d. Perubahan yang terjadi mengadopsi karena suatu masyarakat atau bangsa

beberapa elemen kebudayaan material yang telah

dikembangkan oleh bangsa lain di tempat lain e. Perubahan yang terjadi karena suatu bangsa memodifikasi cara hidupnya dengan mengadopsi suatu pengetahuan atau kepercayaan baru, atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya tentang realitas

5. LANDASAN SOSIAL Menurut etimologi sosiologi berasal dari bahasa Latin yaitu kata socious yang berarti teman, dan logos yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti pengetahuan. Pengertian tersebut diperluas menjadi ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia atau masyarakat. Seiring dengan perkembangan sosiologi, para ahli telah memberikan definisi dengan sudut pandang yang berbeda-beda, seperti berikut ini. (SoerjonoSoekamto, 2001:20). Menurut Roucek dan Warren sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan manusia dalam kelompok. Selo Soemardjan dan SoelaimanSoemardi menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk perubahan sosial. Struktur sosial adalah keseluruhan jalinan antara unsur-unsur sosial, lembagalembaga sosial, kelompok-kelompok sosial, dan lapisan-lapisan sosial.
11

August Comte berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu terutama mempelajari manusia sebagai makhluk yang mempunyai naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesamanya. Menurut Abu Ahmadi Objek penelitian sosiologi adalah tingkah laku manusia dalam kelompok. Sudut pandangnya ialah memandang hakikat masyarakat, kebudayaan dan individu secara ilmiah. Sedangkan susunan pengetahuan dalam sosiologi terdiri atas konsep-konsep dan prinsip-prinsip mengenai kehidupan kelompok sosial, kebudayaan dan perkembangan pribadi. Sosiologi juga dapat didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang masyarakat dan tentang aspek kehidupan manusia yang diambil dari kehidupan di dalam masyarakat(Ensiklopedi Ilmu-ilmu Sosial). Sosiologi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sosiologi umum yang menyelidiki gejala sosio-kultural secara umum, dan sosiologi khusus, yaitu pengkhususan dari sosiologi umum yang menyelidiki aspek kehidupan sosio-kultural secara mendalam, salah satunya adalah sosiologi pendidikan. Sosiologi juga mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a. Empiris : bersumber dan diciptakan dari kenyataan yang terjadi di lapangan b. Teoretis : merupakan peningkatan fase penciptaan, bisa disimpan dalam waktu lama dan dapat diwariskan kepada generasi muda c. Komulatif d. Nonetis : berkomulasi mengarah kepada teori yang lebih baik : menceritakan apa adanya, tidak menilai apakah hal itu baik atau buruk.

Dari beberapa pendapat diatas dapat tarik persamaan dari pengertian sosiologi, yakni sosiologi merupakan ilmu yang membahas atau mempelajari interaksi dan pergaulan antara manusia dalam kelompok dan struktur sosial.Dasar sosiologis berkenaan dengan perkembangan, kebutuhan dan karakteristik

masyarakat.Sosiologi pendidikan merupakan analisis ilmiah tentang proses sosial dan pola-pola interaksi sosial di dalam sistem pendidikan. Ruang lingkup yang dipelajari oleh sosiologi pendidikan meliputi empat bidang: a. Hubungan sistem pendidikan dengan aspek masyarakat lain. b. Hubungan kemanusiaan.
12

c. Pengaruh sekolah pada perilaku anggotanya. d. Sekolah dalam komunitas, yang mempelajari pola interaksi antara sekolah dengan kelompok sosial lain di dalam komunitasnya.

Perkembangan

masyarakat

Indonesia

dari

masa

ke

masa

telah

mempengaruhi sistem pendidikan nasional. Hal tersebut sangatlah wajar, mengingat kebutuhan akan pendidikan semakin meningkat dan kompleks. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan untuk menyesuaikan pendidikan dengan perkembangan masyarakat terutama dalam hal menumbuhkembangkan KeBhineka tunggal Ika-an, baik melalui kegiatan jalur sekolah (umpamanya dengan pelajaran PPKn, Sejarah Perjuangan Bangsa, dan muatan lokal), maupun jalur pendidikan luar sekolah (penataran P4, pemasyarakatan P4 nonpenataran)

a. Pengertian dan Cakupan Perubahan Sosial Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat.Wilbert Moore memandang perubahan sosial sebagai perubahan struktur sosial, pola perilaku, dan interaksi sosial. Contoh perubahan

sosialadalah perubahan peranan seorang istri dalam keluarga modern, perubahan kebudayaan contohnya: keluarga modern, adalah penemuan baru seperti radio, memengaruhi lembaga-lembaga sosial. perubahan kebudayaan contohnya: televisi, komputer yang dapat

b. Teori dan Bentuk Perubahan Sosial 1) Teori sebab akibat ( Causation problem ) Beberapa faktor dikemukakan oleh para ahli untuk menerangkan sebab-sebab perubahan sosial yang terjadi, beberapa pendekatan sebagai berikut : a. Analisis Dialektis b. Teori Tunggal Mengenai Perubahan Sosial

2) Teori proses atau arah perubahan sosial

13

Kebanyakan

teori-teori

mengenai

arah

perubahan

sosial

mempunyai kecenderungan yang bersifat kumulatif atau evolusioner. Bentuk-bentuk perubahan sosial menurut SoerjonoSoekanto : a. Perubahan yang terjadi secara lambat dan perubahan yang terjadi secara cepat b. Perubahan secara lambat disebut evolusi c. Perubahan secara cepat disebut revolusi

Perubahan-perubahan yang pengaruhnya kecil, dan

perubahan

yang pengaruhnya besar. Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa membawa pengaruh langsung atau pengaruh yang berarti bagi masyarakat. Perubahan yang pengaruhnya besar seperti proses industrialisasi pada masyarakat agraris. Perubahan yang dikehendaki dari perubahan yang tak diinginkan. Perubahan yang dikehendaki adalah bila seseorang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin. Perubahan sosial yang tidak dikehendaki merupakan perubahan yang terjadi tanpa jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat yang tidak diinginkan.

3) Perkembangan masyarakat a) Perubahan dalam perkembangan masyarakat Ciriciri adanya perkembangan dalam masyarakat adalah : 1. Terjadi perubahan Perubahan yang terjadi akan mempengaruhi perkembangan individu, pengetahuan, kebiasaan dan pola hidup. 2. Mobilitas tinggi Dengan mobilitas yang tinggi, maka dapat mempercepat pertemuan antarbangsa, membuka daerah terisolasi, dan

meningkatkan pemerataan pembangunan. 3. Komunikasi cepat dan akurat Denganadanyakomunikasi yang cepatdanakuratakan

memudahkan perolehan informasi.

14

Adanya proses perubahan dalam perkembangan masyarakat mengakibatkan terjadinya proses pembauran dimana adakalanya terjadi pertentangan atau konflik antar sektor sosial budaya.

b) Perubahan pola pekerjaan 1. Melahirkan spesialisasi yang menuntut profesionalisme 2. Mengejar target untuk meningkatkan produksi 3. Gotong royong diganti dengan kerjasama sesuai alur kerja 4. Pola padat karya berganti dengan padat teknologi 5. Sifat kompetitif yang tinggi

c) Perubahan peranan wanita 1. Wanita memiliki peluang yang sama dengan pria hampir pada setiap sektor 2. Memberi kesempatan untuk menambah penghasilan keluarga 3. Muncul masalah dalam kehidupan sosial pribadi peran ganda wanita 4. Masalah dalam kehidupan berkeluarga kemungkinan 5. Masalah dalam pekerjaan : optimalisasi karier, kedudukan pria di bawah wanita, pelecehan/skandal

d) Perubahan kehidupan keluarga 1. Waktu bekerja yang panjang 2. Pengasuhan anak oleh pembantu 3. Waktu anak lebih banyak di luar rumah 4. Menimbulkan masalah harmonisasi dalam keluarga 5. Kesibukan luar batas mengorbankan fungsi-fungsi keluarga 6. Rumah hanya berfungsi sebagai tempat parkir

6. MASYARAKAT INDONESIA DAN PENDIDIKAN a. Masyarakat dan Sekolah Sekolah tidak dapat dipisahkan dari masyarakat, hal ini jelas karena : 1. Sekolah milik masyarakat

15

2. Sekolah sebagai mercu penerang dan pusat kebudayaan 3. Sekolah bermanfaat bagi kemajuan budaya masyarakat, khususnya pendidikan anak-anak 4. Masyarakat memberi dukungan kepada sejumlah sekolah 5. Harus ada badan kerjasama antara sekolah dengan masyarakat dalam mensukseskan pendidikan

b. Masyarakat Indonesia dan Pendidikan Sebagian besar masyarakat Indonesia sekarang sudah sadar akan pentingnya pendidikan untuk meningkatkan hidup dan kehidupan, asumsi mereka adalah makin tinggi ijazah yang dapat diraih makin cepat dapat pekerjaan serta makin besar gaji yang diterima. Tidak banyak yang menyadari (bahkan oleh pendidik sekalipun) bahwa kebudayaan termasuk pendidikan di masyarakat, adalah sarana/wadah yang penting dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan anak secara wajar , akibatnya perlu dilakukannya sejumlah pembenahan, antara lain :

1. Kerjasama orang tua, masyarakat, dan pemerintah dalam memperbaiki pendidikan perlu ditingkatkan 2. Pendidikan nonformal dan pendidikan informal, harus ditangani secara serius, paling sedikit sama intensitasnya dengan penanganan pendidikan jalur formal 3. Kebudayaan, terutama tayangan televisi, yang paling banyak pengaruhnya terhadap perkembangan anak dan remaja, perlu ditangani dengan baik agar tidak berdampak negatif 4. Kebudayaan yang bersifatnegatif harus dihilangkan dengan berbagai cara

Selanjutnya,untuk membuat anak menjadi mandiri dan berkompetensi, dan juga merupakan cita-cita pendidikan yang telah digariskan, merupakan persoalan metodologi belajar dan mengajar. Bila dalam belajar mereka sering atau selalu dihadapkan pada masalah yang nyata terjadi di masyarakat dan diberi kesempatan untuk memecahkannya, tentu tujuan itu lama-lama akan tercapai. Untuk itu, dalam masa transisi ini kalau pendidikan akan direorganisasi, perlu:

16

1. Memasukkan materi pelajaran yang diambil dari keadaan nyata di masyarakat atau keluarga. 2. Metode belajar yang mengaktifkan siswa baik individual ataukelompok 3. Mengadakan survei di masyarakat tentang berbagai kebudayaan 4. Ikut memecahkan masalah masyarakat dan keluarga 5. Memberi kesempatan berinovasi atau kreatif menciptakan sesuatu yang baru yang lebih baik tentang hidup dan kehidupan

17

BAB III PENUTUP


A. KESIMPULAN Landasan sosial budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu.

Pendidikan dan kebudayaan mempunyai pengaruh timbal balik. Bila kebudayaan berubah maka pendidikan juga bisa berubah dan bila pendidikan berubah maka akan dapat mengubah kebudayaan. Peranan pendidikan dalam mengembangkan kebudayaan adalah sangat besar. Pendidikan dapat mengembangkan kebudayaan melalui tiga hal yaitu perkembangan zaman, percepatan perkembangan ilmu dan teknologi, serta perkembangan kepandaian manusia.

Pendidikan multikultural bagi masyarakat Indonesia sangat penting dilakukan bersamaan dengan derasnya arus globalisasi informasi dan mobilitas penduduk. Multikulturalisme di kalangan masyarakat memiliki keberagaman agama, bahasa, dan budaya yang dapat memperluas pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran

keanekaragaman.

B. SARAN Selaku pembelajar yang memahami landasan sosial budaya agar dapat menunjukkan perilaku mendidik terhadap pemelajar sehingga timbul interaksi dari keduanya untuk mencapai cita-cita yang dilakukan secara bertahap berkesinambungan di dalam lingkungan yang beranekaragam dan saling mengisi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.

18

DAFTAR PUSTAKA

Tirtarahardja, Umar dan S.L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta. Sukmadinata, Nana Syaodih. 1997. PengembanganKurikulumTeoridanPraktik. Bandung: PT. RemajaRosdakarya. Pidarta, Made. 1997. LandasanKependidikan. Stimulus IlmuPendidikanBercorak Indonesia.Jakarta: RinekaCipta. Ruswandi,Hermawan. 2008. LandasanPendidikan. Bandung: CV. InsanMandiri. SutiknoSobry. 2008. Landasanpendidikan. Bandung: Prospect. Fauzan. 2009. LandasanSosialBudayaSosialBudaya. (Pendidikan,http://defauzan. wordpress.com). (Online). Di akses21Maret2013. Kusumawati, Indah. 2009. Landasan Sosial Budaya dan Pendidikan.(http://mardhiyanti. blogspot.com/2009/12/landasan-sosial-budaya-pendidikan.html). (Online). Di akses21Maret 2013.

19