Anda di halaman 1dari 9

117.

(jessica) Seorang laki laki umur 25 tahun datang ke IGD RS dengan tidak sadarkan diri setelah kecelakaan mobil. Saat kecelakaan posisi pasien memeluk setir mobil dan pada pemeriksaan di dapatkan lesi multiple pada wajah, hidung dan mulut penuh dengan darah. Pem fisik TD 90/70, N : 120x/mnt, R: 80x/mnt, pada auskultasi di dapatkan gargling. Penanganan awal pada pasien diatas adalah?

a. b. c. d. e.

Oksigenasi Tranfusi darah Infus cairan Foto rontgen kepala Pembebasan jalan nafas

Airway dengan kontrol servikal

1.Penilaian Mengenal patensi airway (inspeksi, auskultasi, palpasi) b.Penilaian secara cepat dan tepat akan adanya obstruksi 2. Pengelolaan airway: Lakukan chin lift dan atau jaw thrust dengan kontrol servikal in-line immobilisasi b.Bersihkan airway dari benda asing bila perlu suctioning dengan alat yang rigid c.-Pasang pipa nasofaringeal atau orofaringeal -Pasang airway definitif sesuai indikasi 3. Fiksasi leher 4. Anggaplah bahwa terdapat kemungkinan fraktur servikal pada setiap penderita multi trauma,terlebih bila ada gangguan kesadaran atau perlukaan diatas klavikula. 5.Evaluasi

DAFTAR PUSTAKA American College of Surgeons:Advanced Trauma Life Support Program for Doctors.Chicago.2002

118. (jessica)Seorang wnita 35 tahun datang dengan benjolan di payudara kiri sejak 1 tahun yang lalu nyeri (+) massa berbatas tidak tegas dan kenyal, dari pemeriksaan biopsy terdapat kelenjar payudara yang dikelilingi sebuk histiosit, limfosit, epiteloid dan beberapa sele Langerhans. Apa diagnosis?

a. b. c. d. e.

Mastitis akut. Mastitis kronik nos spesifik Mastitis tuberkulosa Mastitis e.c jamur Mastitis kronik eksaserbasi akut

PEMBAHASAN:
Mastitis tuberkulosis adalah suatu kondisi yang ditandai secara patologi dengan keterlibatan secara ekstensif lobulus mamma dengan granuloma epitheloid dengan berbagai derajat kaseasi, yang terdiri dari Langhans giant cells, sel-sel epiteloid, infiltrasi sel mononuklear, dengan fibrosis di sekelilingnya, dan dengan pembentukan mikro abses, yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis.

119. (jessica)Seorang laki-laki berumur 27 tahun mengalami kecelakaan motor dan menabrak tiang listrik dengan posisi duduk saat jatuh. Ditemukan meatal bleeding, butterfly petekiae di perenium, pada palpasi buli-buli ditemukan nyeri tekan dan penuh. Diagnosis? a. hematori b. Ruptur uretra anterior c. Ruptur buli-buli d. Ruptur testis e. Ruptur uretra posterior Ruptur uretra anterior Trauma uretra anterior yang terdiri dari uretra pars glanularis, pars pendulans,dan pars bulbosa. Pada ruptur uretra anterior, didapatkan: -Perdarahan per-uretra/ hematuri .-Kadang terjadi retensi urine .-Hematom kupu-kupu/butterfly hematom/ jejas perineum. Uretra anterior terbungkus di dalam korpus spongiosum penis. Korpusspongiosum bersama dengan corpora kavernosa penis dibungkus oleh fasia Buck danfasia Colles. Jika terjadi rupture uretra beserta korpus spongiosum darah dan urinkeluar dari uretra tetapi masih terbatas pada fasia Buck, dan secara klinis terlihathematoma yang terbatas pada penis. Namun jika fasia Buck ikut robek, ekstravasasiurin dan darah hanya dibatasi oleh fasia Colles sehingga darah dapat menjalar hinggaskrotum atau

ke dinding abdomen. Oleh karena itu robekan ini memberikan gambaran seperti kupu-kupu sehingga disebut butterfly hematoma atau hematoma kupu-kupu. DAFTAR PUSTAKA: Wim de Jong, R. Sjamsuhidajat, Buku Ajar Ilmu Bedah, Ed. Revisi, EGC, Jakarta, 1997
120. (jessica)Seorang laki-laki 22 tahun,jatuh dari ketinggian 2 m dan selangkangan

terbentur pipa besi. Setelah kejadian tersebut pasien mengeluh sulit BAK dan dari kemaluan menetes darah. Apa diagnosa pasien tersebut? a. Ruptur buli ekstraperitoneal b. Ruptur buli intraperitoneal c. Ruptur uretra posterior colapinto II d. Ruptur uretra posterior colapinto III e. Ruptur uretra anterior
Klasifikasi trauma uretra Colapinto & McCallum 1977 : Tipe I : uretra teregang (stretched) akibat ruptur ligamentum puboprostatikum dan hematom periuretra. Uretra masih intack. Tipe II: uretrra pars membranacea ruptur diatas diafragma urogenital yg masih intack. Ekstravasasi kontras ke ekstraperitoneal pelvic space. Tipe III : Uretra pars membranacea ruptur . Diafragma urogenital ruptur. Trauma uretra bulbosa proksimal. Ekstravassasi kontras ke peritoneum.

Trias ruptur uretra anterior - Bloddy discharge - Retensio urine - Hematome/jejas peritoneal/ urine infiltrat Trias ruptur uretra posteriior - Bloody discharge - Retensio urine - Floating prostat 3. Lab. : urinalisis eritrosit positip

4. Radiologis : uretrografi, AP pelvic foto Rupture uretra anterior Terletak di distal dari diafragma urogenital. Terbagi atas 3 segmen,yaitu: _ Bulbous urethra _ Pendulous urethra

_ Fossa navicularis Namun, yang paling sering terjadi adalah rupture uretra pada parsbulbosa yang disebabkan oleh Saddle Injury, dimana robekan uretra terjadiantara ramus inferior os pubis dan benda yang menyebabkannya DAFTAR PUSTAKA: Wim de Jong, R. Sjamsuhidajat, Buku Ajar Ilmu Bedah,
Ed. Revisi, EGC, Jakarta, 1997

121. (jessica)Wanita 50 tahun datang dengan keluhan nyeri perut atas sejak 3 minggu yang menjalar ke punggung. Nyeri dirasakan semakin memberat. Keluhan hilang timbul, disertai mual dan muntah. Dari pemerikssaan fisik nyeri ketok flank (+). Ureum 45 mg/dl, kreatinin 3,5 mg/dl. Hasil urinalisis sel epitel 2-4 /LP, eritrosit 2-3 /LP, sedimen kalsium oksalat +2. Apakah diagnosis kasus di atas? a. Pancreatitis b. Kolelitiasis c. Vesikolitiasis d. Nefrolitiasis e. Ureterolitiasis PEMBAHASAN Batu di piala ginjal, berkaitan dengan sakit yang dalam dan terus menerus diarea kostovetebral, adanya hematuria, oliuria, rasa terbakar. Nyeri yang berasaldari area renal menyebar secara anterior dan pada wanita ke bawah mendekati kandung kemih sedangkan pada pria mendekati testis. Nyeri mendadak menjadi akut disertai nyeri tekan diseluruh area kostovertebral dan muncul mual danmuntah (episode kolik renal). Dapat terjadi diare dan ketidaknyaman abdominal,gejala GI akibat dari refleks renointestinal dan proksimitas anatomik ginjal kelambung, pankreas dan usus besar. DAFTAR PUSTAKA: Price, Sylvia A. (2006).Patofisiologi. Jakarta: EGC 122. (jessica)Seorang laki-laki berumur 35 tahun datang dengan keluhan tidak BAK sejak 3 hari yang lalu. Pasien juga mengeluh mual, muntah dan menggigil. Pasien mempunyai riwayat nyeri pinggang sejak 1 tahun yang lalu. Pada pemeriksaan didapatkan nyeri ketok CVA kiri. Pemeriksaan penunjang yang dapat menunjukkan penyebab anuria pasie adalah : a. Urinalisis b. Sistografi c. Urethrografi d. USG e. IVP Pemeriksaan Penunjang 1.Urinalisis O Leukosuria atau piuria: merupakan salah satu petunjuk penting adanya ISK. Leukosuria positif bila terdapat lebih dari 5 leukosit/lapang pandang besar (LPB) sediment air kemih

O Hematuria: hematuria positif bila terdapat 5-10 eritrosit/LPB sedimentair kemih. Hematuria disebabkan oleh berbagai keadaan patologis baik berupa kerusakan glomerulus ataupun urolitiasis. 2.Bakteriologis O Mikroskopis O Biakan bakteri 3.Kultur urine untuk mengidentifikasi adanya organisme spesifik 4.Hitung koloni: hitung koloni sekitar 100.000 koloni per milliliter urin dari urin tampung aliran tengah atau dari spesimen dalam kateter dianggap sebagai kriteria utama adanya infeksi. 5.Metode tes O Tes dipstick multistrip untuk WBC (tes esterase lekosit) dan nitrit (tesGriess untuk pengurangan nitrat). Tes esterase lekosit positif: maka pasien mengalami piuria. Tes pengurangan nitrat, Griess positif jika terdapat bakteri yang mengurangi nitrat urin normal menjadi nitrit. O Tes Penyakit Menular Seksual (PMS) :Uretritis akut akibat organisme menular secara seksual (misal,klamidia trakomatis, neisseria gonorrhoeae, herpes simplek). O Tes- tes tambahan :Urogram intravena (IVU), Pielografi (IVP), msistografi, danultrasonografi juga dapat dilakukan untuk menentukan apakah infeksi akibat dari abnormalitas traktus urinarius, adanya batu, massa renalatau abses, hodronerosis atau hiperplasie prostate. Urogram IV atauevaluasi ultrasonic, sistoskopi dan prosedur urodinamik dapatdilakukan untuk mengidentifikasi penyebab kambuhnya infeksi yang resisten

123. ((jessica)Benjolan di payudara dengan gambaran di bawah ini:

Diagnosis? a. Fat necrosis

b. c. d. e.

FAM Karsinoma mamae Lipoma Kista Mammae

ibroadenoma merupakan tumor jinak pada payudara yang paling umum ditemukan. Fibroadenoma terbentu dari sel-sel epitel dan jainganikat, dimana komponen epitelnya menunjukkan tanda-tanda aberasi yang sama dengan komponen epitel normal. Fibroadenoma umumnya terjadi pada wanita muda, terutamadengan usia di bawah 30 tahun dan relatif jarang ditemukan pada payudarawanita postmenopause. Tumor ini dapat tumbuh di seluruh bagianpayudara, namun tersering pada quadran atas lateral. Penyakit ini bersifatasimptomatik atau hanya menunjukkan gejala ringan berupa benjolan pada payudara yang dapat digerakkan. Secara klinik, fibroadenoma biasanya bermanifestasi sebagai massa soliter, diskret, dan mudahdigerakkan, selama tidak terbentuk jaringan fibroblast disekitar jaringan payudara, dengan diameter kira-kira 1-3cm, tetapi ukurannya dapat bertambah sehinggamembentuk nodul dan lobus. Fibroadenoma dapatditemukan di seluruh bagian payudara, tetapi lokasitersering adalah pada quadran lateral atas payudara. Tidak terlihat perubahan kontur payudara. Secara makroskopis, semua tumor teraba padatdengan warna cokelat putih pada irisan, dengan bercak - bercak kuning merah muda yang mencerminkan daerah kelenjar

Secara histologis, tumor terdiri atas jaringan ikatdan kelenjar dengan berbagai proporsi dan variasi.Tampak storma fibroblastik longgar yang mengandungrongga mirip duktus berlapis sel epitel dengan ukuran danbentuk yang beragam. Rongga yang mirip duktus ataukelenjar ini dilapisi oleh satu atau lebih lapisan sel yangreguler dengan membran basal jelas dan utuh. Meskipundi sebagian lesi duktus terbuka, bulat hingga oval dancukup teratur (fibroadenoma perikanalikularis), sebagianlainnya tertekan oleh proliferasi ekstensif stroma sehinggapada potongan melintang rongga tersebut tampak sebagicelah atau struktur ireguler Kepustakaan : http://www.scribd.com/doc/69857289/Fibroadenoma-Mammae

124. (jessica)Seorang laki-laki 65 tahun datang ke RS dengan keluhan merasa nyeri pada

punggung atas. BAK lancar normal namun sedikit berkurang. Nyeri dirasakan hilang timbul. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nyeri ketok suprapubik (+), urin berwarna

kekuningan, ureum 50, creatinin 1,4, kristal oksalat +3, leukosit 2. Paravertebra V lumbal 2-3. Apa diagnosis yang mungkin? a. Nefrolithiasis b. Ureterolithiasis c. Cistitis d. Pankreatitis e. Uretrolithiasis
Batu di piala ginjal, berkaitan dengan sakit yang dalam dan terus menerus diarea kostovetebral, adanya hematuria, oliuria, rasa terbakar. Nyeri yang berasaldari area renal menyebar secara anterior dan pada wanita ke bawah mendekati kandung kemih sedangkan pada pria mendekati testis. Nyeri mendadak menjadi akut disertai nyeri tekan diseluruh area kostovertebral dan muncul mual danmuntah (episode kolik renal). Dapat terjadi diare dan ketidaknyaman abdominal,gejala GI akibat dari refleks renointestinal dan proksimitas anatomik ginjal kelambung, pankreas dan usus besar. DAFTAR PUSTAKA: Price, Sylvia A. (2006).Patofisiologi. Jakarta: EGC

125. (jessica)Seorang anak 10 tahun datang ke RS dikarenakan nyeri saat buang air kecil sejak 2 hari yang lalu. Keluhan disertai dengan sering mengompol, BAK tidak lampias, dan demam. Keluhan seperti ini pernah dirasakan 1 tahun yang lalu dan dikatakan oleh dokter dengan diagnosa Infeksi Saluran kemih. Penatalaksanaan yang tepat untuk kasus di atas adalah a.Perawatan kebersihan, pencegahan diare dan antibiotic b.Perawatan kebersihan, pencegahan konstipasi , dan antibiotic. c.Terapi suportif, perawatan kebersihan, pencegahan konstipasi, dan antibiotic d.Terapi suportif, perawatan kebersihan, pencegahan konstipasi, dan kombinasi antibiotic. e.Terapi suportif, perawatan kebersihan, pencegahan konstipasi dan antibiotic intravena. Prinsip pengobatan infeksi saluran kemih adalah; 1. Memberantas infeksi 2. Mendeteksi, mencegah dan mengobati ISK berulang 3. Mendeteksi dan menanggulangi kelainan struktur dan fungsi saluran kemih DAFTAR PUSTAKA: http://www.suarasurabaya.net/referensikesehatan/read/35Infeksi-Saluran-Kemih-Pada-Anak
126. (jessica)Pasien laki-laki usia 50 tahun. Datang ke puskesmas dengan keluhan nyeri pada

pinggang kiri disertai bunag air kecil yang terkadang berdarah, tekanan darah 140/90, nadi 92 kali/menit, nafas 22 kali/menit, Hb 8,9, lekosit 7200. Trombosit 220.00,. sedimen urin : eritrosit banyak, leukosit 10-12/LPB, Kristal (+) oksalat. Apakah pemeriksaan radiologi yang disarankan ? a. BNO b. BNO dan USG abdomen c. CT SCAN abdomen

d. MRI e. Angiografi Diagnosis BSK dapat dilakukan dengan beberapa tindakan radiologis yaitu: a.Sinar X abdomen Untuk melihat batu di daerah ginjal, ureter dan kandung kemih. Dimana dapatmenunjukan ukuran, bentuk, posisi batu dan dapat membedakan klasifikasi batu yaitu dengan densitas tinggi biasanya menunjukan jenis batu kalsiumoksalat dan kalsium fosfat, sedangkan dengan densitas rendah menunjukan jenis batu struvit, sistin dan campuran. Pemeriksaan ini tidak dapatmembedakan batu di dalam ginjal maupun batu diluar ginjal. b. Intravenous Pyelogram (IVP)Pemeriksaan ini bertujuan menilai anatomi dan fungsi ginjal. Jika IVP belumdapat menjelaskan keadaan sistem saluran kemih akibat adanya penurunanfungsi ginjal, sebagai penggantinya adalah pemeriksaan pielografi retrograd. c. Ultrasonografi (USG) USG dapat menunjukan ukuran, bentuk, posisi batu dan adanya obstruksi.Pemeriksaan dengan ultrasonografi diperlukan pada wanita hamil dan pasienyang alergi terhadap kontras radiologi. Keterbatasn pemeriksaan ini adalahkesulitan untuk menunjukan batu ureter, dan tidak dapat membedakanklasifikasi batu. d.Computed Tomographic (CT) scan Pemindaian CT akan menghasilkan gambar yang lebih jelas tentang ukurandan lokasi batu 127. (jessica)Laki-laki 43tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sesak nafas. Pasien mengalami KLL motor. Pada pemeriksaan bagian dada terkena stang motor, TTV DBN. Gerakan dada kanan teringgal, auskultasi suara nafas menurun, krepitasi (+), hipersonor. Diagnosa a.Hematom b.Emfisema subkutis c.Pneumotoraks d.Hemothoraks e.Pneumothoraks Pemeriksaan Fisik Berat ringannya keadaan penderita tergantung pula pada tipe pneumothorak. Pada pneumothoraks ventil dengan tekanan positif sering dirasakan lebih berat ringannya pneumotoraks juga tergantung pada keadaan paru yang terjadi obstruksi jalan nafas. Keadaan umum pasien pneumotoraks adalah
1. Pasien tampak sesak ringan sampai berat tergantung pada kecepatan masuk serta ada tidaknya klep. Penderita bernapas tersengal-sengal dan dengan mulut terbuka. 2. Sesak nadas dapat disertai atau tanpa sianosis. 3. Badan pasien tampak lemah dan dapat disertai dengan syok.

Pada pemeriksaan fisik toraks, atau pada kasus gawat darurat saat dilakukan survey dapat ditemukan:
1. Inspeksi: Terjadi pencembungan dapa sisi yang sakit, bagian dada yang sakit gerakannya tertinggal saat respirasi, trakea dan jantung terdorong ke sisi yang sehat 2. Palpasi/Feel: Ruang antar iga melebar pada sisi yang sakit, iktus kordis terdorong ke sisi toraks yang sehat, vokal fremitus melemah atau menghilang pada sisi yang sakit. 3. Perkusi/Feel: Perkusi hipersonor sampai timpani pada sisi yang sakit, batas jantung terdorong ke arah toraks yang sehat. 4. Auskultasi/Listen: Suara nafas melemah sampai menghilang pada sisi yang sakit, suara nafas terdengar amforik bila ada fistel bronkopleura, suara vokal melemah dan tidak menggetar serta bronkofoni DAFTAR PUSTAKA: Wim de Jong, R. Sjamsuhidajat, Buku Ajar Ilmu Bedah, Ed. Revisi, EGC, Jakarta, 1997