Anda di halaman 1dari 2

LAPORAN PRAKTIKUM PENGOLAHAN LIMBAH PADAT DAN B3

SOLIDIFIKASI LIMBAH PADAT B3 (PRIMARY SLUDGE)

Tanggal:

1. Tujuan
• menurunkan laju migrasi bahan berbahaya dari limbah padat (lumpur)
• mengurangi toksisitas limbah padat sehingga memenuhi standar untuk
dilakukan proses disposal

2. Prinsip
Prinsip solidifikasi adalah memadatkan bahan berbahaya dengan
menambahkan aditif sehingga bahan berbahaya tersebut terserap ke dalam
bahan padat yang pada akhirnya dapat mengurangi tingkat toksisitas atau
menghilangkannya sama sekali pada limbah lumpur tersebut

3. Reaksi

4. Cara Kerja
• Lumpur dari bak penampungan awal pada IPAL Laboraturium AKA
diambil, ditiriskan/dikeringkan sampai airnya tidak menetes lagi
(cukup kering)
• Lumpur yang sudah cukup kering ini ditambah dengan bahan aditif
berupa semen dan pasir dengan perbandingan secara berturut-turut
pasir, semen, dan lumpur adalah 5:3:1
• Campuran ini diaduk hingga merata lalu dibasahi dengan air sampai
kira-kira ideal untuk dicetak
• Campuran ini kemudian dicetak persegi empat lalu kemudian
dikeringkan sampai memadat menjadi seperti batako
• Batako ini selanjutnya dipreparasi untuk dilakukan uji TCLP untuk
mengetahui tingkat toksisitasnya sebelum dilakukan proses disposal

5. Hasil Pengamatan
Hasil solidifikasi yang kami lakukan menghasilkan padatan berupa batako
sebanyak 3 buah yang merupakan campuran lumpur, pasir, dan semen
yang siap untuk diuji secara TCLP untuk mengetahui penurunan tingkat
toksisitasnya.

6. Pembahasan
Solidifikasi didefinisikan sebagai proses pemadatan suatu bahan
berbahaya dengan penambahan aditif. Proses solidifikasi ini seringkali terkait
dengan prose stabilisasi sehingga sering dianggap mempunyai arti yang sama.
Stabilisasi dapat didefinisikan sebagai proses pencapuran limbah dengan bahan
tambahan (aditif) dengan tujuan menurunkan laju migrasi bahan pencemar dari
limbah serta untuk mengurangi toksisitas limbah tersebut.