Anda di halaman 1dari 15

1.

Latar Belakang Penyebaran Tren Perpindahan Akuntansi Berbasis Kas Menuju Akuntansi Berbasis Akrual Perpindahan penerapan akuntansi berbasis kas ke akuntansi berbasis akrual pada sektor publik dimulai pertama kali oleh Selandia Baru, yang kemudian diikuti oleh negara-negara anggota Organization for Economic Cooperation and De elopment !OECD"# $eningkatnya kebutuhan informasi akuntansi yang semakin lengkap dan menun%ang pengambilan keputusan kebi%akan publik yang lebih baik menuntut perubahan pada basis akuntansi pemerintah yang digunakan pada negara-negara ini# &kuntansi berbasis kas yang sebelumnya diterapkan dianggap sudah tidak lagi dapat memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga perpindahan kepada akuntansi berbasis akrual men%adi hal yang krusial pada negara-negara tersebut# 'ebutuhan tersebut semakin dirasa mendesak dengan penerapan New Public Management pada negara-negara tersebut# (ren reformasi pelayanan publik !salah satunya berupa konsep New Public Management) yang menyebar ke berbagai negara lain diluar anggota OECD menghadapkan negara-negara lainnya yang sedang melakukan reformasi pelayanan publik pada berbagai kebutuhan yang sebelumnya dihadapi oleh negara-negara anggota OECD, yang terlebih dahulu melakukan reformasi pelayanan publik# Perkembangan ekonomi dunia dan berbagai transisi di dalamnya membuat kebanyakan negara di dunia men%adikan negara-negara anggota OECD sebagai model bagi reformasi sistem mana%emen belan%a publik mereka# Selain itu, rekomendasi dari berbagai lembaga keuangan internasional %uga ikut menyarankan para debiturnya yang pada umumnya negara-negara berkembang untuk menerapkan akuntansi berbasis akrual# )nternational $onetary *und !)$*" sebagai lembaga kreditur menyusun +o ernment *inance Statistics !+*S" yang di dalamnya menyarankan kepada negara-negara debiturnya untuk menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam pembuatan laporan keuangan# &lasan penerapan basis akrual ini karena saat pencatatan sesuai dengan saat ter%adinya arus sumber daya# Sehingga, basis akrual ini menyediakan estimasi yang lebih tepat atas pengaruh kebi%akan pemerintah terhadap perekonomian secara makro# Selain itu basis akrual menyediakan informasi yang paling komprehensif

karena seluruh arus sumber daya dicatat, termasuk transaksi internal, in-kind transaction, dan arus ekonomi lainnya# 2. Isu akuntansi berbasis akrual di berbagai negara. )$* dalam makalah yang ber%udul ,(ransition to &ccrual &ccounting, menyimpulkan beberapa isu terkait dengan penerapan basis akrual# Diantara isu tersebut adalaha# Perumusan kebi%akan akutansinya# Basis kas yang hanya mencatat transaksi penerimaan dan pembayaran kas secara relatif akan atas mudah dioperasikan# yang Pengakuan dan pengukuran.penilaian transaksi semakin kompleks

menyebabkan persyaratan kemampuan teknis dan %udgement yang lebih tinggi karena mengandung risiko kesalahan dan salah sa%i yang tinggi# 'ebi%akan akuntansi suatu negara, dengan demikian,haruslah disinkronisasikan dengan kebi%akan internasional untuk mengurangi risiko seperti itu# )su utamanya adalah bah/a pemerintah perlu memfokuskan pada materi pilihan kebi%akan akuntansi mana yang paling tepat yang konsisten dengan standar akuntansinya# b# &da gap dengan standar internasional# Standar akuntansi pemerintah internasional yang diterbitkan oleh (he )nternational Public Sector &ccounting Standards Board !)PS&SB" dirancang untuk memfasilitasi penerapan umum pelaporan keuangan pemerintah dengan kualitas yang tinggi yang dapat diperbandingkan secara internasional# 0amun demikian, masih terdapat %arak atau gap antara standar internasional dengan standar yang dikembangkan suatu negara# Pemerintah suatu negara perlu memformulasikan standarnya sendiri atau pedoman atas aspek tertentu yang standar internasionalnya belum final# c# )nformasi kas dalam kerangka ker%a akrual# Penerapan basis akuntansi menu%u basis akrual bukan berarti menghilangkan basis kas, tetapi pengelolaan kas merupakan bagian yang integral dari kerangka mana%emen keuangan berbasis akrual# Basis akrual yang modern mempunyai fungsi-fungsi untuk mendukung basis akuntansi dan pelaporan secara kas# 2

d# Sinkronisasi antara akuntansi akrual dengan anggaran# Sering diargumentasikan bah/a konsep akuntansi dan anggaran haruslah disamakan agar terdapat basis yang %elas dan transparan dalam pembandingan antara apa yang direncanakan pemerintah dan hasil keuangan yang aktual# 0amun demikian, pertanyaannya adalah apa perbedaan antara basis akuntansi akrual dan basis akrual dalam anggaran1 &kuntansi berkaitan dengan pelaporan transaksi e2 post, sementara anggaran merupakan perencanaan e2 ante dalam basis akrual# Secara teknik, pemerintah dapat sa%a menerapkan basis akuntansi akrual tanpa membuat perubahan kerangka penganggaran yang berbasis kas, dan, dengan demikian, dalam pelaporan akuntansi berbasis akrual, pertanggung%a/aban anggaran berbasis kas akan tetap disusun# Sebagai contoh, negara seperti &merika Serikat dan Perancis menerapkan pelaporan berbasis akrual tanpa mengadopsi anggaran berbasis akrual, sementara Selandia Baru menerapkan basis akrual secara simultan pada akuntansi dan penganggarannya# e# 'lasifikasi anggaran dan akun standar# &pabila pemerintah menerapkan basis akrual pada akuntansi dan anggarannya secara simultan, akun standar dan klasifikasi anggaran sebaiknya disamakan, akan tetapi %ika pemerintah menerapkan basis akrual hanya pada akuntansi dengan masih menerpkan basis kas pada anggarannya, akan ada perbedaan antara akun standar dan klasifikasi anggaran# 0amun demikian, akun standar tetap akan mencakup laporanlaporan yang berbasis akrual maupun kas# f# 0eraca a/al 0eraca a/al dari penerapan basis akrual harus didukung dengan informasi dan pen%elasan yang cukup untuk kepentingan audit# Pada titik ini, kegiatan tersebut akan merupakan proses yang memakan /aktu dan sangat riskan# 'onsep materialitas mungkin dapat digunakan untuk membuat pertimbangan-pertimbangan tentang aset dan ke/a%iban mana yang harus di%adikan perhatian utama selama penerapan basis akrual# g# Proses keuangan yang tersentralisasi atau terdesentralisasi Pertimbangan proses keuangan yang lebih detail tentang sentralisasi atau desentralisasi menyangkut apakah tingkat kementerian atau agency 3

!satuan ker%a" dipersyaratkan melaporkan secara harian operasinya atau tidak# 3ika ya, pemerintah perlu melakukan penilaian skala dan kompleksitas transaksi yang tercakup dalam identifikasi dan pengukuran atas transaksi dan saldo-saldo rekening basis akrual# 4ntuk negara sedang berkembang, kendala kapasitas seperti itu tidak mungkin dicapai dalam %angka pendek# h# 'onsolidasi &papun 5 sentralisasi atau desentralisasi - yang akan diterapkan oleh pemerintah, konsolidasi laporan untuk pemerintah secara keseluruhan tetap merupakan titik penting sehingga identifikasi akun entitas untuk kepentingan eliminasi dapat dilakukan# Sistem dan prosedur harus dirancang agar tercapai efisiensi#

3. Ko parasi penerapan basis akuntansi di negara!negara anggota "#$% (ahapan atau fase yang diterapkan oleh berbagai negara anggota OECD dalam melakukan transformasi akuntansi sektor publik dari basis kas ke basis akrual tidaklah sama# 6angkah-langkah transformasi dan berbagai modifikasi dilakukan negara-negara tersebut dengan menyesuaikannya terhadap karakteristik dan kondisi kesiapan masing-masing# Secara ringkas, komparasi penerapan akuntansi berbasis akrual pada negara-negara anggota OECD dapat terlihat dari tabel berikut ini# Akuntansi &o &a a &egara Indi'idual (ntuk departe en Le baga Se%ak ) Laporan Konsolidasian Akrual Penganggaran Akrual

7# :# ># ?# ;#

&merika Serikat &ustralia &ustria Belgia Belanda

tahun Se%ak

tahun Beberapa tahun

anggaran 7889 anggaran 7889 Se%ak tahun Se%ak tahun Se%ak anggaran 788; (idak Beberapa Sekat tahun 788? anggaran 788< (idak (idak Sedang

anggaran :=== &krual yang dimodifikasi &krual yang dimodifikasi 4ntuk lembaga4

Akuntansi &o &a a &egara Indi'idual (ntuk departe en Le baga )

Laporan Konsolidasian Akrual dikenalkan

Penganggaran Akrual lembaga 788<# dikenalkan se%ak Sedang

Aepublik Ceko @#

(idak

(idak

akrual penuh# (idak, tapi akan dikenalkan akrual yang dimodifikasi# Sedang dikenalkan penganggaran akrual penuh tahun Ba# ES& 8;# yang dimodifikasi (idak, tapi akan dikenakan akrual yang dimodifikasi tahun Se%ak tahun anggaran 7889 &krual yang dimodifikasi

Denmark <#

Beberapa

Beberapa

9# 8#

*inlandia Bunani Cungaria

Se%ak

tahun Se%ak

anggaran 7889 Beberapa 6aporan kas akrual Se%ak

anggaran 7889 Ba

nasis (idak didukung

7=#

dengan informasi )slandia Aepublik )rlandia tahun Se%ak

77#

anggaran 788: anggaran 788: 6aporan basis (idak kas, akrual Sedang dikenalkan akrual penuh# didukung dengan infomasi

7:#

Aepublik 'orea 7>#

(idak

Sedang dikenalkan anggaran akrual penuh Dalam persiapan#

3erman 7?#

6aporan

'as, (idak

didukung dengan informasi akrual

Akuntansi &o &a a &egara Indi'idual (ntuk departe en Le baga Ba Ba Se%ak )

Laporan Konsolidasian Akrual

Penganggaran Akrual

7;# )talia 7@# 3epang )nggris 7<# 79# 6uksemburg 'anada 78# :=# $eksiko Selandia Baru :7# ::# 0or/egia Perancis :>#

Ba Ba Dikenalkan (idak tahun Se%ak tahun Se%ak

tahun

anggaran :=== anggaran :==@ :==: (idak (idak ya Se%ak tahun Se%ak tahun Ba anggaran :==: anggaran :==: (idak (idak (idak Se%ak tahun Se%ak tahun Se%ak anggaran 788: (idak Sedang dikenalkan

tahun

anggaran 788: anggaran 788; (idak (idak Beberapa, akrual Dimaksudkan penuh sedang untuk berpindah ke akrual basis modifikasian (idak, tetapi akan dikenalkan akrual yang dimodifikasi Sedang dikenalkan tambahan informasi akrual# (idak, tetapi akan dikenalkan akrual yang dimodifikasi yang Basis kas yang dimodifikasi Sedang dikenalkan akrual penuh# Sedang dikenalkan 6 dikenalkan#

Polandia :?#

Beberapa

Beberapa

Portugal :;#

Ba

(idak

Aepublik Slo akia (idak :@#

(idak

:<#

Spanyol S/edia

&kruan dimodifikasi Se%ak 788?

yang &krual dimodifikasi Se%ak 788?

:9# :8# S/iss Ba (idak

Akuntansi &o &a a &egara Indi'idual (ntuk departe en Le baga >=# (urki (idak )

Laporan Konsolidasian Akrual (idak

Penganggaran Akrual akrual penuh (idak

*. Praktek Penerapan Akuntansi Berbasis Akrual di Beberapa &egara a# Selandia Baru 'ondisi sistem mana%emen di Selandia Baru pada a/al tahun 789=-an didominasi oleh kontrol input yang tersentralisasi, yaitu ditetapkannya instruksi-instruksi menyangkut masalah perbendaharaan dan manual pelayanan publik, adanya keharusan untuk menggunakan penyedia barang dan %asa !supplier" tertentu yang telah ditentukan !adanya monopoli" dalam pengadaan akomodasi, kendaraan, komputer, dsb# 4paya-upaya mana%emen dan audit pun diarahkan untuk men%amin agar kontrol-kontrol seperti itu dipahami dan dilaksanakan# Seluruh uang negara dikelola oleh Departemen . 'antor Perbendaharaan !(reasury" di dalam rekening bank konsolidasian# $engacu pada instruksi dari (reasury, departemen-departemen menga%ukan oucher pembayaran !semacam SP$ atau surat perintah membayar" kepada kantor perbendaharaan yang kemudian mengorganisasikan pembayaran, dan melaporkan transaksi dalam laporan pemerintah# Pengolaan anggaran lebih ditekankan pada pembatasan alokasi anggaran !apropriasi" belan%a untuk tu%uan program yang kurang tegas# &propriasi menginformasikan tentang penerima anggaran, akti itas pemerintah, atau %enis pengeluaran !contoh, belan%a modal, belan%a pega/ai, belan%a bantuan sosial, dsb"# Cal-hal di atas menimbulkan lingkungan ker%a yang kurang menyenangkan bahkan keputusasaan bagi para pega/ai, pe%abat dan menteri# Saat ini, Selandia Baru merupakan salah satu negara yang paling sukses dalam menerapkansistem akuntansi berbasis akrual di sektor publiknya# (ingkat perubahan ! the degree of change" dalammana%emen sektor publik di Selandia Baru dilalui dengan cepat dan sangat ino atif# 7

Pemerintahmereformasi hampir di semua lini pemerintahan, mulai dari pelaksana !para pe%abat pengelola keuangandan akuntan negara", sistem yang digunakan, hingga ke budaya yang dianut di setiap lembaga negara,yang dituangkan dalam Public *inance &ct 7898# 'eberhasilan Selandia Baru dalam menerapkan &kuntansi berbasis akrual pada sektor publiknya dipengaruhi oleh beberapa hal penting, anatara lain sebagai berikut# 7" Key people, adalah orang-orang yang berperan penting dalam proses reformasi keuangan yangdilakukan# Orang-orang tersebut terdiri dari politisi di de/an, bendahara negara di kementerian !treasury", dan pe%abat penyusun laporan keuangan !financial management support ser ice"# :" Axial principles, mencakup pemikiran konseptual dan penerapan ide-ide dan pengetahuan teoritis kedalam prinsip yang disepakati dan digunakan dalam praktik# 'omitmen dalam men%alankan panduanyang telah disepakati membuat proses yang di%alankan men%adi lebih komprehensif dibandingkan dinegara-negara lainnya# 'omitmen tersebut berupa peniadaan inter ensi politis selama adopsi sistemakuntansi akrual dilakukan serta pemberian insentif yang tepat dan sesuai bagi pelaksana keuangannegara untuk memacu kiner%a dan tercapainya efektifitas di sektor public >" Communicating ideas, merupakan penggunaan beragam sarana dalam penyampaian ide, informasi,dan rencana agar memperoleh timbal balik yang positif dari semua pelaksana keuangan negara selamaproses reformasi keuangan dilakukan# )nteraksi yang ter%adi selama prosesnya %uga semakin meluastidak hanya melibatkan orang-orang dalam suatu atau antar organisasi pemerintah, tetapi %uga telahmelibatkan orangorang di tataran international le el !seperti OECD, )$*, dan Bank Dunia", national le el !seperti antar kementerian dan antar partai di parlemen", community le el !seperti organisasiformal dan informal di masyarakat", organizational.institutional negara dan le el !seperti akuntan", lembaga dan subpenga/askeuangan organisasi

organizational.sub-institutional le el !seperti antarunit-unit ker%a di berbagai lembaga negara"# ?" Contextual determinants, adalah kondisi atau peristi/a yang rele an dan berpengaruh dalam prosesreformasi yang dilakukan di Selandia Baru# Peristi/a-peristi/a tersebut antara lain 'risis ekonomi di periode 78<=an# Pemilihan umum 789? yang mengangkat Da id 6ange sebagai Perdana $enteri denganmemba/a gagasan ekonomi baru di tengah krisis keuangan yang menerpa Selandia Baru Political /ill para politisi yang mendukung reformasi yang dilakukan Sistem politik di Selandia Baru yang di%alankan dengan sistem satu kamar !one legislati e chamber " sehingga segala rencana yang disusun pemerintah dan dimasukkan ke de/an untuk disetu%ui tidak memerlukan /aktu yang relatif lama, sehingga sering diartikan bah/a proses yang di%alankan antara legislatif dan pemerintah essentially non-negotiable ;" Ethos, merepresentasikan ide dimana orang-orang dari organisasiorganisasi yang berbeda saling beker%a sama dengan sikap terbuka untuk melakukan reformasi dalam pemerintahan# Cubungan ker%asama yang ter%adi seperti antara perdana menteri Da id 6ange dan para bendahara negara dikementerian dan lembaga negara lainnya# Cubungan tersebut menimbulkan simpati dari para pega/aipemerintah dimana mereka merasa dilibatkan dan memiliki peran dalam reformasi yang sedangdi%alankan# Cal ini berbanding terbalik dengan yang ter%adi di periode-periode sebelumnya sehinggadisebut sebagai bureaucratic re olution @" Knowledge, mencakup theoritical kno/ledge, e2periential kno/ledge , dan precedents# (heoritical kno/ledge merupakan filosofi managerial dan pemahaman ekonomi yangdiperoleh dari beragam literatur# Sebagai contoh, pemerintah membuat keseimbangan antarakebi%akan ekonomi makro dan mikro yang berasal dari beragam literatur sebagai asal muasalreformasi sistem dan mana%emen yang dilakukan# 9

E2periential

kno/ledge,

mengacu

kepada

pengetahuan

dan

pengalaman yang diperoleh daribeberapa orang# Sebagai contoh, pemahaman mengenai masalah yang dihadapi oleh parapega/ai pemerintah dan tata kelola yang di%alankan diperoleh melalui akumulasi pengalamandari lembaga-lembaga pemerintah dari beberapa periode yang lalu# Precedents, merepresentasikan /aktu dan kebergunaan di masa lalu# Contohnya adalahpenerapan akuntansi akrual bukan pertama kalinya diterapkan di Selandia Baru di periode789=an tersebut# Cal tersebut pernah dipakai dalam penyusunan neraca keuangan pemerintahdi tahun 78::-78?=# Penelusuran lalu dilakukan dan ditemukan bah/a masalah yang ter%adidalam pelaporan keuangan saat itu adalah akuntansi berbasis kas yang digunakan tidak dapatmerefleksikan keuntungan atau kerugian dari suatu akti itas yang dilakukan, dan terdapatkeragaman praktik akuntansi di berbagai organisasi pemerintah saat itu# <" Inno ation, merupakan ukuran terhadap metode atau pendekatan baru yang digunakan# Dalamkonteks Selandia Baru, tekanan yang diperoleh pemerintah akibat krisis keuangan di tahun 78<=anmengharuskan adanya ino asi yang belum pernah dilakukan guna mengatasi krisis tersebut dalam/aktu singkat, dan berhasil dilakukan dalam kepemimpinan perdana menteri Da id 6ange# b# Congkong Cong 'ong men%adi /ilayah otonom !Cong 'ong se%ak 7 3uli 788< telah diserahkan kembali ke Cina oleh pemerintah )nggris dan oleh pemerintah Cina di%adikan sebagai daerah otonom" pertama bekaskoloni %a%ahan )nggris di &sia yang mengadopsi akuntansi akrual di sektor publiknya# Pemerintah negara ini merasa bah/a Cong 'ong harus mengikuti praktik terbaik dalam tata kelola keuangannya di sektorpublik berdasarkan prinsip akuntansi yang dianut banyak negara di dunia saat ini# Persiapan penerapan akuntansi akrual di Cong 'ong telah dimulai se%ak tahun :==> dan :==?# Dengan diberlakukannya sistem yang baru ini, pemerintah berharap bah/a setiap pe%abat negara tidak akan dapat menghindar daritanggung %a/ab untuk membuat pelaporan keuangan dan 10

tidak lagi dapat mengemukakan alasan bah/a mereka tidak memiliki pengendalian atas biaya yang ada di departemen mereka# (ekanan penerapan akrual itu sendiri telah mulai digaungkan se%ak tahun 7888 oleh para akuntan profesional# $ereka berpendapat bah/a dengan penerapan sistem akuntansi akrual di sektor publik, khususnya pemerintah,selain dapat menyediakan informasi yang lebih komprehensif, para akuntan %uga dapat %uga denganmudah berpindah atau bertukar pengalaman dari sektor bisnis ke sektor publik# Dengan adanya sistem yang sama maka tentunya kedua sektor tersebut dapat saling melengkapi satu dengan yang lainnya# $asalah yang dihadapi kemudian adalah sistem akuntansi akrual akan memberikan dampak yangsangat besar terhadap sistem, pelaksana, dan budaya yang telah ber%alan se%ak lama# Penerapan system yang baru tersebut tentunya akan membutuhkan biaya yang secara signifikan cukup besar, baik untuk menyiapkan hard/are maupun soft/are yang akan digunakan# 4ntuk pelaksana, tentunya akan tidak mudah dan cepat dalam menyiapkan para akuntan pemerintah agar dapat memahami sistem akrual denganbaik# Sedangkan dampak terhadap budaya, tentunya akan berpengaruh signifikan terhadap budaya dihampir seluruh departemen pemerintah karena selama ini departemen-departemen tersebut beker%a layaknya pusat biaya# 'ekha/atiran terbesar dari para pe%abat pemerintah dari diberlakukannya sistem akrual tersebutadalah sistem tersebut akan mengungkap seluruh ke/a%iban terselubung !hidden liabilities" yang dimilikioleh pemerintah# 0amun para akuntan di organisasi profesional akuntan di Cong 'ong memberikan keyakinan bah/a kekha/atiran tersebut tidaklah perlu karena pemerintah Cong 'ong %uga memiliki asset terselubung !hidden assets" yang nilainya melebihi nilai ke/a%iban tersebut# Beberapa aset yang nilainya sangat signifikan antara lain bandara, %aringan kereta api massal, dan saham atau properti yang dimiliki oleh pemerintah# Penerapan akuntansi akrual secara penuh akan memba/a pada penilaian kembali atasaset yang ada ataupun belum di masukkan ke dalam dalam neraca pemerintah# Cal tersebut tentunya akanberu%ung pada meningkatnya akuntabilitas sektor publik dan tersedianya informasi yang lebih kaya atas sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah# c# 0epal 11

Proses institusionalisasi akuntansi berbasis akrual di 0epal dia/ali di tahun 789< dimana pemerintahmulai menyusun kode, klasifikasi, dan format untuk pelaksanaannya di seluruh instansi pemerintah danmulai diberlakukan di tahun 7898 pada beberapa proyek pembangunan yang didanai oleh bantuan danpin%aman internasional# 0amun dari catatan pemerintah, tidak ada bukti bah/a proyek yang di%alankan tersebut telah selesai dan memberikan hasil, tetapi fakta yang ditemukan bah/a u%i coba sistem akuntansiakrual tersebut dihentikan beberapa bulan kemudian, yang men%adi penanda dari ketidakberhasilan upaya akrualisasi yang coba dilakukan# Beberapa faktor yang kemudian dianggap sebagai penyebab kegagalan upaya akrualisasi tersebutantara lain adalah kurangnya sumber daya manusia yang mampu menguasai pelaksanaan sistem akuntansiberbasis akrual tersebut, serta kesiapan sarana dan prasarana yang tidak memadai di seluruh instansipemerintah saat itu# Selain itu, kebanyakan akuntan pemerintah tidak dilibatkan dalam upaya yang telahdilakukan karena sebagian besar tugas dan peker%aan mereka diker%aan oleh konsultan dan staf dariorganisasi internasional yang memba/a proyek akrualisasi akuntansi ke pemerintah 0epal# Di a/al tahun 788=, pemerintah lalu mencanangkan upaya perbaikan terhadap sistem akuntansidi negara tersebut# Dengan bantuan dari Bank Dunia dan &sian De elopment Bank !&DB", pemerintahmengeluarkan tiga rekomendasi perbaikanpenggunaan peralatan perubahan teknologi menu%u informasi, akuntansi pengadopsianstandar internasional, dan

berbasis akrual secara menyeluruh# 0amun upayatersebut kembali mendapat sandungan karena ketidak mampuan seluruh pihak untuk membuat suatu technical assistance yang memadai untuk dapat diterapkan oleh seluruh instansi pemerintah# Cal inimenimbulkan tekanan publik yang besar kepada pemerintah karena telah banyak upaya yang telahdilakukan dalam proses perbaikan tata kelola keuangan pemerintah namun selalu menemui kegagalandalam u%i coba dan pelaksanaannya# 'ondisi tersebut tersebut tentunya telah menelan biaya yang begitubesar dan telah menguras dana pemerintah yang sebagian besar di danai dari pin%aman luar negeri# Selainitu, di saat yang sama ter%adi konflik dalam negeri !'onflik $aoist" yang %uga turut memperparah kondisikeuangan pemerintah karena konflik tersebut telah 12

menghambat penarikan pendapatan pemerintah daribeberapa daerah# 'limaks dari berbagai ke%adian tersebut adalah semakin membengkaknya %umlahpin%aman pemerintah dari luar negeri, dari sebesar ;@D !dari total penerimaan pemerintah" di a/al tahun788=, hingga mendekati <=D di a/al milenium baru# Semakin besarnya %umlah utang yang harus ditanggung pemerintah membuat pemerintah saat itumen%adi semakin tidak independen terhadap lembagalembaga donor internasional sehingga tidak memiliki kemampuan untuk menolak segala agenda yang coba diterapkan di dalam negeri# Perhatian utama dari setiap lembaga donor adalah berhasilnya setiap proyek dan program yang di%alankan daripin%aman yang telah diberikan kepada negara# Cal ini seperti sebuah in estasi bagi lembaga donor tersebut karena tentunya mereka berhadap adanya return dari pin%aman yang telah mereka berikan# &pabila ditarik ke ranah akuntansi, maka hampir seluruh lembaga donor akan meminta kepada negara untuk mengikuti aturan dan sistem mereka# Selain itu, mereka akan meminta laporan akuntansi untuk proyek yang sedang dan telah di%alankan terhadap penggunaan dana pin%aman yang mereka berikan#)nformasi tersebut tentunya hanya akan berguna bagi mereka bila aturan dan sistem yang berlaku di negara sesuai dengan yang mereka anut, yang dalam hal ini adalah sistem akuntansi berbasis akrual#0amun kemudian, tekanan dari lembaga-lembaga internasional tersebut tidak dibarengi dengan langkah nyata dalam membantu pemerintah untuk turut menyiapkan sarana dan prasarana yang perlu dalamimplementasi akuntansi berbasis akrual# 'ondisi tersebut bagaikan membiarkan pemerintah untuk ber%alan sendiri di tengah tekanan yang harus ditanggung# (ekanan besar yang diterima pemerintah, tidak hanya dari lembaga-lembaga donor internasional tetapi %uga dari khalayak publik di dalam negeri akibat kegagalan dalam penerapan akuntansi berbasisakrual di tahun-tahun sebelumnya, yang kemudian mendorong pemerintah untuk segara melakukan perubahan sistem akuntansi di tahun-tahun mendatang# $elalui ker%a sama dengan para akuntan publik dinegara tersebut, pemerintah berharap bah/a penerapan akuntansi berbasis akrual dapat segera terlaksanadengan baik# 'ebanyakan akuntan publik !yang beker%a untuk perusahaan bisnis" berpendapat bah/aakuntansi berbasis akrual akan men%adi alat yang dapat 13

meningkatkan kualitas dan kuantitas informasiakuntansi pemerintah# Selain itu, adopsi terhadap sistem akuntansi berbasis akrual telah men%adi trenglobal di banyak negara saat itu# Pemerintah lalu mulai memasuki masa transisi selama lima tahun dalam proses implementasiakuntansi berbasis akrual di institusi pemerintah di seluruh negeri# 0amun upaya tersebut kemudian lebihbanyak menuai kritik dari sebagian besar pe%abat dan akuntan pemerintah# $ereka berpendapat bah/a upaya yang dilakukan terlalu tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan kesiapan seluruh aspek penun%angyang ada di negara tersebut# 'elemahan utama yang ditemukan adalah kurangnya kapasitas akuntanpemerintah untuk dapat mengerti dan mengimplementasikan sistem tersebut dalam /aktu yang singkat# Banyak akuntan pemerintah berargumen bah/a perlu /aktu lebih dari := tahun untuk dapatmengimplementasikan sistem tersebut dengan sukses# Selain itu, tidaklah mudah untuk memberikanpengetahuan mengenai sistem akuntansi berbasis akrual kepada para akuntan %unior yang tersebar disangat banyak instansi pemerintah di negara tersebut dan sebagian besar berada di lokasi yang terpencilyang bahkan, dari a/al, telah sulit mengaplikasikan akuntansi berbasis kas dan kemudian diharuskanuntuk beralih ke sistem baru yang lebih rumit dari sebelumnya# Semakin banyaknya bukti yang ditemukan terhadap sulitnya penerapan akuntansi berbasis akrualdi sektor pemerintah menimbulkan skeptisme dari lembaga-lembaga donor internasional untuk terusmendorong pemerintah menerapkan sistem tersebut# )tu men%adi kali pertama dimana pemerintah 0epal menyaksikan sikap dari lembaga-lembaga donor tersebut dimana sebelumnya merekalah yang sangatgigih menyuarakan kepada pemerintah terkait penerapan akuntansi berbasis akrual# Pemerintah %ugamulai menyadari kesalahan terhadap ketergantungan yang sangat besar pada kemampuan konsultan danstaf dari organisasi internasional dalam penerapan sistem tersebut, dan mengucilkan peran akuntanpemerintah selama proses perubahan dari akuntansi berbasis kas ke akrual# Di akhir tahun :==<, pemerintah dengan beker%a sama dengan Bank Dunia dan para akuntanpemerintah mulai man%alankan misi untuk mereformasi tata kelola keuangan negara tersebut kembali kebasis kas yang dulu digunakan sebelum tahun 78@=# Pemerintah mulai mengisi beberapa kelemahan 14

yangditemukan di masa lalu dengan terus diiringi dengan perbaikan aturan terhadap sistem akuntansi yangakan diimplementasikan di seluruh instansi# Sistem akuntansi kas yang digunakan mengacu kepada basiskas dari )PS&S karena ini dianggap akan sangat membantu pemerintah dalam menyiapkan %alan gunakembali melakukan reformasi akuntansi di masa depan menu%u sistem akuntansi berbasis akrual# +. Kesi pulan Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut# a# 'ebutuhan penerapan akuntansi sektor publik berbasis akrual pada berbagai negara di dunia semakin meningkat, hal itu dipengaruhi oleh tuntutan akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik yang semakin baik, dimana akuntansi berbasis akrual dinilai mampu membantu pemerintah me/u%udkan hal tersebut# b# Dalam melakukan perpindahan dari akuntansi berbasis kas ke akuntansi berbasis akrual pada sektor publiknya, pemerintah perlu memerhatikan beberapa isu penting, antara lain Penyusunan kebi%akan akuntansi, gap dengan standar akuntansi internasional, sinkronisasi antara akuntansi akrual dan anggaran, klasifikasi anggaran dan akun standar, neraca a/al, proses keuangan yang terdesentralisasi.tidak terdesentralisasi, dan konsolidasi# c# (erdapat berbagai perbedaan dalam proses transformasi akuntansi sektor publik berbasis kas ke akuntansi berbasis akrual yang diterapkan berbagai negara di dunia# Cal itu dipengaruhi dengan karakteristik dan kondisi kesiapan masing-masing negara# d# Selandia baru hingga saat ini masih merupakan salah satu model terbaik dalam transformasi akuntansi sektor publik menggunakan basis akrual# 'eberhasilan Selandia Baru dipengaruhi oleh beberapa kondisi positif yang ada di negaranya# e# 0epal dan Congkong adalah contoh lain dari negara yang menerapkan akuntansi sektor publik berbasis akrual, dimana keduanya memiliki berbagai kendala dan kondisi sulit tersendiri yang harus dihadapi dengan cara berbeda#

15