Anda di halaman 1dari 25

BAB I PENDAHULUAN Labiopalatoschizis adalah suatu malformasi kongenital pada bibir dan palatum.

Masalah yang umumnya ditemukan antara lain masalah kosmetik, gigi, fungsi bicara, fungsi menelan, pendengaran, proses tumbuh kembang dan fungsi emosional. Etiologi labiopalatoschizis bersifat multifaktorial, antara lain faktor genetika, lingkungan, toksik, hormonal dan mekanis. Labiopalatoschizis pada bibir dikenal dengan cleft lip (bibir sumbing). Cleft lip terjadi pada satu dari seribu kelahiran, dan lebih banyak terjadi pada pria ( !"), resiko lebih tinggi sesuai dengan bertambahnya usia ibu. Cleft lip (celah bibir) merupakan kelainan kongenital yang disebabkan gangguan perkembangan #ajah pada masa embrio. $eteksi prenatal tentang adanya cleft lip sangat berguna untuk menyiapkan orang tua yang sedang mengandung tentang kemungkinan adanya cacat atau kelainan pada anak mereka, dan penatalaksanaan bayi setelah lahir. Embriologi #ajah dimulai pada minggu ke%&' intrauterin, dan pada minggu ke%'&&& #ajah telah lengkap terbentuk. Cleft lip terjadi karena adanya kegagalan fusi dari procesuss. (erdapat beberapa teori terjadinya cleft lip antara lain) teori fusi, teori hambatan perkembangan dan teori mesodermal branchial. *erdasarkan dari sisi yang terkena, cleft lip dapat diklasifikasiakan menjadi celah unilateral (complete dan incomplete) serta bilateral (complete dan incomplete).

+ejala yang paling jelas adalah adanya celah pada bibir atas. *ayi dengan cleft lip dapat mengalami kesulitan saat menghisap ,-& karena sulitnya melakukan gerakan saat menghisap, disebabkan refleks hisap dan menelan tidak sebaik bayi normal. .encegahan cleft lip dilakukan sedini mungkin disaat ibu sedang mengandung dengan mengindari rokok, alkohol, dan makan dengan nutrisi yang baik bagi ibu hamil terutama saat trisemester pertama kehamilan bagi tumbuh kembang bibir, palatum, dan struktur kraniofasial yang normal dari fetus. .enatalaksanaan tindakan dan pera#atan cleft lip dapat dilakukan dengan tindakan operasi dan non operasi. /ntuk tindakan operasi dilakukan penanganan pra%operasi, dengan mempertimbangkan umur penderita saat dilakukan bedah, e0aluasi dokter anak untuk melihat adanya kelainan mayor, dilakukannya foto rontgen untuk menentukan garis tengah #ajah dan dagu, menentukan rencana operasi, konsultasi anastesi, dan pemeriksaan laboratorium untuk melihat kadar hemoglobin. (ujuan operasi adalah untuk mencapai penampilan yang normal, fungsi pengunyahan yang sempurna, pertumbuhan gigi yang baik, dan fungsi bicara yang normal. -etelah tindakan operasi dilakukan pera#atan pasca operasi untuk mencapai keberhasilan.

BAB II CLEFT LIP 2.1. Definisi Cleft lip ( celah bibir) merupakan kelainan sejak lahir yang terjadi ketika jaringan bibir dalam janin tidak menyatu saat a#al kehamilan. Cleft lip merupakan celah di bibir yang dapat memperpanjang ke dasar lubang hidung.1 . Cleft lip terjadi antara minggu ke%' dan minggu ke%2 selama masa kehamilan. Cleft lip terbentuk karena jaringan yang membentuk bibir tidak bersatu dengan sempurna, sehingga menghasilkan celah pada satu sisi atau kedua sisi bibir.3 2.2. Embriologi waja

+ambar1) Embriologi #ajah https)44#eb.duke.edu4anatomy4embryology4craniofacial4craniofacial.html

.ada minggu ke%' intra uterin, terbentuk 5 buah processus yaitu) 1 buah processus frontonasal, 3 buah processus maksilaris dan 3 buah processus mandibularis. .embentukan processus ini terbentuk pada stomatodeum. .ada minggu ke%'& dua buah nasal pit terbentuk pada 0entrolateral dari processus frontonasal sehingga membentuk 3 tonjol hidung lateral dan medial. .erkembangan #ajah selanjutnya pada minggu ke%'&&& dan 2 terjadi melalui pertumbuhan dan penggabungan processus, yaitu processus mandibula tumbuh bersama membentuk struktur tulang mandibula, proccesus maksila tumbuh ke arah medial dan bersatu bersama processus nasalis lateral. .ertumbuhan selanjutnya dari proccesus maksila mendorong 3 processus nasalis medial bersama%sama membentuk garis tengah hidung dan philtrum dari atas bibir bagian superior.6

(able 1) .erkembangan -truktur https)44#eb.duke.edu4anatomy4embryology4craniofacial4craniofacial.html

2.!. Ana"omi Bibir *entuk anatomi berhubungan dengan fungsi otot (pergerakan),

0askularisasi dan persyarafan (suplai darah dan iner0asi motorik dan sensorik)

2.!.1. Hi#$ng #an Bibir Normal *ibir atas yang normal dengan otot orbicularis oris yang lengkap mempunyai philtrum yang dibatasi oleh dua pasang tonjolan kulit yang memanjang ke arah columnela yang disebut philtrum ridge4 philtrum column dan di antarnya terdapat lekukan yang disebut philtrum dimple di bagian tengah bibir atas. Columnela yang lurus terdapat pada hidung yang normal, dan didukung oleh septum nasi yang lurus. -ayap hidung (ala nasi) yang simetris didukung oleh tulang ra#an yang seimbang dan dasar sayap hidung yang jaraknya sama dari columnela. .ada batas mukosa dan kulit, terdapat bagian kulit yang lebih terang (#hite skin roll). *atas ini melengkung membentuk busur bibir yang disebut Cuspid *o#. .osisi alami bibir terdiri dari bagian tengah bibir atas yang sedikit menonjol dan terletak dibagian depan dari pada bibir ba#ah. *agian tengah dari tepi batas bibir merah atas yang lebih menonjol disebut 0ermillion red tubercule.7

+ambar 6) ,natomi *ibir http)44elementsofmorphology.nih.go04anatomy%oral.shtml

*ibir atas dan bibir ba#ah terdiri dari otot dan kelenjar yang ditutupi oleh kulit dibagian luar dan membrane mukosa dipermukaan bagian dalam. 8tot yang utama dari bibir adalah orbicularis oris. 9egio komponen otot ini berada di modiolus pada sudut mulut. 8tot ini dari satu sisi akan saling bertemu pada sudut mulut untuk kemudian melingkari dan membentuk rima oris. 8tot orbicularis oris terdiri atas 7 pasang otot orbicularis peripheral yang meluas dari rima oris ke arah luar, sehingga pada bibir atas berhubungan dengan septum nasi dan pada bibir ba#ah berhubungan dengan sulkus labiomentalis. $ua pasang otot orbicularis oris marginalis terletak lebih superficial dan berbatas di ba#ah bibir merah. 8tot orbicularis oris yang merupakan pembentuk utama bibir,

berhubungan dengan otot #ajah lainnya. 8tot yang terletak superficial yaitu, musculus le0ator labii, superioris alae:uenasi, musculus le0ator labii superior, musculus zigomatikus minor, musculus zigomaticus mayor, musculus risorius, musculus platysima, musculus depressor anguli oris, musculus depressor labii inferior, dan otot yang terletak lebih dalam adalah musculus buccinator, musculus le0ator anguli oris, musculus incisi0us inferior (mentalis), musculus incisi0us superior.

+ambar 7) 'askularisasi http)44en.#ikipedia.org4#iki48rbicularis;oris

-umber 0askularisasi pada bibir yang utama adalah berasal dari arteri carotis eksterna yang memiliki cabang arteri maksilaris eksterna, kemudian menjadi arteri fasialis dan akhirnya sampai pada bibir sebagai arteri labialis superior dan inferior. ,rteri mensuplai darah ke daerah bibir. Cabang arteri nasalis lateralis mensuplai darah ke ala nasi.

+ambar 5) 'askularisasi bibir http)44en.#ikipedia.org4#iki4<acial;artery

-istem persyarafan pada bibir atas berasal dari ner0us infraorbitalis yang merupakan cabang dari ner0us maksilaris sedangkan pada bibir ba#ah berasal dari ne0us mentalis yang merupakan cabang dari ner0us mandibulais. =er0us trigeminalis keluar dari foramen infraorbitalis diba#ah otot orbiculais oculi dan le0ator labii superior. Cabang ner0us trigeminalis ini mempersyarafi palpebral, hidung dan bibir atas, sedangkan cabang mentalis keluar dari foramen mentale diba#ah otot depressor anguli oris dan mensyarafi bibir ba#ah. &ner0asi motorik berasal dari cabang zigomatikus dan bukalis ner0us fasialis.

+ambar >) -araf (rigeminus sumber ) ###.#ikipedia4trigeminusner0e

2.!.2. Clef" li% .ada cleft lip unilateral complete, serabut otot orbicularis yang berjalan horizontal dari commisura ke arah median berjalan keatas sepanjang tepi dari celah bibir dan bagian lateral berakhir terpendam di ba#ah ala nasi dan bagian medial terpendam pada dasar columnela nasi dan sebagian besar dari otot tersebut melekat pada periosteum maksila sedangkan sebagian menipis pada subkutis.

+ambar ?) http)44###.futurefaces.org.uk4about4sub%menu%item%3

.ada cleft lip unilateral incomplete terbentuk lekukan kecil sedangkan karakter otot sama dengan yang normal. -erabut otot mele#ati ujung celah dari lateral ke medial. 8tot pada daerah cleft lip diselingi oleh trabekula jaringan pendukung kolagen. .ada cleft lip bilateral terbentuk lekukan pada kedua sisi bibir yang memanjang sampai ke dasar hidung. $eformitas melibatkan ala nasi, hidung, dan columnela. @idung dan ala nasi tampak asimetris. .remaksila menonjol keluar. $eformitas yang khas pada hidung, diantaranya) ,kibat dasar hidung yang bercelah premaksila akan terotasi keluar sehingga hidung menjadi miring, septum berotasi dan miring ke arah celah akibatnya puncak hidung akan berotasi, akibat de0isiasi pada septum columnela menjadi miring kearah celah dan mengalami pemendekan pada sisi yang bercelah, bentuk sayap tulang hidung lebih mendatar, basis ala nasi dapat menjadi lebih lebar atau lebih tebal.

2.&. Teori "erben"$'n(a )lef" li% (erdapat teori hipotesa terbentuknya patogenesis terjadinya celah pada bibir) a. (eori kegagalan penyatuan (eori yang di yakini beberapa mayoritas ilmu#an yang menyatakan cleft lip terjadi akibat kegagalan penyatuan lengkung brancial pertama. (eori ini menyatakan bah#a salah satu atau kedua procesuss tertahan perkembanganya sehingga tidak terjadi penyatuan dan terbentuk celah. (eori lain menyatakan sel epitel seharunya hilang saat procesuss berkontak. Aika sel tidak hilang, mesoderm tidak dapat menempel dengan mesoderm yang lain sehingga tidak dapat terjadi penyatuan procesuss dan terbentuk celah. b. (eori migrasi mesodermik (eori ini menyatakan bah#a kurangnya migrasi dan penetrasi mesodermal ke midline mandibula dari lengkung brancial pertama, menyebabkan ektoderm kolaps karena kurangnya dukungan sehingga terjadi celah. (idak adanya hyoid, kartilago toroid, otot strap di leher dan manubrium kelainan yang berat. c. (eori 'an $er Meulen .ada akhir abad ke 3! 'an $er Meulen dkk mempunyai teori yang lebih kompleks yang membuat konsep embrio lebih tampak berhubungan dengan terjadinya celah. (eori ini menyatakan bah#a celah tersebut sebenarnya bukan celah, tetapi displasia. $isplasia ini merupakan akibat dari tertahannya perkembangan selama proses penyatuan dari procesuss facial.

d. Chi dkk Menyatakan bah#a sel epitel medial pada daerah penyatuan migrasi ke permukaan. -el ini gagal berdeferensiasi ke mesenkim. 2.*. E"iolgi Etiologi dari terbentuknya cleft lip adalah multifaktorial. .embentukan bibir pada masa embrio dapat terganggu dipengaruhi oleh beberapa faktor, disamping faktor genetik juga terdapat faktor non genetik yang justru lebih sering mengakibatkan cleft lip. 2.*.1. Fa'"or +ene"i'. <aktor herediter mempunyai dasar genetik untuk terjadinya cleft lip telah diketahui tetapi belum dapat dipastikan sepenuhnya. Bruger (1C5?) menyatakan sejumlah kasus yang telah dilaporkan dari seluruh dunia tendensi keturunan sebagai penyebab kelainan ini diketahui kurang lebih 35%6!". $asar genetik cleft lip dikatakan sebagai gagalnya mesodermal berproliferasi melintasi garis pertemuan dimana bagian ini seharusnya bersatu, bisa juga karena atropi pada epithelium. (ripel autosom sindrom termasuk celah mulut yang diikuti dengan anomali kongenital yang lain. 2.*.2. Fa'"or non gene"i' <aktor non genetik memegang peranan penting dalam keadaan krisis dari penyatuan bibir pada masa kehamilan. *eberapa hal yang berperan penyebab terjadinya cleft lip)

,. $efisiensi nutrisi =utrisi yang kurang pada masa kehamilan merupakan suatu hal penyebab terjadinya cleft lip. $efisiensi 0itamin ribofla0in menimbulkan efek pada timbulnya cleft lip selama kehamilan. *. Dat kimia .emberian aspirin, kortison, dan insulin pada masa kehamilan trisemester pertama dapat menimbulkan terjadinya cleft lip. 8bat yang bersifat teratogenik seperti thalidomide dan phenitonin serta alkohol, kafein , aminoptherin dan injeksi steroid. C. (rauma (rauma mental dan fisik dapat menyebabkan cleft lip. -tress yang timbul menyebabkan fungsi korteks adrenal terangsang untuk mensekresi hidrokortison sehingga dapat mempengaruhi keadaan ibu yang sedang mengandung dan menimbulkan cleft lip.

2.,. Pen)ega an "erja#in(a Clef" li% (erbentuknya cleft lip dihubungkan dengan kegagalan fusi procesuss facialis selama embrio intra uterin, tentunya hal ini dilakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan janin dan ibu selama masa kehamilan dengan cara, antara lain)

,. Menghindari 9okok dan ,lkohol &bu yang sedang hamil mengkonsumsi tembakau secara konsisten terkait dengan peningkatan resiko terjadinya celah orofacial. Bonsumsi alkohol adalah faktor pemberat. *. =utrisi. =utrisi yang adekuat selama kehamilan terutama trisemester pertama kehamilan sangat penting bagi tumbuh kembang bibir, palatum dan struktur kraniofacial yang normal dari fetus. % asam folat <olat merupakan sumber makanan yang memiliki bioa0aibilitas yang luas dan suplemen asam folat mengandung 0itamin, mineral dan elemen lain yang memungkinkan memiliki efek protektif terhadap terjadinya celah orofacial. .emberian asam folat !,7 mg sangat penting karena memiliki dua peran menentukan masa kehamilan. Per"ama, ialah dalam proses maturasi janin jangka panjang untuk menjegah anemia pada kehamilan lanjut. -e#$a, ialah dalam mencegah defek kongenital selama tumbuh kembang embrionik. % -uplemen =utrisi (ermasuk 0itamin seperti *%> dan 'it ,, yang apabila berlebihan atau kekurangan dapat mengakibatkan resiko terjadinya celah orofacial. Maka

penting untuk menge0aluasi suplementasi 0itamin pada ibu selama kehamilan dengan tujuan sebagai tindakan pencegahann.

BAB III PE.A/ATAN .era#atan cleft lip dapat berupa surgical (dengan pembedahan) atau dengan non surgical (terapi atau tanpa pembedahan), maka dari itu perlu diketahui tentang klasifikasi cleft lip untuk menentukan rencana pera#atan yang tepat. Cleft lip diklasifikasikan berdasarkan sisi yang terkena menjadi cleft lip unilateral (satu sisi) dan bilateral (kedua sisi) !.1. -lasifi'asi Cleft lip diklasifikasikan berdasarkan lokasi yang terkena menjadi /nilateral dan *ilateral. Blasifikasi berdasarkan lengkap dan tidaknya celah yang terbentuk menjadi complete dan incomplete. Blasifikasi berdasarkan &nternasional Classifikasi 8f the $isease (&C$), mencakup celah anatomis organ yang terlihat, lengkap atau tidak lengkapnya celah yang terbentuk, yaitu unilateral atau bilateral. Cleft lip dapat ditemukan tipe unilateral (complete dan incomplete) serta bilateral (complete dan incomplete). 1. /nilateral Complete, yaitu jika celah bibir terjadi hanya pada satu celah dan memanjang hingga ke hidung. $engan gambaran umum telah terjadi pemisahan pada satu sisi bibir hingga dasar hidung. 3. /nilateral &ncomplete, yaitu jika celah terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung. +ambaran umumnya dimana terjadi pemisahan pada salah satu sisi bibir.

6. *ilateral Complete, yaitu jika celah bibir di kedua sisi memanjang hingga ke hidung. $apat terlihat adanya penonjolan premaEilla.

+ambar

) *ilateral Complete -umber )

7. *ilateral &ncomplete, yaitu jika celah terjadi di kedua hidung dan daerah kedua premaEila tidak mengalami pemisahan dan hanya menyertakan dua sisi bibir

.
+ambar C) *ilateral incomplete -umber )

!.2. Pena"ala'sanaan. .era#atan bagi bayi dengan cleft lip dilakukan dengan tahapan pre operatif, intra operatif dan post operatif. (indakan pre operatif $alam hal persiapan operasi, bayi atau anak akan die0aluasi untuk menilai kemampuan dan daya tahan tubuhnya terhadap tindakan operasi. .rasyarat yang lazim digunakan untuk menyatakan kesiapan atau kelayakan seorang bayi 4 anak boleh dioperasi adalah Ralph Millards rule of ten) yaitu bera" ba#an ana' lebih dari 1! pounds atau sekitar 5 kg atau $sia ba(i 0 ana' lebih dari 1! minggu, 'a#ar Hemoglobin #ara lebih dari 1! gr " menunjukkan kemampuan oksigenasi anak baik, serta hitung j$mla sel #ara %$"i '$rang #ari 11.111 %er mL menunjukkan anak dalam daya tahan tubuh baik. ,pabila prasyarat ini terpenuhi, maka anak akan terjamin suatu operasi yang aman, dengan risiko pembiusan dan risiko pembedahan yang minimal serta prediksi kesembuhan yang baik ,pabila prasyarat tersebut belum terpenuhi, operasi ditunda dengan beberapa petunjuk. $iberikan kepada orang tua untuk diikuti selama masa perbaikan kondisi anak. Misalnya) (1) .etunjuk memberi minum secara hati%hati agar pasien bayi tidak tersedak, antara lain dengan dot khusus atau dengan bantuan sendok secara perlahan dalam posisi setengah duduk atau tegak. (3) -elain itu, celah pada bibir harus direkatkan dengan menggunakan plester untuk menjaga agar celah pada bibir menjadi tidak terlalu jauh akibat proses tumbuh

kembang rahang atas yang tidak semestinya, karena jika hal ini terjadi tindakan koreksi pada saat operasi akan menjadi sulit dan secara kosmetika hasil akhir yang didapat tidak sempurna. (6) Melengkapi imunisasi pada bayi 4 anaknya sesuai dengan program, hal ini penting agar pada saat operasi bayi atau anak berada dalam kondisi daya tahan tubuh yang baik. -ecara normal, anak mulai berlatih bicara pada usia 5%> bulan dan terus berkembang sampai usia 3 tahun saat kemampuan bicara anak akan lengkap dan berhenti. ,tas pertimbangan itu, o%erasi bibir 2labio%las"(3 ideal bila dilakukan pada usia !4, b$lan sampai 2 "a $n. Aika koreksi anatomi bibir sudah sempurna pada usia > bulan, pengucapan huruf bibir (B, F, M, P, V, W) tidak terganggu. *ila koreksi anatomi bibir dilakukan le#at dari usia 3 tahun maka ada risiko pengucapan huruf bibir tak sempurna dan menetap (meskipun masih dapat ditoleransi). <eeding plate, untuk menutup celah dan mengembalikan pemisahan antara rongga mulut dan hidung, meciptakan suatu platform yang kaku dan dapat menekan puting pada saat menghisap. @al ini memfasilitasi pemberian makan, mengurangi regurgitasi nasal, mengurangi tersedak dan mempersingkat #aktu pemberian makan pada anak dengan cleft lip. @al ini juga membantu posisi lidah yang benar untuk menjalankan peran fungsional dalam perkembangan rahang dan peran bicara.

+ambar 1!) <eeding plate http)44###.njms.in4article.asp

3. &ntra operatif *eberapa tindakan bedah untuk memperbaiki cleft lip secara garis besar adalah sama, yang membedakan adalah teknik insisi yang di sesuaikan dengan klasifikasi cleft lip. .emendekan philtrum pada bagian yang bercelah dengan melekatkan jaringan dari elemen bibir lateral ke medial. .embedahan cleft lip unilateral yang sering digunakan antara lain teknik millard rotasi dan teknik flap triangular tennsion. $engan perbandingan sebagai berikut) M&LL,9$ 98(,-& % % Cleft lip unilateral incomplete dapat mempertahankan cuspid bo# dan philtrum dimple % jaringan parut terletak pada dasar hidung % (eknik (ennsion % % Cleft lip unilateral complete mendapatkan 0olume dan

panjang bibir normal jaringan parut terlihat tidak alami

(eknik Millard rotasi yang sering digunakan untuk memperbaiki /nilateral Cleft Lip &ncomplete. (eknik ini membuat dua flap yang berla#anan. Belebihan pada teknik ini adalah penempatan jahitan sepanjang garis philtrum dan dasar hidung sehingga terlihat lebih alami. (eknik ini sering digunakan untuk memperbaiki cleft lip derajat ringan sampai sedang. $engan teknik ini cuspid bo# dan philtrum dimple dapat dipertahankan.

+ambar) (eknik Millard rotasi sumber )

Aika terdapat perbedaan sisi cleft dan sisi non cleft yang lebih dari 3%7 mm maka digunakan teknik (riangular flap ((ennsion%9andal) untuk mendapatkan 0olume panjang bibir yang baik.

Bekurangan dari teknik ini jaringan parut yang terlihat tidak natural. =amun memberikan hasil yang baik untuk jenis cleft lip unilateral complete yang celah bibir mencapai ke dasar hidung dan memberikan panjang bibir yang baik.

+ambar) (eknik (ennison -umber )

(ahapan pembedahan meliputi) a. .enentuan titik pedoman b. .embuatan pola gambar untuk pedoman insisi c. $aerah yang akan diinsisi diberikan anastesi secara infiltrasi dengan anastesi lokal ditambah 0asokonstriksi

d. Melakukan insisi dengan pola gambar yang telah dibuat, insisi dibuat tegak lurus dengan mucotaneus junction. e. .enggabungan tepi insisi dengan penjahitan yang dibuat sedikit longgar dan lapis demi lapis. Aenis benang yang digunakan adalah absorable 6.!, 7.!, f. Bemudian dilakukan penutupan dengan kasa dan diganti setiap hari sesuai instruksi pera#atan pasca operasi g. Bontrol 5 hari kemudian untuk membuka jahitan dan e0aluasi pera#atan

6. .era#atan pasca operasi. .era#atan pasca bedah dilakukan untuk menunjang keberhasilan pera#atan dan mencegah terjadinya komplikasi setelah tindakan pembedahan. .era#atan pasca bedah meliputiF ,. pemberian makanan per oral -egera setelah bayi sadar dari pengaruh anastesi bayi tersebut diberikan 5" dektrosa dengan air untuk makanan pertamanya. Bemudian diberikan ,-&, namun bagi anak % anak yang menggunakan susu formula dapat digunakan pipet.

*. .era#atan luka

.era#atan pada luka meliputi pelepasan jahitan yang dilakukan pada hari ke lima sampai hari ke ketujuh. -etelah bayi keluar dari rumah sakit dilakukan pera#atan bibir dirumah termasuk pembersihan jaringan luka sehabis makan dengan =aCl selama 6 hari, setelah itu dapat dengan air biasa. Lapisan krim steroid (!,35" methylprednisolone) dapat diaplikasikan pada jaringan parut untuk menghilangkan kemerahan. !.!. -om%li'asi %embe#a an )lef" li% *anyak kesalahan yang sering timbul dalam melakukan metode pembedahan dari unilateral cleft lip. (ermasuk rotasi yang tidak cukup, kesalahan penyambungan 0ermillion cutaneus, 0ermillion lebih tinggi dari posisi lateral, otot lateral yang lebih menonjol, cuping hidung yang tertarik. (imbulnya jaringan parut yang luas serta adanya kontur merupakan komplikasi dari tindakan operasi. .erdarahan pasca operasi adalah komplikasi yang sering terjadi. $ikerenakan bibir memiliki suplai darah yang banyak maka sebelum dilakukan tindakan operasi terlebih dulu di e0aluasi kadar hemoglobin dalam darah.

-E5I6PULAN

Cleft lip ( celah bibir) merupakan kelainan sejak lahir yang terjadi ketika jaringan bibir dalam janin tidak menyatu saat a#al kehamilan. Cleft lip terjadi antara minggu ke%' dan minggu ke%2 selama masa kehamilan. Cleft lip terbentuk karena jaringan yang membentuk bibir tidak bersatu dengan sempurna, sehingga menghasilkan celah pada satu sisi atau kedua sisi bibir. <aktor penyebab dari cleft lip bisa berasal dari genetik dan nongenetik. /nilateral Complete, yaitu jika celah bibir terjadi hanya pada satu celah dan memanjang hingga ke hidung. $engan gambaran umum telah terjadi pemisahan pada satu sisi bibir hingga dasar hidung. /nilateral &ncomplete, yaitu jika celah terjadi hanya disalah satu sisi bibir dan tidak memanjang hingga ke hidung. +ambaran umumnya dimana terjadi pemisahan pada salah satu sisi bibir. *ilateral Complete, yaitu jika celah bibir di kedua sisi memanjang hingga ke hidung. $apat terlihat adanya penonjolan premaEilla. *ilateral &ncomplete, yaitu jika celah terjadi di kedua hidung dan daerah kedua premaEila tidak mengalami pemisahan dan hanya menyertakan dua sisi bibir. Besiapan atau kelayakan seorang bayi 4 anak boleh dioperasi adalah Ralph Millards rule of ten yaitu berat badan anak lebih dari 1! pounds atau sekitar 5 kg atau usia bayi 4 anak lebih dari 1! minggu, kadar @emoglobin darah lebih dari 1! gr " menunjukkan kemampuan oksigenasi anak baik, serta hitung jumlah sel darah putih kurang dari 1!.!!! per mL menunjukkan anak dalam daya tahan tubuh baik

$aftar &si

*ab & .endahuluan...............................................................................................1 *ab && Cleft Lip 3.1. $efinisi................................................................................................6 3.3. Embriologi Gajah...............................................................................6 3.6. ,natomi *ibir......................................................................................7 3.6.1. @idung dan bibir normal.......................................................5 3.6.3. Cleft Lip................................................................................ 3.7. (eori (erbentuknya Cleft Lip.............................................................1! 3.5. Etiologi................................................................................................11 3.5.1. <aktor +enetik......................................................................11 3.5.3. <aktor =on +enetik..............................................................11 3.>. .encegahan (erjadinya Cleft Lip........................................................13 *,* &&& .era#atan 6.1. Blasifikasi...........................................................................................15 6.3. .enatalaksanaan..................................................................................1? 6.6. Bomplikasi .embedahan Cleft Lip.....................................................36 BE-&M./L,=......................................................................................................37