Anda di halaman 1dari 82

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah. Dewasa ini, kegiatan perekonomian di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Dahulu, kebanyakan perusahaan di Indonesia adalah perusahaan dagang yang hanya mendistribusikan barang dagangan kepada konsumen, tetapi sejalan dengan perkembangan waktu, banyak pelaku ekonomi baru yang memasuki dunia usaha sehingga masalah yang dihadapi juga semakin komplek. Saat ini banyak pengusaha memutuskan untuk tidak hanya berkecimpung dalam jual beli barang dagangan tetapi melangkah lebih maju dengan mulai melakukan proses produksi dari bahan mentah menjadi barang jadi. Perusahaan yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi disebut sebagai perusahaan manufaktur. Banyak fungsi yang memegang peranan penting dalam perusahaan manufaktur, di antaranya adalah fungsi produksi dan persediaan. Dalam menjalankan kegiatan produksi, perusahaan memerlukan bahan baku yang sesuai dengan jenis usaha, ruang lingkup usaha, dan proses produksi. Proses produksi yang efektif dan efisien akan meningkatkan keberhasilan suatu perusahaan karena mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk dapat beroperasi secara efektif dan efisien adalah dengan cara melakukan proses produksi sesuai dengan standar produksi. Untuk mengetahui

apakah kegiatan produksi perusahaan telah berjalan dengan efektif, dan efisien, diperlukan adanya pemeriksaan operasional. Persediaan merupakan salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang secara terus menerus diperoleh, diubah, dan kemudian dijual kembali. Setiap perusahaan, baik itu merupakan perusahaan jasa ataupun perusahaan manufaktur, selalu memerlukan persediaan. !anpa adanya persediaan, para pengusaha akan dihadapkan pada resiko bahwa perusahaannya pada suatu waktu tidak dapat memenuhi keinginan para pelanggannya. Persediaan dapat diartikan sebagai suatu akti"a yang meliputi barang#barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu. Salah satu alasan diperlukannya persediaan oleh suatu perusahaan pabrik adalah dibutuhkannya waktu untuk menyelesaikan operasi produksi dan untuk memindahkan produk dari suatu tingkat proses ke tingkat proses lainnya yang disebut persediaan dalam proses pemindahan. Pengawasan dan pengelolaan persediaan yang efektif dan efisien dapat menghemat biaya dan menghindari opportunity cost yang seharusnya dapat dialokasikan pada kepentingan lain. Untuk menghindari kerugian#kerugian tersebut, diperlukan adanya pemeriksaan operasional terhadap persediaan perusahaan yang dilakukan secara berkala. $al ini penting bagi keakuratan laporan keuangan dan juga sebagai dasar bagi manajemen untuk menganalisis dan mengambil keputusan yang berhubungan dengan kemajuan perusahaan.

&udit operasional atas proses produksi dan persediaan bermanfaat untuk membantu menganalisa dan menemukan masalah#masalah yang terjadi selama proses produksi dan prosedur pengelolaan persediaan guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan atas persediaan. $asil audit operasional tersebut juga ditujukan untuk menge"aluasi kelemahan#kelemahan dalam proses produksi dan pengelolaan persediaan perusahaan sehingga dapat memberikan rekomendasi dan perbaikan manajemen perusahaan. 'enyadari pentingnya arti audit operasional atas proses produksi dan persediaan dalam suatu perusahaan, maka ditulislah skripsi ini dengan judul (&UDI! )P*+&SI),&&!&S P+)S*S P+)DU.SI D&, P*,/*-)-&&,

P*+S*DI&&, !&BU,/ /&S *-PI0I 1 ./ P&D& P! -*S!&+I0&2& .&,&.&'&.'U+ U,!U. '*,I,/.&!.&, *3ISI*,SI D&,

*3*.!I3I!&S .*/I&!&, P*+US&$&&, &!&S P*+S*DI&&,4. B. Perumusan Masalah. . Identifikasi Beberapa masalah yang terjadi dalam P!. -estarijaya .anakamakmur, antara lain5 a. b. !erjadinya ketidakefisienan produksi tabung gas 1 kg. !erdapat jumlah retur yang cukup banyak tiap tahunnya yang menyebabkan meningkatnya biaya rework. c. .etidaksesuaian jumlah persediaan antara laporan gudang dengan catatan akuntansi. d. Penyelesaian hasil produksi tidak tepat waktu. 1

%. +uang -ingkup 'engingat luasnya fungsi dalam suatu kegiatan perusahaan, maka penelitian ini dibatasi hanya pada pemeriksaan operasional atas proses produksi dan persediaan tabung gas elpiji 1 kg P!. -estarijaya .anakamakmur pada tahun %667. 1. Perumusan 'asalah Berdasarkan informasi dan pembatasan masalah yang telah dibahas, maka pokok masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut 5 mengapa terjadi ketidakefisienan dalam memproduksi tabung gas elpiji 1 kg, mengapa terdapat retur yang menyebabkan meningkatnya biaya rework, mengapa terjadi

ketidaksesuaian jumlah persediaan antara laporan gudang dengan catatan akuntansi, dan mengapa penyelesaian hasil produksi tidak tepat waktu.

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian . !ujuan penelitian Penelitian yang dilakukan, bertujuan untuk menge"aluasi penyebab terjadinya ketidakefisienan dalam memproduksi tabung gas elpiji 1 kg, menge"aluasi penyebab terdapatnya retur yang menyebabkan meningkatnya biaya rework, menge"aluasi penyebab terjadinya ketidaksesuaian jumlah persediaan antara laporan gudang dengan catatan akuntansi dan menge"aluasi penyebab terjadinya penyelesaian hasil produksi tidak tepat waktu.

%.

'anfaat dari penelitian a. 'emberikan gambaran mengenai penerapan teori#teori auditing, khususnya audit operasional dalam dunia praktik. b. 'emberikan keterangan dan penilaian berkaitan dengan hasil pemeriksaan operasional atas proses produksi dan pengelolaan persediaan, sehingga perusahaan dapat beroperasi lebih optimal c. Sebagai bahan acuan penelitian dan dasar pertimbangan yang dapat digunakan untuk melakukan penelitian lebih lanjut.

D. istematika Pem!ahasan Penulisan skripsi akan dibagi dalam 9 Bab dengan rincian sebagai berikut5 Bab I. Pendahuluan. Dalam bab ini diuraikan secara singkat mengenai latar belakang masalah, perumusan, tujuan dan manfaat penelitian, serta sistematika pembahasan. Bab II. -andasan !eori dan .erangka Pemikiran Dalam bab ini diuraikan teori : teori yang digunakan dalam penyusunan skripsi, antara lain mengenai pengertian audit operasional, tujuan, manfaat, jenis# jenis dan tahapan audit operasional, temuan audit, proses produksi, pengertian persediaan, jenis#jenis, metode pencatatan dan penilaian

persediaan, dan pengertian pengendalian intern atas pengelolaan persediaan serta tujuan dan elemen pengendalian intern.

Bab III. 'etode Penelitian Dalam bab ini diuraikan tentang metode penelitian yang digunakan dalam menyusun skripsi ini. 'etode penelitian ini terdiri dari beberapa sub#bab, yaitu pemilihan objek penelitian, teknik pengumpulan data, dan teknik pengolahan data. Bab I;. $asil Penelitian Bab ini menjelaskan mengenai gambaran umum mengenai perusahaan manufaktur yang menyediakan barang#barang kon"ersi minyak tanah ke elpiji, P! -estarijaya .anakamakmur yang terdiri dari sejarah dan perkembangan perusahaan, struktur organisasi dan uraian tugas serta kegiatan usaha perusahaan. Bab ini juga berisi mengenai proses pemeriksaan atas kebijakan dan prosedur#prosedur pengelolaan persediaan, menganalisis apakah perusahaan telah melaksanakan proses produksi secara efektif dan efisien, pengujian atas pengendalian internal P! -estarijaya .anakamakmur, pengujian terinci atas pengelolaan persediaan, serta laporan hasil

pemeriksaan. Bab ;. .esimpulan dan Saran Bab ini mengungkapkan tentang kesimpulan hasil pemeriksaan atas proses produksi dan persediaan serta saran kepada manajemen untuk memperbaiki kelemahan yang ditemukan selama pemeriksaan internal dilakukan.

<

BAB II LANDA AN TE"#I DAN $E#AN%$A PEMI$I#AN

A. Tinjauan Pustaka . Auditing a. Pengertian Auditing &da beberapa pengertian Auditing =Pemeriksaan &kuntan>. Pengertian auditing menurut 'essier, Ste"en '. /lo"er dan Douglas 3. Prawitt, auditing adalah5 Auditing is a systematic process of objectively obtaining and evaluating evidence regarding assertions about economic actions and event to ascertain the degrre of correspondence between those assertions and established criteria and communicating the result to interested users. (Messier, lover and !rawitt, "##$%&'(. Sedangkan menurut &l"in &. &rens, +andal 0. *lder, dan 'ark S. Beasley, auditing adalah5 Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria. Auditing should be done by a competent independent person. =&rens, *lder and Beasley, %66?5 > Dari pengertian auditing di atas, dapat disimpulkan bahwa auditing adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis oleh pihak yang independen untuk mengumpulkan bukti : bukti audit mengenai sesuatu hal atas kejadian,

menge"aluasinya untuk memperoleh hasil atas informasi, serta melaporkannya kepada pihak#pihak yang berkepentingan dengan tujuan untuk menentukan apakah informasi tersebut sesuai dengan kriteria#kriteria yang telah ditetapkan.

b. 0enis#0enis Auditing 'enurut Soekrisno &goes, jenis pemeriksaan terbagi menjadi dua kategori 5 Ditinjau dari luasnya pemeriksaan, audit dapat dibedakan atas 5 > ( eneral Audit =Pemeriksaan umum> Suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh .antor &kuntan Publik =.&P> independen dengan tujuan untuk bisa memberikan kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. )pecial Audit =Pemeriksaan .husus> Suatu pemeriksaan terbatas =sesuai dengan permintaan auditee> yang dilakukan oleh .&P yang independen, dan pada akhirnya auditor tidak perlu memberikan pendapat terhadap kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. Pendapat yang diberikan terbatas pada pos atau masalah tertentu yang diperiksa, karena prosedur audit yang dilakukan juga terbatas,4 =&goes, %6685?>

%>

Ditinjau dari jenis pemeriksaan, auditing dapat dibedakan atas5 > (Management Audit =)perasional &udit> Suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis. %> *ompliance Audit =Pemeriksaaan .etaatan> Pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan sudah menaati peraturan#peraturan dan kebijakan#kebijakan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan =manajemen, dewan komisaris> maupun pihak ekstern pemerintah, Bapepam, Bank Indonesia, Direktorat jenderal pajak, dan lain : lain >. Pemeriksaan bisa dilakukan baik oleh .&P maupun bagian internal audit. 1> +nternal Audit =Pemeriksaan Intern> Pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan, baik terhadap laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan, maupun ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan. 8> *omputer Audit Pemeriksaan oleh .&P terhadap perusahaan yang memproses data akuntansinya dengan menggunakan ,-! =,lectronic -ata !rocessing> system.4=&goes,%66857# >

%. &udit )perasional a. Pengertian &udit )perasional Pemeriksaan operasional menurut &min Aidjaja !unggal dalam &udit 'anajemen .ontemporer diuraikan sebagai berikut5 ( Pemeriksaan )perasional adalah suatu penilaian dari organisasi manajerial dan efisiensi dari suatu perusahaaan, departemen, atau setiap entitas dan subentitas yang dapat di audit. Penekanannya adalah untuk mencapai efisiensi yang lebih besar efekti"itas dan ekonomisasi dalam usaha dan organisasi lain.4 =!unggal,%6615?> 'enurut &l"in &. &rens, +andal 0. *lder, dan 'ark S. Beasley5 (.perational Audit is a review of any part of an organi/ation0s operating procedures and methods for an purpose of evaluating efficiency and effectiveness.4 = &rens, *lder and Beasley, %66?5 1> Sedangkan pengertian operational audit menurut Sukrisno &goes, yaitu (Management audit, disebut juga operational audit, function audit, system audit adalah suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien, dan ekonomis.4 &goes=%6685 @9> Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan operasional adalah suatu pemeriksaan terhadap seluruh aspek yang ada dalam perusahaan yang dilakukan secara sistematis, dengan tujuan untuk menilai apakah kegiatan perusahaan tersebut sudah dijalankan secara efektif, efisien dan ekonomis. Pada akhir pemeriksaan auditor memberikan saran dan rekomendasi perbaikan kepada pihak manajemen.

b. !ujuan dan 'anfaat &udit )perasional 'enurut Sukrisno &goes, tujuan audit operasional yaitu5 4 > untuk menilai kinerja =performance> dari manajemen dan berbagai fungsi dalam perusahaan %> untuk menilai apakah berbagai sumber daya =manusia, mesin, dana, harta lainnya> yang dimiliki perusahaan telah digunakan secara efisien dan ekonomis. 1> untuk menilai efekti"itas perusahaan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh top management 8> untuk dapat memberikan rekomendasi kepada top management untuk memperbaiki kelemahan#kelemahan yang terdapat dalam penerapan struktur pengendalian internal, sistem pengendalian manajemen, dan prosedur operasional perusahaan, dalam rangka meningkatkan efisiensi, keekonomisan, dan efektifitas dari kegiatan operasi perusahaan,4 &goes =%6685 @1>. 'anfaat audit operasional menurut +ob +eider, dapat dijabarkan sebagai berikut5 ( > +dentifying problems areas related cause, and alternatives for improvement %> location opportunities for eliminating waste and inefficiency, that is, cost of reduction 1> location opportunities to increase revenues, that is, increase improvement 8> identifying undefined organi/ational goals, objectives, policies and procedures 9> identifying criteria for measuring the achievement of organi/ational goals <> recommending improvement in policies, procedures, and organi/ational structure @> providing checks on performance by individuals and by organi/ational units ?> reviewing compliance with legal re1uirements and organi/ational goals, objectives, policies, and procedures 7> testing for e2istence of unauthori/ed, fraudulent of otherwise irregular acts 6> assessing management information and control systems > identifying possible trouble pots in future operations l%> providing and independent, objectives evaluations of operations4 +eider =%66%518>

c. 0enis#jenis &udit )perasional 'enurut &l"in &. &rens, +andal 0. *lder, and 'ark S. Beasley, audit operational dapat digolongkan menjadi 1 jenis, yaitu5 &( 3unctional audit functions are a means of categori/ing the activities of a business, such as the billing function or production function, there are many different ways to categori/ed and subdivide functions in an organi/ation. A functional audit deals with one or more functions in an organi/ation. A functional audit has the advantage of permitting speciali/ation by auditors. A disadvantage of functional auditing is the failure to evaluate interrelated functions. "( .rgani/ational audit an operational audit of an organi/ation deals with an entire organi/ational unit. )uch as department, branch, or subsidiary on organi/ational audit emphasis how efficiently and effectively function interact the plan of organi/ation and the methods to coordinate activities are specially important in this type of audit. '( )pecial assignments in operational auditing, special assignments arise at the re1uest of management. 4here are a wide variety of such audits, e2% include determining the cause of an inefficiency. +4 system, investigating the possibility of fraud in advision, and making recommendation for reducing the cost of manufactured product, &rens, *lder, and Beasley =%66?5@86> d. !ahap#tahap &udit )perasional 'enurut $erbert =dalam &goes, %6685 >, empat tahapan dalam 'anagement &udit dan )perational &udit, yaitu5 ( > !reliminary survey =sur"ey pendahuluan> sur"ei pendahuluan dimaksudkan untuk mendapat gambaran mengenai bisnis perusahaan yang dilakukan melalui tanya jawab dengan manajemen dan staf perusahaan serta penggunaan 1uestionarries. %> 5eview and testing of management control system =penelaahan dan pengujian atas system pengendalian manajemen> untuk menge"aluasi dan menguji efekti"itas dari pengendalian manajemen yang terdapat di perusahaan. Biasanya digunakan management control

1uestionarries =IBC>, flowchart dan penjelasan narrative serta dilakukan pengetesan atas beberapa transaksi =walk through the document> 1> -etailed e2amination =pengujian terinci> melakukan pemeriksaan terhadap transaksi perusahaan untuk mengetahui apakah prosesnya sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan manajemen. Dalam hal ini auditor harus melakukan obser"asi terhadap kegiatan dari fungsi#fungsi yang terdapat di perusahaan. 8> 5eport development =pengembangan laporan> dalam menyusun laporan pemeriksaan, auditor tidak memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan perusahaan, laporan yang dibuat mirip dengan management letter, karena berisi audit findings =temuan pemeriksaan> mengenai berbagai penyimpangan yang terjadi terhadap kriteria =standar> yang berlaku menimbulkan inefisiensi, inefekti"itas, dan ketidakhematan =pemborosan> dan kelemahan dalam sistem pengendalian manajemen =management control system> yang terdapat di perusahaan, selain itu auditor juga memberikan saran#saran perbaikan, ( &goes =%6685 > e. !emuan &udit 'enurut +ob +eider, temuan spesifik dikembangkan berdasarkan atribut#atribut sebagai berikut5 &( *ondition 5 what did you find6 "( *riteria 5 what should it be6 '( ,ffect 5 what is the impact on operations6 7( *ause 5 why did it happen6 8( 5ecommendation 5 what needs to be done to correct the situation (based on present best practices, and always subject on change(6( +eider=%66%586> *ondition merupakan langkah untuk menentukan apa#kapan#dimana#bagaimana suatu kondisi terjadi. *riteria adalah langkah untuk membandingkan kondisi yang terjadi dengan kondisi yang seharusnya, yang telah ditetapkan. ,ffect adalah langkah untuk menentukan dampak saat ini maupun potensial terhadap operasi dari kondisi yang terjadi. *ause merupakan langkah untuk mengidentifikasi penyebab dari suatu kondisi yang terjadi. 5ecommendation merupakan langkah untuk menentukan apa yang perushaan lakukan untuk memperbaiki situasi yang terjadi.

f. Pengertian dan 0enis#jenis Proses Produksi Dari beberapa pengertian proses produksi, Sofjan &ssauri menyatakan bahwa5 (Proses produksi dapat diartikan sebagai cara, metode, dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan sumber#sumber =tenaga kerja, mesin, bahan#bahan, dan dana> yang ada.4=&ssauri, %66?5 69> 'enurut Bharles !. $orngren, /ary -. Sundem and Ailliam ). Startton, definisi proses produksi adalah5 4he coordination and assembly of resources to produce a product or deliver a service. (9orngren, )undem, and )tartton, "##"% &'( Proses produksi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut5 &( *ontinuous !rocessing *ontinuous processing creates a homogeneous product through a continuous series of standard and procedures cements and petrochemicals are produced by this manufacturing method typically, under this approach firm attempt to maintain finished goods inventory at level needed to meet e2pected sales demand. 4he sales forecast in conjunction with information on current inventory levels triggers this process. "( :atch !rocessing :atch processing produces discrete group (batches( of product. ,ach item in the batch is similar. 5e1uiring the same raw material and operations. 4o justify the cost of setting up the retooling for each batch run, the number of item in the batch is usually large. 4his is the must common method of production . . . . 4he triggering mechanism for this process is the need to maintain finished goods inventory levels in accordance with projected sales re1uirements. '( Make;to;order processing Make;to;order processing involves the fabrication of discrete products in accordance with customer specifications. 4his process is initiated by sales order rather than depleted inventory levels.(Hall,2008: 334)

'enurut &ssauri, proses produksi dapat dibedakan menjadi % jenis berdasarkan jangka waktu produksi, yaitu5 ( > Proses produksi yang terus#menerus (*ontinuous !rocess( adalah proses yang membutuhkan waktu yang lama untuk mempersiapkan mesin dan peralatannya yang dibutuhkan baik dalam perubahan, pergantian, maupun penggunaannya. Proses seperti ini terdapat dalam pabrik#pabrik yang menghasilkan produk untuk pasar =produksi massa> seperti pabrik minuman dan pabrik ban. %> Proses produksi yang terputus#putus (+ntermittent !rocess( adalah proses yang menunjukkan bahwa mesin dan peralatan yang digunakan dapat dirancang untuk beberapa kali dengan kemampuan membuat produk yang berbeda#beda. Proses seperti ini terdapat dalam perusahaan yang menghasilkan produk atau jasa berdasarkan pesanan konsumen seperti bengkel dan perusahaan percetakan.4 =&ssauri, %66?5 69# 6<> g. 3ungsi Produksi Secara umum fungsi produksi terkait dengan pertanggungjawaban dalam pengolahan input menjadi output berupa barang atau jasa yang dapat memberikan hasil pendapatan bagi perusahaan. *mpat fungsi penting dalam fungsi produksi adalah5 ( > Proses pengolahan 'erupakan rangkaian yang dilakukan dengan menggunakan peralatan, sehingga input dapat dikelola menjadi output berupa barang barang atau jasa yang akhirnya dapat dijual kepada pelanggan untuk memungkinkan perusahaan memperoleh hasil keuntungan yang diharapkan. Proses pengolahan dapat berupa5 a> Produksi secara kelompok besar atau batch production b> Sistem proses dari produksi c> Produksi massa : satu produk d> Produksi massa : banyak atau multi produk e> Proses konstruksi %> 0asa#jasa penunjang pelayanan produksi 'eliputi pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk digunakan dan diorganisir serta dikomunikasikan agar proses produksi dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. 0asa#jasa pelayanan ini 8

dibutuhkan agar proses produksi atau teknologi dapat dilakukan untuk pengolahan bahan baku menjadi produk akhir berupa barang jadi atau jasa yang disampaikan kepada pemakai atau konsumen. 0asa#jasa pelayanan dapat berupa. a> Desain produk b> !eknologi c> Bara penggunaan sumber#sumber daya =use of resources> 1> Perencanaan Perencanaan berfungsi agar kegiatan produksi yang akan dilakukan dapat terarah bagi pencapaian tujuan produksi, serta fungsi produksi dapat terlaksana secara efektif dan efisien. Perencanaan yang dilakukan dalam hubungannya dengan fungsi produksi adalah5 a> Perencanaan operasi atau proses produksi b> Perencanaan persediaan atau pengadaan c> Perencanaan mutu d> Perencanaan penggunaan kapasitas mesin e> Perencanaan pemanfaatan sumber daya manusia 8> Pengendalian dan pengawasan 'erupakan kegiatan yang dilakukan untuk menjamin agar kegiatan produksi yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang telah direncanakan, dan apabila terjadi penyimpangan, maka penyimpangan tersebut dapat dikoreksi, sehingga apa yang diharapkan dapat tercapai. .egiatan pengendalian dan pengawasan yang dilakukan dalam pelaksanaan fungsi produksi adalah5 a> Pengendalian produksi dan operasi b> Pengendalian dan pengawasan persediaan c> Pengendalian dan pengawasan mutu d> Pengendalian dan pengawasan biaya.4 mkj=&ssauri, %66?5 19> h. Pemeriksaan )perasional atas Proses Produksi > -angkah#langkah audit operasional terhadap proses produksi adalah sebagai berikut5 a> 'erumuskan maksud dan tujuan dilaksanakannya audit operasional pada perusahaan. b> 'enentukan ruang lingkup audit yang akan dijalankan.

c> 'elaksanakan sur"ei pendahuluan untuk mendapatkan data dan informasi yang bersifat umum tentang objek audit. d> 'engadakan penelaahan terhadap sistem pengendalian intern. e> 'engadakan pengujian terinci. f> 'embuat laporan ikhtisar temuan#temuan yang penting dan saran perbaikan. %> !ujuan pemeriksaan operasional atas proses produksi !ujuan pemeriksaan operasional terhadap proses produksi, yaitu sebagai berikut5 a> Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern yang baik dan memadai atas proses produksi. b> Untuk memeriksa apakah proses produksi telah dijalankan sesuai dengan kebijakan perusahaan. c> Untuk menilai efisiensi dan efekti"itas kegiatan proses produksi. d> Untuk mengidentifikasi masalah yang timbul dalam proses produksi. e> Untuk memberikan saran dan rekomendasi yang dibutuhkan dalam memperbaiki kelemahan#kelemahan yang ada. i. Pengertian Persediaan Persediaan sangat penting, baik dalam jumlah maupun peranannya dalam kegiatan dari banyak perusahaan. Pengertian persediaan secara umum adalah suatu akti"a D aset pada perusahaan yang mempunyai nilai baik dalam kuantitas maupun dalam kualitasnya dan akan mempunyai dampak langsung terhadap penentuan <

pendapatan dan penyajian arus dana. Persediaan terdiri atas berbagai macam jenis, misalnya pada perusahaan manufaktur, persediaan terdiri atas bahan baku, bahan penolong, bahan dalam proses, hingga barang jadi yang siap untuk dijual. 'enurut 'ulyadi, 4Persediaan merupakan unsur akti"a yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis yang normal atau barang#barang yang akan dikonsumsi dalam pengolahan produk yang akan dijual.4 'ulyadi =%66 5991> 'enurut Pernyataan Standar &kuntansi .euangan =PS&.> ,o. 8, 4persediaan adalah akti"a5 a> tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha normal. b> dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan, atau c> dalam bentuk bahan atau perlengkapan =supplies> untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa.4 I&I=%66%5 8. # 8.%> Sedangkan, menurut Barl S. Aarren, 0ames '. +ee"e, dan Philip *. 3ess, inventory is used to indicate &( merchandise held for sale in the normal course of business and "( materials in the process of production or held for production. Aarren, +ee"e and 3ess =%6695196> Berdasarkan beberapa definisi di atas, maka secara garis besar dapat disimpulkan bahwa persediaan adalah sejumlah bahan#bahan yang disediakan dan bahan#bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi. Serta barang# barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintaan dari pelanggan setiap waktu. Sifat#sifat persediaan antara lain, persediaan merupakan akti"a lancar =current asset>, jumlahnya material terutama dalam perusahaan dagang dan industri, mempunyai pengaruh yang besar terhadap neraca dan perhitungan laba#rugi. @

j. 0enis#jenis Persediaan 'enurut $ongren dalam bukunya, *ost Accounting a Managerial ,mphasis4 , jenis#jenis persediaan, antara lain5 types of inventory% &( direct material inventory, direct material in stock, and awaiting use in the manufacturing process "( work in process inventory goods partially worked on but not yet fully completed also called work in process '( finished goods inventory, goods fully completed but not yet sold. =$ongren, %666519> 'enurut Pernyataan Standar &kuntansi .euangan =PS&.> ,o. 8 persediaan dapat digolongkan sebagai berikut5 4persediaan meliputi barang yang dibeli dan disimpan untuk dijual kembali, misalnya barang dagang yang dibeli oleh pengecer untuk dijual kembali, atau perngadaan tanah dan properti lainnya untuk dijual kembali. persediaan juga mencakup barang jadi yang telah diproduksi, atau barang dalam penyelesaian yang sedang diproduksi perusahaan, dan termasuk bahan serta perlengkapan yang akan digunakan dalam proses produksi,4 I&I =%66%5 8.%> Sedangkan menurut Sofyan &ssauri, persediaan dapat digolongkan menjadi5 ( > Persediaan bahan baku Persediaan dari barang#barang berwujud yang digunakan dalam proses produksi, dimana barang tersebut dapat diperoleh dari sumber#sumber alam ataupun dibeli dari supplier atau perusahaan yang menghasilkan bahan baku bagi perusahaan yang menggunakan. Bontoh 5 kulit hewan diolah menjadi dompet. %> Persediaan bagian produk atau parts yang dibeli Persediaan barang#barang yang terdiri dari parts lain, tanpa melalui proses produksi sebelumnya. Bontoh 5 pabrik mobil, dimana dalam kasus ini bagian#bagian dari mobil tersebut tidak diproduksi dalam pabrik mobil tetapi oleh perusahaan lain. 1> Persediaan barang pembantu atau perlengkapan Persediaan barang#barang atau bahan#bahan yang diperlukan dalam proses produksi untuk membantu berhasilnya produksi suatu perusahaan, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi. Bontoh 5 minyak solar dan minyak pelumas.

8> Persediaan barang dalam proses Persediaan barang#barang yang merupakan keluaran dari tiap#tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi. 9> Persediaan barang jadi. Persediaan barang#barang yang telah selesai diolah atau diproses dan siap untuk dijual atau untuk dikirim ke pelanggan.4 =&ssauri, %66?5 %86> k. 'etode Penilaian dan Pencatatan Persediaan 'etode penilaian persediaan, yaitu5 > 3ifo (first in, first out( 'etode ini didasarkan atas asumsi bahwa pembebanan biaya dalam perhitungan harga pokok adalah harga perolehan barang yang lebih dahulu masuk. Secara umum perolehan barang yang terakhir masuk akan menjadi nilai persediaan akhir. %> <ifo (last in, first out( 'etode ini didasarkan pada asumsi bahwa pembebanan biaya dalam perhitungan harga pokok adalah harga perolehan barang terakhir yang diperoleh dengan demikian nilai persediaan akhir periode terdiri dari saldo awal serta pembebanan#pembebanan pada awal periode.

1> Average (rata;rata tertimbang( Perhitungan harga pokok rata#rata dilakukan dengan membagi jumlah harga perolehan dan kuantitasnya. 'etode ini akan memberikan harga pokok yang sama untuk barang yang dimiliki perusahaan.

Penilaian persediaan penting untuk dapat mencerminkan secara wajar pendapatan suatu periode akuntansi, oleh karena itu harus dipilih metode yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Sedangkan, 'etode Pencatatan persediaan dapat dibedakan atas5 > 'etode perpetual 'etode perpetual adalah metode pencatatan persediaan secara berkesinambungan setiap terjadi pembelian dan pengeluaran barang, selalu dicatat dalam perkiraan persediaan, harga pokok persediaan juga langsung dihitung pada saat terjadi pengeluaran barang. 0umlah persediaan yang ada dapat langsung diketahui dari catatan pemasukan dan pengeluaran barang tanpa melakukan perhitungan secara fisik. 0ika menggunakan sistem perpetual, perhitungan fisik atas unit persediaan yang ada dalam perusahaan harus dilakukan sedikitnya setahun sekali untuk memperkuat jumlah saldo yang ada dalam pembukuan %> 'etode periodik 'etode periodik adalah metode pencatatan persediaan yang tidak

berkesinambugan. Pembelian dalam metode ini akan dicatat kedalam perkiraan pembelian, dan pengeluaran barang tidak akan diadakan perhitungan, harga pokok maupun pengurangan terhadap jumlah persediaan yang ada, sehingga saldo awal persediaan tidak berubah selama satu periode akuntansi. Untuk mengetahui jumlah persediaan yang ada harus dilakukan perhitungan fisik pada akhir periode. $arga pokok persediaan dihitung berdasarkan saldo persediaan ditambah dengan pembelian bersih, dikurangi dengan persediaan akhir. %6

'etode pencatatan dan penilaian persediaan harus konsisten dari periode ke periode, apabila karena keadaan tertentu menyebabkan perubahan pencatatan dan penilaian persediaan, maka kejadian ini harus diungkapkan dalam laporan keuangan. l. !eknik perhitungan rasio#rasio pada persediaan Selain itu, adapun teknik perhitungan rasio#rasio yang digunakan untuk menilai pengelolaan persediaan perusahaan, yaitu5 &( +nventory 4urnover merupakan perhitungan rasio yang mengukur tingkat kecepatan rata#rata persediaan bergerak masuk dan keluar perusahaan =tingkat perputaran persediaan>. +nventory turnover yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan efisien dalam mengelola persediaannya. +nventory turnover = "( -ays to )ell +nventory merupakan perhitungan yang menunjukkan jumlah hari yang diperlukan perusahaan dalam menjual persediaannya. -ays to sell inventory yang semakin menurun, menunjukkan bahwa perusahaan efisien dalam mengelola persediaannya serta mempunyai persediaan yang semakin likuid dan aktif. -ays to sell inventory = '( )ales to +nventory +asio ini menunjukkan tingkat penjualan yang terjadi dengan persediaan. Dimana rasio sales to inventory yang semakin meningkat menunjukkan % Average +nventory *ost of oods )old > '$# *ost of oods )old Average +nventory

bahwa perusahaan telah menghasilkan penjualan yang baik dengan menggunakan persediaannya. )ales to inventory = m. Pengertian Pengendalian Intern. Dalam audit operasional, penge"aluasian dan pengujian pengendalian intern bertujuan untuk menge"aluasi efekti"itas dan efisiensi dari operasi yang dilakukan perusahaan dan membuat rekomendasi kepada manajemen. Definisi pengendalian intern, menuirut Ikatan &kuntan Indonesia =I&I> dalam Standar Profesinal &kuntan Publik =SP&P>, adalah5 4Pengendalian intern adalah suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen, dan personel lain entitas yang di desain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tiga golongan tujuan berikut ini5 a> keandalan pelaporan keuangan, b> efektifitas dan efisiensi operasi, dan c> kepatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku.4 I&I =%66 51 7#%> Sedangkan menurut 'ulyadi, sistem pengendalian intern adalah5 4Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran# ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen,4 'ulyadi =%66%5 <1> Berdasar pengertian#pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan yaitu laporan keuangan yang andal dan kegiatan operasi perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien. Dalam hal ini, pengendalian intern juga digunakan dalam pengambilan keputusan, dimana keputusan yang diambil menjadi kebijakan perusahaan. !anggung jawab dalam )ales Average +nventory

%%

menyusun suatu sistem pengendalian intern dan mengawasi sistem pengendalian intern yang dibuat terletak pada pihak manajemen perusahaan. .ualitas pengendalian intern menurut auditor sangat menentukan pola dari pemeriksaan mereka. .ualitas ini dapat dinilai dengan melihat seberapa baik kemampuan sistem ini mengendalikan kekeliruan dan penyimpangan yang terjadi. n. !ujuan Pengendalian Intern 'enurut I&I dalam Standar Profesional &kuntan Publik =SP&P>, manfaat pengendalian intern bagi suatu perusahaan adalah untuk membantu organisasi dalam mencapai tiga tujuan, yaitu5 4 > .eandalan pelaporan keuangan 'anajemen bertanggung jawab dalam menyediakan laporan keuangan bagi in"estor, kreditor, dan pengguna lainnya. 'anajemen mempunyai kewajiban untuk menjamin bahwa informasi yang ada telah sesuai dengan standar pelaporan. %> *fisiensi dan efekti"itas operasi Pelaksanaan pengendalian dalam suatu organisasi dimaksudkan agar operasi dalam perusahaan dapat berjalan lancar dengan efisien dan efektif. Dalam pengertian lain, dapat terjadi penghematan sumber daya dengan hasil yang optimal dan tercapainya tujuan perusahaan dalam batas waktu yang telah ditentukan. 1> .epatuhan terhadap hukum dan peraturan yang berlaku Dalam menjalankan operasinya, perusahaan harus mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku. Peraturan ada yang berkaitan dengan akuntansi =misal, dalam perhitungan gaji>. Bontoh5 UU Perpajakan, 4I&I =%66 51 7,1> !ujuan pengendalian intern menurut 'ulyadi adalah sebagai berikut5 4 > 'enjaga kekayaan perusahaan5 # penggunaan kekayaan perusahaan hanya melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan # pertanggung jawaban kekayaan perusahaan yang dicatat dibandingkan dengan kekayaan yang ada sesungguhnya %> 'engecek ketelitian dan keandalan data akuntansi5 # pelaksanaan transaksi melalui sistem otorisasi yang telah ditetapkan %1

pencatatan transaksi 'ulyadi=%66%5 @?>

yang

terjadi

dalam

catatan

akuntansi4

o. *lemen Pengendalian Intern B)S) (committee of sponsoring organi/ations> mengidentifikasi Sistem Pengendalian Internal yang efektif meliputi lima komponen yang saling

berhubungan untuk mendukung pencapaian tujuan entitas, yaitu5 ( > -ingkungan pengendalian .omponen ini meliputi sikap manajemen di semua tingkatan terhadap operasi secara umum.dan konsep pengendalian secara khusus. $al ini mencakup etika, kompetensi, serta integritas dan kepentingan terhadap kesejahteraan organisasi, juga tercakup struktur organisasi serta kebijakan dan filosofi manajemen. -ingkungan pengendalian merupakan hal dasar =fondasi> bagi komponen B)S). 'anajemen harus paham pentingnya pengendalian intern. > Penentuan resiko .omponen ini telah menjadi bagian dari akti"itas audit internal yang terus berkembang. Penentuan resiko merupakan hal yang penting bagi manajemen. Penentuan resiko mencakup penentuan resiko di semua aspek organisasi dan penentuan kekuatan organisasi melalui e"aluasi resiko. B)S) juga menambahkan pertimbangan tujuan di semua bidang operasi untuk memastikan bahwa semua bagian organisasi bekerja secara harmonis. %> &kti"itas pengendalian .omponen ini mencakup akti"itas#akti"itas yang dulunya dikaitkan dengan konsep penngendalian internal. &kti"itas#akti"itas ini meliputi persetujuan, tanggung jawab dan kewenangan, pemisahan tugas, pendokumentasian, rekonsiliasi, karyawan yang kompeten dan jujur, pemeriksaan internal dan audit internal. &kti"itas#akti"itas ini harus die"aluasi resikonya untuk organisasi secara keseluruhan. Struktur organisasi merupakan kerangka pembagian tugas kepada unit#unit organisasi yang dibentuk untuk melakssanakan kegiatan#kegiatanpokok perusahaan. 1> Informasi dan komunikasi

%8

.omponen ini merupakan bagian penting dari proses manajemen. 'anajemen tidak dapat berfungsi tanpa informasi. .omunikasi informasi tentang operasi pengendalian internalmemberikan substansi yang dapat digunakan manajemen untuk menge"aluasi efekti"itas pengendalian dan untuk mengelola operasinya.

8> Pengawasan atau Pemantauan Pengawasan atau pemantauan merupakan e"aluasi rasional yang dinamis atas informasi yang diberikan pada komunikasi informasi untuk tujuan manajemen pengendalian.4=Sanyoto, %66@ 5 %<@>

p.

Pemahaman dan *"aluasi atas Pengendalian Intern Pembagian pengendalian intern menjadi lima komponen, menyediakan kerangka

yang bermanfaat bagi pemeriksa guna mempertimbangkan dampak pengendalian intern terhadap yang dilakukan. 'enurut Sukrisno &goes, cara yang bisa digunakan oleh pemeriksa dalam memahami pengendalian intern klien, adalah5 ( > +nternal control 1uestionnaires Bara ini banyak digunakan oleh .antor &kuntan Publik =.&P> karena dianggap lebih sederhana dan praktis, biasanya .&P sudah memiliki satu set IBC yang standarE yang bisa digunakan untuk memahami dan menge"aluasi pengendalian intern di berbagai jenis perusahaan. Pertanyaan#pertanyaan dalam IBC diminta untuk dijawab ya =2>, tidak =!>, atau tidak rele"an =!+>. 0ika pertanyaan#pertanyaan tersebut sudah disusun dengan baik, maka jawaban 4ya4 menunjukkan ciri internal control yang baik, 4tidak4 menunjukkan ciri internal control yang lemah, 4tidak rele"an4 berarti pertanyaan tersebut tidak rele"an untuk perusahaan tersebut. "(3lowchart =bagan arus> 3lowchart menggambarkan arus dokumen dalam sistem dan prosedur di suatu unit usaha. Untuk auditor yang terlatih dengan baik, penggunaan flowchart lebih disukai karena auditor dapat lebih cepat melihat apa saja kelemahan#kelemahan dan kebaikan#kebaikan dari suatu sistem dan

%9

prosedur. Setelah flowchart dibuat, auditor harus melakukan walkthrough, yaitu mengambil % atau 1 dokumen untuk menguji apakah prosedur ini dijalankan sesuai dengan apa yang digambarkan dalam flowchart. 1> ?arrative Dalam hal ini auditor menceritakan dalam bentuk memo, sistem, dan prosedur akuntansi yang berlaku di perusahaan.4 &goes =%6685?8>

F. Pengendalian Intern atas Pengelolaan Persediaan Bagi setiap perusahaan, pengendalian intern yang baik atas persediaan harus diselenggarakan. !ujuan utamanya adalah untuk melakukan pengamanan atas persediaan dan melaporkannya secara tepat dalam laporan keuangan. 'enurut Sofyan &ssauri, kondisi#kondisi yang diperlukan untuk menciptakan pengendalian persediaan yang efektif adalah5 4 > !erdapatnya gudang yang cukup luas dan teratur dengan pengaturan tempat barang yang tetap dan identifikasi barang tertentu. %> sentralisasi kekuasaan dan tanggung jawab pada satu orang yang dapat dipercaya, terutama penjaga gudang. 1> suatu sistem pencatatan dan pemeriksaan atas penerimaan barang. 8> pengawasan mutlak atas pengeluaran barang. 9> pencatatan yang cukup teliti yang menunjukkan jumlah yang dipesan, dikeluarkan, dan tersedia dalam gudang. <> pemeriksaan fisik barang yang ada dalam persediaan secara langsung. @> perencanaan untuk mengganti barang#barang yang telah dikeluarkan, yang telah lama dalam gudang dan yang telah usang dan ketinggalan Gaman. ?> pengecekan untuk menjamin dapat efektifnya kegiatan rutin.4 &ssauri =%66?5%?7> Sedangkan menurut Sukrisno &goes, terdapat beberapa ciri internal control yang baik atas persediaan5 4 > &danya segregation of duties =pemisahan tugas dan tanggung jawab> antara bagian pembelian, penerimaan barang, gudang, akuntansi dan keuangan. %<

%> digunakannya formulir#formulir yang pre;numbered =bernomor urut tercetak>, seperti5 purchase re1uisition =permintaan pembelian>, purchase order =order pembelian>, delivery order =surat jalan>, receiving report =laporan penerimaan barang>, sales order =order penjualan>, sales invoice =faktur penjualan> 1> untuk pembelian dalam jumlah besar dilakukan melalui tender. 8> adanya sistem otorisasi, baik untuk pembelian, penjualan, penerimaan kasDbank maupun pengeluaran kas D bank 9> digunakannya anggaran =budget> untuk pembelian, produksi, penjualan dan penerimaan serta pengeluaran kas. <> pemesanan barang dilakukan dengan memperhitungkan economic order 1uantity dan iron stock @> digunakannya perpetual invetory system dan stock card, terutama di perusahaan yang nilai persediaan per jenisnya cukup material.4 &goes =%6685%% > r. Pengertian *fekti"itas dan *fisiensi Definisi efisiensi dan efekti"itas menurut +ob +eider adalah sebagai berikut5 ( > ,fficiency (or methods of operations(. +s the organi/ation carrying out its responsibilities with minimum e2penditure of effort6 a( +mproper use of method and computeri/ed procedures. b( +nefficient paperwork flow. c( +nefficient operating systems and procedures. d( *umbersome organi/ational hierarchy and or communication pattern. e( -uplication of effort. f( @nnecessary work steps. %> ,ffectiveness (or results of operations(. +s the organi/ation achieving results or benefits based on stated goals and objectives or some other measurable criteria6 ,ffectiveness is concerned with results and accomplishments achieved and benefits provided. +n evaluating the effectiveness of operations, the reviewer asks whether the activity is achieving its ultimate intended purpose. Analysis is 1ualitative rather than 1uantitative. =+eider, %66%5 % > Sedangkan Pengertian efisiensi dan efekti"itas menurut $ans .artikahadi =dalam Sukrisno &goes dan 0an $oesada, %6675 98# 99> adalah sebagai berikut5

%@

(*fekti"itas dimaksud bahwa produk akhir suatu kegiatan operasi telah mencapai tujuannya baik ditinjau dari segi kualitas hasil kerja, kuantitas hasil kerja maupun batas waktu yang ditargetkan. *fisiensi berarti bertindak dengan cara yang dapat meminimalisir kerugian atau pemborosan sumber daya dalam melaksanakan atau menghasilkan sesuatu.4 =&goes dan $oesada, %6675 98# 99> *fisiensi dan efekti"itas merupakan kunci keberhasilan suatu perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasinya. !ingkat efekti"itas suatu kegiatan dinilai dari sejauh mana standar dan kebijakan yang telah ditetapkan. Dapat diwujudkan dalam hasil suatu operasi. *fisiensi menekankan pada penggunaan sumber daya perusahaan yang seminimal mungkin untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. s. Pemeriksaan operasional atas persediaan > -angkah#langkah audit operasional terhadap persediaan adalah sebagai berikut5 a> 'enelaah penyajian persediaan apakah sesuai dengan S&. =Standar akuntansi .euangan>. b> 'enanyakan apakah ada persediaan yang dijaminkanDdigadaikan. c> 'enelaah perjanjian perikatan pembelian. d> 'elakukan konfirmasi atas persediaan yang dikonsinyasikan atau

ditempatkan di lokasi luar perusahaan. e> 'engamati perhitungan fisik persediaan.

%?

f>'enelaah prosedur pisah batas =penjualan, retur penjualan, pembelian, retur pembelian> g> 'elakukan pengujuan perhitungan nilai persediaan dan bandingan dengan perhitungan atau rincian klien. h> 'enanyakan apakah ada persediaan yang dikonsinyasikan. i> 'elakukan prosedur analisis. j> 'enghitung kelengkapan semua kartu perhitungan fisik yang ditempel di persediaan dan daftar hasil perhitungan fisik persediaan =count sheet>. k> 'enghitung ulang penjualan dan perkalian rekapitulasi persediaan. l> 'erekonsiliasi rekapitulasi =daftar> kartu persediaan ke buku besarnya. m> 'enguji metode perhitungan nilai persediaan. n> 'enetukan apakah persediaan dinilai berdasarkan nilai terendah dari harga perolehan atau harga pasar. o> 'emeriksa kualitas persediaan =apakah kondisi persediaan masih dapat dijual>.

%7

p> 'enguji apakah terdapat persediaan yang usang, rusak,atau ketinggalan metode. B. $erangka Pemikiran Dalam kerangka pemikiran akan dibahas seluruh kegiatan penelitian dari tahap perencanaan, pelaksanaan sampai dengan penyelesaiannya yang diajukan dalam suatu kesatuan yang utuh dalam rangka mencari jawaban atau pemecahan masalah yang sudah dikemukakan dalam perumusan masalah. . Identifikasi ;ariabel Posisi persediaan merupakan posisi yang independen, sedangkan penjualan merupakan posisi yang dependen pada persediaan. Bila terjadi kekurangan persediaan maka akan timbul permasalahan pada penjualan, dimana perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan pelanggan, yang mengakibatkan penurunan penjualan perusahaan. Persediaan sendiri juga dipengaruhi oleh biaya#biaya persediaan, seperti biaya#biaya pemesanan =pengadaan persediaan>, biaya pengiriman, biaya asuransi persediaan, dan biaya penyimpanan. Unsur#unsur tersebut membentuk harga pokok persediaan, semakin tinggi biaya persediaan maka semakin tinggi pula harga pokok persediaan, sehingga akan menurunkan laba operasi perusahaan. 0ika hal ini terjadi, maka dapat dikatakan perusahaan tidak efisien dalam mengelola persediaannya. )leh karena permasalahan yang dihadapi oleh P! -estarijaya .anakamakmur adalah permasalahan yang terkait dengan persediaan, maka perlu dilakukan

16

identifikasi unsur#unsur atau "ariabel#"ariabel yang berkaitan dengan masalah persediaan. Unsur#unsur atau "ariabel#"ariabel yang mempunyai kaitan serta pengaruh terhadap persediaan P! -estarijaya .anakamakmur, antara lain5 .ekurangan bahan baku untuk proses produksi, adanya penerimaan bahan baku yang tidak sesuai dengan pesanan, serta adanya ketidaksesuaian jumlah persediaan antara catatan gudang dengan bagian akuntansi. %. Definisi ;ariabel Unsur#unsur yang akan digunakan dalam menganalisis permasalahan dapat didefinisikan sebagai berikut5 a. proses produksi > Proses produksi adalah kegiatan atau proses mengubah input dengan sumber daya yang ada, kemudian diolah sehingga menghasilkan output berupa barang atau jasa. %> *fisiensi waktu adalah penghematan waktu produksi mulai dari pengolahan bahan baku sampai menghasilkan barang jadi. 1> Biaya produksi adalah seluruh biaya yang terjadi sebagai akibat dari akti"itas produksi. Biaya produksi juga dapat berarti seluruh pengorbanan ekonomis yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk.

Biaya produksi terdiri dari5 -irect material cost merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh bahan baku yang akan digunakan dalam proses produksi, -irect labor cost merupakan biaya pekerja yang memproses bahan baku menjadi barang jadi, 3actory overhead cost merupakan seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk hal#hal yang secara tidak langsung mempengaruhi proses produksi seperti indirect material cost, indirect labor cost, dan other overhead cost. 8> -aba perusahaan merupakan kelebihan dari hasil usaha yang diperoleh perusahaan setelah dikurangi dengan beban#beban yang dikeluarkan dari kegiatan usahanya. Persediaan merupakan pos perkiraan yang penting dalam neraca. Untuk dapat menjaga kelangsungan proses produksi maka persediaan harus dapat diatur dan diawasi baik penggunaannya maupun pengadaannya dengan cermat. 'anajemen harus mengupayakan agar persediaan selalu tersedia dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan produksi, sehingga dapat dihindari terjadinya kelebihan atau kekurangan persediaan. .elebihan persediaan dapat mengakibatkan bertambahnya biaya penanganan. Demikian pula kurangnya persediaan dapat mengakibatkan terhentinya proses produksi. b. Persediaan

1%

> persediaan adalah barang yang akan diolah kembali, sedang dalam proses, dan barang hasil produksi perusahaan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiatan operasi perusahaan. %> biaya pemesanan persediaan adalah semua biaya yang dikeluarkan untuk memesan persediaan, mulai dari persiapan pembelian sampai persediaan diterima oleh perusahaan. 1> biaya pengiriman adalah biaya yang diterima oleh perusahaan sehubungan adanya pengiriman barang oleh penjual 8> biaya penyimpanan persediaan adalah biaya yang terjadi selama persediaan disimpan dalam gudang perusahaan, termasuk di dalamnya biaya gudang. ;ariabel#"ariabel tersebut saling berhubungan satu sama lain. !ujuan penulis membahas mengenai pemeriksaan operasional terhadap proses produksi dan persediaan adalah untuk menilai efisiensi, dan efekti"itas dalam pelaksanaan proses produksi perusahaan dan untuk menge"aluasi penyebab terjadinya masalah#masalah yang terdapat dalam pengelolaan persediaan perusahaan, dan diharapkan hasil analisa penulis dapat dijadikan masukan bagi pihak manajemen perusahaan, sehingga perusahaan dapat meningkatkan laba. .erangka pemikiran yang digunakan adalah sebagai berikut5

/ambar %. 11

Skema .erangka Pemikiran

Identifikasi 'asalah

Perumusan 'asalah5 !erjadinya ketidakefisienan produksi tabung gas 1 kg. !erdapat jumlah retur yang cukup banyak tiap tahunnya yang menyebabkan meningkatnya biaya rework. .etidaksesuaian jumlah persediaan antara laporan gudang dengan catatan akuntansi. Penyelesaian hasil produksi tidak tepat waktu. Penelitian kepustakaan Sur"ei Pendahuluan )bser"asi Aawancara Daftar Pertanyaan =.uesioner> Penelaahan dan Pengujian atas Sistem Pengendalian Intern Pelaksanaan Pemeriksaan )perasional Pengujian !erinci Pelaporan $asil Pemeriksaan .esimpulan .esimpulan dari pelaksanaan pemeriksaan operasional Saran#Saran Perbaikan BAB III

Pengumpulan Data

18

MET"DE PENELITIAN

'etode penelitian adalah suatu cara atau prosedur yang digunakan dalam melakukan penelitian, yang meliputi dari awal suatu penelitian sampai pada akhir penelitian. Penelitian ini dimaksudkan sebagai suatu kegiatan mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menganalisa data yang dilakukan secara efisien dan sistematis. !ujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebab#akibat dari keadaan yang terjadi dalam objek penelitian. $asil dari penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan dalam

menyelesaikan suatu masalah yang rele"an pada objek penelitian.

A. Pemilihan "!jek Penelitian )bjek yang diteliti dalam penulisan skripsi ini yaitu proses produksi dan kegiatan pengelolaan persediaan tabung gas elpiji 1 kg tipe -.' pada P!. -estarijaya .anakamakmur. 0enis persediaan tersebut merupakan permintaan resmi dari P!. Pertamina yang diperoleh perusahaan melalui mekanisme tender P!. Pertamina. Perusahaan memiliki kantor dan pabrik, di mana kantor perusahaan terletak di 0l. Pinangsia !imur ,o <#?, 0akarta Barat dan pabrik perusahaan terletak di 0l. .apuk .amal +aya ,o. 8@, 0akarta Utara.

B. Teknik Pengum&ulan Data 19

Data dan informasi merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam penelitian yang harus merupakan data yang dapat dipercaya, tepat waktu dan rele"an dengan masalah yang akan dibahas. Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan dalam penelitian lapangan tersebut, dilakukan dengan cara5 . Pengamatan =)bser"asi> Pengamatan merupakan kegiatan pengumpulan data yang dilakukan dengan melakukan peninjauan secara langsung terhadap akti"itas proses produksi dan pengelolaan persediaan P! -estarijaya .anakamakmur. Pengamatan dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses produksi dan proses pengadaan persediaan, penerimaan persediaan di gudang, penyimpanan persediaan, serta pengeluaran persediaan yang dilakukan oleh perusahaan. %. Aawancara =inter"iew> Penelitian dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara lisan kepada manajer bagian produksi dan bagian penjualan untuk memberikan informasi yang diyakini kebenarannya serta pihak#pihak lain yang terkait untuk memperoleh gambaran umum mengenai kegiatan usaha perusahaan dan informasi#informasi yang berkaitan dengan akti"itas produksi dan pengelolaan persediaan pada P!. -estarijaya .anakamakmur seperti kebijakan dan prosedur operasional yang berlaku di perusahaan.

1. Daftar pertanyaan =Fuestioner> 1<

.uesioner adalah angket yang berkaitan dengan masalah yang diteliti yang digunakan untuk mengumpulkan data atas jawaban responden terhadap pertanyaan tertutup yang diajukan secara sistematis dan akurat. .uesioner yang diajukan berkaitan dengan kebijakan#kebijakan dalam kegiatan proses produksi dan pengendalian intern perusahaan atas kegiatan pengadaan, penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran persediaan, serta pencatatan dan perhitungan fisik persediaan barang dagang yang dilakukan oleh perusahaan. Dari +nternal *ontrol Auestionnaires =IBC> tersebut akan diperoleh informasi yang nantinya akan dijadikan sebagai dasar bagi peneliti dalam melakukan pemeriksaan operasional terhadap kegiatan poses produksi dan pengelolaan persediaan perusahaan. 8. Dokumentasi Dokumentasi dilakukan dengan mengumpulkan dan mempelajari data, dokumen# dokumen, dan catatan#catatan perusahaan yang berhubungan dengan proses produksi dan prosedur pengelolaan persediaan untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai kegiatan operasional perusahaan. Penggunaan dokumen telah diiGinkan oleh pihak perusahaan dan hanya digunakan untuk kepentingan studi kasus dalam skripsi ini.

C. Teknik Peng'lahan Data Data yang telah dikumpulkan dalam tahap pengumpulan data perlu diolah dan dianalisis terlebih dahulu untuk menjadi informasi. !ujuannya untuk

menyederhanakan seluruh data yang telah dikumpulkan dari hasil penelitian, 1@

disajikan dalam susunan yang baik dan sistematis, setelah itu akan dianalisis dan kemudian ditarik kesimpulan serta mempunyai makna yang lebih bermanfaat dalam memecahkan masalah penelitian. 'etode#metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah5 . metode analisis deskriptif kualitatif 'etode ini membantu untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas dan terperinci mengenai gambaran pelaksanaan atas proses produksi dan pengelolaan persediaan pada P!. -estarijaya .anakamakmur. %. 'etode analisis kuantitatif 'etode yang dilakukan dengan cara mengambil data yang berhubungan dengan proses produksi dan pengelolaan persediaan perusahaan yang diharapkan dapat membantu menilai efekti"itas dan efisensi atas persediaan pada P! -estarijaya .anakamakmur. Data kuantitatif diperoleh dari obser"asi perusahaan serta penelitian atas dokumen#dokumen yang berhubungan dengan pengelolaan persediaan pada P! -estarijaya .anakamakmur, menurut sumbernya 5 a. Data Intern Data intern perusahaan yang diperoleh penulis, yakni data laporan keuangan P! -estarijaya .anakamakmur tahun %66@#%667.

b. Data *kstern 1?

# Data primer yang berhasil diperoleh penulis yakni data#data perusahaan mengenai pengendalian internal atas proses produksi dan pengelolaan persediaan perusahaan yang di dapat melalui wawancara, kuisioner, serta pengamatan langsung. = tabel 8. > # Data sekunder yang diperoleh penulis yakni, berupa teori#teori yang rele"an dengan keseluruhan pengerjaan skripsi ini yang diperoleh melalui penelitian kepustakaan dari buku#buku. =disajikan secara terperinci pada B&B II skripsi ini> !eknik pengolahan data yang digunakan adalah5 &. ,diting Dalam proses editing, data yang terkumpul di olah dan diperiksa kembali agar dapat digunakan untuk mendukung penelitian ini. !ujuan dari kegiatan editing adalah untuk mengetaui apakah data yang telah dikumpulkan cukup baik dan dapat digunakan untuk keperluan penelitian. ". Berifying Pada verifying dilakukan pemeriksaan apakah data yang terkumpul rele"an dengan penelitian yang akan dilakukan. '. Analy/ing 'erupakan pemeriksaan hasil#hasil yang diperoleh dengan suatu pengamatan, jawaban dan keterangan dalam daftar Internal Cuestionnaires =IBC> untuk menge"aluasi pelaksanaan proses produksi dan pengelolaan persediaan. Setelah melakukan audit operasional terhadap pengeloaan persediaan, maka akan 17

dihasilkan temuan#temuan audit =audit findings>. Audit findings tersebut akan dijadikan dasar dalam laporan. Dalam laporan tersebut akan dibahas mengenai audit findings dan saran serta rekomendasi yang perlu dilakukan.

BAB I(

86

HA IL PENELITIAN

A. %am!aran Umum Perusahaan ). ejarah dan Perkem!angan Perusahaan P!. -estarijaya .anakamakmur didirikan pada tanggal %7 &gustus 77< dengan alamat 0l. .umbang ,o.98 Pegadungan .alideres, 0akarta Barat sesuai dengan akte ,o.<< yang dibuat dikantor ,otaris !joek +atriawan, S$. yang berlokasi di 0akarta, yang kemudian di ganti dengan akte perubahan ,o.%8 tanggal 1 'ei %669. P!. -estarijaya .anakamakmur yang saat ini berkedudukan di 0l. Pinangsia !imur ,o <#?, 0akarta Barat, merupakan perusahaan manufaktur yang terfokus pada pengadaan barang kon"ersi minyak tanah ke elpiji. Dalam pengadaan barang yang dimaksud, perusahaan merakit kompor dan tabung gas di pabrik milik perusahaan yang berkedudukan di 0l. .apuk .amal +aya ,o. 8@, 0akarta utara. Barang#barang yang dijual antara lain kompor gas satu tungku dan tabung gas elpiji 1 kg dengan menggunakan 'erk Dagang 4S&PP)+)4. Perusahaan mempunyai tujuan yakni mencari laba semaksimal mungkin dalam jangka panjang dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan. )leh karena itu, perusahaan terus memperluas bidang usahanya dan memperbaiki sistem yang telah diterapkan oleh perusahaan.

*.

truktur "rganisasi dan Uraian Tugas 8

Untuk menjamin agar suatu perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnnya, maka suatu perusahaan baik besar maupun kecil harus memiliki struktur organisasi. Aalaupun perusahaan#perusahaan kecil memiliki masalah#masalah organisasi yang lebih sedikit daripada perusahaan besar tetapi dalam organisasi terdapat hubungan diantara orang#orang yang menjalankan akti"itas#akti"itas sehingga struktur organisasi tetap diperlukan. Untuk itu perlu dibuat suatu struktur yang memberikan gambaran mengenai hubungan#hubungan yang terjadi dalam organisasi termasuk pula hubungan antar masing#masing kegiatan atau fungsi yang memperlihatkan secara jelas pembagian tugas. Struktur organisasi merupakan uraian sistem yang saling berhubungan secara teratur dari berbagai tingkat jenjang jabatan, yaitu dimulai dari pimpinan sampai dengan tingkat bawah, yang bertujuan agar tindakan yang diambil perusahaan dapat lebih terarah dan mencapai tujuan perusahaan. Bagi suatu perusahaan, struktur organisasi terutama bertujuan untuk5 a. 'emperjelas wewenang dan tanggung jawab yang diperlukan untuk

melaksanakan pembagian tugas dan kerja. b. 'enggambarkan hubungan kerja "ertikal =hierarki kepemimpinan> dan hubungan kerja horiGontal =koordinasi> perusahaan.

c. Sebagai pedoman dalam menyusun prosedur#prosedur tertulis tentang akti"itas usaha 8%

d. 'emperjelas masalah pembagian tugas dan kerja Suatu gaya manajemen yang berbeda tentunya juga memiliki struktur organisasi yang berbeda. Selain itu penyusunan struktur organisasi dipengaruhi oleh beberapa hal penunjang seperti jenis usaha dan besar kecilnya perusahaan, sehingga dengan demikian struktur organisasi suatu perusahaan akan berbeda dengan perusahaan lainnya. Salah satu faktor suksesnya suatu perusahaan yaitu tergantung pada organisasi yang baik, yang berarti pula tergantung pada struktur organisasinya. &dapun struktur organisasi yang baik adalah sederhana dan fleksibel, dalam arti dapat memisahkan tugas dan tanggung jawab secara jelas sehingga mempermudah dalam mengarahkan dan mengawasi tugas dari setiap indi"idu yang terlibat dalam perusahaan serta dapat mengikuti perkembangan perusahaan. Untuk memperjelas tugas dan tanggung jawab makan dibuat struktur organisasi. P!. -estarijaya .anakamakmur merupakan perusahaan dalam bentuk organisasi yang sederhana, karena sebagian besar keputusan masih berada di tangan pimpinan perusahaan yang juga merupakan pemilik perusahaan. &dapun bentuk struktur organisasi P!. -estarijaya .anakamakmur merupakan struktur organisasi garis, dimana setiap bawahan mempunyai satu orang atasan saja. 'asing#masing bagian dalam perusahaan ini membawahi beberapa staf dan setiap atasan menjalankan semua fungsi pengawasan di dalam bagiannya. Struktur organisasi garis pada P!.

-estarijaya .anakamakmur digambarkan pada halaman berikut5

81

+. $egiatan Usaha Perusahaan

88

P!. -estarijaya .anakamakmur merupakan perusahaan manufaktur yang menyediakan barang#barang kon"ersi minyak tanah ke elpiji seperti tabung gas elpiji dan kompor gas tungku. 2ang akan dibahas adalah tahapan produksi tabung gas

elpiji 1 kg. !ahapan proses produksi atas pengadaan tabung gas tersebut, yakni5 > )lithing Dalam tahap ini, plat baja tipe S/ %79 dengan ketebalan %,1 mm di potong# potong menjadi bentuk kotak#kotak, yang kemudian akan di bentuk pada tahap drawing. Pelaksanaan proses dilakukan oleh 1 orang karyawan pabrik. %> -rawing Dalam tahap ini, potongan kotak#kotak plat baja di bentuk menjadi lekukan dengan menggunakan hydrolic press sehingga menjadi bentuk mangkuk, yang selanjutnya akan menjadi bagian atas dan bawah lapisan luar tabung. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. 1> .ffsetting Dalam tahap ini, potongan yang telah di press pada tahap drawing di kikir salah satu bagian dari lapisan luar tabung tersebut agar antara bagian atas dan bawah tabung bisa klop. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik.

8> -as neck ring D /'&A 89

Dalam tahap ini neck ring yang merupakan saluran keluar masuk gas =isi tabung>, di las dengan body tabung agar menjadi satu kesatuan. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. 9> -as circum D S'&A Dalam tahap ini, dilakukan las antara kedua bagian lapisan yang telah di gabungkan pada tahap offsetting, agar menjadi satu kesatuan. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. <> Annealing Dalam tahap ini, tabung yang telah jadi dibakar di dalam o"en agar masing# masing bagian yang telah di proses semakin menyatu satu sama lain. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. @> Pra test kedap Dalam tahap ini, dilakukan pengetesan kekedapan udara tabung, dilakukan pengecekan apakah terdapat kebocoran atau tidak. Proses ini dilaksanakan oleh 1 orang karyawan pabrik. ?> 9idro statis test Dalam tahap ini, tabung dicelupkan kedalam air, untuk mengecek kembali kekedapan udara dalam tabung, yang dapat diketahui melalui gelembung# gelembung dalam air jika terdapat kebocoran. Proses ini dilaksanakan oleh 1 orang karyawan pabrik.

7> )hot blasting 8<

Dalam tahap ini tabung gas kosong dimasukkan ke dalam suatu ruangan, di mana dalam ruangan tersebut tabung tersebut ditembak oleh ribuan peluru# peluru kecil yang terbuat dari bijih besi, guna memperhalus permukaan tabung. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. 6> )tamping and number Dalam tahap ini, tabung gas yang telah jadi di berikan stempel dan pemberian nomor seri tabung dengan melakukan manual emboss system. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. > !ainting C .ven Dalam tahap ini dilakukan pengecatan tabung dan pemanasan. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. %> Balve installation Dalam tahap ini dilakukan pemasangan valve, yang berfungsi sebagai kepala tabung untuk penyambung dengan regulator. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. 1> <eak test !ahap pengecekan kebocoran valve. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. 8> !rinting Dilakukan proses sablon lambang elpiji =api> pada body tabung. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. 9> Auality *ontrol 8@

Dalam tahap ini, bagian Auality *ontrol perusahaan melakukan re"iew ulang tahap demi tahap serta penilaian kelayakan barang jadi. Proses ini dilaksanakan oleh % orang karyawan pabrik. <> Distribusi !abung gas yang telah selesai diproduksi, disimpan dalam gudang dan akan segera dikirim kepada pelanggan sesuai dengan pesanan. Proses ini dilaksanakan oleh 1 orang karyawan pabrik.

B. Analisis dan Pem!ahasan ). ur,ei Pendahuluan Sur"ei pendahuluan merupakan suatu upaya untuk mendapatkan informasi umum dan latar belakang mengenai semua aspek dari organisasi, kegiatan, program, atau sistem yang ditetapkan untuk diperiksa agar diperoleh gambaran yang memadai mengenai obyek pemeriksaan. Pada tahap ini, dilakukan identifikasi terhadap berbagai bidang dan peristiwa yang dianggap penting dan menentukan bagian#bagian mana yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Pada awal perencanaan audit, perlu diterapkannya suatu tujuan agar hasil yang dicapai dapat maksimal. !ujuan dari pemeriksaan operasional ini adalah sebagai berikut5 a. Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian intern yang baik dan memadai atas proses produksi dan pengelolaan persediaan.

8?

b. Untuk memeriksa apakah proses produksi dan pengelolaan persediaan telah dijalankan sesuai dengan kebijakan perusahaan. c. Untuk menilai efisiensi dan efekti"itas kegiatan proses produksi. d. Untuk mengidentifikasi masalah yang timbul dalam proses produksi dan pengelolaan persediaan. e. Untuk memberikan saran dan rekomendasi yang dibutuhkan dalam memperbaiki kelemahan#kelemahan yang ada. Pada tahap sur"ey pendahuluan ini, juga mengidentifikasi beberapa indikasi masalah dalam perusahaan, yaitu5 a. .emungkinan adanya ketidakefisienan produksi tabung gas elpiji 1 kg. b. .emungkinan!erdapat jumlah retur yang cukup banyak tiap tahunnya yang menyebabkan meningkatnya biaya rework. c. .emungkinan terjadinya ketidaksesuaian jumlah persediaan antara laporan gudang dengan catatan akuntansi. d. .emungkinan terjadinya penyelesaian hasil produksi tidak tepat waktu. *. Taha& Pengujian atas Pengendalian Intern Pengujian atas pengendalian bertujuan untuk menilai efektifitas dari sistem pengendalian manajemen dan mengidentifikasi kelemahan#kelemahan dalam pengendalian intern. Dalam tahap ini dilakukan wawancara untuk mendapatkan informasi guna mengidentifikasi masalah yang ada dalam perusahaan. Besarnya jumlah barang yang produksi dan jadwal produksi yang telah ditentukan akan menentukan besarnya persediaan optimum. Persediaan yang terlalu banyak atau 87

berlebihan akan merugikan perusahaan karena akan lebih banyak uang yang harus dikeluarkan untuk mengatasi biaya#biaya yang timbul akibat persediaan tersebut. &pabila persediaan yang terlalu sedikit akan merugikan perusahaan karena kelancaran dari kegiatan produksi dan distribusi perusahaan terganggu. $al ini juga dapat menimbulkan biaya#biaya tambahan karena adanya pesanan barang dari pelanggan sedangkan barang atau bahan yang dibutuhkan tidak tersedia sehingga perusahaan harus memesan persediaan kembali =out of stock cost> untuk dapat memenuhi pesanan pelanggan. Untuk menentukan jumlah persediaan yang tepat atau tidak berlebihan dan tidak kekurangan, saat ini P! -estarijaya .anakamakmur menerapkan metode just in time yang berpusat pada pengurangan biaya melalui peniadaan persediaan. Perusahaan memesan bahan baku ke pemasok tetapi tidak langsung dikirim ke gudang perusahaan. Bahan baku tersebut masih berada di tempat pemasok karena dapat mengurangi atau memperkecil tempat penyimpanan yang dibutuhkan, memperkecil resiko usang dan kerusakan. Perusahaan juga melakukan perjanjian dengan pemasok, dengan mencantumkan jumlah kuantitas yang diperkirakan akan dibutuhkan perusahaan selama dua bulan yang dilakukan dengan konsep ,conomic .rder Auantity. Selain wawancara, juga dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan daftar pertanyaan dalam bentuk +nternal *ontrol Auestionnaires =IBC> yang digunakan untuk mempelajari sistem yang berkaitan dengan pengendalian intern atas proses produksi dan pengelolaan persediaan yang terdapat pada P! -estarijaya 96

.anakamakmur. Berikut ini merupakan +ntenal *ontrol Auestionnaires =IBC> atas pengelolaan persediaan =pemesanan, penerimaan, penyimpanan, dan pengeluaran persediaan> pada P! -estarijaya .anakamakmur5 Berikut ini adalah daftar pertanyaan mengenai pengendalian atas proses produksi pada P! -estarijaya .anakamakmur5

!abel 8. +nternal *ontrol Auestionnaires P! -estarijaya .anakamakmur

N'. A. . %. 1. 8. 9.

Pertan-aan Umum &pakah perusahaan mempunyai struktur

. 2

$eterangan

organisasiH &pakah terdapat Dob -escriptionH &pakah pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab sudah jelasH &pakah gudang bahan baku dan barang

2 2 2

jadi berbedaH &pakah terdapat pemisahan fungsi antara bagian gudang dengan5 a. Bagian akuntansiH b. Bagian pembelianH c. Bagian penjualanH 2 2 2

9%

91

N'. B B.) . %. 1.

Pertan-aan Pr'duksi Peren/anaan &pakah bahan baku yang digunakan perusahaan berkualitas baikH &pakah perusahaan memiliki jadwal produksiH &pakah rencana produksi dibuat berdasarkan permintaan pelanggan =Pertamina>H

$eterangan

2 2 Perusahaan selalu membuat rencana 2 produksi berdasarkan permintaan pelanggan =Pertamina>.

8.

&pakah area produksi =pabrik> mempunyai5 a. Penerangan yang cukupH 2 2 2

9.

b. !empat yang memadaiH &pakah terdapat denah tata letak produksiH

N'. B.* . %. 1. 8.

Pertan-aan Pelaksanaan Pengel'laan Pr'duksi &pakah pelaksanaan proses produksi sudah sesuai dengan prosedurH &pakah ada instruksi tertulis mengenai pelaksanaan produksiH &pakah ada perhitungan bahan baku 98 yang digunakan dlm proses produksiH &pakah hasil output=kuantitas> sudah sesuai dengan standarH

$eterangan

2 2 2 )utput=kuantitas> ! tidak sesuai dengan

standar. 9. <. &pakah terdapat standar pemakaian bahan baku untuk setiap produksiH &pakah ada pemisahan proses produksi tabung normal dengan rework6 C @. C.) . %. Persediaan &pakah dalam pelaksanaan produksi Peren/anaan &pakah terdapat pengawas khusus di masih terdapat lemburH gudangH &pakah persediaan tercegah dari5 a. PencurianH N'. ?. 1. 8. 9. . b. .erusakanH Pertan-aan c. .ebakaranH &pakah setelah lembur jumlah output d. BanjirH sesuai dengan jumlah standar longshiftH &pakah terdapat gudang untuk menyimpan persediaan yang rusakH &pakah perusahaan mempunyai standar kualitas untuk setiap barangH &pakah setiap persediaan diasuransikan &pakah dilakukan pengecekan terhadap dengan memadaiH bahan baku oleh bagian 1uality controlH Pertan-aan &pakah persediaan dipisahkan atas kelompok5 istem Pen/atatan Pr'duksi &pakah output aktual produksi selalu a. Bahan bakuH dicatatH b. Barang dalam prosesH c. Bahan pembantuH %. C.* . d. Barang jadiH &pakah terdapat selisih antara output Pelaksanaan Pengel'laan Persediaan &pakah area penyimpanan persediaan aktual produksi dengan standar mempunyai5 produksiH 99 2 .arena proses rework 2 terjadi setelah proses produksi .epala bagian 2 2 2 2 . 2 Setelah lembur, 2 ! 2 2 2 2 . T jumlah output masih tidak sesuai dengan jumlah standar longshift.=lampiran <> Bagian 1uality control melakukan re"iew ulang tahap demi $eterangan tahap serta penilaian Perusahaan tidak kelayakan barang jadi. memiliki barang 2 2 2 2 ! &da pencatatan dalam proses. atas output aktual yang diproduksi= kartu stok>. &da perbedaan antara output aktual produksi 2 dengan standar produksi T $eterangan &da, kepada gudang produksi, dokumen terdiri dari % orang. slip gaji.

N'. <. B.+ .

N'.

Pertan-aan

$eterangan

khusus untuk pemakaian bahan baku atas reworkH 8. 9. <. %. @. 1. &pakah perusahaan mempunyai standar kualitas untuk setiap bakuH a. Penerangan yangbahan cukupH &pakah terdapat keterlambatan bahan b. !empat penyimpanan yang baku yang dipesanH &pakah keterlambatan bahan baku memadaiH &pakah luas daerah penyimpanan mengganggu proses produksiH &pakah semua bahan baku yang dibeli persediaan memadaiH &pakah bagian gudang selalu membuat langsung diserahkan ke gudangH laporan tertulis atas5 a. Penerimaan persediaanH 8. ?. N'. 9. <. B.1 N'. . 7. b. Pengeluaran persediaanH &pakah semua barang dikeluarkan &pakah semua barang yang dihasilkan melalui gudangH dari proses produksi langsung Pertan-aan &pakah bukti pengeluaran barang diserahkan ke gudangH diotorisasi oleh pejabat berwenangH &pakah setiap klasifikasi persediaan diberi kode khususH Pencatatan Persediaan Pertan-aan &pakah proses perusahaan melakukan produksi dimulai sesuai penilaian persediaan dengan dengan yang dijadwalkanH menggunakan metode5 a. 3I3)H b. -I3)H %. c. &"erageH &pakah metode pencatatan persediaan perusahaan5 a. PerpetualH 2 2 ! ! 2 2 2 2 2 ! !

khusus untuk pemakaian bahan baku atas rework.

Barang

diperiksa

terlebih dahulu oleh bagian 1uality control

2 2 2 . 2 2 .

kemudian diserahkan ke gudang. Barang T ! diperiksa

terlebih dahulu oleh $eterangan Bukti pengeluaran bagian 1uality control barang. kemudian diserahkan ke gudang.

T !

$eterangan Proses produksi tidak sesuai dengan yang dijadwalkan

9<

1. 8.

b. PeriodikH &pakah semua persediaan telah dibuatkan kartu persediaanH &pakah perusahaan melakukan pencatatan persediaan langsung setelah 2

N'. 9.

terjadi transaksiH Pertan-aan &pakah pencatatan persediaan dilakukan oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan penyimpanan dan

2 .

$eterangan Pencatatan persediaan dilakukan oleh bagian accounting.

<.

pengurusan persediaanH &pakah metode penilaian dan pencatatan persediaan dilakukan secara

@. ?.

konsisten dari tahun ke tahunH &pakah ada instruksi tertulis mengenai perhitungan fisik persediaanH &pakah perhitungan fisik persediaan dilakukan oleh pegawai yang juga bertugas mengurus dan menyimpan persediaanH

2 2 Perhitungan fisik persediaan dilakukan oleh pegawai yang 2 juga bertugas mengurus dan menyimpan persediaan tetapi ditemanin

7.

&pakah perhitungan fisik bahan baku

bagian accounting. Dilakukan setahun

9@

dan barang jadi dilakukan secara 6. berkalaH &pakah perhitungan fisik dilakukan secara mendadakH Die"aluasi oleh, 2

sekali, yaitu pada akhir tahun.

0akarta, 6 'aret %6 Disetujui oleh,

*dy

Iwan Setiawan

.esimpulan5 Secara umum perusahaan memiliki internal control yang cukup baik, dilihat dari perusahaan memiliki struktur organisasi yang jelas, terdapatnya pembagian tugas yang jelas, selain itu terdapat pemisahan fungsi yang baik sehingga kemungkinan untuk terjadi fraud sangat kecil. Berdasarkan hasil IBC proses produksi dan pengelolaan persediaan, beberapa kekuatan yang ditemukan atas pengendalian internal atas proses produksi dan persediaan pada P! -estarijaya .anakamakmur adalah sebagai berikut5 . Perusahaan mempunyai struktur organisasi, garis wewenang dan pembagian tanggung jawab yang jelas. %. !erdapat pemisahan fungsi antara bagian gudang dengan bagian akuntansi, bagian pembelian, bagian penjualan,bagian produksi dan bagian penerimaan barang. 1. Perusahaan mempunyai standar kualitas untuk setiap barang yang dihasilkan dari proses produksi.

9?

8. Setiap transaksi yang berkaitan dengan persediaan diotorisasi oleh pejabat berwenang dengan menggunakan dokumen yang memadai. 9. Semua jenis persediaan telah dibuatkan kartu persediaan. <. Barang hasil produksi tidak langsung disimpan ke gudang tetapi diperiksa terlebih dahulu oleh bagian 1uality control. @. Perusahaan menggunakan metode penilaian dan sistem pencatatan yang konsisten dengan tahun#tahun sebelumnya. ?. !erdapat pemisahan tempat untuk menyimpan bahan baku, bahan pembantu, dan barang jadi. 7. Persediaan telah dikelompokkan berdasarkan klasifikasinya dan diberi kode#kode khusus. 6. &rea penyimpanan persediaan telah mempunyai penerangan yang cukup dengan luas yang memadai. . &danya pemisahan antara produksi normal dengan rework. Sedangkan kelemahan#kelemahan yang ditemukan atas pengendalian internal atas proses produksi dan persediaan pada P! -estarijaya .anakamakmur adalah sebagai berikut5 . 'asih terdapat keterlambatan bahan baku yang dipesan. %. &danya ketidakefisienan produksi tabung gas elpiji 1 kg. 1. !erdapat jumlah retur yang cukup banyak tiap tahunnya. 8. !idak ada catatan khusus untuk pemakaian bahan baku atas rework.

97

9. .etidaksesuaian jumlah persediaan antara laporan gudang dengan catatan akuntansi.

+. Pengujian $etaatan dan Pengujian Terin/i atas Pr'ses Pr'duksi dan Pengel'laan Persediaan Pemeriksaan ketaatan =compliance test, lihat pada lampiran > atas proses

produksi dan pengelolaan persediaan dilakukan untuk memperoleh keyakinan lebih lanjut terhadap efektifitas dan efisiensi pengendalian perusahaan. Dalam pemeriksaan ketaatan akan diketahui apakah semua prosedur yang telah ditetapkan, sesuai dengan kegiatan yang sebenarnya. Berikut ini disajikan analisis terhadap pengelolaan produksi dari sisi retur penjualan. !ujuan analisis dari sisi ini adalah untuk menilai efisiensi dan efekti"itas produksi dikaitkan dengan jumlah retur penjualan yang ada pada tahun %667. Data yang digunakan untuk mengukur efisiensi dan efekti"itas serta potensi kerugian yang timbul terdiri dari 5 a. Data penjualan tabung, jumlah retur dan rework gas elpiji 1 kg dari tahun %66@ sampai dengan %667 dalam satuan unit dan persen.

<6

!abel 8.% Data Penjualan =unit> dan +etur Penjualan dan 5ework =unit dan persen> dari tahun %66@#%667 ales Tahun 0ta!ung1 %66@ 9666 %66? 66666 %667 6666 +ata#rata 1%9666 #etur 0ta!ung1 9816 <896 <?89 ?@%9 #etur 021 8,@%I <,89I <,%%I 9,@<I #e3'rk #e3'rk 021 9816 8,@%I <896 <,89I <?89 <,%%I ?@%9 9,@<I

Sebenarnya perusahaan mengalami reject yang dikarenakan adanya beda ketebalan baja ketika coil =gulungan plat baja> dibuka di mana ketebalan yang di pesan adalah %,1 mm. .arena .rakatau Steel tidak menerima retur barang, maka resiko ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. 0adi bahan baku yang tidak sesuai kriteria akan dimasukan oleh perusahaan sebagai scrap. +etur tabung gas elpiji 1 kg terjadi kerena adanya kerusakan atau tidak sesuainya kriteria neck ring terhadap standar pertamina, masih kurang halusnya las#an antara mangkuk atas dan bawah tabung, dan adanya cacat pada tabung serta tebal tipisnya tabung. Barang yang di retur langsung di rework, sehingga jumlah retur sama dengan jumlah yang di rework. 5ework biasanya dilakukan pada bagian neck ring yang dikarenakan neck ring jelek atau rusak dan juga dilakukannya las ulang agar lebih halus lagi antara mangkuk atas dan mangkuk bawah tabung serta tebal tipisnya tabung akan dilakukan dengan penambalan atau pengikisan pada tabung.

<

b. Data jumlah rework dalam unit dan biaya#biaya =neck ring, las, dan biaya upah> yang dikeluarkan untuk pengerjaan ulang atau rework tersebut. !abel 8.1 Data jumlah rework dalam unit dan biaya#biaya =neck ring, las, dan biaya upah> untuk rework tahun %66@#%667
#e3'r k 9816 <896 <?89 Ne/k #ing 04t-1 9816 <896 <?89 Ne/k #ing 0#&1 +p 7.669.666 +p%@.@19.666 +p16.?6%.966 B. Pengra&ian Las +p 81.%@@. 66 +p 9 .86<.966 +p 98.998.<96 T. Bia-a #e3'rk +p <8.8%<.796 +p ? .78@.%96 +p ??.9@8.166 +p %18.78?.966 +p @?.1 <. <@

Tahun %66@ %66? %667

Bia-a U&ah +p %. 88.?96 +p %.?69.@96 +p 1.% @. 96 T. $eseluruhan #ata5rata

Perusahaan tidak melakukan pencatatan khusus untuk rincian terhadap pemakaian bahan baku tabung yg di rework sehingga asumsi semua retur yang di rework adalah bagian neck ring dan las sambungan. .isaran harga bahan baku neck ring untuk tahun %66@ adalah +p 1.966,# tahun %66? adalah +p 8.166,# dan untuk tahun %667 adalah +p 8966,#. Perusahaan menggunakan alat untuk merapikan las tabung yaitu offsetter di mana offsetter tersebut terdapat kawat las dan inti kawat yang seharusnya didepresiasikan oleh perusahaan. .arena perusahaan tidak mencatat perolehan dan depresiasi kawat las dan inti kawat maka asumsi yang didepresiasikan hanya alat .ffsetter#nya saja. Depresiasi offsetter per bulan adalah sebesar +p <.989.<<@,#. Berarti 5 Depresiasi offsetterDmenit J +p <.989.<<@ D 61?6menit J +p .978,# D menit

<%

Aaktu yang dibutuhkan untuk merapikan las tabung adalah selama 9 menit. Standar jam kerja efektif dalam satu bulan adalah sebanyak @1 jam. Dasar

penggunaan standar ini karena sesuai dengan Undang#undang +I ,o. 1 !ahun %661 tentang .etenagakerjaan, Bab K pasal @@ = @1 jamJ 61?6 menit> Untuk melakukan perhitungan biaya upah digunakan U'+ daerah D.I 0akarta tahun %66@ sebesar +p ? 7. 66,# tahun %66? sebesar +p 766.9<6,# dan tahun %667 sebesar +p 7@%.<68,#. Berarti biaya tenaga kerja per menit 5 !ahun %66@ J +p ? 7. 66,# D 61?6 menit J +p @7,# D menit. !ahun %66? J +p 766.9<6,# D 61?6 menit J +p ?@,# D menit. !ahun %667 J +p 7@%.<68,# D 61?6 menit J +p 78,# D menit. Dari tabel 8.8 tersebut, dapat disimpulkan bahwa Auality *ontrol pada bagian produksi belum terlaksana dengan baik yang dikarenakan adanya retur yang cukup banyak dari tahun %66@ ke %667. &kibatnya, perusahaan mengeluarkan biaya untuk rework tabung yang menyebabkan bertambahnya biaya operasional yaitu sebesar +p %18.78?.966,# secara keseluruhan dan rata#rata per tahun sebesar +p @?.1 <. <@,#. Selain itu, perusahaan juga tidak melakukan pencatatan khusus untuk rincian bahan baku yang dipakai untuk tabung yang di rework. c. Besarnya potensi saving dengan membandingkan biaya rework dengan biaya gaji.

<1

!abel 8.8 Potensi )aving Tahun Bia-a #e3'rk Bia-a %aji P'tensi a,ing %66@ +p <8.8%<.796 +p 9 . @9.?66 +p 1.%9 . 96 %66? +p ? .78@.%96 +p 9<.?<%.666 +p %9.6?9.%96 %667 +p ??.9@8.166 +p <1. ?6.666 +p %9.178.166 Untuk mengatasi biaya rework yang terjadi, perusahaan harus memperketat pelaksanaan Fuality control dengan memperkerjakan Fuality controller yang Fualified. &sumsi gaji Fuality controller tahun %6 6 adalah < juta D bulan pada tahun %6 6. &pabila .enaikan inflasi per tahun adalah sebesar 6I maka /aji Cuality controller 5 !ahun %6 6 J !ahun %667 J !ahun %66? J < juta L 76I J +p. 9.866.666,# 9,8 juta L 76I J +p. 8.?<6.666,# 8,?< juta L 76I J +p. 8.1@8.666,#

!ahun %66@ J 8.1@8.666 L 76I J +p. 1.71<.<66,# Sehingga jumlah gaji D tahun adalah 5 !ahun %66@ J 1.71<.<66 L % bulan M !ahun %66? J 8.1@8.666 L % bulan M !ahun %667 J 8.?<6.666 L % bulan M bulan !$+ J +p. 9 . @9.?66,# bulan !$+ J +p. 9<.?<%.666,# bulan !$+ J +p. <1. ?6.666,#

Dari !abel 8.9 dapat disimpulkan bahwa apabila perusahaan memperketat pelaksanaan Fuality control dengan memperkerjakan Fuality controller yang Fualified, maka potensi saving yang didapatkan pada tahun %66@ sebesar +p

<8

1.%9 . 96,# tahun %66? sebesar +p %9.6?9.%96,#dan tahun %667 sebesar +p %9.178.166,#.

d. Perbandingan )utput dengan *fisiensi untuk tahun %667. !abel 8.9 Perbandingan )utput long shift dengan )utput &ktual 0umlah $ari .erja 0umlah -ongshift Bulan Senin 'enit =menit> .erja sDd 0umat Sabtu 0an %6 8 71<6 %86 3eb %6 8 71<6 %86 'ar %6 1 7 %6 8?6 &pr %% 8 6%66 %86 'ei 7 9 7 ?6 8?6 0un % 8 7@?6 8?6 0ul %% 8 6%66 8?6 &gs %6 9 7<66 8?6 Sept %6 8 71<6 %86 )kt %6 1 7 %6 8?6 ,o" 7 9 7 ?6 %86 Des 7 1 ?%?6 8?6 ))*98 T'tal *67 86 : 8;<: 0umlah $ari sabtu dan long shift per bulan 5 0an J sabtu 8 hari, long shift L 3eb J sabtu 8 hari, long shift L 'ar J sabtu 1 hari, long shift %L 0ul J sabtu 8 hari, long shift %L &gs J sabtu 9 hari, long shift %L SeptJ sabtu 8 hari, long shift L Standar )utput Produksi =longshift> 7 ?6 %%86 %%86 11 % %1 % 16?6 1< < %?8? %%86 %%86 %66? @68 )89:*: )utput <7? 7% % 7%@% 6<<? 77?% 6<9< 679< 688% 7@? 7?@7 7<1% 71?8 ))<68;

I *ffisiensi @<I @9I @<I ?6I ? I ? I ?6I ? I ?6I ? I ?6I ?6I 972

<9

&pr J sabtu 8 hari, long shift L 'ei J sabtu 9 hari, longshift %L 0un J sabtu 8 hari, long shift %L

)kt J sabtu 1 hari, long shift %L ,o" J sabtu 9 hari, long shift L Des J sabtu 1 hari, long shift %L

Pada hari senin sampai dengan jumat, perusahaan bekerja selama ? jam =untuk produksi selama @ jam dan dikurangi allowance selama jam>. Pada hari sabtu

perusahaan bekerja selama 9 jam =untuk produksi selama 8 jam dan dikurangi allowance jam>. !iap longshift akan dikurangi allowance jam, dari 9 jam menjadi

8 jam. Perusahaan mempunyai 1 mesin produksi tabung. Pada bulan 3ebruari perusahaan melakukan penambahan menjadi 8. Perhitungan allowance selama mesin sehingga mesin produksi tabung jam merupakan pertimbangan allowance

yang didasarkan pada adanya penggunaan waktu bagi karyawan untuk keperluan ke kamar kecil dan beribadah. Perhitungan allowance ini sebagai pengurang waktu kerja yang tersedia. .apasitas produksi mesin per minggu adalah sebanyak %666 tabung. Perhitungan Standar Produksi !abung /as *lpiji 1 kg perusahaan 5 0umlah produksi tabung 0umlah produksi tabung mesinDhari =senin#jumat>J 8%6D1#< tabungJ 18 tabung mesinDhari =sabtu> J %86D1#8 tabungJ @< tabung

=8%6 menit J @ jam, %86 menit J 8 jam> Dari !abel 8.< menunjukkan bahwa tingkat efisiensi rata#rata yang dicapai perusahaan sebesar @7I. &rtinya, masih terdapat ketidakefisiensi perusahaan sebesar % I. Salah satu penyebabnya adalah adanya ketelatan bahan baku yaitu plat baja tipe S/#%79, di mana kuota pemesanan diberikan sesuai dengan jumlah kuota dalam

<<

tender periode bersangkutan. Sehingga jadwal produksi tabung menjadi lebih telat dilaksanakan. Pada !abel 8.@ menunjukkan adanya ketelatan bahan baku sebesar 9I.

e. -ama ketelatan bahan baku pada tahun %667 !abel 8.< .etelatan Bahan Baku tahun %667
0umla h )rder 96666 <6666 Perencanaan Produksi 'ulai 6 D6%D%667 6 D6@D%667 Selesai 16D6<D%667 %6D %D%667 0umla h $ari %% 19 !gl masuk Bahan Baku 6@D6%D%667 6?D6@D%667 -ama !elat Bahan Baku $ari < @ I 9I 9I

,omor )rder

6%1DIDP*+!&'I,&D%667 6<%D;IIDP*+!&'I,&D%66 7

f. Perbandingan Standar )utput Produksi long shift dengan normal !abel 8.@ Perbandingan Standar )utput Produksi long shift dengan normal 0umlah $ari .erja Senin sDd 0umat Sabtu %6 8 %6 8 %6 1 %% 8 7 9 % 8 %% 8 %6 9 0umlah 'enit .erja 71<6 71<6 7 %6 6%66 7 ?6 7@?6 6%66 7<66 Standar )utput Produksi =longshift> 7 ?6 %%86 %%86 11 % %1 % 16?6 1< < %?8? Standar )utput Produksi ,ormal ?79% 71< <1% 166? @68 %8@% 166? %%86 Selisih

Bulan 0an 3eb 'ar &pr 'ei 0un 0ul &gs

-ongshift =menit> %86 %86 8?6 %86 8?6 8?6 8?6 8?6

Cty %%? 168 <6? 168 <6? <6? <6? <6?

I 1I 1I 9I %I 9I 9I 9I 9I

<@

71<6 %86 %%86 71< 168 1I 7 %6 8?6 %%86 <1% <6? 9I 7 ?6 %86 %66? @68 168 1I ?%?6 8?6 @68 67< <6? 9I ))*98 ;9: T'tal *67 86 : 8;<: )89:*: )8)+*: : 82 Pada !abel 8.? dilakukan perbandingan terhadap standar output produksi long shift dengan yang normal. Selisih total antara kedua standar output tersebut adalah sebesar 9@66 tabung atau sebesar 8I. $al ini menunjukkan bahwa walaupun sudah dilakukan long shift oleh perusahaan, tetapi produksi tabung yang dihasilkan masih tidak terlalu signifikan. Bontoh perhitungan Standar )utput Produksi longshift 5 a. Bulan 0anuari N= 18 tabung L %6 hari> M =@< tabung L 8 hari> M =@< tabung L shift>O L 1 mesin J 7 ?6 tabung b. Bulan 3ebruari N= 18 tabung L %6 hari> M =@< tabung L 8 hari> M =@< tabung L shift>O L 8 mesin J %%86 tabung Bontoh perhitungan Standar )utput Produksi normal 5 a. Bulan 0anuari N= 18 tabung L %6 hari> M =@< tabung L 8 hari>O L 1 mesin J ?79% tabung b. Bulan 3ebruari N= 18 tabung L %6 hari> M =@< tabung L 8 hari>O L 8 mesin J 71< tabung hari long hari long

Sept )kt ,o" Des

%6 %6 7 7

8 1 9 1

<?

Perhitungan rasio pada pengujian ini adalah sebagai berikut =nilai harga pokok penjualan dan persediaan dapat dilihat pada lampiran 1 dan 8> 5 a. +nventory 4urnover +nventory turnover "##E = = = *ost of oods sold Average +nventory 7.176.1%8.@?6 = <.?%9.% 8.?? M 9.19@. <1.167 > D% ,98 kali

+nventory turnover "##F = =

*ost of oods sold Average +nventory %.19?.<<?.8%< = 9.19@. <1.167 M <.777.1 7.<@? > D%

= % kali

.esimpulan5 Berdasarkan data yang didapat dari hasil perhitungan di atas terlihat bahwa nilai inventory turnover pada P! -estarijaya .anakamakmur mengalami kenaikan pada tahun %66?#%667 dari ,98 kali menjadi % kali. $al ini menunjukkan bahwa tingkat perputaran persediaan pada tahun %667 lebih cepat daripada tahun %66?. b. -ays to )ell +nventory -ays to )ell +nventory "##E = Average +nventory *ost of oods )old >

<7

'$# = = <.?%9.% 8.?? M 9.19@. <1.167 > D% 7.176.1%8.@?6 D 1<6

= %11,9% days

-ays to )ell +nventory "##F =

Average +nventory *ost of oods )old > '$# =9.19@. <1.167 M <.777.1 7.<@?> D% %.19?.<<?.8%< D 1<6 @7,7< days

.esimpulan5 ,ilai days to sell inventory P! -estarijaya .anakamakmur mengalami penurunan pada tahun %66?#%667 dari %11,9% hari menjadi @7,7< hari. $al ini menunjukkan bahwa perusahaan membutuhkan waktu yang lebih sedikit dalam menjual persediaannya pada tahun %667 dan perusahaan telah lebih efisien dalam mengelola persediaannya. c. )ales to +nventory )ales to +nventory "##E = )ales Average +nventory %.@67.?%7.771 = <.?%9.% 8.?? M 9.19@. <1.167 > D%

@6

= %,67 kali

)ales to +nventory "##F = =

)ales Average +nventory 9.<7?.17 .<6< = 9.19@. <1.167 M <.777.1 7.<@? > D%

= %,98 kali

.esimpulan5 Berdasarkan perhitungan di atas, sales to in"entory pada tahun %66?# %667 mengalami kenaikan dari %,67 kali menjadi %,98 kali. $al ini menunjukkan bahwa perusahaan telah efektif dan efisien dalam mengelola persediaannya. Berikut adalah .ertas .erja Pemeriksaan =..P> atas proses produksi dan pengelolaan persediaan tabung 1 kg pada P! -estarijaya .anakamakmur =lihat pada lampiran %> 5 8. Taha& Pela&'ran !ahap terakhir dari pemeriksaan adalah melaporkan temuan serta memberikan rekomendasi perbaikan. -aporan ini dibuat secara tertulis setelah pemeriksaan selesai dilakukan agar laporan ini dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara pemeriksa dan pejabat berwenang. Dengan laporan ini juga diharapkan perusahaan dapat

melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan agar kegiatan perusahaan dapat berjalan lebih baik lagi. Berikut ini merupakan laporan audit operasional atas proses produksi dan pengelolaan persediaan pada P! -estarijaya .anakamakmur5 La&'ran Audit "&erasi'nal

0akarta, % &pril %6

.epada 2th. Direktur Utama P!. -estarijaya .anakamakmur 0akarta

Dengan hormat, Sehubungan dengan program kerja audit operasional, kami telah mengadakan audit operasional atas proses produksi dan pengelolaan persediaan pada P! -estarijaya .anakamakmur untuk tahun %667. Pemeriksaan dilakukan dari tanggal 1 ,o"ember %6 6 sampai tanggal % 'aret %6 . Pemeriksaan

dilakukan oleh *dy.

!ujuan dan +uang -ingkup !ujuan dari audit operasional atas proses produksi dan pengelolaan persediaan adalah untuk membantu menganalisa dan menemukan masalah#masalah yang @%

terjadi selama proses produksi dan prosedur pengelolaan persediaan guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan perusahaan atas proses produksi dan persediaan. Selain itu juga membantu perusahaan dalam memperbaiki kelemahan#kelemahan atau masalah#masalah tersebut dengan memberikan saran# saran dan rekomendasi#rekomendasi kepada pihak manajemen. +uang lingkup audit operasional mencakup pemeriksaan atas kegiatan proses produksi dan pengelolaan persediaan pada P! -estarijaya .anakamakmur agar lebih efektif dan efisien.

!emuan dan +ekomendasi . .ondisi 5 *fisiensi waktu kerja dalam kegiatan operasi perusahaan masih belum tercapai dengan maksimal. !ingkat efisiensi yang baru tercapai yaitu sebesar @7I. Ini berarti bahwa masih terjadi ketidakefisiensi atas produksi tabung gas 1 kg sebesar % I. Sebab 5 $al ini dikarenakan adanya ketelatan bahan baku yaitu plat baja tipe S/#%79, di mana kuota pemesanan diberikan sesuai dengan jumlah kuota dalam tender periode bersangkutan dan telah disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah =PP>. &kibat5

@1

Proses produksi perusahaan menjadi terganggu sehingga terjadi penurunan terhadap jumlah hasil produksi tabung gas elpiji 1 kg. Selain itu, proses dimulainya produksi menjadi terlambat =tidak sesuai dengan jadwal>.

+ekomendasi 5 .arena pemesanan bahan baku diatur berdasarkan tender dan PP =Peraturan Pemerintah>, penulis tidak dapat merekomendasikan perusahaan untuk menekan supplier untuk mempercepat pengiriman bahan baku. )leh karena itu, penulis merekomendasikan perusahaan untuk mempercepat proses produksinya untuk menutupi celah waktu keterlambatan akibat keterlambatan pengiriman bahan baku.

%. .ondisi 5 !erdapat jumlah retur yang cukup banyak tiap tahunnya =dari tahun %66@# %667>, rata#rata 9,@<I, dan estimasi biaya rata#rata rework sebesar +p.78.316.167,-. Sebab 5 0umlah +etur yang terjadi kebanyakan dikarenakan rusaknya neck ring tabung yang tidak sesuai dengan standar dari Pertamina sehingga harus di rework dengan mengganti neck ring yang baru. +etur juga terjadi karena sambungan antara mangkuk atas dengan mangkuk bawah tabung masih kurang rapi, sehingga juga harus di#rework dengan merapikan kembali las#an tabung. @8

sebab pengecekan terhadap pesanan yang dikirim dilakukan secara sampling yang kurang mewakili keseluruhan barang yang dikirim dan kurang telitinya bagian 1uality control dalam melakukan pengecekan. &kibat 5 -aporan B)/S tidak menunjukkan angka yang sebenarnya. Selain itu, biaya produksi juga meningkat karena adanya biaya rework atas tabung gas yang merupakan produk gagal. +ekomendasi 5 Sebaiknya perusahaan memperkerjakan Auality *ontroller yang lebih 1ualified, dan pengecekan terhadap tabung gas harus dilakukan dengan lebih ketat lagi. Diperlukan juga adanya peninjauan kinerja bagian 1uality control dan perbaikan terhadap sistem produksi perusahaan.

1. .ondisi 5 Perusahaan tidak melakukan perhitungan fisik bahan baku dan barang jadi secara berkala. Sebab 5 Perusahaan tidak memiliki tenaga kerja yang cukup untuk melakukan perhitungan fisik secara berkala dan untuk melakukan perhitungan fisik membutuhkan waktu yang cukup lama. &kibat 5

@9

&kibatnya dapat terjadi ketidaksesuaian jumlah persediaan antara laporan gudang dengan catatan akuntansi sehingga jika ada persediaan yang hilang, penanganannya sudah terlambat.

+ekomendasi 5 Sebaiknya perusahaan melakukan penambahan tenaga kerja sesuai jumlah yang dibutuhkan agar perhitungan fisik terhadap bahan baku dan barang jadi dapat diselenggarakan untuk menghindari ketidaksesuaian nilai antara catatan pembukuan dengan fisik persediaan dan jika terjadi selisih perhitungan, maka dapat diketahui dengan segera.

8. .ondisi5 &danya penyelesaian hasil produksi tidak tepat waktu. Sebab 5 &danya keterlambatan ketersediaan bahan baku dari supplier. .etelatan Bahan Baku tahun %667
-ama !elat Bahan Baku $ari < @ I 9I 9I

,omor )rder

0umla h )rder 96666 <6666

Perencanaan Produksi 'ulai 6 D6%D%667 6 D6@D%667 Selesai 16D6<D%667 %6D %D%667 0umla h $ari %% 19

!gl masuk Bahan Baku 6@D6%D%667 6?D6@D%667

6%1DIDP*+!&'I,&D%667 6<%D;IIDP*+!&'I,&D%66 7

@<

&kibat5 Proses produksi tidak berjalan dengan lancer menyebabkan pengiriman hasil produksi ke pelanggan menjadi tidak tepat waktu sehingga terdapat keluhan dari pelanggan.

+ekomendasi5 Penulis merekomendasikan perusahaan untuk mempercepat proses

produksinya untuk menutupi celah waktu keterlambatan akibat keterlambatan pengiriman bahan baku karena pemesanan bahan baku diatur berdasarkan tender dan PP =Peraturan Pemerintah>.

Demikianlah laporan hasil pemeriksaan ini kami sampaikan. &tas kerja sama dan bantuan yang diberikan selama proses pemeriksaan, kami ucapkan terima kasih. 0akarta, % &pril %6 $ormat kami,

*dy

@@

.omentar 'anajemen

Secara umum, tanggapan dan komentar manajemen terhadap hasil temuan yang dilaporkan dalam laporan hasil audit operasional adalah sebagai berikut5 . Perusahaan akan mempercepat proses produksinya untuk menutupi celah waktu keterlambatan akibat keterlambatan pengiriman bahan baku serta perusahaan akan memperbesar persentase penyisihan bahan baku pada proses produksi terdahulu. %. Perusahaan akan melakukan pengecekan barang lebih ketat dan akan mengadakan peninjauan kinerja, terutama pada bagian 1uality control perusahaan. 1. Perusahaan akan melakukan perhitungan fisik terhadap bahan baku dan barang jadi secara rutin untuk menghindari ketidaksesuaian antara catatan akuntansi dengan fisik persediaan di gudang. 8. perusahaan untuk mempercepat proses produksinya untuk menutupi celah waktu keterlambatan akibat keterlambatan pengiriman bahan baku.

$ormat kami, @?

Iwan Setiawan

BAB ( $E IMPULAN DAN A#AN

Setelah melaksanakan pemeriksaan operasional atas proses produksi dan pengelolaan persediaan tabung gas *lpiji 1 kg pada P! -estarijaya .anakamakmur, 'aka pada bab yang terakhir ini akan diberikan kesimpulan dan rekomendasi atas kelemahan dan temuan yang ditemukan selama audit operasional dilakukan. A. $esim&ulan . P! -estarijaya .anakamakmur merupakan perusahaan manufaktur, yang menyediakan barang#barang kon"ersi minyak tanah ke elpiji, antara lain5 kompor dan tabung gas. %. $asil e"aluasi terhadap pengendalian internal atas pengelolaan persediaan pada P! -estarijaya .anakamakmur secara keseluruhan telah cukup memadai, namun di sisi lain masih terdapat kelemahan yang terkait dengan proses produksi dan pengelolaan persediaan. 1. Beberapa kelemahan yang terdapat dalam pengendalian internal atas proses produksi dan pengelolaan persediaan5

@7

a. *fisiensi waktu kerja dalam kegiatan operasi perusahaan masih belum tercapai dengan maksimal, hal ini dikarenakan adanya ketelatan bahan baku yaitu plat baja tipe S/#%79, di mana kuota pemesanan diberikan sesuai dengan jumlah kuota dalam tender periode bersangkutan dan telah disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah =PP>. $al tersebut menyebabkan proses produksi perusahaan menjadi terganggu sehingga terjadi penurunan terhadap jumlah hasil produksi tabung gas elpiji 1 kg. Selain itu, proses dimulainya produksi menjadi terlambat =tidak sesuai dengan jadwal>. b. !erdapat jumlah retur yang cukup banyak tiap tahunnya =dari tahun %66@# %667>, hal ini dikarenakan rusaknya neck ring tabung yang tidak sesuai dengan standar dari Pertamina sehingga harus di rework dengan

mengganti neck ring yang baru. +etur juga terjadi karena sambungan antara mangkuk atas dengan mangkuk bawah tabung masih kurang rapi, sehingga juga harus di#rework dengan merapikan kembali las#an tabung. sebab pengecekan terhadap pesanan yang dikirim dilakukan secara sampling yang kurang mewakili keseluruhan barang yang dikirim dan kurang telitinya bagian 1uality control dalam melakukan pengecekan. $al tersebut menyebabkan laporan B)/S tidak menunjukkan angka yang sebenarnya. Selain itu, biaya produksi juga meningkat karena adanya biaya rework atas tabung gas yang merupakan produk gagal. c. Perusahaan tidak melakukan perhitungan fisik bahan baku dan barang jadi secara berkala, hal ini dikarenakan perusahaan tidak memiliki tenaga kerja ?6

yang cukup untuk melakukan perhitungan fisik secara berkala dan untuk melakukan perhitungan fisik membutuhkan waktu yang cukup lama. $al tersebut menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian jumlah persediaan antara laporan gudang dengan catatan akuntansi sehingga jika ada persediaan yang hilang, penanganannya sudah terlambat. d. &danya penyelesaian hasil produksi tidak tepat waktu, hal ini dikarenakan adanya keterlambatan ketersediaan bahan baku dari supplier. $al tersebut menyebabkan proses produksi tidak berjalan dengan lancar sehingga pengiriman hasil produksi ke pelanggan menjadi tidak tepat waktu sehingga terdapat keluhan dari pelanggan. B. aran Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan di atas, maka diberikan saran#saran yang diharapkan dapat membantu perusahaan untuk memperbaiki kelemahan# kelemahan yang ada sehingga dapat meningkatkan efekti"itas dan efisiensi produksi. Saran#saran yang diajukan adalah sebagai berikut5 . .arena pemesanan bahan baku diatur berdasarkan tender dan PP =Peraturan Pemerintah>, penulis tidak dapat merekomendasikan perusahaan untuk menekan supplier untuk mempercepat pengiriman bahan baku. )leh karena itu, penulis merekomendasikan perusahaan untuk mempercepat proses produksinya untuk menutupi celah waktu keterlambatan akibat keterlambatan pengiriman bahan baku.

%. Sebaiknya perusahaan memperkerjakan Auality *ontroller yang lebih 1ualified, dan pengecekan terhadap tabung gas harus dilakukan dengan lebih ketat lagi. Diperlukan juga adanya peninjauan kinerja bagian 1uality control dan perbaikan terhadap sistem produksi perusahaan. 1. Sebaiknya perusahaan melakukan penambahan tenaga kerja sesuai jumlah yang dibutuhkan agar perhitungan fisik terhadap bahan baku dan barang jadi dapat diselenggarakan untuk menghindari ketidaksesuaian nilai antara catatan pembukuan dengan fisik persediaan dan jika terjadi selisih perhitungan, maka dapat diketahui dengan segera. 8. Penulis merekomendasikan perusahaan untuk mempercepat proses produksinya untuk menutupi celah waktu keterlambatan akibat keterlambatan pengiriman bahan baku karena pemesanan bahan baku diatur berdasarkan tender dan PP =Peraturan Pemerintah>.

?%

Beri Nilai