Anda di halaman 1dari 21

BAB I PENDAHULUAN Penyakit infeksi masih tetap merupakan problem utama kesehatan di Indonesia.

Diantara sekian banyak infeksi, infeksi amur merupakan salah satu penyakit yan! boleh dikatakan seba!ai penyakit infeksi yan! masih banyak ditemukan di Indonesia. "ebanyakan masyarakat Indonesia masih belum men!etahui tanda dan !e ala klinis dari penyakit yan! disebabkan oleh karena infeksi amur. #erin!kali pasien yan! terinfeksi amur tidak dapat dideteksi sehin!!a bisa sa a ter adi keterlambatan pen!obatan yan! bisa sa a berakibat fatal. $leh karena itu untuk men%e!ah keterlambatan dia!nosa infeksi seharusya kita men!etahui !e ala, sifat, dan efek dari infeksi yan! ditimbulkan oleh amur. #alah satu infeksi amur yan! banyak tersebar di Indonesia adalah infeksi yan! diakibatkan oleh spesies amur Candida. Infeksi ini pertama kali didapatkan di dalam mulut seba!ai trush yan! dilaporkan oleh &ran%ois 'allei( )*+,-., kemudian pada tahun *+,/ Lan!erba%h menemukan amur penyebab trush, dan pada tahun */0, Berhout memberi nama or!anisme tersebut seba!ai 1andida*. 1andida adalah an!!ota flora normal terutama saluran pen%ernaan, u!a selaput mukosa saluran pernapasan, 2a!ina, uretra, kulit dan diba3ah ari4 ari kuku tan!an dan kaki. 1andida tampak seba!ai ra!i lon on!, ke%il, berdindin! tipis, bertunas, !ram positif dan memiliki pseudohifa. Infeksi %andida dapat ter adi apabila ada faktor predisposisi baik endo!en maupun ekso!en. Penyakit yan! disebabkan oleh 1andida sendiri dapat men!enai mulut, 2a!ina, kulit, kuku, bronki atau paru, kadan! dapat menyebabkan septikimia, endo%arditis, atau menin!itis. Lebih dari *56 spesies 1andida telah dapat teridentifikasi. #ebanyak palin! sedikit +64/67 infeksi 1andida disebabkan oleh karena 1andida albi%ans dan laiinya bisa u!a disebabkan oleh karena C. tropicalis, C. parapsilosis, C. guillermondi, C. kruzei dan beberapa spesies 1andida yan! lainnya)fit8 patri%k.. Untuk mene!akkan dia!nose dapat dilakukan den!an pemeriksaan mikroskopik, kultur, serolo!i dan histopatolo!i. Penatalaksaan untuk penyakit ini dilakukan den!an %ara men!hindari atau men!hilan!kan fa%tor predisposisi, antifun!i topikal dan sistemik. 9indakan pen%e!ahan den!an men!hindari !an!!uan keseimban!an pada flora normal dan !an!!uan daya tahan tubuh dan den!an pen!!unaan antifun!i.

BAB II 9IN:AUAN PU#9A"A A. DE&INI#I "andidiais adalah penyakit amur, yan! bersifat akut atau subakut yan! disebabkan oleh spesies %andida, biasanya oleh spesies Candida albicans dan dapat men!enai mulut, 2a!ina, kulit, kuku, bronki atau paru, kadan!4kadan! dapat menyebabkan septi%emia, endo%arditis, atau menin!itis*. B. EPIDI;I$L$<I Penyakit kandidiasis ini banyak terdapat diseluruh dunia, dapat menyeran! se!ala umur, baik laki4laki maupun perempuan*. <e ala pada penyakit ini berma%am4 ma%am sehin!!a tidak diketahui data4data penyebarannya den!an tepat. 1. #IN$NI; Nama lain dari kandidiasis sendiri adalah kandidosis, moniliasis, saria3an, dan oidiomy%osis. D. E9I$L$<I 1andida disebabkan oleh !enus 1andida. ;a%am4ma%am !enus 1andida yan! dapat menyeran! manusia adalah C.albicans, C.tropicalis, C.krusei, C.parapsilosis, C.lusitaniae, C.glabrata, dan yan! palin! serin! men!enai pada manusia adalah C.albicans. 1andida albi%ans merupakan khamir yan! bersifat opportunistik dalam tubuh manusia, dapat menyebabkan kandidiasis, terutama pada saluran pen%ernaan, saluran !enitalia, saluran pernapasan ba!ian atas, kulit, infeksi oral, 2a!inal dan infeksi sistemik=,5. Dalam peran pato!enik, biasanya 1andida terdapat dalam bentuk tunas dan miselium. #pesies yan! palin! serin! ditemukan pada manusia adalah spesies Candida albicans yan! dapat diisolasi dari kulit, mulut, selaput mukosa, 2a!ina, dan feses oran! normal. Candida albicans akan men adi pato!enik apabila ter adi situasi dimana or!anisme ini dapat memultiplikasi untuk menyeran! tempat dimana or!anisme ini berada.1andida dapat men!enai manusia dari se!ala ma%am usia. Lin!kun!an yan! lembab merupakan faktor predesposisi yan! palin! pentin! dalam pertumbuhan penyakit ini-. #elain itu pemakaian steroid sistemik mapun topi%al, 0

penurunan imunitas, diabetes mellitus, dan HI' u!a merupakan faktor predesposisi dalam pertumbuhan penyakit ini. E. "LA#I&I"A#I "andidiasis diklasifikasikan berdasarkan tempat yan! terkena* > *. "andidiasis selaput lendir a. "andiasis oral )trush. b. Perle%he %. 'ul2o2a!initis d. Balanitis e. "andidiasis mukokutan kronik 0. "andidiasis kutis a. "andidiasis intertri!inosa b. "andidiasis perianal %. Paroknia d. "andidosis kutis !ranulomatosa ,. "andidiasis sistemik a. Endo%arditis b. ;enin!itis %. Pielonefritis d. #eptikemia &. PA9$<ENE#I# Infeksi 1andida dapat ter adi apabila ada faktor predisposis baik faktor

endo!en maupun ekso!en*. &aktor endo!en > *. Perubahan fisiolo!ik > a. "ehamilan, karena perubahan pH dalam 2a!ina b. "e!emukan, karena banyak kerin!at %. Debilitas d. Iatro!enik, misalnya pemasan!an kateter intra2ena, atau katerter saluran kemih e. Endokrinopati > diabetes melitus f. Penyakit kronik > 9B, lupus eritematosus den!an keadaan umum yan! buruk !. Pemberian antimikroba yan! intensif )dapat men!ubah flora bakteri normal. 0. Umur > Pada oran! tua dan bayi lebih muda terkena infeksi ini karena status imunolo!iknya tidak sempurna ,. imunolo!ik > penyakit !enetik &aktor Ekso!en > a. Iklim panas dan kelembaban menyebabkan perspirasi menin!kat b. "ebersihan kulit %. "ebiasaan berendam kaki dalam air yan! terlalu lama yan! dapat menyebabkan maserasi sehin!!a dapat memudahkan masuknya amur d. "ontak den!an penderita, misalnya pada trush, balonopostitis

<. <E:ALA "LINI# *. "andidosis selaput lendir a. 9hrush &aktor4faktor predesposisi yan! bisa menyebabkan adalah diabetes melitus, pen!!unaan obata4obatan steroid, pen!!unaan obat4 obatan antibiotik, kehamilan, radioterapi pada daerah kepala dan leher*. Pada bayi sendiri penyakit ini disebabkan oleh karena infeksi yan! diperoleh dari kontak lan!sun! den!an saluran 2a!ina ibu5. 9ampak pseudomembran putih %oklat muda kelabu yan! menutup lidah, palatum mole, pipi ba!ian dalam, dan permukaan ron!!a mulut yan! lain. Lesi dapat terpisah4pisah dan tampak seperti kepala susu pada ron!!a mulut. :ika pseudomembran lepas dari dasar maka akan tampak daerah basah dan merah. Pada !lositis yan! kronik tampak halus den!an papila atrofik atau lesi ber3arna putih ditepi lidah atau diba3ah permukaan lidah. <ambaran klinis pada oran! de3asa mun!kin menyerupai yan! terlihat pada anak4anak, namun bisa sa a lebih kerin! dan lebih eritematosa. Papila lidah mun!kin tampak atropi den!an permukaan halus men!kilap dan merah teran!. Infeksi ini serin! meluas ke sudut mulut untuk membentuk perle%he. Ini merupakan !ambaran klinis dari pasien usia lan ut, kuran! !i8i, pasien diabetes dan u!a merupakan manifestasi klinis dari AID#5.

Gambar 2.0 Pseudomembran Pada Lidah dan Palatum Mole #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y

b. Perle%he Penyakit ini biasanya berkaitan den!an Candida albicans namun dapat u!a diakibatkan oleh karena #tapylo%o%%us aureus !ram positif ? !ram ne!atif )skin@B, andre3s.. &aktor predisposisi yan! dapat men!akibatkan penyakit ini adalah defisiensi ribofla2in, kekuran!an !i8i lainnya, dan bisa u!a disebabkan oleh karena pemakaian !i!i palsu pada oran! lan ut usia 5. Lesi pada penyakit ini berupa fisur pada sudur mulut yan! men!alami maserasi, erosi, basah dan di dasarnya tampak eritematosa. -

Gambar 2.1 Perleche #umber > http>??333.my%olo!y.adelaide.edu.au %. 'ul2o2a!inalis Biasanya disebabkan oleh karena Candida albicans )+64/67., namun u!a dapat disebabkan oleh karena Candida glabrata=. Penyakit ini serin! terdapat pada penderita diabetes melitus karena kadar !ula darah dan urin yan! tin!!i, dan u!a pada 3anita hamil karena penimbunan !liko!en dalam epitel 2a!ina. #elain itu bisa u!a disebabkan oleh karena pemakaian pakaian dalam yan! terlalu ketat, pen!!uanan steroid, imunnosupresan dan antibiotik. Pada penilitian bisa u!a disebabkan oleh karena hubun!an se(ual yan! berlebihan sehin!!a menyebabkan abrasi pada 2a!ina, dan bisa u!a disebabkan oleh karena aler!i %airan semen dari pria=.

"eluhan utama pada penyakit ini adalah !atal di daerah 2ul2a. Dapat u!a disertai keluhan rasa panas pada 2a!ina, nyeri sesudah ken%in! )disuria., dan dispaneuria. Pada kasus yan! rin!an tampak hiperemia pada labia minor, introitis 2a!ina terutama pada *?, ba!ian ba3ah, serin! u!a terdapat kelainan yan! khas berupa ber%ak4ber%ak putih kekunin!an. Pada kelainan yan! lebih berat bisa ter adi odem pada labiar minor dan terdapat ulkus4ulkus yan! dan!kal. &luor albus pada penykait ini ber3arna kekunin!an dapat berupa !umpalan4!umpalan putih kekunin!an. <umpalan4!umpalan tersebut berasala dari massa yan! terlepas dari dindin! 2ul2a atau 2a!ina yan! terdiri dari bahan

nekrotik, sel4sel epitel dan amur.

Gambar 2.2 Kandidosis Vulvovaginalis #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y d. Balanitis atau balanopostitis Pada penyakit ini penderita mendapat infeksi diakibatkan karena adanya kontak seksual den!an 3anita yan! menderita 2ul2o2a!inalis. Lesi berupa erosi, pustula den!an dindin! yan! tipis, terdapat pada !land penis dan sulkus koronarius !landis. Papul ke%il tampak pada !lans penis beberapa am sesudah berhubun!an seks, kemudian men adi pustul putih atau 2esikel dan pe%ah mein!!alkan tepi yan! men!elupas. Biasanya u!a serin! disertai rasa perih dan iritasi. Pada bentuk lan utan ber%ak putih susu di !lans penis, sulkus koronarius dan kadan! terdapat pada batan! penis. Dapat meluas ke skrotum dam, paha dan seluruh area in!uinal.

Gambar 2.3 Balanitis #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y 0. "andidosis kutis a. "andidosis intertri!inosa Penyakit ini disebabkan oleh karena C.albicans. Predileksi penyakit ini dapat ter adi di daerah pelipatan tubuh antara lain lipatan kulit ketiak, lipatan paha, inter!luteal, lipatan payudara, antara ari tan!an atau kaki, !lans penis, dan daerah sekitan umbilikus. Pada daerah pelipatan paha sendiri mempunyai !ambaran yan! mirip den!an tinea %ruris 5. <ambaran klinisnya berupa ber%ak, yan! berbatas te!as, bersisik, basah, dan eritematosa. Lesi tersebut dikelilin!i oleh satelit berupa 2esikel42esikel dan pustul4pustul ke%il atau bula yan! bila pe%ah menin!!alkan daerah yan! erosif, den!an pin!!iran yan! kasar dan berkemban! seperti lesi primer. Pada sela ari tan!an atau kaki penyakit ini disebut "andidiosis interdi!italis. Biasanya men!enai pada sela ari keti!a yan! disebabkan oleh karena oran! yan! serin! berinteraksi den!an air se%ara terus menerus.

*6

Gambar 2.5 Kandidosis ntertriginosa #umber > #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y

Gambar 2.! Kandidosis ntertriginosa #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y

**

Gambar 2." Kandidosis interdigitalis #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y b. "andidosis perianal Penyakit ini menyebabkan pruritus ani yaitu sensasi kulit yan! iritatif dan menimbulkan ran!san!an untuk men!!aruk di daerah anus. #erin!

*0

men!enai pada bayi, didu!a usus merupakan sumber penularannya. Dapat u!a seba!ai penyebab sekunder penyakit yan! menyertai primernya yaitu dermatitis kontak iritan. Lesi di daerah perianal eritema, odem, terbentuk papul disertai adanya pustul, erosif dan basah, terdapat skuama kolaret pada tepi lesi.

Gambar 2.# Kandidiasis Perianal #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y %. "andidosis paroknia Penyakit ini serin! ditemukan pada oran!4oran! yan! peker aannya berhubun!an den!an air,tepun! dan karbohidrat lain. Lesi berupa kemerahan, terdapat odem dan nyeri, kuku men adi tebal, men!eras, 3arna kuku men adi ke%oklatan dan men!kilat5.

*,

Gambar 2.$ Kandidosis Paro%nia #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y H. DIA<N$#A Untuk pene!akkan dia!onsa dapat dilakukan den!an pemeriksaan "$H, pen!e%etan !ram, kultur, !lukosa darah dan urin. Pada pemeriksaan den!an "$H, kerokan kulit diperiksa den!an larutan "$H *67 menunun ukkan spora dan pseudohyphae. o Gambar 3.0 Blastos&ora dan &seudohi'a #umber > &it8patri%ks 1olor Atlas of Dermatolo!y

Pada pen!e%atan !ram bentukan amur pada, !ram positif, bentuk bulat telur, diameter 045 p; )skin@db. *=

Gambar 3.1 Pengecatan Gram #umber > http>??pathmi%ro.med.s%.edu?my%olo!y "ultur den!an media #abaouroudBs De(trose A!ar akan tampak koloni amur dalam 3aktu = hari )skin DB. <lukosa darah dan reduksi urin untuk melihat diabetes

H. DIA<N$#A BANDIN< a. "andidiasis oral > difteria Perbedaan dapat dilihat pada letak maksudnya pada thrush lesi putih terletak di palatum dan membran mukosa bukal sedan!kan pada penyakit difteri terletak pada farin!. Perbedaan lainnya adalah apabila pada thrush lesi putih tersebut dian!kat hanya akan menimbulkan bekas merah sedan!kan pada difteri akan timbul pendarahan.

*5

b. 'ul2o2a!inalis > trikhomonas 2a!inalis Pada kasus trikhomonas 2a!inalis sekret 2a!ina seropurulen ber3arna kekunin!4kunin! atau kunin! hi au, berbau tidak enak dan berbusa. Dindin! 2a!ina dan labia tampak kemerahan dan terasa nyeri. "adan! u!a terbentuk abses ke%il pada dindin! 2a!ina dan ser2iks, yan! tampak !ranulasi ber3arna merah dan dikenal seba!ai strawberry appearance. %. "andidiasis balanitis > herpes simpleks d. "andidiasis kutis > dermatofitosis, dermatitis seboroik, eritrasma. #erin!kali sulit dibedakan den!an den!an penyakit4penyakit dematofitosis, untuk pene!akkan dia!nosa dari pemeriksaan "$H. Pada penyakit4penyakit dermatofitosis didapatkan hifa dan spora yan! berderet )artrospora.. Dermatitis seboroik pada lesi tampak kemerahan atau merah kekunin!an yan! tertutup den!an skuama berminyak, dan tidak terasa !atal. #elain penyakit dermatofitosis dan dermatitis seboroik dia!nosa bandin! dari kandidiosis kutis adalah eritrasma. Pada eritrasma lesi dapat berukuran, berskuama halus dan kadan!4kadan! ber3arna merah ke%oklatan.

I. PENA9ALA"#ANAAN Pen!obatan kandidiasis sendiri harus dilakukan den!an %ara men!hindari faktor predisposisi baik endo!en maupun ekso!en. #elain itu u!a dapat diberikan obat4obatan yan! berupa topikal maupun sistemik. a. Umum > ;en!uran!i dan men!obati faktor predisposisi. ;en!uran!i infeksi sekunder den!an kompres sol sodium %hlorida 6,/7 selama , hari dan antibiotik tidak bersprektum luas )erythromi%ine. 1otrimo(a8ole, lin%omy%ine dan %lindamy%ine. selama 54A hari. b. "andidiasis oral >

*-

9opikal > o Nystatin oral suspensi > =4- ml )=66.666 C -66.666 IU. sehari = kali sesudah makan. Harus ditahan dimulut beberapa menit sebelum ditelan. o Dosis untuk bayi 0 ml, sehari = kali. Bila kasus kronis diberikan beberapa bulan

$ral > o Indikasi > resiko tin!!i ter adinya disseminasi )kandidiasis sistemik. yaitu pada penderita !ranulositopenia ? immunokompromais, mendapat terapi immunosupresif. Atau den!an terapi topikal hasilnya !a!al atau tidak sembuh. o 9ablet ketokona8ole 0664=66 m! )*40 tablet.?hari sealama 04= min!!u. Untuk infeksi kronis ,45 min!!u. "apsul itrakona8ole *664066 m! )*40 kapsul.?hari selama = min!!u.

%. kandidiasis 2ul2o2a!inalis 9opikal > o Indikasi > untuk 3anita hamil atau yan! sudah menikah, diberikan pada kasus kandidiasis 2ul2o2a!inalis rin!an atau sedan! o Dapat dberikan nystatin suppositoria 2a!ina selama *0 hari $ral > o Indikasi > 3anita belum menikah, pada kasus4kasus kandidiasis berat diberikan selama *64*= hari o Dapat diberikan tablet ketokona8ole 066 m! )0 tablet. selama 5 hari, kapsul itrakona8ole *66 m! )0 kapsul. selama 04, hari

*A

d. "andidiasis balanitis ? balanosposthitis o ;i%ona8ole krim > dioleskan pa!i dan malam selama * min!!u o ;emeriksa dan men!obati pasiennya e. "andidiasis kutis 9opikal > o ;ikona8ole %ream dioleskan sehari 0 kali selama *= hari. Diberikan sebaiknya *40 min!!u sesudah sembuh ? "$H ne!atif. Untuk kandidiasis paroknia perlu 3aktu ,4= bulan $ral > o Indikasi > bila lesi luas, penderita imunokompromais berat, paronikhia yan! !a!al den!an obat topikal ? berat ? kronis o 9ablet ketokona8ole )* tablet.?hari selama *40 min!!u, kapsul itrakona8ole )0 kapsul.?hari selama A hari :. PD$<N$#I# Pro!nosis penyakit ini umumnya baik ter!antun! pada berat atau rin!annya faktor presdiposisi.

BAB III "E#I;PULAN

*+

"andidiasis adalah penyakit amur, yan! bersifat akut atau subakut yan! disebabkan oleh spesies %andida, biasanya oleh spesies 1andida albi%ans dan dapat men!enai mulit, 2a!ina, kulit, kuku, bronki, atau paru, kadan!4kadan! dapat menyebabkan septi%emia, endo%arditis, atau menin!itis. Penyakit kandidiasis ini banyak terdapat diseluruh dunia, dapat menyeran! se!ala umur, baik laki4laki maupun perempuan. )UI.. <e ala pada penyakit ini berma%am4ma%am sehin!!a tidak diketahui data4data penyebarannya den!an tepat. 1andida albi%ans merupakan khamir yan! bersifat opportunistik dalam tubuh manusia, dapat menyebabkan kandidiasis, terutama pada saluran pen%ernaan, saluran !enitalia, saluran pernapasan ba!ian atas, kulit, infeksi oral, 2a!inal dan infeksi sistemik. Dalam peran pato!enik, biasanya 1andida terdapat dalam bentuk tunas dan miselium. #pesies yan! palin! serin! ditemukan pada manusia adalah spesies 1andida albi%ans yan! dapat diisolasi dari kulit, mulut, selaput mukosa, 2a!ina, dan feses oran! normal. 1andida albi%ans akan men adi pato!enik apabila ter adi situasi dimana or!anisme ini dapat memultiplikasi untuk menyeran! tempat dimana or!anisme ini berada.1andida dapat men!enai manusia dari se!ala ma%am usia. Infeksi 1andida dapat ter adi apabila ada faktor predisposis baik faktor endo!en maupun ekso!en. <e ala klinis dari penyakit ini dapat berma%am4ma%am. Pene!akkan dia!nose dapat dilakukan den!an ada pemeriksaan den!an "$H, kerokan kulit diperiksa den!an larutan "$H *67 menunun ukkan spora dan pseudohyphae. Pen!obatan dapat dilakukan den!an %ara topikal atau sistemik. Untuk pen!obatan topikal dapat diberikan 9opikal > Larutan un!u !entian *?0407 untuk selaput lendir, *407 untuk kulit, dioleskan selama 0 kali dalam , hari, nistatin > dapat berupa krim, salep, maupun emulsi, amfoterisin B, !rup a8ol > ;ikona8ol 07 berupa krim atau bedak, "lotrima8ol *7 berupa bedak, larutan dan krim, tiokona8ol, bufona8ol, isokona8ol, siklopiroksolamin *7 berupa krim, larutan. #edan!kan untuk pen!obatan sistemik dapat diberikan > tablet nistatin di!unakan untuk men!hilan!kan infeksi fokal dalam saluran %erna, obat ini tidak diserap oleh usus, amfoterisin B diberikan se%ara intra2ena untuk kandidiosis sistemik, untuk kandidiosis 2a!inalis dapat diberikan kotrima8ol 566m! per 2a!inam dosis tun!!al, sistemik dapat diberikan ketoko8aol

*/

0(066m! selama 5 hari atau den!an itrakona8ol 0(066 m! dosis tun!!al atau den!an flukana8ol *56m! dosis tun!!al, itrakona8ol bila dipakai untuk kandidiosis 2ul2o2a!inalis dosis yan! diberikan 0(*66 m! sehari, selama , hari. Pro!nosis penyakit ini umumnya baik ter!antun! pada berat atau rin!annya faktor presdiposisi.

06

DA&9AD PU#9A"A

*. 0. ,.

D uanda, Adhi, ;o%htar, Aisah, #iti. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi "elima. :akarta, &"UI, 066+ > *664*6* "elompok #tudi Dermatomikosis Superfisialis.:akarta, 066*>A40* Indonesia PEDD$#"I.Dermatomikosis

#;& Ilmu Penyakit "ulit dan "elamin D#UD dr. #oetomo. Pedoman Diagnosis dan erapi Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin !S"D dr. Soetomo, Surabaya . #urabaya, &" Un2. Airlan!!a, 0665 Eolff "E, <oldsmith LA, "at8 #I, <i%hrest BA, Paller A#, Leffell D:.. #itzpatrick$s Dermatology in %eneral &edicine. Ath ed. U#A, ;%<ra34Hill, 066+ > *+004*+,6 :ames DE, Ber!er 9<, Elston ;D, 'ndrew(s Diseases )f the Skin Clinical Dermatology. *6th ed. U#A, Elsei2er, 066- > ,*/4,00 Faidi F, Lani!an EA, Dermatology in Clinical Practice, Ne3 Gork, #prin!er Dorde%ht Heidelber!, 06*6 > /*4/=

=.

5. -.

0*