Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH POLUSI UDARA DI JAKARTA

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL ...........................................................................................................i HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................ii KATA PENGANTAR ...............................................................................iii DAFTAR ISI ........................................................................................................iv BAB I PENDAHULUAN .......................................................................1

1.1. Latar Belakang Masalah ................................................................. 1 1.2. Rumusan Masalah.................................................................................2 1.3. Tujuan Penulisan .................................................................................2 1.4. Metode Penulisan ...........................................................................2 BAB II ISI .................................................................................................3 2.1. Pengertian Polusi....................................................................................3 2.2. Pertumbuhan Penduduk ......................................................................4 2.3. Pertumbuhan Kendaraan Bermotor .............................................5 2.4. Dampak Emisi Gas Kendaraan Bermotor...........................................5 2.5..........................................................................................................5 BABIII PENUTUP ...........................................................................................................12 5.1. Kesimpulan ................................................................................12 5.2. Saran

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang Di zaman modern seperti ini masyarakat dituntut akan kecepatannya dalam melakukan mobilisasi di dalam kota besar seperti jakarta.Ditambah lagi pertumbuhan penduduk di jakarta yang melonjak dan kemampuan ekonomi masyarakatnya yang meningkat menyebabkan banyak bermunculannya kendaraan bermotor di jalan raya, dan juga semakin bertambahnya angkutan umum di jalan raya yang membawa pengaruh besar terhadap lingkungan. Terutama asap kendaraan atau emisi kendaraan yang dapat mengakibatkan pencemaran udara di lingkungan sekitar kita sehingga kandungan udara bersih di jakarta semakin berkurang akibat adanya emisi dari kendaraan ini. Udara bersih merupakan kebutuhan mutlak bagi kelangsungan hidup manusia. Udara bersih banyak mengandung oksigen. Semakin banyak jumlah penduduk berarti semakin banyak oksigen yang diperlukan.Dengan meningkatnya jumlah penduduk maka alat transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil (minyak bumi, bensin, solar, dan batu bara) meningkat pula.Sehingga mengakibatkan kadar CO2 dan CO di udara semakin tinggi. Selain gas-gas CO dan CO2 zat lain yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor adalah timbal (Pb) yang bertujuan untuk meningkatkan nilai oktan pada bahan bakar namun efeknya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.Gas-gas yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor ini umumnya beracun dan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di Jakarta yaitu menganggu saluran pernapasan dan yang lebih parah lagi bisa menyebabkan kanker paru- paru, ditambah lagi zat zat seperti pb yang dapat mengurangi fungsi kerja otak Dapat dipahami bahwa semakin tinggi kepadatan penduduk, maka kebutuhan akan oksigen semakin banyak.Namun, dengan bertambahnya kendaraan bermotor menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dan bertambahnya gas-gas berbahaya bagi manusia. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa penyebab terjadinya polusi udara di Jakarta? 2. Mengapa emisi gas buang kendaraan bermotor dapat menyebabkab terjadinya polusi udara di Jakarta? 3. Dampak apa saja yang ditimbulkan oleh asap kendaraan bermotor terhadap lingkungan di Jakarta?

4. Bagaimana upaya manusia dalam pengendalian polusi kendaraan bermotor terhadap lingkungan?

1.3 Tujuan Penulisan Untuk mengetahui penyebab terjadinya polusi di jakarta Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh asap kendaraan bermotor terhadap lingkungan Untuk mengetahui hubungan ledakan penduduk di jakarta dengan pertumbuhan kendaraan bermotor Untuk memberikan pengetahuan kepada pembaca akan dampak yang ditimbulkan oleh emsisi gas buang kendaraan bermotor. Untuk mengetahui upaya apa yang dapat dilakukan dalam

pengendalian polusi udara. 1.4 Metode Penulisan

BAB II ISI 2.1 Pengertian Polusi Udara

Polusi adalah masuknya atau dimasukkannya komponen atau zat lain ke dalam lingkungan, sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.polusi sendiri dibedakan menjadi polusi udara, polusi air dan polusi tanah.namun dalam makalah ini kami hanya membatasi kepada polusi udara Polusi udara dapat diartikan sebagai hadirnya satu atau beberapa kontaminan di dalam udara atmosfir.Seperti debu, busa, gas, kabut, bau-bauan, asap atau uap dalam kuantitas yang banyak, dengan berbagai sifat maupun lama berlangsungnya di udara tersebut hingga dapat menimbulkan gangguan-gangguan tehadap kehidupan manusia, tumbuhan, dan hewan Polusi udara dapat disebabkan oleh dua hal, yaitu faktor alam dan perilaku manusia. Faktor alam yang dapat menyebabkan pencemaran udara antara lain gunung meletus yang dapat mengeluarkan debu dan gas sejauh berkilo-kilo meter serta kebakaran hutan akibat dari kemarau yang berkepanjangan. Faktor yang kedua adalah perbuatan manusia yang secara langsung juga dapat meningkatkan pencemaran seperti peningkatan pertumbuhan penduduk dan laju urbanisasi yang mendorong pertumbuhan kendaraan bermotor, pertumbuhan daerah industri dan berkurangnya daerah hijau di kota.Pendapat ahli mengatakan bahwa pencemaran udara akan terus meningkat karena bertambahnya populasi manusia dan meningkatnya permintaan bahan bakar.Faktor lain yang dapat menyebabkan meningkatnya polusi udara adalah penurunan ruang terbuka untuk penghijauan, perubahan gaya hidup yang mendorong pertumbuhan konsumsi energi, ketergantungan kepada minyak bumi sebagai sumber energi, kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pencemaran udara dan pengendaliannya serta kebakaran hutan dalam skala besar, yang secara langsung menyebabkan degradasi hutan dan dapat memberikan efek pada ekosistem, keanekaragaman hayati, peningkatan emisi karbon, dan kesehatan manusia Sumber Polusi udara dapat dikategorikan atas sumber bergerak dan sumber tidak bergerak, yang meliputi sektor transportasi, industri, dan domestik. Sumber pencemaran udara yang utama adalah berasal dari transortasi khususnya kendaraan bermotor yang menggunakan bahan bakar yang mengandung zat pencemar. Ada dua bentuk emisi dari dua unsur atau senyawa polusi udara, yaitu :

1. Polusi Udara Primer, yaitu emisi unsur-unsur pencemar udara langsung ke atmosfer dari sumber-sumber diam maupun bergerak. Pencemar udara primer ini mempunyai waktu paruh di atmosfer tinggi pula, misalnya : CO, CO2, SO2, NO2, CFC, Cl2, dan partikel debu. 2. Polusi Udara Sekunder, yaitu emisi pencemar udara dari hasil proses fisikakimia di atmosfer dalam bentuk fotokimia yang umumnya bersifat reaktif dan mengalami transformasi fisika-kimia menjadi unsur dan senyawa. Bentuknya berubah dari saat diemisikan hingga setelah ada di atmosfer, misalnya : ozon, aldehida dan hujan asam.Sumber pencemaran lain berasal dari aktivitas domestik dan penggunaan bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, pembakaran sampah secara terbuka, saluran air buangan, dan penguapan bahan bakar saat pengisian di stasiun pengisian bahan bakar. Semua sumber bahan pencemar ini memberikan efek yang hampir sama terhadap lingkungan dan mahluk hidup yang ada dimuka bumi, dan perbedaannya hanya terdapat pada rekasi zat-zat yang terkandung dalam bahan pencemar tersebut. Dampak yang di timbulkan bagi manusia dan lingkungan seperti infeksi saluran pernapasan menurunkan tingkat kesehatan masyarakat seperti infeksi saluran pernapasan, kanker paru-paru dan dampak bagi bumi itu sendiri adalah penipisan lapisan ozon,global warming, hujan asam, es di kutub mencair dan lainlain

2.2 Pertumbuhan penduduk di jakarta Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu,dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Di indonesia sendiri khususnya kota Jakarta pertumbuhan penduduk sudah sangat tinggi. Ini disebabkan berbagai faktor yaitu faktor jumlah kelahiran dan kematian yang tidak seimbang dimana jumlah kelahiran yang lebih tinggi dari jumlah kematian. Selain itu juga faktor urbanisasi dimana masyarakat dari pedesaan berpindah tempat dan menetap di jakarta untuk mencari pekerjaan. Data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta menunjukkan laju pertumbuhan penduduk dari 2000 hingga 2010 di Jakarta mencapai 1,40 persen per tahun Persentase ini jauh lebih tinggi ketimbang laju pertumbuhan dari 1990 hingga 2000 yang cuma 0,17 persen per tahun.Di khawatirkan apabila kondisi ini terus berlangsung kota jakarta pada tahun 2020 hnanti mengalami lonjakan penduduk yang lebih besar.Dimana lonjakan penduduk ini akan menimbulkan masalah lain salah satunya adalah meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di jakarta yang mana kenaikan jumlah kendaraan bermotor ini akan meningkatkan polusi udara di kota jakarta itu sendiri.

2.3 Pertumbuhan kendaraan bermotor Pertumbuhan kendaraan bermotor dari tahun ketanuhnya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk di jakarta.hal ini disebabkan meningkatnya jumlah penduduk di jakarta menyebabkan tingkat kebutuhan masyarakat akan mobilitas sangat tinggi dan juga tingkat perekonomian masyarakat di kota jakarta yang memungkinkan membeli sebuah kendaraan pribadi baik sepeda motor maupun mobil menyebabkan pertumbuhan kendaaraan bermotor ini sulit untuk di tangani.Kenaikan jumlah kendaraan ini menimbulkan masalah baru bagi masyarakat yang tinggal di kota Jakarta yaitu kualitas udara menurun, akibat emisi gas dari kendaaraan bermotor yang berlebih dan juga kemacetan yang disebabkan volume kendaraan yang meningkat sedangkan volume jalan yang cenderung statis. Pertumbuhan kendaraan bermotor ini tidak lepas juga dengan Kemajuan industri otomotif di negara-negara maju seperti jepang dan eropa yang berkontribusi menyumbang kemacetan di ibu kota. Belum adanya pembatasan kendaraan, membuat puluhan ribu kendaraan baru menginjak aspal Jakarta setiap harinya. Bahkan, kini tercatat sebanyak 15 juta unit kendaraan bermotor ada di Jakarta.Berdasarkan data dari polda metro jaya untuk setiap harinya ada 75 ribu pemohon yang mengajukan kendaraan baru. Sehingga dalam 3 tahun terakhir, kalau dihitung per tahun sekitar 1 juta kendaraan bermotor penambahannya. Data yang dimiliki Ditlandas Polda Metro Jaya khusus wilayah DKI Jakarta ada kenaikan yang cukup signifikan dari 3 tahun lalu. Jika pada tahun 2010 hanya ada 11 juta unit kendaraan bermotor, saat ini sudah tercatat 15 juta unit kendaraan bermotor ada di DKI Jakarta. Sementara penambahan jalan yang ada di ibukota tidak signifikan. Sudah pasti tidak sebanding dengan peningkatan jumlah kendaraan bermotor yang jalan. Panjang jalan di Jakarta yang hanya 7.650 km dan luas jalan 40,1 km atau 0,26 persen dari luas wilayah DKI. Sementara pertumbuhan panjang jalan hanya 0,01 per tahun. Hal ini tidak sebanding dengan tingginya angka perjalanan yang mencapai 22 juta per harinya.Jadi kemacetan yang parah di jakarta ini bukan dari sterilisasi, namun jumlah kendaraan dan perjalanan di Jakarta yang semakin meningkat.

2.4 Dampak Emisi Gas Kendaraan Bermotor A. Kesehatan Masyarakat Kesehatan merupakan hal yang utama bagi manusia karena dengan kesehatan baik jiwa maupun raga manusia dapat menjalani aktivitas hidupnya dengan baik. Namun bagi masyarakat yang tinggal kota-kota besar seperti jakarta ini kesehatan menjadi sesuatu yang mustahil karena polusi udara terutama di kota-kota besar

seperti di Jakarta ini telah menyebabkan turunnya kualitas udara sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan bahkan telah menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan masyarakat di jakarta. Menurunnya kualitas udara tersebut terutama disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil yang tidak terkendali dan tidak efisien pada alat transportasi di kota Jakarta. Hasil penelitian di Jakarta menunjukan bahwa kendaraan bermotor memberikan kontribusi pencemaran CO sebesar 98,80%, NOx sebesar 73,40% dan HC sebesar 88,90% (Bapedal, 1992). Beberapa faktor penyebab pencemaran udara telah banyak diteliti oleh para ahli dalam upaya mereduksi dampak yang dapat ditimbulkannya. Salah satu Penelitian yang dilakukan adalah pengaruh timbal yang masuk ke tubuh manusia atau hewan membuktikan bahwa bahan tersebut tidak bisa diurai oleh tubuh, maka timbal dapat merusak jaringan tubuh siapa pun yang diendapinya. Proses masuknya Pb ke dalam tubuh dapat melalui beberapa jalur, yaitu melalui makanan dan minuman, udara dan perembasan atau penetrasi pada selaput atau lapisan kulit. Timbal secara umum dikenal dengan sebutan timah hitam, biasa digunakan sebagai campuran bahan bakar bensin. Fungsinya, selain meningkatkan daya pelumasan, juga meningkatkan efisiensi pembakaran. Sehingga kinerja kendaraan bermotor meningkat. Bahan kimia ini bersama bensin dibakar dalam mesin. Sisanya keluar bersama emisi gas buang hasil pembakaran.Timbal yang terbuang lewat knalpot itu adalah satu diantara zat pencemar udara. Timbal banyak digunakan oleh industri otomotif, karena setiap tambahan 0,1 gram timbal/liter mampu meningkatkan oktan sebesar 1,5 hingga 2 satuan. Timbal dan persenyawaannya dapat berda di dalam badan perairan secara alamiah dan sebagai dampak dari aktifitas manusia. Secara alamiah, Pb dapat masuk kedalam badan perairan melalui pengkristalan Pb di udara dengan bantuan air hujan. Disamping itu, proses korofikasi dari batuan mineral akibat hempasan gelombang dan angin, juga merupakan salah satu sumber Pb yang akan masuk kedalam perairan. Timbal sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Apabila timbal mengendap pada tubuh manusia bisa menyebabkan penurunan fungsi kerja otak dan bahkan kerusakan di bagian otak yang bisa menyebabkan kematian. Selain timbal Gas-gas lain yang terdapat dalam asap kendaraan bermotor banyak yang dapat menimbulkan kerugian, diantaranya adalah karbon dioksida, karbon monoksida, oksida nitrogen dan oksida belerang. Berikut ini kerugian yang ditimbulkan gas-gas tersebut: Karbon dioksida Karbon dioksida tergolong gas rumah kaca, sehingga peningkatan kadar karbon dioksida di udara dapat mengakibatkan peningkatan suhu permukaan bumi

Karbon monoksida Gas ini bersifat racun, dapat menyebabkan rasa sakit pada mata, saluran pernafasan dan paru-paru. Jika masuk ke dalam darah melalui pernafasan, karbon monoksida bereaksi dengan hemoglobin dalam darah membentuk COHb (karboksihemoglobin). Oksida Belerang Belerang oksida, apabila terisap oleh pernapasan, akan berekasi dengan air dalam saluran pernapasan dan membentuk asam sulfat yang akan merusak jaringan dan menimbulkan rasa sakit. Oksidasi belerang juga dapat larut dalam air hujan dan menyebabkan hujan asam. Oksida nitrogen NOx bereaksi dengan bahan-bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena asap-kabut. Kabut menyebabkan berkurangnya daya pandang, iritasi pada mata dan saluran pernapasan, membuat tanaman layu, serta menurunkan kualitas materi.

Penyakit-penyakit yang dapat disebabkan oleh polusi udara adalah: Bronchitis kronika. Pengaruh pada wanita maupun pria kurang lebih sama. Hal ini membuktikan prevalensinya tak dipengaruhi oleh macam pekerjaan sehari-hari. Dengan membersihkan udara dapat terjadi penurunan 40% dari angka mortalitas. Emphysema pulmonum Bronchopneumonia Asthma bronchiale Cor pulmonale kronikum Kanker paru. Stocks & Campbell menemukan mortalitas pada nonsmokers di daerah kota 10 kali lebih besar daripada daerah rural. Penyakit jantung, juga ditemukan dua kali lebih besar morbiditasnya di daerah dengan polusi udara tinggi. Karbon-monoksida ternyata dapat menyebabkan bahaya pada jantung, apalagi bila telah ada tanda-tanda penyakit jantung ischemik sebelumnya. Afinitas CO terhadap hemoglobin adalah 210 kali lebih besar daripada O2 sehingga bila kadar CO Hb sama atau lebih besar dari 50%, akan dapat terjadi nekrosis otot jantung. Kadar lebih rendah dari itu pun telah dapat mengganggu faal jantung. Kanker lambung, ditemukan dua kali lebih banyak pada daerah dengan polusi tinggi.

Penyakit-penyakit lain, seperti iritasi mata, kulit dan sebagainya banyak juga dihubungkan dengan polusi udara. Juga gangguan pertumbuhan anak dan kelainan hematologic.

B. Keanekaragaman hayati Keanekaragaman hayati adalah tingkat variasi bentuk kehidupan dalam, mengingat ekosistem bioma atau seluruh planet. Keanekaragaman hayati adalah ukuran dari kesehatan ekosistem. Keanekaragaman hayati adalah sebagian fungsi dari iklim. Pada habitat darat, daerah tropis biasanya kaya sedangkan spesies dukungan daerah kutub lebih sedikit. Perubahan lingkungan yang cepat biasanya menyebabkan kepunahan massal. Salah satu perkiraan adalah bahwa kurang dari 1% dari spesies yang ada di Bumi adalah yang masih ada. Polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas kendaraan bermotor tidak hanya berdampak pada manusia namun berdampak kepada makhluk hidup lain seperti tumbuhan, hewan dan juga berdampak kepada alam atau bumi kita. Dampak polusi udara terhadap tumbuhan Seperti yang kita ketahui salah satu masalah yang dihadapi kota Jakarta sebagai ibukota negara adalah pencemaran udara dari emisi kendaraan bermotor.emisi berupa gas atau zat yang di keluarkan oleh kendaraan bermotor ini, dapat menyebabkan kerusakan bagi tumbuhan. Kerusakan pada tumbuhan dapat diamati melalui saah satu organ pada tumbuhan yaitu daun.Daun merupakan organ yang sangat peka terhadap pencemar atau polutan. Klorofil sebagai pigmen hijau daun yang berfungsi dalam kegiatan fotosintesis dan berlangsung dalam jaringan mesofil, akan mengalami penurunan kadarnya sejalan dengan peningkatan polusi atau pencemar udara. Jaringan mesofil adalah jaringan pertama yang akan terpengaruh oleh pencemaran udara, di samping perubahan kadar klorofil Pengaruh pencemaran udara pada daun dapat dilihat dari kerusakan secara makroskopik seperti klorosis, nekrosis; atau secara mikroskopik seperti struktur sel atau dari perubahan fisiologi dan biokimia, seperti perubahan klorofil, metabolisme.