Anda di halaman 1dari 22

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Dalam kepala manusia, terdapat bagian yang sangat kompleks, sensitive, dan mempunyai peranan besar dalam kehidupan manusia. Bagian tersebut adalah otak yang terdapat di balik tengkorak kepala manusia. Otak manusia tersebut sama sekali berbeda dengan otak makhluk lainnya, baik dari segi eksistensinya maupun bentuk dan ukurannya. Otak atau encephalon adalah pusat sistem saraf/CNS (Central Nervous System) pada vertebrata dan banyak invertebrate lainnya. Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar, gerakan, perilaku, dan fungsi tubuh homoestatis, seperti detak jantung, tekanan darah, ataupun keseimbangan cairan dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi, misalnya pada pengenalan, emosi, ingatan, pembelajaran motorik, dan segala bentuk pembelajaran lainnya. (1) Otak adalah pusat kehidupan. Segala aktivitas kehidupan, hingga yang sekecil-kecilnya, hanya bisa terjadi melalui mekanisme yang diatur oleh otak. Dalam waktu yang bersamaan otak harus menjalankan beribu-ribu aktivitas sekaligus. Misalnya, saat kita berjalan di tepi jalan yang ramai, maka otak mengatur agar kaki melangkah, mengatur mata untuk melihat pemandangan dan situasi sekitar sekaligus menyimpannya dalam memori, menyuruh telinga menangkap berbagai suara yang masuk sekaligus menyimpan, menafsirkan, dan meresponsnya. Saat tiba-tiba mendengar suara klakson dari belakang maka secepat kilat otak menyuruh kaki meloncat ke tepi, menyuruh leher menoleh ke belakang, menyuruh mata membelalak, menyuruh otot-otot menegang untuk mengatasi situasi darurat, menyuruh jantung memompa darah lebih kencang, menyuruh hidung tetap bernafas, dan

masih banyak lagi yang harus diaturnya, bahkan terkadang masih sempatsempatnya menyuruh mulut memaki. Semua itu dapat dilaksanakan bersamaan karena diatur oleh bagian otak yang berbeda-beda. Ya, otak memiliki banyak bagian yang memiliki fungsi berbeda-beda. Secara garis besar otak terbagi atas tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem). Masing-masing bagian terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, lebih kecil lagi, dan lebih kecil lagi. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedang bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) plus tulang tengkorak.(6)

Sumber: http://www.rumahkanker.com

B. Rumusan Masalah Kanker otak atau tumor otak merupakan sebuah lesi yang terletak pada intracranial dan menepati ruang di dalam tengkorak. Tumor-tumor ini selalu bertumbuh sebagai sebuah massa yang berbentuk bola tetapi juga dapat tumbuh menyebar masuk kedalam jaringan. (3) Tiap bagian otak bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.(5) Dilaporkan, hampir 5.000 orang di Inggris terdiagnosa kanker otak. Dan tidak tanggung-tanggung angka kematian pun sudah mencapai 3.600 dalam tiap tahunnya.(7)

C. Tujuan Untuk mengetahui jenis-jenis kanker otak, penyebab, gejala dan diagnosa, serta cara pengobatan kanker otak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


A. Anatomi dan Fisiologi Otak Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang. Otak adalah organ penting yang mengendalikan pikiran, memori, emosi, sentuhan, keterampilan motorik, visi, respirasi, suhu, rasa lapar, dan setiap proses yang mengatur tubuh kita.(2) Otak terletak dalam cranium (tengkorak) berkembang dari sebuah tabung yang mulanya memperlihatkan tiga gejala pembesaran otak awal. a. Otak depan menjadi hemisfer serebri, korpus striatum, thalamus serta hipotalamus. Fungsi menerima dan mengintegrasikan informasi mengenai kesadaran dan emosi. b. Otak tengah, menggkoordinir otot yang berhubungan dengan penglihatan dan pendengaran. Otak ini menjadi tegmentum, krus serebrium, korpus kuadrigeminus. c. Otak belakang (pons), bagian otak yang menonjol kebanyakan tersusun dari lapisan fiber (berserat) dan termasuk sel yang terlibat dalam pengontrolan pernafasan. Otak belakang ini menjadi: Pons vorali, membantu meneruskan informasi. Medulla oblongata, mengendalikan fungsi otomatis organ dalam (internal). Serebelum, mengkoordinasikan pergerakan dasar.(2)

Sumber: http://www.cancerhelps.co.id Otak dapat dibagi ke dalam otak besar (cerebrum), batang otak (brainstem), dan otak kecil (cerebellum): Otak Besar (cerebrum): Cerebrum (supratentorial atau otak depan) terdiri dari belahan otak kanan dan kiri. Fungsi dari cerebrum ini meliputi: inisiasi gerakan, koordinasi gerakan, temperatur, sentuhan, penglihatan, pendengaran, penilaian, penalaran, pemecahan masalah, emosi, dan pembelajaran. Batang Otak (brainstem): Batang otak (garis tengah atau bagian tengah otak) termasuk otak tengah, pons, dan medulla. Fungsi daerah ini meliputi: pergerakan mata dan mulut, penyampaian pesan sensorik (panas, nyeri, keras, dll), rasa lapar, respirasi, kesadaran, fungsi jantung, suhu tubuh, gerakan otot tak sadar, bersin, batuk, muntah, dan menelan. Otak Kecil (cerebellum): Otak kecil (infratentorial atau otak belakang) terletak di bagian belakang kepala. Fungsinya untuk mengkoordinasi gerakan otot sukarela dan untuk mempertahankan postur tubuh, keseimbangan, dan equilibrium. Secara lebih spesifik, beberapa bagian lain dari otak adalah sebagai berikut:

Pons: sebuah bagian yang terletak sangat dalam di otak, terletak di brainstem, pons berisi banyak daerah kontrol untuk gerakan mata dan wajah.

Medulla: Bagian terendah dari batang otak, medula adalah bagian yang paling penting dari seluruh otak dan merupakan pusat control jantung dan paru-paru yang sangat penting.

Syaraf tulang belakang: merupakan sekumpulan besar serabut saraf yang terletak di bagian belakang yang memanjang dari dasar otak ke punggung bawah, syaraf tulang belakang ini membawa pesan ke dan dari otak dan seluruh tubuh.

Lobus frontal: bagian terbesar dari otak yang terletak di bagian depan kepala, lobus frontal terlibat dalam karakteristik kepribadian dan gerakan.

Lobus parietal: bagian tengah otak, lobus parietalis membantu seseorang untuk mengidentifikasi objek dan memahami hubungan spasial (dimana tubuh seseorang dibandingkan dengan benda-benda di sekitar orang tersebut). Lobus parietalis juga terlibat dalam interpretasi rasa sakit dan sentuhan pada tubuh.

Lobus oksipital: lobus oksipital adalah bagian belakang otak yang terlibat dengan penglihatan.

Lobus temporal: sisi otak, lobus temporal ini terlibat dalam memori, ucapan, dan indra penciuman. Seperti bagian-bagian tubuh lain, otak bisa terkena tumor maupun kanker.

Bedanya, jika pada bagian tubuh lain tumor jinak kadang tidak mengganggu dan tidak berbahaya, di otak tumor jinak pun bisa sangat mengganggu dan membahayakan nyawa. Banyaknya bagian otak yang memiliki fungsi pengaturan tubuh yang berbeda-beda membuat tumor dan kanker otak memiliki gejala yang sangat variatif. Gejala yang muncul sangat tergantung di bagian otak mana tumor tersebut muncul. (6)

B. Definisi Kanker Otak Kanker otak adalah keganasan yang terjadi pada jaringan otak manusia. Untuk dapat memahami kanker otak, maka kita perlu memahami bagaimana sistem saraf pusat dan otak manusia bekerja.(5) Kanker otak merupakan sekumpulan massa sel-sel otak yang tumbuh abnormal, di luar kendali. Sebagian besar kanker otak dapat menyebar melalui jaringan otak, tetapi jarang menyebar ke area lain dari tubuh. (6) Namun pada kasus tumor otak jinak, saat mereka tumbuh, mereka dapat menghancurkan dan menekan jaringan otak yang normal lainnya, yang dapat berakibat pada kelumpuhan ataupun fatal. Karena itu, dokter lebih suka menggunakan istilah "tumor otak" daripada "kanker otak." Yang menjadi concern utama pada pasien kanker otak maupun tumor otak ini adalah seberapa cepat mereka menyebar melalui bagian otak/ syaraf tulang belakang lainnya dan apakah mereka bisa diangkat dan tidak kambuh lagi. Kanker Otak dan syaraf tulang belakang pada orang dewasa berbeda dengan pada anak-anak. Mereka sering terbentuk di daerah yang berbeda, berkembang dari tipe sel yang berbeda, dan mungkin pendekatan pengobatannya juga berbeda. Pembahasan ini dikhususkan hanya pada kanker otak dewasa. Penting bagi kita untuk membedakan antara kanker otak primer (yaitu bermula di otak), dengan kanker otak sekunder (bermula pada organ lain dalam tubuh seperti paru-paru atau payudara dan kemudian menyebar ke otak). Pada orang dewasa, kanker metastasis ke otak sebenarnya lebih umum dari kanker otak primer. Kanker ini tidak diperlakukan dengan cara yang sama. Sebagai contoh, kanker payudara atau paru-paru yang menyebar ke otak diperlakukan berbeda dari kanker yang dimulai di otak. Pembahasan ini hanya tentang kanker otak primer. Tidak seperti jenis kanker lainnya, kanker otak atau syaraf tulang belakang jarang menyebar ke organ jauh. Mereka menyebabkan kerusakan karena mereka menyebar secara lokal dan menghancurkan jaringan otak normal di tempat di mana mereka muncul. Namun, kanker otak atau sumsum tulang belakang jarang dianggap "jinak". Kecuali mereka benar-benar telah diangkat atau dihancurkan,

sebagian besar kanker otak atau tumor syaraf tulang belakang akan terus berkembang dan akhirnya mengakibatkan kematian. C. Jenis-Jenis Kanker Otak Kanker otak primer dapat dimulai pada satu jenis jaringan atau sel-sel di dalam otak ataupun sumsum tulang belakang. Beberapa tumor mengandung campuran jenis sel. Tumor di daerah yang berbeda dari sistem saraf pusat dapat diobati secara berbeda dan memiliki prognosis yang berbeda.

A. Glioma: Glioma adalah istilah umum untuk sekelompok tumor yang mulai dalam sel glial. Sejumlah tumor dapat dianggap glioma, termasuk glioblastoma, astrocytomas, oligodendrogliomas, dan ependymomas. Sekitar 4 dari 10 kasus kanker otak adalah glioma. Bila dihitung case kanker otak ganas, sekitar 8 dari 10 adalah glioma. A1. Astrocytomas: Kebanyakan tumor yang timbul di dalam otak itu sendiri bermula dalam sel glial yang disebut astrosit. Tumor ini disebut astrocytomas. Statistiknya sekitar 3 dari 10 kanker otak. Kebanyakan astrocytomas dapat menyebar luas ke seluruh otak dan menyatu dengan jaringan otak normal, yang dapat membuat mereka sangat sulit untuk diangkat dengan operasi. Kadang-kadang mereka menyebar di sepanjang jalur system saraf utama. Sangat jarang bagi mereka untuk menyebarkan ke luar otak atau sumsum tulang belakang. Astrocytomas sering diklasifikasikan sebagai kelas rendah, menengah, atau kelas tinggi, berdasarkan bagaimana sel lihat di bawah mikroskop.

Astrocytomas kelas rendah: tipe yang paling lambat berkembang Astrocytomas anaplastik: tumbuh pada tingkat moderat

Astrocytoma kelas tertinggi (atau glioblastoma): paling cepat berkembang. Tumor ini membuat sekitar dua-pertiga dari astrocytomas dan merupakan tipe paling umum dari kanker otak (ganas) yang menyerang orang dewasa.

A2. Oligodendrogliomas: Tumor ini mulai pada sel-sel otak yang disebut oligodendrocytes. Seperti astrocytomas, sebagian besar dapat menyusup ke jaringan otak di dekatnya dan tidak bisa sepenuhnya diangkat oleh operasi. Oligodendrogliomas kadang tersebar di sepanjang jalur system saraf pusat tetapi jarang menyebar di luar otak atau sumsum tulang belakang. Tipe yang sangat agresif dari tumor ini dikenal sebagai oligodendrogliomas anaplastik. Hanya sekitar 3% dari tumor otak berjenis oligodendrogliomas. A3. Ependymomas: Tumor ini berasal dari sel ependymal, yang garis ventrikel. Ependymomas dapat menghalangi arus keluar system saraf pusat dari ventrikel, yang menyebabkan kondisi yang disebut hidrosefalus. Tidak seperti astrocytomas dan oligodendrogliomas, ependymomas biasanya tidak tumbuh menyusup ke jaringan otak normal. Akibatnya, beberapa (tetapi tidak semua) ependymomas dapat benar-benar diangkat dan disembuhkan dengan operasi. Ependymomas syaraf tulang belakang memiliki peluang terbesar untuk disembuhkan melalui operasi pembedahan. Ependymomas dapat menyebar di sepanjang jalur CSF tetapi tidak menyebar ke luar otak atau sumsum tulang belakang. Bentuk paling agresif-nya dikenal sebagai ependymomas anaplastik dan biasanya tidak dapat disembuhkan dengan operasi. Hanya sekitar 2% dari tumor otak berjenis ependymomas. B. Meningioma Meningioma timbul dari meninges, lapisan jaringan yang mengelilingi bagian luar dari otak dan sumsum tulang belakang. Meningioma berkontribusi pada sekitar 1 dari 3 kanker otak primer dan kanker sumsum tulang belakang. Mereka adalah tumor otak yang paling umum pada orang dewasa.

Risiko tumor ini meningkat sejalan dengan usia. Mereka sekitar dua kali lebih umum terjadi pada wanita. Dalam beberapa kasus tumor ini bersifat genetic (diturunkan), terutama pada mereka dengan neurofibromatosis (sindrom tumor jinak pada jaringan syaraf). Meningioma menyebabkan gejala dengan menekan otak atau syaraf tulang belakang. Sekitar 4 dari 5 meningioma bersifat jinak, dan sebagian besar dapat disembuhkan dengan operasi. Tetapi beberapa meningioma tumbuh sangat dekat dengan struktur vital dalam otak dan tidak bisa disembuhkan dengan pembedahan saja. Sejumlah kecil meningioma bersifat ganas dan mungkin kembali berkali-kali setelah operasi atau bahkan menyebar ke bagian lain dari tubuh. C. Medulloblastomas Medulloblastomas adalah tumor yang berkembang dari sel neuroectodermal (sel saraf primitif) di otak kecil. Mereka adalah kanker yang tumbuh cepat dan sering menyebar ke seluruh jalur cairan serebrospinal, tetapi mereka dapat diobati dengan terapi radiasi dan kemoterapi. Medulloblastomas terjadi lebih sering pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Mereka adalah bagian dari kelas tumor disebut tumor neuroectodermal primitif (PNETs) yang dapat terjadi pada otak besar dan di tempat lain dalam sistem saraf pusat.

D. Gangliogliomas Tumor yang mengandung neuron dan sel glial disebut ganglioglioma. Ini sangat jarang terjadi pada orang dewasa dan memiliki prospek kesembuhan tinggi dengan operasi saja atau operasi yang dikombinasikan dengan radioterapi.

E. Schwannomas (neurilemomas) Schwannomas berasal dari sel Schwann, yang merupakan bagian pembentuk mielin saraf tengkorak dan saraf perifer lainnya. Tumor ini biasanya jinak. Mereka bisa timbul dari saraf kranial. Ketika mereka membentuk tumor dari saraf kranial yang bertanggung jawab untuk keseimbangan dekat otak kecil, mereka disebut

10

schwannomas vestibular atau neuromas akustik. Mereka juga mungkin timbul dari saraf tulang belakang setelah mereka telah meninggalkan sumsum tulang belakang. Schwannomas membuat sekitar 9% dari semua tumor SSP. Tumor lain yang dapat dimulai pada atau dekat otak: Chordomas: Tumor ini jarang terjadi mulai pada tulang di dasar tengkorak atau di ujung bawah tulang belakang. Chordomas tidak dari sistem saraf pusat, tetapi mereka dapat menyebabkan cedera pada sistem saraf di dekatnya dengan cara menekannya. Tumor ini diobati dengan operasi pengangkatan jika

memungkinkan, dan diikuti dengan radioterapi, namun mereka cenderung kembali di daerah yang sama setelah pengobatan, yang dapat menyebabkan cedera progresif dan kematian. Mereka biasanya tidak menyebar ke organ lain. Non-Hodgkin limfoma: Limfoma dimulai pada limfosit (salah satu jenis sel utama dari sistem kekebalan tubuh). Beberapa jenis limfoma sistem saraf pusat (SSP) terjadi pada orang dengan masalah sistem kekebalan tubuh, seperti mereka yang terinfeksi HIV. Perkembangan pengobatan baru untuk AIDS, menyebabkan jenis limfoma otak menjadi kurang umum dalam beberapa tahun terakhir. Limfoma otak seringkali sangat ganas dan dapat sulit untuk diobati. Kemajuan terbaru dalam kemoterapi, bagaimanapun, telah meningkatkan prognosis penderita kanker ini. (6) D. Penyebab Kanker Otak Tidak ada yang tahu penyebab pasti dari kanker otak. Namun, jelas bahwa tumor otak tidak menular. Penelitian telah menunjukkan adanya beberapa faktor resiko tertentu yang meningkatkanr resiko seseorang terhadap kanker otak (primer): Laki-laki: Secara umum, kanker otak lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Namun, meningioma lebih sering terjadi pada wanita.

11

Ras: kanker otak lebih sering terjadi pada orang kulit putih daripada ras berwarna. Usia: kanker otak kebanyakan menyerang manula( diatas 70 tahun) ataupun pada anak-anak berusia 8 tahun atau lebih muda. Riwayat keluarga: - Orang-orang dengan anggota keluarga yang terkena glioma lebih mungkin mengembangkan penyakit ini. Terpapar radiasi atau bahan kimia tertentu di tempat kerja:

Radiasi: pekerja di industri nuklir memiliki peningkatan risiko kanker otak Formaldehida: patolog dan pembalsem yang bekerja dengan formaldehid memiliki risiko terkena kanker otak

Vinyl chloride: para pekerja industri plastik dapat terpapar vinil klorida yang dapat meningkatkan risiko kanker otak

Akrilonitril: para pekerja tekstil dan industri plastik mungkin terkena akrilonitril yang dapat meningkatkan risiko kanker otak Para ilmuwan sedang menyelidiki apakah ponsel dapat menyebabkan

kanker otak. Studi sejauh ini belum menemukan adanya peningkatan risiko kanker otak di antara orang-orang yang menggunakan ponsel. Para ilmuwan juga terus mempelajari apakah cedera kepala merupakan faktor risiko untuk kanker otak. Sejauh ini, penelitian ini tidak menemukan peningkatan risiko antara orang-orang yang pernah cedera kepala. (6) Penelitian terakhir tentang penggunaan telepon genggam menunjukkan tidak ada kaitan dengan peningkatan risiko kanker otak. Risiko penggunaan telepon genggam itu merupakan debat dalam 20 tahun terakhir. Penelitian terakhir yang dipimpin of Institut Epidemiologi Kanker di Denmark mendata 350.000 orang yang menggunakan telepon seluler dalam 18 tahun terakhir. Para peneliti menyimpulkan risiko para pengguna sama saja dengan orang lain yang tinggak memakan telepon genggam untuk kemungkinan terkena kanker otak.

12

Sumber: jurnalsains.com/5/paparan-radiasi-ponsel-bisa-menyebabkan-kankerotak/ Temuan yang diterbitkan di jurnal medis Inggris itu muncul setelah serangkaian penelitian yang sama dengan kesimpulan serupa. Reaksi atas temuan ini beragam. Sejumlah pakar mengatakan hasil penelitian ini meyakinkan kembali orang, namun pihak lain mempertanyakan cara penelitian dilakukan. Mereka tidak melibatkan pengguna telepon untuk bisnis, yang sangat bergantung pada telepon genggam. Hazel Nunn, kepala informasi kesehatan di Cancer Research, Inggris, mengatakan bahwa hasil ini adalah bukti terkuat selama ini bahwa menggunakan telepon genggam tidak meningkatkan risiko kanker otak atau mengganggu sistem syaraf orang dewasa. Profesor Anders Ahlbom, dari Insitut Karolinska Swedia, memuji penelitian ini dan menyatakan temuan para ilmuwan itu meyakinkan. Sementara Profesor David Spiegelhalter, pakar risiko kesehatan dari Universitas Cambridge, Inggris mengatakan bahwa penggunaan telepon genggam mulai meningkat tahun 1995 dan perbandingan ini mulai dari masa awal. Namun tidak adanya bukti risiko tumor otak tetap merupakan bukti yang sangat penting yang ditambahkan oleh Spiegelhalter. (9)

13

E. Gejala dan Diagnosa Kanker Otak Kanker otak bisa memiliki berbagai gejala mulai dari sakit kepala hingga stroke. Bagian otak yang berbeda-beda mengontrol fungsi yang berbeda, sehingga gejala kanker otak dapat sangat bervariasi tergantung dari lokasinya. Kanker otak merupakan mimic menakutkan dari gangguan-gangguan neurologis lainnya, dan banyak gejala umum dapat mengindikasikan kondisi medis lainnya. Cara terbaik untuk menentukan apakah Anda memiliki kanker otak adalah melakukan scan (MRI, CT scan atau PET scan) otak. Gejala-gejala kanker otak dapat meliputi, antara lain:

sebuah serangan kejang (baru) pada orang dewasa hilangnya gerakan atau sensasi pada lengan atau kaki secara bertahap mudah goyah/ hilang keseimbangan, terutama jika dikaitkan dengan sakit kepala

kehilangan penglihatan di salah satu atau kedua belah mata, terutama yang bersifat lebih peripheral.

pandangan kabur, terutama jika dikaitkan dengan sakit kepala gangguan pendengaran dengan atau tanpa pusing kehilangan kemampuan bicara secara bertahap

Dr. Iskandar Japardi menjelaskan gejala umum tumor dan kanker otak adalah sebagai berikut: Gejala Serebral Umum Dapat berupa perubahan mental yang ringan (psikomotor asthenia), yang dapat dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan aktivitas mental dan sosial, kehilangan inisiatif dan spontanitas, mungkin diketemukan ansietas dan depresi. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2/3 kasus. Nyeri Kepala Diperkirakan 1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala. Sedangkan gejala lanjut diketemukan 70%

14

kasus. Sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. Adanya nyeri kepala dengan psikomotor asthenia perlu dicurigai tumor otak. Muntah Terdapat pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala. Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior, umumnya muntah bersifat proyektil dan tak disertai dengan mual. Kejang Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus, dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak. Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila: - Bangkitan kejang pertama kali pada usia lebih dari 25 tahun - Mengalami post iktal paralisis - Mengalami status epilepsi - Resisten terhadap obat-obat epilepsi - Bangkitan disertai dengan gejala tekanan tinggi intrakranial lain. Bangkitan kejang ditemui pada 70% tumor otak di korteks, 50% pasien dengan astrositoma, 40% pada pasien meningioma, dan 25% pada glioblastoma. Gejala Tekanan Tinggi Intrakranial (TTIK) Berupa keluhan nyeri kepala di daerah frontal dan oksipital yang timbul pada pagi hari dan malam hari, muntah proyektil dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan diketemukan papil udem. Keadaan ini perlu tindakan segera karena setiap saat dapat timbul ancaman herniasi. Selain itu dapat dijumpai parese N.VI akibat teregangnya N.VI oleh TTIK. Tumor-tumor yang sering memberikan gejala TTIK tanpa gejala-gejala fokal maupun lateralisasi adalah meduloblatoma, spendimoma dari ventrikel III, haemangioblastoma serebelum, dan craniopharingioma.

15

Selain gejala umum di atas ada gejala-gejala spesifik berdasarkan lokasi dan fungsi otak yang diserang. Antara lain: Tumor pada Lobus Frontal: - Perubahan perilaku dan kepribadian - Penurunan kemampuan menilai sesuatu - Penurunan daya penciuman - Penurunan daya ingat - Kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh - Penurunan fungsi mental/kognitif - Penurunan penglihatan dan radang syaraf mata Tumor pada Lobus Parietal: - Penurunan kemampuan bicara - Tidak bisa menulis - Tidak mampu mengenali seseorang - Kejang-kejang - Disorientasi ruang Tumor pada Lobus Oksipital: - Kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua belah mata - Kejang-kejang Tumor pada Lobus Temporal: - Penurunan kemampuan bicara - Kejang-kejang - Kadang tanpa gejala sama sekali

Tumor pada Fosa Posterior: - Gangguan berjalan - Nyeri kepala - Muntah

Tumor pada Cerebello Pontin Angie: - Gangguan pendengaran Tumor pada Batang Otak: - Perubahan perilaku dan emosional (lebih sensitif, mudah tersinggung)

16

- Sulit bicara dan menelan - Mengantuk - Sakit kepala, terutama pada pagi hari - Kehilangan pendengaran - Kelemahan syaraf pada salah satu sisi wajah - Kelemahan syaraf pada salah satu sisi tubuh - Gerakan tak terkontrol - Kehilangan penglihatan, kelopak mata menutup, juling, dll. - Muntah Tumor pada Selaput Otak: - Sakit kepala - Kehilangan pendengaran - Gangguan bicara - Inkontinensi (tidak mampu mengontrol buang air kecil/besar) - Gangguan mental dan emosional (apatis, anarkis, dll) - Mengantuk berkepanjangan - Kejang-kejang - Kehilangan penglihatan Tumor pada Kelenjar Pituitary: - Berhenti menstruasi (amenorrhea) - Memproduksi air susu - Impotensi

Tumor pada Hipotalamus: - Gangguan perkembangan seksual pada anak-anak - Kerdil - Berhenti menstruasi (amenorrhea) - Gangguan cairan dan elektrolit

Tumor pada Ventrikel: - Hidrosefalus - Leher kaku - Kepala miring

17

- Nyeri kepala mendadak - Penglihatan kabur - Penurunan kesadaran

Walaupun mengalami salah satu atau beberapa gejala seperti di atas saja, belum tentu seseorang mengidap tumor atau kanker otak. Untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter spesialis (bedah) syaraf dan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap, serta biopsi. Gejala lainnya yang mungkin, juga termasuk mual atau muntah yang memburuk pada pagi hari, kebingungan dan disorientasi, serta dan kehilangan memori (pikun).(6) => Diagnosa Kanker Otak Mendiagnosa kanker otak biasanya melibatkan pemeriksaan neurologis, scan otak, dan / atau analisis jaringan otak. Dokter menggunakan informasi diagnostik untuk mengklasifikasikan tumor dari yang paling agresif (jinak) ke yang paling agresif (ganas). Pemeriksaan neurologis: adalah serangkaian tes untuk mengukur fungsi sistem saraf dan kewaspadaan fisik dan mental pasien. Jika tanggapan terhadap ujian tidak normal, dokter akan melakukan scan otak atau merujuk pasien ke ahli saraf atau ahli bedah saraf, yang kemudian akan menyarankan scan otak. Sebuah scan otak: adalah gambar struktur internal dalam otak. Sebuah mesin khusus akan mengambil gambar otak, dengan cara memotret dari berbagai sudut (seperti kamera digital). Scan yang paling umum digunakan untuk diagnosis adalah: MRI, CT scan dan PET scan. Biopsi: adalah prosedur pembedahan di mana sampel jaringan diambil dari lokasi tumor dan diperiksa di bawah mikroskop. Tujuan biopsi adalah untuk menemukan jenis dan grade kanker otak.

18

Biopsi terbuka dilakukan selama kraniotomi (lihat penjelasan kraniotomi pada bagianpembedahan). Biopsi tertutup (juga disebut biopsi stereotactic atau biopsy jarum) dapat dilakukan ketika tumor berada di daerah otak yang sulit dijangkau. Dalam biopsi tertutup, ahli bedah saraf membuat lubang kecil ke dalam tulang tengkorak dan melewatkan sebuah jarum berlubang sempit ke tumor untuk mengangkat sample jaringan tumor.(6) F. Pengobatan Kanker Otak Orang dengan kanker otak memiliki beberapa pilihan pengobatan. Tergantung pada jenis dan stadium kanker, pasien dapat diobati dengan operasi pembedahan, radioterapi, atau kemoterapi. Beberapa pasien menerima kombinasi dari perawatan diatas. Selain itu, pada setiap tahapan penyakit, pasien mungkin menjalani pengobatan untuk mengendalikan rasa nyeri dari kanker, untuk meringankan efek samping dari terapi, dan untuk meringankan masalah emosional. Jenis pengobatan ini disebut perawatan paliatif.

Pembedahan untuk Kanker Otak Pembedahan adalah pengobatan yang paling umum untuk kanker otak. Tujuannya adalah untuk mengangkat sebanyak mungkin sel-sel kankernya dan meminimalisir sebisa mungkin peluang kehilangan fungsi otak. Operasi untuk membuka tulang tengkorak disebut kraniotomi. Hal ini dilakukan dengan anestesi umum. Sebelum operasi dimulai, rambut kepala dicukur. Ahli bedah kemudian membuat sayatan di kulit kepala menggunakan sejenis gergaji khusus untuk mengangkat sepotong tulang dari tengkorak. Setelah menghapus sebagian atau seluruh tumor, ahli bedah menutup kembali bukaan tersebut dengan potongan tulang tadi, sepotong metal atau bahan. Ahli bedah kemudian menutup sayatan di kulit kepala. Beberapa ahli bedah dapat menggunakan saluran yang ditempatkan di bawah kulit kepala selama satu atau dua hari setelah operasi untuk meminimalkan akumulasi darah atau cairan.

19

Sumber: http://www.cancerhelps.co.id Efek samping yang mungkin timbul pasca operasi pembedahan kanker otak adalah sakit kepala atau rasa tidak nyaman selama beberapa hari pertama setelah operasi. Dalam hal ini dapat diberikan obat sakit kepala. Masalah lain yang kurang umum yang dapat terjadi adalah menumpuknya cairan cerebrospinal di otak yang mengakibatkan pembengkakan otak (edema). Biasanya pasien diberikan steroid untuk meringankan pembengkakan. Sebuah operasi kedua mungkin diperlukan untuk mengalirkan cairan. Dokter bedah dapat menempatkan sebuah tabung, panjang dan tipis (shunt) dalam ventrikel otak. Tabung ini diletakkan di bawah kulit ke bagian lain dari tubuh, biasanya perut. Kelebihan cairan dari otak dialirkan ke perut. Kadang-kadang cairan dialirkan ke jantung sebagai gantinya. Infeksi adalah masalah lain yang dapat berkembang setelah operasi (diobati dengan antibiotic).

20

Sumber: http://www.cancerhelps.co.id Operasi otak dapat merusak jaringan normal. kerusakan otak bisa menjadi masalah serius. Pasien mungkin memiliki masalah berpikir, melihat, atau berbicara. Pasien juga mungkin mengalami perubahan kepribadian atau kejang. Sebagian besar masalah ini berkurang dengan berlalunya waktu. Tetapi kadangkadang kerusakan otak bisa permanen. Pasien mungkin memerlukan terapi fisik, terapi bicara, atau terapi kerja. Radiosurgery stereotactic adalah tehnik "knifeless" yang lebih baru untuk menghancurkan kanker otak tanpa membuka tengkorak. CT scan atau MRI digunakan untuk menentukan lokasi yang tepat dari kanker di otak. Energi radiasi tingkat tinggi diarahkan ke tumornya dari berbagai sudut untuk menghancurkan tumornya. Alatnya bervariasi, mulai dari penggunaan pisau gamma, atau akselerator linier dengan foton, ataupun sinar proton.(6)

21

BAB III KESIMPULAN

Untuk memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, perlu dipahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Dalam satu detik, ada ribuan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar). Otak bisa multitasking karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak. Tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak. Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Untuk memastikan, harus diperiksa langsung oleh dokter ahli syaraf serta menjalani pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap dan biopsi.

22