Anda di halaman 1dari 14

KONVENSI NASKAH

Dalam pembuatan naskah yang baik tergantung dari kerangka karangan yang telah
digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang telah dilakukan kemudian.
Perincian dari kerangka karangan akan menghasilkan suatu bab-bab dan sub-sub bab. Dari
bab-bab dan sub-sub bab ini akan menghasilkan pokok-pokok pikiran atau gagasan utama
dalam sebuah paragraf atau alinea.
Dalam pembuatan naskah yang baik juga kita harus memperhatikan struktur kalimat
dan pilihan kata (diksi) yang dibuat sedemikian rupa, sehingga apa yang kita tulis itu jelas,
teratur dan menarik.
Namun, ada hal yang lebih penting dari semua hal yang telah diuraikan di atas.
Sebuah karangan juga menuntut suatu persyaratan lain yaitu persyaratan formal
bagaimana supaya bentuk atau !ajah dari karangan itu, sehingga kelihatan tampak lebih
indah dan menarik. Persyaratan formal ini meliputi bagian-bagian pelengkap dan kebiasaan-
kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan. Semua persyaratan ini secara umum
disebut dengan konvensi naskah. "on#ensi naskah adalah penulisan sebuah naskah
berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah la$im, dan sudah disepakati.%&'
Dari segi persyaratan formal ini, dapat dibedakan lagi karya yang dilakukan secara
formal, semi-formal, dan non-formal.%(' )ang dimaksud dengan formal adalah bah!a suatu
karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut oleh kon#ensi. Sebaliknya, semi-
formal yaitu bila sebuah karangan tidak memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut
kon#ensi. Sedangkan non-formal yaitu bila bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syarat-
syarat formalnya.
SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH
Dalam menyusun sebuah karangan perlu adanya pengorganisasian karangan.
Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu
kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar,
cermat, logis* penguasaan, !a!asan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai
dan format pengetikan yang sistematis.
Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga
bagian utama, yaitu* Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap
penutup.
+nsur-unsur dalam Penulisan Sebuah "arangan*
,. -agian Pelengkap Pendahuluan
a. .udul Pendahuluan (Judul Sampul)
b. /alaman .udul
c. /alaman Persembahan (kalau ada)
d. /alaman Pengesahan (kalau ada)
e. "ata Pengantar
f. Daftar 0si
g. Daftar 1ambar (kalau ada)
h. Daftar 2abel (kalau ada)
-. -agian 0si "arangan
a. Pendahuluan
b. 2ubuh "arangan
c. "esimpulan
3. -agian Pelengkap Penutup
a. Daftar Pustaka (Bibliografi)
b. 4ampiran (Apendix)
c. 0ndeks
d. 5i!ayat /idup Penulis
A. Bagian Pelengkap Pendahuluan
-agian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan
sama sekali tidak menyangkut isi karangan. 2etapi bagian ini harus disiapkan sebagai
bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu
dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik.
a. Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul
.udul pendahuluan adalah nama karangan. /alaman judul pendahuluan tidak
mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. .udul
karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. -iasanya letaknya di tengah
halaman agak ke atas. Namun, #ariasi-#ariasi lain memang kerap sekali dijumpai.
Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi, halaman judul mencantumkan nama
karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan
identitas pengarang (nomor induk6registrasi, kelas, nomor absen), nama unit studi (unit
kerja), nama lembaga (jurusan, fakultas, un#ersitas), nama kota, dan tahun penulisan.
+ntuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-
unsur sebagai berikut*
.udul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
.udul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
Sampul* nama karangan, penulis, dan penerbit.
/alaman judul* nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan
identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun
penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal),
atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).
/al-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman
judul*
Judul diketik dengan huruf kapital, misalnya:
UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA
MASYARAKAT PEMUKIMAN KUMUH
DI KELURAHAN JATINEGARA JAKARTA TIMUR
Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat, misalnya:
Makalah ini Disusun untuk Melengkapi Ujian Akhi
Mata Kuliah !ahasa In"#nesia Se$este Ganjil %&&'
Atau
Skipsi ini Diajukan untuk Melengkapi Ujian Sajana Ek#n#$i pa"a
(akultas Ek#n#$i Uni)esitas Guna"a$a
Nama penulis ditulis dengan huruf kapital, di bawah nama dituliskan
Nomor Induk Mahasiswa (NIM), misalnya:
ANASTASIA INDRIANI
*&+&'%,-
ogo uni!ersitas untuk makalah, skripsi, tesis, dan disertasi" makalah
ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo#
$ata institusi mahasiswa men%antumkan program studi, jurusan, fakultas,
un!ersitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital, misalnya:
JURUSAN MANAJEMEN
(AKULTAS EK.N.MI
UNI/ERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
%&&0
/al-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal*
7 "omposisi tidak menarik.
7 2idak estetik.
7 /iasan gambar tidak rele#an.
7 8ariasi huruf jenis huruf.
7 "ata 9ditulis (disusun) oleh.:
7 "ata 9N0;6N5P.:
7 /iasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.
7 "ata-kata yang berisi slogan.
7 +ngkapan emosional.
7 ;enuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.
b. Halaman Persembahan
-agian ini tidak terlalu penting. -ila penulis ingin memasukan bagian ini, maka hal itu
semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. Persembahan ini jarang melebihi satu
halaman, dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja, misalnya*
Kutulis n#)el ini
"engan 1aha2a 1inta
untuk $aha $en2unting 3elahan ji4a5
Mu2asaatun Sa6i"ah 3inti KH7 Musli$ Dja4ahi5 al$7
Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa
Qurrata ayuni wajalnaa lil muttaqiina imaama. Amin.8,9
-ila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini, maka persembahan ini
ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan
dengan halaman belakang co#er buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.
c. Halaman Pengesahan
/alaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bah!a karya ilmiah yang telah
ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca6penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi
persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. /alaman pengesahan biasanya
digunakan untuk penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, sedangkan makalah ilmiah, dan
karangan lainnya (baik non-fiksi maupun fiksi) tidak mengharuskan adanya halaman
pengesahan. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan
formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya.
.udul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin
kiri dan kanan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi6teknis,
pembaca6penguji, dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara
simetri kiri-kanan dan atas-ba!ah. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis
setelah disetujui oleh pembimbing dan pembaca6penguji. Penulis skripsi dinyatakan
lulus jika skripsinya telah diuji di hadapan sidang terbuka6tertutup dan telah ditanda-
tangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan. Nama kota dan
tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.
/al-hal yang harus dihindarkan*
7 ;enggaris-ba!ahi nama dan kata-kata lainnya.
7 ;enggunakan titik atau koma pada akhir nama.
7 2ulisan melampaui garis tepi.
7 ;enulis nama tidak lengkap.
7 ;enggunakan huruf yang tidak standar.
7 2idak mencantumkan gelar akademis.
d. Kata Pengantar
"ata pengantar fungsinya sama dengan sebuah surat pengantar. "ata pengantar
adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan.
Setiap karangan ilmiah, seperti* buku, skripsi, tesis, disertasi, makalah, atau laporan
formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi
sebagai berikut*
+capan syukur kepada 2uhan )ang ;aha <sa.
Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi,
atau laporan formal ilmiah).
Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi,
atau laporan formal ilmiah).
Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang,
sekolompok orang, atau organisasi6lembaga.
+capan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau
organisasi6lembaga yang membantu.
Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa
dibubuhi tanda-tangan.
/arapan penulis atas karangan tersebut.
;anfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
"ata pengantar merupakan bagian dari keseluruhan karya ilmiah. Sifatnya formal dan
ilmiah. =leh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan -ahasa 0ndonesia yang
baku, baik, dan benar. 0si kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal
lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa
yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan.
/al-hal yang harus dihindarkan*
;enguraikan isi karangan.
;engungkapkan perasaan berlebihan.
;enyalahi kaidah bahasa.
;enunjukkan sikap kurang percaya diri.
"urang meyakinkan.
"ata pengantar terlalu panjang.
;enulis kata pengantar semacam sambutan.
"esalahan bahasa* ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.
e. Daftar Isi
Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan
ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan ri!ayat hidup penulis
sebagaimana la$imnya sebuah kon#ensi naskah karangan. Daftar isi berfungsi untuk
merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur- unsur pelengkap dari sebuah
buku yang bersangkutan.
Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul
bab dan judul sub-sub bab. "onsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.
f. Daftar Gambar
-ila dalam buku itu terdapat gambar-gambar, maka setiap gambar yang
tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar
menginformasikan* judul gambar, dan nomor halaman.
g. Daftar Tabel
-ila dalam buku itu terdapat tabel-tabel, maka setiap tabel yang tertulis dalam
karangan harus tercantum dalam daftar tabel. Daftar tabel ini menginformasikan* nama
tabel dan nomor halaman.
B. Bagian Isi Karangan
-agian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku atau secara
singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri.
a. Pendahuluan
Pendahuluan adalah bab 0 karangan. 2ujuan utama pendahuluan adalah menarik
perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca terhadap masalah yang
dibicarakan, dan menunjukkan dasar yang sebenarnya dari uraian itu. Pendahuluan
terdiri dari latar belakang, masalah, tujuan pembahasan, pembatasan masalah,
landasan teori, dan metode pembahasan. "esuluruhan isi pendahuluan mengantarkan
pembaca kepada materi yang akan dibahas, dianalisis-sintesis, dideskripsi, atau
diuraikan dalam bab kedua sampai bab terakhir.
+ntuk menulis pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan pokok-pokok yang
harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut*
&) 4atar belakang masalah, menyajikan*
Penalaran (alasan) yang menimbulkan masalah atau pertanyaan yang akan
diuraikan ja!abannya dalam bab pertengahan antara pendahuluan dan
kesimpulan dan dija!ab atau ditegaskan dalam kesimpulan. +ntuk itu, arah
penalaran harus jelas, misalnya deduktif, sebab-akibat, atau induktif.
"egunaan praktis hasil analisis, misalnya* memberikan masukan bagi kebijakan
pimpinan dalam membuat keputusan, memberikan acuan bagi pengembangan
sistem kerja yang akan datang.
Pengetahuan tentang studi kepustakaan, gunakan informasi mutakhir dari buku-
buku ilmiah, jurnal, atau internet yang dapat dipertanggungja!abkan secara
ilmiah. Penulis hendaklah mengupayakan penggunaan buku-buku terbaru.
Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan, gunakan
kata tanya yang menuntut adanya analisis, misalnya* bagaimana....,
mengapa.....
2idak menggunakan kata apa karena tidak menuntut adanya analisis, cukup
dija!ab dengan ya atau tidak.
() 2ujuan penulisan berisi*
2arget, sasaran, atau upaya yang hendak dicapai, misalnya* mendeskripsikan
hubungan > terhadap ) membuktikan bah!a budaya tradisi dapat dilestarikan
dengan kreati#itas baru menguraikan pengaruh > terhadap ).
+paya pokok yang harus dilakukan, misalnya* mendeskripsikan data primer
tentang kualitas budaya tradisi penduduk asli .akarta membuktikan bah!a
pembangunan lingkungan pemukiman kumuh yang tidak layak huni memerlukan
bantuan pemerintah.
2ujuan utama dapat dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah
yang akan dibahas. .ika masalah utama dirinci menjadi dua, tujuan juga dirinci
menjadi dua.
?) 5uang lingkup masalah berisi*
Pembatasan masalah yang akan dibahas.
5umusan detail masalah yang akan dibahas.
Definisi atau batasan pengertian istilah yang tertuang dalam setiap #ariabel.
Pendefinisian merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan untuk
mengungkapkan suatu benda, konsep, proses, akti#itas, peristi!a, dan
sebagainya dengan kata-kata.%@'

@) 4andasan teori menyajikan*
Deskripsi atau kajian teoritik #ariabel > tentang prinsip-prinsip teori, pendapat
ahli dan pendapat umum, hukum, dalil, atau opini yang digunakan sebagai
landasan pemikiran kerangka kerja penelitian dan penulisan sampai dengan
kesimpulan atau rekomendasi.
Penjelasan hubungan teori dengan kerangka berpikir dalam mengembangkan
konsep penulisan, penalaran, atau alasan menggunakan teori tersebut.
A) Sumber data penulisan berisi*
Sumber data sekunder dan data primer.
"riteria penentuan jumlah data.
"riteria penentuan mutu data.
"riteria penentuan sample.
"esesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan.
B) ;etode dan teknik penulisan berisi*
Penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan, misalnya* metode
kuantitatif, metode deskripsi, metode komparatif, metode korelasi, metode
eksploratif, atau metode eksperimental.
2eknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti !a!ancara,
obser#asi, dan kuisioner analisis data, hasil analisis data, dan kesimpulan.
C) Sistematika penulisan berisi*
1ambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan
kesimpulan.
Penjelasan lambang-lambang, simbol-simbol, atau kode (kalau ada).
b. Tubuh Karangan
2ubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian
pembahasan masalah. -agian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada
pendahuluan secara tuntas (sempurna). Di sinilah terletak segala masalah yang akan
dibahas secara sistematis. "esempurnaan pembahasan diukur berdasarkan
kelengkapan unsur-unsur berikut ini*
&) "etuntasan materi*
;ateri yang dibahas mencakup seluruh #ariabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik
pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer.
Pembahasan data primer harus menyertakan pembuktian secara logika, fakta yang
telah dianalisis atau diuji kebenarannya, contoh-contoh, dan pembuktian lain yang
dapat mendukung ketuntasan pembenaran.
() "ejelasan uraian6deskripsi*
"ejelasan konsep*
"onsep adalah keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh, jelas, dan tuntas
dalam suatu kesatuan makna. +ntuk itu, penguraian dari bab ke sub-bab, dari sub-bab
ke detail yang lebih rinci sampai dengan uraian perlu memperhatikan kepaduan dan
koherensial, terutama dalam menganalisis, menginterpretasikan (manafsirkan) dan
menyintesiskan dalam suatu penegasan atau kesimpulan. Selain itu, penulis perlu
memperhatikan konsistensi dalam penomoran, penggunaan huruf, jarak spasi, teknik
kutipan, catatan pustaka, dan catatan kaki.
"ejelasan bahasa*
"ejelasan dan ketetapan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya. +ntuk
me!ujudkan hal itu, kata lugas atau kata denotatif lebih baik daripada kata konotatif
atau kata kias (terkecuali dalam pembuatan karangan fiksi, kata konotatif atau kata
kias sangat diperlukan)
"ejelasan makna kalimat tidak bermakna ganda, menggunakan struktur kalimat yang
betul, menggunakan ejaan yang baku, menggunakan kalimat efektif, menggunakan
koordinatif dan subordinatif secara benar.
"ejelasan makna paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat paragraf* kesatuan
pikiran, kepaduan, koherensi (dengan repetisi, kata ganti, paralelisme, kata transisi),
dan menggunakan pikiran utama, serta menunjukkan adanya penalaran yang logis
(induktif, deduktif, kausal, kronologis, spasial).
"ejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta*
"ejelasan penyajian fakta dapat diupayakan dengan berbagai cara, antara lain*
penyajian dari umum ke khusus, dari yang terpenting ke kurang penting kejelasan
urutan proses. +ntuk menunjang kejelasan ini perlu didukung dengan gambar, grafik,
bagan, tabel, diagram, dan foto-foto. Namun, kebenaran fakta sendiri harus
diperhatikan kepastiannya.
/al-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah)*
Subjekti#itas dengan menggunakan kata-kata* saya pikir, saya rasa, menurut
pengalaman saya, dan lain-lain. ,tasi subjekti#itas ini dengan menggunakan*
penelitian membuktikan bah!aD, uji laboratorium membuktikan bah!aD, sur#ei
membuktikan bah!aD,
"esalahan* pembuktian pendapat tidak mencukupi, penolakan konsep tanpa alasan
yang cukup, salah nalar, penjelasan tidak tuntas, alur pikir (dari topik sampai
dengan simpulan) tidak konsisten, pembuktian dengan prasangka atau berdasarkan
kepentingan pribadi, pengungkapan maksud yang tidak jelas arahnya, definisi
#ariabel tidak (kurang) operasional, proposisi yang dikembangkan tidak jelas, terlalu
panjang, atau bias, uraian tidak sesuai dengan judul.
c. Kesimpulan
"esimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan,
dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. Pembaca yang tidak
memiliki cukup !aktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca
bagian-bagian penting saja, antara lain kesimpulan. =leh karena itu, kesimpulan harus
disusun sebaik mungkin. "esimpulan harus dirumuskan dengan tegas sebagai suatu
pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan.
Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara*
Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan-ringkasan
argumen yang penting dalam bentuk dalil-dalil (atau tesis-tesis), sejalan dengan
perkembangan dalam tubuh karangan itu.
+ntuk kesimpulan-kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum
dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu.
C. Bagian Pelengkap Penutup
-agian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan
ilmiah.
a. Daftar pustaka (ibli!grafi)
Setiap karangan ilmiah harus menggunakan data pustaka atau catatan kaki dan
dilengkapi dengan daftar bacaan. Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi
judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan
sebuah atau sebagian karangan.
+nsur-unsur daftar pustaka meliputi*
Nama pengarang* penulisannya dibalik dengan menggunakan koma.
2ahun terbit.
.udul buku* penulisannya bercetak miring.
Data publikasi, meliputi tempat6kota terbit, dan penerbit..
+ntuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel, nama majalah, jilid, nomor,
dan tahun terbit.
Contoh: 2arigan, /enry. !!". #emba$a sebagai Suatu %eterampilan
Berbahasa. -andung* ,ngkasa. &Banyak versi lainnya, misal: Sistem 'arvard,
Sistem (an$over, dan lain-lain)
"eterangan*
.ika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu
dibalik.
.ika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga itu yang dipakai untuk
menggantikan nama pengarang.
.ika buku itu merupakan editorial (bunga rampai), nama editor yang dipakai dan
di belakangnya diberi keterangan ed. *editor+
Nama gelar pengarang la$imnya tidak dituliskan.
Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf a!al nama
belakang pengarang.
b. "ampiran (#pendi$)
4ampiran (apendiE) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang
tumpang tindih dengan catatan kaki. -ila penulis ingin memasukan suatu bahan
informasi secara panjang lebar, atau sesuatu informasi yang baru, maka dapat
dimasukkan dalam lampiran ini. 4ampiran ini dapat berupa esai, cerita, daftar nama,
model analisis, dan lain-lain. 4ampiran ini disertakan sebagai bagian dari pembuktian
ilmiah. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika
disertakan dalam uraian.
c. Indeks
0ndeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara
alfabetis (urut abjad). Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan
penggunaan istilah tersebut. 0ndeks berfungsi untuk memudahkan pencarian kata dan
penggunaannya dalam pembahasan.
d. %i&a'at Hidup Penulis
-uku, skripsi, tesis, disertasi perlu disertai daftar ri!ayat hidup. Dalam skripsi menuntut
daftar 5/P lebih lengkap. Daftar ri!ayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis
atau pengarang. Daftar ri!ayat hidup meliputi* nama penulis, tempat tanggal lahir,
pendidikan, pengalaman berorganisasi atau pekerjaan, dan karya-karya yang telah
dihasilkan oleh penulis.
DAFTAR PUSTAKA
"eraf, 1orys. %omposisi. .akarta* Nusa 0ndah, &FF@.
/S, Gidjono. BA'ASA ,-./-0S,A #ata %uliah 1engembangan %epribadian di
1erguruan 2inggi. .akarta* P2. 1rasindo, (HHC.
;aryani, )ani, dkk. ,ntisari Bahasa dan Sastra ,ndonesia. -andung* Pustaka Setia,
(HHA.
%&' Gidjono /S, BA'ASA ,-./-0S,A #ata %uliah 1engembangan %epribadian di 1erguruan 2inggi (.akarta*
P2. 1rasindo, (HHC), hal. (BI.
%(' Prof. D5. 1orys "eraf, %/#1/S,S, (.akarta* Nusa 0ndah, &FF@), hal. ((F.
%?' 3ontoh halaman persembahan diambil dari no#el Ayat-ayat Cinta, buah karya dari /abiburrahman <l-
Shira$y.
%@' Dra. )ani ;aryani, dkk. ,ntisari Bahasa dan Sastra ,ndonesia (-andung* Pustaka Setia, (HHA), hal. &C.
Konvensi Naskah
03.40 ECHAN HARVANDHA BLOG 1 COMMENT
Konvensi adaah s!a"! #se$e%"i a&aan' "in(kah ak!' )i%i*)i%i+ ,an( s!dah dise$aka"i
den(an &e!asn,a dan di$a"!hi. Naskah adaah s!a"! "eks ,an( -e%isi a"!%an' a!% )e%i"a di
daa& s!a"! diao( #.en!isan se-!ah naskah -e%dasa%kan ke"en"!an' a"!%an ,an( s!dah
a/i&' dan s!dah dise$aka"i+.
Maka ,an( di&aks!d den(an konvensi naskah adaah $en!isan naskah ka%an(an i&iah
,an( -e%dasa%kan ke-iasaan' a"!%an ,an( s!dah a/i&' dan s!dah dise$aka"i. Konvensi
$en!isan naskah ,an( s!dah a/i& &en)an(k!$ a"!%an $en(e"ikan' $en(o%(anisasian &a"e%i
!"a&a' $en(o%(anisasian &a"e%i $een(ka$' -ahasa' dan keen(ka$an $en!isan ainn,a.
.e%-edaan Naskah 0o%&a' 1e&i*0o%&a' dan Non*0o%&a 2
Da%i se(i $e%s,a%a"an 3o%&a ini' da$a" di-edakan a(i ka%,a ,an( diak!kan se)a%a 3o%&a'
se&i*3o%&a' dan non*3o%&a. 4an( di&aks!d den(an 3o%&a adaah -ah5a s!a"! ka%,a
&e&en!hi se&!a $e%s,a%a"an ahi%iah ,an( di"!n"!" oeh konvensi. 1e-aikn,a' se&i*3o%&a
,ai"! -ia se-!ah ka%an(an "idak &e&en!hi se&!a $e%s,a%a"an ahi%iah ,an( di"!n"!"
konvensi. 1edan(kan non*3o%&a ,ai"! -ia -en"!k se-!ah ka%an(an "idak &e&en!hi s,a%a"*
s,a%a" 3o%&an,a.
6adi da$a" disi&$!kan $e%-edaan da%i konvensi naskah 3o%&a' se&i 3o%&a' dan non
3o%&a "e%e"ak $ada s!- -a-n,a. Di&ana "e%da$a" s!-*s!- -a- naskah 3o%&a ,an( "idak
di$akai a"a! di(!nakan daa& naskah se&i 3o%&a dan non 3o%&a.
1,a%a" 0o%&a $en!isan se-!ah Naskah 2
1e-!ah ka%an(an ha%!s &e&en!hi "i(a as$%ek !"a&a $e%s,a%a"an 3o%&a' ,ai"!2 Ba(ian
$een(ka$ $endah!!an' isi ka%an(an' -a(ian $een(ka$ $en!"!$. 1eain i"! ka%an(an
&e&e%!kan adan,a $en(o%(anisasian ka%an(an.
Ada$!n !ns!%*!ns!% daa& $en!isan se-!ah Ka%an(an se-a(ai -e%ik!" 2
1. Ba(ian .een(ka$ .endah!!an
a. 6!d! $endah!!an
-. Haa&an 7!d!
). Haa&an $e%se&-ahan #kaa! ada+
d. Haa&an $en(esahan #kaa! ada+
e. Ka"a $en(an"a%
3. Da3"a% isi
(. Da3"a% (a&-a% #kaa! ada+
h. Da3"a% "a-e #kaa! ada+
8. Ba(ian 9si Ka%an(an
a. .endah!!an
-. T!-!h ka%an(an
). Kesi&$!an
3. Ba(ian .een(ka$ .en!"!$
a. Da3"a% .!s"aka
-. La&$i%an #A$endi:+
). 9ndeks
d. Ri5a,a" Hid!$
Den(an $e&a$a%an in"isa%i se-a(ai -e%ik!" 2
1. Ba(ian .een(ka$ .endah!!an
Ba(ian $een(ka$ $endah!!an adaah -a(ian ,an( -e%"!(as se-a(ai -ahan in3o%&asi -a(i
$a%a $e&-a)a dan sekai(!s -e%3!n(si &ena&$ikan ka%an(an i"! a(a% "e%iha" e-ih &ena%ik
dan $ada -a(ian ini "idak &e&-ahas sa&a sekai "en"an( isi ka%an(an "e%se-!".
a. 6!d! .endah!!an dan Haa&an .endah!!an
Haa&an 7!d! $endah!!an han,a &en)an"!&kan 7!d! ka%an(an a"a! 7!d! -!k! ,an(
di"!is den(an h!%!3 ka$i"a dan "e%e"ak di "en(ah haa&an a(ak kea"as. Haa&an ini han,a
&en)an"!&kan "e%)an"!& na&a ka%an(an' $en7easan adan,a "!(as' na&a $en(a%an(
#$en,!s!n+' keen(ka$an iden"i"as' $en(a%an( #7!%!san' 3ak!"as' !nive%si"as+' na&a ko"a' dan
"ah!n $en!isan.
;n"!k &e&-e%ikan da,a "a%ik $e&-a)a' $en,!s!nan 7!d! $e%! &e&$e%ha"ikan ha*ha
se-a(ai -e%ik!" 2
6!d! &en((a&-a%kan kese!%!han isi ka%an(an
6!d! ha%!s &ena%ik $e&-a)a -aik &akna &a!$!n $en!isann,a
1a&$! 2 na&a ka%an(an' $en!is' dan $ene%-i"
Haa&an 7!d! 2 na&a ka%an(an' $en7easan adan,a "!(as' $en!is' keen(ka$an iden"i"as
$en(a%an(' na&a !ni" s"!di' na&a e&-a(a' na&a ko"a dan "ah!n $en!isan.
1e!%!h 3%asa di"!is $ada $osisi "en(ah se)a%a si&e"%i#!n"!k ka%an(an 3o%&a+ a"a! &ode
!%!s $ada &a%(in ki%i #!n"!k ka%an(an "idak 3o%&a+.
Ha*ha ,an( $e%! di$e%ha"ikan daa& $e&-!a"an &akaah a"a! sk%i$si $ada haa&an 7!d! 2
6!d! dike"ik den(an h!%!3 ka$i"a
.en7easan "en"an( "!(as dis!s!n daa& -en"!k kai&a"
Na&a $en!is di"!is den(an h!%!3 ka$i"a
Lo(o !nive%si"as !n"!k &akaah' sk%i$si' "esis' dan dise%"asi' &akaah i&iah "idak diha%!skan
&en((!nakan o(o
Da"a ins"i"!si &ahasis5a &en)an"!&kan $%o(%a& s"!di ' 7!%!san' 3ak!"as' !nive%si"as' na&a
ko"a' dan "ah!n di"!is den(an h!%!3 ka$i"a
Ha*ha ,an( ha%!s dihinda%kan daa& haa&an 7!d! ka%an(an 3o%&a 2
Ko&$osisi "idak &ena%ik
Tidak es"e"ik
Hiasan (a&-a% "idak %eevan
Va%iasi h!%!3 7enis h!%!3
Ka"a <di"!is #dis!s!n+ oeh<
Ka"a <N9M=NR.<
Hiasan' "anda*"anda' a"a! (a%is ,an( "idak -e%3!n(si
Ka"a*ka"a ,an( -e%isi so(an
;n(ka$an e&osiona
Men!iskan ka"a*ka"a a"a! kai&a" ,an( "idak -e%3!n(si
-. Haa&an .e%se&-ahan
Ba(ian ,an( "idak "e%a! $en"in( dan 7a%an( &ee-ihi sa"! haa&an' -iasan,a "e%di%i da%i
-e-e%a$a ka"a sa7a. Di"e&$a"kan -e%hada$an den(an haa&an -eakan( 7!d! -!k!' a"a!
-e%hada$an den(an haa&an -eakan( )ove% -!k!' a"a! 7!(a &en,a"! den(an haa&an 7!d!
-!k!.
). Haa&an .en(esahan
Haa&an $en(esahan di(!nakan se-a(ai $e&-!k"ian -ah5a ka%,a i&iah ,an( "eah
di"anda*"an(ani oeh $e&-i&-in(' $e&-a)a=$en(!7i' dan ke"!a 7!%!san "eah &e&en!hi
$e%s,a%a"an ad&inis"%a"i3 se-a(ai ka%,a i&iah.
6!d! sk%i$si se!%!hn,a di"!is den(an h!%!3 ka$i"a $ada $osisi "en(ah an"a%a &a%(in ki%i
dan kanan. Na&a en(ka$ "e%&as!k (ea% akade&is $e&-i&-in( &a"e%i="eknis'
$e&-a)a=$en(!7i' dan ke"!a $%o(%a& 7!%!san di "!is se)a%a -ena% dan dis!s!n se)a%a si&e"%i
ki%i*kanan dan a"as*-a5ah. Na&a ko"a dan "an((a $en(esahan di"!is di a"as ka"a ke"!a
7!%!san.
Ha*ha ,an( ha%!s dihinda%kan 2
Men((a%is*-a5ahi na&a dan ka"a*ka"a ainn,a
Men((!nakan "i"ik a"a! ko&a $ada akhi% na&a
T!isan &ea&$a!i (a%is "e$i
Men!is na&a "idak en(ka$
Men((!nakan h!%!3 ,an( "idak s"anda%
Tidak &en)an"!&kan (ea% akade&is
d. Ka"a .en(an"a%
Ka"a $en(an"a% &e%!$akan -a(ian ka%an(an ,an( -e%isi $en7easan &en(a$a &en!is
se-!ah ka%an(an. 1i3a"n,a 3o%&a dan i&iah. 9si ka"a $en(an"a% "idak &en,a7ikan isi
ka%an(an a"a! ha*ha ainn,a ,an( "e%"!is daa& $endah!!an' "!-!h ka%an(an' dan
kesi&$!an.
1e-aikn,a' a$a ,an( s!dah "e%"!is daa& ka"a $en(an"a% "idak di "!is !an( daa& isi
ka%an(an. 1e"ia$ ka%an(an i&iah ha%!s &en((!nakan ka"a $en(an"a%. Di daa&n,a disa7ikan
in3o%&asi se-a(ai -e%ik!" 2
;)a$an s,!k!% ke$ada T!han 4ME 4an( Maha Esa
.en7easan adan,a "!(as $en!isan ka%a,a i&iah #!n"!k sk%i$si' "esis' a"a! a$o%an 3o%&a
i&iah+
.en7easan $eaksanaan $en!isan ka%,a i&iah #!n"!k sk%i$si' "esis' a"a! a$o%an 3o%&a
i&iah+
.en7easan adan,a -an"!an' -i&-in(an' dan a%ahan da%i seseo%an(' sekeo&$ok o%an(' a"a!
o%(anisasi=e&-a(a
;)a$an "e%i&a kasih ke$ada seseo%an(' sekeo&o$ok o%an(' a"a! o%(anisasi ,an( &e&-an"!
.en,e-!"an na&a ko"a' "an((a' -!an' "ah!n' dan na&a en(ka$ $en!is' "an$a di-!-!hi
"anda "an(an
Ha%a$an $en!is a"as ka%an(an "e%se-!"
Man3aa" -a(i $e&-a)a se%"a kesediaan &ene%i&a sa%an dan k%i"ik
Ha*ha ,an( ha%!s dihinda%kan 2
Men(!%aikan isi ka%an(an
Men(!n(ka$kan $e%asaan -e%e-ihan
Men,aahi kaidah -ahasa
Men!n7!kkan sika$ k!%an( $e%)a,a di%i
K!%an( &e,akinkan
Ka"a $en(an"a% "e%a! $an7an(
Men!is ka"a $en(an"a% se&a)a& sa&-!"an
Kesaahan -ahasa2 e7aan' kai&a"' $a%a(%a3' diksi' dan "anda -a)a "idak e3ek"i3
e. Da3"a% 9si
Da3"a% isi adaah -a(ian $een(ka$ $endah!!an ,an( &e&!a" (a%is -esa% isi ka%an(an
i&iah se)a%a en(ka$ dan &en,e!%!h' da%i 7!d! sa&$ai den(an %i5a,a" hid!$ $en!is ,an(
-e%3!n(si !n"!k &e%!7!k no&o% haa&an dan "e%s!s!n se)a%a konsis"en den(an -aik.
Konsis"ensi ini di$en(a%!hi oeh -en"!k ,an( di(!nakan.
3. Da3"a% Ga&-a%
Bia daa& -!k! i"! "e%da$a" (a&-a%*(a&-a% ' &aka se"ia$ (a&-a% ,an( "e%)an"!& daa&
ka%an(an ha%!s "e%"!is didaa& da3"a% (a&-a%. Da3"a% (a&-a% &en(in3o%&asikan2 7!d!
(a&-a% dan no&o% haa&an
(. Da3"a% Ta-e
Bia daa& -!k! i"! "e%da$a" "a-e*"a-e' &aka se"ia$ "a-e ,an( "e%"!is daa& ka%an(an
ha%!s "e%)an"!& daa& da3"a% "a-e. Da3"a% "a-e ini &en(in3o%&asikan2 na&a "a-e' dan
no&o% haa&an.
8. Ba(ian 9si Ka%an(an
Ba(ian isi ka%an(an &e%!$akan in"i da%i ka%an(an a"a! se)a%a sin(ka" da$a" dika"akan
ka%an(an a"a! -!k! i"! sendi%i.
a. .endah!!an
.endah!!an adaah -a- 1 ka%an(an. .endah!!an -e%"!7!an &ena%ik $e%ha"ian $e&-a)a'
den(an &en(in3o%&asikan &asaah a$a ,an( akan di-ahas da%i -a- a5a hin((a akhi%.
.endah!!an "e%di%i da%i a"a% -eakan(' &asaah' "!7!an $e&-ahasan' $e&-a"asan &asaah'
andasan "eo%i' dan &e"ode $e&-ahasan.
;n"!k &en!is $endah!!an ,an( -aik' $en!is $e%! &e&$e%ha"ikan $okok*$okok ,an(
ha%!s "e%"!nan( daa& &asin(*&asin( !ns!% $endah!!an se-a(ai -e%ik!"2
La"a% -eakan( &asaah
T!7!an $en!isan -e%isi "a%(e"' sasa%an' a"a! !$a,a ,an( hendak di)a$ai
R!an( in(k!$ &asaah -e%isi $e&-a"asan &asaah ,an( akan di-ahas
Landasan "eo%i
1!&-e% da"a $en!isan -e%isi da"a*da"a ,an( -e%ses!aian den(an $e&-ahasan
Me"ode dan "eknik $en!isan -e%isi $en7easan &e"ode ,an( di(!nakan daa& $e&-ahasan
dan "eknik $en!isan &en,a7ikan )a%a $en(!&$!an da"a
1is"e&a"ika $en!isan -e%isi (a&-a%an sin(ka" $en,a7ian isi $endah!!an' $e&-ahasan
!"a&a' dan kesi&$!an
-. T!-!h Ka%an(an
T!-!h ka%an(an a"a! -a(ian !"a&a ka%an(an &e%!$akan in"i ka%an(an -e%isi sa7ian
$e&-ahasan &asaah dan disiniah "e%e"ak se(aa $e%&asaahan ,an( akan di-ahas se)a%a
sis"e&a"is. Ba(ian &en(!%aikan se!%!h &asaah ,an( di%!&!skan $ada $endah!!an se)a%a
"!n"as.
Kese&$!%naan $e&-ahasan di!k!% -e%dasa%kan keen(ka$an !ns!%*!ns!% se-a(ai -e%ik!" 2
1. Ke"!n"asan Ma"e%i
Ma"e%i ,an( -aik di-ahas &en)ak!$ se!%!h va%ia-e ,an( "e%"!is $ada kai&a" "esis' -aik
$e&-ahasan ,an( -e%!$a da"a sek!nde% #ka7ian "eo%i"ik+ &a!$!n da"a $%i&e%.
8. Ke7easan !%aian = desk%i$si
,an( "e%-a(i "i(a' ,ai"!2
ke7easan konse$
ke7easan -ahasa
ke7easan $en,a7ian dan 3ak"a ke-ena%an 3ak"a
Ha*ha ain ,an( ha%!s dihinda%kan daa& $en!isan ka%an(an #i&iah+ 2
s!-7ek"ivi"as
$e&-!k"ian $enda$a" "idak &en)!k!$i
). Kesi&$!an
Kesi&$!an &e%!$akan -a(ian $en!"!$ ka%an(an dan &e%!$akan s!a"! in"isa%i da%i
ka%an(an &!ai da%i -a- a5a hin((a akhi%. .en!is da$a" &en!iskan kesi&$!an den(an d!a
)a%a 2
daa& "!isan*"!isan ,an( -e%si3a" a%(!&en"a"i3' da$a" di-!a" %in(kasan a%(!&en ,an(
$en"in( ,an( se7aan den(an $e%ke&-an(an daa& "!-!h ka%an(an i"!.
!n"!k kesi&$!an*kesi&$!an -iasa' )!k!$ disa%ikan "!7!an a"a! isi ,an( !&!& da%i $okok*
$okok ,an( "eah di!%aikan daa& "!-!h ka%an(an i"!.
3. Ba(ian .een(ka$ .en!"!$
Ba(ian $een(ka$ $en!"!$ 7!(a &e%!$akan s,a%a"*s,a%a" 3o%&a -a(i s!a"! ka%an(an
i&iah.
a. Da3"a% .!s"aka#Bi-io(%a3i+
Da3"a% $!s"aka adaah da3"a% ,an( -e%isi 7!d! -!k!' a%"ike' dan -ahan $ene%-i"an ainn,a
,an( &e&$!n,ai $e%"aian den(an se-!ah a"a! se-a(ian ka%an(an. 1e"ia$ ka%an(an ha%!s
&en((!nakan da3"a% $!s"aka.
;ns!%*!ns!% da3"a% $!s"aka &ei$!"i 2
na&a $en(a%an(2 $en!isann,a di-aik den(an &en((!nakan kos'a&a
"hah!n "e%-i"
7!d! -!k!2 $en!isannn,a -e%)"ak &i%in(
da"a $!-ikasi ' &e!$!"i "e&$a"=ko"a "ee%-i" ' dan $ene%-i"
!n"!k se-!ah a%i"ike di$e%!kan $!a 7!d! a%"ike' na&a &a7aah' 7ii3d' no&o%' dan "ah!n
"e%-i"
Ke"e%an(an 2
7ika -!k! i"! dis!s!n oeh d!an $en(a%an(' na&a $en(a%an( ,an( ked!a "idak $e%! di -aik
7ika -!k! i"! dis!s!n oeh e&-a(a' na&a e&-a(a i"! ,an( di$akai !n"!k &en((an"ikan
na&a $en(a%an(
7ika -!k! i"! &e%!$akan edi"o%ia#-!n(a %a&$ai+' na&a edi"o% ,an( di$akai dan
di-eakan(n,a di-e%i ke"e%a(an ed. <edi"o%<
na&a (ea% $en(a%an( a/i&n,a "idak di"!iskan
da3"a% $!s"aka dis!s!n se)a%a a3a-e"is -e%dasa%kan !%!"an h!%!3 a5a dan na&a -eakan(
$en(a%an(
-. La&$i%an
La&$i%an #a$endi:+ &e%!$akan s!a"! -a(ian $en!"!$ $een(ka$ ,an( 3!n(sin,a "e%kadan(
"!&$an( "indih den(an )a"a"an kaki. .en,a7ian daa& -en"!k a&$i%an a(a% "idak &en((an(!
$e&-ahasan 7ika dise%"akan daa& !%!san.
). 9ndeks
9ndeks adaah da3"a% ka"a a"a! is"iah ,an( di(!nakan daa& !%aian dan dis!s!n se)a%a
a3a-e"is.
d. Ri5a,a" Hid!$ .en!is
B!k!' sk%i$si' "esis' dise%"asi $e%! dise%"ai da3"a% %i5a,a" hid!$. Daa& sk%i$si &en!n"!"
da3"a% RH. e-ih en(ka$. Da3"a% %i5a,a" hid!$ &e!%!$akan (a&-a%an kehid!$an $en!is
a"a! $en(a%an(.