Anda di halaman 1dari 18

PERCOBAAN II

ANTIKOAGULAN
I. TUJUAN
Mengetahui dan memahami mekanisme kerja yang mendasari manifestasi
efek toksisitas anticoagulant dan koagulansia.
Memahami bahaya penggunaan obat-obatan tersebut diatas dan obat lain
yang berefek pada pembekuan darah.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Antikoagulan adalah sebuah zat / bahan yang digunakan untuk mencegah
pembekuan atau penggumpalan darah. Antikoagulan bertujuan agar darah tidak
membeku, sehingga kondisi darah dapat dipertahankan dalam lama waktu
tertentu. Antikoagulan digunakan untuk mencegah pembekuan darah dengan jalan
menghambat pembentukan atau menghambat fungsi beberapa faktor pembekuan
darah. Antikoagulan digunakan pada keadaan dimana terdapat peningkatan
kecenderungan darah untuk membeku. Misalnya pada thrombosis. Karena pada
trombosis coroner infark miokard!, sebagian otot jantung mati akibat penyaluran
darah ke bagian tersebut terhalang oleh trombus di salah satu cabangnya.
Antikoagulan juga digunakan untuk profilaksis atau pengobatan gangguan
tromboemboli. "romboembolisme adalah formasi gumpalan trombus! dalam
pembuluh darah yang lepas dan dibawa oleh aliran darah yang kemudian akan
menyumbat pembuluh darah lain. #umpalan ini dapat menyumbat pembuluh
darah di paru-paru embolisme paru!, otak stroke!, saluran pencernaan, ginjal,
atau kaki. "romboembolisme merupakan penyebab utama morbiditas penyakit!
dan mortalitas kematian!, terutama pada orang dewasa. $engobatannya mungkin
melibatkan antikoagulan pengencer darah, misalnya warfarin!, aspirin, atau
%asodilator obat yang mengendurkan dan memperlebar pembuluh darah!.
&eperti yang telah kita ketahui bahwa antikoagulan digunakan untuk
mencegah pembekuan darah dengan jalan menghambat pembentukan beberapa
faktor pembekuan darah. 'erikut adalah faktor- faktor untuk pembekuan darah (
a. )ibrinogen
b. $rotrombin
c. "romboplastin jaringan
d. *a
e. )aktor labil, $roakselerin, Ac-globulin
f. )akor stabil, $rokon%ertin, Akselerator kon%ersi prorombin serum&$*A!
g. #lobulin antihemofilik A+#!, faktor A antihemofilik
h. )aktor *hristmas, Komponen tromboplastin plasma $"*!, faktor '
antihemofilik
i. )akor &tuart-$rower
j. Anteseden tromboplastin plasma $"A!, )aktor * antihemofilik
k. )aktor +ageman
l. )akor penstabil fibrin
m. +M,-K )aktor )itzgerald, Kininogen dengan berat molekul tinggi
n. $re-K $rekalikrein, )aktor )letcher
o. %,f )aktor %on ,illebrand
&ecara in %itro akti%asi tromboplastin, yang akan mengubah protrombin
faktor --! menjadi trombin faktor --a!, terjadi melalui . mekanisme yaitu
mekanisme ekstrinsik dan intrinsik.
$ada mekanisme ekstrinsik, tromboplastin jaringan faktor ---, berasal dari
jaringan yang rusak! akan bereaksi dengan faktor /--a yang dengan adanya
kalsium faktor -/! akan mengaktifkan faktor 0. )aktor 0a bersama-sama faktor
/a, ion kalsium dan fosfolipid trombosit akan mengubah protrombin menjadi
trombin. 1leh pengaruh trombin, fibrinogen faktor -! akan diubah menjadi fibrin
monomer faktor -a! yang tidak stabil. )ibrin monomer, atas pengaruh faktor
0---a akan menjadi stabil dan resisten terhadap enzim proteolitik misalnya
plasmin.
$ada mekanisme intrinsik, semua faktor yang diperlukan untuk
pembekuan darah berada didalam darah. $embekuan dimulai bila faktor +ageman
faktor 0--! kontak dengan suatu permukaan yang bermuatan negatif, misalnya
kolagen subendotel pembuluh darah yang rusak. 2eaksi tersebut dipercepat
dengan pembenukan kompleks antara faktor 0--, faktor )itzgerald dan
prekalikrein. )aktor 0--a selanjutnya akan mengakti%asi fakor 0-, dan faktor 0-a
bersama ion kalsium akan mengakti%asi fakor -0. )aktor -0 aktif, bersama-sama
faktor /--- , 0. 3rutan mekanisme pembekuan darah selanjutnya sama seperti
yang terjadi pada mekanisme ekstrinsik. $roses pembekuan darah akan dihentikan
oleh sistem antikoagulan dan fibrinolitik di dalam tubuh.
Ada dua jenis antikoagulan yaitu Antikoagulan jenis *oumadin yang biasa
digunakan untuk mencegah pembentukan bekuan darah profilaksis! dan
Antikoagulan trombolitik yang digunakan dalam keadaan darurat untuk
melarutkan bekuan darah pengobatan!. 'ekuan darah profilaksis! adalah suatu
keadaan dimana tisu darah seperti jelly yang terbentuk oleh faktor-faktor pembeku
dalam darah. 'ekuan ini menghentikan aliran darah dari cedera. 'ekuan juga
dapat terbentuk di dalam arteri ketika dinding arteri rusak oleh penumpukan
aterosklerosis, mungkin menyebabkan serangan jantung atau stroke.
1bat Antikoagulan adalah obat yang digunakan untuk mencegah
pembekuan darah. "indakan tersebut diperlukan dalam transfusi darah, untuk
pemeriksaan laboratorium, mencegah kecenderungan pembekuan darah dalam
pembuluh darah. &ecara umum obat antikoagulan dapat dibagi menjadi 4
kelompok, yaitu (
a. HEPARIN
+eparin merupakan antikoagulan yang normal dalam tubuh, merupakan
suatu mukopolisakarida yang mengandung sulfat. 5at ini disintesis di dalam sel
mast dan terutama banyak terdapat di paru. $eranan fisiologik heparin belum
diketahui seluruhnya, akan teapi pelepasannya ke dalam darah yang tiba-tiba pada
syok anafilaksis menunjukkan bahwa heparin mungkin berperan dalam reaksi
imunologik. 6i laboratorium heparin jarang digunakan dalam pemeriksaan-
pemeriksaan di laboratorium karena mahal harganya. 7enis heparin yang paling
banyak digunakan adalah 8ithium heparin antikoagulan karena tidak mengganggu
analisa beberapa macam ion dalam darah.
MEKANISME KERJA
+eparin berdaya seperti antitrombin. +eparin mengikat antitrombin ---
membentuk kompleks yang berafinitas lebih besar dari antitrombin --- sendiri,
terhadap beberapa faktor pembekuan darah aktif, terutama trombin dan faktor 0a.
&ediaan heparin dengan berat molekul rendah 9:;;;! beraktifitas anti-0a kuat
dan sifat antitrombin sedangkan sediaan heparin dengan berat molekul yang tinggi
<.=;;;! beraktifitas antitrombin kuat dan aktifitas anti-0a yang sedang.
6osis kecil heparin dengan A"---- menginaktifasi faktor 0a dan mencegah
pembekuan dengan mencegah perubahan protombin menjadi trombin. +eparin
juga menginaktifasi faktof 0---a dan mencegah terbentuknya bekuan fibrin yang
stabil. "erhadap lemak darah, heparin bersifat liprotropik yaitu memperlancar
transfer lemak darah kedalam depot lemak. +eparin dilaporkan juga dapat
menekan kecepatan sekresi aldosteron, meningkatkan kadar tiroksin bebas dalam
plasma,menghambat aktifaktor fibrinolitik, menghambat penyembuhan luka,
menekan imunitas selular, menekan reaksi hospes terhadap graft.
FARMAKOKINETIK
+eparin tidak diberikan secara oral, karena diberikan secara &K atau -/.
$emberian secara &K memberikan masa kerja yang lebih lama tetapi efeknya
tidak dapat diramalkan. &untikan -M dapat menyebabkan terjadinya hematom
yang besar pada tempat suntikan dan arbsorpsinya tidak teratur serta tidak dapat
diramalkan. >fek antikoagulan timbul pada pemberian suntikan bolus -/ dengan
dosis terapi, terjadi kira-kira .;-4; mnt setelah suntikan &K. +eparin cepat
dimetabolisme terutama di hati. Masa paruhnya tergantung dari dosis yang
digunakan. Masa paruh memendek pada pasien emboli paru dan memanjang pada
pasien sirosis hepatis atau penyakit ginjal berat. Metabolit inaktif diekskresi
melalui urine. +eparin diekskresi dalam bentuk utuh melali urine hanya bila
digunakan dosis besar -/. $enderita emboli paru memerlukan dosis heparin yang
lebih tinggi karena bersihan yang lebih cepat. +eparin melalui plasenta dan tidak
terdapat dalam air susu ibu.
INDIKASI
>mboli paru
"rombosis %ena dalam
1klusi arteri akut
$rofilaksis trombo emboli %ena selama operasi
-bu hamil yang memerlukan anti koagulan
KONTRAINDIKASI
$asien hemofilia
$ermeabilitas kapiler yang meningkat
pasien hipersensiti%itas heparin
>ndokarditis bakterial subakut
$erdarahan intra kranial
Anastesi lumbal dan regional
+ipertensi berat dan syok
$eminum alkohol
EFEK SAMPING
$erdarahan
>kimosis dan hematoma
2eaksi hipersensiti%itas
Mialgia, nyeri tulang, dan osteoporosis pada penggunaan jangka panjang
"rombositopenia ringan yang bersifat sementara
b. ANTIKOAGULAN ORAL
6alam golongan ini dikenal deri%at ? hidroksikumarin misalnya(
dikumarol, warfarin! dan deri%at indan @,4 dion anisindion!. $ebedaan utama
antara kedua deri%at tersebut terletak pada dosis,mula kerja,masa kerja,dan efek
sampingnya,sedangkan mekanisme kerjannya sama.
MEKANISME KERJA
Antikoagulan oral merupakan antagonis %itamin K. /itamin K ialah
kofaktor yang berperan dalam akti%asi faktor pembekuan darah --, /--, -0, 0,
yaitu dalam mengubah residu asam glutamat menjadi residu asam #ama
karboksiglutamat. 3ntuk berfungsi %itamin K mengalami siklus oksidasi dan
reduksi dihati. Antikoagulan oral mencegah reduksi %itamin K teroksidasi
sehingga akti%asi factor-faktor pembekuan darah terganggu atau tidak terganggu.
)aktor yang dapat mempengaruhi akti%itas. 2espons terhadap antikoagulan oral
dapat dipengaruhi oleh banyak factor misalnya supan %itamin K, banyaknya
lemak yang terdapat dalam makanan atau interaksi dengan obat lain.
FARMAKOKINETIK
&emua derifat ? hidroksikumarin dan derifat idan @,4 dion dapat diberikan
peroral dan juga -M dan -/. Kecepatan absorbsi berbeda tiap indi%idu,dalam
darah dikumarol dan warfarin hamper seluruhnya terikat pada albumin plasma.
Masa paruh kumarol sangat bergantung dosis dan berdasarkan factor genetic
berbeda pada masing-masing indi%idu. >fek terapi baru tercapai @.-.? jam setelah
kadar ouncak obat dalam plasma karea diperlukan mengosongkan pembekuan
darah untuk sirkulasi. 6ikumarol dan warfarin mengalami hidroksilasi oleh enzim
reticulum endo plasma hati menjadi bentuk tidak aktif.
INDIKASI
tromboemboli
thrombosis %ena
infark miokard
penyakit jantung
reumatik
serangan iskemia selintastransient ischemic attacts, "-A!
emboli paru
KONTRAINDIKASI
pendarahan
diskrasia darah
tukak saluran cerna
di%ertikulitis
colitis
endokarditis bacterial subakut
keguguran yang mengancam
operasi otak dan medulla spinalis
anestesi limbal
defisiensi %itamin K
penyakit hati dan ginjal yang berat
c. ANTIKOAGULAN PENGIKAT ION KALSIUM
Natrrium sitrat dalam darah akan mengikat kalsium menjadi kompleks
kalsium sitrat. 'ahan ini banyak digunakan dalam darah untuk transfusi, karena
tidak toksik. "etapi dosis yang terlalu tinggi, umpamanya pada transfusi darah
sampai A @.?;; ml dapat menyebabkan depresi jantung.
Asam !sa"at #a$ s%$&a'a !sa"at lainnya digunakan untuk
antikoagulan in %itro, sebab terlalu toksik untuk penggunaan in %i%o.
Natrium %#%tat mengikat kalsium menjadi uraian kalsium menjadi suatu
kompleks dan bersifat sebagai antikoagulan.
KOAGULAN
Koagulansia merupakan zat atau obat yang dapat menghambat atau
menghentikan pendarahan. #olongan obat koagulansia ini dapat diberikan secara
oral maupun parentera-, berguna untuk menekan/menghentikan perdarahan,
Misalnya( AnaroBil, Adona A*, *oagulen, "ransamin, %it K. 1bat kelompok ini
pada penggunaan lokal menimbulkan hemostasis dengan dua cara, yaitu dengan
mempercepat perubahan protombin menjadi thrombin dan secara langsung
mengumpalkan fibrinogen.
o A!ti(a!tr )rtmbi$. >kstrak yang mengandung aktifaktor
protombin dapat dibuat antara lain dari jaringan otak yang diolah secara
kering dengan asetat . &alah satu contoh adalah 2ussellCs %iper %enom
yang sangat efektif sebagai hemostatik lokal dan dapat digunakan
umpamanya untuk al%eolus gigi yang berdarah pada pasien hemofiliaD
untuk tujuan ini kapas dibasahi dengan larutan segar ;.@E.
o Trmbi$. 5at ini tersedia dalam bentuk bubuk atau larutan untuk
penggunaan lokal.
III. ALAT DAN BAHAN
a. A"at *
"imbangan hewan
&topwatch
Alat suntik
'eker glass
#unting
b. Ba+a$ *
Asetosal
Air hangat
I,. CARA KERJA
@. "imbang hewan dan tandai.
.. +itung dosis untuk hewan.
4. -njeksikan hewan uji secara ip sesuai dosis dengan obat yang telah
ditentukan.
?. 4; menit setelah injeksi, potonglah ekor mencit dengan alat pemotong
yang tajam gunting! kira-kira F cm dari ujung paling distal.
=. &etelah ekor dipotong, cepat-cepat celupkan ekor mencit ke dalam air
hangat 4G
;
*!
:. *atat waktu pendarahan, mulai pada saat memotong ekor sampai darah
berhenti mengalir.
G. 'andingkan waktu pendarahan antara kontrol dengan perlakuan dan antara
kelompok anda dengan kelompok obat lain.
,. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasi"
P%r+itu$-a$ ,AO
'erat mencit ( .= gram H ;,;.= Kg
Konsentrasi ( @; mg/m8
VAO H


K%"m)! 'ahan yang diinjeksikan
'erat
'adan
/A1 'leeding time
@
/it K @ mg/kg ''! 4= ;,4= ?; detik
Konrol Ia*l fis! .. ;,.. = menit, .Jdetik
. /it K @ mg/Kg ''! 4J ;,4J ? menit, ?K detik
4 Asetosal @;; mg/kg ''! 4. ;,4. = menit, @: detik
? Asetosal @;; mg/kg ''! .= ;,.= ? menit, ?. detik
= +eparin @;;; ui /kg! 4. ;,4. G menit, .4 detik
: +eparin @;;; ui /kg! 4@ ;,4@
K menit, .@
detik
B. PEMBAHASAN
$ada praktikum kali ini adalah Antikoagulan, praktikum ini menggunakan
G mencit yang masing-masing diberikan untuk : kelompok, @ mencit digunakan
sebagai kontrol mengukur parameter perbandingan terhadap mencit uji lain.
Mencit kelompok kontrol diinjeksikan dengan Ia*l, +al ini dilakukan
agar pengamatan nantinya dapat memberikan hasil yang cukup signifikan
sehingga dapat dengan mudah membandingkan efek dari masing-masing obat
antikoagulan maupun koagulan yang telah disuntikkan ke hewan percobaan.
&edangkan mencit kelompok lainnya disuntikkan dengan heparin, %itamin k dan
asetosal dalam dosis tertentu. $emberian obat ini berguna untuk memperpanjang
atau mempersingkat waktu pendarahan.
+eparin digunakan sebagai salah satunya karena merupakan antikoagulan
yang sangat efektif dalam mempercepat proses akti%asi antitrombin, sehingga
dapat menghambat protease faktor pembekuan darah. Antikoagulan heparin
langsung didapatkan setelah injeksi dilakukan. 6imana heparin bekerja dengan
cara menghentikan pembentukan trombin dari prothrombin sehingga dapat
menghentikan atau menghambat pembentukan fibrin dari fibrinogen di dalam
darah. &ehingga darah sukar membeku.
6osis heparin yang diberikan masing-masing kepada mencit kelompok =
dan kelompok : adalah sebesar @;;; ui/kg '' dan @;;; ui/kg ''. 6osis Asetosal
yang diberikan kepada masing-masing mencit pada kelompok 4 dan ? adalah
sebesar @;; mg/kg '' dan @;; mg/kg ''. &edangkan untuk/it K dosisnya
masing-masing diberikan sebesar @ mg/kg '' dan @ mg/kg '' pada kelompok @
dan .. koagulan yang telah disuntikkan ke hewan percobaan mencit!.
6alam penelitian ini diamati efek dari obat dalam berbagai dosis terhadap
waktu pendarahan dan waktu pembekuan darah hewan percobaan. 6ari hasil
percobaan didapatkan data yang cukup beragam pada masing-masing kelompok
hewan percobaan. +al ini diduga disebabkan oleh keseragaman indi%idu dan
kondisi fisiologis dari masing-masing indi%idu hewan percobaan selama
perlakuan dan dapat juga dipengaruhi oleh hal lain seperti keadaan lingkungan,
posisi ekor, dan cara pemotongan ekor
&eharusnya bleeding time pada mencit yang diberikan asetosal lebih lama
dibandingkan dengan kontrol, karena fungsi asetosal adalah sebagai antikoagulan
yang dihambat pembekuan darahnya. &edangkan mencit kontrol tidak mendapat
perlakuan yang begitu spesifik karena hanya dinjeksikan Ia*l saja. 3ntuk
pemberian Asetosal pada kelompok 4 dan ? dalam praktikum ini tidak
memberikan efek yang signifikan dari teori, seharusnya 'leeding time Asetosal
lebih lama, karena Asetosal merupakan obat antikoagulan, yang artinya
menghambat agregasi trombosit sehingga mencegah penggumpalan darah.
Ketidakakuratnya data kelompok 4 dan ? bisa saja dipengaruhi oleh faktor di atas
terutama pada saat pemotongan ekor mencit yang terlalu pendek.
3ntuk kelompok = dan : hasil praktikum yang diperoleh sudah sesuai
dengan harapan, karena bleeding time nya lebih lama dari kontrol, karena +eparin
merupakan obat Antikoagulan yang meneyebabkan darah sukar membeku,
akibatnya pada luka terjadi pendarahan.
Kesalahan terjadi mungkin pada saat pemotongan ekor hewan. ,aktu
perdarahan bleeding time! diamati dengan cara memotong ekor mencit yang
diperkenalkan pertama kali oleh 6Lttl dan 2ipke @J4:! dan merupakan cara yang
paling umum digunakan pada percobaan farmakologi. $ada cara ini ekor mencit
dipotong kurang lebih sepanjang @ cm dan diamati waktu perdarahannya mulai
dari terjadinya perdarahan sampai terbentuk bekuan darah pada luka tersebut.
6alam hal ini praktikan menggunakan stopwatch untuk menghitung lamanya
waktu perdarahan bleeding time! untuk mengetahui tingkat keefektifan kerja dari
masing-masing obat yang telah disuntikkan ke hewan percobaan. $ada saat
perhitungan bleeding time, ekor mencit yang telah di lukai atau dipotong
dimsukkan ke dalam air hangat 4G M*, hal ini bertujuan untuk menyesuaikan suhu
di dalam tubuh mencit.
Bleeding Time merupakan suatu parameter yang dapat memonitor status
fungsi trombosit, kemampuan adhesi pada jaringan subendotel dan secara lebih
spesifik menunjukkan keefektifan membentuk agregasi. Bleeding Time berperan
dalam fase hemostatik primer sedangkan A$"" (Activated Parsial Tromboplastin
Time) berperan dalam fase hemostatik sekunder
. KESIMPULAN
Antikoagulan adalah sebuah zat / bahan yang digunakan dengan tujuan untuk
mencegah pembekuan atau penggumpalan darah. 6igunakan pada kasus (
&troke dan jantung koroner
Koagulansia merupakan zat atau obat yang dapat menghambat atau
menghentikan proses penggumpalan darah. 6i gunakan pada kasus (
kecelakaan dan pendarahan
+eparin adalah obat yang tergolong ke dalam antikoagulan karena mekanisme
kerjanya yang dapat mempercepat proses akti%asi antitrombin, sehingga dapat
menghambat protease faktor pembekuan darah. &edangkan /itamin k
tergolong ke dalam obat Koagulansia antagonis antikoagulan! karena dapat
membantu proses pembekuan darah.
,aktu perdarahan bleeding time! merupakan suatu parameter yang dapat
memonitor status fungsi trombosit, dengan cara mengamati waktu
perdarahannya mulai dari terjadinya perdarahan sampai terbentuk bekuan darah
pada luka tersebut.
$engamatan dengan cara memotong ekor mencit yang diperkenalkan pertama
kali oleh 6Lttl dan 2ipke @J4:! dan merupakan cara yang paling umum
digunakan pada percobaan farmakologi. "erutama pada percobaan efek
antikoagulan ini.
/0 JA1ABAN PERTAN2AAN3PERTAN2AAAN
@. 7elaskan mekanisme kerja yang mendasari efek farmakologi obat-obat
yang digunakan dalam percobaan ini.
1bat obat yang digunakan dalam percobaan ini adalah aspirin,
%itamin K dan +eparin. 'erikut ini adalah mekanisme kerja dari obat-obat
tersebut(
a. Aspirin/asetosal
@. Mengasetilasi enzim siklooksigenase dan menghambat pembentukan
enzim cyclic endoperoBides.
.. Menghambat sintesa tromboksan A-. "0A-.! di dalarn trombosit,
sehingga akhirnya menghambat agregasi trombosit.
4. Menginakti%asi enzim-enzim pada trombosit tersebut secara permanen.
$enghambatan inilah yang mempakan cara kerja aspirin dalam
pencegahan stroke dan "-A "ransient -schemic Attack!.
?. $ada endotel pembuluh darah, menghambat pembentukan prostasiklin.
+al ini membantu mengurangi agregasi trombosit pada pembuluh
darah yang rusak.
b. +eparin
>fek antikoagulan heparin timbul karena ikatannya dengan A"----
berfungsi(
@. Menghambat protease factor pembekuan termasuk factor --a
thrombin!, 0a dan -0a, dengan cara membentuk komplek yang stabil
dengan protease pembekuan.
.. +eparin yang terikat dengan A"---- mempercepat pembekuaan
komplek tersebut sampai @;; kali.
4. 'ila kompleks A"---- protease sudah terbentuk heparin dilepaskan
untuk selanjutnya membentuk ikatan baru dengan membentuk
antitrombin.
c. /itamin K
@. $ada penderita defisiensi %itamin K, %itamin ini berguna untuk
meningkatkan biosintesis beberapa faktor pembekuan darah yang
berlangsung di hati.
.. &ebagai hemostatik, %itamin K memerlukan waktu untuk dapat
menimbulkan efek, sebab %itamin K harus merangsang pembentukan
faktor- faktor pembekuan darah lebih dahulu.
.. )aktor-faktor apa saja yang mempengaruhi toksisitas obat antikoagulan
dan koagulanN 7elaskan alasannya.
a. 6osis obat
6osis obat akan diberikan sesuai dengan usia. Misalnya pada bayi
yang baru dilahirkan semua enzim di hati belum terbentuk lengkap
sehingga reaksi metabolismenya lebih lambat. Karena itu harus
diberikan obat dengan dosis yang lebih rendah agar menghindari
terjadinya o%erdosis atau keracunan.
b. 2ute pemberian
Misalnya pada pemberian secara oral,toksisitasnya dapat
dimodifikasi oleh penambahan agen dengan bantuan atau pelambatan
absorbsi bahan aktifnya.
c. 3mur
+al ini disebabkan karena kemampuan setiap indi%idu untuk
memetabolisir atau mensekresikan zat kimia adalah berbeda-beda.
d. 'erat badan
$erbedaan berat badan sangat menentukan jumlah zat kimia yang
akan diberikan berdasarkan berat badan missal mg/kg''!.
4. 7elaskan tanda-tanda atau gejala-gejala keracunan heparin, %itamin K dan
asetosal.
a. Keracunan heparin
@. Iyeri tulang osteoporoses!
.. 2eaksi hipersensiti%itas, ditandai dengan menggigil, demam,
shock, anafilaksis dan urtikaria.
b. Keracunan /itamin K
@. Keracunan %itamin K sangat jarang terjadi kecuali bagi mereka
yang mengonsumsi suplemen %itamin K secara berlebih.
.. #ejala keracunan %itamin K dapat berupa mual, muntah, anemia,
diare dan ruam kulit.
c. Keracunan Asetosal aspirin!
@. $asien dengan keracunan ringan sering mengalami mual dan
muntah, sakit perut, kelesuan, tinnitus telinga berdengung!, dan
pusing.
.. #ejala yang lebih signifikan terjadi pada keracunan yang lebih
berat meliputi hipertermiamenggigil!, takipnea nafas cepat!,
alkalosis pernafasan, asidosis metabolik, hipokalemia,
hipoglikemia, halusinasi, kebingungan, kejang, edema serebral,
dan koma.
DAFTAR PUSTAKA
Anief, Mohammad. @JJ4. Penggolongan Obat Berdasarkan Khasiat dan
Penggunaan. Oogyakarta ( 3#M $ress.
)armakope -ndonesia edisi ---
$etunjuk praktikum farmakologi -- .;@@ / .;@.
http(//www.scribd.com/doc/=GKG4J4J/Analisis-$arasetamol-6alam-*airan-+ayati
6iposkan oleh kholiss di @?.=@
2obert. @JK@. Pedoman Pengobatan. Oayasan >ssentia Medica.
,oodley, Michele. @JJ=. Pedoman Pengobatan. Oogyakarta.