Anda di halaman 1dari 12

PIPISKU ATIT MAMA

Seorang anak laki laki umur 2 tahun dibawa ibunya ke po,li klinik umum dengan keluhan demam
tinggi sejak 3 hari yang lalu , menggigil (-).Menurut ibunya anak nya menangis saat BAK, BAK
sedikit sedikit tapi sering ,warna agak keruh , BAB normal ,sakit perut bagian bawah ,riwayat
penyakit sebelumnya yang sama disangkal .Riwayat saat berkemih kulit penisnya mengembang
saat usia 1 bulan.

MORE INFO
1.Pemeriksaan lab
Warna urin: kuning muda
Kejernihan: urin keruh
PH : 6
Protein : (+)
Nitrat : (+)
Sedimen leukosit :100/ LPB
Sedimen eritrosit : 2/LPB
Sel epitel :2-3
Kristal : (-)
Silinder : (-)

2.Vital sings
Nadi : 108 kali/menit
RR : 22 kali/menit
T :38,5 derajat C
KEYWORD
1.Seorang anak laki laki umur 2 tahun
2.Demam tinggi sejak 3 hari yang lalu
3.Menggigil (-)
4.Menangis saat BAK
5.BAK sedikit tapi sering
6.Warna urin keruh
7.BAB normal
8.Sakit perut bagian bawah
9.Riwayat penyakit serupa disangkal
10.Riwayat saat berkemih kulit penis mengembang saat usia 1 bulan .

PROBLEM
Anak laki laki umur 2 tahun mengeluh demam tinggi dan menangis saat BAK

DD
1.Parafimosis
2.Fimosis
3.ISK(Infeksi Saluran Kencing)
4.Balanopostitis





DONT KNOW
1.All about DD.
2.Etiologi demam .
3.Definisi , etiologi,patofis ,gambaran klinis infeksi.
4.kriteria usia neonates-anak anak.


LEARNING ISSUE
1. PARAFIMOSIS

A. DEFINISI
Parafimosis adalah prepusium penis yang diretraksi sampai disulkus
koronarius tidak dapat dikembalika pada keadaan semula dan timbul jeratan
pada penis dibelakang sulkus koronarius .

(SUMBER:BUKU DASAR DASAR UROLOGI ,EDISI 3 HALAMAN 239)

B.Etiologi
Menarik (retraksi) prepusium ke proksimal biasanya dilakukan pada saat
bersenggama masturbasi atau sehabis pemasangan kateter.
Jika prepusium tidak secepatnya dikembalikan ke tempat semula, menyebabkan gangguan
aliran balik vena superficial sedangkan aliran arteri tetap berjalan normal.

(SUMBER:DASAR DASAR UROLOGI EDISI 3,HALAMAN 237-238)
C.PATOGENESIS
Parafimosis merupakan kasus gawat darurat. Upaya untuk menarik
kulit preputium ke belakang batang penis, terutama yang berlebihan namun gagal untuk
mengembalikannya lagi ke depan manakala sedang membersihkan glans penis atau saat
memasang selanguntuk berkemih (kateter), dapat menyebabkan parafimosis.
Kulit preptium yang tidak bias kembali ke depan batang penis akan menjepit penis sehingga
menimbulkan bendungan aliran darah dan pembengkakan (edema) glans penis dan preputium,
bahkan kematian jaringan penis dapat terjadi akibat hambatan aliran darah pembuluh nadi yang
menuju glans penis.



D.TATALAKSANA
Prepusium diusahakan untuk dikembalikan secara manual dengan teknik memijat
glans selama 3-5 menit diharapkan edema berkurang dan secara perlahan-lahan prepusium
dikembalikan pada tempatnya. Jika usaha ini tidak berhasil, dilakukan dorsum insisi pada jeratan
sehingga prepusium dapat dikembalikan pada tempatnya. Setelah edema dan proses inflamasi
menghilang, pasien dianjurkan untuk menjalani sirkumsisi. Walaupun demikian, setelah
parafimosis diatasi secara darurat, selanjutnya diperlukan tindakan sirkumsisi secara berencana
oleh karena kondisi parafimosis tersebut dapat berulang atau kambuh kembali.

(SUMBER:BUKU DASAR DASAR UROLOGI EDISI 3,HALAMAN 238)
















2.FIMOSIS

A. DEFINISI :
Fimosis adalah prepusium penis yang tidak dapat diretraksi (ditarik) ke proksimal sampai
ke korona glandis .Fimosis dialami oleh sebagian besar bayi baru lahir karena terdapat
adesi alamiah antara prepusium dengan glans penis.
B. Etiologi
Fimosis dapat timbul kemudian setelah lahir. Hal ini berkaitan dengan tingkat
higienitas alat kelamin yang buruk, peradangan kronik glans penis dan kulit preputium
(balanoposthitis kronik) atau penarikan berlebihan kulit preputium (forceful retraction). Pada
fimosis kongenital umumya terjadi akibat terbentuknya jaringan parut di prepusium yang
biasanya muncul karena sebelumnya terdapat balanopostitis. Apapun penyebabnya, sebagian
besar fimosis disertai tanda-tanda peradangan penis distal.
Sedangkan fimosis pada bayi laki-laki yang baru lahir biasanya terjadi karena ruang di
antara kutup dan penis tidak berkembang dengan baik. Kondisi ini menyebabkan prepusium
menjadi melekat pada glans penis, sehingga sulit ditarik ke arah proximal. Apabila stenosis atau
retraksi tersebut ditarik dengan paksa melewati glans penis, sirkulasi glans dapat terganggu
hingga menyebabkan kongesti, pembengkakan, dan nyeri distal penis atau biasa disebut
parafimosis
3
.

( SUMBER:BUKU AJAR PATOLOGI ROBBINS VOLUME 2 EDISI 7 HALAMAN 736 )


B.GAMBARAN KLINIS
Fimosis menyebabkan gangguan aliran urine berupa sulit kencing ,pancaran urin mengecil
,menggelembungnya ujung prepusium penis pada saat miksi,dan menimbulkan retensi urine

(SUMBER:BUKU DASAR DASAR UROGENITAL EDISI 3,HALAMAN 239)



C. KOMPLIKASI
Ada beberapa komplikasi yang dapat timbul akibat fimosis, yaitu :
1.Ketidaknyamanan/nyeri saat berkemih
2.Akumulasi sekret dan smegma di bawah preputium yang kemudian terkena infeksi
sekunder dan akhirnya terbentuk jaringan parut.
3.Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin.
4.Penarikan prepusium secara paksa dapat berakibat kontriksi dengan rasa nyeri dan
pembengkakan glans penis yang disebut parafimosis.
5.Pembengkakan/radang pada ujung kemaluan yang disebut ballonitis.
6.Timbul infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan, kemudian menimbulkan
kerusakan pada ginjal.
7.Fimosis merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker penis.

(SUMBER:BUKU AJAR ILMU BEDAH DEJONG EDISI 2)

D.PENATALAKSANAAN
Tidak dianjurkan melakukan dilatasi atau retraksi yang dipaksakan pada fimosis ,karena
menimbulkan luka dan terbentuk sikatrik pada ujung prepusium sebagai fimosis sekunder
.Fimosis yang disertai balanitis xerotika obliterans dapat diberikan saleb deksametason 0,1%
yang dioleskan 3 atau 4 kali sehari,selama 6 minggu ,prepusium dapat di dapat diretraksi
spontan.

Pada fimosis yang menimbulkan keluhan miksi menggelembungnya ujung prepusium pada saat
miksi atau fimosis yang disertai dengan infeksi postitis merupakan indikasi untuk dilakukan
sirkumsisi.Pada balantitis atau psostitis diberi antibiotic sebelum dilakukan sirkumsisi.

(SUMBER:BUKU DASAR DASAR UROLOGI HALAMAN 239)




3.BALANOPOSTITIS

A.DEFINISI
Balanitis adalah inflamasi superficial glans penis sedangkan postitis adalah
inflamasi prepusium penis.keduanya bias terjadi bersamaan sehingga menjadi
balanopostitis

B.ETIOLOGI
Balanopostitis dapat disebabkan karena infeksi bakteri ataupun kandida dan
iritasi dari iritan eksterna.Sering terjadi pada anak usia 2-3 tahun dan biasanya
karena higiene yang kurang baik.

C.GEJALA KLINIS
Seringkali dikeluhkan adanya iritasi ,kemerahan,eksdat ,dan edema glans
dan permukaan dalam prepusium .

D.PATOFISIOLOGI
Adanya infeksi streptokokus ditandai dengan eksudat tipis ,purulen pada
sulkus korona glandis ,tanpa disertai adanya dishrage uretra,yang bias
bersamaan dengan infeksi tenggorok.

E.PEMERIKSAAN PENUNJANG
Tes rapid untuk streptokokus dan disusul kultur secret sangat diperlukan
untuk menegakkan diagnose streptokokus.

F.PENATALAKSANAAN
Pembersihan local sederhana ,dan diberikan krim hidrokortison 0,5% dan
saleb antibiotic 2 kali sehari.Jika terbukti penyebabnya streptokokus maka
diberikan ampisilin sistemik .Jika keadaan ini berulang sebaiknya setelah
infeksi tenan dianjurkan untuk sirkumsisi.

(SUMBER:DASAR DASAR UROLOGI EDISI KE 3 HALAMAN 241)





4.INFEKSI SALURAN KEMIIH(ISK)

A.DEFINISI
Infeksi saluran kemih adalah keadaan bertumbuh dan berkembangnya kuman di dalam saluran
kemih .Pada masa neonates sampai umur 3 bulan ,ISK ditemukan lebih banyak ditemukan pada
bayi laki laki .Pada usia 3 bulan -1 tahun insiden laki laki sama dengan perempuan.

B.ETIOLOGI
E.coli adalah penyebab tersering,penyebab lainya yaitu klebsiela dan proteus,staphylococcus
saraprophytikum.

C.GEJALA KLINIS
ISK dapat simtomatik atau asimtomatik. Pada bayi baru lahir, gejala berupa demammalas
minum ,ikterus,hambatan pertumbuhan atau tanda tanda sepsis.Pada masa bayi gejala sering
berupa panas yang tidak jelas penyebabnya,nafsu makan kurang, gangguan pertumbuhan ,kadang
kadang diare atau kencing sangat berbau.Pada usia prasekolah berupa sakit perut
,muntah,demam,sering kencing dan mengompol.Pada usia sekolah gejala spesifikmakin nyata
berupa mengompol,sering kencing,sakit waktu kencing,atau sakit pinggang.
Demam dan sakit pinggang merupakan gejala ISK bagian atas(ureter,pielum dan ginjal)
sedangkan ISK bagian bawah(kandung kemih dan uretra)biasanya lebih ringan,umumnya berupa
disuria,polakisuria,atau kencing mengedan,tanpa demam.

D.PEMERIKSAAN PENUNJANG
1.biakan urin :Biakan urin pancaran tengah(midstreamurine) dianggap positif bila ISK bila
jumlah kuman lebih dari 100.000 kuman/ml urin. Jumlah kuman antara 10.000-kurang dari
100.000 kuman/ml urin dianggab meragukan dan perlu diulang.bila kurang dari 10.000
kuman/ml urin dianggab sebagai kontaminasi.Bila pengambilan urin dilakukan dengan pungsi
suprapubik atau kateterisasi kandung kemih,maka seberapapun kuman yang ditemukan dianggap
positif ISK(ada juga yang menyebutkan batasan >200 kuman/ml)
2.Urin lengkab:tidak ada kolerasi pasti antara piuria dan bakteriuria,tetapi pada kasus dengan
piuria harus dicurigai kemungkinan ISK.Bila ditemukan silinder leukosit kemungkinan
pielonefritis.
3.Radiologi:pemeriksaan ULTRASONOGRAF bias dilakukan semua pasien ISK.
PIELOGRAFI INTRAVENA (PIV) dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya pielonefritis
kronik,kelainan congenital,maupum obstruksi.MIKSIO-SISTO-URETROGRAFI(MSU) dapat
ditemukan tanda tanda refluks vesiko-ureter atau penyempitan muara pada ureter.
4.Lain-lain:data tambahan berupa peninggian laju endap darah (LED) dan kadar protein C-
reaktif,penurunan fungsi ginjal,serta adanya azotemia member petunjuk adanya ISK bagian atas.
E.PENATALAKSANAAN
Tata laksana umum: atasi demam,muntah,dehidrasi dll.Anak dianjurkan banyak minum,dan
jangan membiasakan menahan kencing.
Tatalaksana khusus ditujukan untuk 3 hal yaitu pengobatan infeksi akut,pengobatan dan
pencegahan infeksi berulang,serta deteksi dan koreksi bedah terhadap kelainan anatomis saluran
kemih.

1.Pengobatan infeksi akut :pada keadaan berat atau demam tinggi dan keadaan umum lemah
segera berikan antibiotic ,tanpa menunggu hasil biakan urine dan uji resistensi kuman.
Obat pilihan utama adalah :Ampisilin ,kotrimoksazol,sulfisoksazol ,asam
nalidiksat,nitrofurantoin dansefaleksin.
Pilihan ke dua adalah:Aminoglikosida(gentamisin,amikasin),sefotaksim,karbenisilin,doksisiklin.
Terapi diberikan selama 7 hari.
2.Pengobatan dan pencegahan infeksi berulang :30-50% mengalami infeksi berulang dan sekitar
50% diantaranya tanpa gejala. Maka perlu dilakukan biakan ulang pada minggu pertama setelah
selesai pengobatan fase akut. Kemudian 1 bulan, 3 bulan,dan seterusnya dalam 3 bulan setiap 2
tahun .
Setiap pengobatan berulang,harus diobati seperti pengobatan
pada fase akut.Bila reinfeksi terjadi lebih dari 2 x,pengobatan dilanjutkan dengan terapi
profilaksis menggunakan obat antisepsis saluran kemih,yaitu: Nitrofurantoin
,kotrimoksazol,sefaleksin,atau asam mandelamin .
Diberikan 1/4 dosis normal,sehari sekali pada malam hari selama 3 bulan.
Bila ISK disertai kelainan anatomis pemberian obat disesuaikan dengan hasil uji resistensi dan
terapi profilaksis selama 6 bulan ,bila perlu selama 2 tahun.

3.Koreksi bedah :bila pemeriksaan radiologi ditemukan obstruksi perlu dilakukan koreksi
bedah,refluks tergantung dari stadium .Refluk stadium 1 sampai stadium 3 biasanya akan
menghilang dengan pengobatan terhadap infeksi.pada stadium 4 dan 5 perlu dilakuklan koreksi
bedah dengan reimplantasi ureter pada kandung kemih (ureteroneosinostomi).

(SUMBER:KAPITA SELEKTA KEDOKTERAN EDISI KE 3 HALAMAN485-486)



5.INFEKSI
A.DEFINISI
Invasi dan multiplikasi mikroorganisme dijaringan tubuh terutama yang menyebabkan cedera
selular local akibat metabolism yang kompetitif,toksin,replikasi intra selular ,atau respon atigen-
antibodi.
(SUMBER:KAMUS SAKU KEDOKTERAN DORLAND ,EDISI 28 HALAMAN 565)
6.DEMAM
A.DEFINISI
Kenaikan suhu tubuh yang ditengahi oleh kenaikan titik ambang regulasi panas di
hipotalamus.Pusat regulasi /pengaturan panas dihipotalamus mengendalikan suhu tubuh dengan
menyeimbangkan sinyal dari reseptor reseptor neuronal perifer dingin dan panas.Faktor lainya
adalah suhu darah yang bersirkulasi dalam hipotalamus.Integrasi sinyal sinyal ini
mempertahankan agar suhu didalam tubuh normal pada titi ambang 37 derajat celcius (98,6
derajat F).
B.ETIOLOGI
Infeksi dan non infeksi,pada anak demam disebabkan agen mikrobiologi.Tanpa memandang
etiologi jalur ahir penyebab demam paling sering adalah produksi pirogen endogen,yang
kemudian secara langsung mengubah titik ambang suhu dihipotalamus,menghasilkan
pembentukan panas dan konservasi panas .
(SUMBER:BUKUNELSON ILMU KESEHATAN ANAK VOLUME 2 ,EDISI 15 ,HALAMAN
855)
7.KRITERIA USIA NEONATUS-ANAK ANAK
A.MASA NEONATAL: - Umur 0-28 hari => -masa neonatal dini : umur 0-7 hari
-masa neonatal lanjut :8-28 hari
-RR:30-60 X/MENIT
-ND:100-180 X/MENIT
-TD:80/60 mmHg
B.PASCA NEONATAL:Umur 29 hari-11 bulan
-RR:30-60 X/MENIT
-ND:100-220 X/MENIT
-TD:90/30 mmHg
C.ANAK BALITA: -Umur 12-59 bulan
-RR: 20-30 X/MENIT
- ND: 70-110 X/MENIT
-TD: 95/25 mmHg
D.MASA ANAK PRASEKOLAH :-Umur: 60-72 bulan
-RR: 15-30 X/MENIT
-TD:70-110 X/MENIT
-TD: 100/15 mmHg

(SUMBER:BUKU DIAGNOSIS FISIS PADA ANAK EDISI 2 HALAMAN205-206 DAN
BUKU PEDOMAN PELAKSANAAN stimulasi,deteksi,dan intervensi dini tumbuh kembang
anak ditingkatkan pelayanan kesehatan dasar HALAMAN 8-9)




TUTORIAL KASUS I BLOK UROLOGI












Nama : Wardiyah Trisna Ningsih
NPM : 12310485





FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MALAHAYATI
2014