Anda di halaman 1dari 8

Definisi

Karies rampan adalah karies yang terjadi secara tiba-tiba, mengenai banyak gigi
dalam waktu singkat termasuk gigi anterior bawah yang biasanya imun terhadap karies dan
melibatkan pulpa. Gigi yang terkena biasanya sudah mengalami kerusakan hebat dengan
konsistensi yang sangat lunak.
Menurut Massler (1945) karies rampan adalah karies yang timbul dengan cepat.
Menyebar secara meluas dan menyeluruh sehingga cepat menegenai pulpa.
Winter dkk mengatakan bahwa karies ramapan adalah lesi akut yang meliputi
sebagian atau semua gigi yang telah erupsi, menghancurkan jaringan mahkota gigi dengan
cepat termasuk permukaan yang biasanya imun terhadap karies serta mengakibatkan
terkenanya pulpa.

Etiologi Karies Rampan
Faktor yang paling berperan dalam karies rampan adanya aktifitas mikroorganisme
penyebab karies yang tinggi, seringnya mengkonsumsi makanan dan minuman kariogenik
serta kebersihan mulut yang buruk.




1. Faktor utama
1) Host
a) Gigi
Proses karies pada gigi sulung lebih cepat terjadi daripada gigi permanen. Hal ini
disebabkan karena enamel gigi sulung lebih tipis daripada gigi permanen.
Komposisi gigi sulung lebih banyak menganduk bahan organic dan air.
b) Saliva
Saliva sangat berhubungan dengan kesehatan gigi dan mulut hal ini disebabkan
karena peran saliva sebagai buffer, pelicin, pelindung, pembersih, pelarut dan anti
bakteri. Seseorang dengan xerostomia sangat rentan terhadap karies.

2) Mikroorganisme
Mikroorganisme yang paling berperan adalah mikroorganisme jenis streptococcus
dan laktobacilus. Streptococcus dan laktobacilus pada anak-anak dengan rampan
karies seratus kali lebih benyak dibandingkan anak yang bebas karies.

3) Substrat
Seringnya mengkonsumsi makanan yang kariogenik dengan pola dan frekuensi yang
salah. Sukrosa diketahui sebagai gula yang paling kariogenik, karena:
Kecil, mudah berdifusi ke dental plak.
Sangat soluble, dan bertindak sebagai substrat untuk produksi extracellular
polysaccharides dan produksi asam.
Berpengaruh dalam menjaga kehidupan s.mutans dalam gigi.

4) Waktu
Terjadinya penumpukan plak dalam waktu yang lama sehingga kebersihan mulut
menjadi buruk.

2. Faktor pendukung
Kebersihan mulut
Factor psikologis
Factor sistemik
Factor herediter
Gambaran Klinis Karies Rampan
Beberapa gigi atau semua gigi yang terkena karies rampan biasanya sudah mengalami
kerusakan hebat, dapat menjadi ganreen atau radiks. Konsistensi sangat lunak dengan warna
kuning, coklat muda sampai warna hitam.
Gambaran klinis berdasarkan empat tahap perkembangan karies yang terjadi yaitu:
Tahap inisial/reversible : ditandai dengan terlihatnya warna putih seperti kapur
pada serviks dan proksimal gigi anterior akibat demineralisasi pada enamel.
Tahap kerusakan : ditandai dengan meluasnya lesi ke dentin pada gigi anterior
sehingga membentuk kavitas dan menunjukan diskolorasi.
Tahap lesi dalam : ditandai dengan meluasnya lesi ke bagian pulpa
Tahap traumatic : terlihat dengan penampakan yang rapuh, tekanan sedikit saja
dapat menyebabkan fraktur.
Perawatan Rampant karies
Tipe perawatan dari pasien yang terserang rampan karies sangat tergantung dari motivasi
pasien dan orang tua terhadap perawatan gigi, luas dari karies, umur, dan kekooperatifan
anak. Faktor-faktor ini harus diperhitungkan pada kunjungan awal anak ke dokter gigi.
Perawatan awal mencakup :
Restorasi
Penumpatan
1. Semen Glass I onomer
Semen glass ionomer terbentuk karena reaksi antara bubuk kaca alumino
silikat yang khusus dibuat dengan asam poliakrilat. Setelah tercampur pasta
semen ini ditumpatkan ke dalam kavitas pada saat bahan ini belum mengeras.
Semen glass ionomer yang berisi logam perak dalam bubuknya telah
dikembangkan serta dikenal dengan nama generiknya yaitu cermet. Semen
semacam ini mempunyai ketahanan terhadap abrasi dan bersifat radiopak.
Semen glass ionomer sebaiknya tidak digunakan sebagai alat restorasi untuk
kerusakan gigi yang luas karena kurang kuat menerima daya kunyah yang
berlebih.


2. Gabungan Resin Komposit dan Glass Ionomer
Resin komposit diindikasikan untuk kavitas kelas I atau kelas II pada gigi anak
yang kooperatif, untuk lesi interproksimal kelas III pada gigi anterior, lesi
kelas V pada permukaan fasial gigi anterior, hilangnya sudut insisal gigi,
fraktur gigi anterior, lesi oklusal dan interproksimal gigi posterior kelas I dan
II. Pasien dengan insidensi karies dan kebersihan mulut yang kurang baik
merupakan kontraindikasi restorasi resin komposit.
Mahkota Buatan
1. Compomer Strip Crowns
Compomer strip crowns merupakan bahan restorasi pilihan untuk perawatan
gigi sulung anterior. Penggunaan strip crowns untuk gigi anterior dengan resin
komposit akan menghasilkan suatu restorasi dengan estetik yang baik dan
dapat bertahan lama.


2. Mahkota Stainless steel
Mahkota stainless steel merupakan restorasi yang ideal untuk gigi molar
sulung yang terserang karies yang luas yang tidak mungkin dilakukan
preparasi kavitas untuk penumpatan amalgam. Mahkota stainless steel tersedia
dalam berbagai ukuran yang khususnya berguna untuk restorasi gigi-geligi
dengan karies yang luas. Mahkota stainless steel diindikasikan untuk gigi anak
dengan rampan karies yang melibatkan tiga atau lebih permukaan, gigi molar
sulung yang telah dilakukan perawatan pulpa, malformasi gigi seperti
hipoplasti email, dan pasien handicapped dengan masalah kebersihan mulut.

Program diet
Orang tua harus diberikan pengetahuan untuk mengurangi frekuensi konsumsi sukrose oleh
anak-anak mereka, terutama diantara waktu makan. Konsumsi makanan dan hidangan yang
mengandung gula harus dibatasi saat makan. Orang tua bisa di instruksikan untuk merekam
jumlah dan kuantitas dari makanan dan hidangan yang dikonsumsi selama dan diantara waktu
makan untuk 3 hari berurutan. Suplemen vitamin makanan dan juga medikasi oral harus
dimasukkan. Keberhasilan management dari rampant karies mengharuskan modifikasi pola
makan yang berat.
Instruksi oral Hygiene
Banyak anal-anak berumur 3 sampai 5 tahun tidak bisa menyikat gigi secara benar ketika
tidak diajari dan di awasi. Kebanyakan anak berumur 5 tahun menghabiskan kurang dari 60
second untuk menyikat gigi dan lebih dari 80% dari waktu menyikat diletakkan pada tempat
yang jarang karies regio anterior mandibular yang peka. Karena dari itu, sangatlah penting
untuk mengajari anak-anak teknik yang benar dalam menyikat gigi pada kelompok umur
yang berbeda.
Perawatan di rumah dan penggunaan Fluor oleh dokter gigi
Baik perawatan fluor sistemik maupun topikal sangat berguna dalam mencegah karies gigi.
Pilihannya didasarkan pada level dari fluoride yang terkandung dalam air minum dan tahap
perkembangan dari gigi geligi. Level fluor dalam air minum pada beberapa variasi umur :

Anak-anak yang masih terdapat gigi sulung akan sangat baik bila menggunakan tablet fluor
dan pasta gigi berfluoride dalam jumlah kecil. Anak-anak harus diberikan dorongan untuk
mengunyah tablet ini, pada saat sebelum tidur. Terapi topical fluoride yang periodik
dengan gel acidulated phosfate fluoride (APF) atau varnish fluoride sangat bermanfaat pada
anak-anak dengan rampant karies untuk mencegah kehancuran gigi.
Berikut merupakan metode dari perawatan fluoride dan metode lain yang digunakan dalam
mencegah terjadinya rampant karies dalam kelompok umur yang berbeda.
Gigi sulung (usia 0 5 tahun)
Saran pola makanan - Konsultasi tentang pemberian pola makan yang baik dengan orang tua
Terapi Fluoride - pasta gigi
- pemberian tablet pada daerah yang kurang fluoridasi air
- Fluoridasi
- pemberian topikal fluoridasi oleh dokter gigi.
- Aplikasi setiap 6 bulan sekali
Plak kontrol - menginstruksikan orang tua untuk menjaga oral hygiene anaknya.
Mengawasi saat anak sikat gigi. (suruh datang kembali setelah 3 6 bulan)

Fase geligi pergantian (5-12 tahun)
Saran pola makanan - konsul tentang pola makan dengan orang tua danpasien
Terapi fluoride - pasta gigi
- Pemberian tablet hingga usia 8 tahun pada daerah yang air nya tidak terfluoridasi
- Pembersihan mulut
- topikal fluoride setiap 6 bulan oleh dokter gigi.
Plak kontrol - Instruksi untuk menjaga oral hygiene pada pasien. Menyikat gigi tanpa
diawasi orang tua, disclosing tablet, fissure sealent (suruh datang kembali setelah 3-6
bulan)
Fase geligi permanen (12 tahun dan seterusnya)
Terapi fluoride - pasta gigi
- Pembersihan mulut
- topikal fluoride setiap 6 bulan oleh dokter gigi.
Plak kontrol - Instruksi untuk menjaga oral hygiene pada pasien. - Disclosing tablet,
fissure sealents, dental floss (suruh datang kembali setelah 3-6 bulan untuk fissure
sealant)