Anda di halaman 1dari 29

Thalassemia

Abstrak
Thalassemia gangguan sintesis hemoglobin yang diwarisi, ditandai dengan output
berkurangnya satu atau rantai globin lainnya hemoglobin matang. Sel-sel darah merah rentan
terhadap cedera mekanis dan mudah rosak. Untuk bertahan hidup, banyak orang dengan
talasemia memerlukan transfusi darah di interval teratur
Kata kunci: -thalassemia, hemoglobin,hepatosplenomegali
Kasus Seorang anak usia 2 tahun dirawat di rumah sakit dengan keluhan perut membesar
sejak beberapa bulan yang lalu,Pemeriksaan fisik ditemukan anak tampak pucat. Pemeriksaan
tanda vital diperolehi denyut nadi 125x/menit frekuensi napas 28x/menit dan suhu 36,5 C
Anamnesis
1.Ditanyakah keluhan utama dan riwayat perkembangan penyakit pasien.
2.Ditanyakan riwayat keluarga dan keturunan
Riwayat keluarga dan keturunan adalah dua faktor risiko untuk thalassemia.
Sejarah Keluarga
Thalassemia diwarisi-yaitu, mereka dari orang tua kepada anak melalui gen. Jika orang
tua Anda telah hilang atau hemoglobin diubah-pembuatan gen, Anda mungkin memiliki
talasemia.
Keturunan
Thalassemia Alpha paling sering mempengaruhi orang-orang Asia Tenggara, India, Cina,
atau asal Filipina atau keturunan.

Thalassemia beta paling sering mempengaruhi orang-orang dari Mediterania (Yunani,
Italia, dan Timur Tengah), Asia, atau Afrika .
3. Ditanyakan sebarang masalah kesihatan lain yang dialami
4.Ditanyakan sebarang test darah yang pernah diambil sebelum ini.
5 Ditanyakan adakah nafsu makan berkurang.
Pemeriksaan Fisik
1. Pada pemeriksaan fisik pasien tampak pucat,lemas dan lemah
2. Pada kulit dan mata pasien kelihatan adanya juandice
3. Pemeriksaan tanda vital diperolehi denyut nadi 125x/menit frekuensi napas 28x/menit
dan suhu 36,5 C. Pemeriksaan tanda vital menunjukkan bahawa denyut nadi yang
meningkat dan frekuensi pernafasan normal.



4. Pada palpasi biasanya ditemu kan hepatosplenomegali pada pasien.

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
Hasil tes mengungkapkan informasi penting,seperti jenis thalassemia. Pengujian
yang membantu menentukandiagnosis Thalassemia meliputi:

Hitung darah lengkap (CBC) dan hapusan darah.

Sel darah diperiksa bentuknya, warna, jumlah, dan ukuran. Fitur-fitur ini membantu
dokter mengetahui apakah Anda memiliki thalassemia dan, jika demikian, jenis apa.





Tes-tes ini juga memberitahu dokter jika Anda mengalami anemia ringan, sedang,atau berat :

Pengujian gen yang sering menyebabkan talasemia.

Tes darah yang mengukur jumlah besi dalam darah (tes tingkat zat
besi dan feritintes).

Sebuah tes darah yang mengukur jumlah berbagai jenis hemoglobin


(elektroforesishemoglobin).

Hitung darah lengkap (CBC) pada anggota lain dari keluarga Anda (orang tua dan
saudara kandung). Hasil menentukan apakah mereka telah talasemia.
Dokter sering mendiagnosa bentuk yang paling parah talasemia (talasemia beta mayor,
atau anemia Cooley's) selama tahun pertama kehidupan anak.

Pada kelainan thalasemia Beta Intermedia
Kadar Hemoglobin adalah 7 10 g/ dL
Pada sediaan hapus darah tepi :
Anemia hipokrom mikrositik anisositosis dan poikilositosis (target cell)


Elektroforesis hemoglobin :
Elektroforesis hemoglobin adalah pengujian yang mengukur berbagai jenis protein pembawa
oksigen (hemoglobin) dalam darah. Pada orang dewasa, molekul molekul hemoglobin
membentuk persentase hemoglobin total seperti berikut :
Hb A: 95% sampai 98%
Hb A2: 2%hingga 3%
Hb F: 0,8% sampai 2%
Hb S: 0%
Hb C: 0%
Pada kasus thalasemia beta Intermedia hemoglobin F dan hemoglobin A2 meningkat.
Pada bayi dan anak-anak, molekul-molekul hemoglobin membentuk persentase berikut
hemoglobin total:
HbF (baru lahir): 50% sampai 80%
Hb F (6 bulan): 8%
HbF (lebih dari 6 bulan): 1% sampai 2%
Catatan: rentang nilai normal mungkin sedikit berbeda antara laboratorium yang berbeda.

Gambaran hasil elektroforesis hemoglobin
Mean corpuscular values ( MCV)
Pemeriksaan mean corpuscular values terdiri dari 3 jenis permeriksaan iaitu Mean
Corpuscular volume (MCV), Mean Corpuscular hemoglobin (MCH) dan Mean Corpuscular
Hemoglobin Concentration (MCHC).
Untuk pemeriksaan ini diperlukan kadar Hb (g/dL) , nilai hematokrit(%) dan hitung eritrosit
(juta/uL)
Pemeriksaan MC-values diperoleh dengan menggunakan rumus berikut :
MCV =

x 10 (fL) Nilai rujukan 82-92 fL


MCH =

x 10 pg Nilai rujukan 27-31 pg


MCHC =

x 100 % Nilai rujukan 32-37 %



Working Diagnosis


Thalasemia beta intermedia
Dari pemeriksaan fisik didapati pasien pucat dan terdapat hepatosplenomegali,pada hasil
laboratorium pasien kadar hemoglobin pasien 7 g/dL,kadar MCV 25 ug MCH 18 pg dan
MCHC 23 % menunjukkan bahawa pasien mengalami anemia mikrositik hipokrom Ini dapat
dibuktikan lagi dengan melaku pemeriksaan hapus darah tepi untuk melihat kelainan pada
eritrosit pasien.Pada thalassemia hasilnya adalah anemia hipokrom mikrositik anisositosis dan
poikilositosis (target cell) . Pemeriksaan kadar cadangan besi perlu dilakukan untuk
memastikan samada kelainan tersebut adalah disebabkan oleh defisiensi besi atau akibat
hemogloninopati .Pada kelainan hemoglobinopati kadar cadangan besi bertambah.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan Kadar hemoglobin F dan hemoglobin A2.Peningkatan
Kadar hemoglobin F dan hemoglobin A2menentukan diagnosis thalassemia beta.Kadar Hb
pasien 7 g/dL menunjukkan bahawa pasien mengalami thalassemia beta intermedia.

Anemia
mikrositik
hipokrom
cadangan besi
berkurang
Elektroforesis Hb
Normal
Anemia
defisiensi besi
cadangan besi
bertambah
Elektroforesis Hb
Abnormal
hemoglobinopati
Ringed
sideroblast
Normal
Anemia
sideroblastik
Gejala Klinis


Gejala klinis Thalasemia beta intermedia lebih ringan dibandingkan dengan thalasemia
major.thalassemia beta terutama mempengaruhi orang-orang asal Mediterania (Italia, Yunani)
dan pada tingkat lebih rendah Cina, Asia lainnya, dan kulit hitam. Pasien mengalami anemia
hemolitik kronis tetapi tidak memerlukan transfusi kecuali dalam periode stress. Mereka juga
dapat mengembangkan kelebihan zat besi karena transfusi periodik. Mereka bertahan dalam
kehidupan dewasa tetapi mengalami hepatosplenomegali dan kurus. Pasien thalassemia
heterozigot memiliki talasemia minor dan anemia mikrositik klinis tidak signifikan.
ApakahTanda dan Gejala thalassemia?
Kurangnya oksigen dalam aliran darah menyebabkan tanda dan gejala
thalassemia.Kekurangan oksigen terjadi karena tubuh tidak membuat sel darah merah cukup
sehat dan hemoglobin. Tingkat keparahan gejala tergantung pada tingkat keparahan
gangguan. Tidak ada Gejala pembawa Thalassemia Alpha diam umumnya memiliki tanda-
tanda atau gejala gangguan tersebut. Hal ini karena kurangnya protein alpha globin begitu
kecil bahwa hemoglobin tubuhbekerja normal. Anemia ringan Orang yang memiliki sifat
talasemia alpha atau beta dapat mengalami anemia ringan. Namun, banyak orang yang
memiliki jenis talasemia tidak memiliki tanda-tanda atau gejala. anemia ringan dapat
membuat Anda merasa lelah (lelah). anemia ringan yang disebabkan oleh alfa atau sifat
talasemia beta sering keliru untuk anemia kekurangan zat besi. Ringan sampai sedang Tanda
Anemia dan lain dan Gejala Orang yang memiliki intermedia talasemia beta harus anemia
ringan sampai sedang. Mereka juga mungkin memiliki masalahkesehatan lainnya,
seperti: Memperlambat pertumbuhan dan pubertas tertunda. Anemia dapat memperlambat
pertumbuhan dan perkembangan anak . Thalassemia dapat menyebabkan sumsum tulang
untuk berkembang.sumsum tulang adalah substansi sponge dalam tulang yang memproduksi
sel-sel darah.Bila sumsum tulang mengembang, tulang menjadi lebih luas dari
biasanya. Mereka mungkin menjadi rapuh dan mudah patah. Pembesaran limpa. Limpa adalah
organ yang membantu tubuh memerangi infeksi dan menghapus materi yang tidak
diinginkan. Bila seseorang memiliki thalassemia, limpa harus bekerja sangat
keras. Akibatnya, limpa menjadi lebih besar dari biasanya. Hal ini membuat anemia
parah. Jika limpa menjadi terlalu besar, harus disingkirkan. Anemia berat dan Lain-lain Tanda
dan Gejala Orang yang memiliki penyakit hemoglobin H atau thalassemia beta mayor (juga
disebut anemia Cooley's) telah talasemia parah. Tanda dan gejala yang terjadi dalam 2 tahun
pertama kehidupan. Mereka mungkin termasuk anemia berat dan masalah kesehatan lainnya,
seperti:
Sebuah penampilan pucat dan lesu nafsu makan menurun, urin (tanda bahwa sel darah merah
memecah) Memperlambat pertumbuhan dan pubertas tertunda Penyakit kuning (warna
kekuningan pada kulit atau putih mata) Pembesaran limpa, hati, dan jantung
Masalah tulang (terutama tulang di wajah).Pasien meperlihatkan gambaran deformitas tulang
hepatosplenomegali dan eritropoiesis ekstramedular.

Diferensial Diagnosis



Bentuk ringan dari talasemia harus dibedakan dari kekurangan zat besi.
Dibandingkan dengan anemia defisiensi zat besi , pasien dengan talasemia memiliki MCV
rendah, jumlah darah lebih normal merah, dan pada Pap Smear lebih banyak darah perifer
abnormal pada anemia tingkat sederhana .Besi serum pasien normal. Bentuk berat
dari talasemia mungkin dikelirukan dengan hemoglobinopati lainnya. Diagnosis dapat
dilakukan dengan elektroforesis hemoglobin.

Tanda, gejala, dan hasil CBC yang sangat mirip dalam anemi hipokrom mikrositik tanpa
memperhatikan etiologi anemia tersebut, membuat diagnosis klinis sulit. Membedakan
berbagai thalassemia bahkan lebih sulit karena mereka semua diwariskan dan terjadi dalam
bangsa yang sama. Tes laboratorium tambahan diperlukan karena itu penting dalam membuat
diagnosis diferensial



Thalassemia- alpha vs -Thalasemia beta

Pada thalassemia gejala biasanya didiagnosis melalui kombinasi pemeriksaan klinis dan
evaluasi hematologi. Perubahan morfologi eritrosit yang besar belum sama antara dua kondisi
thalassemic dominan. Namun, elektroforesis hemoglobin menunjukkan pola abnormal yang
sangat membantu dalam membuat perbedaan.Dalam sebuah-thalassemia, ketiga hemoglobin
dewasa normal, Hb A, A2, dan F, mengalami penurunan dan sebagian dikompensasi oleh Hb
H (b4) dan Hb Bart's (g4). Sebaliknya, b-thalassemia menunjukkan penurunan Hb A dengan
peningkatan kompensasi dalam F dan Hb A2 (Web Tabel 13.2).


Thalassemia beta dan Anemia Defisiensi Besi

Untuk mendiagnosis Thalassemia doktor mungkin terkeliru dengan anemia kekurangan zat
besi berat karena keduanya ditandai dengan anemia hipokrom mikrositik dan sel target
meningkat dalam darah perifer. Namun, kombinasi dari penilaian morfologi, besi serum, pola
elektroforesis hemoglobin, dan protoporphyrin eritrosit bebas (FEP) tingkat umumnya cukup
untuk membuat perbedaan. Web Tabel 13.2 meringkas laboratorium tes digunakan untuk
membedakan thalassemia dari anemia kekurangan zat besi. Besi dan protoporforin eritosit
bebas abnormal pada pasien dengan anemia defisiensi besi dan normal pada penderita
thalassemia. Hemoglobin elektroforesis akan menunjukkan pola hemoglobin normal pada
anemia kekurangan zat besi dan pola abnormal pada thalassemia. Kekurangan zat besi
mungkin, bagaimanapun, timbul secara bersamaan dengan talasemia, menyulitkan diagnosis
.Keberhasilan pengobatan kekurangan zat besi disertai dengan microcytosis persisten
menunjukkan adanya thalassemia. Penyelidikan lebih lanjut untuk membantu menentukan
penyebab microcytosis persisten disarankan. Terakhir, studi keluarga sangat membantu dalam
mengidentifikasi sifat turun temurun dari anemia pada talasemia.
Hereditary persistence of fetal hemoglobin (HPFH) dan b-talasemia
b-talasemia juga bisa dikelirukan dengan hereditary persistence of fetal hemoglobin
(HPFH), karena keduanya menghasilkan tingkat tinggi Hb F. Teknik
elusi asam Kleihauer dan Betke dapat membantu dalam membuat perbedaan. Hb F
dalam eritrosit pasien dengan b-talasemia didistribusikan dengan cara yang lebih heterogen,
sementara diHPFH distribusi lebih homogen (merata di seluruh eritrosit paling)

Epidemiologi
Frekuensi gen thalassemia di Indonesia berkisar 3-10%. Berdasarkan angka ini,
diperkirakan lebih 2000 penderita baru dilahirkan setiap tahunnya di Indonesia.
Thalassemia ternyata tidak saja terdapat di sekitar Laut Tengah, tetapi juga di Asia
Tenggara yang sering disebut sebagai sabuk thalassemia (WHO, 1983) sebelum
pertama sekali ditemui pada tahun 1925.

Etiologi
Talasemia diakibatkan adanya variasi atau hilangnya gen ditubuh yang membuat
hemoglobin. Hemoglobin adalah protein sel darah merah (SDM) yang membawa oksigen.
Orang dengan talasemia memiliki hemoglobin yang kurang dan SDM yang lebih sedikit dari
orang normal.yang akan menghasilkan suatu keadaan anemia ringan sampai berat.



Kromosom 16 mengandungi gene rantai
Gene rantai globin gamma, delta dan beta terdapat pada kromosom 11, dan
semua rantai globin saling berkaitan
Setiap gene berpotensi untuk diwarisi, dan jika berlaku mutasi akan memberi
kesan kepada kadar produksi rantai globin
Masalah pada thalesemia adalah ketidakseimbangan antara kadar sintesis salah satu jenis
rantai globin.
A
2

2 2


Sebagai petanda untuk mendeteksi anemia defisiensi besi atau beta
thalesemia. Normalnya, kurang dari 3% dari haemoglobin yang berada di
sirkulasi. Elevasi HbA2 kebanyakannya pada beta thalesemia, tetapi normal
atau berkurang pada anemia defisiensi besi.

o Rantai alfa yang berlebihan
akan mengendap dalam
eritroblas dan sel darah merah
matang,nantinya akan
mengganggu eritropoesis secara
serius dan menyebabkan
hemolisis.
o Semakin banyak rantai alfa
yang berlebihan, semakin parah
anemia.
o Produksi dari rantai gamma
membantu membersihkan rantai
alfa yang berlebihan dan
memperbaiki keadaan.
H
4

Produksi haemoglobin abnormal pada alpha thalesemia, apabila kelebihan
rantai beta, kerana ketidakmampuan menghasilkan rantai alpha. HbH akan
membetuk Heinz bodies di eritrosit and hemolisis.
Bart's
4

Haemoglobin abnormal ini dijumpai pada infants yang menderita
thalesemia, mendeteksi Hb barts pada darah plasenta praktikal dilakukan
apabila untuk skreening individu yang silent carrier alpha thalesemia.

a) Beta thalassemia

0
thalassemia
Abnormal gene menyebabkan tiada produksi dari rantai beta. Individu yang
homozygos akan memproduksi hanya HbA2, HbF, dan unstable alpha tetramer.

+
thalassemia
Abnormal gene ini akan memproduksi sedikit,
tetapi tetap subnormal rantai beta globin.
Individu yang homozygos untuk gene ini akan
memproduksi subnormal kuantiti HbA.
1. Thalassemia minor
Individu yang genes beta
thalesemia heterozygos adalah
silent carrier atau memiliki manifestasi klinis yang minimal :
borderline anemia (Hct ~ 35 cL/L)
mikrositosis (MCV ~ 60 fL)
rbc count meningkat (~ 6 x 10
6
/L).
jumlah Hb A
2
meningkat
2. Thalassemia major
Individu yang mempunyai gene beta thalesemia homozygos akan
mengalami anemia berat, merupakan klasik Cooleys anemia.
3. Thalassemia intermedia.
Individu yang mempunyai gene
+ homozygos memiliki anemia yang ringan.
b) Alpha thalassemia





Ada banyak kombinasi genetik yang mungkin
menyebabkan berbagai variasi dari talasemia.
Talasemia adalah penyakit herediter yang diturunkan
dari orang tua kepada anaknya. Penderita dengan
keadaan talasemia sedang sampai berat menerima
variasi gen ini dari kedua orang tuannya. Seseorang yang mewarisi gen talasemia dari salah
satu orangtua dan gen normal dari orangtua yang lain adalah seorang pembawa (carriers).
Thalasemia digolongkan bedasarkan rantai asam amino yang terkena dan penyakit
thalassemia meliputi suatu keadaan penyakit dari gejala klinis yang paling ringan (bentuk
heterozigot) yang disebut thalassemia minor atau thalassemia trait (carrier = pengemban sifat)
hingga yang paling berat (bentuk homozigot) yang disebut thalassemia mayor.
Bentuk heterozigot diturunkan oleh salah satu orang tuanya yang mengidap penyakit
thalassemia, sedangkan bentuk homozigot diturunkan oleh kedua orang tuanya yang
mengidap penyakit thalassemia
2 jenis yang utama adalah Alfa-thalassemia (melibatkan rantai alfa) dan Beta-
thalassemia (melibatkan rantai beta).
Thalassemia juga digolongkan berdasarkan apakah seseorang memiliki 1 gen cacat
(Thalassemia minor) atau 2 gen cacat (Thalassemia mayor).
Alfa-thalassemia paling sering ditemukan pada orang kulit hitam (25% minimal
membawa 1 gen), dan beta-thalassemia pada orang di daerah Mediterania dan Asia
Tenggara.

Faktor resiko
Orang-orang yang beresiko menderita thalasemia :
o Anak dengan orang tua yang memiliki gen thalassemia
o Resiko laki-laki atau perempuan untuk terkena sama
o Thalassemia Beta mengenai orang asli dari Mediterania atau ancestry (Yunani, Italia,
Ketimuran Pertengahan) dan orang dari Asia dan Afrika Pendaratan.
o Alfa thalassemia kebanyakan mengenai orang tenggara Asia, Orang India, Cina, atau
orang Philipina.
Frekuensi pembawa atau carrier penyakit ini (punya gen rusak tapi tidak sakit) di masyarakat
indonesia cukup tinggi yaitu sekitar 5 %. Penderita thallasemia akan lahir dari suami istri
yang dua duanya carrier thallasemia sangat dianjurkan untuk tidak mempunyai anak









Patofisiologi
Thalassemia adalah kelainan herediter dari sintesis Hb akibat dari gangguan produksi
rantai globin. Penurunan produksi dari satu atau lebih rantai globin tertentu (,,,) akan
menghentikan sintesis Hb dan menghasilkan ketidakseimbangan dengan terjadinya produksi
rantai globin lain yang normal.
Karena dua tipe rantai globin ( dan non-) berpasangan antara satu sama lain dengan
rasio hampir 1:1 untuk membentuk Hb normal, maka akan terjadi produksi berlebihan dari
rantai globin yang normal dan terjadi akumulasi rantai tersebut di dalam sel menyebabkan sel
menjadi tidak stabil dan memudahkan terjadinya destruksi sel. Ketidakseimbangan ini
merupakan suatu tanda khas pada semua bentuk thalassemia. Karena alasan ini, pada sebagian
besar thalassemia kurang sesuai disebut sebagai hemoglobinopati karena pada tipe-tipe
thalassemia tersebut didapatkan rantai globin normal secara struktural dan juga karena
defeknya terbatas pada menurunnya produksi dari rantai globin tertentu. Tipe thalassemia
biasanya membawa nama dari rantai yang tereduksi. Reduksi bervariasi dari mulai sedikit
penurunan hingga tidak diproduksi sama sekali (complete absence).
Jenis-jenis thalssemia
Thalassemia-
Anemia mikrositik yang disebabkan oleh defisiensi sintesis globin- banyak
ditemukan di Afrika, negara di daerah Mediterania, dan sebagian besar Asia. Delesi gen
globin- menyebabkan sebagian besar kelainan ini. Terdapat empat gen globin- pada
individu normal, dan empat bentuk thalassemia- yang berbeda telah diketahui sesuai dengan
delesi satu, dua, tiga, dan semua empat gen ini
Genotip Jumlah gen Presentasi Klinis Hemoglobin Elektroforesis
Saat Lahir > 6 bulan
/ 4 Normal N N
-/ 3 Silent carrier 0-3 % Hb Barts N
--/ atau
/-
2 Trait thal- 2-10% Hb Barts N
--/- 1 Penyakit Hb H 15-30% Hb Bart Hb H
--/-- 0 Hydrops fetalis >75% Hb Bart -
Ket : N = hasil normal, Hb = hemoglobin, Hb Barts =
4
, HbH =

Silent carrier thalassemia-


a. Merupakan tipe thalassemia subklinik yang paling umum, biasanya ditemukan secara
kebetulan diantara populasi, seringnya pada etnik Afro-Amerika. Seperti telah
dijelaskan sebelumnya, terdapat 2 gen yang terletak pada kromosom 16.
b. Pada tipe silent carrier, salah satu gen pada kromosom 16 menghilang, menyisakan
hanya 3 dari 4 gen tersebut. Penderita sehat secara hematologis, hanya ditemukan
adanya jumlah eritrosit (sel darah merah) yang rendah dalam beberapa pemeriksaan.
c. Pada tipe ini, diagnosis tidak dapat dipastikan dengan pemeriksaan elektroforesis Hb,
sehingga harus dilakukan tes lain yang lebih canggih. Bisa juga dicari akan adanya
kelainan hematologi pada anggota keluarga ( misalnya orangtua) untuk mendukung
diagnosis. Pemeriksaan darah lengkap pada salah satu orangtua yang menunjukkan
adanya hipokromia dan mikrositosis tanpa penyebab yang jelas merupakan bukti yang
cukup kuat menuju diagnosis thalasemia.
Trait thalassemia-
a. Trait ini dikarakterisasi dengan anemia ringan dan jumlah sel darah merah yang
rendah. Kondisi ini disebabkan oleh hilangnya 2 gen pada satu kromosom 16 atau
satu gen pada masing-masing kromosom. Kelainan ini sering ditemukan di Asia
Tenggara, subbenua India, dan Timur Tengah.
b. Pada bayi baru lahir yang terkena, sejumlah kecil Hb Barts (
4
) dapat ditemukan pada
elektroforesis Hb. Lewat umur satu bulan, Hb Barts tidak terlihat lagi, dan kadar Hb
A
2
dan HbF secara khas normal.









Penyakit Hb H

Kelainan disebabkan oleh hilangnya 3 gen globin , merepresentasikan thalassemia-
intermedia, dengan anemia sedang sampai berat, splenomegali, ikterus, dan jumlah sel darah
merah yang abnormal. Pada sediaan apus darah tepi yang diwarnai dengan pewarnaan
supravital akan tampak sel-sel darah merah yang diinklusi oleh rantai tetramer (Hb H) yang
tidak stabil dan terpresipitasi di dalam eritrosit, sehingga menampilkan gambaran golf ball.
Badan inklusi ini dinamakan sebagai Heinz bodies.

Thalassemia- mayor
a. Bentuk thalassemia yang paling berat, disebabkan oleh delesi semua gen globin-,
disertai dengan tidak ada sintesis rantai sama sekali.
b. Karena Hb F, Hb A, dan Hb A
2
semuanya mengandung rantai , maka tidak satupun
dari Hb ini terbentuk. Hb Barts (
4
) mendominasi pada bayi yang menderita, dan
karena
4
memiliki afinitas oksigen yang tinggi, maka bayi-bayi itu mengalami
hipoksia berat. Eritrositnya juga mengandung sejumlah kecil Hb embrional normal
(Hb Portland =
2

2
), yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen.
c. Kebanyakan dari bayi-bayi ini lahir mati, dan kebanyakan dari bayi yang lahir hidup
meninggal dalam waktu beberapa jam. Bayi ini sangat hidropik, dengan gagal jantung
kongestif dan edema anasarka berat. Yang dapat hidup dengan manajemen neonatus
agresif juga nantinya akan sangat bergantung dengan transfusi.
Thalassemia-
Sama dengan thalassemia-, dikenal beberapa bentuk klinis dari thalassemia-; antara lain :
Silent carrier thalassemia-
a. Penderita tipe ini biasanya asimtomatik, hanya ditemukan nilai eritrosit yang rendah.
Mutasi yang terjadi sangat ringan, dan merepresentasikan suatu thalassemia-
+
.
b. Bentuk silent carrier thalassemia- tidak menimbulkan kelainan yang dapat
diidentifikasi pada individu heterozigot, tetapi gen untuk keadaan ini, jika diwariskan
bersama-sama dengan gen untuk thalassemia-, menghasilkan sindrom thalassemia
intermedia.






Trait thalassemia-
a. Penderita mengalami anemia ringan, nilai eritrosit abnormal, dan elektroforesis Hb
abnormal dimana didapatkan peningkatan jumlah Hb A
2
, Hb F, atau keduanya.
b. Individu dengan ciri (trait) thalassemia sering didiagnosis salah sebagai anemia
defisiensi besi dan mungkin diberi terapi yang tidak tepat dengan preparat besi selama
waktu yang panjang. Lebih dari 90% individu dengan trait thalassemia- mempunyai
peningkatan Hb-A2 yang berarti (3,4%-7%). Kira-kira 50% individu ini juga
mempunyai sedikit kenaikan HbF, sekitar 2-6%. Pada sekelompok kecil kasus, yang
benar-benar khas, dijumpai Hb A2 normal dengan kadar HbF berkisar dari 5% sampai
15%, yang mewakili thalassemia tipe .
c. Thalassemia- yang terkait dengan variasi struktural rantai .
d. Presentasi klinisnya bervariasi dari seringan thalassemia media hingga seberat
thalassemia- mayor.
e. Ekspresi gen homozigot thalassemia (
+
) menghasilkan sindrom mirip anemia Cooley
yang tidak terlalu berat (thalassemia intermedia). Deformitas skelet dan
hepatosplenomegali timbul pada penderita ini, tetapi kadar Hb mereka biasanya
bertahan pada 6-8 gr/dL tanpa transfusi.
f. Kebanyakan bentuk thalassemia- heterozigot terkait dengan anemia ringan. Kadar Hb
khas sekitar 2-3 gr/dL lebih rendah dari nilai normal menurut umur.
g. Eritrosit adalah mikrositik hipokromik dengan poikilositosis, ovalositosis, dan
seringkali bintik-bintik basofil. Sel target mungkin juga ditemukan tapi biasanya tidak
mencolok dan tidak spesifik untuk thalassemia.
h. MCV rendah, kira-kira 65 fL, dan MCH juga rendah (<26 pg). Penurunan ringan pada
ketahanan hidup eritrosit juga dapat diperlihatkan, tetapi tanda hemolisis biasanya
tidak ada. Kadar besi serum normal atau meningkat.
Thalassemia- homozigot (Anemia Cooley, Thalassemia Mayor)
a. Bergejala sebagai anemia hemolitik kronis yang progresif selama 6 bulan kedua
kehidupan. Transfusi darah yang reguler diperlukan pada penderita ini untuk
mencegah kelemahan yang amat sangat dan gagal jantung yang disebabkan oleh
anemia. Tanpa transfusi, 80% penderita meninggal pada 5 tahun pertama kehidupan.
b. Pada kasus yang tidak diterapi atau pada penderita yang jarang menerima transfusi
pada waktu anemia berat, terjadi hipertrofi jaringan eritropoetik disumsum tulang
maupun di luar sumsum tulang. Tulang-tulang menjadi tipis dan fraktur patologis
mungkin terjadi. Ekspansi masif sumsum tulang di wajah dan tengkorak menghasilkan
bentuk wajah yang khas.
c. Pucat, hemosiderosis, dan ikterus sama-sama memberi kesan coklat kekuningan.
Limpa dan hati membesar karena hematopoesis ekstrameduler dan hemosiderosis.
Pada penderita yang lebih tua, limpa mungkin sedemikian besarnya sehingga
menimbulkan ketidaknyamanan mekanis dan hipersplenisme sekunder.
d. Pertumbuhan terganggu pada anak yang lebih tua; pubertas terlambat atau tidak terjadi
karena kelainan endokrin sekunder. Diabetes mellitus yang disebabkan oleh siderosis
pankreas mungkin terjadi. Komplikasi jantung, termasuk aritmia dan gagal jantung
kongestif kronis yang disebabkan oleh siderosis miokardium sering merupakan
kejadian terminal.
e. Kelainan morfologi eritrosit pada penderita thalassemia- homozigot yang tidak
ditransfusi adalah ekstrem. Disamping hipokromia dan mikrositosis berat, banyak
ditemukan poikilosit yang terfragmentasi, aneh (sel bizarre) dan sel target. Sejumlah
besar eritrosit yang berinti ada di darah tepi, terutama setelah splenektomi. Inklusi
intraeritrositik, yang merupakan presipitasi kelebihan rantai , juga terlihat pasca
splenektomi. Kadar Hb turun secara cepat menjadi < 5 gr/dL kecuali mendapat
transfusi. Kadar serum besi tinggi dengan saturasi kapasitas pengikat besi (iron
binding capacity). Gambaran biokimiawi yang nyata adalah adanya kadar HbF yang
sangat tinggi dalam eritrosit.

1. Proses penurunan penyakit thalssemia dari orang tua ke anak:
Thal alpha mnrt hukum mendel







Thal beta mnrt hukum mendel








2. Pedigree dalam kasus:











Prognosis
Minor Intermediate Mayor
Asymptomatic Symptomatic Failure to thrive and
reccurent bacterial infections
Anemia mild or absent Moderete anemia (do not
require blood tranfusion)
Severe anema from 3-6
month when the switch from
- to -chain production
should normally occur
RBC hypocromic and Reduced -chain Extramedullary haemopoiesis








Carrier Thalassemia
Carrier Thalassemia
microcytic with low MCV
and MCH
precipitation less ineffective
heredity presence of hb F
that soon lead to
hepatosplenomegaly and
bone expansion -> giving
thalassemic facies
Serum ferritin and iron store
are normal
May have spleemomegaly
and bone deformation

Raised of Hb A
2
and Hb F








PENATALAKSANAAN

Pengobatan thalassemia bergantung pada jenis dan tingkat keparahan dari gangguan.
Seseorang pembawa atau yang memiliki sifat alfa atau beta talasemia cenderung ringan atau
tanpa gejala dan hanya membutuhkan sedikit atau tanpa pengobatan. Terdapat 3 (standar)
perawatan umum untuk thalassemia tingkat menengah atau berat, yaitu transfusi darah, terapi
besi dan chelation, serta mmenggunakan suplemen asam folat. Selain itu, terdapat perawatan
lainnya adalah dengan transplantasi sum-sum tulang belakang, pendonoran darah tali pusat,
dan HLA (Human Leukocyte Antigens).
Transfusi darah

.

Transfusi yang dilakukan adalah transfusi sel darah merah. Terapi ini merupakan
terapi utama bagi orang-orang yang menderita thalassemia sedang atau berat. Transfusi
darah dilakukan melalui pembuluh vena dan memberikan sel darah merah dengan
hemoglobin normal. Untuk mempertahankan keadaan tersebut, transfusi darah harus
dilakukan secara rutin karena dalam waktu 120 hari sel darah merah akan mati. Khusus
untuk penderita beta thalassemia intermedia, transfuse darah hanya dilakukan sesekali
saja, tidak secara rutin. Sedangkan untuk beta thalssemia mayor (Cooleys Anemia) harus
dilakukan secara teratur (2 atau 4 minggu sekali)

.
Terapi Khelasi Besi (Iron Chelation)
Hemoglobin dalam sel darah merah adalah zat besi yang kaya protein. Apabila
melakukan ransfusi darah secara teratur dapat mengakibatkan penumpukan zat besi dalam
darah. Kondisi ini dapat merusak hati, jantung, dan organ-organ lainnya. Untuk mencegah
kerusakan ini, terapi khelasi besi diperlukan untuk membuang kelebihan zat besi dari
tubuh. Terdapat dua obat-obatan yang digunakan dalam terapi khelasi besi, yaitu:


a) Deferoxamine


Deferoxamine adalah obat cair yang diberikan melalui bawah kulit secara perlahan-
lahan dan biasanya dengan bantuan pompa kecil yang digunakan dalam kurun waktu
semalam. Terapi ini memakan waktu lama dan sedikit memberikan rasa sakit. Efek
samping dari pengobatan ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan
pendengaran.
b) Deferasirox
Deferasirox adalah pil yang dikonsumsi sekali sehari. Efek sampingnya adalah sakit
kepala, mual, muntah, diare, sakit sendi, dan kelelahan (kelelahan).
Suplemen Asam Folat
Asam folat adalah vitamin B yang dapat membantu pembangunan sel-sel darah
merah yang sehat. Suplemen ini harus tetap diminum di samping melakukan transfusi
darah ataupun terapi khelasi besi.
Transplantasi sum-sum tulang belakang
Bone Marrow Transplantation (BMT) sejak tahun 1900 telah dilakukan. Darah
dan sumsum transplantasi sel induk normal akan menggantikan sel-sel induk yang
rusak. Sel-sel induk adalah sel-sel di dalam sumsum tulang yang membuat sel-sel
darah merah. Transplantasi sel induk adalah satu-satunya pengobatan yang dapat
menyembuhkan talasemia. Namun, memiliki kendala karena hanya sejumlah kecil
orang yang dapat menemukan pasangan yang baik antara donor dan resipiennya.
Pendonoran darah tali pusat (Cord Blood)
Cord blood adalah darah yang ada di dalam tali pusat dan plasenta. Seperti
tulang sumsum, itu adalah sumber kaya sel induk, bangunan blok dari sistem
kekebalan tubuh manusia. Dibandingkan dengan pendonoran sumsum tulang, darah
tali pusat non-invasif, tidak nyeri, lebih murah dan relatif sederhana.
HLA (Human Leukocyte Antigens)
Human Leukocyte Antigens (HLA) adalah protein yang terdapat pada sel di
permukaan tubuh. Sistem kekebalan tubuh kita mengenali sel kita sendiri sebagai 'diri,'
dan sel asing' sebagai lawan didasarkan pada protein HLA ditampilkan pada
permukaan sel kita. Pada transplantasi sum-sum tulang, HLA ini dapat mencegah
terjadinya penolakan dari tubuh serta Graft versus Host Disease (GVHD). HLA yang
terbaik untuk mencegah penolakan adalah melakukan donor secara genetik
berhubungan dengan resipen (penerima).

Selain itu, pengobatan lain yang sering diaplikasikan pada pasien dengan masalah
thalasemia adalah

Antibiotik : untuk melawan mikroorganisme pada infeksi. Untuk menentukan jenis
antibiotic yang digunakan perlu dilakukan anamnesis lebih lanjut pada pasien.
Pemberian antibiotic disebabkan berlakunya hepatosplenomegali dan anemia, yang
akan menyebabkan pasien akan lebih rentan untuk terdedah pada infeksi
2
.

Vitamin B12 dan asam folat : untuk meningkatkan efektivitas fungsional
Eritropoesis

.

Vitamin C: untuk meningkatkan ekskresi besi. Dosis 100-250 mg/hari selama
pemberian kelasi besi

Vitamin E : untuk memperpanjang masa hidup eritrosit.Dosis 200-400 IU setiap
hari.

Imunisasi : untuk mencegah infeksi oleh mikroorganisme.



Splenektomi : limpa yang terlalu besar, sehingga membatasi gerak penderita,
menimbulkan peningkatan tekanan intraabdominal dan bahaya terjadinya ruptur. Jika
disetujui pasien hal ini sebaiknya dilakukan setelah anak berumur di atas 5
tahun sehingga tidak terjadi penurunan drastis imunitas tubuh akibat splenektomi

.


PENCEGAHAN
Pencegahan primer

Penyuluhan sebelum perkawinan (marriage counselling) untuk mencegah perkawinan
diantara pasien Thalasemia agar tidak mendapatkan keturunan yang homozigot

.
Perkawinan antara 2 hetarozigot (carrier) menghasilkan keturunan : 25 % Thalasemia
(homozigot), 50 % carrier (heterozigot) dan 25 normal.

Pencegahan sekunder

Pencegahan kelahiran bagi homozigot dari pasangan suami istri dengan Thalasemia
heterozigot salah satu jalan keluar adalah inseminasi buatan dengan sperma berasal dari
donor yang bebas dan Thalasemia troit. Kelahiran kasus homozigot terhindari, tetapi 50
% dari anak yang lahir adalah carrier, sedangkan 50% lainnya normal

.

Diagnosis prenatal melalui pemeriksaan DNA cairan amnion merupakan suatu kemajuan
dan digunakan untuk mendiagnosis kasus homozigot intra-uterin sehingga dapat
dipertimbangkan tindakan abortus provokotus.




KOMPLIKASI
Komplikasi yang bisa terjadi pabila pasien tidak mendapat pengobatan yang adekuat
adalah seperti

:
Jantung dan Liver Disease
Transfusi darah adalah perawatan standar untuk penderita thalassemia. Sebagai
hasilnya, kandungan zat besi meningkat di dalam darah. Hal ini dapat merusak organ dan
jaringan, terutama jantung dan hati

.
Penyakit jantung yang disebabkan oleh zat besi yang berlebihan adalah penyebab
utama kematian pada orang penderita thalassemia. Penyakit jantung termasuk gagal jantung,
aritmis denyut jantung, dan terlebih lagi serangan jantung.
Infeksi


Di antara orang-orang penderita thalassemia, infeksi adalah penyebab utama penyakit
dan kedua paling umum penyebab kematian. Orang-orang yang limpanya telah diangkat
berada pada risiko yang lebih tinggi, karena mereka tidak lagi memiliki organ yang
memerangi infeksi.
Osteoporosis
Banyak penderita thalassemia memiliki tulang yang bermasalah, termasuk
osteoporosis dan thickening skull (penebalan tulang kepala). Pada kondisi ini, tulang menjadi
sangat lemah, rapuh dan mudah patah

.

KESIMPULAN
Thalassemia merupakan penyakit genetik yang disebabkan oleh ketidaknormalan pada
protein globin yang terdapat di gen. Jika globin alfa yang rusak maka penyakit itu dinamakan
alfa-thalassemia dan jika globin beta yang rusak maka penyakit itu dinamakan alfa
thalassemia. Gejala yang terjadi dimulai dari anemia hingga osteoporosis. Thalassemia harus
sudah diobati sejak dini agar tidak berdampak fatal. Pengobatan yang dilakukan adalah
dengan melakukan transfusi darah, meminum beberapa suplemen asam float dan beberapa
terapi.









DAFTAR PUSTAKA
1. Beta-Thalassemia diunduh dari (22 April
2011)http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK1426/
2. Thalassemias diunduh dari (22 April
2011)http://www.nhlbi.nih.gov/health/dci/Diseases/Thalassemia/thalassemia_risk.html
3. Hemoglobin electrophoresis diunduh dari (22 April
2011)http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003639.htm
4. Differential Diagnosis Of Thalassemia diunduh dari (22 April
2011)http://wps.prenhall.com/wps/media/objects/684/701178/13differDiag.htm
5. Children's Hospital & Research Center Oakland. 2005. What is Thalassemia and
Treating Thalassemia. Di unduh dari http://www.thalassemia.com/ (17 Februari
2010, 19.05)
6. D.J. Weatherall, J.B. Clegg, The Thalassaemia Syndromes, Fourth Edition 2008, Hal.
72-74
7. Komplikasi thalasemia, di unduh dari
ww.wrongdiagnosis.com/t/thalassemia/complic.htm (22 April 2011)