Anda di halaman 1dari 18

KASUS 1

Topik : Kasus jiwa tentamen suicide akibat reaksi stress akut


Tanggal (kasus) : 13 Oktober 2013 ersenter : dr! "anissa
Tanggal resentasi : endamping : dr! #elen $orista %ndr&ani
dr! 'uli (stutiandriani alasara
Tempat presentasi : )*T dr! )! #ardjanto
Objekti+ presentasi :
Keilmuan Keterampilan en&egaran Tinjauan ustaka
,iagnostik $anajemen $asala- .stimewa
/eonatus 0a&i (nak )emaja ,ewasa 1ansia 0umil
,eskripsi : pasien laki2laki3 usia 24 ta-un melakukan percobaan bunu- diri akibat gangguan kejiwaan
Tujuan : mengeta-ui +aktor risiko tentament suicide3 etiologi3 diagnosis gangguan kerjiwaan dan penatalaksanaan
0a-an ba-asan : Tinjauan ustaka )iset Kasus (udit
5ara memba-as : ,iskusi resentasi dan diskusi %mail os
,ata pasien : /ama : Tn! , , /omor )egistrasi : 463726
Data utama untuk bahan diskusi :
1! Diagnosa/ Gambaran Klinis :
Tentament suicide &ang dipicu ole- reaksi strees akut!
2! Riwayat Pengobatan :
3! Riwayat Kesehatan/ Penyakit
asien mencoba bunu- diri dengan meminum ba&gon seban&ak 8 200 cc (192 botol a:ua ukuran sedang)! ;aktu
kejadian tidak diketa-ui! *aat ditemukan3 pasien dalam keadaan lemas dan mengantuk! asien sedang bermasala-
dengan pamann&a sejak 1 bulan! asien merasa kecewa ter-adap pamann&a se-ingga -ubungan dengan ibu pasien
tidak sebaik sebelumn&a! asien tinggal jau- dari kedua orang tuan&a dan tinggal bersama pamann&a! Komunikasi
pasien dengan ibu pasien diakui -an&a sesekali &aitu memberikan ucapan saat -ari besar!
4! Riwayat Keluarga :
)iwa&at depresi dan gangguan jiwa dalam keluarga disangkal!
7! Riwayat Pekerjaan :
Kar&awan perusa-aan
6! Kondisi lingkungan sosial dan fsik RU!A"# $%&GKU&GA&# P'K'R(AA&) :
asien bekerja di perusa-aan! Tinggal di kos bersama teman dan pamann&a! )iwa&at -ubungan dengan lingkungan
ruma- dan lingkungan kerja baik!
<! Riwayat imunisasi disesuaikan dengan *asien dan kasus) :
Da+tar Pustaka diberi ,ontoh# !'!AKA% S%S-'! "AR.ARD#.A&/0U.'R# atau !'D%A '$'K-R0&%K) :
1! Kaplan #.! *adock 0=!*&nopsis o+ s&c-iatr& 0e-a>ioral *cience95linical s&c-iatr&!10t- ed!/ew 'ork: 1ippincot ;illiams ?
;ilkins!200<!pg: 322:2@!
2! (merican s&c-iatric association! ,iagnostic and *tatistical $anual o+ $ental ,isorder (,*$2.")! 4t- ed!
;as-ington3,5:(merican s&c-iatric (ssociationA 2000!
3! .ngram .$! 5atatan Kulia- sikiatri! 6t- ed! =akarta : enerbit 0uku kedokteran!1BB7! pg: 2@:42!
4! Kapita *elekta Kedokteran! 3t- ed! =akarta : enerbit $edia (esculapsius Cakultas Kedokteran Dni>ersitas .ndonesia!
2001!pg :1@B:1B2!
7! $aslim! )usdi! ,iagnosis Eangguan =iwa )ujukan )ingkas dari ,E= ...: )eaksi (kut *tres! 0agian .lmu Kedokteran =iwa
Cakultas Kedokteran (tmaja&a!2001A pg 73!
"AS%$ P'!1'$A(ARA&
1! 0unu- diri merupakan sala- satu kegawatan psikiatri dimana3 bunu- diri9suicide (percobaan bunu- diri)3 berasal dari
ba-asa latin: Ftentamen suicideG3 dari ba-asa .nggrisF suicide attempt! ercobaan bunu- diri iala- segala perbuatan
dengan tujuan untuk membinasakan dirin&a sendiri dan dengan disengaja dilakukan ole- seseorang &ang ta-u
akanakibatn&a &ang mungkin pada waktu sangat singkat!
2! Caktor2+aktor &ang terkait dengan tindakan bunu- diri &aitu jenis kelamin laki laki3 semakin bertamba-n&a usia3 ras
orang kulit puti-3 status perkawinan -idup sendirian3 semakin tinggi status sosial seseorang3 kese-atan Hsik (adan&a
pen&akit)3 kese-atan mental seperti pen&ala-gunaan Iat3 gangguan depresi+3 skiIo+renia3 dan gangguan mental lainn&a3
pasien psikiatrik!
3! engertian Acute Stress Disorder adala- sebua- kondisi psikologis &ang timbul sebagai tanggapan ter-adap peristiwa
&ang mengerikan3 -asil dari sebua- peristiwa traumatis dimana seseorang mengalami atau menjadi saksi suatu peristiwa
&ang men&ebabkan korban9saksi untuk mengalami kejadian ekstrim3 mengganggu atau tidak terduga takut3 stres3 (dan
kadang2kadang rasa sakit) dan &ang melibatkan atau mengancam serius3 dirasakan cedera serius (biasan&a kepada
orang lain)3 atau kematian!
4! Caktor kerentanan &ang merupakan predisposisi tampakn&a memainkan peranan penting dalam menentukan apaka-
gangguan akan berkembang3 &aitu adan&a trauma masa anak2anak3 si+at gangguan kepribadian ambang3 paranoid3
dependen3 atau anti sosial3 sistem pendukung &ang tidak adekuat3 kerentanan konstitusional genetika pada pen&akit
psikiatrik3 peruba-an -idup penu- stress &ang baru terjadi3 persepsi lokus kontrol eksternal3 penggunaan alko-ol3
walaupun belum sampai tara+ ketergantungan!
7! Kriteria diagnostik untuk gangguan stress akut menurut ,*$ ." adala- sebagai berikut:
(! Orang tela- terpapar dengan suatu kejadian traumatik dimana kedua dari berikut ini ditemukan:
a! Orang mengalami3 men&aksikan3 atau di-adapkan dengan suatu kejadian atau kejadian2kejadian &ang berupa
ancaman kematian atau kematian &ang sesunggu-n&a atau cedera &ang serius3 atau ancaman kepada integritas diri
atau orang lain!
b! )espon orang tersebut berupa rasa takut &ang kuat3 rasa tidak berda&a atau -oror!
0! *ala- satu selama mengalami atau setela- mengalami kejadian &ang menakutkan3 indi>idu tiga (atau lebi-) gejala
disosiati+ berikut :
a! perasaan sub&ekti+ kaku3 terlepas3 atau tidak ada responsi>itas emosi
b! penurunan kesadaran ter-adap sekelilingn&a (misaln&a3 berada dalam keadaan tidak sadar)
c! derealisasi
d! depersonalisasi
e! amnesia disosiati+ (ketidakmampuan untuk mengingat aspek penting dari trauma)
5! Kejadian traumatik secara menetap dialami kembali sekurangn&a satu cara berikut: ba&angan3 pikiran3 mimpi3 ilusi3
episode kilas balik &ang rekuren3 atau suatu perasaan -idupn&a kembali pengalaman atau penderitaan saat terpapar
dengna pengingat kejadian traumatic
,! eng-indaran jelas ter-adap stimuli &ang men&adarkan rekoleksi trauma (misaln&a3 pikiran3 perasaan3 percakapan3
akti>itas3 tempat3 orang)!
%! Eejala kecemasan &ang n&ata atau pengingat kesadaran (misaln&a3 sulit tidur3 iritabilias3 konsentrasi buruk3
kewaspadaan berlebi-an3 respon kejut &ang berlebi-an3 dan kegelisa-an motorik)!
C! Eangguan men&ebabkan penderitaan &ang bermakna secara klinis atau gangguan dalam +ungsi sosial3 pekerjaan atau
+ungsi penting lain3 menganggu kemampuan indi>idu untuk mengerjakan tugas &ang diperlukan3 seperti meminta
bantuan &ang diperlukan atau menggerakan kemampuan pribadi dengan menceritakan kepada anggota keluarga tentang
pengalaman traumatic!
E! Eangguan berlangsung selama minimal 2 -ari dan maksimal 4 minggu dan terjadi dalam 4 minggu setela- traumatik
#! Tidak karena e+ek Hsiologis langsung dari suatu Iat (misaln&a3 obat &ang disala-gunakan3 medikasi) atau kondisi medis
umum3 tidak lebi- baik diterangkan ole- gangguan psikotik singkat dan tidak semata2mata suatu eksaserbasi gangguan
(ksis . atau (ksis .. dan tela- ada sebelumn&a!
6! enatalaksanaan reaksi stress akut meliputi terapi +armakoterapi benIodiaIepin %staIolam 03721 mg per os3 ,iaIepam
(>alium) 7210 mg per os3 1oraIepam 122 mg per os atau .$ dan psikoterapi &ang meliputi cognitive therapy, exposure
therapy, play therapy, support group therapy dan terapi bicara!
KASUS 2
Topik : Kasus emergenc& 2 intoksikasi ba&gon
Tanggal (kasus) : 13 Oktober 2013 ersenter : dr! "anissa
Tanggal resentasi : endamping : dr! #elen $orista %ndr&ani
dr! 'uli (stutiandriani alasara
Tempat presentasi : )*T dr! )! #ardjanto
Objekti+ presentasi :
Keilmuan Keterampilan en&egaran Tinjauan ustaka
,iagnostik $anajemen $asala- .stimewa
/eonatus 0a&i (nak )emaja ,ewasa 1ansia 0umil
,eskripsi : pasien laki2laki3 usia 24 ta-un mengalami keracunan ba&gon
Tujuan : mengeta-ui toksikologi ba&gon3 cara kerja3 gejala keracunan3 dan penatalaksanaan keracunan ba&gon
0a-an ba-asan : Tinjauan ustaka )iset Kasus (udit
5ara memba-as : ,iskusi resentasi dan diskusi %mail os
,ata pasien : /ama : Tn! , , /omor )egistrasi : 463726
Data utama untuk bahan diskusi :
1! Diagnosa/ Gambaran Klinis :
Tentament suicide dengan intoksikasi ba&gon!
2! Riwayat Pengobatan :
34 Riwayat Kesehatan/ Penyakit
asien meminum ba&gon seban&ak 8 200 cc (192 botol a:ua ukuran sedang)! ;aktu kejadian tidak diketa-ui! *aat
ditemukan3 pasien dalam keadaan lemas dan mengantuk! asien sedang bermasala- dengan pamann&a sejak 1 bulan!
asien merasa kecewa ter-adap pamann&a se-ingga -ubungan dengan ibu pasien tidak sebaik sebelumn&a! asien
tinggal jau- dari kedua orang tuan&a dan tinggal bersama pamann&a! Komunikasi pasien dengan ibu pasien diakui3
-an&a sesekali &aitu memberikan ucapan saat -ari besar!
4! Riwayat Keluarga :
)iwa&at depresi dan gangguan jiwa dalam keluarga disangkal!
7! Riwayat Pekerjaan :
Kar&awan perusa-aan!
6! Kondisi lingkungan sosial dan fsik RU!A"# $%&GKU&GA&# P'K'R(AA&) :
asien bekerja di perusa-aan! Tinggal di kos bersama teman dan pamann&a! )iwa&at -ubungan dengan lingkungan
ruma- dan lingkungan kerja baik!
<! Riwayat imunisasi disesuaikan dengan *asien dan kasus) :
Da+tar Pustaka diberi ,ontoh# !'!AKA% S%S-'! "AR.ARD#.A&/0U.'R# atau !'D%A '$'K-R0&%K) :
1! Tintinali3 =udit-!3 Kelen3 Eabor!3 *tapcI&nsk&3 *tep-en! %mergenc& $edicine : ( 5ompre-ensi>e *tud& Euide! /ew 'ork :
$cEraw!
2! Keit-3*tone!3 )oger3#ump-ries! 5urrent ,iagnosis ? Treatment %mergenc& $edicine! %d 6! /ew 'ork : $cEraw!
3! .drieas3 ($3 edoman .lmu Kedokteran Corensik3 %d ! ertama3 =akarta: 0inarupa (ksara3 1BB<3 #al : 27B 260!
4! Crank3 5! 1u3 Toksikologi ,asar3 %d! Kedua (Terjema-an)3 =akarta: enerbit Dni>ersitas .ndonesia3 1BB73 #al : 32@ 32B!
7! =unandi3 urnawan: Kapita *elekta Kedokteran edisi 23 enerbit $edica (esculapius CK D.3 =akarta3 1BB43 #al : 1B6 1B<!
6! ;illiam 'ip 5-in 1ing3 edoman raktis Kedaruratan ada (nak (Terjema-an)3 =akarta3 enerbit Dni>ersitas .ndonesia3
#al : 346 34@!
"AS%$ P'!1'$A(ARA&
1! )acun adala- setiap ba-an atau Iat &ang dalam jumla- relati+ kecil bila masuk kedalam tubu- akan menimbulkan reaksi
kimiawi &ang akan men&ebabkan pen&akit atau kematian! 0a&gon termasuk kedalam racun serangga (insektisida)!
0erdasarkan struktur kimian&a insektisida dapat digolongkan menjadi .nsektisida golongan +ospat organik ($alat-oin3
arat-ion3 araoJan3 diaIinon3 dan T%)3 insektisida golongan karbamat (carbor&l dan ba&gon)3 insektisida golongan
-idrokarbon &ang diklorkan (,,T endrin3 c-lordane3 dieldrin dan lindane)!
2! .nsektisida golongan +ospat organik dan golongan karbamat dapat dikategorikan dalam antikolinesterase (5-ol&nesterase
in-ibator insectisides)3 se-ingga keduan&a mempun&a persamaan dalam -al cara kerjan&a3 &aitu merupakan in-ibitor
&ang langsung dan tidak langsung ter-adap enIim k-olinesterase! )acun jenis ini dapat diabsorbsi melalui oral3 in-alasi3
dan kulit! $asuk ke dalam tubu- dan mengikat enIim asetil k-olinesterase ((5-%) se-ingga (5-% menjadi inakti+ maka
akan terjadi akumulasi dari asetilk-olin!
3. $ani+estasi utama keracunan adala- gangguan pengli-atan3 gangguan perna+asan3 dan -iperakti+ gastrointestinal! ada
keracunan akut
gejala timbul 3060 menit dan mencapai maksimum dalam 2@ jam &ang meliputi keracunan ringan (anoreksia3 sakit
kepala3 pusing3 lema-3 ansietas3 tremor lida- dan kelopak mata3 miosis3 pengli-atan kabur)3 keracunan sedang (nausea3
sali>asi3 lakrimasi3 kram perut3 munta-3 -idrosis3 bradikardi dan +asikulasi otot)3 keracunan berat (diare3 pin point3 pupil
tidak bereaksi3 sukar bernapas3 edema paru3 sianosis3 kontrol sHrgter -ilang3 kejang3 koma3 dan blok jantung! Eejala
keracunan kronis akibat peng-ambatan kolinesterase akan menetap selama 26 minggu (organo+ospat)! Dntuk
karbamat3 ikatan dengan (5-% -an&a bersi+at sementara dan akan lepas kembali setela- beberapa jam (re>ersibel)!
4! Kriteria diagnosis pada keracunan adala- anamnesa kontak antara korban dengan racun3 adan&a tandatanda serta
gejala &ang sesuai dengan tanda dan gejala dari keracunan racun &ang diduga3 dari sisa benda bukti -arus dapat
dibuktikan ba-wa benda bukti tersebut memang racun &ang dimaksud3 dari beda- ma&at dapat ditemukan adan&a
peruba-an atau kelainan &ang sesuai dengan keracunan dari racun &ang diduga serta dari beda- ma&at tidak ditemukan
adan&a pen&ebab kematian lain3 serta dari analisa kimia atau pemeriksaan toksikologik3 -arus dapat dibuktikan adan&a
racun serta metabolitn&a dalam tubu- atau cairan tubu- korban secara sistemik!
7! enanganan general kegawatdaruratan antara lain :
$anagement airways jaga jalan na+as3 bersi-kan dari sekret bronkial! Breathing : beri oksigen 100K 3 bila tidak adekuat
lakukan intubasi! Circulation : pasang ." line3 pantau >ital sign!
6! Terapi spesiHk
a! 0ilas lambung (1002200 ml)3 diikuti pemberian karbon akti+! ,irekomendasikan pada kasus &ang mengancam!
b! Karbon akti+! ,osis L 12 ta-un : 27100 gr dalam 3002@00 ml!
Terapi +armakologi
(tropine :
L 12 ta-un : 224 mg ." setiap 7210 menit sampai atropinisasi! ,osis pemeli-araan 037 mg930 menit atau 1 jam atau 2 jam
atau 4 jam sesuai kebutu-an! ,osis maksimal 70 mg924 jam! erta-ankan selama 2424@ jam!
*upporti+ : ,iaIepam 7210 mg ." bila kejang3 Curosemide 402160 mg bila ronki basa- basal muncul !
KASUS 3
Topik : Kasus medis en&akit aru Obstruksi Kronis eksaserbasi akut
Tanggal (kasus) : 27 *eptember 2013 ersenter : dr! "anissa
Tanggal resentasi : endamping : dr! #elen $orista %ndr&ani
dr! 'uli (stutiandriani alasara
Tempat presentasi : )*T dr! )! #ardjanto
Objekti+ presentasi :
Keilmuan Keterampilan en&egaran Tinjauan ustaka
,iagnostik $anajemen $asala- .stimewa
/eonatus 0a&i (nak )emaja ,ewasa 1ansia 0umil
,eskripsi : pasien perempuan, usia 52 tahun mengalami sesak napas dan napas berbunyi.
Tujuan : mengetahui definisi PPOK, faktor risiko dan diagnosis PPOK
0a-an ba-asan : Tinjauan ustaka )iset Kasus (udit
5ara memba-as : ,iskusi resentasi dan diskusi %mail os
,ata pasien : /ama : /&! ) ; /omor )egistrasi : 46302
Data utama untuk bahan diskusi :
1! Diagnosa/ Gambaran Klinis :
Penyakit Paru Obstruksi Kronis eksaserbasi akut !
2! Riwayat Pengobatan :
3! Riwayat Kesehatan/ Penyakit
Pasien mengeluh sesak napas se!ak 2 hari yang lalu disertai napas berbunyi dan demam se!ak semalam. Pasien batuk berdahak selama
minggu, dahak ber"arna kehi!auan. #i"ayat batuk malam hari dan bangun dari tidur karena sesak se!ak 2 tahun yang lalu. #i"ayat
merokok selama lebih dari 20 tahun se!umlah 3 batang per hari.
4! Riwayat Keluarga :
Terdapat riwa&at dara- tinggi dalam keluarga dan kencing manis disangkal!
7! Riwayat Pekerjaan :
.bu ruma- tangga!
6! Kondisi lingkungan sosial dan fsik RU!A"# $%&GKU&GA&# P'K'R(AA&) :
Pasien beker!a di rumah. $ekitar rumah dekat dengan pabrik semen.
<! Riwayat imunisasi disesuaikan dengan *asien dan kasus) :
Da+tar Pustaka diberi ,ontoh# !'!AKA% S%S-'! "AR.ARD#.A&/0U.'R# atau !'D%A '$'K-R0&%K) :
1! (merican T-oracic *ociet&! *tandards +or ,iagnosis and 5are o+ atients wit- 5O,! (merican =ournal o+ )espirator&
and 5ritical 5are $edicine! 1BB7A 172:*<<2*120!
2! er-impunan ,okter aru .ndonesia! OK pedoman ,iagnosis dan enatalaksanaan di .ndonesia! 2003!
3! 0re-m =m3 5eledon =5! 5-ronic Obstructi>e ulmonar& ,isease in #ispanics! (merican =ournal o+ )espirator& and
5ritical 5are $edicine! /o>ember 203 200<A 1<<:4<324<@!
4! 1ederer ,= et al!)acial ,iMerences in ;aiting 1ist Outcomes in 5-ronic Obstructi>e ulmonar& ,isease! (merican
=ournal o+ )espirator& and 5ritical 5are $edicine!/o>ember 203 200<A 1<<:47024!
7! /ational #eart 1ung and 0lood .nstitute ,iseases and 5onditions .ndeJ! 5O,: ;-at .s 5O,! $arc- 200B! (>ailable
at -ttp:99www!n-lbi!ni-!go>9-ealt-9dci9,iseases95opd95opdN;-at.s-tml! (ccessed ,ecember 163 200B!
"AS%$ P'!1'$A(ARA&
1! en&akit paru obstruksti+ kronik (OK) adala- pen&akit paru kronik &ang ditandai ole- -ambatan aliran udara di saluran
napas &ang bersi+at progresi+ nonre>ersibel atau re>ersibel partial! OK terdiri dari bronkitis kronik (batuk kronik
berda-ak minimal 3 bulan salam seta-un! *ekurang2kurangn&a dua ta-un berturut2turut tidak disebabkan pen&akit
lainn&a) dan emHsema (pelebaran rongga udara distal bronkiolus terminal disertai kerusakan dinding al>eoli) atau
keduan&a!
2! Kebiasaan merokok merupakan satu2satun&a pen&ebab kausal &ang terpenting3 jau- lebi- penting dari +aktor pen&ebab
lainn&a! ,alam mencatat riwa&at merokok perlu diper-atikan riwa&at merokok (perokok akti+3 perokok pasi+3 atau bekas
perokok)3 derajat berat merokok dengan indeJ 0rinkman &aitu perkalian jumla- rata2rata batang rokok di-isap se-ari
dikalikan lama merokok dalam ta-un (ringan 022003 sedang 20026003 berat O600)! *elain kebiasaan merokok3 riwa&at
terpajan polusi udara di lingkungan dan tempat kerja3 -iperreakti>itas bronkus3 riwa&at in+eksi saluran napas berulang3
dan deHsiensi antitripsin al+a21 namun umumn&a jarang terdapat di .ndonesia!
3! (namnesis meliputi riwa&at merokok atau bekas perokok dengan atau tanpa gejala pernapasan3 riwa&at terpajan Iat
iritan &ang bermakna di tempat kerja3 riwa&at pen&akit emHsema pada keluarga3 terdapat +aktor predisposisi pada masa
ba&i9anak misalkan berat badan la-ir renda-3 in+eksi saluran napas berulang3 lingkungan asap rokok dan polusi udara3
batuk berulang dengan atau tanpa da-ak3 sesak dengan atau tanpa mengi!
4! emeriksaan Hsik dini dari OK umumn&a tidak ada kelainan! /amun3 pada inspeksi dapat ditemukan pursed-lips
breathing3 barrel chest3 penggunaan otot banti napas3 -ipertroH otot bantu napas3 pelebaran sela iga3 terli-at den&ut
>ena jugularis di le-er dan edema tungkai bila tela- terjadi gagal jantung kanan3 serta penampilan pink pufer atau blue
bloater! ada palpasi +remitus melema- dan sela iga melebar pada emHsema! ada perkusi emHsema -ipersonor dan
batas jantung mengecil3 letak dia+ragma renda-3 -epar terdorong ke bawa-! ada auskultasi suara >esikuler normal atau
melema-3 terdapat r-onki atau mengi pada waktu bernapas biasa atau pada ekspirasi paksa3 ekspirasi memanjang3
bun&i jantung terdengar jau-!
7! Pink pufer &aitu gambaran &ang k-as pada emHsema3 penderita kurus3 kulit kemera-an3 dan pernapasan pursed lips
breathing!
Blue bloater &aitu gambaran k-as pada bronkitis kronik3 penderita gemuk sianosis3 terdapat edema tungkai dan ronki
basa- di basal paru3 sianosis sentral dan peri+er!
Pursed lips breathing adala- sikap seseorang &ang bernapas dengan mulut mencucu dan ekspirasi &ang memanjang!
*ikap ini terjadi sebagai mekanisme tubu- untuk mengeluarkan retensi 5O2 &ang terjadi sebagai mekanisme tubu-
untuk mengelurkan retensi 5O2 &ang terjadi pada gagal napas kronik!
6! Pada pemeriksaan penun!ang terdiri dari pemeriksaan rutin %faal paru& spirometri dan u!i bronkodilator', darah rutin& (b, (t, leukosit, dan
radiologi thora) P* dan lateral untuk menyingkirkan penyakit paru lain. Para gambaran radiologi emfisema terdapat gambaran hiperinflasi,
hiperlusen, ruang retrosternal melebar, diafragma mendatar, !antung menggantung dan pada bronkitis kronik gambaran radiologis normal
atau +orakan bronko,askular bertambah pada 2- kasus.
<! Penatalaksanaan PPOK terbagi atas penatalaksanaan pada eksaserbasi akut dan pada keadaan stabil. Penatalaksaanaan se+ara umum
bertu!uan untuk mengurangi ge!ala, men+egah eksaserbasi, memperbaiki dan men+egah penurunan faal paru, serta meningkatkan kulaitas
hidup penderita, yang meliputi&
- .dukasi mengenai pengetahuan akan penyakit, obat/obatan, serta menghindari pen+etus %berhenti merokok', penyesuaian akti,itas.
- Obat/obatan yaitu bronkodilator, antiinflamasi, antibiotika, antioksidan, mukolitik, dan antitusif
- 0erapi oksigen atas indikasi PaO2 1 60mm(g atau $aO2 1 20-, PaO2 antara 55/52mm(g atau $aO2 3 42- disertai corpulmonal,
perubahan P pulmonal, (t 3 55- dan tanda/tanda gagal !antung kanan, sleep apnea, penyakit paru lain.
- 5entilasi mekanik digunakan pada eksaserbasi dengan gagal napas akut, gagal napas akut pada gagal napas kronik, atau pada pasien
PPOK dera!at berat dengan gagal napas kronik.
- 6utrisi yang seimbang dapat berupa tinggi lemak rendah karbohidrat.
- #ehabilitasi PPOK pada penderita yang telah mendapatkan pengobatan optimal yang disertai dengan ge!ala pernapasan berat,
beberapa kali datang ke unit ga"at darurat, dan kulitas hidup yang menurun.
KASUS 5
Topik : Kasus beda- 5a mammae
Tanggal (kasus) : 1< =anuari 2014 ersenter : dr! "anissa
Tanggal resentasi : endamping : dr! #elen $orista %ndr&ani
dr! 'uli (stutiandriani alasara
Tempat presentasi : )*T dr! )! #ardjanto
Objekti+ presentasi :
Keilmuan Keterampilan en&egaran Tinjauan ustaka
,iagnostik $anajemen $asala- .stimewa
/eonatus 0a&i (nak )emaja ,ewasa 1ansia 0umil
,eskripsi : pasien perempuan3 usia 40 ta-un terdapat menjolan pada pa&udara kanan disertai n&eri dan
peruba-an kulit
Tujuan : mengeta-ui +aktor risiko kejadian ca mammae3 tanda dan gejala serta stadium 5a mamme
0a-an ba-asan : Tinjauan ustaka )iset Kasus (udit
5ara memba-as : ,iskusi resentasi dan diskusi %mail os
,ata pasien : /ama : /&! ; /omor )egistrasi : 46B2<1
Data utama untuk bahan diskusi :
1! Diagnosa/ Gambaran Klinis :
5a mammae stadium ."!
2! Riwayat Pengobatan :
34 Riwayat Kesehatan/ Penyakit
asien merasa adan&a benjolan pada pa&udara kanan sejak 1 ta-un &ang lalu! 0enjolan semakin besar disertai
dengan rasa n&eri dan peruba-an kulit di atasn&a! Terdapat bekas luka &ang suda- mengering dengan riwa&at
terlepasn&a jaringan puting susu saat luka tersebut bernana-! /&eri &ang dirasakan sekarang disertai dengan
keluarn&a cairan berwarna puti- kekuningan disertai bau busuk! asien belum berobat sebelumn&a! #asil D*E pasien
men&atakan adan&a massa pada -epar &ang dicurigai pen&ebaran dari keganasan! )iwa&at sakit -ipertensi 83 ,$
disangkal3 benjolan pa&udara sebela-n&a 2!
4! Riwayat Keluarga :
)iwa&at keganasan pada orang tua ataupun keluarga disangkal3 pasien tidak menika- dan tidak memiliki anak3
usia -aid pertama 11 ta-un!
7! Riwayat Pekerjaan :
atugas laundr&!
6! Kondisi lingkungan sosial dan fsik RU!A"# $%&GKU&GA&# P'K'R(AA&) :
asien bekerja di ruma- keponakann&a! Terdapat riwa&at pa&udara kanan terkena besi 1 ta-un &ang lalu!
<! Riwayat imunisasi disesuaikan dengan *asien dan kasus) :
Da+tar Pustaka diberi ,ontoh# !'!AKA% S%S-'! "AR.ARD#.A&/0U.'R# atau !'D%A '$'K-R0&%K) :
1! ;an desen3 200@! Onkologi klinis! %disi 2! CK D.!
2! *jamsu-ida&at )3 ;im de =ong3 20073 Tumor ganas! 0uku (jar .lmu 0eda-3 =akarta!
3! /ational 0reast 5ancer Coundation! Stage o! Breast Cancer! 2010!
4! #emant *ing-al3 $,! Breast Cancer "valuation! 200B! -ttp:99emedicine!com!
"AS%$ P'!1'$A(ARA&
1! Caktor risiko pada ca mammae dapat dikelompokkan menjadi dua +aktor3 &aitu +aktor &ang dapat diuba- seperti riwa&at
ke-amilan3 riwa&at men&usui3 kontrasepsi oral3 -ormonal replacement3 penggunaan alko-ol3 obesitas3 dan trauma!
Caktor &ang tidak dapat diuba- antara lain riwa&at keluarga &ang menderita kanker3 genetik3 status menstruasi
(menarc-e dan menopause)3 riwa&at tumor jinak dan kanker sebelumn&a3 tidak menika-3 dan tidak memiliki anak!
2! Tanda dan gejala ca mammae &aitu benjolan pada pa&udara &ang umumn&a tidak n&eri dan semakin membesar lalu
melekat pada kulit atau puting susu3 erosi atau ulkus puting susu menjadi tertarik ke dalam (retraksi) &ang berwarna
kemera-an diserta edema -ingga kulit terli-at seperti jeruk (peau d#orange) atau timbul borok &ang semakin besar dan
dalam3 perdara-an puting susu3 n&eri ditimbulkan bila benjolan suda- besar terdapat borok atau metastasis3 kemudian
timbul pembesaran kelenjar geta- bening ketiak dan seluru- tubu-!
3! Stadiu$ Ca $a$$ae adala-
- *tadium 0 (Tis /0 $0) tumor in situ dengan sel2sel tumor berada pada tempatn&a di dalam jaringan pa&udara &ang
normal!
- *tadium . (T1 /0 $0) tumor dengan garis tenga- kurang dari 2 cm dan belum men&ebar keluar pa&udara!
- *tadium ..( (T021 /1 $03 T2 /0 $0) tumor dengan garis tenga- 227 cm dan belum men&ebar ke kelenjar geta-
bening ketiak atau tumor dengan garis tenga- kurang dari 2 cm tapi suda- men&ebar ke kelenjar geta- bening
ketiak!
- *tadium ..0 (T2 /1 $03 T3 /0 $0) tumor dengan garis tenga- lebi- dari 7 cm dan belum men&ebar ke kelenjar geta-
bening ketiak atau tumor dengan garis tenga- 227 cm tapi suda- men&ebar ke kelenjar geta- bening ketiak!
- *tadium ...( (T023 /2 $0) tumor dengan garis tenga- kurang dari 7 cm dan suda- men&ebar ke kelenjar geta-
bening ketiak disertai perlengketan satu sama lain atau perlengketan ke struktur lainn&a atau tumor dengan garis
tenga- lebi- dari 7 cm dan suda- men&ebar ke kelenjar geta- bening ketiak!
- *tadium ...0 (T4 /P $o) tumor tela- keluar pa&udara &aitu ke dalam kulit pa&udara atau ke dinding dada atau tela-
men&ebar ke kelenjar geta- bening di dalam dinding dada dan tulang dada!
- *tadium ." (TP /P $1) tumor tela- men&ebar keluar daera- pa&udara dan dinding dada misaln&a ke -epar3 tulang
atau paru2paru!
4! engobatan ca mammae berdasarkan stadium
- *tadium . dilakukan operasi dan c-emot-erap&
- *tadium .. dilakukan operasi dan dilanjutkan dengan c-emot-erap& ditamba- dengan -ormonal
- *tadium ... dilakukan operasi dilanjutkan dengan c-emot-erap& ditamba- radiasi dan -ormonal
- *tadium ." dilakukan c-emot-erap& dilanjutkan dengan radiasi dan -ormonal
KASUS 6
Topik : Kasus medikolegal in+ormed consent dan in+ormed re+usal
Tanggal (kasus) : 31 =anuari 2014 ersenter : dr! "anissa
Tanggal resentasi : endamping : dr! #elen $orista %ndr&ani
dr! 'uli (stutiandriani alasara
Tempat presentasi : )*T dr! )! #ardjanto
Objekti+ presentasi :
Keilmuan Keterampilan en&egaran Tinjauan ustaka
,iagnostik $anajemen $asala- .stimewa
/eonatus 0a&i (nak )emaja ,ewasa 1ansia 0umil
,eskripsi : pasien laki2laki3 usia 70 ta-un mengalami luka robek akibat benturan di kelapa pada kecelakaan lalu
lintas
Tujuan : mengeta-ui bentuk3 isi3 aturan &ang mengatur serta tujuan in+ormed consent dan pi-ak &ang memiliki -ak untuk
in+ormed re+usal
0a-an ba-asan : Tinjauan ustaka )iset Kasus (udit
5ara memba-as : ,iskusi resentasi dan diskusi %mail os
,ata pasien : /ama : Tn! ( K /omor )egistrasi : 4<00<3
Data utama untuk bahan diskusi :
1! Diagnosa/ Gambaran Klinis :
"ulnus laeratum regio parietalis deJtra dan obser>asi 5K)!
2! Riwayat Pengobatan :
34 Riwayat Kesehatan/ Penyakit
asien mengalami kecelakaan saat men&eberang jalan! asien disenggol motor dengan kecepatan Q @0 km9jam3 dari sisi
kanan pasien se-ingga pasien terjatu- dan kepala kiri pasien terbentur trotoar! erdara-an akti+ pada luka robek3 pasien
tidak sempat pingsan3 mual dan munta- tidak ada! asien mengingat dan dapat menceritakan kembali kejadian
tersebut! asien memiliki riwa&at dara- tinggi! )iwa&at pen&akit sebelumn&a disangkal3 riwa&at minum alko-ol
disangkal!
4! Riwayat Keluarga :
)iwa&at pen&akit dara- tinggi!
7! Riwayat Pekerjaan :
asien bekerja di bengkel anakn&a!
6! Kondisi lingkungan sosial dan fsik RU!A"# $%&GKU&GA&# P'K'R(AA&) :
asien bekerja di bengkel anakn&a membantu mencuci mobil! asien tingga bersama istrin&a3 terpisa- dengan
anak2anakn&a &ang suda- menika-!
<! Riwayat imunisasi disesuaikan dengan *asien dan kasus) :
Da+tar Pustaka diberi ,ontoh# !'!AKA% S%S-'! "AR.ARD#.A&/0U.'R# atau !'D%A '$'K-R0&%K) :
1! =3 Euwandi3 dokter3 asien dan #ukum3 enerbit Cakultas kedokteran Dni>ersitas .ndonesia3 =akarta3 2001!
2! =3 Euwandi! )a-asia $edis! enerbit Cakultas Kedokteran D.3 =akarta3 20073 -al : 32!
3! )atna *uprapti *amil! %tika Kedokteran .ndonesia3 'a&asan 0ina ustaka *arwono rawirodi-ardjo3 =akarta3 20013 -al : 47!
4! =3 Euwandi! %n!or$ed Consent dan %r$or$ed &e!usal! enerbit Cakultas Kedokteran D.3 =akarta3 20033 -al : 2!
"AS%$ P'!1'$A(ARA&
1! ,eHnisi in!or$ed consent menurut er$enKes ). /omor 2B09$enkes9er9...9200@ bab . a&at 13 persetujuan tindakan
kedokteran adala- persetujuan &ang diberikan ole- pasien atau keluarga terdekat setela- mendapat penjelasan secara
lengkap mengenai tindakan kedokteran atau kedokteran gigi &ang akan dilakukan ter-adap pasien! .n+ormasi &ang -arus
diberikan dokter menurut DD /o!2B ta-un 2004 tentang praktik kedokteran pasal 47 a&at 3 sekurang2kurangn&a
mencakup diagnosis dan tata cara tindakan medis3 tinjauan tindakan medis &ang dilakukan3 alternati+ tindakan lain dan
risikon&a3 risiko dan komplikasi &ang mungkin terjadi3 dan prognosis (kemungkinan -asil perawatan) ter-adap tindakan
&ang dilakukan!
2! *etela- pasien diberi penjelasan maka keputusan untuk menerima atau menolak tindakan perawatan &ang ditawarkan
dokter mutlak berada di tangan pasien itu sendiri! #ak untuk menolak perawatan ini disebut dengan in!or$ed re!usal3
namum dalam keadaan seperti ini dokter juga -arus menerangkan secara rinci akibat dari penolakan tersebut! =ika pasien
tetap menolak perawatan3 maka pasien -arus menandatangani +ormulir surat penolakan tindakan medis &ang suda-
disiapkan ole- ruma- sakit! asien juga ber-ak meminta pendapat dokter lain (second opinion)!
3! $enurut enjelasan pasal 47 DD /o!2B ta-un 2004 apabila pasien sendiri berada di bawa- pengampunan3 persetujuan
atau penolakan tindakan medis dapat diberikan ole- keluarga terdekat antara lain suami9istri3 a&a-9ibu kandung3 anak
kandung atau saudara kandung! ,alam keadaan gawat darurat untuk men&elamatkan jiwa pasien tidak diperlukan
persetujuan! /amun3 setela- pasien sadar atau dalam kondisi memungkinkan3 segera diberikan penjelasan dan dibuat
persetujuan!
4! 0entuk persetujuan tindakan kedokteran dapat dikategorikan sebagai expression (dengan pern&ataan) &aitu secara
lisan9oral dan dapat secara tertulis! *elalin itu3 dapat sebagai dianggap diberikan9i$plied (tersirat) &aitu dalan keadaan
biasa atau normal dan dalam keadaan gawat darurat! ,i dalam pasal 7 a&at 1 er$enKes /o!2B09200@3 isi in+ormasi &ang
diberikan belum diatur secara rinci3 -an&a disebutkan F.n+ormasi &ang diberikan mencakup keuntungan dan kerugian dari
tindakan medik &ang akan dilakukan baik diagnostik maupun terapeutikG!
5. ,engan tela- diin+ormasikann&a tindakan medik &ang akan dilakukan ole- dokter3 maka selanjutn&a pasien dapat
mempergunakan -akn&a untuk memili-3 men&etujui atau menolak tindakan medik tersebut! =adi3 pada -akikatn&a -ak
atas persetujuan tindakan kedokteran ini merupakan pelaksanaan -ak dasar atas pela&anan kese-atan (the right to
health care) dan -ak untuk menentukan nasib sendiri (the right o! sel! deter$ination) &ang keduan&a adala- -ak pasien
atas kese-atan &ang -arus diakui dan di-ormati!
6! Tujuan pelaksanaan persetujuan tindakan medis adala- perlindungan pasien untuk segala tindakan medik &ang ditujukan
secara Hsik dan mental tanpa sepengeta-uan pasien tanpa ada dasar kepentingan medik sebagai pen&ala-gunaan
standard pro+esi medik &ang merugikan pasien3 juga sebagai perlindungan tenaga kese-atan dokter9perawat &ang tela-
melakukan tindakan medik atas dasar standard pro+esi medik namun meng-adapi adan&a akibat &ang tidak terduga
serta dianggap merugikan pi-ak lain3 maka tindakan medik &ang bermasala- itu memperole- jaminan perlindungan
berdasarkan Frisk o! treat$entG untuk kepentingan kese-atan!
KU!PU$A&
P0R-070$%0
,isusun ole-:
dr! "anissa
embimbing:
dr! #elen $orista %ndr&ani
dr! 'uli (stutiandriani alasara
./T%)/*#. 0(1.K((/
)*T dr! )! #ardjanto
*%T%$0%) 2013 (ED*TD* 2014