Anda di halaman 1dari 80

INDEKS MALOKLUSI

Arya brahmanta,drg, Sp.Ort


Lpldemlologl maloklusl
Epidemiologi : Studi tentang distribusi penyakit atau
kondisi fisiologis dalam populasi manusia dan faktor
yang mempengaruhi distribusi tersebut.
Meliputi : -Prevalensi (jumlah px, maloklusi utk daerah & waktu ttt)
-Insidensi ( frekuensi kejadian maloklusi )
-Keparahan
Epidemiologi Maloklusi : Distribusi dan faktor yang
menentukan maloklusi yang terjadi pada masyarakat
luas
Pengelompokan maloklusi
! engelompokan [enls maloklusl, penung unLuk menenLukan
skala pengukuran maloklusl

! Angle (1899)
- keleblhan : mudah unLuk dlLenLukan
- kekurangan : hanya darl arah saglLal, udak dapaL menun[ukan
keparahan maloklusl.

! WPC (1962) : sudah membuaL lndeks maloklusl LeLapl udak lengkap
( cle palaLe & llp, prognausm, reLrognausm, deep blLe, open blLe,crowdlng, spaclng,eLc)


! (1971) : Cral PealLh Surveys 8aslc MeLhods
mensurvey kesehaLan rongga muluL Lermasuk maloklusl
( mesloklusl, dlsLoklusl, cle palaLe & llp, deep blLe, open blLe,crowdlng. )

Ackerman Profit (1974, orthogonal analysis)
Meliputi :
Susunan geligi
Profil
Kelainan jurusan sagital
Transversal
Vertikal


Penilaian subyektif obyektif


indeks maloklusi

lndeks
Indeks adalah sebuah angka atau bilangan yang
digunakan sebagai indikator untuk menerangkan
suatu keadaan tertentu atau sebuah rasio
proporsional yang dapat disimpulkan dari
sederetan pengamatan yang terus menerus.

Dengan indeks " prevalensi,
keparahan maloklusi
hasil perawatan.

Indeks maloklusi
Melihat dan menilai seberapa jauh penyimpangan
yang terjadi atau menilai keparahan suatu maloklusi
tidaklah mudah, dikarenakan adanya perbedaan
persepsi antar individu yang menimbulkan unsur
subyektif dalam menilai suatu keparahan maloklusi.
Indeks maloklusi mencatat keadaan maloklusi dalam
format kategori atau numerik sehingga penilaian
suatu maloklusi dapat dinilai secara obyektif
Indeks maloklusi
Indeks maloklusi
Adalah nilai kuantitatif yang menggambarkan derajat
maloklusi yang didapatkan dari hasil pengukuran
secara obyektif beberapa kriteria klinik.
SyaraL lndeks maloklusl

! Parus handal (rellable)
! uapaL dlperLanggung[awabkan secara kllnlk dan
menghasllkan pengukuran yang sama mesklpun
oleh lndlvldu yang berbeda
! Sahlh (valld)
! Parus dapaL membedakan beberapa ungkaLan
dengan [elas dan dapaL dlperLanggung[awabkan
secara sLausuk serLa udak menlmbulkan banyak
konLroversl
! Mudah dlpela[arl, dllaksanakan dan sederhana
uLk dloperaslkan
! ulseLu[ul oleh lkaLan profesl
Macam kegunaan lndeks maloklusl
! ulagnosls claslcauon
! Lpldemlologl lndeks
! 1reaLmenL need lndeks
! 1reaLmenL ouL come
! 1reaLmanL complexclLy.
! uegree of lmprovemenL
Macam lndeks maloklusl

! TPI : Treatment priority index (Graigner,1967)
! HMAR : Handi capping Malocclusion Assesment Record
(Salzman)
! OI : Oclussal Index
! DAI : Dental Aesthetic Index (Cons et al,1986)
! ABO : American Board of Orthodontists
! SCAN : The standarized continum of Aesthetic Need
! IOTN : index of orthodontic treatment need
( Brook & Shaw,1989 )
! PAR : Peer assessment rating index ( Richmond,1992 )
! Maloklusi severity indeks ( Hill, 1992 )
! ICON : Index of Complexity, Outcome and Need (Daniel,2000)
! ABO : American Board of Orthodontics (2003)
lC1n
( lndex of orLhodonuc LreaLmenL need)
Indeks ini dibuat untuk mengetahui kebutuhan
perawatan bagi masing masing individu
Mencatat kebutuhan perawatan pada populasi dan skala
prioritas
Mencatat keberhasilan dari perawatan
Membantu menentukan kemungkinan dampak maloklusi
terhadap kesehatan gigi dan kesehatan psikososial seseorang
IOTN, terdiri dari 2 komponen :
Dental health component (DHC)
Aesthetic Component (AC)

IOTN
The Dental Health Component

DHC : " menyatakan keadaan oklusal yang dapat
mempengaruhi fungsi dan kesehatan gigi dalam
jangka panjang
Terdiri dari 5 Grade
Gambaran gejala maloklusi yang paling parah
dicatat dan dikategorikan pada salah satu dari
lima grade yang mencerminkan kebutuhan
perawatan ortodonti

Grade1No treatment required
1.Extremely minor malocculsions, including
displacements less than 1
IOTN
The Dental Health Component

Grade 2Little
2.aIncreased Overjet > 3.5 mm but <= 6 mm (with
competent lips)
2.bReverse overjet greater than 0 mm but <= 1mm
2.cAnterior or posterior crossbite with <= 1mm discrepancy
between retruded contact position and intercuspal position
2.dDisplacement of teeth > 1mm but <= 2mm
2.eAnterior or posterior open bite > 1mm but <= 2mm
2.fIncreased overbite >= 3.5mm (wthout gingival contact)
2.gPrenormal or postnormal occlusions with no other
anomalies. Includes up to half a unit discrepancy
lC1n
1he uenLal PealLh ComponenL
Grade 3Borderline need
3.aIncreased overjet > 3.5 mm but <= 6 mm
(incompetent lips)
3.bReverse overjet greater than 1 mm but <= 3.5mm
3.cAnterior or posterior crossbites witt >1mm but <=
2mm discrepancy between the retruded contact position
and intercuspal position
3.dDisplacement of teeth >2mm but <=4mm
3.eLlateral or anterior open bite > 2mm but <= 4mm
3.fIncreased and incomplete overbite without gingival or
palatal trauma
lC1n
1he uenLal PealLh ComponenL
Grade 4Treatment required
4.aIncreased overjet > 6mm but <= 9 mm
4.bReverse overjet > 3.5 mm with no masticatory or speech difficulties
4.cAnterior or posterior crossbites with > 2 mm discrepancy between the
retruded contact position and intercuspal position
4.dSevere displacements of teeth > 4
4.eExtreme lateral or anterior open bites > 4 mm
4.fIncreased and complete overbite with gingival or palatal trauma
4.hLess extensive hypodontia requiring pre-restorative orthodontics or
orthodontic space closure ot obviate the need for a prosthesis
4.lPosterior lingual crossbite with no functional occlusal contact in oneor
more buccal segments
4.mReverse overjet > 1 mm but < 3.5 mm with recorded masticatory and
speech difficulties
4.tPartially erupted teeth, tipped and impacted against adjacent teeth
4.xExisting supenumerary teeth
lC1n
1he uenLal PealLh ComponenL
Grade 5Treatment required
5.aIncreased overjet > 9 mm
5.hExtensive hypodontia with restorative implications (more than
one tooth missing in any quadrant requiring pre-restorative
orthodontics)
5.iImpeded eruption of teeth (apart from 3rd molars) due to
crowding, displacement, the presence of supernumerary teeth,
retained deciduous teeth, and any pathological cause
5.mReverse overjet > 3.5 mm with reported masticatory and
speech difficulties
5.pDefects of cleft lip and palate
5.sSubmerged deciduous teeth
IOTN
Dental health component
Untuk mengatasi subyektifitas pengukuran
dengan batas ambang yang jelas ( 5 tingkat
keparahan maloklusi)
Tingkat derajat keparahan dari DHC:
Skala 1 -2 : Tidak perlu perawatan / perawatan ringan
Skala 3 : Perawatan border line / sedang
Skala 45 : Sangat memerlukan perawatan


IOTN
Aesthetic Component

! "#$%& ' = mosL aesLheuc arrangemenL of Lhe uenuuon
! "#$%& '( = leasL aesLheuc arrangemenL of Lhe uenuuon


! "#$%& ')* = +,-+& .# /. 0#&$01&/0 #&23,#&%
! "#$%& 4)5 = 1.%&#$0& .# 6.#%&#+,/& 0#&$01&/0 #&23,#&%
! "#$%& 7)'( = 0#&$01&/0 #&23,#&%
Grade 1-4 = little or no treatment required
Grade 5-7 = moderate or borderline
treatment required

Grade 8-10 = treatment required
IOTN
Aesthetic component
Menujukkan tingkatan derajat yang berbeda dari
penampilan estetik susunan geligi.
Tingkatan derajat keparahan dari AC :
Skala 1-4 : tidak perlu perawatan / perawatan ringan
Skala 5-7 : perawatan border line / sedang
Skala 8-10 : sangat memerlukan perawatan

IOTN
Digunakan penggaris plastik khusus
Dipakai sebagai panduan untuk menentukan
suatu maloklusi termasuk grade berapa
lC1n
Dapat memilih salah satu dari keadaan berikut :
gigi yang hilang (Missing)
jarak gigit (Overjet)
berdesakan (Crowding)
perubahan titik kontak (Displacement)
tumpang gigit (Overbite)
#
MOCDO
IOTN
! Mudah, sederhana & slngkaL
uera[aL kesesualan yang balk anLar pemerlksa (balk
uLk surve epldemlologl)
! keunggulan lC1n : wakLu pakal (30-60 deuk)
unLuk saLu penderlLa dapaL dlgunakan unLuk
survey dengan sampel yang besar.
! Mesklpun maloklusl blsa merupakan gabungan
beberapa keadaan " LeLapl pada lndeks lnl
hanya saLu gambaran maloklusl yang Lerparah
sa[a yang dlcaLaL " udak ada efek kumulauf

lC1n
loLo berwarna dlgunakan apablla ada paslennya
sedangkan foLo hlLam puuh dlgunakan unLuk
membandlngkan dengan model

aslen dalam keadaan oklusl (demlklan [uga model
dlokluslkan) dan dlbandlngkan dengan foLo yang ada
dlllhaL darl aspek anLerlor, kemudlan kaLegorl
dlLenLukan berdasarkan hambaLan esLeuk yang
kurang leblh sama dengan paslen

Skor akhir " (DHC + AC) : 2

PAR
(peer assessment rating - index)
Membandingkan maloklusi sebelum dan sesudah
perawatan untuk menentukan :
Evaluasi standar kualitas hasil perawatan
Efektifitas dan efisiensi perawatan utk penilaian
pribadi (self assesment)
Menentukan prioritas perawatan bagi sejumlah
pasien yang membutuhkan perawatan
Membandingkan sistem pelayanan ortodonsi secara
nasional / internasional
!"# %&'()

8eberapa komponen dlskor dan dlberl boboL yang
besarnya LerganLung kesepakaLan orLodonus dl
negara maslng-maslng

Skorlng dlLenLukan dengan penggarls khusus unLuk
lndeks lnl

Skor akhlr merupakan akumulasl darl uap komponen
yang dlskor
A8
komponen yang dlperlksa beserLa besarnya boboL
- pergeseran uuk konLak (berdesakan) (boboL 1)
- relasl glgl posLerlor dalam [urusan saglLal,
Lransversal dan verukal (boboL 1)
- [arak glglL (boboL 6)
- Lumpang glglL (boboL 2)
- pergeseran garls medlan (boboL 4)
A8
All Lhe scores are welghLed and summed Lo produce
an overall LoLal. SLarL scores are usually ln Lhe reglon
of 26-30.
LxcellenL occluslons usually have a score of less Lhan
3 A8 polnLs.
llnlshed LreaLmenLs wlLh scores greaLer Lhan 10 are
usually regarded as unaccepLable.
AnoLher way of assesslng success of LreaLmenL ls Lo
ploL pre and posL LreaLmenL scores on Lhe graph Lo
deLermlne lmprovemenL.
A8
8esarnya skor awal (sebelum perawaLan) " keparahan maloklusl

erbedaan skor sebelum dan sesudah perawaLan " keberhasllan
perawaLan

erbedaan skor dlnyaLakan dalam persen
penurunan skor leblh besar darlpada 30
conLoh : 8 " 2 penurunan 6 " 73
40 "10 penurunan 30 " 73.

apablla dlnyaLakan dalam angka perbedaan skor > 22.
conLoh : 40 " 16 (24)
13 " 0 (13)

A8 - ruler
Maloklusl severlLy lndeks
! ulkembangkan dengan memberl skor pada
anomall yang LerdapaL pada glgl.

erhlLungan :
- ClglLan Lerbuka anLerlor : skor 10
- 1umpang glglL Lraumauk sampal mukosa
palaLum : skor 18
Maloklusi severity indeks
- ",8,0$/ 9,+$/8 $/0&#,.#
blla mellbaLkan : 1 glgl skor 14
2 glgl skor 16
3 glgl skor 18
4 glgl skor 20
- ",8,0$/ 9,+$/8 :.90&#,.# : skor 16
- ;,$90&1$ :$%$ 8,8, %&:$/ $0$9
( meslal C, l1,l2 > 3 mm ) : skor 14


Maloklusi severity indeks
! !arak glglL dlkaLegorlkan men[adl:
! 1 glgl skor 10
! 2 glgl skor 14
! 3 glgl skor 16
! 4 glgl skor 18
! 8lla berdesakan osLerlor 8A/88 mellbaLkan
C & :
! 8lla unllaLeral skor 8
! 8lla bllaLeral skor 10
Bila berdesakan RA dan RB, ada gigi yang tidak
kontak / meleset :
Bila RA kontak meleset skor 4
Bila RB kontak meleset skor 3
Maloklusi severity indeks
Bila skor 0 7 : Tidak perlu dirawat (ideal)
Bila skor 8 17: Moderat (perawatan selektif)
Bila skor18 32: Parah (perlu perwatan)
Bila lebih dari 32: Sangat parah (sangat perlu perawatan)
ICON
(Index of Complexity, Outcome and Need).

! "#$%&'$ ()'*+ &#,)*-. /),+,#,$
! kebuLuhan perawaLan.
! komplekslLas.
! Pasll perawaLan.
! uera[aL perubahan.

ComponeneL Score 0 1 2 3 4 3
Aesthetic 1-10 using AC
Upper arch
crowding
Score only the highest
trait either spacing or
crowding
< 2mm 2.1 5
mm
5.1 9 mm 9.1 13
mm
13.1
17
mm
0 12 33 4
*3/'#+56
Upper spacing Up to 2mm 2.1 5
mm
5.1 9 mm >9 mm
Cross bite Transverse relationship
of cusp to cusp or worse
No crossbite Crossbite
present

Incisor open
bite
Score only the highest
trait either open bite or
overjet
Complete bite < 1mm 1.1 2mm 2.1- 4
mm
>
4mm
Incisor overbite Lower incisor coverage Up to 1/3
tooth
1/3 2/3
coverage
2/3 up to
full covered
Fully
covered
Buccal segment
antero-
posterior
Left and right added
together
Cusp to
embrasure
relationship.
Class I,II and
III
Any cusp
relation
up to but
not
including
cusp to
cusp
Cusp to
cusp
relationshi
p

"#$%&'$ ()'*+ &#,)*-. /),+,#,$

Component Aesthetic - ICON
lCCn
(7-658 ,9 :,3/$58*+;< "%+#,35 '-6 =556>.
! kebuLuhan perawaLan (pre LreaLmenL)
<$#$=0&#,9>= ?=+39$+
@.6.0
<.1:./&/ A90&>= 5
B&+$9, 9$8,0$+ 8,8, :.90&#,.# C
@&#%&9$=$/ $0$3 ;,$90&1$ 4
D31:$/8 ",8,0 *
",80$/ E,+$/8 4
E=.# <&6303F$/ G&#$H$0$/

*C

lCCn
(7-658 ,9 :,3/$58*+;< "%+#,35 '-6 =556>.
komplekslLas.

G&/,+$,$/ <.1:+&=9,0$9 E=.#
I3%$F <3#$/8 %$#, JK
B,/8$/ JK)4(
I.%&#$0 4')LC
E3=$# L*)55
E$/8$0 93=$# M&6,F %$#, 55
lCCn
(7-658 ,9 :,3/$58*+;< "%+#,35 '-6 =556>.
! Pasll perawaLan (posL LreaLmenL)
<$#$=0&#,9>= ?=+39$+
@.6.0
<.1:./&/ A90&>= 5
B&+$9, 9$8,0$+ 8,8, :.90&#,.# C
@&#%&9$=$/ $0$3 ;,$90&1$ 4
D31:$/8 ",8,0 *
",80$/ E,+$/8 4
E=.# N$9,+ G&#$H$0$/ C'
lCCn
(7-658 ,9 :,3/$58*+;< "%+#,35 '-6 =556>.
Derajat perubahan.
rumus : ( nilai ICON sebelum perawatan 4 x nilai ICON setelah perawatan).

G&/,+$,$/ ;&#$O$0 G&#36$F$/

E=.#
D&#O$%, :&#36$F$/ P$/8 6&9$# Q )'
E$/8$0 6&#36$F )J4 9$1:$, )'
R3=3: 6&#36$F )4C 9$1:$, )JL
E&%,=,0 6&#36$F )74 9$1:$, S 4*
D,%$= 6&#36$F T O$%, O&+&= U )74
ABO Discrepancy Index (ABO Index)
A8C = Amerlcan 8oard of CrLhodonucs
A8C lndex " mengukur komplekslLas kasus.
SuaLu krlLerla unLuk dapaL dlLerlma dalam u[lan yang
dlselenggarakan A8C
enllalan kesukaran suaLu kasus mengandung
sub[ekuvlLas, LeLapl karena berkalLan dengan
komplekslLas " blsa dlkuanukasl.
8uler
Mengukur over[eL
TERIMA KASIH
https://sites.google.com/a/hangtuah.ac.id/arya-brahmanta-publikasi/