Anda di halaman 1dari 7

GANGGUAN JIWA BERAT / PSIKOTIK / MAJOR MENTAL DISORDER

dr. R. A. Kresman, Sp. KJ 29 November 2013


oleh : Monzhang

hai temen
2
kuliah kemarin sebagian besar tentang schizophrenia yaa, pasti semua udah pd belajar kan..
nah, ngomong
2
dr. Kresman itu keren bgt loh, di usianya yg udah 86 tahun dia masih semangat ngajar,
katanya dulu pas muda dia jd guru di SMA STECE 1 sama JB lho sambil kuliah FK.. ahahaha :D katanya
dia seneng bgt kalo jd pengajar, keren yahh :) *btw aq ngfans lohh :))*
yaa itu sekilas tentang Beliau yg diceritakan saat tutorial , skrg mari kita lahap bersama cakulnya,
SEMANGAT!!! (9,--)9

Pendahuluan
: gangguan jiwa berat sering ditemukan di rumah sakit jiwa seperti yg kita jumpai di RSJ Puri
Nirmala, utk gangguan jiwa ringan jarang ditemukan di RSJ karena memang sering hanya rawat
jalan saja;
utk gangguan jiwa berat selain schizophrenia, ada juga gangguan afektif atau paranoid, namun
utk kuliah kali ini akan dibahas schizophrenia yg akan lebih banyak dijumpai.
: schizophrenia terdiri dari 2 kata, yaitu schizos (belah / pisah) & phrenos (jiwa) sehingga diartikan
sebagai pecahnya kepribadian seseorang (menurut Freud id, ego, superego pecah lalu yg
superego terdorong ke samping shg orang tsb tidak bisa mengontrol diri shg saat marah bisa
menendang, membunuh atau tindakan kasar lainnya).

Definisi Gangguan Jiwa Berat / Psikotik
: gangguan jiwa yg ditandai dg hendaya / hambatan yg berat dalam menilai realitas atau dalam
membedakan antara fantasi & realita sehingga penderita tidak bisa berpikir sesuai alam
kenyataan yg ada (psikotik).
: yg dimaksud tidak bisa menilai realita adalah penderita tidak tahu bahwa dirinya sakit (insightnya
buruk), hal ini juga termasuk gangguan psikosis lainnya;
insight jelek ini bisa membaik bila diberikan pengobatan, jadi setelah pengobatan lama kelamaan
pasien bisa tahu kalau dirinya sakit (insightnya baik).

Gejala
- terdapat :
halusinasi
: ini yg menyebabkan pasien tidak bisa menilai realitas;
misalnya halusinasi suara ia mendengar bahwa dirinya akan dibunuh, halusinasi
penciuman ia mencium bau
3
an aneh seperti kemenyan, halusinasi seksual ia merasa
telah melakukan kegiatan seksual dg seseorang;
jd arti keseluruhannya adalah gangguan persepsi panca-indera tanpa ada obyek yg jelas.
waham
: gangguan isi pikir, penderita sangat yakin & tidak bisa dikoreksi;
schizophren (khas) punya waham yg aneh atau bizzare, yaitu :
waham sedot pikir (thought of withdrawl) merasa pikirannya ditarik lalu jd kosong,
waham sisip pikir (thought of insertion) merasa dimasuki roh lain yg kalau dibawa
ke dukun akan dibilang kemasukan roh halus padahal tidak,
waham kontrol pikir (thought of being control) merasa pikirannya dikontrol;
sebenarnya ini muncul karena kurang serotonin & kelebihan dopamin.
perilaku yg kacau, seperti katatonik, eksitasi, overaktivitas / hiperaktivitas, perilaku yg aneh
lainnya / bizzare
: schizophren yg katatonik biasanya ada ciri khas echopraxi meniru gerakan & echolali
meniru ucapan;
eksitasi atau eksaltasi gerakan berlebih tidak terkontrol seperti marah & menendang;
perilaku aneh / bizzare tangan atau kaki diangkat terus.
autisme
: hidup dlm khayalnya sendiri;
dalam bentuk umak umik / berbicara sendiri, senyum
2
sendiri (ini karena menjawab
khayalan / halusinasinya yg sdg berbicara dg orang lain).
inhoherensi
: pembicaraannya kacau, kalimatnya susah dimengerti.
ketidakmampuan yg berat dalam merawat diri, bersosial & melakukan pekerjaan sehari
2

: tidak bisa berpakaian rapi, tidak mau mandi (jd muncul bau schizophren).

- secara garis besar dibedakan menjadi 2, yaitu :
gejala positif
: halusinasi, waham, disorganisasi pembicaraan / inkoherensi, disorganisasi perilaku /
perilaku yg kacau;
: muncul karena hiperdopaminergik dalam limbik system.
gejala negatif
: hambatan dalam bersosial, melakukan pekerjaan, merawat diri;
anhedonia (berkurangnya minat & menarik diri dari aktivitas yg menyenangkan / hobinya);
avolisi (tidak bertujuan melakukan tindakan
2
yg juga tidak bertujuan, jd aneh gitu (,--)7);
: anhedonia penting, misal ada orang yg hobi awalnya mancing /
jalan
2
jd tidak mau lagi hal ini terdapat pd orang depresi atau
schizophren yg depresi;
hal seperti ini juga tampak pd orang berkepribadian skizoid, jd dia
suka mengisolir diri atau tidak mau bersosial kalau sakit jatahnya
kena schizophren.

Penampakan
: orang psikosis / gangguan jiwa berat sudah terlihat / tampak sakit jiwa
saat kunjungan pertamanya ke dokter.

Macam Gangguan Psikotik
a. psikotik organik
b. psikotik fungsional
schizophrenia
gangguan waham yg menetap
gangguan psikotik lain

Schizophrenia (F20)
a. Sejarah
Emil Kraepelin (1856 1926)
: dementia praecox
: orang tsb mengatakan pd penyakit ini ditemukan gejala dementia / lupa
2
;
ada bermacam dementia, seperti d. senilis yg terjadi pd usia lanjut karena proses degenerasi
neuron bila parah disebut d. alzheimer yg sampai marah
2
;
lalu ada yg disebut d. praecox karena tjd pd usia muda (remaja dewasa muda);
: d. praecox pd laki
2
munculnya lebih awal yaitu kira
2
usia 15 25 th, pd wanita 25 th;
prognosisnya jg lebih baik pd wanita (lebih cepat sembuh), laki
2
lebih lama;
: kalau lansia biasanya jatah penyakitnya penyakit kronis seperti DM, stroke yg bisa
menyebabkan delirium.
Eugen Bleuler (1857 1939)
: schizophrenia schizos (split / perpecahan) + phrenos (mind / jiwa);
artinya seseorang yg menderita schizophrenia memiliki pikiran, perilaku & perasaan yg
terpecah.

b. Epidemiologi
: insiden 0.5 5/10.000 penduduk
1% populasi < 25th

c. Pandangan Berdasar Jenis Kelamin
: laki
2
mempunyai kesempatan yg sama dg perempuan, tp onset awal terserangnya pd laki
2

lebih muda drpd perempuan;
laki 10 25 th, perempuan 25 35 th;
hendaya & gejala negatif L > P;
prognosis P lebih baik drpd L;
utk skizofrenia onset lambat, biasanya mulai pd usia > 45th.

d. Etiologi
Model stres diathesis (kepekaan terhadap stress)
Biologik : infeksi
: misal ada orang hepatitis (SGOT - SGPT tinggi rentan tjd mental disorder yg psikosis);
pd otak biasanya encephalitis, infeksi plasmodium malariae, p. falciparum (di otaknya ada
kista
2
); pd gastrointestinal bisa karena Salmonela typii.
Psikologik : situasi
Lingkungan : bencana
: yg menimbulkan kematian spt bencana alam (stressor psikososial).
Neurobiology :
Abnormalitas perkembangan / neuron / degenerasi neuron pd usia lanjut (demensia
alzheimer, demensia vaskular karena ada aterosklerosis pd otak lalu stroke (depresi
stroke : marah, menangis, memukul).
Dopamine : hyperdopaminergik (di sistem limbik)
: dopamin berlebih menimbulkan gejala (+)
Serotonin : hyposerotonergik (di gyrus prefrontalis)
: serotonin kurang menimbulkan gejala (-)
- oleh karena itu pd schizophren timbul gejala (+) & (-) yg berupa halusinasi & autisme. -
EEG abnormal
Psikoneuroendokrinologi
Penurunan LH,FSH,prolaktin, GH
Genetik
: kurangnya enzim pemecah fenilketonuria.
Psikososial
S.Freud : defect ego
Hub.interpersonal
Masa kanak-2 buruk (the formative years)
: fase oral (0 - 1 th), fase anal, fase genital;
ada yg mengatakan bahwa bila fase oralnya jelek akan jd peminum (bisa jd depresi
alkoholik halusinasi alkoholik psikosis alkoholik);
selain itu jg bisa buta & meninggal karena minum alkohol yg murah dlm bentuk methyl
alcohol (spiritus).
- 3 syarat seseorang terkena gangguan jiwa : masa kanak
2
jelek; status mental lemah; stressor
psikososial & fisik -

e. Tanda Khas
Distorsi pikiran
: gangguan pd proses pikir bentuk pikir (misalnya autisme, derealisme / tidak nyata), isi
pikir (misalnya waham, ilusi), arus pikir.
Distorsi persepsi
: gangguan persepsi panca-indera tanpa obyek yg jelas halusinasi (akustik, visual, dll);
halusinasi terdapat pd orang schizophren & epilepsi (mendahului serangan, epilepsi sendiri
lama
2
bisa menyebabkan gangguan jiwa).
Afek tidak wajar
: misalnya mood (ada disforik & euforik).

f. Pedoman Diagnostik, dibedakan 2 :
Kriteria mayor / primer
: (minimal 1)
Pemikiran bergema, sisip pikir, sedot pikir, siar pikir;
Waham yang mempengaruhi pemikiran, perasaan & perilaku motorik (w. dikendalikan,
dipengaruhi);
Waham yg menurut budaya setempat mustahil (manusia super);
Halusinasi akustik (pendengaran).
Kriteria minor / sekunder
: (minimal 2)
Halusinasi dr semua persepsi;
Arus pikir terputus / sisip pikir (inkoherensi);
Perilaku katatonik (echopraxi meniru gerakan & echolali meniru ucapan);
Afek tak wajar (datar, tumpul, tak serasi / inappropriate -- kalau serasi : approriate);
Isolasi sosial, kinerja menurun, masa bodoh / apatis;
Mutu perilaku menurun : minat (-), tujuan (-), malas, diam.
sehingga, diagnosis ditegakkan bila :
Kriteria mayor min. 1 atau kriteria minor min. 2.
Waktu minimal 1 bulan.

g. Jenis
2

1. Schizophrenia Paranoid (F20. 0)
: waham (+) meningkat terutama paranoid (curiga, dikejar, bisa misi khusus, cemburu,
perubahan tubuh);
halusinasi (+) bisa jg (-), biasanya pendengaran atau persepsi lain.
: beda s. paranoid dg gangguan paranoid yg s. paranoid ada gejala positif (marah
2
,
cemburu & waham lainnya) & negatif (autisme, melamun, senyum sendiri), kalau
gangguan paranoid / paranoid disorder tanpa autisme hanya marah
2
& cemburu (seperti
waham cemburu tp tidak berlebihan).
2. Schizophrenia Hebefrenik (F20. 1)
: afek tak wajar (datar, tumpul, tak serasi);
waham +, halusinasi terputus
2
;
perilaku tak bertanggung jawab & tak bisa diramalkan;
inkoherensi;
minat (-), tujuan (-), isolasi diri;
onset remaja - dewasa muda;
gejala min 2 - 3 bulan.
: schizophren yg paling berat, prognosisnya jelek;
menyerupai retardasi mental & mempunyai ciri khas berupa senyuman hebefrenik
(cekikikan).
3. Schizophrenia Katatonik (F20. 2)
: gangguan psikomotor meningkat, berupa :
stupor;
kekakuan katatonik & gaduh gelisah katatonik;
fleksibilitas serea;
katalepsi;
otomatisme;
negativisme (menolak melakukan sesuatu).
: prognosis / harapannya paling baik; ada echopraxi & echolali.
- zaman dulu terapi yg dilakukan selain diikat adalah dimasukkan ke air atau disiram,
ada juga Electro Convulsion Therapy / Terapi Kejang Listrik pasien disetrum dg listrik
tegangan tertentu, terapi ini termasuk murah & efektif meredakan gejala seperti eksaltasi
atau marah
2
pd pasien (efektif utk pasien depresi & schizophrenia katatonik), tp
sekarang jarang digunakan karena dianggap tidak berprikemanusiaan.-
4. Schizophrenia Tak Terinci (F20. 3)
: memenuhi kriteria skizofrenia, tp tidak memenuhi tipe no. 1 - 5.
: atau schizophren undifferentiated karena gejala yg dimiliki saling bertumpukan (kadang
ada gejala katatonik, depresi, manik) sehingga tidak bisa dimasukkan ke schizophren yg
tipenya jelas / spesifik.
5. Depresi Paska Schizophrenia (F20. 4)
: gejala depresi nampak min. 1 - 2 minggu;
ada riwayat skizofrenia dalam 1 th terakhir;
gejala skizofrenia beberapa masih ada.
: disebut demikian bila muncul gejala depresi ketika gejala schizophrennya mulai
membaik.
6. Schizophrenia Residual (F20. 5)
: hipoaktif, afek tumpul (bermimik sedikit, kalau datar tidak ada sama sekali), pasif &
inisiatif (-), rawat diri & kinerja sosial menurun;
riwayat skizofrenia (+);
min. gejala 1 th.
: schizophrenianya sudah membaik & muncul gejala sisa berupa orang tsb hipoaktif.
7. Schizophrenia Simpleks (F20. 6)
: gejala negatif (hilang minat, malas, menarik diri) berkembang perlahan tp progresif;
waham, halusinasi, episode psikotik sebelumnya (-).
: intinya pd s. simpleks tidak ada halusinasi & waham.

h. Terapi
: secara garis besar bisa dg farmakoterapi, psikoterapi & ECT;
: farmakoterapi dg antipsikotik / neuroleptik, ada 2 jenis, yaitu :
Neuroleptik typikal / konversional / dopamin reseptor antagonist
: memblokade reseptor dopamin;
efektif utk positive symptoms;
efek samping : akathisia (gelisah, tak bisa duduk tenang / restless leggs), rigiditas &
tremor / parkinsonism;
Haloperidol, Chlorpromazin-CPZ, Trifluoperazin / Stelazin.
: obatnya Haloperidol (sangat murah), efektif utk menghilangkan gejala positif tp berefek
samping tremor, parkinson-oid (gejala mirip parkinson berupa jalannya seperti robot);
agar tidak menimbulkan efek spt itu, Haloperidol dikombinasikan dg Trihexyphenidyl /
THP.
Neuroleptik atypikal / serotonin dopamine antagonist
: bekerja pd receptor dopamine 2 & serotonin 2;
efek samping extrapiramidal kurang dibanding neuroleptik typikal;
efektif untuk positive & negatif symptoms;
misalnya : risperidone, olanzapine, quetiapine, aripiprazole/ abilify, clozapine, closaryl,
etc
clozapine agranulocytosis
: lebih baik dari jenis tipikal tp mahal, efektif utk gejala positif & negatif (jd tidak melamun,
isolasi diri).
cara kerja haloperidol pd dopamine pathway (mengobati gejala positif) :

dopamin pathway yaitu dari substansia nigra ke basal ganglia, dari tegmentum ke
nucleus accumbens, dari tegmentum ke basal ganglia & dari hipotalamus ke hipofise
anterior;
saat stress yg berperan adalah jalur dari hipotalamus ke hipofise anterior lalu ke
kelenjar adrenal (kelenjar anak ginjal bagian korteks & medula) sehingga hormon
adrenalin meningkat efeknya jantung berdebar, tekanan darah naik, asam lambung
naik timbul gejala maag;
keluarnya adrenalin itu dipacu oleh adrenokortikotroph hormon (yg berasal dari
hipofise), hipofise akan mengeluarkan hormon tersebut berdasarkan perintah dari
hipotalamus maka disebut Aksis Hipofise - Hipothalamus - Adrenal;
jd jalur tsb diatasi dg neuroleptik sehingga halusinasi & waham hilang;
utk obat haloperidol yg merupakan neuroleptik tipikal tidak mempengaruhi PFC / Pre-
Frontal Cortex sehingga gejala negatif tidak hilang;
PFC berperan dlm keadaan hiposerotonergik.

i. Prognosis

: schizophren itu prognosanya dubia ad malam / jelek sehingga walaupun sudah lama diobati
juga tetap susah sembuh seperti normal;
kalau menikah dikatakan bahwa prognosisnya lebih baik karena ada temen utk bercerita
tentang masalahnya, sehingga kalau yg single kurang baik tapi kalau misalnya sudah
menikah & terlanjur kena schizophren prognosisnya tetap jelek (kan schizophren ...a(,--)/ || );
kalau riwayat keluarga hanya gangguan mood (afek) biasanya berprognosis baik, tp kalau
riwayat keluarganya schizophren (afek schizophren : datar) berarti jelek;
saat penderita schizophren baru datang yg muncul hanya gejala positive sehingga
prognosisnya baik (gejala positifnya bisa hilang), tp kalau yg sudah kronis itu tinggal gejala
negatifnya & susah hilang jd disebut prognosisnya jelek.

j. Diagnosis Multiaksial
DSM IV, mengkatagorikan Dx psikiatri ke dalam 5 axis :
Axis I : syndrome klinis / penyakit klinisnya.
Contoh : skizoprenia, depresi, fobia.
Axis II : gangguan kepribadian, retardasi mental.
Contoh : gangguan kepribadian paranoid, gg kep. skizoid, gg kep. anti social.
Axis III : kondisi fisik.
Contoh : hepatitis, gastritis, gg. ginjal mengakibatkan delirium.
Axis IV : stressor psikososial.
Contoh : orang tua atau pacar meninggal (nilai stress 100), tidak lulus ujian, sulit dapat kerja,
kena PHK, masuk penjara, menikah (nilai stress 50), cerai (nilai stress 75).
Axis V : Taraf tertinggi fungsi penyesuaian dalam 1 th terakhir: global assessment of
functioning scale (GAF) yg dapat dicapai setelah sakit dlm 1 th terakhir.

k. Gangguan Lainnya
1. Gangguan Waham Menetap
: waham (+), khas pribadi, bukan subkultural, sistemik (bukan spt skizofrenia yg
merupakan waham bizzare);
waham menetap min 3 bln;
halusinasi (-), jika ada hanya kadang
2
;
contoh : paranoid, parafrenia (lansia).
: gangguan jiwa paranoid bisa menular tp dg syarat kepribadiannya harus sama
2

paranoid juga, tp kalau schizophren tidak menular.
\
2. Gangguan Waham Terinduksi
: min. 2 orang;
1 orang dg psikotik, yg lainnya bisa terinduksi.
3. Gangguan Psikotik Akut & Sementara
: onsetnya akut, dlm periode 2 minggu / kurang;
kurang dari 2 minggu sudah mengalami perbaikan;
2 - 3 bln sembuh sempurna berlawanan dg schizophren yg sembuhnya lama sekali;
gejala psikotik bermacam2 & berubah2;
terapi : sama dg skizofrenia.
4. Gangguan Skizo-Afektif
: gejala skizofrenia mayor + gejala afektif, dg 2 tipe yaitu depresi & manik;
gejala muncul bersamaan atau tak bersamaan < 1 minggu;
terapi : antipsikotik, antidepresan / antimanik (tergantung tipenya), psikoterapi.
: intinya ada gejala schizophrennya (autisme, halusinasi, waham) ditambah gejala
afektifnya (bisa manik tertawa
2
/ euforia, logorhe, libido naik, sulit tidur; atau depresi;
jd bisa schizophren skizo - afektif tipe manik atau s. skizo - afektif tipe depresi.

sekian cakul tentang schizophrenianya .. semangat belajar yaa temen
2
(9,--)9
Gusti mberkahi rencang
2
sedoyo amin.