Anda di halaman 1dari 11

AUDIT ENERGI LISTRIK PADA PT X TEKSTIL

Mohamad Jupri1,Yuriadi Kusuma2


Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik
Universitas Mercu Buana Jakarta
ABSTRAK
Tenaga listrik merupakan bentuk energy sekunder yang memegang peranan penting
dalam pembangunan ekonomi, social dan budaya suatu bangsa terutama dihitung perkapita
menunjukkan tingkat kemajuan dari Negara tersebut dalam bidang indstri maupun bidang
ekonomi.
Seiring dengan berjalannya pertumbuhan pembangunan dan bertambahnya
kebutuhan akan energy listrik, maka langkah paling nyata yang bisa dilakukan PLN
adalahdengan menaikkan harga tariff dasar listrik (TDL). Dan ini akan berimbas kepada
sector pembisnis yang kebanyakan menggunakan energy listrik dari PLN. Kenaikkan tariff
dasar listrik ini harus ditanggapi dengan serius oleh konsumen khususnya dari sector
pembisnis guna memaksimalkan penggunaan energy listrik dan menekan pemakaian energy
listrik. Salah satu cara agar pengguna energy bisa dilakukan secara maksimal dan menekan
pemakaian energy adalah dengan mengaudit pemakaian dan penggunaan energy guna
mengidentifikasi potensi penghematan energy pada suatu sarana yang telah ada.
Dari hasil analisa ini penghematan yang bisa didapat dari segi efisien PT X Tekstil
untuk menggerakkan mesin-mesin produksi adalah 7.265 kVA, namun yang terpakai adalah
3.173 kVA atau sama dengan 43,67%. Sedangkan penggunaan energi listrik rata-rata
berdasarkan data tahun 2010 adalah 1.034 MWh.
Kata kunci :audit energi, efisiensi energi

1.1. LATAR BELAKANG


PERMASALAHAN
Penggunaan
energi
yang
bijaksana dan hemat akan mengurangi
biaya produksi. Salah satu upaya untuk
menuju penghematan pemakaian energi
adalah dengan mengaudit pemakaian
energinya. Audit energi merupakan
analisa terhadap konsumsi energi dalam
sebuah sistem yang menggunakan
energi, seperti gedung bertingkat,
pabrik, dan sebagainya.

Dengan audit energi dapat


dibandingkan antara konsumsi riil
energi peralatan dengan konsumsi
berdasarkan spesifikasi peralatan.
1.2. TUJUAN PENULISAN
Analisa kegiatan Audit Energi ini
adalah untuk mewujudkan penghematan
energi pada industri tekstil di PT X
Tekstil
melalui
langkah-langkah
konservasi yang terarah, realistis,
sistematis dan dapat dilaksanakan
secara optimal.

1.3. PEMBATASAN MASALAH


Lingkup kegiatan analisa ini
adalah untuk melakukan audit energi
pada industri Tekstil PT X Tekstil
melalui
langkah-langkah
sebagai
berikut:
a. Melakukan
survei
dan
pengumpulan data lapangan (on
the spot data) untuk:
b. Menganalisa dan mengkaji
potensi penghematan energi dan
menentukan
benchmark
intensitas konsumsi energinya.
c. Menyusun
studi
kelayakan
(feasibility study) pada proyekproyek konservasi energi yang
direkomendasikan
dan
memerlukan
biaya
(medium/high cost) di industri
tekstil yang telah diaudit.

TINJAUAN PUSTAKAA DAN


METODOLOGI
PELAKSANAAN AUDIT
2.1. GAMBARAN UMUM
2.2 KONSERVASI ENERGI
2.2.1 Pengertian Energi
2.2.2 Faktor Daya Listrik
Daya Listrik adalah energi yang
di butuhkan perlatan listrik untuk dapat
bekerja secara normal.Daya listrik
dapat dibedakan 3 macam yaitu :
1.
Daya Aktif
Pada umumnya daya yang
digunaka oleh konsumen adalah daya
aktif.Satuan daya aktif di nyatakan
dalam watt.Daya aktif inilah yang

biasanya dapat di konversikan dalam


bentuk kerja.
P = V x I x Cos

Daya Reaktif
Daya Reaktif adalah jumlah daya
yang diperlukan untuk pembentukan
medan
magnet.Dari
pembentukan
medan magnet,maka akan terbentuk
suatu fluks magnetik.Satuan daya
reaktif dinyatakan dalam VAR.
Q = V x I x Sin
3.
Daya Nyata
Daya nyata adalah penjumlahan
geometris dari daya aktif dan daya
reaktif.Daya nyata juga dapat disebut
dengan daya komplek merupakan
dayayang di produksi oleh perusahaan
sumber listrik untuk didistribusikan ke
konsumen.Daya nyata ini dinyatakan
dalam VA
S=VxI
Dimana :
S = Daya nyata (apparent
power).
P = Daya aktif (true power ).
Q = Daya reaktif ( reactif
power)
Faktor daya atau biasa disebut
merupakan pergeseran
sudut antara tegangan dan arus.Bila
sudut pergeseran kecil maka nilai VAR
semakin kecil.Penurunan faktor daya
memerlukan arus yang lebih besar
untuk daya yang diketahui.Pada
waktunya
hal
ini
menyebabkan
penurunan tegangan dan kerugian arus
dalam transmisi bertambah besar.Dalam
hal ini,perusahaan listrik (PLN) akan
memberikan denda faktor daya yang
lebih rendah dari 0,85.

2.3 AUDIT ENERGI


2.3.1 Konsep Audit Energi

2.4 METODOLOGI PELAKSANAAN


AUDIT

Audit energi merupakan usaha


atau
kegiatan
untuk
mengidentifikasaikan
jenis
dan
besarnya energi yang digunakan pada
bagian-bagian
operasi
suatu
industri/pabrik atau bangunan dan
mencoba
mengidentifikasikan
kemungkinan penghematan energi.
Sasaran dari audit energi adalah untuk
mencari cara mengurangi konsumsi
energi persatuan output dan mengurangi
biaya operasi. Untuk mengukur
besarnya
efisiensi
penghematan
digunakan parameter Benefit Cost Ratio
(BCR) yang didefinisikan sebagai :
(Abdurarachim, 2002)
BCR = E.a.b
c
keterangan :
E = biaya energi tahunan, satuan uang
a = potensi energi tahunan, satuan uang,
% dari harga E
b= realisasi biaya energi yang dapat
dihemat,% dari harga a
c = biaya realisasi, satuan uang

Metode penelitian yang digunakan


dalam pelaksanaan studi ini adalah
explorasi dan studi literatur dan
dilakukan konservasi energi.

2.3.2 Klasifikasi Audit Energi


a. Survei Energi (Energy Survey
or Walk Through Audit)
b. Audit Energi Awal atau Audit
Energi Singkat (Preliminary
EnergyAudit = PEA)
c. Audit Energi Rinci atau Energi
Penuh (Detailed Energy
Audit or Full Audit)

2.5. VARIABEL
AUDIT

PELAKSANAAN

Dalam analisa pemakaian energi


listrik di industri, beberapa variabel
menjadi perhatian karena dapat
memberikan kontribusi penghematan
energi antara lain:
a. Profil beban harian.
b. kecenderungan pemakaian energy
listrik tahunan
c. Keseimbangan beban fasa tiga.
Beban
fasa
tiga
yang
tidak
seimbang akan menyebabkan electrical
losses yang cukup signifikan. Losses
yang timbul pada beban yang tidak
seimbang adalah:
Losses tidak setimbang = IR R + Is R + IT R

Losses setimbang

= 3 I2 R

Persentasi Losses yang timbul adalah


% Losses = ( IR2 + Is
100%

+ IT

) 3 I2 x

3 I2
2.6 POLA PENGGUNAAN ENERGI
2.6.1 Distribusi Pengunaan Energi
Distribusi penggunaan energy di
PT X tekstil daya tersambung dari PT
PLN (Persero) sebesar 7.265 kVA,
phasa 3.
Untuk menjamin ketersediaan
daya listrik secara berkesinambungan
bila terjadi gangguan pada jaringan PT

PLN (Persero), jaringan 20 kV dibuat


menjadi
system
loop
yang
menghubungkan 10 buah transformator.
Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa
terdapat 9 generator di PT X Tekstil
dengan kondisi yang tidak difungsikan.

2.6.2

Konsumsi Dan Biaya Tinggi

Sumber energi yang digunakan


PT X Tekstil adalah energi listrik dan
HSD atau Solar, namun HSD atau Solar
hanya digunakan untuk menjalankan
Boiler, karena generator set yang
jumlahnya 9 buah yang digunakan
sebagai emergency
2.6.3 Profil Beban
Pola konsumsi energi listrik PT
X Tekstil dapat digambarkan dengan
merepresentasi pembebanan harian dari
data
pembebanan
harian
yang
didasarkan pada hasil pencatatan yang
dilakukan pada tiap bulan
2.7.ITENSITASENERGIPERUSAH
AN
Energi listrik yang digunakan untuk
menghasilkan 1 meter kain disebut
specific energi compsumtion (SEC).
Total Produksi dan energi yang
digunakan di PT X Tekstil tahun
2008, 2009, bisa dilihat pada table
berikut.
No. Tahun Intensitas
energi
perusahaan
Benang
Kain
kWh/Bale kWh/Yds
1.
2008 1421
0,84

2.

2009

1472

0,78

PEMBAHASAN DAN HASIL


PELAKSANAAN AUDIT
3.1 SISTEM KELISTRIKAN
3.1.1 Kualitas Daya
Berkaitan dengan kualitas daya
listrik pada PT X Tekstil, perlu
dilakukan pengukuran di beberapa titik
terutama pada sisi MDP dan SDP,
namun
pada
saat
melakukan
pengukuran terdapat banyak kendala
seperti,
sempitnya
ruang
untuk
melakukan pengukuran, kesulitan dalam
memasang alat ukur dan lain sebagainya
3.1.2 Perhitungan Dan Analisa Data
3.1.2.1Konsumsi daya / energy
peralatan utama
dengan total energi listrik yang
digunakan
adalah
sebesar
1.591.740 kWh atau 1,592 MWh.
Adapun penggunaan untuk masingasing pengguna energi di PT X
Tekstil adalah bagian pemintalan
menggunakan 68,4 %, bagian
penenunan menggunakan 26,5%,
pencelupan
1,2
%,
plant
engineering 3,9 %
3.1.2.2 Kualitas daya listrik
Harmonik.
Total
harmonic
distorsion (THD), adalah total nilai
persentase
komponen
harmonisa
terhadap
komponen
fundamental.
Harmonisa tersebut adalah cacat

gelombang sinus yang terjadi antara


gelombang sinus sistem dengan
gelombang lain yang muncul yang
mempunyai
frekuensi
kelipatan
bilangan bulat dengan frekuensi dasar
sitem tersebut.
3.1.2.3 Itensitas
utama

energy

peralatan

Intensitas energi listrik permeter


produksi di PT X Tekstil, tidak dapat
dihitung berdasarkan jenis produksi, hal
ini disebabkan karena penggunaan
energi listrik perjenis produksi tidak
didukung dengan data yang memadai.

3.1.2.4 Potensi penghematan energy


pada sisi supply
Potensi penghematan energi
yang dapat dilakukan pada sisi supply
adalah dengan mengurangi jumlah trafo,
meskipun
sistim
distribusi
menggunakan sistem loop untuk
membuat sistem menjadi lebih handal,
karena di sisi lain dengan menggunakan
8 buah transformator step down
menimbulkan
rendahnya
optimasi
pembebanan trafo.
Dari pengurangan transformator
dengan asumsi rugi trafo sebesar 3%
menunjukkan
adanya
potensi
penghematan energi sebesar 1.548.000
kWH pertahun atau Rp. 679.572.000,pertahun.
3.2 PERALATANUTAMA
PENGGUNAAN ENERGI
3.2.1. Mesin- mesin Produksi / Proses
3.2.1.1. Teknologi proses yang
digunakan

PT X Tekstil adalah suatu industri


tekstil yang memproduksi berbagai
macam kain dengan bahan baku dari
kapas. Proses produksi pada PT X
Tekstil diawali dengan proses spinning,
kemudian dilanjutkan dengan proses
weaving dan finishing. Berikut ini akan
diperlihatkan jenis-jenis mesin produksi
yang digunakan pada ketiga proses
tersebut
3.2.1.1.1. Mesin-mesin produksi pada
proses spinning
Mesin-mesin produksi yang ada
pada departemen spinning
sebagai
berikut.
a. Mesin blowing
b. Mesin carding
c. Mesin drawing
d. Mesin combing
e. Mesin ring spinning
f. Mesin winding
g.
3.2.1.1.2. Mesin-mesin produksi pada
proses weaving
Mesin-mesin produksi yang ada
pada departemen weaving sebagai
berikut.
a. Mesin warping
b. Mesin sizing
c. Mesin weaving
d.. Inspection
3.2.1.1.3. Mesin-mesin produksi pada
proses finishing
Mesin-mesin produksi yang ada
pada departemen finishing sebagai
berikut.
a. Pretreatment atau persiapan
b. Dyeing (pencelupan)
c. Mesin Finishing

d. Inspection/Packing
3.2.1.1.4. Flow proses
Diagram alir adalah diagram yang
menunjukkan urut-urutan pekerjaan dari
mesin-mesin produksi mulai dari kapas,
benang, kain grey, hingga finishing.

mengakibatkan
menurun.

Carding

Free
Darwing

SK3A

Ring
Spinning

Flayer

Drawing

Combing

Winding/
Machoner

Packing/Gudang

Spinning

Warping

Sizing

Drowing

Tenun

Inspecting

Weaving

Persiapan

Dying

Finishing

Verpacking

3.2.1.1.5. Indikator efesiensi


Indikator dari efisiensi pemakaian
energi adalah perbandingan antara
konsumsi energi dengan jumlah produk
yang dihasilkan. Semakin efisien
pemakaian energi dalam suatu proses
produksi, maka jumlah produk yang
dihasilkan akan bertambah dengan
konsumsi energi yang tetap sama.
3.2.1.1.6. Faktor yang mempengaruhi
efesiensi proses
Beberapa
faktor
yang
mempengaruhi efisiensi proses produksi
di PT X Tekstil:
a.

Kondisi rata-rata umur mesin di PT


X Tekstil yang sudah tua

mesin

b.

Dengan
kemajuan
teknologi
produksi yang ada saat ini,
semestinya PT X Tekstil dapat
menghasilkan jumlah output yang
sama dengan konsumsi energi yang
lebih sedikit.

c.

Banyaknya kapasitas yang idle


akibat penurunan jumlah produksi
mengakibatkan
daya
yang
terpasang menjadi tidak optimal.

Bal Kapas

Blowing

kinerja

3.2.2. Sistem Uap


3.2.2.1. Boiler
3.2.2.1.1. Data umum / historis yang
diperlukan
Data umum atau listrik yang
diperlukan adalah:
a. Jenis dan kapasitas proses
produksi
b. Beban boiler rata-rata
c. Konsumsi bahan bakar bulanan
dua tahun terakhir
d. Produksi uap bulanan dua tahun
terakhir
e. Pengoperasian
dan
pemeliharaan.
f.
3.2.2.1.2. Data pengukuran yang
diperlukan
Data pengukuran yang diperoleh
pada boiler adalah:
a. Pengukuran TDS dan Suhu air.
b. Data kondensat kembali.
c. Pengukuran
Efisiensi
Pembakaran

3.2.2.1.3. Perhitungan dan analisa


data
Perhitungan dan analisis data
dilakukan terhadap parameter-parameter
berikut:
a. Rugi-rugi energi. Sebagai yang
telah dijelaskan pada bagian
sebelumnya bahwa beberapa
parameter sebagai indikator
unjuk kerja boiler tidak tercatat,
sehingga potensi penghematan
dari sisi operasi boiler tidak
dapat dievaluasi.
b. Neraca energi. Profil produksi
tekstil dan bahan bakar yang
dikonsumsi
untuk
membangkitkan uap tidak dapat
dievaluasi dengan keterbatasan
data yang tersedia. Efisiensi
boiler dapat dinaikkan 1% untuk
setiap penurunan 15% udara
lebih. Efisiensi Boiler (E)
didefinisikan sebagai:
%E

Rasio Evaporasi Kandungan Panas dariUap


100
nilai Kalori MFO

Rasio evaporasi = steam yang


dihasilkan / MFO yang dipakai
3.2.2.1.4.
Potensi
penghematan
energy dan langkah implementasi
Pengaturan udara lebih (excess
air) adalah cara terpenting dalam
optimasi efisiensi boiler. Dalam
pembakaran, udara yang diperlukan
untuk pembakaran dialirkan dalam
jumlah sedikit lebih banyak dari
perhitungan.

3.2.3. Motor-motor Listrik


3.2.3.1. Data historis motor
Penggunaan dan kapasitas motor
yang terdapat di PT X Tekstil adalah
pada:
a.
Gedung
weaving
II
menggunakan motor untuk
compressor sebanyak 133 buah
dengan kapasitas yang berbedabeda. Total kapasitas motor 133
yaitu sebesar 3114,8 kW,
termasuk kapasitas daya dari 4
kompressor sebesar 2000 kW.
b.
Gedung
spinning
I
menggunakan total mesin-mesin
produksi 170 buah dengan
kapasitas berbeda dan kapasitas
motor-motor listrik total sebesar
1863 kW dan kapasitas chiller
adalah 742 kW.
c.
Gedung spinning II dengan
jumlah motor sebanyak 148
buah dengan kapasitas yang
berbeda-beda. Adapun total
kapasitas dari 148 motor yang
digunakan pada mesin-mesin
produksi tersebut adalah 1206
kVA.
d.
Gedung Spinning III dengan
jumlah mesin sebanyak 246
buah dengan kapasitas yang
berbeda-beda. Adapun total
kapasitas dari 246 motor sama
dengan 4901,8 kVA. Digedung
spinning III ini terdapat 8 buah
AC dan 3 buah chiller yang
tidak dioperasikan lagi dengan
total kapasitas 3342 kW.

3.2.3.2. Data pengukuran


Pengukuran yang dilakukan pada
PT X Tekstil mengalami banyak
kendala, seperti sempitnya ruang untuk
melakukan pengukuran, faktor kesulitan
untuk memasang alat ukur, sehingga
pengukuran hanya dilakukan pada
beberapa tempat saja.
3.2.3.3. Perhitungan analisa data
Dengan
melihat
rata-rata
pemakaian energi listrik pada tahun
2010 yaitu sebesar 1.591.740 kWH atau
sama dengan 3173 kVA dengan hasil
pencatatan pada bulan Maret tahun
2010, sehingga diperoleh beban operasi
sebagai berikut :
a. Beban mesin-mesin produksi di
Gedung Weaving II terhadap
pemakaian pada bulan Maret
2010 adalah 746,6 kVA/1435 =
52,02 %
b. Beban mesin-mesin produksi di
Gedung Spinning II terhadap
pemakaian pada bulan Maret
2010 adalah 2138,6/3371,8 =
63,4 %
c. Beban mesin-mesin produksi di
Gedung Spinning III terhadap
pemakaian pada bulan Maret
2010 adalah 31,7/4901,8 =0,065
%

b. Pemasangan inverter pada mesinmesin bisa dilihat pada table.

No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Nama
Mesin
Warping
Cotton
Blowing
Polyester
Blowing
Ontocoro
Cotton
Blowing
Blowing
Cottong
West
Collectin

Lokasi
Gedung
Weaving
Gedung
Spinning III
Gedung
Spinning III
Gedung
Spinning III
Gedung
Spinning II
Gedung
Spinning I
Gedung
Spinning I

Total

Unit

Kapasita
s
(kW)
48,00

3
4

52,34

29,59

83,60

51,94

51.00

30
902,2

c. Pemasangan EMS dilakukan untuk


memonitor ketidakseimbangan arus
yang akan memberikan potensi
penghematan energi sebesar 2 %.
d.
Pemasangan ballast elektronik.
Berdasarkan pada acuan Energy Audit
Guide, Part B dari Centre for
Renewable Energy Sources, selisih daya
yang dihasilkan dari penggantian setiap
ballast adalah 12 W atau penghematan
energi sebesar 13% (penggunaan daya
untuk ballast biasa dan ballast
elektronik adalah masing-masing 87 W
dan 75 W).

3.2.3.4. Potensi penghematan energy


system kelistrikan
a.
Dari hasil pengukuran yang
dilakukan
ditemukan potensi dari
Harmonik dan Ketidakseimbangan
tegangan dan arus.

3.3.
SISTEM
ENERGI

MANAJEMEN

Matrik manajemen energi adalah


merupakan cara yang efektif untuk
mengamati dan menentukan pendekatan
yang harus diambil oleh suatu

perusahaan
energinya.

dalam

3.4.ANALISA
ITENSITAS
PERUSAHAAN

pemamfaatan

penghematansebesar 20% yang


dihasilkan dari pemakaian inverter,
maka
akan
menghasilkan
penghematan sebesar 180 kWh atau
1.559.001 kWh per tahun atau
senilai Rp 684.440.439 (tarif
LWBP Rp 439/kWh).

STATISTIK
ENERGI

Berdasarkan pada data yang


diperoleh pada saat audit diketahui
bahwa PT X Tekstil menghasil 2 jenis
produk yaitu Benang, kain grey dan
kain celup. Tabel intensitasnya bisa
dilihat sebagai berikut:
No.

Tahun

Intensitas energi perusahaan

1.

2008

Benang
kWh/Bale
1421

Kain
kWh/Yds
0,84

2.

2009

1472

0,78

Dari table tersebut diperoleh selisih


51kW/bale, Bila dilakukan perbaikan
terhadap mesin yang menyebabkan
penggunaan energi listrik sehingga
dicapai penggunaan energi sama dengan
tahun 2008, dan diasumsikan produksi
pertahun sama 13.195 bale, diperoleh
penghematan sebesar 672.945 kWh atau
Rp. 295.422.855,-.
3.5.ANALISA
PENGHEMATAN
ENERGI PERALATAN UTAMA
Penghematan energi utama dapat
dianalisis sebagai berikut:
a. Potensi penghematan energi yang
dapat dilakukan pada sisi supply adalah
dengan mengurangi jumlah trafo.
b. Pemasangan inverter. mesin yang
belum
dipasangi
inverter
berkapasitar 902,2 kW, dan jika
diasumsikan
mesin-mesin
beroperasi 100% dan potensi

c. Hasil pengukuran pada SDP


Kompressor memperlihatkan Total
Harmonic Distorsion (THD) arus,
yang mencapai angka 100%, yang
jauh melebihi rekomendasi yang
diizikan IEEE-519, yaitu 10%. Hal
ini kemungkinan disebabkan oleh
inverter yang benda di sekitar SDP
tersebut beserta pengaruh lampu
TL. Kondisi ini harus ditanggulangi
dengan memasang filter harmonic,
yang
akan
memberikan
penghematan sebesar 20%.
d.

Pemasangan ballast elektronik.


Jumlah
titik
lampu
yang
menggunakan tl 40w adalah
berkisar 3000 buah. Sehingga untuk
3000 titik lampu akan memberikan
penghematan
energi
sebesar
311.040 kWh setahun atau setara
dengan Rp. 136.546.560.

e. Pemanfaatan kondensat. Kondensat


memiliki
keunggulan
untuk
dimanfaatkan karena bertemperatur
tinggi dan rendah kadar oksigen
serta TDS-nya. Efisiensi boiler
dapat dinaikkan 1% untuk setiap
penurunan 15% kadar oksigen.
Semakin maksimal penggunaan
kondensat,
maka
semakin
menghemat
air
dan
BBM,
Pemanfaatan kondensat mampu
menghemat biaya bahan bakar
sekitar 5% dalam 1 tahun.

f.

Perbaikan isolasi pipa distribusi.


Terdapat sejumlah pipa distribusi
ke unit pengguna uap yang tidak
terisolasi dengan baik. Dengan nilai
kalori MFO 10.000 kcal/kg, energi
yang dapat dihemat untuk setiap
panjang pipa 100 m yang
berdiameter 20 cm bila dibalut
dengan bahan isolasi setebal 5 cm
adalah setara dengan penghematan
400 liter MFO per bulan.

g. Instalasi air preheater. Gas buang


boiler dapat dimanfaatkan untuk
memanaskan udara pembakaran
sebagai air preheater. Instalasi air
preheater untuk memanaskan udara
pembakaran dapat menghemat
konsumsi bahan bakar pada boiler.
Setiap kenaikan temperatur udara
pembakaran sebanyak 37,5oC akan
memberikan penghematan bahan
bakar sebanyak 1%.
h. Pemasangan flowmeter. Pemasangan
flowmeter pada jalur suplai pipa
uap dan suplai pipa oli panas akan
sangat membantu dalam memonitor
performansi boiler. Berdasarkan
hasil perhitungan, efisiensi steam
boiler saat ini adalah 53%.
Rendahnya efisiensi steam boiler
dipengaruhi oleh nilai rasio
evaporasi yang tidak sebanding
dengan nilai kalori dari MFO.
Dengan memonitor performansi
boiler diharapkan ada peningkatan
efisiensi sebesar 3%, yang akan
menurunkan fuel cost 3,8%.

4.1. KESIMPULAN
Daya tersambung dari PT PLN
(Persero) yang digunakan oleh PT X Tekstil
untuk menggerakkan mesin-mesin produksi
adalah 7.265 kVA, namun yang terpakai
adalah 3.173 kVA atau sama dengan
43,67%. Sedangkan penggunaan energi
listrik rata-rata berdasarkan data tahun 2010
adalah 1.034 MWh.

a.

b.

Dari hasil pengukuran yang telah


dilakukan
terdapat
indikasi
harmonisa arus yang melebihi batas
yang ditetapkan oleh IEEE-159.
Disamping itu terdapat pula
ketidakseimbangan
arus
dan
tegangan yang masih dalam batas
yang ditoleransi oleh standard dan
ketentuan yang berlaku.
PT X Tekstil telah melakukan
program
penghematan
energi
dengan hal-hal seperti, pemasangan
kapasitor pada Main Distribution
Panel dan Sub Distribution Panel,
pemasangan inverter pada sebagian
besar
mesin
produksi
serta
melakukan penggantian ballast
trafo menjadi ballast elektronik
untuk lampu TL.

4.2. SARAN
Berdasarkan data, pembahasan
dan hasil pelaksanaan studi peluang
penghematan energy listrik PT X
Tekstil maka penghematan konsumsi
energi listrik mulai dari sisi supplay
sampai dengan sisi pemakaian antara
lain:
a.

b.

Melakukan pengurangan jumlah


transformator untuk menghindari
rugi inti.
Memasang inverter pada mesinmesin yang belum menggunakan

c.
d.

e.

inverter terutama mesin yang


bekerja secara terus menerus.
Mengganti ballast trafo dengan
ballast elektronik
Menggunakan energy management
system terutama untuk memantau
ketidakseimbangan arus.
Melakukan penjadwalan secara
terencana tentang pelaksanaan

program penghematan energi,


dengan memulai penghematan
energi dengan tanpa biaya.
Dari beberapa point yang
disebutkan diatas terdapat potensi
penghematan energi listrik dan thermal
sebesar 10%.