Anda di halaman 1dari 12

KOMPRESOR SEKRUP

Ir. SYAHRUL FAUZI SIREGAR, MT

Program Studi Teknik Kimia


Fakultas Teknik
Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Jenis-jenis Kompresor


Kompresor adalah mesin untuk menempatkan udara atau gas. Kompresor
udara biasanya mengisap udara dari atmofsir. Namun adapula yang mengisap udara
atau gas yang bertekanan lebih tinggi dari tekanan atmofsir.
Dalam kehidupan modern seperti sekarang ini kompresor mempunyai
kegunaan yang sangat luas dihampiri segala bidang baik di bidang industri,
pertanian, rumah tangga, dsb. Jenis dan ukurannyapun baraneka ragam sesuai
dengan pemakainya.
Klasifikasi kompresor dapat digolong-golongkan atas beberapa, yaitu :
A. Kompresor yang digolongkan atas dasar tekananya.
Kompresor atas golongan dibagi atas 3, yaitu :
1. Kompresor (pemampat) dipakai untuk jenis yang bertekanan tinggi.
2. Blower (peniup) dipakai untuk bertekanan rendah.
3. Fan (kipas) dipakai untuk yang bertekanan sangat rendah.

B. Atas dasar pemampatanya kompresor dapat dibagi atas 2, yaitu :


1. Jenis Turbo
Jenis turbo menaikan tekanan dan kecepatan gas-gas dengan gaya
sentrifugal yang ditimbulkan oleh impeler atau dengan gaya angkat (lift)
yang ditimbulkan oleh sudu.
2. Jenis Perpindahan
Jenis perpindahan menaikkan tekanan dengan memperkecil atau
memafaatkan volume gas yang dihisap ke dalam silinder atau stator oleh
torak atau sudu. Jenis perpindahan ini dibagi 2 macam, yaitu :
a. Jenis putar (rotary)
Jenis ini dibagi atas beberapa, yaitu :
- Kompresor Sekrup.
- Kompresor Sudu Luncur.
- Konpresor Roots
b. Jenis Bolak-balik

C. Kompresor yang dibagi atas dasar Konstruksinya.


Berdasarkan atas ini dibagi atas berbagai macam, yaitu :
1. Berdasarkan Jumlah Tingkat Kompresis, yaitu: Satu Tingkat, Dua Tingkat,
dan banyak Tingkat.
2. Berdasarkan Langkah Kerja, yaitu: Kerja Tunggal (Single Acting), Kerja
Ganda (Double Acting).
3. Berdasarkan Susunan Silinder, yaitu: Mendatar, Tegak, Bentuk–L, Bentuk–V,
Bentuk–W, Bentuk Bintang, Lawan Berimbang (Balance Oposed).
4. Berdasarkan Cara Pendingin, yaitu, Pendingin Air, Pendingin Udara.
5. Berdasarkan Transmisi Penggerak, yaitu: Langsung, Sabuk–V, Roda Gigi.

© 2003 Digitized by USU digital library 1


6. Berdasarkan Penempatanya, yaitu: Permanen (stationery), dapat dipindahkan
(portable).
7. Berdasarkan Cara Pelumasannya, yaitu: Pelumas Minyak, Tanpa Minyak.

Dalam hal ini yang akan dibicarakan hanya mengenai kompresor jenis bolak-
balik yaitu: Kompresor Sekrup. Dimana kompresor Sekrup ini dibagi atas 2 macam,
yaitu :
1. Kompresor Sekrup Injeksi Minyak.
2. Kompresor Sekrup Bebas Minyak

1.2. Pengertian Alat


Seperti yang telah diterangkan di atas, alat-alat yang akan diterangkan
hanya Kompresor Sekrup yaitu, jenis Injek Minyak dan jenis Bebas Minyak.
Pertama yang akan dijelaskan alat dari jenis Injeksi Minyak, dimana pada
jenis ini diperlengkapi alat dengan sebagai berikut :

1. Alat Pengatur Kapasitas


Untuk mengatur kapasitas kompresor sekrup jenis injeksi minyak, Umumnya
dipakai pembebas beban trotel isap. Alat ini akan merasakan kenaikan tekanan
keluar dalam kompresor dan mengatur volume aliran udara dari 100% sampai
0% tanpa bertingkat dengan jalan menutup katup pembebas beban secara
berangsur-angsur. Seperti yang diperlihatkan pada Gambar berikut :

Gambar 1. Pembebas beban dengan Trotel Isap

Tekan udara keluar kompreor pada pemisah minyak disalurkan kesisi torak
atas torak pembebas beban melalui katup reduksi tekananan. Tekanan udara dari
pemisah minyak juga disalurkan kesisi bawah torak pembebas beban melalui katup
pengatur tekanan.
Jika tekanan udara di dalam pemisah minyak naik melebihi yang ditentukan,
katyp pengatur tekanan akan terbuka dan udara mulai mengalir. Aliran udara ini
akan menggertak korak pembebas beban untuk mengurangi volume udara yang
diisap. Katup magnetik 3 jalan mengatur udara untuk menutup cepat katup
pembebas beban untuk mencegah aliran balik udara di dalam waktu kompresor
diberhentikan.

© 2003 Digitized by USU digital library 2


2. Perlatan Pembantu Kompresor
Peralatan pembantu kompresor sekrup adalah sama dengan seperti yang
diperlukan untuk kompresor torak, kecuali satu hal. Kompresor sekrup tidak
memerlukan tangki udara, kecuali pada kompresor yang menggunakn injeksi
minyak. Disini pemisah minyak berfungsi seperti tangki udara.
Untuk kompresor sekrup berukuran kecil dengan injeksi minyak yang berdaya
kurang dari 100 kw, terdapat kemasan dimanan badan kompresor dan semua
peralatan pembantunya terselubung bahan isolasi suara sehingga bentuknya padat
dan operasi tidak bersik. Pandangan dari luar kompresor semacam ini terdapat
dalam gambar berikut :

Gambar 2. Kompresor Sekrup Kecil Jenis Injeksi Minyak

Peralatan yang penting diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Saringan Udara
Jika udara yang diisap kompresor mengandung banyak debu maka silinder dan
cincin torak akan cepat aus bahkan dapat terbakar. Karena itu kompresor harus
diperlengkapi dengan saringan udara yang dipasang pada sisi isapnya.
Saringan yang banyak dipakai saat ini terdiri dari tabung-tabung penyaring
yang berdiameter 10 mm dan panjangnya 10 mm. Tabung-tabung ini ditempatkan
dalam kotak berlubang-lubang atau keranjang kawat, yang dicelupkan dalam
genangan meinyak. Udara yang diisap kompresor harus mengalir melalui minyak dan
tabung-tabung yang lembab oleh minyak. Dengan demikian jika ada debu yang
terbawa akan melekat pada saringan sehingga udara yang masuk kompresor
menjadi bersih. Aliran melalui saringan tersebut sangat turbulen dan arahnya
membalik hingga besar sebagian besar partikel-partikel debu akan tertangkap disini.
Gambar berikut akan memberikan contoh sebuah saringan udara jenis genangan
minyak.

© 2003 Digitized by USU digital library 3


Gambar 3. Saringan Udara Jenis Genangan Minyak

2. Katup Pengaman
Katup pengaman harus dipasang pada pipa keluar dari setiap tingkat
kompresor. Katup ini harus membuka dan membuang udara keluar jika tekanan
melibihi 1,5 kali tekanan normal maksimum dari kompresor. Pengeluaran udara
harus berhenti secara tepat jika tekanan sudah kembali sangat dekat pada tekanan
normal maksimum. Gambar berikut ini memperlihatkan penampang sebuah katup
pengaman.

Gambar 4. Penampang Katup Pengaman

3. Tangki Udara
Tangki udara dipergunakan untuk kompresor jenis minyak injeksi dimana
fungsinya sebagai pemisah minyak. Sementara pada jenis bebas minyak tidak
mempergunakan tangki udara. Tangki udara juga dipakai untuk menyimpan udara
tekan agar apabila ada kebutuhan udara tekan yang berubah-ubah jumlahnya dapat
dilayani dengan lancara. Selain itu, udara yang disimpan di dalam tangki udara akan
mengalami pendingin secara perlahan-lahan dan uap air yang mengmbun dapat
terkumpul di dasar tangki sewaktu-waktu dibuang. Dengan demikian udara yang
disalurkan kepemakai selain sudah dingin juga tidak terlalau lembab.

4. Peralatan Pengaman Yang Lain


komprosesor juga memiliki alat-alat pengaman berikut ini untuk menghindari
kecelakaan, yaitu :
a. Alat petunjuk tekanan, rele tekanan minyak

© 2003 Digitized by USU digital library 4


b. Alat penunjuk temperature dan rele termal (untuk temperature udara keluar,
temperatur udara masuk, temperatur minyak dan temperatur bantalan.
c. Rele aliran air untuk mendeteksi aliran yang berkurang atau terhenti.

BAB II
PRINSIP KERJA

Kompresor sekrup termasuk jenis kompresor perpindahan positif yang


tergolong macam kompresor putar (rotary). Kompresor sekrup akhir-akhir.
Ini mengalami perkembangan pesat untuk tekanan antara 7 – 8,5 Kg F/ cm2 (0,69 –
0,83 Mpa) kompresor sekrup cenderung dipakai daripada kompresor torak.
Disini akan dijelaskan prinsip kerja kompresor sekrup jenis injeksi minyak
maupun jenis bebas minyak. Adapun prinsip kerja dari pada kompresor sekrup
secara umum adalah :
“Kompresor sekrup mempunyai sepasang rotar berbentuk sekrup yang satu
mempunyai alur yang permukaannya cembung dan yang satu permukaannya
cekung. Pasangan rotar ini berputar dalam arah saling berlawanan seperti sepasang
roda gigi seperti diperlihatkan pada gambar dibawah ini.

Gambar 5. Diagram Proses Kompresi Dari Kompresi Sekrup

Rotor dikurung di dalam sebuah rumah. Apabila rotar berputar maka ruang
yang terbentuk antara bagian cekung dari rotor dan dinding rumah akan bergerak
kearah aksial sehingga udara akan dimanfaatkan. Menurut gambar diatas :
1. Pada posisi (a) udara diisap sepenuhnya melalui lubang isap masuk ke dalam
ruang alur
2. Pada posisi (b) menunjukkan pertengahan proses kompresi dimana volume
udara didalam ruang alur sudah ada di tengah.
3. Pada posisi © memperlihatkan akhir kompresi dimana udara yang terkurung
sudah mencapai lubang keluar di ujung kanan atas dari rumah.
4. Pada posisi (d) udara yang terkurung dalam alur tadi dikeluarkan sebagian
hingga tinggal sebagian yang akan diselesaikan.
Dari uraian di atas jelas bahwa proses pengisapan kompresi dan
pengeluaran dilakukan secara berturutan oleh sekrup. Dengan demikian fluktuasi

© 2003 Digitized by USU digital library 5


aliran maupun momen punter poros menjadi sangat kecil. Selain itu rotar yang
seimbang dan berputar murni tanpa adanya bagian yang bergerak bolak-balik
sangat mengurangi getaran.

A. Kompresor Sekrup Jenis Injeksi Minyak


Pada kompresor ini minyak dalam jumlah yang cukup besar injeksi ke dalam
pasangan alur rotar yang sedang saling berkait pada proses kompresi.
Adapun maksudnya adalah :
1. Untuk mendinginkan udara yang sedang mengalami kompresi agar proses
kompresinya berjalan secara isotermal.
2. Untuk merapatkan celah antara alur-alur rotar yang berkait dengan dinding
rumah sehingga kebocoran dapat dikurangi
3. Untuk menggerakkan rotar beratur cekung oleh rotor beralur cembung dengan
memberikan pelumasan yang cukup.
Kompresor sekrup jenis injeksi minyak mempunyai tiga keistimewaan
seperti tersebut di atas sedangkan konstruksinya sederhana. Biasanya kompresor ini
digerakkan oleh motor listrik 2 katub atau 4 katub yang dihubungkan langsung
dengan rotor yang bersalur cembung. Sebagian bantalan rotor dipakai bantalan rol
atau bantalan bola kontak sudut. Konstruksi dan sistem jenis ini diperlihatkan pada
gambar berikut ini :

Gambar 6. Konstruksi Kompresor Sekrup Jenis Injeksi Minyak

Udara yang diisap melalui saringan isap masuk ke dalam kompresor melalui
brotel isap setelah dimanfaatkan lalu dialirkan bersama minyak injeksi ke dalam
pemisahan minyak lalu disalurkan melalui katup cegah pengatur tekanan. Minyak di
dalam penampung selanjutnya didinginkan oleh pendingin minyak lalu diinjeksikan
kembali ke dalam kompresor oleh pompa roda gigi yang dihubungkan langsung
dengan ujung poros rotor kompresor.
Temperatur minyak injeksi harus diatur dengan baik agar tidak terlalu
rendah hingga terjadi pengembunan uap air di dalam penampung minyak, dan juga
agar tidak terjadi oksiolasio minyak karena temperatur yang terlalu tinggi. Bila
kompresor dioperasikan pada tekanan rendah, kecepatan udara yang melalui
pemisah minyak menjadi turun. Untuk mengatasi masalah ini, system dilengkapi

© 2003 Digitized by USU digital library 6


dengan tekanan keluar supaya tetap diatas 4 sampai 5 kg t / cm2 (0,35 sampai 0,49
Mpa).
Dalam gambar di bawah ini (gambar 20) diperlihatkan konstruksi sebuah
pemisah minyak. Alat ini berfungsi sebagai pemisah minyak dan menampung minyak
serta udara. Udara bekas yang mengandung banyak minyak membentur dinding luar
pemisah minyak dan kemudian sebahagian besar minyak terpisah serta jatuh ke
penampung bawah. Partikel-partikel minyak yang halus dan terbawa oleh aliran
udara akan tertangkap oleh elemen wol lalu terkumpul di dasar pemisah wol ini.
Minyak yang terkumpul akan disirkulasikan kembali ke dalam lubang isapkompresor
melalui pipa minyak tangkapan.
Pendingin minyak menggunakan air sebagai pendingin. Air mengalir melalui
pipa dan minyak dari penampung dialirkan di sebelah luar pipa di dalam bejana
pendingin hingga turun temperaturnya menjadi 50- 600C.

B. Kompresor Sekrup Jenis Bebas Minyak


Disini ditunjukkan kmpresor 2 tingkat dimana rotor yang beralur cembung
pada tingkat-I dan tingkat-II mempunyai empat gigi. Rotor ini digerakkan melalui
roda gigi peningkat putaran.
Rotor yang beralur cekung mempunyai 6 gigi dan beralur cembung
mempunyai 4 gigi. Kedua rotor ini berputar dalam arah berlawanan dengan
perbandingan putaran 2 : 3 yang diperoleh melalui sepasang roda gigi. Rotor
ditumpu kedua ujungnya oleh bantalan radial. Salah satu ujungnya diberi bantalan
aksial untuk menahan gaya aksial yang timbul dari perbedaan tekanan udara yang
bekerja pada kedua ujung rotor. Celah antara puncak gigi rotor dinding dalam
rumah dibuat tetap, sedangkan celah antara kedua rotor dapat di jaga tetap dengan
menyesuaikan kelonggaran pasangan roda gigi. Jadi karena tidak ada sentuhan
antara gigi dengan gigi rotor maupun antara kedua rotor dengan rumah maka tidak
diperlukan pelumasan. Untuk merapatkan poros pada rumah (agar kebocoran udara
dapat dicegah). Dipergunakan perapat labirin yang terbuat dari cincin-cincin
karbon. Untuk mencegah minyak terisap ke dalam rumah, poros diperlengkapi
dengan paking penyapu minyak diantara bantalan dan paking poros. Sebahagian
minyak pelumas mengalir melalui sebuah lubang pada ujung poros rotor melalui
rongga tengah rotor untuk mendinginkan rotor. Kompresor sekrup bebas minyak
bekerja dengan putaran tinggi sampai beberapa ribu rpm untuk menghindari
performansi yang buruk karena kebocoran melalui kelonggaran-kelonggaran yang
ada. Putaran tinggi ini dapat dicapai dengan menggunakan roda gigi peningkatan
putaran.
Udara dikompresikan sampai tekanan menengah oleh kompresor tingkat
pertama, kemudian didinginkan di pendingin antara. Pada tingkat ke 2 udara
dikompresikan lebih lanjut sampai tekanan keluar dan didinginkan lagi kependingin
akhir. Pada pipa keluar dipasang katup cegah. Berbeda dengan jenis injeksi minyak,
komprensi ini tidak mempergunakan minyak diantara rotornya sehingga udara yang
dihasilkan akan bersih dan bebas minyak.

© 2003 Digitized by USU digital library 7


II.I. Kegunaan Kompresor Sekrup
Tenaga listrik dan air minum yang digunakan industri biasanya diperoleh dari
sumber luar. Tidak demikian halnya dengan udara tekanan yang harus dihasilkan di
dalam gedung dan pabrik. Karena itu diperlukan kompresor. Untuk ini karakteristik
dan konstruksi kompresor harus dipahami dan model yang paling sesuai untuk suatu
keperluan harus dipilih.
Udara tekan yang dihasilkan kompresor hampir semua industri termasuk
industri pembuatan tambang, keramik, kimia, makanan, perikanan, pekerjaan sipil
dan pembangunan gedung. Beberapa yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari
diantaranya adalah :
− Rem pada bts dan kereta api serta pembuka dan penutup pintunya
− Udara tekan pada akuarium
− Penggerak bor gigi pada peralatan dokter gigi
− Pemberi udara pada akuarium
− Pompa air panas pada sumber air panas.
− Pembotolan air minum
Secara spesifik akan menguraikan kegunaan dari kompresor sekrup yang
digunakan oleh semua industri yaitu :
1. Pusat Listrik
Kegunaannya adalah untuk mengendalikan otomatik pada pembakar dalam
ketel uap.

© 2003 Digitized by USU digital library 8


2. Industri Keramik
Kegunaannya adalah untuk pengeringan dan penyemprotan dalam proses
pelapisan gelas dan untuk pendingin produk.
3. Pekerjaan Plat dan Permukaan
Kegunaannya adalah untuk alat musik, pengecatan dan pengeringan piano,
organ dan lain-lain.
4. Untuk industri makanan dan minuman
- Pembuatan Bir
Digunakan untuk mencampur bahan mentah pembuatan air
- Pembuatan Minuman Lunak
Digunakan untuk mesin pengisi botol
- Pengalengan
Digunakan Untuk Mesin Pemasang Tutup Botol
- Pembuatan Minyak dan Saus
Digunakan untuk pengisian
- Rokok
Digunakan untuk memasang filter
5. Industri Kimia
Kegunaannya : - Untuk mengaduk tangki kultur penisilin
- Untuk pengisian dan pengangkutan bahan kimia dengan
tekanan
6. Transportasi
Konveyor numeric digunakan untuk semen, gandum, kedelai an logam
7. Alat Prestise
Kamera, jam tangan, bantalan, instrument, peralatan elektronik kegunaannya
adalah untuk pengecetan, pelapisan, perakitan, pembersihan, pengadukan,
pengujian.
8. Tekstil
Kegunaannya : - Untuk mesin-mesin automatic
- Pengeringan dan pewarnaan

2.2. Kelebihan Kompresor Sekrup


Udara tekan yang dihasilkan dengan kompresor mempunyai beberapa
kelebihan dibandingkan dengan listrik dan tenaga hidrolik dalam hal-hal berikut ini :
1. Konstruksinya dan operasi mesin serta fasilitasnya adalah sangat sederhana
2. Pemeliharaan dan pemeriksaan mesin dan peralatan dapat dilakukan dengan
mudah
3. Energi dapat disimpan
4. Kerja dapat dilakukan dengan cepat
5. Harga mesin dan peralatan relative murah
6. Kebocoran udara yang dapat terjadi tidak membahayakan dan tidak
menimbulkan pencemaran.

© 2003 Digitized by USU digital library 9


BAB III
PEMERIKSAAN DAN PEMELIHARAAN

Seperti yang telah diuraikan dalam bab sebelumnya, kompresor mempunyai


berbagai bagian yang mendapat beban tumpukan dan bagian-bagian yang saling
meluncur dengan tekanan permukaan yang besar. Selain itu getaran mekanis serta
denyutan tekan merupakan hal yang tak dapat dihindari. Karena itu jika
dioperasikan dengan benar, serta dilakukan pemeriksaan dan pemeliharaan dengan
cermat.

III.I. Pemeriksaan Harian


Setiap hari sebelum dioperasikan, kompresor harus diperiksa, menurut cara
sebagai berikut :
1. Pemeriksaan Minyak
Cara memeriksa : Jagalah agar permukaan minyak pelumas ada dalam batas-
Batas yang ditentukan seperti terlihat dalam pengukur
permukaan
2. Pembuangan Air Pengembun
Cara memeriksa : Bukalah katup air dari tangki udara air akan mudah
Dikeluarkan Jika tekanan di dalam tangki udara adalah 0,5 –
1,0 kg / cm 0,05 – 0,1 Mpa
3. Pengukur Tekanan
Cara memeriksa : Periksalah apakah jarum manometer dapat bergerak secara
halus, dan jarum
4. Katub Pengatur
Cara memeriksa : Periksalah dengan mengamati manometer, apakah
kompresor Bekerja pada daerah tekanan sebagaimana
ditetapkan pada pengatur tekanan.
5. Tombol Tekanan
Cara memeriksa : Periksalah dengan mengamati manometer, apakah kompresor
bekerja pada daerah tekanan sebagaimana ditetapkan pada
tombol tekanan.
6. Katup Pengaman
Cara memeriksa : Tariklah sedikit jarum katup pengaman pada keadaan tekanan
Mencapai maksimum (jarum manometer menunjuk pada
garis merah). Jika dengan tarikan ringan saja katup sudah
dapat terbuka, maka katup dalam keadaan baik.
7. Lain-lain
Yaitu periksalah bagian-bagiannya apakah ada bunyi atau getaran yang luar
biasa (tidak normal)

III.2. Pemeriksaan Rutin


Pemeriksaan Rutin yang harus dilakukan yaitu :
a. Bagian yang harus diperiksa yaitu : Badan utama kompresor yang terdiri dari
bantalan, perapat (seal) mekanis, paking, cat pol badan. Jenis pemeriksaan dan
pemeliharaan yang dilakukan adalah penggantian, pemeriksaan kebocoran
minyak dan pemeriksaan. Sedangkan tindakan yang harus diambil adalah :
- Periksalah terhadap bunyi yang tidak normal setiap 12.000 jam atau 2 tahun.
- Jika tidak ada kebocoran minyak, selama dapat diperpanjang
- Perbaiki dan cat jika terkelupas
b. Saluran udara (manifold) yang terdiri dari saringan minyak, katup pengatur
temperatur. Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah pembersihan dan
penggantian

© 2003 Digitized by USU digital library 10


c. Pemisah minyak yang terdiri dari elemen pemisah cat dipermukaan dalam dari
tangki pengukur tinggi permukaan minyak, tabung kapiler, paking, cincin-O
(lubang pelumas) jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah penggantian,
pembersihan dan pemeriksaan sedangkan tindakan yang harus diambil adalah
jangan lupa mengganti setiap 9000 jam, perbaiki dan cat jika terkelupas, bila
tidak ada pengerasan dan kebocoran, selang dapat diperpanjang.
d. Pendingin yang terdiri dari sirip dan tabung jenis pemeriksaan yang dilakukan
pembersihan dan pembersihan bagian dalam. Tindakan yang harus dilakukan
dan tidak ada.
e. Minyak pelumas, jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah yaitu permukaan,
menambah minyak dan mengganti minyak. Sedangkan tindakan yang harus
dilakukan yaitu tambahan minyak sampai batas dan tidak lebih.
f. Saringan udara jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah membersihkan debu
dan minyak dengan meniupkan udara
g. Katup pengatur tekanan dengan katup cegah. Jenis periksaan yang dilakukan
adalah pembersihan dan pemeriksaan.
h. Katup pengaman. Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan.
i. Alat pengatur kapasitas yang terdiri dari pembebasan beban, tombol tekanan
katup jenis pemeriksaan yang dilakukan pembersihan dan pemeriksaan sedang
tindakan yang harus diambil jika tidak ada keadaan luar biasa, bersihkan selang
dapat diperpanjang.
j. Sabuk V jenis pemeriksaan yang dilakukan dan penggantian tindakan yang
harus diambil yaitu mengganti jika sabuk sudah mulur secara berlebihan.
k. Rele temperature. Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah penggantian
tindakan yang harus diambil adalah selang dapat diperpanjang jika tidak ada
kelainan.
l. Rele pencegah putaran balik. Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah
penggantian tindakan yang dilakukan adalah selang diperpanjang jika tidak ada
kelainan.
m. Bagian-bagian listrik dan instrument. Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah
pemeriksaan, sedangkan tindakan yang harus diambil tak ada.
n. Sistem pipa jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah memeriksa bocoran
sedangkan tindakan yang harus diambil yaitu memeriksa bocoran minyak atau
udara
o. Baut dan skrup yang kendor. Jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah
memeriksa kelainan pada suara.
p. Kipas angina jenis pemeriksaan yang dilakukan adalah pembersihan dan
memeriksa retakan.

BAB IV
KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas adalah sebagai berikut :
1. Bahwa jenis kompresor sekrup dapat dibagi atas 2 macam, yaitu kompresor
sekrup jenis injeksi minyak dan kompresor jenis bebas minyak.
2. Alat-alat yang digunakan untuk ke dua jenis kompresor sekrup itu sama kecuali
tangki udara yang digunakan oleh kompresor jenis injeksi minyak.
3. Secara umum proses-proses yang ada dalam prinsip kerja kompresor sekrup
adalah proses pengisapan, kompresi dan pengeluaran.
4. Kompresor sekrup banyak sekali digunakan oleh industri-industri contohnya
industri makanan, industri keramik dan lain sebagainya.

© 2003 Digitized by USU digital library 11


5. Agar kompresor sekrup dapat berumur panjang dan performansi yang tetap
baik, kompresor harus dioperasikan dengan benar untuk itu dilakukan
pemeriksaan dan pemeliharaan dengan cermat.

DAFTAR PUSTAKA

Peters, Maxs, Ph. D., Elementary Chemical engineering, Second Edition, Mc. Graw-
Hill Book Company, US. A, 1984.
Hiks dan Edwards, Teknologi Pemakaian Pompa, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1996.
Dietzel, Fritz, Turbin Pompa Dan Kompresor, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1990.
Sularso dan Harno Tahara, Pompa dan Kompresor, PT. Paradnya Paramitha, Jakarta,
1983.

© 2003 Digitized by USU digital library 12