Anda di halaman 1dari 7

TUGAS PADEPOKAN INSAN MULIA

CERAMAH AGAMA
MANFAAT DZIKIR PADA KESEHATAN JIWA
Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Ujian Padepokan Insan Mulia
RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo
Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun Oleh :
Luri Aulianti
20070310090

PADEPOKAN INSAN MULIA TAHUN KE-1


RSUD KRT SETJONEGORO WONOSOBO
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
2012

HALAMAN PENGESAHAN
CERAMAH AGAMA
MANFAAT DZIKIR PADA KESEHATAN JIWA

Disusun dalam memenuhi syarat mengikuti ujian akhir pendidikan dokter


Padepokan insan mulia tahun ke-1

Disusun Oleh :
Luri Aulianti
20070310090

Wonosobo, Agustus 2012


Mengetahui,
Ustadz Pembimbing

Ustadz Mohamad Zaid

MANFAAT DZIKIR PADA KESEHATAN JIWA

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh






.


" Sungguh segala puji hanya milik Allah, Allah yang kita puji, kepada Allah kita
memohon pertolongan, kepada-Nya kita memohon ampunan, kita berlindung kepada
Allah dari kejahatan diri-diri kita dan dari keburukan amal perbuatan kita. Siapa yang
diberi petunjuk oleh Allah maka tak seorangpun dapat menyesatkannya, dan barang
siapa yang Allah sesatkan maka tak seorangpun mampu memberinya petunjuk. Saya
bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu
bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya. .
Amma bad "
Saudara-saudaraku sekalian yang dirakhmati Allah, dalam kesempatan ini
marilah kita senantiasa mengawali segala aktivitas kita dengan selalu menyebut nama
Allah, selalu bersyukur dan bershalawat untuk suri tauladan kita nabi besar
Muhammad saw.
Dalam keseharian kita seringkali kita menghadapi situasi atupun keadaan
yang membuat kita jenuh, terasa penat karena adanya masalah yang datang. Dan
sering pula kita lupa pada Sang Pencipta sehingga yang kita alami hanyalah
mengeluh dan mengeluh. Dampak dari masalah psikologis tersebut dapat
mempengaruhi keadaan fisik kita, misalnya saja kita merasa pusing, gangguan
pencernaan, tidak bisa tidur, nafsu makan menurun dan berbagai dampak lainnya.
Saudara-saudaraku sekalian yang diberkahi Allah, masalah yang kita hadapi
adalah suatu cara bagi Allah untuk mengajari kita supaya kita selalu mengingat yang

Maha Kuasa atas segala-galanya. Caranya yaitu dengan memperbanyak dzikir.


Sebagaimana

yang

tercantum

dalam

Surat

al-Rad

13:28.

28. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan
mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.
Dzikir secara lughawi artinya ingat atau menyebut. Jika diartikan menyebut
maka peranan lisan lebih dominan, tetapi jika diartikan ingat, maka kegiatan berpikir
dan merasa (kegiatan psikologis) yang lebih dominan. Dari segi ini maka ada dua alur
pikir yang dapat diikuti:
1. Manusia memiliki potensi intelektual. Potensi itu cenderung aktif bekerja mencari
jawab atas semua hal yang belum diketahuinya. Salah satu hal yang merangsang
berpikir adalah adanya hukum kausalitas di muka bumi ini. Jika seseorang
melahirkan suatu penemuan baru, bahwa A disebabkan B, maka berikutnya
manusia tertantang untuk mencari apa yang menyebabkan B. Begitulah seterusnya
sehingga setiap kebenaran yang di temukan oleh potensi intelektual manusia akan
diikuti oleh penyelidikan berikutnya sampai menemukan kebenaran baru yang
mengoreksi kebenaran yang lama, dan selanjutnya kebenaran yang lebih baru akan
ditemukan mengoreksi kebenaran yang lebih lama. Sebagai makhluk berfikir
manusia tidak pernah merasa puas terhadap kebenaran ilmiah sampai ia
menemukan kebenaran perenial melalui jalan supra rasionalnya. Jika orang telah
sampai kepada kebenaran ilahiah atau terpandunya pikir dan dzikir, maka ia tidak
lagi tergoda untuk mencari kebenaran yang lain, dan ketika jiwa itu menjadi
tenang, tidak gelisah dan tidak ada konflik batin. Selama manusia masih
memikirkan ciptaan Allah SWT dengan segala hukum-hukumnya, maka hati tidak
mungkin tenteram dalam arti tenteram yang sebenarnya, tetapi jika ia telah sampai

kepada memikirkan Sang Pencipta dengan segala keagungannya, maka manusia


tidak sempat lagi memikirkan yang lain, dan ketika itulah puncak ketenangan dan
puncak kebahagiaan tercapai, dan ketika itulah tingkatan jiwa orang tersebut telah
mencapai al- nafs al-muthmainnah.
2. Manusia memiliki kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas, tidak ada habishabisnya, padahal apa yang dibutuhkan itu tidak pernah benar-benar dapat
memuaskan (terbatas). Oleh karena itu selama manusia masih memburu yang
terbatas, maka tidak mungkin ia memperoleh ketentraman, karena yang terbatas
(duniawi) tidak dapat memuaskan yang tidak terbatas (nafsu dan keinginan). Akan
tetapi, jika yang dikejar manusia itu Allah Subhanahu Wa Taala yang tidak
terbatas kesempurnaan-Nya, maka dahaganya dapat terpuaskan. Jadi jika orang
telah dapat selalu ingat (dzikir) kepada Allah maka jiwanya akan tenteram, karena
dunia manusia yang terbatas telah terpuaskan oleh rahmat Allah yang tidak
terbatas.
Saudara-saudaraku yang

dimuliakan Allah,

kemampuan

seseorang

mendekatkan diri kepada Allah merupakan hakikat dari dzikir. Doa dan dzikir
merupakan salah satu bentuk komitmen keberagamaan seseorang. Manfaat dzikir
telah dibuktikan oleh banyak ilmuwan di berbagai belahan dunia. Menurut Aa
Gym, setiap gerak kita bisa dibarengi dengan dzikir kepada Allah. Jika itu
dilakukan, kita akan tenang dalam melakukan sesuatu. Namun, yang terbaik dari
dzikir adalah memahami apa yang diucapkan dan bisa merefleksikannya dalam
kehidupan sehari-hari.
Iman dan kekuatan dzikir bisa menjadi stabilisator jiwa, sehingga
seseorang selalu diliputi ketenangan dan ketenteraman. Seorang mukmin tidak
akan gembira berlebihan, atau hanyut dalam duka berkepanjangan. Seperti sabda
Rasulullah SAW: Sungguh ajaib orang yang beriman. Bila diberi karunia ia
bersyukur dan itu baik untuknya. Bila diberi musibah ia bersabar dan itu baik
untuknya. Kata Rasulullah SAW, ada ucapan zikir yang ringan diucapkan tapi

berat timbangan kebaikannya, yaitu subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaaha


ilallah, wallahu akbar.
Mengacu pada ilmu kedokteran jiwa saat ini, ditemukan adanya hubungan
antara jiwa,saraf, dan kelenjar hormon. Cabang ilmu yang mempelajari masalah
ini adalah psiko-neuro-endokrinologi. Doa dan zikir dalam ilmu kedokteran jiwa
menjadi terapi psikiatrik. Hal ini karena kemampuan doa dan zikir dalam
menenangkan hati sehingga kerja hormon menjadi sempurna dan tubuh pun sehat.
Manusia modern kerap hidup dalam ketergesaan, tekanan waktu, serta
himpitan target. Kapan dan dimanapun ia dibayang-bayangi tekanan itu. Ketika
target tidak tercapai, ia kelabakan dan stres. Dari sinilah rupa-rupa penyakit akan
menggerogoti tubuh, seperti susah tidur sampai yang paling serius seperti kanker.
Semua ancaman itu tidak akan terjadi jika kita mampu mengelola hati. Yakinlah,
apa yang ditentukan Allah untuk kita, tidak akan lepas dari tangan kita.
Sebaliknya, apa yang tidak ditentukan Allah untuk kita, tidak akan mampu kita
meraihnya, sekuat apapun kita berusaha. Pasti ada hikmah dibalik setiap
ketentuan-Nya. Ketenangan hati kita akan berbuah pada cara pandang yang positif
atas berbagai persoalan yang kita hadapi. Ini merupakan bekal hidup yang paling
berharga, untuk menjaga kesehatan fisik dan meraih ketenangan hidup.
Saudara-saudaraku yang diberkahi Allah, segala bentuk kesulitan dalam
hidup ini merupakan salah satu cara Allah untuk membimbing kita serta menempa
diri kita menjadi diri yang kuat. Dalam keadaan yang sulit itu hendaknya kita
mempunyai suatu motivasi man jadda wajada yang berarti bahwa siapa yang
bersungguh-sungguh maka ia akan sukses. Selain itu kita juga butuh motivasi
man shabara zhafira artinya siapa yang bersabar akan beruntung. Kesemuanya
itu akan lengkap bila diri kita berpegang pada kalimat man sara ala darbi
washala artinya siapa yang berjalan di jalurNya akan sampai di ujung jalan.
Mengingat Allah dalam segala keadaan, maka Allah pun akan senantiasa ingat
pada kita.

Saudaraku yang diridloi Allah, sebagai kesimpulan marilah kita bangun diri
kita sebagai bangunan yang kokoh yang selalu bernafaskan Islam dan
menempatkan Allah sebagai satu-satunya Zat yang kita sembah dan ingat setiap
saat. Tiada kesedihan, kesulitan, kebahagiaan dan kegembiraan melainkan
datangnya dari Allah SWT, berdzikir akan menumbuhkan kecintaan kita pada Sang
Pencipta serta menenteramkan jiwa kita. Semoga Allah menjadikan kita sebagai
orang yang selalu bersyukur atas nikmatNya dan selalu bersabar atas ujianNya.
Aamiin Ya Rabbalalamin.
Demikian beberapa hal yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali
ini, mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan. Semoga apa yang saya
sampaikan ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Sekian, terima kasih.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuuh