Anda di halaman 1dari 5

BAB XIX

PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA


Pasal 75
Sebab-sebab Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat terjadi karena :
a. Permintaan Pegawai sendiri
b. Pegawai terbukti dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum, dan/atau
PKB dan/atau Nilai-nilai Perusahaan serta merugikan Perusahaan
c. Rasionalisasi/Kepentingan Perusahaan
d. Pegawai menderita cacat jasmani / rohani dan tidak dapat bekerja menurut
keterangan dokter
e. Pegawai meninggal dunia
f. Pegawai pensiun dipercepat, saat berusia minimal 45 tahun
g. Pegawai mencapai usia pensiun normal, yaitu 55 tahun
h. Pegawai menjadi Pengurus Perusahaan / Anak Perusahaan / Perusahaan Patungan
i. Pegawai menjadi Pengurus Perusahaan lain diluar Perusahaan / Perusahaan Anak
sejenis atau pengurus partai politik / pengurus lembaga negara
2. Dalam hal pemutusan hubungan kerja atas permintaan Pegawai, maka Pegawai
diharuskan mengajukan permohonan secara tertulis 1 (satu) bulan sebelumnya kepada
pejabat yang berwenang mengangkat dan memberhentikan, dengan tembusan kepada
Pejabat Unit Kerja yang mengelola SDM
3. Dalam hal Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atas inisiatif Perusahaan, maka
Perusahaan diharuskan memberitahukan secara tertulis kepada Pegawai 1 (satu) bulan
sebelumnya dan telah memberitahukan kepada Pengurus Serikat Pekerja.
4. Status keputusan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dapat bersifat :
a. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan hormat
b. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan tidak hormat, diberikan kepada
Pegawai yang dikenakan sanksi
Pasal 76
Rasionalisasi
1. Rasionalisasi adalah merupakan pilihan terakhir yang akan dilakukan oleh Perusahaan
karena keadaan memaksa yang tidak dapat dihindarkan, sehingga mengakibatkan
Perusahaan harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja, yang pelaksanaannya
dimusyawarahkan antara Perusahaan dengan Serikat Pekerja.
PKB 2010-2012

2. Bila terjadi Rasionalisasi agar mempertimbangkan


memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

potensi

karyawan

dan

a. Usia Pensiun Normal


b. Usia Pensiun Dipercepat
c. Habis Masa Kontrak Kerja
d. Karyawan yang pernah melakukan kesalahan berat
e. Apabila suami, isteri atau anak yang belum berkeluarga bersama-sama bekerja di
Perusahaan.
Pasal 77
Tidak Cakap Bekerja
Dalam hal karyawan dinyatakan Tidak Cakap Bekerja walaupun sudah dicoba di beberapa
Unit Kerja dan telah mendapatkan peringatan terakhir untuk hal itu, maka hubungan kerja
dapat diputuskan yang pelaksanaannya dibicarakan dengan Serikat Pekerja.
Pasal 78
Hak dan Kewajiban Akibat Pemutusan Hubungan Kerja
1. Perusahaan memberikan kompensasi kepada Pegawai yang diberhentikan dengan status
Pemutusan Hubungan Kerja berupa Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja
dan Uang penggantian hak.
2. Perusahaan memberikan Surat Keterangan Pengalaman Kerja kepada Pegawai yang
diberhentikan dengan status Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan hormat
3. Kompensasi dan surat keterangan pengalaman kerja diberikan kepada Pegawai yang
berhenti bekerja sesuai dengan prosedur dan ketentuan Perusahaan yang berlaku dan
telah menyelesaikan kewajiban-kewajibannya kepada Perusahaan.
Pasal 79
Uang Pesangon
1. Uang pesangon adalah pemberian berupa uang dari Perusahaan kepada Pegawai
sebagai akibat adanya Pemutusan Hubungan Kerja.
2. Besarnya Uang Pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tersebut diatas ini
ditentukan sebagai berikut :
Masa Kerja

Besarnya Uang Pesangon

Kurang dari 1 tahun

1 (satu) x Dasar Pesangon

1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun

2 (dua) x Dasar Pesangon

2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun

3 (tiga) x Dasar Pesangon

PKB 2010-2012

3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun

4 (empat) x Dasar Pesangon

4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun

5 (lima) x Dasar Pesangon

5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun

6 (enam) x Dasar Pesangon

6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun

7 (tujuh) x Dasar Pesangon

7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun

8 (delapan) x Dasar Pesangon

8 tahun atau lebih

9 (sembilan) x Dasar Pesangon

3. Dasar Pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tersebut diatas adalah sebagian
atau seluruh unsur-unsur penghasilan pegawai yang besarnya minimal sama dengan 1
(satu) bulan penghasilan pegawai dan tatacara perhitungannya ditetapkan tersendiri
dengan Surat Keputusan Direksi dengan persetujuan Serikat Pekerja.
Pasal 80
Uang Penghargaan Masa Kerja
1. Uang Penghargaan Masa Kerja adalah pemberian berupa uang dari Perusahaan kepada
Pegawai yang dikaitkan dengan masa kerja akibat adanya Pemutusan Hubungan Kerja.
2. Besarnya Uang Penghargaan Masa Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
tersebut di atas ditentukan sebagai berikut :
Masa Kerja

Besarnya Uang Penghargaan


Masa Kerja

3 (tiga) tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 (enam)


tahun

2 (dua) X Dasar Penghargaan


Masa Kerja

6 (enam) tahun atau lebih tetapi kurang dari 9


(sembilan) tahun

3 (tiga) X Dasar Penghargaan


Masa Kerja

9 (sembilan) tahun atau lebih tetapi kurang dari 12


(dua belas) tahun

4 (empat) X Dasar Penghargaan


Masa Kerja

12 (dua belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 15


(lima belas) tahun

5 (lima) X Dasar Penghargaan


Masa Kerja

15 (lima belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 18


(delapan belas) tahun

6 (enam) X Dasar Penghargaan


Masa Kerja

18 (delapan belas) tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 (tujuh) X Dasar Penghargaan
21 (dua puluh satu) tahun
Masa Kerja
21 (dua puluh satu) tahun atau lebih tetapi kurang
dari 24 (dua puluh empat) tahun

8 (delapan) X Dasar
Penghargaan Masa Kerja

24 (dua puluh empat) tahun atau lebih

10 (sepuluh) X Dasar

PKB 2010-2012

Penghargaan Masa Kerja


3. Dasar Penghargaan Masa Kerja sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) tersebut diatas
adalah sebagian atau seluruh unsur-unsur penghasilan pegawai yang besarnya minimal
sama dengan 1 (satu) bulan penghasilan pegawai dan tatacara perhitungannya
ditetapkan tersendiri dengan Surat Keputusan Direksi dengan persetujuan Serikat
Pekerja.
Pasal 81
Uang Penggantian Hak
1. Uang penggantian hak adalah pemberian berupa uang dari Perusahaan kepada Pegawai
sebagai pengganti hak-hak Pegawai sebagaimana tercantum dalam ayat (2) pasal ini,
akibat adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)
2. Uang Penggantian Hak sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini meliputi :
a. Cuti tahunan yang belum diambil dan belum gugur
b. Biaya atau ongkos pulang untuk Pegawai dan Keluarganya ke tempat dimana
Pegawai diterima bekerja
c. Penggantian fasilitas perumahan, perawatan dan pengobatan ditetapkan sebesar
15% (lima belas persen) dari Uang Pesangon dan Uang Penghargaan Masa Kerja
d. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan atau
Perjanjian Kerja Bersama (PKB)
Pasal 82
Manfaat Pensiun
1. Manfaat pensiun adalah pembayaran sejumlah uang oleh Dana Pensiun/Lembaga
Penyelenggara kepada Pegawai yang menjadi peserta pada saat dan dengan cara yang
ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun/Lembaga Penyelenggara
2. Besarnya manfaat pensiun sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 pasal ini adalah sesuai
dengan peraturan Dana Pensiun/Lembaga Penyelenggara
Pasal 83
Masa Persiapan Pensiun (MPP)
1. Masa Persiapan Pensiun adalah kesempatan untuk tidak masuk bekerja selama jangka
waktu tertentu sebagaimana ditetapkan dalam ayat 2 pasal ini, yang diberikan kepada :
a. Pegawai yang akan mencapai usia Pensiun Normal yaitu usia 55 tahun
b. Pegawai Pensiun dipercepat, yaitu usia 45 tahun s.d kurang dari 55 tahun untuk
kepentingan Perusahaan
PKB 2010-2012

c. Pegawai Pensiun dipercepat, yaitu usia 45 tahun s.d kurang dari 55 tahun atas
permintaan sendiri
d. Pegawai pensiun tunda, usia kurang dari 45 tahun dengan masa kerja lebih dari 3
tahun atas kepentingan perusahaan.
2. Jangka waktu Masa Persiapan Pensiun ditentukan sebagai berikut :
a. Bagi Pegawai yang termasuk dalam kategori ayat 1a, ayat 1b dan ayat 1d pasal ini,
berlaku ketentuan sebagai berikut :

Masa Kerja

Jangka Waktu Masa


Persiapan Pensiun

Kurang dari 20 tahun

3 (tiga) bulan

20 tahun s.d. 25 tahun

6 (enam) bulan

Lebih dari 25 tahun s.d. 30 tahun

9 (sembilan) bulan

Lebih dari 30 tahun

12 (dua belas) bulan

b. Bagi Pegawai yang termasuk dalam kategori ayat 1c pasal ini dan disetujui oleh
Perusahaan, berlaku ketentuan sebagai berikut :

Masa Kerja

Jangka Waktu Masa


Persiapan Pensiun

Kurang dari 20 tahun

3 (tiga) bulan

20 tahun atau lebih

6 (enam) bulan

c. Bagi Pegawai yang termasuk dalam kategori ayat 1c pasal ini tetapi tidak disetujui
oleh Perusahaan, maka tidak ada masa persiapan pensiun (MPP)
3. Pegawai berhak menggunakan Masa Persiapan Pensiun, kecuali Perusahaan
menentukan lain
4. Dalam hal Perusahaan masih memerlukan tenaga Pegawai yang telah memasuki Masa
Persiapan Pensiun (MPP), maka MPP Pegawai tersebut dapat diberikan pada saat jatuh
tempo pensiun
5. Selama menjalani masa Persiapan Pensiun (MPP), Pegawai tetap mendapatkan Gaji
dan tunjangan kesejahteraan secara penuh dengan ketentuan yang berlaku
6. Pegawai MPP dikembalikan ke Home Base

PKB 2010-2012