Anda di halaman 1dari 11

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK

ALABAN TEMBUS PANGGUNG


KECAMATAN PELAIHARI

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

BAB 2
PENDEKATAN DAN
METODOLOGI KERJA
2.1

PENDEKATAN UMUM
Pendekatan umum dimaksudkan agar pelaksanaan pekerjaan dapat
diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan dengan kualitas
dan ketelitian

yang

baik

serta dapat digunakan

sebagai

dasar

pelaksanaan pekerjaan berikutnya (pelaksanaan konstruksi).


Acuan kerja untuk pekerjaan Pembuatan DED Jembatan Lok Alabat
Tembus Panggung Kecamatan Pelaihari

di Kabupaten tanah laut ini

telah memberi arahan pelaksanaan pekerjaan yang baik. Untuk


memenuhi maksud dan tujuan seperti dalam Kerangka Acuan Kerja,
maka

uraian

pendekatan

umum

tentang

hal-hal

yang

perlu

diperhatikan, yaitu:
a.

Dalam melaksanakan pekerjaan Perencanaan


didasari

dengan

pola

berpikir

teknologi

box culvert harus

kebinamargaan

dan

persungaian.
b. Mutlak

diperlukan

tenaga-tenaga

ahli

yang

berpengalaman

dibidangnya. Tenaga-tenaga ahli tersebut harus terkoordinasi dalam


satu

tim

kerja

yang

serasi,

sehingga

masing-masing

dapat

memberikan masukan-masukan yang diperlukan sesuai dengan


analisa yang paling akurat.
c.

Pemahaman pekerjaan secara mendalam dan menyeluruh sangat


diperlukan untuk memperoleh hasil pekerjaan yang teliti dan untuk
mendukung kelancaran pekerjaan. Oleh karena itu tenaga-tenaga
pelaksana pekerjaan harus benar-benar memahami Kerangka Acuan
Kerja (KAK), situasi, kondisi dan lokasi pekerjaan.

d. Konsultan akan mengikuti standar perencanaan ke Bina Margaan


yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Standar
Nasional

Indonesia

(SNI).

Setiap

penyimpangan

dari

standar

tersebut akan dibicarakan dan dibahas terlebih dahulu sebelum


disetujui secara tertulis oleh Direksi.
LAPORAN PENDAHULUAN

Hal 2 - 1

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

e.

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

Perlu adanya organisasi pelaksanaan yang efisien dan efektif agar


dapat

memudahkan

koordinasi

masukan-masukan

dari

setiap

disiplin ilmu dan hubungan kerja personil yang terlibat dalam


kegiatan perencanaan.
f.

Pengetahuan dan pengalaman yang mendalam dari masing-masing


personil, pemahaman tugas serta dedikasi yang tinggi akan sangat
membantu kelancaran pelaksanaan pekerjaan.

g. Sistem Pelaksanaan
Dalam rangka melaksanakan pekerjaan Perencanaan Teknis

Box

Culvert diperlukan suatu cara kerja yang sistematis dan terarah


agar kelancaran pelaksanaan pekerjaan dapat terjamin.
2.1.1 Pendekatan Teknis
Pendekatan teknis merupakan pendekatan pemecahan permasalahan
yang bersifat teknis dengan menggunakan standar, metode, kriteria,
dan asumsi teknis yang berlaku dan relevan, sehingga perencanaan
sesuai dengan kaidah teknis perencanaan. Standar, metode dan
peraturan yang dipergunakan adalah yang berlaku dan relevan di
Indonesia

dan

Internasional

yang

ditetapkan

oleh

Kementerian

Pekerjaan Umum.
A. Pengacuan Terhadap Standar Teknis
Dalam pelaksanaan desain dan perhitungan akan selalu mengacu pada
standar-standar sebagai berikut:
a.

Standar perencanaan Gorong gorong persegi beton bertulang (Box


Culvert) tipe single

b. Standar perencanaan drainase permukaan jalan No. 03-3424-1994


c.

Standar Nasional Indonesia tentang tata cara perencanaan hidrologi


dan hidrolika untuk bangunan di sungai

d. Pedoman pemasangan rambu dan marka jalan, Undang-Undang


Lalu Lintas No. 14 tahun 1992
e.

Analisa harga satuan pekerjaan untuk semua mata pembayaran


mengacu

pada

Surat

No.10/SE/Db/2014,

Edaran

Direktur

Jenderal

Binamarga

Spesifikasi Umum 2010 (Revisi 3) untuk

Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan.

LAPORAN PENDAHULUAN

Hal 2 - 2

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

f.

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

Standar-standar atau teori lainnya yang sudah diakui di lingkungan


Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.

B. Penentuan Model Desain


Penentuan model desain yaitu berupa pengumpulan data lapangan dan
data instansi serta literatur-literatur yang berkaitan dengan geometrik
jalan

untuk

keperluan

kondisi

batas

(boundary

condition)

dan

parameter, dalam rangka menentukan model desain yang terbaik.


Selain itu perlu menyiapkan sistem dan tahapan-tahapan pelaksanaan
pekerjaan survei secara rinci dan mendetail.
Dengan demikian data literatur dan data pustaka untuk melakukan
kajian terhadap perilaku berkaitan dengan sistem perencanaan box
culvert, sangat diperlukan sekali bagi tim perencana.
C. Evaluasi Data dan Perhitungan
Menggunakan

data

dan

informasi

lapangan

melalui

orientasi

lapangan/survei pendahuluan sebagai kondisi batas model dalam


mengevaluasi

perbaikan

desain.

Oleh

karena

itu

analisa

dan

pengolahan/perhitungan data perlu juga dilakukan secara langsung di


lapangan, terutama data survei topografi sehingga apabila terjadi
kesalahan dan kekeliruan dapat langsung dikoreksi/diperbaiki.
Dalam hal ini sangat penting kejujuran tenaga survei dalam melakukan
pengumpulan data lapangan, disertai dengan menggunakan peralatan
dan perlengkapan yang baik dan telah di kalibrasi, sehingga faktor
kesalahan perhitungan data yang dihasilkan dapat dieliminir.
D. Ketepatan Informasi dan Pelaporan
Sistem

informasi

dan

pelaporan

didasarkan

pada

prinsif-prinsif

manajemen, untuk mengetahui perkembangan proses pelaksanaan,


mulai dari tahap awal pelaksanaan sampai dengan penyerahan
pekerjaan sesuai jadual yang telah ditentukan. Informasi dan pelaporan
sangat diperlukan dalam rangka pengendalian dan pengambilan
keputusan.

LAPORAN PENDAHULUAN

Hal 2 - 3

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

Sistem pelaporan akan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan


dalam KAK dan isi laporan harus memuat informasi yang berguna bagi
setiap pemakai serta mengandung hal penting sesuai pekerjaan yang
ditangani. Pada dasarnya laporan akan dibuat sesuai dengan kegiatan
nyata di lapangan, sehingga unsur-unsur informasi yang disampaikan
akan selalu berada pada skala waktu dan kondisi apa adanya yang
terjadi di lapangan.
2.1.2 Pendekatan Koordinatif
Melakukan koordinasi dengan berbagai bagian (sektor) terkait sehingga
hasil pekerjaan didukung semua pihak, komperehensif, dan terintegrasi.
Pendekatan ini antara lain dilakukan untuk dapat menyamakan konsep
desain agar tercapai hasil yang sempurna.
2.1.3 Pendekatan Sosial Budaya
Pendekatan sosial budaya (kemasyarakatan) merupakan pendekatan
yang digunakan untuk menggali berbagai informasi dari masyarakat,
sehingga desain yang dihasilkan sesuai dengan aspirasi dan kondisi
setempat serta akan memberi banyak manfaat dalam pengembangan
wilayah sekitar.

2.2

PEMAHAMAN TERHADAP KAK

A. Tanggapan Terhadap KAK


Kerangka Acuan Kerja (KAK) adalah sebagai acuan dan informasi bagi
para penyedia jasa yang diundang mengikuti suatu pengadaan jasa
dalam rangka menyiapkan kelengkapan administrasi, usulan teknis dan
usulan biaya. Selain dari itu KAK juga berfungsi sebagai acuan dalam
evaluasi, klarifikasi dan negosiasi dengan calon konsultan terpilih,
dasar pembuatan kontrak dan acuan evaluasi hasil kerja konsultan.
Dokumen KAK minimal memuat tentang latar belakang proyek, maksud
dan tujuan proyek, kualifikasi tenaga ahli yang diperlukan, jenis dan
jumlah laporan, jangka waktu pelaksanaan, lingkup kegiatan maupun
syarat-syarat teknis serta contoh-contoh format lainnya yang harus

LAPORAN PENDAHULUAN

Hal 2 - 4

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

dipenuhi oleh setiap calon penyedia jasa yang ingin berpartisipasi


dalam suatu proses pelelangan.
Uraian yang ada dalam dokumen KAK sudah cukup jelas, namun karena
semua data dan informasi yang tercantum dalam KAK ini merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari Kontrak dan akan menjadi lampiran
kontrak dan salah satu dasar acuan melaksanakan pekerjaan, maka
sebaiknya diteliti secara cermat terlebih dahulu.

B. Tanggapan Terhadap Personil/Fasilitas Pendukung


Personil dan fasilitas pendukung merupakan salah satu faktor penentu
sukses

atau

gagalnya

penyedia

jasa

dalam

melaksanakan

dan

menyelesaikan suatu pekerjaan, oleh karena itu Penyedia Jasa akan


menyiapkan tenaga ahli sesuai dengan klasifikasi dan kualifikasi yang
telah ditetapkan dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK), baik terhadap
syarat tingkat pendidikan, kompetensi keahlian, pengalaman dan
referensi kerja serta data pendukung lainnya.

2.3

METODOLOGI DAN PROGRAM KERJA


Metodologi Pelaksanaan Pembuatan DED Jembatan Lok Alabat Tembus
Panggung Kecamatan Pelaihari Kabupaten tanah laut, dibagi kedalam
beberapa tahapan kegiatan, meliputi:

2.3.1 Persiapan
Pekerjaan persiapan bertujuan untuk mempersiapkan bahan-bahan
dasar perencanaan sebelum melakukan survei pendahuluan yang
antara lain:
a.

Pengumpulan data dan informasi (sekunder) dilakukan dengan


menggunakan metode survei instansional. Tujuannya adalah untuk
mendapatkan data awal maupun peta-peta guna menunjang
pelaksanaan pekerjaan perencanaan.

b. Koordinasi dan konfirmasi dengan pihak terkait, baik di pusat


maupun di daerah.
c.

Persiapan peralatan dan mobilisasi personil.

LAPORAN PENDAHULUAN

Hal 2 - 5

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

Penyedia jasa harus mempersiapkan peralatan dan bahan survei,


terutama yang berkaitan dengan peralatan dan perlengkapan kerja,
seperti peralatan untuk survei pengukuran, peralatan untuk survei
geologi, peralatan untuk survei hidrologi, serta peralatan dan
perlengkapan pendukung lainnya. Fasilitas dan peralatan tersebut
seperti Sewa sepeda motor, Peralatan komunikasi, Bahan alat tulis
kantor, Sewa komputer, Sewa printer, Sewa kamera digital, Biaya
survei

lapangan,

Pita

ukur,

Stopwatch,

Sewa

theodolite

T0,

Perlengkapan lapangan, Patok pengukuran, Patok kayu, Buku ukur,


Data sekunder. Adapun daftar persiapan mobilisasi personil dapat
dilihat pada lampiran dalam laporan ini.
2.3.2 Survei Pendahuluan
Survei

ini

meliputi

pengumpulan

data

lapangan

berdasarkan

pengamatan visual, pengukururan (sifatnya pendahuluan), masukan


dari berbagai sumber, sehingga tujuan survei ini dapat dicapai.
Tujuan survei pendahuluan adalah sebagai berikut:
a.

Melakukan pengecekan data yang telah ada dengan kondisi


lapangan pada saat ini.

b. Mengumpulkan data yang mungkin dapat digunakan langsung


untuk perencanaan dan mencatat keadaan-keadaan yang dapat
mempengaruhi rencana penyelidikan atau rencana letak pondasi.
c.

Mempersiapkan rencana kerja tim penyelidikan lapangan yang


mencakup:
pemilihan peralatan dan perlengkapannya
penentuan jumlah dan letak titik penyelidikan
penentuan tim lapangan
pembuatan

rencana

kerja

terutama

persiapan

waktu

dan

persiapan alat.
penentuan perlu tidaknya pemetaan selanjutnya pembuatan
rencana biaya yang sebaik-baiknya.
d. Mengetahui sebelumnya hal-hal lain yang mungkin akan terjadi
selama

pelaksanaan

penyelidikan

lapangan

sehingga

dapat

mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

LAPORAN PENDAHULUAN

Hal 2 - 6

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

2.3.3 Survei Topograf


Survei topografi merupakan salah satu survei pengukuran untuk
mengetahui kondisi permukaan bumi/permukaan lahan rencana jalan
dan jembatan.
a.

Survei Titik Referensi


Pada setiap lokasi box culvert survei titik referensi harus dibuat
dengan tanda patok-patok yang jelas terlihat. Setiap patok harus
berhubungan satu dengan yang lainnya atau dengan tanda lain
yang kokok sehingga membentuk suatu garis referensi yang
diperlukan sebagai dasar perhitungan perencanaan.
Salah

satu

dari

patok

yang

ditetapkan

sebagai

dasar

dari

patok-patok yang berubah baik posisi maupun elevasinya adalah


patok Bench Mark (BM).
Sedangkan Azimuth dari garis referensi berdasarkan arah dari
kompas.
b. Tahapan Survei
Kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahap ini adalah:
1) Penyediaan bahan-bahan survei, antara lain seperti:
buku ukur,
peta topografi,
patok-patok kayu, patok Bench Mark (BM)/Control Point (CP), dll.
2) Penyediaan peralatan pengukuran seperti:
Theodolit Wild T2,
Sokia DT2 Waterpas,
EDM, Klinometer, Kompas, Yalon dan pita ukur, dll.
3) Penyediaan blanko-blanko/formulir untuk catatan data survei:
Pengukuran jarak,
Pengukuran poligon, waterpass, Pengukuran situasi (T0)
4) Persiapan dan pelaksanaan mobilisasi tenaga survei seperti:
Ahli Pengukuran
Surveyor, dan Tenaga Pendukung lainnya
5) Pemasangan patok kayu

LAPORAN PENDAHULUAN

dan

jalan Patok Beton

yang akan

Hal 2 - 7

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

digunakan sebagai titik kontrol pengukuran dan pemetaan.


6) Melaksanakan kegiatan pengukuran yang meliputi pengukuran
situasi, pengukuran titik kontrol horizontal, pengukuran titik kontrol
vertikal, pengukuran penampang memanjang dan melintang serta
pengkuran khusus untuk sebagai data pendukung.
7) Pembuatan dokumentasi lapangan dan aktivitas yang dilakukan.
8) Perhitungan/pengolahan data dan penggambaran peta.
9) Penyusunan laporan survei pengukuran topografi
c.

Gambar Rencana
MULAI
Data MULAI
survei dari masing-masing lokasi jembatan diplot dalam

gambar rencana dengan ukuran skala sebagai berikut:


Penelaahan
1) Jembatan
dan
Persiapan
Penelaahan KAK
KAK jalan masuk
Persiapan alat
alat ukur
ukur //
Pek.
Pek. Pengukuran
Pengukuran

buku
buku ukur/alat
ukur/alat bantu
bantu

Elevasi profil, skala 1:500 > dengan skala


Profil Rencana, skala 1:500 > vertikal 1:50
Persiapan
Persiapan

2) Jembatan
dan sungai
Peta
Peta Dasar
Dasar

Rencana
Rencana Kerja,
Kerja,
Mobilisasi
Mobilisasi

Pengikatan
Pengikatan Koordinat
Koordinat ke
ke BM
BM
yang
yang sudah
sudah ada
ada

Potongan melintang sungai skala 1:100


Potongan memanjang sungai skala 1:100
Beda tinggi kontur setiap 0,5 m

Pengukuran
Pengukuran Kerangka
Kerangka
Dasar/Pematokan
Dasar/Pematokan

No

GAMBAR 2.1 Bagan Alir Pengukuran Topograf dan Pemetaan


Yes

Perhitungan/Pengolahan
Perhitungan/Pengolahan
Data
Data

Pengukuran
Pengukuran Situasi
Situasi
Tampak/Detail
Tampak/Detail

OK

Pengukuran
Pengukuran Ttk
Ttk Kontrol
Kontrol
Vertikal
Vertikal && Horisontal
Horisontal

No

KOREKS
KOREKS
II

Yes

Sketsa/Dokumentasi
Sketsa/Dokumentasi

Yes

Penggambaran
Penggambaran
Peta
Peta Situasi
Situasi

Layout
Layout Sitasi
Sitasi

No

OK
Yes
Penggambaran
Penggambaran
Profil
Profil Memanjang
Memanjang

LAPORAN PENDAHULUAN

Laporan
Laporan
Pengukuran
Pengukuran

SELESAI
SELESAI

Hal 2 - 8

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

2.3.4 Pekerjaan Desain


Seluruh data hasil pekerjaan survei lapangan dianalisis dan dievaluasi di
kantor/ studio, kegiatan ini merupakan pekerjaan desain yang meliputi
pengolahan data secara keseluruhan. Adapun rincian kegiatan yang
akan dilakukan di kantor/studio antara lain:
A. Perencanaan dan Perhitungan
Perencanaan dan perhitungan yang paling utama adalah terhadap
bangunan atas dan bangunan bawah jembatan.
B.

Pembuatan Gambar Rencana


Pembuatan gambar detail dilakukan setelah gambar draft mendapat
persetujuan dari Direksi Teknis.
Menyediakan

Draft

Detail

Rencana

untuk

mendapatkan

persetujuan dari Pengguna Jasa.


Setelah mendapat persetujuan Pengguna Jasa, suatu detail

LAPORAN PENDAHULUAN

Hal 2 - 9

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

perencanaan

lengkap

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

harus

disediakan

penggabungan

perubahannya.
Membuat perencanaan yang presesi dan praktis yang tidak
menyulitkan dalam pelaksanaan konstruksi.
Gambar-gambar rencana disediakan dan dibuat dalam format
yang seragam
Lokasi rencana, memperlihatkan lokasi denah situasi box culvert,
lokasi penempatan tanda-tanda permanen.
Survei rencana pada tiap lokasi jembatan memperlihatkan
elevasi-elevasi rencana, potongan melintang sungai, box culvert,
dan jalan masuk
Gambar-gambar struktur untuk setiap box culvert dengan detaildetail secara rinci untuk identitas tipe, metode konstruksi dan
uraian konstruksi
Seluruh gambar akan disajikan pada skala dan ukuran kertas
yang telah ditetapkan oleh Pengguna Jasa.
C. Penyusunan Estimasi Biaya
Perhitungan volume ini akan meliputi perhitungan volume untuk
pekerjaan-pekerjaan: drainase, pekerjaan tanah, perkerasan jalan,
pekerjaan struktur, pekerjaan lainnya yang diperlukan.
Estimasi biaya untuk tiap item pekerjaan akan diuraikan dengan dasar
analisa harga satuan pekerjaan pada semua bagian pekerjaan yang
ada.
Hasil harga satuan diambil berdasarkan data dari basic price yang
berlaku pada lokasi/wilayah pekerjaan dengan memperhitungkan laju
pertumbuhan harga dan faktor mobilisasi sampai ke lokasi pelaksanaan
konstruksi.
D. Penyiapan Dokumen Lelang
Bentuk dokumen secara umum sudah merupakan standard dokumen
yang berlaku di Direktorat Jenderal Bina Marga dengan penyesuaian
ruang lingkup dan volume pekerjaan berdasarkan desain yang telah
disetujui dan menurut ketentuan syarat-syarat teknis.

LAPORAN PENDAHULUAN

Hal 2 - 10

PEMBUATAN DED JEMBATAN LOK


ALABAN TEMBUS PANGGUNG
KECAMATAN PELAIHARI

LAPORAN PENDAHULUAN

CV. HIKMAH MULIA KONSULTAN

Hal 2 - 11