Anda di halaman 1dari 8

13

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

III.1 Gelombang
Gelombang merupakan gerakan air secara osilasi dengan
permukaan naik turun, mempunyai panjang, tinggi periode,
kecepatan, energi, dan lain-lain. Gelombang timbul akibat
pengaruh dari angin, gempa bumi, gunung api bawah laut,
longsoran, kapal, dan aktivitas manusia lainnya. Sifat gelombang
dengan memindahkan massa air, bergerak dari sumber atau
pusat gelombang ke arah yang lebih jauh, berbeda dengan
getaran walaupun kelihatannya muka air laut naik turun, akan
tetapi getaran tidak terjadi pemindahan massa air, seperti halnya
gelombang. Gelombang bergerak ke suatu tempat dengan
banyak faktor yang mempengaruhi sehingga bantuknya akan
lebih kompleks dan rumit. Sifat gelombang itu sendiri sangat
tergantung pada kecepatan angin sebagai penyebab tenaga
gelombang.
Semakin lama gelombang itu bergerak, semakin besar
gelombang

itu,

hingga

batas

maksimumnya

begitu

pula

kecepatan angin yang tinggi serta besarnya tenaga penggerak


gelombang dan keterbukaan air laut akan memungkinkan

13

panjang gelombang yang besar. Kenampakan dari gelombang


gelombang secara dua dimensi dapat dilihat pada gambar
berikut.

Gambar 2. Bentuk gelombang sinusoidal


Berdasarkan kedalaman laut maka gelombang dapat
dibagi menjadi dua jenis, yaitu :
a) Gelombang Laut Dangkal
Suatu gelombang yang panjangnya jauh lebih besar
pada kedalaman air kecepatan merambatnya dapat dilihat
pada rumus sebagai berikut :
C

g h m / det

Dimana :
g

= gravitasi

= kedalaman air

13

Semakin cepat dan semakin lama angin bertiup maka


panjang dan tinggi gelombang semakin besar. Semakin besar
jarak yang dilalui gelombang tanpa rintangan, maka semakin
panjang gelombang. Gelombang yang akhirnya tiba dipantai
akan timbul gelombang lambat, steepen, break, pengurangan
turbulen dan terpecahnya energi, akibat mendangkalnya
perairan.
b) Gelombang Laut Dalam
Gelombang laut dalam dengan panjang gelombangnya
lebih kecil dari pada kedalaman perairan disebut juga
gelombang pendek. Kecepatan gelombangnya yaitu :
C

gT
2i

dimana : T = periode

Uraian tentang teori gelombang pendek dapat digunakan


teori AIRY untuk gelombang linier dengan bentuk sinusoid.
Berbagai macam pendekatan yang telah dilakukan terhadap teori
tersebut diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

Kecepatan gelombang C = /T = W/K =

Kecepatan gelombang kelompok Cg = (1+1) C=C

Energi gelombang E = 1/8 (pgH2).joule

Tenaga gelombang U = E.C = E

Keterangan :

gh

gh

m / det

13

V = Kecepatan vertical air laut


p = Rapat jenis air laut
C = Kecepatan gelombang

= Panjang gelombang

T = Periode gelombang
W = Frekuensi gelombang
k = Bilangan skala
g = Percepatan gravitasi
h = Kedalaman air laut
H = Tinggi air laut
Cg = Kecepatan gelombang berkelompok
E = Energi gelombang
U = Tinggi gelombang
Gelombang yang tiba dipantai akan pecah dan melepaskan
energi. Dapat mengikis dasar pantai, mengaduk materialmaterial

sedimen

menyebarkan
gelombang

dan

material
tiba

bagiannya, yaitu :

mentransportasikan
sedimen

dipantai

akan

sepanjang

ulang

atau

pantai.

Bila

memperlihatkan

bagian-

13

a) Shoaling wave zone, yaitu zone dangkal gelombang atau


build up.
b) Breaker zone, yaitu zone pecahnya gelombang setelah tiba
di darat.
c) Surf zone, yaitu zona setelah gelombang pecah
d) Back swash, yaitu gelombang (hempasan) dari darat
kembali kelaut.
e) Swssh yaitu gelombang yang tiba didarat.
Gelombang

yang

bergerak

lama

kelamaan

akan

mengalami perubahan ke arah akibat gangguan angin pulau atau


pantai arus, gelombang balik dan lain-lain. Perubahan-perubahan
arah ini dapat berupa refraksi, refleksi dan difraksi.
Refraksi,

gelombang

yang

mendekat

pantai

akan

mengalami pembelokan arah akibat arah gelombang


miring terhadap garis pantai atau gelombang tiba relatif
searah ujung memanjang pulau.
Refleksi, yaitu gelombang yang tiba relatif tegak lurus
terhadap garis pantai atau tiba pada pantai yang cekung
maka gelombang akan terbentuk kembali yang disebut
Refleksi.
Difraksi, yaitu gelombang akan terpisahkan atau energinya
menyebar akibat terhalang oleg barier atau pulau-pulau.

13

Gerakan

pemancaran

arah

dan

energi

disebut

difraksi.Gambar 3.4
Selain gelombang pendek dan gelombang panjang juga
dikenal gelombang Tsumani yang sering menelan korban cukup
banyak. Tsumani bisa juga disebut gelombang laut gempa,
karena penyebab utamanya adalah gempa bumi bawah laut.
Seperti yang terjadi pada waktu Krakatau meletus menimbulkan
Tsumani dengan periode 1 dan 2 jam dan tinggi gelombang
sekitar 31 meter hingga masih dirasakan pengaruhnya dipantai
Amerika Selatan.
III.2 Arus
Ombak yang menjalar menuju pantai membawa massa
air dan momentum dalam arus perjalanan ombak.

Transport

massa dan momentum tersebut menimbulkan arus di dekat


pantai. Di beberapa daerah yang dilintasinya, perilaku arus yang
ditimbulkannya berbeda.
Arus yang tiba di perairan pantai akan bergerak dan
terpisah-pisah sebagian bergerak searah garis pantai (longshore
current) dan sebagian akan dipantulkan kembali searah garis
pantai (rip current)
Pola arus pantai tergantung pada arah datang ombak.
Apabila garis puncak ombak sejajar dengan garis pantai, maka

13

akan terjadi arus dominan di pantai berupa sirkulasi sel dengan


rip current yang menuju ke laut. Kejadian ekstrim lainnya terjadi
apabila ombak pecah dengan membentuk sudut terhadap garis
pantai yang akan menimbulkan arus sejajar pantai di sepanjang
pantai.

Sedang yang biasanya terjadi adalah kombinasi dari

kedua kondisi tersebut.


III.3 Pasang Surut
Pasang surut adalah fluktuasi muka air laut karena
adanya gaya tarik benda-benda langit terutama matahari dan
bulan terhadap massa air laut di bumi.
Bentuk pasang surut diberbagai daerah tidak sama.

Di

suatu daerah dalam satu hari dapat terjadi satu kali atau dua kali
pasang surut.

Secara umum pasang surut diberbagai daerah

dapat dibedakan dalam empat tipe yaitu pasang surut harian


tunggal (diurnal tide).harian ganda (semidiurnal tide) dan dua
jenis campuran.
1. Pasang surut harian ganda (semidjurnal tide)
Dalam satu hari terjadi dua kali air pasang dan dua kali
air surut dengan tinggi yang hampir sama dengan pasang
surut terjadi secara berurutan dan teratur.
surut rata-rata adalah 12 jam 24 menit.
2. Pasang surut harian tunggal (djurnal tide)

Periode pasang

13

Dalam satu hari terjadi satu kali pasang dan satu kali air
surut periode pasang surut adalah 24 jam 50 menit.
3. Pasang surut campuran condong ke harian ganda (mixed tide
preavailing semidjurnal)
Dalam satu hari terjadi 2 kali air pasang dan 2 kali air
surut tetapi tinggi dan periodenya berbeda
4. Pasang surut campuran condong ke harian tunggal (mixed
tide preavailing djurnal)
Pasang surut ini terjadi apabila

dalam satu hari

kedudukan air tinggi dan rendah tidak teratur.