Anda di halaman 1dari 12

Pemeriksaan Radiologis 1-4

1. Foto Polos Abdomen


Ileus merupakan penyakit abdomen akut yang dapat muncul secara
mendadak yang memerlukan tindakan sesegera mungkin. Maka dari itu
pemeriksaan abdomen harus dilakukan secara segera tanpa perlu persiapan.
Pada kasus abdomen akut diperlukan pemeriksaan 3 posisi, yaitu :
- Posisi terlentang (supine): sinar dari arah vertical, dengan proyeksi antero-

posterior (AP)
Duduk atau setengah duduk atau berdiri (erect), bila memungkinkan,

dengan sinar horizontal proyeksi AP


Tiduran miring ke kiri ( left lateral decubitus ), dengan arah horizontal,
proyeksi AP.
Sebaiknya pemotretan dibuat dengan memakai kaset film yang dapat

mencakup seluruh abdomen beserta dindingnya. Perlu dipersiapkan ukuran


kaset dan film ukuran 35x 45cm.
A. Hal hal yang dapat dinilai pada foto foto di atas ialah:
1. Posisi terlentang (supine)
- Dinding abdomen, yang penting yaitu: lemak preperitoneal kanan dan
-

kiri baik atau menghilang.


Garis psoas kanan dan kiri: baik, menghilang atau adanya
pelembungan (bulging).
Batu yang radioopak, kalsifikasi atau benda asing yang radioopak.
Kontur ginjal kanan dan kiri.
Gambaran udara usus :
Normal
Pelebaran lambung, usus halus, kolon
Penyebaran dari usus usus yang melebar
Keadaan dinding usus
Jarak antara dua dinding usus yang berdampingan

Posisi Supine

2. Posisi duduk atau setengah duduk atau tegak ( Erect)


- Gambaran udara bebas di bawah diafragma
- Gambaran udara cairan dalam usus atau di luar usus, misalnya pada
-

abses.
Gambaran cairan di rongga pelvis atau abdomen bawah.

Posisi duduk atau setengah duduk


atau setengah tegak (erect)

3. Posisi tiduran miring ke kiri ( left lateral dekubitus)


- Hampir sama seperti posisi duduk, hany udara bebas letaknya antara
hati

dengan

dinding

abdomen

Gambaran usus normal dari kiri ke kanan merupakan gambaran

LLD, erect dan

supine

B. Hal hal yang dapat dinilai pada foto foto di atas ialah:
1. Posisi terlentang (supine)
Gambaran yang diperoleh yaitu pelebaran usus di proksimal daerah
obstruksi, penebalan dinding usus, gambaran seperti duri ikan (Herring
Bone Appearance). Gambaran ini didapat dari pengumpulan gas dalam
lumen usus yang melebar.

Distensi usus proksimal dari obstruksi

Herring bone appearance

2.

Posisi duduk atau setengah duduk atau tegak ( Erect)


Gambaran radiologis didapatkan adanya air fluid level dan step ladder
appearance.

Air fluid level / step-ledder


appearance

3.

Posisi tiduran miring ke kiri ( left lateral dekubitus)


Gambaran radiologis digunakan untuk melihat air fluid level dan
kemungkinan perforasi usus. Dari air fluid level dapat diduga
gangguan pasase usus. Bila air fluid level pendek berarti ada ileus letak
tinggi, sedangkan jika panjang-panjang kemungkinan gangguan di

kolon. Gambaran yang diperoleh adalah adanya udara bebas infra


diafragma dan air fluid level.

Pada foto polos abdomen, 60-70% dapat dilihat adanya pelebaran usus
dan hanya 40% dapat ditemukan adanya air fluid level. Walaupun
pemeriksaan radiologi hanya sebagai pelengkap saja, pemeriksaan sering
diperlukan pada obstruksi ileus yang sulit atau untuk dapat memperkirakan
keadaan obstruksinya pada masa pra-bedah.

Ileus obstruktif letak tinggi


Pada ileus obstruktif letak tinggi tampak
dilatasi

usus

(sumbatan

di

paling

proksimal
distal

di

sumbatan
iliocecal

junction) dan kolaps usus dibagian distal


sumbatan. Penebalan dinding usus halus
yang terdilatasi memberikan gambaran
herring bone appearance, karena dua
dinding usus halus yang menebal dan
menempel membentuk gambaran vertebra
(dari ikan), dan muskulus yang sirkular
menyerupai kostanya. Tampak gambaran air fluid level yang pendek-pendek yang
berbentuk seperti tangga disebut juga step ladder appearance karena cairan
transudasi berada dalam usus halus yang mengalami distensi.

Ileus Obstruksi Letak Rendah

Pada ileus obstruktif letak rendah tampak dilatasi usus di proksimal sumbatan
(sumbatan di kolon) dan kolaps usus di bagian distal sumbatan. Penebalan dinding
usus halus yang mengalami dilatasi memberikan gambaran herring bone
appearance, karena dua dinding usus halus yang menebal dan menempel membentuk
gambaran vertebra dan muskulus yang sirkuler menyerupai kosta dan gambaran
penebalan usus besar yang juga distensi tampak pada tepi abdomen. Tampak

gambaran air fluid level yang pendek-pendek yang berbentuk seperti tangga
disebut juga step ladder appearance karena cairan transudasi berada dalam usus
halus yang terdistensi dan air fluid level yang panjang-panjang di kolon.

Gambaran khas lainnya pada foto polos abdomen:

Coffee bean shape merupakan gambaran khas


volvulus dari usus (sigmoid) dan juga merupakan
keadaan gawat bedah karena menyebabkan nekrosis
usus dan perforasi (Sudarmo, 2008).
2. Barium Enema
Barium enema adalah sebuah pemeriksaan
radiologi dengan menggunakan kontras positif. Kontras
Coffee bean shape
String of dalam
pearls sign
positif yang biasanya digunakan
pemeriksaan radiologi alat cerna
adalah barium sulfat (BaSO4). Bahan ini adalah suatu garam berwarna putih,
berat dan tidak mudah larut dalam air. Garam tersebut diaduk dengan air
dalam perbandingan tertentu sehingga menjadi suspensi. Suspensi tersebut
diminum oleh pasien pada pemeriksaan esophagus, lambung dan usus halus
atau dimasukkan lewat kliasma pada pemeriksaan kolon (lazim disebut
enema).
Sinar rontgen tidak dapat menembus barium sulfat tersebut, sehingga
menimbulkan bayangan dalam foto rontgen. Setelah pasien meminum
suspensi barium dan air, dengan fluroskopi diikuti kontrasnya sampai masuk

ke dalam lambung, kemudian dibuat foto foto dalam posisi yang di


perlukan. Pemeriksaan radiologi dengan Barium Enema mempunyai
suatu peran terbatas pada pasien dengan obstruksi usus halus. Pengujian
Enema Barium terutama sekali bermanfaat jika suatu obstruksi letak rendah
yang tidak dapat pada pemeriksaan foto polos abdomen.

Barium enema pada ileus obstruktif


3. CT-Scan
Lokasi untuk abdomen bawah daerah yang diambil dari pemeriksaan CTumum dimulai dengan slice pertama di process xiphoid diteruskan ke crista
illiaca. Untuk pelvis daerah yang diambil pada slice pertama dimulai dengan
crista illiaca dan diteruskan ke symphysis pubis. Untuk pemeriksaan abdomen
rutin tebal slice umumnya 10 mm.
Pada pemeriksaan abdomen rutin dengan serial scanning membutuhkan
waktu 1 sekon untuk melihat gerakan peristaltik dan proses respirasi.
CT-Scan berfungsi untuk menentukan diagnosa dini atau obstruksi
strangulate dan menyingkirkan penyebab akut abdomen lain terutama jika klinis
dan temuan radiologis lain tidak jelas. CT-scan juga dapat membedakan
penyebab obstruksi intestinal, seperti adhesi, hernia karena penyebab ekstrinsik
dari neoplasma dan penyakit Chron karena penyebab intrinsik. Obstruksi ditandai
dengan diametes usus halus sekitar 2,5 cm pada bagian proksimal menjadi bagian
yang kolaps dengan diameter sekitar 1 cm.

Ileus obstruktif
Tingkat sensitifitas CT scan sekitar 80-90% sedangkan tingkat
spesifisitasnya sekitar 70-90% untuk mendeteksi adanya obstruksi intestinal.
Temuan berupa zona transisi dengan dilatasi usus proksimal, dekompresi usus
bagian distal, kontras intralumen yang tak dapat melewati bagian obstruksi dan
kolon yang mengandung sedikit cairan dan gas. CT scan juga dapat memberikan
gambaran adanya strangulasi dan obstruksi gelung tertutup. Obstruksi Gelung
tertutup diketahui melalui gambaran dilatasi bentuk U atau bentuk C akibat
distribusi radial vasa mesenteric yang berpusat pada tempat puntiran. Strangulasi
ditandai dengan penebalan dinding usus, intestinal pneumatosis (udara didinding
usus), gas pada vena portal dan kurangnya uptake kontras intravena ke dalam
dinding dari bowel yang affected. CT scan juga digunakan untuk evaluasi
menyeluruh dari abdomen dan pada akhirnya mengetahui etiologi dari obstruksi.
Pada CT-scan abdomen gambaran ileus paralitik yang khas adalah
terdapat pembesaran dari diameter ileus dan tidak didapatkannya bagian yang
kolaps. Selain itu tidak terdapat massa atau adhesi yang menyebabkan obstruksi.
Sehingga dapat menyingkirkan kemungkinan dari ileus obstruktif..

Gambaran ileus paralitik pada CT-Scan

1. Thompson, J. S. (1996). Intestinal Obstruction, Ileus, and Pseudoobstruction.


In R. H. Bell, L. F. Rikkers, & M. W. Mulholland (Eds.), Digestive Tract
Surgery (Vol. 2, p. 1119). Philadelphia: Lippincott-Raven Publisher.
2. Sudarmo, Pulunggono dan Ade Indrawan Irdam. Pemeriksaan Radiografi
Polos Abdomen pada Kasus Gawat Darurat. Majalah Kedokteran Indonesia.
2008; 58:12.
3. Sutton, David. Textbook of Radiology and Imaging. Seventh Edition. Volume
1. 2003.
4. Nobie, B. A. (2009, November 12). Obstruction, Small Bowel. Diunduh pada
tanggal 6 Januari 2016, dari emedicine:
http://emedicine.medscape.com/article/774140-overview