Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
1

Latar Belakang
Rumah sakit adalah institusi yang merupakan bagian integral dari organisasi

kesehatan dan organisasi sosial yang berfungsi menyediakan pelayanan kesehatan


yang lengkap baik secara kuratif dan preventif bagi pasien rawat jalan dan rawat inap
melalui kegiatan medis serta perawatan.Rumah sakit juga merupakan pusat
pendidikan dan latihan tenaga kesehatan dan riset kesehatan.Rumah sakit bertujuan
untuk memberikan pelayanan kesehatan individual dengan menggunakan sumber
daya secara efektif dan efisien guna kepentingan masyarakat.(Soedarmono, S, dkk,
2000).
Rumah sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat
dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu
pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi,dan kehidupan social ekonomi
masyarakat yang tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan
terjangkau oleh masyarakt agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
(Depkes RI, 2009).
Rumahsakitadalahbangunan gedungatau sarana kesehatanyangmemerlukan
perhatian

khususdarisegi

keamanan,

keselamatan,kesehatan,kenyamanandan

kemudahan,dimanaberdasarkanUndang-undangRINomor44
tentangRumahSakitpasal3menyebutkanbahwapengaturan

Tahun2009
penyelenggaraan

RumahSakit bertujuan: (UU RI, 2009)


a.

Mempermudahaksesmasyarakatuntukmendapatkanpelayanankesehata

b.

n.
Memberikan perlindungan terhadap keselamatan pasien, masyarakat,

c.

lingkunganrumahsakit dansumberdayamanusiadi rumahsakit.


Meningkatkanmutudanmempertahankanstandarpelayanan
rumahsakit.

Undang-undangtentangbangunan
menyebutkanbahwabangunan

gedungnomor28tahun

gedungpentingsebagaitempatmanusia

2002juga
melakukan

kegiatan,

maka

perlu

diperhatikan

keamanan,

keselamatan,

kesehatan,kenyamanandankemudahan.(Undang-undang No. 28, 2002)


Pengklasifikasian

rumahsakit

dibedakan

penyelenggaraan

jenis

pelayanan,yangterdiri

darirumahsakitumum(RSU),yaiturumahsakityang
kesehatansemuabidangdan

berdasarkan

jenispenyakitdan

memberikanpelayanan
rumah

sakit

khusus

(RSK),yaiturumahsakityangmemberikanpelayananutamapada
suatubidangatausatujenispenyakit tertentuberdasarkankekhususannya. (Kementerian
RI, 2010)
KlasifikasiRumahSakitUmumadalahpengelompokanRumah
berdasarkan

perbedaan

ketenagaan,

fisik dan

tingkatan

menurut

SakitUmum

kemampuanpelayanankesehatan,

peralatan yang dapat disediakan dan berpengaruh

terhadapbebankerja, yaitu rumahsakit kelasA,B,C dan D. (Kementerian RI, 2010)


1

Rumah Sakit Umum Kelas D adalah rumah sakit umum yang mempunyai
fasilitasdan kemampuan sekurang-kurangnya pelayanan umumdan 2 (dua)

pelayanan medikspesialisdasar.
Rumah Sakit Umum Kelas C adalah rumah sakit umum yang mempunyai
fasilitas dan kemampuan sekurang-kurangnya pelayanan medik4 (empat)

spesialisdasardan4(empat)pelayananpenunjang medik.
Rumah Sakit Umum Kelas B adalah rumah sakit umum yang mempunyai
fasilitas dan kemampuan pelayanan mediksekurang-kurangnya 4 (empat)
spesialisdasar,4 (empat)spesialispenunjangmedik,8 (delapan)spesialis lainnya
dan 2 (dua) subspesialis dasar serta dapat menjadi RS pendidikan apabila

telah memenuhipersyaratandanstandar.
Rumah Sakit Umum Kelas A adalah rumah sakit umum yang mempunyai
fasilitas dan kemampuan pelayanan mediksekurang-kurangnya 4 (empat)
spesialisdasar,5(lima)spesialispenunjangmedik,12

(duabelas)

spesialis

lainnyadan13(tigabelas)subspesialisserta dapatmenjadiRSpendidikan apabila


telah memenuhipersyaratandanstandar.

RSUD Solok adalah rumah sakit bertipe B dimana syarat rumah sakit tipe B
adalah terdapat area pelayanan medik dan perawatan yang meliputi salah satunya
yaitu memiliki instalasi rehabilitasi medik atau fisioterapi. Dari uraian di atas maka
penulis akan menjelaskan tentang instalasi rehabilitasi medik di RSUD Solok.
(Sumbar, Kemenkumham, 2012)
1
2

2 Tujuan Penulisan
Tujuan Umum :
Menjelaskan dan memahami tentang Instalasi Fisioterapi di RSUD Solok.
Tujuan Khusus :
Mengetahui dan memahami secara pasti tentang fisioterapi.
3
1

Manfaat Penulisan
Bagi penulis :
Menambah pengetahuan mengenai fisioterapi dan Instalasi Fisioterapi di

RSUD Solok.
1.3.2

Bagi pembaca :
Karya tulis ilmiah ini dapat memberikan informasi dan wawasan kepada

pembaca tentang segala hal yang dimuat di dalam karya tulis ini, yakni tentang
fisioterapi dan instalasi fisioterapi di RSUD Solok.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi

Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada


individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan
secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik elektroterapeutis dan mekanis),
pelatihan fungsi dan komunikasi. (Unimed Jurnal, 2007)
2.2. Pelayanan Fisioterapis
Fisioterapis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan formal fisioterapi
dan kepadanya diberikan kewenangan tertulis untuk melakukan tindakan fiaiterapi
atas dasar keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. (Unimed Jurnal, 2007)
Pelayanan fisioterapis adalah bentuk pelayanan kesehatan yang di tujukan
kepada individu atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan
gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan
secara menual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis)
pelatihan fungsi dan komunikasi
Fisioterapis membantu pelayanan pada :
1

2
3
4
5
6

Tumbuh kembang anak


- Perkembangan dan pertumbuhan bayi
- Bayi dengan cacat bawaan
- Masa bayi dan balita
- Penyakit infeksi (ISPA)
Fisioterapis kesehatan wanita
- Masalah kesehatan seksual
Fisioterapis kesehatan dan keselamatan kerja
Fisioterapis usia lanjut (Geriatri)
Fisioterapi olahraga
Fisioterapi pelayanan medic
- Nyeri pada panggul atas, bawah, lutut, bahu dan anggota tubuh lainnya,
-

setelah itu di lakukan gips, setelah operasi patah tulang


Pasien dengan tirah baring lama
Setelah serangan stroke

2.3 Sejarah Fisioterapi

Praktek fisioterapi atau terapi fisik sudah dimulai sejak abad 2500 SM di
China berupa akupuntur dan berbagai teknik manual terapi.Penggunaan fisioterapi
juga sudah tercatat dalam "Ayurveda" yang merupakan suatu sistem kedokteran
paling tua dan sampai sekarang masih dipraktekkan dan diakui oleh India sebagai
bagian dari sistem kesehatan negara. Pada kedokteran barat, tercatat pada tahun 460
SM, Hippocrates sudah menggambarkan massage dan hydrotherapy sebagai
alternatif penyembuhan berbagai penyakit. Pada era modern, fisioterapi mulai banyak
dikembangkan pada tahun 1896 di London yang pada mulanya bertujuan untuk
meningkatkan mobilitas penderita yang dirawat inap di rumah sakit untuk menjaga
kekuatan dan fungsi otot. Ilmu fisioterapi kemudian berkembang pesat dan mulai
dilakukan standardisasi layanan dan profesi fisioterapi yang terutama didasarkan pada
ilmu kedokteran modern. Pada tahun 1920 mulai dibentuk perkumpulan ahli
fisioterapi di Inggris yang kemudian diikuti oleh berbagai negara lain. Perkembangan
ilmu dan layanan fisioterapi juga dipengaruhi oleh perang dunia I dan II dimana pada
saat tersebut dan paska perang terdapat peningkatan kebutuhan perawatan dan
rehabilitasi korban perang.(Arovah Novita, 2010)
2.4 Ruang Lingkup Fisioterapi
Fisioterapi merupakan bagian dari ilmu kedokteran yang berupa intervensi
fisik non-farmakologis dengan tujuan utama kuratif dan rehabilitatif gangguan
kesehatan.Fisioterapi atau Terapi Fisik secara bahasa merupakan teknik pengobatan
dengan modalitas fisik (fisika). Beberapa modalitas fisik yang terdapat di pergunakan
antara lain : listrik, suara, panas, dingin, magnet, tenaga gerak dan air. Modalitas fisik
inilah yang kemudian menjadi dasar aplikasi fisioterapi.Sebagai contoh, suhu dapat
dimodifikasi menjadi suhu dingin (coldtherapy) dan suhu panas (thermotherapy) yang
digunakan pada keadaan yang sesuai dengan indikasi terapi tersebut.Secara lengkap
struktur dasar modalitas fisika dalam fisioterapi beserta aplikasinya dapat dilihat pada
gambar 1. (Arovah Novita, 2010)

Gambar 1. Modalitas-modalitas fisika berkaitan dengan aplikasi fisioterapi

Aplikasi fisioterapi dewasa ini terus menerus mengalami perkembangan baik


dari sisis prosedur pelaksanaan maupun alat-alat pendukung.Aplikasi Fisioterapi juga
semakin cenderung mengkombinasikan modalitas-modalitas fisika yang ada.Sebagai
contoh, hydrotherapy dilakukan dengan modifikasi suhu dingin (coldtherapy) dan
panas (thermotherapy). Alat pendukung electrotherapy juga sangat berkembang
menjadi alat pendukung yang canggih yang dipergunakan pada level pusat pelayanan
kesehatan maupun penemuan alat alat yang dapat dipergunakan secara mandiri oleh
penderita, misalnya penggunaan alat TENS (transcutaneous electro nerve
stimulation). Pada cabang fisioterapi non-alat, manual terapi dan exercise therapy
merupakan cabang fisioterapi yang paling berkembang di dunia olahraga. Manual
terapi berkembang untuk melayani kebutuhan pengatasan cedera olahraga maupun
cedera non-olahraga pada komunitas atlet dan non-atlet sedangkan exercise therapy
berkembang mengikuti kemajuan teknik kedokteran preventif-rehabilitatif. (Arovah
Novita, 2010)
2.5 Jenis-Jenis Fisioterapi
Secara garis besar, layanan fisioterapi meliputi layanan fisioterapi
muskuloskeletal, kardiopulmoner dan integumentum. (Pratama Remiza, 2008)
a. Fisioterapi Muskuloskeletal (Orthopaedic)

Fisioterapi muskuloskeletal (orthopaedic) bertujuan untuk mendiagnosis dan


menangani gangguan muskuloskeletal. Beberapa modalitas yang dipergunakan
meliputi exercise therapy (latihan kekuatan, kontrol,fleksibilitas dan ketahanan,
manual therapy, soft tissue massage, cryotherapy, heattherapy, iontophoresis,
phonophoresiss dan electrotherapy. Gangguan musculoskeletal yang dapat terjadi
pada anak secara kongenital (yang terjadi pada proses kelahiran) yang dapat ditangani
dengan fisioterapi antara lain keterlambatan perkembangan, cerebral palsy, distrofi
otot, skoliosis, nyeri dan kelemahan otot tungkai. Cedera neuro-muskuloskeletal akut
sering ditandai dengan tanda-tanda kardinal radang seperti kemerahan (rubor), panas
(kalor), benjolan (tumor), nyeri (dolor), dan penurunan fungsi (function laesa).Dua
kondisi terakhir berupa nyeri dan penurunan fungsi ini dan sering menjadi penyebab
utama seseorang mencari pertolongan medis.Nyeri merupakan pengalaman sensoris
yang

tidak

menyenangkan

yang

berkaitan

dengan

kerusakan

fisiologis

jaringan.Walaupun demikian nyeri dapat pula dicetuskan oleh pengalaman psikologis


yang tidak menyenangkan.Fisioterapi terutama ditujukan untuk mengatasi nyeri yang
disebabkan oleh gangguan fisiologis.Aspek fisiologis yang sering menyertai nyeri
adalah kerusakan jaringan, pengurangan jangkauan gerak (range of motions), radang
(inflamasi),

anoxia/iskemia

(gangguan

aliran

darah)

serta

pembengkakan

(edema).Jangkauan gerak (range of motion /ROM) merupakan istilah yang


dipergunakan untuk menggambarkan jarak dan arah gerak suatu area persendian
dalam tubuh. Penurunan ROM dapat diakibatkan oleh cedera maupun dapat pula
disebabkan oleh proses penuaan. Ketika gangguan persendian sampai pada tahap
kronis (misalnya pada nyeri punggung bawah), pengurangan ROM secara alamiah
dilakukan oleh tubuh untuk mengurangi rasa nyeri, menghindari kerusakan lebih
lanjut, menjaga agar jaringan yang sedang diupayakan penyembuhannya tersebut
tidak mengalami tekanan fisik yang berat yang dimaksudkan untuk mempercepat
proses penyembuhan. Walaupun demikian apabila pengurangan ROM ini berlangsung
dalan jangka waktu yang lama sedangkan proses penyembuhan tidak terjadi secara
sempurna, dapat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadinya kelainan
gerak yang permanen. Oleh karenanya pada kondisi kronis seperti ini fisioterapi

sebaiknya ditujukan agar meminimalkan kelainan gerak, memperbaiki ROM,


mempercepat dan membantu proses penyembuhan, meningkatkan kekuatan dan
kontrol otot, memperbaiki postur dan keseimbangan, meningkatkan kemampuan
untuk aktivitas sehari-hari maupun aktivitas kerja (occupational therapy) serta
memberikan penyuluhan kepada penderita maupun keluarganya tentang kondisi
gangguan serta manfaat fisioterapi. Pada kasus sakit yang kronis, gerakan tidak
normal yang terjadi dalam jangka waktu yang lama akan ikut menyebabkan
terjadinya nyeri. Sebagai contoh: gerakan berulang dapat menyebabkan turunnya
flexibilitas, kekakuan sendi dan atropi otot. Terapi fisik dapat memperbaiki gerakan
dan mengajari penderita bagaimana cara menghindari kerusakan yang lebih parah.
Beberapa keadaan yang dapat diatasi dengan fisioterapi antara lain adalah :
a

Nyeri punggung
Nyeri punggung merupakan gangguan yang sering memerlukan penanganan
fisioterapi. Penyebabnya antara lain: herniasi diskus, scatia, gangguan penurunan
fungsi tulang.

b Nyeri leher.
Nyeri leher yang terjadi dapat berupa whisplash atau syaraf terjepit di tulang
c

leher dapat menyebabkan nyeri leher.


Nyeri lutut.
Nyeri lutut yang terjadi antara lain berupa cedera pada anterior cruciate ligamen
(ACL) yang merupakan cedera lutut pada olahraga yang paling sering terjadi.
d

Cedera pada menisci (cartilage pads) juga sering terjadi.


Radang Sendi (Arthritis)
Radang sendi (arthritis) yang sering terjadi meliputi osteoarthritis dan
rheumatoid arthritis.Kondisi ini sering terjadi di tangan, jari, lutut, dan
pinggang.

e.

Nyeri bahu
Nyeri Bahu yang sering terjadi antara lain meliputi bahu membeku (frozen
shoulder) adalah istilah yang digunakan untuk mengambarkan kaku sendi bahu
yang berakibat berkurangnya keleluasaaan gerak dari bahu tersebut. Pada kasus
yang umum terjadi, kondisi ini bisa berubah, meskipun penanganan sudah
dilakukan untuk beberapa bulan. Cedera pada rotator cuff (otot yang menempel
8

pada tulang lengan atas) dan shoulder impingement syndrome (gejala yang
timbul yang berasal dari tekanan pada rotator cuff tendons) dan subacromial
bursa (cairan yang mengisi kantong yang memisahkan tulang dari sendi bahu)
juga sering terjadi.
b. Fisioterapi Gangguan Kardiopulmoner
Fisioterapi cardiopulmonary menangani masalah kardiopulmoner seperti
asthma, pneumonia jenis Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD), cystic
fibrosis (CF) dan paska infark myocard.Fisioterapi ini dapat dilakukan pada semua
umur.Metode fisioterapi ini sangat baik untuk menangani gangguan fisiologis nonorgan pada sistem kardiopulmoner.Berbagai jenis teknik ini pada rumah sakit sudah
dimasukkan dalam standard pelayanan gangguan sistem kardiopulmoner.
2

Fisioterapi Gangguan Integumen


Jenis fisioterapi ini ditujukan untuk mengatasi gangguan kulit dan organ-organ

lain yang berhubungan.Intervensi terapi meliputi pembersihan luka serta pencegahan


parut.
3

Fisioterapi Neurologi
Fisioterapi neurologi adalah membantu orang-orang yang mengalami kelianan

atau penyakit pada neurologist (saraf), seperti penyakit Alzheimer, cerebral palsy,
cedera/gegar otak, multiple sclerosis, penyakit Parkinson, cedera saraf tulang
belakang dan stroke. Umumnya, kelainan yang terkait dengan kondisi neurologi
berupa gangguan yang terjadi pada penglihatan, keseimbangan, aktivitas dan gerakan
dan berkurangnya kebebasan fungsional tubuh.
4

Fisioterapi Olahraga
Fisioterapi Olahraga bertugas menjaga pemain agar selalu dalam kondisi bagus

sebelum pertandingan. Selain itu juga membuat program rehabilitasi untuk


menangani pemain yang cedera seperti spasme dan lepasnya persendian akibat posisi
yang salah ketika jatuh. Fisioterapi olahraga bertanggung jawab dengan kebugaran
pemain agar pola hidup mereka tidak asal-asalan.Fisioterapis juga menjaga nutrisi

para pemain dan berhubungan dengan pelatih.Caranya dengan memberitahu dia


mengenai kondisi pemain sebelum menjalani pertandingan.
2.6 Alat-alat Fisioterapi
a
b

Inframerah, berfungsi unruk mengurangi kaku sendi dan melemaskan otot


SWD/MWD, berfungsi untuk memperlancar sirkulasi darah, melemaskan otot

c
d

dan mengurangi nyeri


Traksi elektris, berfungsi sebagai relaksasi otot
Elektrikal simulasi, yakni alat terapi dengan menggunakan listrik, dengan
memasang arus listrik pada daerah yang bersangkutan/mengalami nyeri, saraf
yang menghantarkan rasa nyeri menjadi di ubah. Pasien sering merasakan
nyeri berkurang setelah treatment tersebut, berfungsi merangsang saraf dan

e
f
g
h
i

memulihkan fungsi otot


Ultrasonic, berfungsi untuk melemaskan otot dan mengurangi nyeri
Tens, berfungsi untuk mengurangi nyeri
Massage, berfungsi memperlancar sirkulasi darah dan melemaskan otot
Manual terapi, berfungsi melatih dan mengembalikan gerakan
Ice and heat terapi, dingin dan panas di tujukan untuk menghangatkan dan
mendinginkan otot, sebagai catatan modalitas, ini data meningkatkan aliran
darah dan dapat menurunkan pembengkakan, ini mungkin merupakan proses

terpentik dalam proses terapeutik


Biofeedback, yakni menggunakan satu atau beberapa peralatan untuk
meningkatkan satu atau grup yang lemah

2.7 Manfaat Fisioterapi


Beberapa manfaat fisioterapi meliputi : (Rahmadi Agus, 2009)
1. Penderita dapat mengerti aspek-aspek gangguan yang dialaminya secara lebih
menyeluruh.
2. Penderita dapat mempelajari dan mengikuti teknik fisioterapi yang dilakukan
untuk kemudian secara mandiri dapat mengikutinya secara mandiri.
3. Rasa nyeri dapat berkurang.
4. Meningkatkan jangkauan gerak, kekuatan, kontrol, fleksibilitas serta
ketahanan otot.
10

5. Penderita dapat belajar untuk mencegah terjadinya cedera lanjut.

BAB III
PEMBAHASAN

4.1 RSUD Solok


4.1.1Profil RSUD Solok
Nama

: Rumah Sakit Umum Daerah Solok

Kelas

:B

Pemilik

: Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat

Alamat

: Simpang Rumbio Solok

Telp/fax

: (0755) 20827 / (0755) 20003

Email

: rsudsolok@yahoo.co.id

4.1.2 Sejarah RSUD Solok


RSUD Solok diresmikan pada tanggal 7 april 1986 oleh Gubernur Provinsi
Sumatera Barat bapak Ir. Azwar Anas, kemudian ditetapkan sebagai rumah sakit kelas
C sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Provinsi Sumatera Barat No. 36 Tahun
1986 dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 303/Men.Kes/SK/IV1987.

11

Pada tahun 2004 RSUD Solok telah terakreditasi untuk 5 standar pelayanan dan
tahun 2010 RSUD solok telah terakreditasi penuh 12 standar pelayanan. Pada tahun
2011 pada tanggal 21 Februari sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI
No.HK.05/520/2011 Rumah Sakit Umum Daerah Solok ditetapkan menjadi Rumah
Sakit Kelas B.
Pada tahun 2013 Rumah Sakit Umum Daerah Solok ini disahkan sebagai PPK
BLUD tahun 2013, ditetapkan menjadi Rumah Sakit Pendidikan pada tanggal 23 Mei
2013.
1

Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi Fakultas Kedokteran Universitas

2
3

Baiturrahmah Padang.
Aktif pada tanggal 11 Oktober 2014
Bakordik FK Universitas Baiturrahmah-RSUD Solok.

Pelayanan rawat jalan adalah pelayanan pasien untuk observasi, diagnosis,


pengobatan, rehabilitas medik dan pelayanan kesehatan lainnya tanpa menginap di
rumah sakit.Pelayanan rawat jalan adalah salah satu fasilitas yang disediakan oleh
hampir seluruh rumah sakit di Indonesia.
4.2 Visi dan Misi RSUD Solok
1

Visi
Rumah sakit umum

daerah solok sebagai rumah sakit terunggul dalam

pelayanan dan terdepan dalam pendidikan serta penelitian dibidang kesehatan di


Provinsi Sumatra Barat tahun 2020".
4.2.2 Misi:
1

Memberikan pelayanan kesehatan yang prima pada setiap jenis

pelayanan
Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM sesuai standar ketenagaan

rumah sakit
Meningkatkan sarana dan prasarana sesuai dengan standar pelayan

rumah sakit
Meningkatkan kuantitas dan kuliatas peralatan medis dan non medis

sesuai standar perkembangan iptek kedokteran


Mengembangkan sistem informasi manajemen rumah sakit
12

6
7
8

Meningkatkan kualitas manajemen rumah sakit


Menciptakan lingkungan rumah sakit hijau dan asri
Menjadikan rumah sakit bebas polusi dan ramah lingkungan

4.2.3 Tujuan:
Untuk terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu, efisien, efektif,
manusiawi dan mandiri serta berkeadilan.
4.3 Instalasi Fisioterapi RSUD Solok
Rumah Sakit Umum Daerah Solok yang berakreditasi B harus memiliki
fisioterapi yang menurut Keputusan Kementrian Kesehatan Rupublik Indonesia
no.778 Tahun 2008 tentang pedoman pelayanan fisioterapi di sarana kesehatan,
fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau
kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan
fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik,
mekanis, gerak, dan komunikasi. Fisioterapi dapat melatih pasien dengan olah raga
khusus, penguluran dan macam macam teknik dan menggunakan beberapa alat-alat
khusus untuk mengatasi masalah yang dihadapi pasien yang tidak dapat diatasi
dengan latihan-latihan fisioterapi.
Dimensi pelayanan fisioterapi meliputi upaya peningkatan kesehatan,
pencegahan penyakit, penyembuhan dan pemulihan sistem gerak dan fungsi dalam
rentang kehidupan dari praseminasi sampai ajal. Yang terdiri dari upaya upaya :
a

Peningkatan dan pencegahan ( promotif dan preventif), pelayanan


fisioterapi dapat dilakukan pada pusat kebugaran, pusat kesehatan kerja,
sekolah, kantor, pusat panti usia lanjut, pusat olah raga, tempat

kerja/industri dan pada pusat pusat pelayanan umum.


Penyembuhan dan pemulihan ( kuratif dan rehabilitatif), pelayanan
fisioterapi dapat dilakukan pada rumah sakit, rumah perawatan, panti
asuhan, pusat rehabilisasi, tempat praktek, klinik privat, klinik rawat jalan,
puskesmas, rumah tempat tinggal, pusat pendidikan dan penelitian.

13

Berdasarkan

luang

lingkup

fisioterapi

dan

tuntutan

kebutuhan

masyarakat,dibagi menjadi:
a
b
c
d
e
f
g

Fisioterapi kesehatan wanita


Fisioterapi tumbuh kembang anak
Fisioterapi kesehatan dan keselamatan kerja
Fisioterapi usia lanjut
Fisioterapi olah raga
Fisioterapi kesehatan masyarakat
Fisioterapi pelayanan medik : pengembangan fisioterapi pelayanan medik
didasari pada spesifikasi problem kesehatan pasien, seperti fisioterapi
musculoskeletal ( penyembuhan dan pemulihan pada gangguan jantung,
pembuluh darah, dan paru), fisioterapi neuromuskulah ( penyembuhan dan
pemulihan pada gangguan sistem syaraf pusat pusat dan sistem syaraf tepi) ,
fisioterapi integument ( penyembuhan dan pemulihan pada kecantikan fisik
dan kulit).

4.4 Fasilitas Fisioterapi di RSUD Solok


1

Shortwave diathermy (SWD)


Merupakan terapi panas penetrasi dalam dengan menggunakan gelombang

elektromaknetik frekuensi 27,12 MHz, panjang gelombang 11 m. Tujuan


pemberian WSD adalah untuk meperlancar peredaran darah, mengurangi rasa
sakit, mengurangi spasme otot, membantu meningkatkan kelenturan jaringan
lunak, mempercepat penyembuhan radang.
Indikasi :
Kondisi peradangan dan kondisi sehabis trauma (trauma pada muskulo
skeletal), adanya keluhan nyeri pada sistem muskulosketal ( kondisi ketegangan,
pemendekan, perlengketan otot jaringan lunak),persiapan suatu latihan / senam
(untuk ganguan pada sistem peredaran darah).
Kontra indikasi :
Keganasan, kehamilan, kecenderungan

terjadi

perdarahan,

gangguan

sensibilitas, adanya logam didalam tubuh, lokasi yang terserang pembuluh darah
arteri.

14

Gambar 2.Shortwave Diathermy


2

Microwave diathermy (MWD)


Suatu aplikasi terapeutik dengan menggunakan gelombang mikro didadalam

dalam bentuk radiasi elektromagnetik yang akan dikonvensi dalam bentuk dengan
frekuensi 2456 MHz dan 915 MHz dengan panjang gelombang 12,25 arus yang
dipakai adalah arus 50 HZ, penetrasi hanya 3 cm, efektif pada otot.
Indikasi MWD:
Selektif pemanasan otot ( jaringan kolagen), spasme otot ( efektif untuk sendi
inter phelangeal, metacarpal phalangeal, dan pergelangan tangan, rheumatoid artrhitis
dan osteoarthritis), kelainan saraf perifer ( neuralgia neuritis).
Kontra indikasi :
Adanya logam, gangguan pembuluh darah, pakaian yang menyerap keringat,
jaringan yang banyak cairan, gangguan sensibilitas dan diabetes melitus), infeksi
akut, transqualizer (alat pada pasien dengan gangguan kesadaran), sesudah rontgen
(konsentrasi EM berkelebihan), kehamilan, saat menstruasi.

15

Gambar 3.Microwave Diathermy

Ultrasound (US)
Terapai dengan menggunakan gelombang suara tinggi dengan frekuensi 1 atau

3 MHz (>20.000 Hz). Tujuannya adalah untuk mengurangi ketegangan otot,


mengurangi rasa nyeri, memacu proses penyembuhan collagen jaringan (dipilih untuk
jaringan kedalam < dari 5 cm).
Indikasi :
Kondisi peradangan dan traumatik sub akut dan khronik, adanya jaringan
parut (scar tissue) pada kulit, kondisi ketegangan, pemendekatan dan perlengketan
jaringan lunak (otot, tendon, ligament). Kondisi inflamasi khronik, oedem
gangguan sirkulasi darah, contoh kasus yang termasuk indikasi ultrasound :
rheumatoid artritis , osteoarthritis genu, hernia nucleus polposus, low back pain,
spasme cervical, tennis elbow, frozen shoulder.
Konta indikasi US :
Jaringan yang yang lembut ( mata, ovarium, testis, otak ), jaringan yang baru
sembuh, jaringan/granulasi baru, kehamilan, pada daerah yang sirkulasi darahnya
tidak adekuat, tanda-tanda keganasan, infeksi bakteri spesifik.

16

Gambar 4.Ultrasound

Parafin Bath
Pengobatan panas superficial dgn modalitas rendaman hangat parafin.

Tujuannya adalah reliminary terhadap metoda intervensi lain (mobilisasi sendi,


massage), memperlancar peredaran darah, mengurangi rasa sakit, menambah
kelenturan jaringan perifer, lingkup gerak sendi, dipilih untuk tangan dan kaki.
Metode Aplikasi, Metode Deep : mencelupkan kaki/tangan kedalam cairan parafin
bath => terbentuk permukaan parafin padat dan tipis yang meliputi kulit => tarik
kembali => ulang 8-10x => sampai terbentuk sarung tengan tebal (mengisolasi bagian
tubuh terhadap kehilangan panas) => bungkus dengan handuk kering untuk
mempertahankan panas => lama 15-20 menit => setelah itu sarung tangan parafin
dilepas. Metode immersion : mencelupkan tangan/kaki secara terus-menerus kedalam
cairan parafin => terbentuk sarung tangan pada sekitar kulit => lama 20-30 menit =>
lebih efektif meningkatkan temperatur jaringan tapi resiko luka bakar. Metoda
breshing : dengan menggunakan kuas => untuk area yang tidak dijangkau (pinggang,
hip, pada regio yang besar).

Ultraviolet
Ultraviolet adalah pancaran gelombang elektromagnetik. Dengan panjang

gelombang 1800A-4000A, dikelompokan : Far UV => 1800-2900A, daya tembus =>


Gambar 5.Parafin Bath
stratum korneum; Near UV => 2900-4000A, daya tembus => stratum spinosum.
17

Upaya pengobatan modalitas sinar superficial dgn menggunakan sinar ultra violet
gelombang panjang (UV B) atau gelombang pendek (UV A) > UV A (3450-4000A)
tanning (pewarnaan) dengan sedikit eritema kulit, immediate banyak terjadi, tidak
semua orang tampak pada penyinaran 1 jam, hilang dalam beberapa hari > UV B
(2800-3150A): uremik pruritus, eritema kulit, terbakar > UV C (1800-2800 A) >
Struktur kulit dari kulit paling luar ke dalam lapisan dermis : stratum korneum/lapisan
tanduk, stratum lusidum, stratum granulosum, stratum spinosum, stratum basale
(pigmen). Lapisan dermis : pars papilare & pars retikularis; Lapisan subkutis. Tujuan
Pemberian UV untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuh, mempercepat
penyembuhan luka terbuka, penyembuhan penyakit kulit tertentu. Efek lokal :
1

Erytema, adalah kemerah-merahan pada kulit dan merupakan hal pertama


yang dapat diobserfasi sebagai efek penggunaan UV. Eritema dicapai sekitar
24 jam kemudian, eritema merupakan hasil stimulasi reaksi inflamasi oleh
sinar UV. UV dapat menyebabkan iritasi dan perubahan degeneratif pada
jaringan epidermis. Stimulasi tersebut merupakan respon dilatasi kapiler,

arterioler dan eksudasi (pengaliran cairan) pada jaringan.


Pigmentasi merupakan peningkatan pigmen melanin yg dibentuk oleh
melanoblast yang berpindah kelapisan lebih superficial pada epidermis. UV
dapat mempercepat produksi melanin melalui stimulasi produksi enzim

tyrosinase pada melanoblast.


Desquamasi adalah pengelupasan sel-sel kulit mati yang terjadi pada jaringan

kulit.
Pertumbuhan sel-sel epitel adalah peningkatan sebagai bagian dari proses
perbaikan jaringan dimana sel-sel basal berpindah ke sel-sel diepidermis

Efek antibiotik, merupakan efek destruktif akibat radiasi UV terhadap virus,


bakteri dan organisme-organisme kecil pada permukaan kulit Indikasi UV radikal
general => penderita dengan kondisi tubuh rendah (alergi, asmatis, bronchitis), anakanak yang mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan dan aktivitas (anak
premature, Cerebral Palsy) Radiasi lokal => penyakit kulit karena jamur, luka lama
(decubitus), hipopigmentasi (bekas luka terbakar), acne vulvagaris Kontra Indikasi
UV Penyakit yang akut (TBC, paru, dermatitis, exim), penderita yang sedang

18

mendapat radioterapi, penderita alergis terhadap sinar UV, sensitiser (adanya


kemungkinan penderita menjadi sensitive terhadap sinar UV setelah pengobatan
dengan obat-obatan tertentu, misal : sulfa, insuline, thyroid extract, kinine, gold
therapy.Derajat Eritema UV :
a. Derajat I : MED (Minimal Erytema Dosage), dosis UV yang dalam beberapa jam
menyebabkan eritema minimal, dimana untuk menentukan dosis terapi, periode
laten 6-8 jam, hilang 24-36 jam, iritasi berkurang & pengelupasan kulit berkurang
b. Derajat II : 2,5 MED, periode laten 4-6 jam, menghilang 48-96 jam, sedikit iritasi
dan pengelupasan kulit.
c. Derajat III : 5 MED, periode laten 3-4 jam, menghilang 6-10 hari, panas, nyeri,
oedem, pengelupasan kulit, mirip luka bakar, pigmentasi menambah
d. Derajat IV : 10 MED, periode laten 2 jam, menetap selama beberapa hari, hilang
sampai 2 minggu
Prosedur penggunaan UV.
Dosis :
1

Untuk radiasi general =>dosis : sub erytema, pengulangan 1x1 hari, 1 seri

12 kali.
Untuk radiasi lokal =>dosis E II pengulangan 3 hari 1 kali, E III
pengulangan 3 minggu 1 kali, E IV pengulangan 2 minggu 1kali.

Teknik aplikasi Sebelum terapi dilakukan tes MED (Minimal Erytema Dosage).
Posisikan pasien senyaman mungkin, tutup semua bagian kecuali area yang akan di
tes, bersihkan dulu dengan alkohol. Area yang akan diterapi diberi karbon hitam yang
ada lobangnya, area lain ditutup rapat, untuk terapis pakai kacamata. Timer dalam
detik, alat tegak lurus pada kulit, jarak lampu dari kulit 60-90 cm.
6

Infra Red
Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang

dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio.Namanya
berarti "bawah merah" (dari bahasa Latin infra, "bawah"), merah merupakan warna
dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang. Radiasi inframerah memiliki
jangkauan tiga "order" dan memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm.
Inframerah ditemukan secara tidak sengaja oleh Raden mas Pursito, astronom

19

kerajaan Inggris ketika ia sedang mengadakan penelitian mencari bahan penyaring


optik yang akan digunakan untuk mengurangi kecerahan gambar matahari dalam tata
surya teleskop.
Manfaat Infrared bagi kesehatan :
1. Mengaktifkan molekul air dalam tubuh. Hal ini disebabkan karena inframerah
mempunyai getaran yang sama dengan molekul air. Sehingga, ketika molekul
tersebut pecah maka akan terbentuk molekul tunggalyang dapat meningkatkan
cairan tubuh.
2. Meningkatkan sirkulasi mikro. Bergetarnya molekul air dan pengaruh inframerah
akan menghasilkan panas yang menyebabkan pembuluh kapiler membesar, dan
meningkatkan temperatur kulit, memperbaiki sirkulasi darah dan mengurangi
tekanan jantung.
3. Meningkatkan metabolisme tubuh. jika sirkulasi mikro dalam tubuh meningkat,
racun dapat dibuang dari tubuh kita melalui metabolisme. Hal ini dapat
mengurangi beban liver dan ginjal.
4. Mengembangkan pH dalam tubuh. Sinar inframerah dapat membersihkan darah,
memperbaiki tekstur kulit dan mencegah rematik karena asam urat yang tinggi.

Gambar 6.Infra Red


20

4.5 AlurPelayananPasien Instalasi RSUD Solok


1

Bagipasienumum.

Setelahmendapat

surat

rujukandari

pasienmendaftardiloketpendaftarandanmembayar

dokter,
karcis,

lalulangsungmenujuklinikfisioterapi. Selesai mendapatkantindakan,pasien


akanmendapatkuitansitindakan
fisioterapisementaradaripetugasfisioterapi,setelahitu

pasien

menujukasiruntuk melakukan pembayaran.Selain itu pasien umum


jugadapat langsungmenujuklinik fisioterapitanpaharus mendapat rujukan
2

dari dokter terlebih dahulu.


BagipasienASKES.Untukkedatanganpertamapasien
mengambilSuratJaminanPelayanan(SJP)daripihakasuransi

diloket

pendaftaranASKES,SJPtersebutberlakuuntuksatukali
paketyangmanasatukalipaket terdiridariempat penggunaan alat. Setelah itu
pasien menuju klinik

fisioterapi dengan membawasuratrujukandanSJP

tersebut.Selesaimendapatkan

tindakan,

pasiendanpetugasfisioterapimenandatanganiSJP
sebagaibuktipenggunaanalat,SJP tersebutkemudiandisimpan olehpetugas
fisioterapiuntukdigunakanpadakedatangan
Danuntukkedatanganberikutnyapasien hanya melakukan

berikutnya.
registrasi

di

loket pendaftaran fisioterapi dan langsung menuju klinik fisioterapi.


4.6 Pelaporan Ruangan Fisioterapi
1
2
3
4
5

Laporan kunjungan rawat jalan bulanan


Laporan menurut asal daerah penderita
Laporan pemakaian tindakan bulanan
Laporan data pelayanan rawat jalan PBI
Laporan kegiatan rujukan

4.7 Tata Ruang Fisioterapi


21

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Ruang tunggu pasien


Ruang administrasi dan pendapatan
Ruang pemeriksaan dokter
Ruang pemeriksaan fisioterapi
Ruang tindakan fisioterapi
Ruang gymnasium
Ruang logistik
Kamar mandi dokter
Kamar mandi petugas
Kamar mandi pasien
Ruang petugas
Ruang hydrotherapy

BAB IV
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Rumahsakitmerupakan institusipelayanankesehatanbagi masyarakat dengan
karakteristiktersendiri

yangdipengaruhi

kesehatan,kemajuanteknologi,dan

olehperkembanganilmupengetahuan

kehidupansosialekonomimasyarakatyang

tetap

22

mampu meningkatkan pelayananyanglebihbermutudan terjangkauoleh masyarakt


agar terwujudderajatkesehatanyangsetinggi-tingginya.RSUD Solok adalah rumah
sakit pemerintah yang telah disahkan menjadi rumah sakit kelas B sejak tahun 2011.
Salah satu syarat untuk menjadi rumah sakit kelas B adalah adanya instalasi
rehabilitasi medik di rumah sakit tersebut dan RSUD Solok telah memenuhi syarat
tersebut dengan menyediakan bermacam-macam alat fisioterapi, beberapa fisioterapis
dan sumber daya menausia yang berperan di dalam menjalankan fungsi instalasi
tersebut.
5.2. Saran
Pelayanan instalasi fisioterapi di RSUD Solok diharapkan untuk lebih
ditingkatkan lagi melalui perbaharuan alat-alat dan fasilitas fisioterapi yang lebih
mutakhir agar dapat mencapai kualitas pelayanan yang lebih baik sesuai dengan visi
RSUD Solok.

DAFTAR PUSTAKA
Arova, Novita. 2010. Modalitas Fisioterapi.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/Buku%20Ajar%20Kuliah
%20Fisioterapi.pdfdiunduh tanggal 26Januari 2016 pukul 19.00 WIB
Depkes RI. 2008. Tentang Pengertian Rumah Sakit. Bakti Bina Husada.
Jurnal Unimed. 2005. Pengertian Fisioterapi dan fisioterapis.

23

http://digilib.unimed.ac.id/public/UNIMED-Journal-21301-Serta%20Ulina
%20Ginting.pdf diunduh tanggal 27Januari 2016 pukul 19.08 WIB
Kementrian Kesehatan RI. 2010. Pusat Prasarana dan Peralatan Kesehatan.
http://www.academia.edu/5611866/6._Pedoman_Teknis_Sarpras_RS_Kelas_
B. Jakarta diunduh tanggal 29Januari 2016 pukul 14.55 WIB
Perda. 2012. Organisasi dan Tata Kerja RSUD Solok
.http://sumbar.kemenkumham.go.id/attachments/article/362/06PERDA
%20%20RSUD%20solok.pdf diunduh tanggal 01 Februari 2016 pukul 19.30
WIB
Pratama, Remiza. 2008. Pembahasan Fisoterapi dan Manfaatnya.
http://remizapratama.scribd.com/. Diunduh tanggal 01 Februari 2016 pukul
20.50 WIB
Rahmadi, Agus. 2009. Manfaat Fisioterapi.
http://ifi.or.id/upload/file/GUDIE_LINE_SPO_FISIOTERAPI.pdf.
tanggal 02 Februari 2016 pukul 14.00 WIB

Diunduh

Soedarmono, S, Dkk. 2000. Tentang Rumah Sakit. Jakarta : Pustaka Sinar


Harapan
Undang-Undang Nomor 2008 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

24