Anda di halaman 1dari 11

ISOMETRI

DEFINISI
Suatu refleksi pada garis s adalah suatu fungsi M yang didefinisikan untuk setiap titik P
pada bidang sebagai berikut.

Untuk menyatakan refleksi garis s akan digunakan symbol Ms. Garis s disebut sumbu
refleksi. Mengingat refleksi garis bagian penting dalam geometri , apakah fungsi juga merupakan
transformasi. Untuk mengetahuinya, perlu dijawab tiga pertanyaan tentang garis refleksi Ms ,
yaitu :
1 1. apakah domainnya terdiri atas semua titik pada bidang ?
2 2. apakah setiap titik bidang pada bidang merupakan peta ( bayangan ) beberapa titik oleh fungsi
Ms ?
3.apakah fungsi satu satu, yaitu titik titik yang berbeda dipetakan onto ke bayangan ( peta )
yang berbeda ?
Jelas bahwa setiap titik dalam bidang terletak pada s atau titik pada s. Karena kita
mempunyai aturan dalam fungsi M untuk mendapatkan peta ( bayangan ) untuk semua titik,
maka domainnya pasti termasuk semua titik pada bidang.

Hal ini memperlihatkan bahwa P adalah peta ( bayangan ) dari beberapa titik , berarti kita
bisa menyimpulkan bahwa Ms adalah pemetaan dari bidang onto bidang. Untuk memperlihatkan
Ms fungsi satu satu akan dilakukan bukti tak langsung da mengandaikan ada titik R dan S yang
berbeda sedemikian hingga:

maka s adalah garis bagi yang tegak lurus dari RK dan SK, hal ini tidak mungkin. Sebab,
tidak ada satu garis yang dapat menjadi garis bagi tegak lurus dari dua segmen berbeda yang titik ujung
segmen itu sama.

Hal ini bertentangan dengan asumsi bahwa R dan S dua titik berbeda,. Jadi , tidak ada
titik titik berbeda yang dipetakan onto ke titik yang sama. Akibatnya, Msadalah pemetaan satu
satu. Ini berarti membuktikan teorema berikut :
TEOREMA 1.1
Setiap refleksi garis adalah transformasi. Sifat yang utama dari refleksi garis
adalah mempertahankan jarak. Maksudnya, dalam refleksi garis, bayangan dari dua titik berbeda
dipisahkan pada jarak yang sama seperti titik titik asalnya. Selanjutnya, suatu transformasi
yang mempunyai sifat mempertahankan jarak disebut suatu isometri.
DEFINISI
Suatu transformasi T adalah isometri jika dan hanya jika untuk setiap pasangan titik
titik P dan Q,

Bukti ,
Pembuktiannya menggunakan koordinat geometri. Kita ingat bahwa sautu sistem
koordinat dapat dibentuk dengan menggunakan sepasang garis tegak lurus dalam satuan panjang,
serta menetapkan sumbu x dan y positif, kita bebas memilih sumbu mana yang akan dijadikan
sumbu refleksi. Dalam hal ini, dipilih sumbu x sebagai garis s nya, sedangkan sumbu y menjadi
garis tegak lurus s.

SIFAT SIFAT PENJUMLAHAN ISOMETRIS


Seperti dijelaskan terdahulu, refkeksi garis mempunyai sifat sifat dasar, yaitu :
1. 1. Pemetaan satu satu dari bidang onto bidang
2. 2. mempertahankan jarak
Sifat sifat di atas telah kita ketahui gambarannya tentang bayangan ( peta ) tidak satu per
satu melalui suatu transformasi. Bagaimana halnya dengan transformasi sekelompok titik ?
Misalnya, apa yang terjadi dengan transformasi suatu segitiga oleh refleksi sumbu y ? Seperti
yang sudah dibicarakan sebelumnya tentang notasi transformasi suatu titik, maka notasi itu dapat
kita perluas pula untuk menyatakan transformasi dan fungsi sekelompok titik.

1.Pencerminan garis memetakan garis lurus onto garis lurus


2.Pencerminan garis mempertahankan ukuran sudut antara garis garis
3.Pencerminan garis mempertahankan kesejajaran dan ketegaklurusan garis garis
Contoh bahwa garis mempertahankan kesejajaran, jika dua garis sejajar, mmaka bayangan
( Peta ) juga sejajar.
Menurut definisi , suatu isometric adalah pemetaan satu satu yang
mempertahankan jarak dari bidang onto bidang. Sifat sifat 3, 4, 5 dapat dibuktikan untuk suatu
issometri. Karena refleksi garis tidak hanya sifat 3,4, dan 5, generalisasi yang lebih luas, yaitu
mengansumsikan bahwa suatu T hanya mempunyai sifat mempertahankan jarak. Apabila,
selanjutkan ditunjukkan bahwa T mempunyai sifat sifat itu, maka kita telah membuktikan
bahwa setiap isometri mempunyai sifat sifat itu juga. Karena pencerminan garis adalah
isometric., maka sifat sifat berlaku secara khusus pada refleksi garis.
Logika pembuktian seperti di atas akan menolong kita ketika menguji suatu jenis transformasi
yang baru, sehingga cukuplah ditunjukkan bahwa pemetaannya mempertahankan jarak , yaitu :

yang memetakan garis onto garis


yang mempertahankan ukuran sudut, kesejajaran , dan ketegaklurusan
Karena preservasi ukuran sudut, kesejajaran, dan ketegaklurusan antargaris bergantung
pada fakta bahwa bayangan ( peta ) suatu garis pastilah garis, maka kita mulai dengan
pembuktian isometric memetakkan garis onto garis.

COROLLARY
Bayangan dua garis oelh suatu isometric adalah tegak lurus jika dan hanya jika garis garis
semula itu tegak lurus.
TEOREMA
Bayangan ( peta ) dua garis oleh suatu isometric adalah sejajar jika dan hanya jika garis garis
semula itu sejajar.

ISOMETRI YANG LANGSUNGDAN BERLAWANAN


Menurut pembicaraan dalam sub bab terdahulu, ismoetri memiliki sifat mempertahankan
ukuran panjang antara segmen segmen dan ukuran sudut antarsegmen, seolah olah kita
memiliki alat pengerak/ pemindah yang membawa suatu objek tanpa merussak apalagi
mengubah bentuk objek tersebut.
Pada dasarnya , terdapat dua jenis isometric. Pertama , yang memindahkan bangun
geometri langsung dari satu posisi ke posisi lain. Kedua, yang memindahkan suatu bangun
dengan memutar bangun tersebut.

Sejauh ini, perbedaan mendasar antarisometri mungkin belum jelas. Karena itu, berikut
ini akan diberikan gambaran secara matematis yang lebih tepat lagi tentang isometric. Pertama
akan dikenalkan pad aide tentang orientasi suatu urutan tiga titik yang tak segaris.
Jika ( P1P2P3) adalah tiga titik berurutan yang tak segaris, maka dengan tepat ada sebuah
lingkaran b yang melalui P1P2 dan P3. Dimulai dari P1, kita dapat bergerak melingkari b sehingga
bertemu P2 dan selanjutnya P3 dan akhirnya kembali P1. Jika arah keliling ini titik ( P1P2P3)
memiliki orientasi yang sesuai dengan arah putaran jarum jam. Apabila arah keliling itu
berlawanan dengan arah putaran jarum jam, maka dikatakan bahwa tiga titik ( P1P2P3) memiliki
orientasi yang berlawanan dengan arah jarum jam.
Suatu transformasi membalikkan orientasi jika untuk setiap tiga titik yang tidak segaris
orientasinya tidak sama dengan orientasi peta petanya. Suatu pemetaan disebut pemetaan itu
membalikkan orientasi.
POSTULAT
Setiap refleksi garis adalah suatu ismometri berlawanan satu dari isometric adalah jika isometric
itu membalikkan sebuah tiga titik berurutan, maka isometric itu membalikkan setiap tiga titik,
dan jika isometric itu mengawetkan sebuah orientasi tiga buah titik, maka isometric itu
mengawetkan setiap orientasi tiga titik.
LATIHAN SOAL DAN PEMBAHASAN