Anda di halaman 1dari 5

Bismillahirrohmannirrohiim,

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah Subhaanahu wa taala, marilah


kita bahas tentang tahap-tahap kehidupan manusia sesuai yang
diberitakan dalam Al Quran. Dapat disimpulkan bahwa ada 5 tahapan
kehidupan manusia
#1 ALAM RUH
Dikisahkan bahwa Allah menciptakan ruh (QS 38 Shaad : 7172) sebelum manusia terbentuk jasadnya. Bisa dibayangkan betapa
banyak ruh yang diciptakan Allah sebelum ditiupkan kedalam jasad
manusia. Sesungguhnya kita, manusia, tidak memiliki pengetahuan
tentang ruh (QS 17 Al Israa : 85), sedikit sekali yang kita ketahui
tentang ruh ini. Setelah penciptaan ruh, maka manusia mengalami suatu
masa di mana ia merupakan sesuatu yang tidak dapat disebut (QS 76 Al
Insaan : 1)
#2 ALAM JANIN
Manusia mulai terbentuk secara fisik dalam rahim seorang ibu yang
dikatakan berasal dari air mani dan disimpan dalam tempat yang kokoh
(rahim) (QS 32 As Sajdah : 7-8, QS 23 Al Muminuun : 12-13) . Janin
mengalami proses perkembangan dalam rahim (QS 23 Al Muminuun :
14) dan dibentuk sesuai dengan kehendak Allah (QS 3 Ali Imran :
6) dan disempurnakanNya tubuh manusia ini (QS 82 Al Infithaar : 7-8).
Setelah terbentuk, barulah Allah meniupkan ruh kedalam janin (QS 32
As Sajdah : 9)
#3 ALAM DUNIA
Setelah sekitar 9 bulan berada dalam rahim seorang ibu, maka lahirlah
manusia ke alam dunia dalam keadaan polos dan suci tanpa membawa
apapun. Setelah lahir manusia akan lebih mengenal fenomena kehidupan
dunia, dan lalai tentang pengetahuan tentang kehidupan akhirat (QS 30
Ar Ruum : 6-7)
Kehidupan manusia di alam dunia pada hakekatnya merupakan ujian-ujian
seumur hidupnya untuk menentukan tempatnya di akhirat kelak (QS 6
Al Anaam : 165). Manusia ditugaskan Allah untuk menjadi khalifah di

muka bumi(QS 2 Al Baqarah : 30, QS 75 Faathir :39, QS 38


Shaad : 26). Dan ia diperintahkan untuk beriman dan menyembah
kepada Allah dan melakukan amal maruf dan mencegah kemunkaran (QS
3 Ali Imran : 110, QS 51 Adz Dzariyaat : 56) . Penciptaan manusia
untuk hidup di dunia bukanlah suatu yang main-main, melainkan setiap
manusia akan dimintakan pertanggungan jawabnya bagaimana ia
menjalani ujian-ujian tentang apa yang telah dilakukannya selama
hidup. (QS 23 Al Muminuun : 115)
Seburuk-buruknya manusia ialah mereka yang kafir dan akan mendapat
tempat di neraka jahanam, sedangkan orang-orang yang beriman kepada
Allah dan melakukan perbuatan-perbuatan baik di dunia sesuai Al Quran
merupakan sebaik-baiknya manusia dan in syaa Allah mendapat tempat
di syurga kelak (QS 98 Al Bayyinah : 6-8)
Kehidupan manusia di dunia amatlah singkat, 1 hari di sisi Allah sama
dengan 1.000 tahun di bumi: Allah bertanya: Berapa tahunkah lamanya
kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab :Kami tinggal (di bumi) sehari
atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-prang yang
menghitung Allah berfirman: Kamu tinggal (di bumi) melainkan
sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui (QS 23 Al
Muminuun : 112-114)
Kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa waktu yang diberikan Allah
untuk hidup di dunia hanyalah sebentar. Dan celakanya, waktu yang
sedikit digunakan untuk ingkar kepada Allah dengan berfoya-foya
menikmati dunia dan melakukan berbagai kemaksiatan. Sungguhlah
mereka berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman kepada
Allah, melakukan amal saleh dan saling menasihati tentang kebenaran
dan menetapkan kesabaran (QS 103 Al Ashr : 1-3).
Sampailah saatnya manusia akan menemui ajal. Hanya Allah yang tahu
kapan kita akan menemui ajal yang tidak bisa ditunda atau dimajukan
sedikitpun. Ajal itu pasti datangnya, akan tetapi kita tidak tahu kapan
datangnya, di mana dan bagaimana kita akan menemui ajal. Ajal tetap
merupakan misteri bagi kita (QS 35 Faathir : 11, QS 31 Luqman : 34,
QS 4 An Nisaa : 78, QS 10 Yunus : 49)
#4 - ALAM KUBUR/BARZAH

Barzah berarti sesuatu yang terletak di antara dua kondisi atau barang.
Dalam konteks kehidupan manusia, maka alam barzah adalah antara
alam dunia dan alam akhirat. Ini adalah suatu alam yang dialami manusia
mulai dari saat ia menemui ajal sampai datangnya hari kiamat atau hari
akhir (yaumil qiyamah atau yaumil akhir) (QS 30 Ar Ruum : 55-57, QS
2- - Thaahaa : 100-104)
Alam barzah in digambarkan sebagai suatu kehidupan baru yang
merupakan dinding pemisah antara alam dunia dan alam akhirat. (QS 23
Al Muminuun : 99-100)
Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, berbuat dusta terhadap
Allah dan sombong akan langsung dihukum pada waktu sakratul maut,
tidak lagi menunggu azab kubur atau peradilan akhirat. Malaikat maut
akan mengambil nyawa mereka dengan kasar sambil memukul-mukul
muka dan punggung para pendusta ayat Allah itu (QS 47 Muhammad :
27 28, QS 6 Al Anaam : 93)
Risalah tentang dasar-dasar pemikiran tentang ada atau tidaknya alam
barzah
menurut
Al-Quran
dapat
di
dilihat
lebih
terinci
dihttp://rumaysho.com/aqidah/pembicaraan-siksa-kubur-dalam-al-quran290
#5 - ALAM AKHIRAT
Kehidupan di alam akhirat didahului dengan peristiwa kiamat, di mana
malaikat meniup sangkakala membangunkan para arwah yang sedang
tidur dalam alam khubur diikuti satu kali teriakan. Semua terbangun dan
bergegas ke padang masyhar untuk dihisab keimanan, perbuatan baik
dan buruk yang dilakukan selama berada di alam dunia. Semua manusia
yang dibangkitkan kembali dikumpulkan di padang mahsyar. Pada saat itu
sudah ada yang celaka dan ada pula yang berbahagia. (QS 36 Yaasiin :
51-54, QS 11 Huud : 103-105)
Orang-orang yang mulia telah telah diberikan ketetapan yang baik dari
Allah, mereka itu dijauhkan dari neraka dan tidak mendengar sedikitpun
suara api neraka. Mereka juga tidak disusahkan oleh kedahsyatan yang
besar yang terjadi pada hari kiamat, dan mereka disambut oleh para
malaikat dengan ucapan: Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu
(QS 21 Al Anbiyaa : 101-104)

Suasana dan keadaan golongan manusia di hari akhirat pada umumnya


berada dalam kepanikan yang amat sangat, tidak ada yang bisa saling
tolong menolong. Ada yang bergembira dan ada yang bermuka masam,
tergantung dari amalannya di dunia. (QS 80 Abasa : 33-42)
Orang-orang yang selama di alam dunia mengingkari adanya hari
kebangkitan dan pertemuannya dengan Allah di hari kiamat akan
menyesal dan akan menerima azab dengan memikul dosa-dosa yang
telah dilakukannya. (QS 6 Al Anaam : 30-31)
Setiap manusia akan diadili dalam pengadilan akhirat di mana kita akan
membela diri sendiri saat diminta pertanggung-jawaban atas perbuatan
kita di dunia, tidak ada orang lain yang bisa menggantikan kita atau
membela kita dalam peradilan akhirat yang Maha Adil . (QS 16 An Nahl :
111, QS 19 Maryam : 80, QS 2 Al Baqarah : 123)
Dipastikan manusia diminta pertanggungan-jawabnya berdasarkan apa
yang dikerjakannya dan dengan segala argumentasi dan alasan-alasan
pembenaran perbuatannya. Tangan dan kaki ikut menjadi saksi atas
perbuatan-perbuatan kita di dunia, sedangkan mulut mereka ditutup.
Bahkan semua anggota tubuh termasuk kulit ikut menjadi saksi atas
perbuatan-perbuatan manusia di dunia.(QS 75 Al Qiyaamah : 13-15,
QS 24 An Nuur : 24, QS 36 Yaasiin : 65, QS 41 Fushshilat : 19-22)
Nasib manusia setelah dijatuhkan vonis bermacam-macam. Orang kafir
dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. Sehingga apabila
mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah
kepada mereka penjaga-penjaganya: Apakah belum pernah datang
kepadamu rasul-rasul di antaramu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu
dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan dengan hari ini?
Mereka menjawab: Benar (telah datang). Tetapi telah pasti berlaku
ketetapan azab terhadap orang-orang kafir
Lalu dikatakan (kepada orang-orang kafir itu): Masukilah pintu-pintu
neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di dalamnya. Maka neraka
jahannam inilah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang
menyombongkan diri.
Sebaliknya, orang-orang yang bertaqwa kepada Tuhannya dibawa
kedalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka

sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah


kepada mereka penjaga-penjaganya: Kesejahteraan (dilimpahkan)
atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu
kekal di dalamnya
Para mutaqien itupun berkata: Segala puji bagi Allah yang telah
memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah (memberi) kepada kami
tempat ini sedang kami (diperkenankan) menempati tempat dalam surga
di mana saja yang kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baik tempat
bagi orang-orang yang beramal (QS 39 AZ Zumar : 71-74)
Kesimpulan kajian Al Quran: Allah menetapkan keberadaan manusia
melalui tahap-tahap kehidupan. Mulai dari penciptaan ruh, diikuti
penciptaan jasad dalam janin sehingga ditiupkan ruh ke dalamnya dan
dilahirkan ke dunia. Keberadaan manusia di atas bumi merupakan
ketetapan Allah. Manusia mempunyai misi untuk menjadi khalifah di muka
bumi, menjaga ciptaan Allah, berbuat kebaikan dan menjauhi
kemungkaran, mengikuti perintah Allah dan menjauhi laranganNya.
Kehidupan manusia di bumi sangat singkat dan merupakan gelanggang
ujian untuk menentukan tempatnya di akhirat. Akhirat merupakan
kehidupan manusia yang final dan abadi, bahagia di surga atau sengsara
di neraka.
Semoga bermanfaat.
Wasallam, Mimuk Bambang Irawan
Jakarta, 15 Maret 2015
Dari Pengajian Kelompok-5 Jakasampurna
Narasumber: Ustadz Amiin