Anda di halaman 1dari 10

Penyakit Cacar

Penyakit cacar dalam bahasa medis disebut variola, sedangkan dalam


bahasa Inggris disebut small pox. Penyakit yang disebabkan oleh virus
poks (pox virus) ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu dan sangat mudah
menular.
Gejala yang terjadi bagi yang terinfeksi adalah demam, dan muncul
gelembung-gelembung berisi nanah secara serentak di kulit daerah wajah,
tangan, kaki, dan akhirnya seluruh tubuh. Penyakit ini kerap berakibat
fatal, terutama bila mengenai bayi atau lanjut usia. Bagi yang bisa
sembuh pun, akan memberikan bekas di kulit berupa bopeng-bopeng.
Untungnya, penyakit ini sudah tidak ada lagi dunia. Di abad 19, seluruh
dunia berupaya memberantas penyakit ini dengan imunisasi. Di wilayah
Indonesia, imunisasi cacar telah dilakukan sejak tahun 1856, oleh
Pemerintahan Hindia - Belanda. Setelah proses yang panjang dan penuh
kerja keras, akhirnya penyakit ini tidak ditemukan lagi di Indonesia
sejak tahun 1974 dan selanjutnya WHO menetapkan Indonesia bebas dari cacar. Berkat
kerjasama seluruh dunia, akhirnya tahun 1980 pun dunia dinyatakan sudah
bebas dari penyakit cacar.
Seiring dengan musnahnya penyakit cacar ini, akhirnya sejak saat itu
tidak lagi diperlukan vaksinasi cacar. Berita dan pembahasannya pun
makin lama makin menghilang. Tak heran, akhirnya ada juga sebagian orang
awam yang tidak pernah mendengar dan asing dengan penyakit cacar ini.
Macam-macam cacar
1. Cacar Air
Cacar air, walaupun namanya mirip dengan cacar, merupakan penyakit yang berbeda. Cacar air,
dalam bahasa medisnya disebut 'varisela', dan dalam bahasa Inggris dinamai chicken pox.
Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bernama virus varisela-zoster. Serupa dengan cacar,
gejala yang muncul sama-sama ada demam. Akan tetapi perbedaan terdapat pada gelembung
yang muncul kecil-kecil dan tidak serentak, yang dimulai dari bagian tubuh penderita lalu
menjalar keanggota tubuh lainnya. Secara umum,penyakit cacar air ini jauh lebih ringan dan
tidak seberbahaya penyakit cacar.
Vaksinasi penyakit ini sesungguhnya sudah ada cukup lama, namun hingga kini belum banyak
dilakukan di Indonesia. Vaksinasi cacar air sampai
hari ini belum menjadi bagian dari program imunisasi dasar yang
diwajibkan, mengingat biayanya yang masih mahal sehingga tidak semua
orang mampu menjangkaunya. Saat ini pemberian imunisasi cacar air dilakukan bagi anak usia
10 tahun ke atas, bila memang
belum terkena cacar air. Namun jika dikehendaki dan memang mampu, vaksin sudah boleh
diberikan setelah usia 1 tahun, dan diulang 10 tahun
kemudian untuk melindunginya saat dewasa.

2. Cacar Ular
Walaupun namanya cacar ular, penyakit ini tidak disebabkan oleh ular. Cacar ular adalah nama
awam untuk penyakit Herpes Zoster. Penyakit ini merupakan bentuk reaktivasi penyakit cacar air
(varisela) yang pernah
diderita seseorang sebelumnya.
Perlu diketahui, bila seseorang terkena infeksi virus varisela-zoster
untuk pertama kali, maka akan timbul penyakit cacar air. Setelah sembuh,
virus tersebut tidaklah musnah seluruhnya dari tubuh penderita,
melainkan berdiam di dalam tubuh penderita, tepatnya di ganglion saraf
tepi penderitanya. Virus yang berdiam dalam tubuh penderita ini dapat sewaktu-waktu muncul
kembali dan menyebabkan penyakit yang dinamai Herpes Zoster.
Walau di dalam tubuhnya terdapat virus ini, namun kebanyakan orang
memang tidak mengalami penyakit Herpes Zoster. Hal ini disebabkan daya
tahan tubuh yang baik yang dapat menekan virus ini berkembang.
Sebaliknya, pada orang yang daya tahannya sedang menurun, tak jarang
penyakit ini tiba-tiba muncul menyerang.
Gejala yang terjadi pada penyakit ini awalnya hampir sama dengan cacar air, yaitu terjadi demam
dan badan terasa pegal-pegal. Selanjutnya
sedikit berbeda dengan penyakit cacar air, walaupun virus penyebabnya
sama. Pada Herpes Zoster, gelembung muncul dalam suatu kelompok yang
menyerupai garis lebar dengan dasar kulit kemerahan, yang muncul dari
bagian belakang tubuh dan menjalar ke arah depan pada salah satu sisi
tubuh. Mungkin karena gambaran kelainan yang seperti gambar ular ini,
maka ada yang menemakannya cacar ular. Sebenarnya gelembung ini bisa
muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk wajah, namun yang paling
sering adalah dari punggung kebagian dada.
Ada mitos yang mengatakan, bila deretan gelembung muncul dari kedua sisi tubuh, dan kedua
ujungnya bertemu, maka akan fatal akibatnya. Mitos ini tidaklah tepat, namun ada unsur
benarnya juga. Yang jelas, deretan
gelembung memang umumnya muncul hanya di salah satu sisi saja. Bila
sampai muncul di kedua sisi, berarti infeksi yang terjadi sangat berat,
dan daya tahan tubuh penderita dalam keadaan sangat lemah dan buruk.
Tentunya kondisi fisik yang demikian ini memang memiliki risiko yang
bisa berakibat fatal. Walaupun jarang, kasus seperti ini dapat dijumpai
pada penderita yang mendapat terapi imunosupresan (penekanan sistem
kekebalan tubuh) dosis tinggi dalam jangka panjang atau pada penderita
HIV/AIDS.
3. Cacar Monyet
Istilah cacar monyet memang relatif tidak sepopuler istilah cacar
lainnya yang telah disebutkan di atas. Penyakit ini nama ilmiahnya
adalah impetigo bulosa, atau ada pula yang menamakan impetigo
vesikulo-bulosa. Berbeda dengan jenis cacar lainnya yang disebabkan
karena infeksi virus, cacar monyet ini disebabkan oleh bakteri
Staphylococcus aureus.
Secara klinis, penderita tidak mengalami demam ataupun gejala umum

seperti pada cacar air ataupun herpes zoster. Gejala yang didapatkan

adalah adanya gelembung yang munculnya terutama di ketiak, dada, dan


punggung. Gelembung yang muncul ini cepat pecah dan jumlahnya tidak
begitu banyak, namun kerap kali disertai pula oleh miliaria (biang
keringat). Penyakit ini memang tidaklah seberat penyakit lainnya, karena terbatas pada lapisan
kulit saja. Namun tentunya tidak berarti tidak perlu
diobati. Apalagi karena yang menjadi penyebab adalah bakteri, yang untuk
memusnahkannya diperlukan obat antibiotika yang dioleskan pada tempat
yang terkena.
Ada yang mengatakan, penyakit ini disebut cacar monyet, sebab kelainan yang tampak di kulit
memang bagi orang awam sedikit banyak mirip dengan penyakit cacar. Sedangkan asal usul
dikaitkan dengan monyet, konon karena umumnya kulit terasa gatal sekali dan kerap
menyebabkan
penderitanya menggaruk-garuk tubuhnya terus menerus... seperti monyet.
Cara Penularan Penyakit Cacar
Secara umum, seluruh jenis penyakit cacar dapat menular melalui kontak langsung. Proses
penularan bisa melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas
gelembung/lepuh yang pecah. Seseorang yang pernah mengalami cacar air dan kemudian
sembuh, sebenarnya virus tidak 100% hilang dari dalam tubuhnya, melainkan bersembunyi di
dalam sel ganglion dorsalis sistem saraf sensoris penderita. Ketika daya tahan tubuh (Immun)
melemah, virus akan kembali menyerang dalam bentuk Herpes zoster dimana gejala yang
ditimbulkan sama dengan penyakit cacar air (chickenpox). Bagi seseorang yang belum pernah
mengalami cacar air, apabila terserang virus varicella-zoster maka tidak langsung mengalami
penyakit herpes zoster akan tetapi mengalami cacar air terlebih dahulu.
Tanda dan Gejala Penyakit Cacar
Tanda dan gejala yang timbul akibat serangan virus herpes secara umum adalah demam,
menggigil, sesak napas, nyeri dipersendian atau pegal di satu bagian rubuh, munculnya bintik
kemerahan pada kulit yang akhirnya membentuk sebuah gelembung cair. Keluhan lain yang
kadang dirasakan penderita adalah sakit perut.
Penanganan dan Pengobatan Penyakit Cacar
Pada penderita penyakit cacar hal yang terpenting adalah menjaga gelembung cairan tidak pecah
agar tidak meninggalkan bekas dan menjadi jalan masuk bagi kuman lain (infeksi sekunder),
antara lain dengan pemberian bedak talek yang membantu melicinkan kulit. Penderita apabila
tidak tahan dengan kondisi hawa dingin dianjurkan untuk tidak mandi, karena bisa menimbulkan
shock. Obat-obatan yang diberikan pada penderita penyakit cacar ditujukan untuk mengurangi
keluhan gejala yang ada seperti nyeri dan demam, misalnya diberikan paracetamol. Pemberian
Acyclovir tablet (Desciclovir, famciclovir, valacyclovir, dan penciclovir) sebagai antiviral
bertujuan untuk mengurangi demam, nyeri, komplikasi serta melindungi seseorang dari
ketidakmampuan daya tahan tubuh melawan virus herpes. Sebaiknya pemberian obat Acyclovir
saat timbulnya rasa nyeri atau rasa panas membakar pada kulit, tidak perlu menunggu munculnya
gelembung cairan (blisters).Pada kondisi serius dimana daya tahan tubuh sesorang sangat lemah,
penderita penyakit cacar sebaiknya mendapatkan pengobatan terapy infus (IV) Acyclovir.

Sebagai upaya pencegahan sebaiknya seseorang mendapatkan imunisasi vaksin varisela zoster.
Pada anak sehat usia 1 - 12 tahun diberikan satu kali. Imunasasi dapat diberikan satu kali lagi
pada masa pubertas untuk memantapkan kekebalan menjadi 60% - 80%. Setelah itu, untuk
menyempurnakannya, berikan imunisasi sekali lagi saat dewasa. Kekebalan yang didapat ini bisa
bertahan sampai 10 tahun.
Penyakit Campak
Penyakit campak atau morbili (bahasa Latin), measless (bahasa Inggris) merupakan penyakit
yang sangat mudah menular, sifatnya akut (tiba-tiba) yang ditandai dengan demam, batuk,
konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit.. Kuman penyebab
penyakit campak ini ialah virus campak (genus morbili) golongan Paramyxovirus. Virus ini
terdapat dalam darah, air seni dan cairan pada tenggorokan.

Penyebab Penyakit Campak


Campak, rubeola, atau measles adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular atau
infeksius sejak awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam.
Campak disebabkan oleh paramiksovirus (virus campak). Penularan terjadi melalui percikan
ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa
inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.
Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada
seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang
rentan terhadap campak adalah:
- bayi berumur lebih dari 1 tahun
- bayi yang tidak mendapatkan imunisasi
- remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.
Gejala Penyakit Campak
Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa: - Panas badan
- Nyeri tenggorokan
- Hidung meler ( Coryza )
- Batuk ( Cough )

- Bercak koplik
- Nyeri otot
- Mata merah ( conjuctivitis )
2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam
(kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala diatas.
Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam
kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah
telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh,
lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.
Pada puncak penyakit, penderita merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya
mencapai 40 C, 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam
yang tersisa segera menghilang. Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan
merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan
merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.
Komplikasi
Pada anak yang sehat dan gizinya cukup, campak jarang berakibat serius. Beberapa komplikasi
yang bisa menyertai campak:
1. Infeksi bakteri : Pneumonia dan Infeksi telinga tengah
2. Kadang terjadi trombositopenia (penurunan jumlah trombosit), sehingga pendeita mudah
memar dan mudah mengalami perdarahan
3. Ensefalitis (inteksi otak) terjadi pada 1 dari 1,000-2.000 kasus.
4. Kebutaan
Diagnosa
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan ruam kulit yang khas. Pemeriksaan lain yang
mungkin perlu dilakukan: pemeriksaan darah, pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan Ig M anti
campak, pemeriksaan komplikasi campak : enteritis, ensephalopati, bronkopneumoni.
Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Anak sebaiknya menjalani tirah baring. Untuk
menurunkan demam, diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Jika terjadi infeksi bakteri,
diberikan antibiotik.
Pencegahan
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya
diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin
MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas. Jika hanya
mengandung campak, vaksin diberikan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama
diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun. Untuk anak berusia
di bawah 5 tahun, agar diberikan vitamin A bersama dengan vaksin campak. Vitamin A dapat
melindungi anak dari kemungkinan kebutaan atau bahkan kematian yang disebabkan komplikasi
akibat penyakit campak.
Penyakit Herpes

Herpes, demikianlah kalangan medis menyebut penyakit radang kulit yang ditandai dengan
pembentukan gelembung-gelembung berkelompok ini. Gelembung-gelembung tersebut berisi air
pada dasar peradangan. Penyakit herpes sejenis penyakit berjangkit yang disebabkan oleh virus
herpesviridae. Ia merupakan penyakit yang berjangkit melalui hubungan seks, dan
berkemungkinan menjangkiti anak yang baru dilahirkan jika ibu mempunyai penyakit ini semasa
melahirkan .Tidak terdapat obat untuk mengobati penyakit ini. Obat yang ada hanya mengurangi
serangan Herpes serta mengurangi penyebaran virus herpes.
Macam-macam Penyakit Herpes
1. Herpes simpleks (genitalis)
Herpes genital merupakan penyakit kulit akut pada genital dan bibir akibat terinfeksi virus
Herpes Simpleks tipe 2 dan 1 (VHS 1 dan VHS 2). Kelainan kulit ditandai dengan vesikel
berkelompok diatas kulit kemerahan dan sembab, pada area mukokutan dan disertai rasa nyeri.
Herpes simpleks sering menyerang selaput lendir, baik pada selaput lendir mulut maupun pada
selaput lendir kemaluan. Herpes genitalis merupakan penyakit yang ditularkan akibat hubungan
seksual
2. Herpes zoster
Herpes zoster merupakan penyakit yang terjadi oleh karena reaktivasi dari virus Varicella zoster
yang mengenai kulit dan mukosa dengan lesi berupa erupsi vesikular yang pada umumnya
bersifat dermatomal dan unilateral. Ciri khas dari herpes zoster ini adalah lesi yang berlokasi dan
terdistribusi hampir selalu unilateral, tidak melewati garis tengah tubuh dan biasanya terbatas
pada daerah yang dipersarafi oleh ganglion sensorik. Sehingga penyakit ini muncul pada
penderita yang sebelumnya pernah terinfeksi Varicela meskipun sudah berlangsung puluhan
tahun. Herpes zoster, lebih suka menyerang dikulit. Anehnya lagi, penyakit ini hanya menyerang
salah satu sisi bagian tubuh. Tempat mangkalnya disekitar dada, leher atau pinggang sisi kiri saja
atau sisi kanan saja.

Gejala Penyakit Herpes


Penyakit herpes disebabkan oleh virus, yaitu Herpes simplex tipe 1 (HSV-1) atau Herpes simplex
tipe 2 (HSV-2). Gejalanya yaitu berupa luka pada kulit yang terkena virus, dan disertai dengan
rasa nyeri serta panas, kemudian diikuti dengan lepuhan seperti luka bakar dan demam.
Lepuhan-lepuhan kulit yang menjadi ciri khas herpes akan mengelupas dengan atau tanpa
pengobatan. Terkadang penderita tetap merasa nyeri dan panas meskipun lepuhan-lepuhan itu
sudah kering dan mengelupas. Hal itu disebabkan karena virus herpes menyerang bagian saraf.
Pada beberapa kasus, herpes genital biasanya tidak menunjukkan gejala sehingga penderita tidak
mengetahui bahwa ia mengidap herpes. Gejala awal dari herpes genital,antara lain:
- Rasa gatal dan terbakar di daerah genital atau anal.
- Rasa sakit di sekitar kaki, pantat atau daerah genital.
- Keluarnya cairan dari vagina.
- Adanya perasaan seperti tertekan di daerah perut
Penularan

Secara umum, seluruh jenis penyakit herpes dapat menular melalui kontak langsung. Luka akibat
infeksi yang terbuka akan mudah menularkan virus ke bagian tubuh lain atau ke orang lain kalau
terjadi persentuhan. Khusus varisela zoster juga dapat ditularkan melalui udara, walau daya
tularnya tidak sebesar cacar air. Jika seseorang tertular dan sebelumnya belum pernah sakit cacar
air, ia akan terkena cacar air dulu dan tidak langsung herpes zoster. Gejalanya juga tidak sehebat
herpes zoster.
Pengobatan
Cara pengobatan herpes yaitu dengan memberikan obat antiviral. Obat itu bertujuan untuk
meringankan rasa sakit. Penderita biasanya juga mendapatkan obat anti nyeri dan panas, serta
obat luar seperti bedak dan salep, juga zat pendukung seperti vitamin. Penyakit herpes tidak
dapat disembuhkan. Pengobatan hanya berperan agar virus tersebut ditekan sehingga tidak aktif
kembali dan membentuk semacam kristal di dalam tubuh, dan menunggu kesempatan untuk
muncul lagi. Infeksi herpes yang kambuh tersebut tidak separah seperti infeksi herpes yang
pertama, karena pada tubuh penderita sudah terdapat antibodi.
Komplikasi
Rasa sakit yang pada saat buang air besar (dysuria)
Susah buang urin (urinary retention)
Meningoencephalitis (jarang)

Perbedaan Cacar dan Campak


Posted: June 3, 2010 in knowledge

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dan menular


melalui percikan ludah. Biasanya diawali dengan gejala seperti demam,
batuk kering, mata merah. Setelah 2-4 hari, suhu badan naik mendadak
bersamaan dengan munculnya ruam kulit yang berwarna merah gelap. Pada

mulanya ruam ini muncul di belakang telinga, muka, lalu seluruh badan
dalam 3 hari, kemudian memudar dan perlahan menghilang. Nah ruam
kulit pada anakmu muncul ketika anak masih demam tinggi atau setelah
demamnya turun? Kalau ruam kulit muncul setelah panas turun, mungkin
bukan campak melainkan roseola infantum, penyakit yang disebabkan oleh
human herpes virus Keduanya sama-sama infeksi virus tidak ada
obatnya samasekali tidak membutuhkan antibiotika karena antibiotika
tidak membunuh virusMinum banyak, amati anak, jaga jangan sampai
dehidrasi. Apakah menular? Apakah itu campak atau infeksi virus lainnya,
yang namanya penyakit infeksi ya menular ini merupakan salah satu
alasan pembuatan vaksin pada penyakit infeksi yang berat. Untuk kasus
seperti anakmu, imunisasi campak tidak perlu diulang. Imunisasi ulangan
campak diberikan dalam bentuk kombinasi imunisasi
campak-gondongan-rubela (MMR) pada usia 15 bulan, dilanjutkan MMR kedua
pada usia 6 tahun.

Cacar Air (*Varisela*, *Chickenpox* ) adalah suatu infeksi virus


menular yang menyebabkan ruam kulit berupa sekumpulan bintik-bintik
kecil yang datar maupun menonjol, lepuhan berisi cairan serta keropeng,
yang menimbulkan rasa gatal.
*PENYEBAB* : Penyebabnya adalah *virus varicella-zoster*. Virus
ini ditularkan melalui percikan ludah penderita atau melalui benda-benda
yang terkontaminasi oleh cairan dari lepuhan kulit. Penderita bisa
menularkan penyakitnya mulai dari timbulnya gejala sampai lepuhan yang
terakhir telah mengering. Karena itu, untuk mencegah penularan,
sebaiknya penderita di*isolasi* (diasingkan) .
Jika seseorang pernah menderita cacar air, maka dia akan
memiliki kekebalan dan tidak akan menderita cacar air lagi. Tetapi
virusnya bisa tetap tertidur di dalam tubuh manusia, lalu kadang menjadi
aktif kembali dan menyebabkan *herpes zoster*.
*GEJALA*: Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah
terinfeksi. Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya
berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala
tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala

pada dewasa biasanya lebih berat.


24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik
merah datar (*makula*). Kemudian bintik tersebut menonjol (*papula*),
membentuk lepuhan berisi cairan (*vesikel*) yang terasa gatal, yang
akhirnya akan mengering.
Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. Selanjutnya akan
terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru.
Pada hari kelima, biasanya sudah tidak terbentuk lagi lepuhan
yang baru, seluruh lepuhan akan mengering pada hari keenam dan
menghilang dalam waktu kurang dari 20 hari.
Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit;
biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung,
bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka
(*ulkus*), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa
ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan
vagina.
Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang
menyebabkan gangguan pernafasan.
Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian
samping.
Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut,
kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata. Luka cacar air
bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh *
stafilokokus* .
*KOMPLIKASI* : Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa
masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem
kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal.
Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:
*Pneumonia* karena virus
Peradangan jantung
Peradangan sendi
Peradangan hati
Infeksi bakteri (*erisipelas* , *pioderma*, *impetigo bulosa*)
*Ensefalitis* (infeksi otak).
*DIAGNOSA* : Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang
khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).
*PENGOBATAN* : Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah
penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan
losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol
atau fenol
Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:
kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun

menjaga kebersihan tangan


kuku dipotong pendek
pakaian tetap kering dan bersih.
Kadang diberikan obat untuk mengurangi gatal (antihistamin).
Jika terjadi infeksi bakteri, diberikan antibiotik. Jika kasusnya berat,
bisa diberikan obat anti-virus asiklovir.
Untuk menurunkan demam, sebaiknya gunakan asetaminofen, jangan
aspirin. Obat anti-virus boleh diberikan kepada anak yang berusia lebih
dari 2 tahun. Asiklovir biasanya diberikan kepada remaja, karena pada
remaja penyakit ini lebih berat. Asikloir bisa mengurangi beratnya
penyakit jika diberikan dalam wakatu 24 jam setelah munculnya ruam yang
pertama.
Obat anti-virus lainnya adalah vidarabin.
*PENCEGAHAN*: Untuk mencegah cacar air diberikan suatu vaksin.
Kepada orang yang belum pernah mendapatkan vaksinasi cacar air
dan memiliki resiko tinggi mengalami komplikasi (misalnya penderita
gangguan system kekebalan), bisa diberikan *immunoglobulin zoster* atau
*immunoglobulin varicella-zoster* .
Vaksin varisela biasanya diberikan kepada anak yang berusia
12-18 bulan.