Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

MOTOR DC

Di Susun Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Faylen Angel A.S


Lukman
M. Dwi Rahayu H
M. Masyhuri
Talmullah Nadzir Aban
Casmuriyah

Politeknik Negeri Bandung


Program Studi Diluar Domisili (PDD)

Rintisan Akademi Komunitas Negeri Kajen


Tahun Akademik 2014/2015
Jl. Bahurekso No. 1 Kajen Kabupaten Pekalongan 51161

KELOMPOK 1

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Syukur Alhamdulillah, Puji dan Syukur penulis panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha
Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
yang berjudul Motor DC dengan lancar.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh
dosen matakuliah Pengantar Mekatronika, Makalah ini di tulis dari hasil penyusunan data-data
sekunder yang penulis peroleh dari buku panduan yang berkaitan dengan Motor DC, serta
informasi dari media massa yang berhubungan dengan Motor DC. Tak lupa penyusun
mengucapkan terimakasih kepada dosen pengajar matakuliah Pengantar Mekatronika atas
bimbingan dan arahan penulisan makalah ini. Juga kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah
mendukung sehingga dapat diselesaikannya makalah ini.
Penulis harap, dengan membaca makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua,
dalam hal ini dapat menambah wawasan kita mengenai Motor DC khususnya bagi penulis.
Memang makalah masih jauh dari sempurna, maka penulis mengharapkan kritik dan saran dari
pembaca demi perbaikan menuju arah yang lebih baik.

Pekalongan , 8 Oktober 2014

KELOMPOK 1

DAFTAR ISI

JUDUL........................................................................................................................................1
KATA PENGANTAR.................................................................................................................2
DAFTAR ISI...............................................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN...........................................................................................................4
1.1

Latar Belakang..................................................................................................................4

1.2 Rumusan Masalah...............................................................................................................4


1.3 Tujuan..................................................................................................................................5
BAB II ISI...................................................................................................................................5
2.1 Pengertian Motor DC...........................................................................................................5
2.2 Prinsip Kerja Motor DC......................................................................................................6
2.3 Jenis-Jenis Motor DC.........................................................................................................10
2.4 Aplikasi Motor DC.............................................................................................................11
BAB III KESIMPULAN..........................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................13

KELOMPOK 1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

Motor arus searah (motor DC) telah ada selama lebih dari seabad. Keberadaan motor DC telah
membawa perubahan besar sejak dikenalkan motor induksi, atau terkadang disebut AC Shunt
Motor. Motor DC telah memunculkan kembali Silicon Controller Rectifier yang digunakan
untuk memfasilitasi kontrol kecepatan pada motor. Mesin listrik dapat berfungsi sebagai motor
listrik apabila didalam motor listrik tersebut terjadi proses konversi dari energi listrik menjadi
energi mekanik. Motor listrik merupakan perangkat elektromagnetis yang mengubah energi
listrik menjadi energi mekanik. Energi mekanik ini digunakan untuk, misalnya
memutar impeller pompa, fan atau blower, menggerakan kompresor dan mengangkat
bahan. Motor listrik digunakan juga di rumah (mixer, bor listrik, fan angin) dan di industri.
Motor listrik terkadang disebut kuda kerja nya industri sebab diperkirakan bahwa motormotor menggunakan sekitar 70% beban listrik total di industri.
Sedangkan untuk motor DC itu sendiri memerlukan suplai tegangan yang searah pada
kumparan jangkar dan kumparan medan untuk diubah menjadi energi mekanik. Pada motor DC
kumparan medan disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan kumparan jangkar disebut
rotor (bagian yang berputar). Motor DC sering dimanfaatkan sebagai penggerak pintu geser
otomatis dan dalam rangkaian robot sederhana.
Motor DC memiliki manfaat yang sangat banyak dalam kehidupan sehari-hari dan dalam dunia
industri. Motor DC memudahkan pekerjaan sehingga proses industri dapat berjalan efisien.
Semakin banyak inustri yang berkembang, maka akan semakin banyak mesin yang digunakan.
Semakin banyak mesin yang digunakan, maka semakin banyak penggunaan motor DC. Oleh
karena itu sangat penting untuk mengetahui dan mengerti pengertian motor DC, prinsip kerja,
jenis-jenis motor DC, aplikasi dan perhitungan motor DC.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disebutkan diatas maka secara umum
permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
1. Apakah yang dimaksud dengan motor DC?
2. Apa prinsip dan cara kerja dari motor DC ?
3. Apa jenis-jenis dari motor DC?
4. Apa aplikasi dari penggunaan motor DC?
5. Bagaimana contoh perhitungan dari motor DC?
KELOMPOK 1

1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan motor DC.
2. Mengetahui prinsip dan cara kerja motor DC.
3. Mengetahui jenis-jenis motor DC.
4. Mengetahui aplikasi dari penggunaan motor DC.
5. Mengetahui contoh perhitungan dari motor DC.

BAB II
ISI
2.1 Pengertian Motor DC
Sebuah motor listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Kebanyakan
motor listrik beroperasi melalui interaksi medan magnet dan konduktor pembawa arus untuk
menghasilkan kekuatan, meskipun motor elektrostatik menggunakan gaya elektrostatik. Proses
sebaliknya, menghasilkan energi listrik dari energi mekanik, yang dilakukan oleh generator
seperti alternator, atau dinamo. Banyak jenis motor listrik dapat dijalankan sebagai generator,
dan sebaliknya. Misalnya generator / starter untuk turbin gas, atau motor traksi yang digunakan
untuk kendaraan, sering melakukan kedua tugas. motor listrik dan generator yang sering disebut
sebagai mesin-mesin listrik.
Motor listrik DC (arus searah) merupakan salah satu dari motor DC. Mesin arus searah
dapat berupa generator DC atau motor DC. Untuk membedakan sebagai generator atau motor
dari mesin difungsikan sebagai apa.Generator DC alat yang mengubah energi mekanik menjadi
energi listrik DC. Motor DC alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik
putaran. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai generator atau sebaliknya generator DC
dapat difungsikan sebagai motor DC.
Pada motor DC kumparan medan disebut stator (bagian yang tidak berputar) dan
kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Jika tejadi putaran pada kumparan
jangkar dalam pada medan magnet, maka akan timbul tagangan (GGL) yang berubah-ubah arah
pada setiap setengah putaran, sehingga merupakan tegangan bolak-balik.
Bagian-bagian yang penting dari motor DC dapat ditunjukkan pada Gambar 1. Dimana
stator mempunyai kutub yang menonjol dan ditelar oleh kumparan medan. Pembagian dari fluks
yang terdapat pada daerah celah udara yang dihasilkan oleh lilitan medan secara simetris yang
berada disekitar daerah tengah kutub kumparan medan. Kumparan penguat dihubungkan secara
KELOMPOK 1

seri, letak kumparan jangkar berada pada slot besi yang berada disebelah luar permukaan
jangkar. Pada jangkar terdapat komutator yang berbentuk silinder dan isolasi sisi kumparan
yang dihubungkan dengan komutator pada beberapa bagian yang berbeda sesuai dengan jenis
belitan.

Gambar 2.1 konstruksi Motor DC


2.2 Prinsip Kerja Motor DC
Motor DC memiliki prinsip kerja yang berbeda dengan Motor AC. Pada motor DC jika
arus lewat pada suatu konduktor, timbul medan magnet di sekitar konduktor. Medan magnet
hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada arus mengalir pada konduktor tersebut. Arah
medan magnet ditentukan oleh arah aliran arus pada konduktor. Dapat dilihat pada gambar

dibawah ini :
Gambar 2.2 Medan magnet yang membawa arus mengelilingi konduktor
Aturan genggaman tangan kanan bisa dipakai untuk menentukan arah garis fluks di sekitar
konduktor. Genggam konduktor dengan tangan kanan dengan jempol mengarah pada arah aliran
arus, maka jari-jari akan menunjukkan arah garis fluks

KELOMPOK 1

Gambar 2.3Medan magnet yang membawa arus mengelilingi konduktor.


Gambar 2.3 menunjukkan medan magnet yang terbentuk di sekitar konduktor berubah
arah karena bentuk U. Pada motor listrik konduktor berbentuk U disebut angker dinamo.
Jika konduktor berbentuk U (angker dinamo) diletakkan di antara kutub uatara dan
selatan yang kuat medan magnet konduktor akan berinteraksi dengan medan magnet kutub.
Catatan :
Medan magnet hanya terjadi di sekitar sebuah konduktor jika ada arus mengalir pada
konduktor tersebut.

Gambar 2.4 Reaksi garis fluks.


Lingkaran bertanda A dan B merupakan ujung konduktor yang dilengkungkan (looped
conductor). Arus mengalir masuk melalui ujung A dan keluar melalui ujung B.
Medan konduktor A yang searah jarum jam akan menambah medan pada kutub dan
menimbulkan medan yang kuat di bawah konduktor. Konduktor akan berusaha bergerak ke atas
untuk keluar dari medan kuat ini. Medan konduktor B yang berlawanan arah jarum jam akan
menambah medan pada kutub dan menimbulkan medan yang kuat di atas konduktor. Konduktor
akan berusaha untuk bergerak turun agar keluar dari medan yang kuat tersebut. Gaya-gaya
tersebut akan membuat angker dinamo berputar searah jarum jam.
Mekanisme kerja untuk seluruh jenis motor secara umum :

Arus listrik dalam medan magnet akan memberikan gaya.

Jika kawat yang membawa arus dibengkokkan menjadi sebuah lingkaran / loop, maka
kedua sisi loop, yaitu pada sudut kanan medan magnet, akan mendapatkan gaya pada arah
yang berlawanan.
KELOMPOK 1

Pasangan gaya menghasilkan tenaga putar / torque untuk memutar kumparan.

Motor-motor memiliki beberapa loop pada dinamonya untuk memberikan tenaga


putaran yang lebih seragam dan medan magnetnya dihasilkan oleh susunan elektromagnetik
yang disebut kumparan medan.

Pada Motor DC, daerah kumparan medan yang dialiri arus listrik akan menghasilkan medan
magnet yang melingkupi kumparan jangkar dengan arah tertentu. Konversi dari energi listrik
menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya berlangsung melalui medan magnet,
dengan demikian medan magnet disini selain berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan
energi, sekaligus sebagai tempat berlangsungnya proses perubahan energi.
Agar proses perubahan energi mekanik dapat berlangsung secara sempurna, maka
tegangan sumber harus lebih besar daripada tegangan gerak yang disebabkan reaksi lawan.
Dengan memberi arus pada kumparan jangkar yang dilindungi oleh medan maka menimbulkan
perputaran pada motor.
Dalam memahami sebuah motor, penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan beban
motor. Beban dalam hal ini mengacu kepada keluaran tenaga putar / torque sesuai dengan
kecepatan yang diperlukan. Beban umumnya dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok :

Beban torque konstan adalah beban dimana permintaan keluaran energinya bervariasi
dengan kecepatan operasinya namun torquenya tidak bervariasi. Contoh beban dengan
torque konstan adalah corveyors, rotary kilns, dan pompa displacement konstan.

Beban dengan variabel torque adalah beban dengan torque yang bervariasi dengan
kecepatn operasi. Contoh beban dengan variabel torque adalah pompa sentrifugal dan fan
(torque bervariasi sebagai kuadrat kecepatan).
Peralatan Energi Listrik : Motor Listrik.

Beban dengan energi konstan adalah beban dengan permintaan torque yang berubah
dan berbanding terbalik dengan kecepatan. Contoh untuk beban dengan daya konstan adalah
peralatan-peralatan mesin.
Untuk menentukan arah putaran motor digunakan kaedah Flamming tangan kiri. Kaidah

flamming tangan kiri adalah sebuah kaedah untuk menentukan arah gaya
elektromagnetik/putaran kumparan pada sebuah motor listrik.

KELOMPOK 1

Jari Telunjuk di umpamakan sebagai arah medan


magnet, Jari tengah menunjukkan arah arus,Ibu Jari menunjuk kearah mana kumparan akan
berputar.
Kutub-kutub magnet akan menghasilkan medan magnet dengan arah dari kutub utara ke
kutub selatan. Jika medan magnet memotong sebuah kawat penghantar yang dialiri arus searah
dengan empat jari, maka akan timbul gerak searah ibu jari. Gaya ini disebut gaya Lorentz, yang
besarnya sama dengan F. Prinsip motor adalah aliran arus di dalam penghantar yang berada di
dalam pengaruh medan magnet akan menghasilkan gerakan. Besarnya gaya pada penghantar
akan bertambah besar jika arus yang melalui penghantar bertambah besar.
EMF induksi biasanya disebut EMF Counter atau EMF kembali. EMF kembali artinya
adalah EMF tersebut ditimbulkan oleh angker dinamo yang yang melawan tegangan yang
diberikan padanya. Teori dasarnya adalah jika sebuah konduktor listrik memotong garis medan
magnet maka timbul ggl pada konduktor. Tidak ada arus induksi yang terjadi jika angker
dinamo diam. Timbulnya EMF tergantung pada:
1. Kekuatan garis fluks magnet.
2. Jumlah lilitan konduktor.
3. Sudut perpotongan fluks magnet dengan konduktor.
4. Kecepatan konduktor memotong garis fluks magnet

Electromotive Force (EMF) / Gaya Gerak Listrik


EMF induksi biasanya disebut EMF Counter. atau EMF kembali. EMF kembali artinya adalah
EMF tersebut ditimbulkan oleh angker dinamo yang yang melawan tegangan yang diberikan
padanya.
Teori dasarnya adalah jika sebuah konduktor listrik memotong garis medan magnet maka timbul
ggl pada kondukto

KELOMPOK 1

Gambar. E.M.F. Kembali.

EMF induksi terjadi pada motor listrik, generator serta rangkaian listrik dengan
arah berlawanan terhadap gaya yang menimbulkannya.
HF. Emil Lenz mencatat pada tahun 1834 bahwa arus induksi selalu berlawanan arah
dengan gerakan atau perubahan yang menyebabkannya. Hal ini disebut sebagai Hukum
Lenz.
Timbulnya EMF tergantung pada:

kekuatan garis fluks magnet

jumlah lilitan konduktor

sudut perpotongan fluks magnet dengan konduktor

kecepatan konduktor memotong garis fluks magnet

Tidak ada arus induksi yang terjadi jika angker dinamo diam.

2.3 Jenis-Jenis Motor DC

Berdasarkan sumber arus penguat magnetnya, motor arus searah (DC) dibedakan menjadi dua,
yaitu:
1. Motor Arus Searah Penguat Terpisah
Yaitu jika arus penguat magnet diperoleh dari sumber arus searah di luar motor tersebut.
Pada motor penguat terpisah, kumparan medan dihubungkan dengan sumber sendiri dan
terpisah dengan tegangan angker.
2. Motor Arus Searah dengan Penguat Sendiri

KELOMPOK 1

10

Yaitu jika arus penguat magnet diperoleh dari motor itu sendiri. Berdasarkan hubungan lilitan
penguat magnet terhadap lilitan jangkar motor DC dengan penguat sendiri dapat dibedakan :
a. Motor Shunt
Motor shunt mempunyai kecapatan hampir konstan. Pada tegangan jepit konstan, motor ini
mempunyai putaran yang hampir konstan walaupun terjadi perubahan beban. Perubahan
kecepatan hanya sekitar 10 %. Misalnya untuk pemakaian kipas angin, blower, pompa
centrifugal, elevator, pengaduk, mesin cetak, dan juga untuk pengerjaan kayu dan logam. Pada
motor penguat shunt, kumparan medan dihubungkan paralel dengan angker.

b. Motor Seri
Merupakan motor arus searah yang mempunyai putaran kecapatan yang tidak konstan, jika
beban tinggi maka putaran akan lambat. Pada motor seri dapat memberi moment yang besar
pada waktu start dengan arus start yang rendah. Juga dapat memberi perubahan kecepatan/beban
dengan arus yang kecil dibandingkan dengan motor tipe lain, akan tetapi kecepatan menjadi
besar bila beban rendah atau tanpa beban dan hal ini sangat berbahaya. Dengan mengetahui sifat
ini dapat dipilih motor seri untuk daerah perubahan kecepatan yang luas, misalnya untuk traksi,
pengangkat dan lain-lain.
c. Motor Kompon
Motor kompon ini mempunyai sifat seperti motor seri dan shunt, tergantung lilitan mana
yang kuat (kumparan seri atau shunt). Namun pada umumnya mempunyai moment start yang
besar, sehingga seperti pada motor seri perubahan kecepatan sekitar 25 % terhadap kecepatan
tanpa beban. Misalnya untuk pemakaian pompa plunger, pemecah, bulldozer, elevator dan lainlain. Pada motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan paralel
dengan angker. Bila motor seri diberi penguat shunt tambahan maka disebut motor kompon
shunt panjang. Motor kompon mempunyai dua buah kumparan medan dihubungkan seri dan
paralel dengan angker. Dan Bila motor shunt diberi tambahan penguat seri maka disebut motor
kompon shunt pendek.
2.4 Aplikasi Motor DC

Motor listrik ditemukan dalam aplikasi yang beragam seperti industri, blower kipas dan
pompa, peralatan mesin, peralatan rumah tangga, alat-alat listrik, dan disk drive. Mereka
mungkin didukung oleh (misalnya, perangkat portabel bertenaga baterai atau kendaraan
bermotor) langsung saat ini, atau dengan arus bolak-balik dari kotak distribusi sentral
listrik. Motor terkecil dapat ditemukan pada jam tangan listrik. Menengah dimensi motor sangat
standar dan karakteristik menyediakan tenaga mesin nyaman untuk kegunaan industri. Motor
KELOMPOK 1

11

listrik sangat terbesar digunakan untuk penggerak kapal, kompresor pipa, dan pompa air dengan
peringkat dalam jutaan watt. Motor listrik dapat diklasifikasikan oleh sumber tenaga listrik,
dengan konstruksi internal, dengan aplikasi, atau dengan jenis gerakan yang diberikan.
Untuk motor DC sendiri sudah banyak digunakan dalam berbagai bidang teknologi, antara lain :
a. Aplikasi motor DC sebagai penggerak pintu geser pada otomatisasi sistem
monitoring ruangan penyimpanan database menggunakan PLC omron CPM1A I/O
30. Penggerak pintu pada sistem penggerak pintu geser pada otomatisasi sistem
monitoring penyimpanan database menggunakan PLC omron CPM1A I/O 20 yang
digunakan adalah motor DC. Untuk menggerakkan motor DC diperlukan driver
motor DC yaitu driver H-Bridge yang digunakan untuk mengatur motor agar dapat
berputar dalam dua arah yaitu forward (searah jarum jam) dan Reverse(berlawanan
arah jarum jam). Berputarnya motor DC juga dipengaruhi oleh terhalang tidaknya
sensor IR pada pintu. Ketika sensor IR terhalangi maka motor akan membalik
putarannya sehingga akan membuka pintu. Jika pintu dibuka secara paksa maka
alarm akan menyala dikarenakan sensor IR terhalangi oleh benda.
b. Aplikasi motor DC menggunakan paralel port dalam rangkaian robot sederhana.
Motor DC dapat dikendalikan komputer (PC) melalui paralel port. Untuk dapat
mengendalikannya, motor DC perlu dihubungkan sedemikian rupa dengan relay, transistor, dan
resistor. Pengembangan dari rangkaian pengendali motor DC ini dapat berupa sebuah robot
berjalan. Pada robot ini digunakan dua buah motor DC dan empat buah roda, dua roda untuk
sisi, dimana tiap motor DC dihubungkan dengan roda depan. Sehingga roda penggeraknya
berada di roda depan.

BAB III KESIMPULAN

Dari makalah yang sudah dipaparkan di atas dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Motor DC merupakan alat yang mengubah energi listrik DC menjadi energi mekanik
putaran. Sebuah motor DC dapat difungsikan sebagai generator atau sebaliknya generator DC
dapat difungsikan sebagai motor DC.
2. Jenis-jenis motor DC yaitu motor DC penguat terpisah dan motor DC dengan penguat
sendiri yang terbagi lagi menjadi motor DC Shunt, Seri, dan Kompon.

KELOMPOK 1

12

3. Aplikasi dari motor DC yaitu antara lain sebagai penggerak pintu geser pada otomatisasi
sistem monitoring ruangan penyimpanan database. Selain itu juga dalam rangkaian robot
sederhana.

DAFTAR PUSTAKA

Zuhal, Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya. Jakarta: Gramedia, 1988
Sumanto, Mesin Arus Searah. Jogjakarta: Penerbit ANDI OFFSET, 1994
http://konversi.wordpress.com/2008/09/01/motor-arus-searah-dc-bagaimanabekerjanya/
http://duniaelektronika.blogspot.com/2008/04/mesin-arus-searah.html
http://www.animations.physics.unsw.edu.au/jw/electricmotors.html#DCmotors
http://dunia-listrik.blogspot.com/2008/12/motor-listrik.html
http://dunia-listrik.blogspot.com/2009/09/animasi-motor-dc.html
www.energyefficiencyasia.org
http://zone.ni.com/devzone/cda/ph/p/id/49#toc3 (national instrument)

KELOMPOK 1

13