Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang

1.2

Masalah

BAB II
ISI
2.1

Hakikat
Model pembelajaran adalah model yang digunakan oleh guru atau

instruktur untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar, yang memuat


kegiatan guru dan siswa dengan memperhatikan lingkungan dan sarana
prasarana yang tersedia

di kelas atau tempat belajar. Untuk lebih

lengkapnya dalam memahami hakikat model pembelajaran, maka berikut ini


akan diuraikan mengenai pengertian model pembelajaran dan fungsi model
pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Model pembelajaran terdiri
atas beberapa model diantaranya model presentasi dan model pengajaran
langsung.
Model presentasi dan penjelasan oleh guru mencakup seperenam
sampai seperempat dari keseluruhan waktu kelas.Jumlah waktu yang
dikhususkan untuk menyajikan dan menjelaskan informasi meningkat di
kelas-kelas yang lebih tinggi di tingkat sekolah dasar dan di sekolah
menengah (Dankin & Biddle, 1947; Rosenshine & Stevens, 1986; Stronge,
2002).
Beberapa pendidik berpendapat bahwa guru memberikan terlalu
banyak waktu untuk berbicara, dan selama bertahun-tahun, banyak usaha
telah dilakukan untuk menciptakan model yang bertujuan untuk mengurangi
jumlah bicara guru dan membuat pengajaran lebih berpusat pada siswa.
Sekalipun demikian, penyajian informasi tetaplah menjadi model pengajaran
yang paling popular dan jumlah waktu yang dikhususkan untuknya tetap
relative stabil dari waktu ke waktu (Cuban, 1993; Lobato,Calrke& Burns,
2005).
Popularitas dari menyajikan dan menjelaskan tidaklah mengejutkan
karena tujuan pendidikan paling banyak dianut masa kini adalah tujuan yang
terkait dengan pemrolehan dan retensi informasi.Struktur kurikulum di
sekolah disusun sebagai sains, matematka, bahasa inggris, dan ilmu-ilmu
social. Akibatnya, standard kurikulum, buku teks, dan tes juga disusun

dengan cara yang sama. Guru yang berpengalaman tahu bahwa paparan
adalah cara yang efektif untuk membantu siswa memperoleh sejumlah
informasi yang dipercaya penting untuk mereka ketahui. 1
Model Pembelajaran Langsung Menurut Arends

(dalam

Trianto

2011:29) mengungkapkan bahwa salah satu pendekatan mengajar yang


dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan
dengan

pengetahuan

deklaratif

dan

pengetahuan

prosedural

yang

terstruktur dengan baik yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang
bertahap selangkah demi selangkah2
Menurut

Suprijono

(2011:46)

mengungkapkan

bahwa

Model

Pembelajaran Langsung atau direct instruction dikenal juga dengan sebutan


active

teaching.

Pembelajaran

juga

dinamakan

whole-class

teaching.

Penyebutan itu mengacu pada gaya mengajar di mana guru terlibat aktif
dalam mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dan mengajarkannya
secara langsung kepada seluruh kelas.3
Model Pembelajaran Langsung, menurut kardi (dalam Trianto 2011: 30)
dapat berbentuk ceramah, demonstrasi, pelatihan atau praktek, dan kerja
kelompok. Model Pengajaran langsung digunakan untuk menyampaikan
pelajara

yang

ditransformasikan

langsung

oleh

guru

kepada

siswa.

Penyusunan waktu yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran


harus seefisien mungkin, sehingga guru dapat merancang dengan cepat
waktu yang digunakan.4

1 Arends, Richard I. 2012. Learning To Teach. Americas, New York: McGraw-Hill Companies.
2 trianto
3 arends
4(JURNAL PENDIDIKAN KHUSUS: Model Pembelajaran Langsung Terhadap Kemampuan
Menulis Narasi Siswa Tuna Rungu di SLB ABC Putra Harapan Blitar hal. 3 2014, Universitas
Negeri Surabaya)

Menurut Nur (2011), model pengajaran langsung merupakan sebuah


cara yang efektif untuk mengajar keterampilan dan informasi dasar kepada
siswa. Model pengajaran langsung ditujukan pada pencapaian dua tujuan
utama siswa, yaitu penuntasan konten akademik yang terstruktur dengan
baik dan perolehan seluruh jenis keterampilan. Sesuai dengan kedua tujuan
tersebut, seorang siswa harus menguasai keterampilan-keterampilan dan
informasi dasar terlebih dahulu sebelum mereka dapat memahami konsepkonsep yang lebih sulit dan berfikir kritis dan logis. Model pengajaran
langsung mempunyai ciri-ciri: a) Adanya tujuan pembelajaran dan pengaruh
model pada siswa termasuk prosedur penilaian belajar. b) Sintaks atau pola
keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran. c) Sistem pengelolaan dan
lingkungan belajar model yang diperlukan agar kegiatan pembelajaran
tertentu dapat berlangsung dengan berhasil. (Nur, 2011)5

2.2 Tujuan
A. Presentasi
Tujuan model pembelajaran presentasi adalah untuk memperkenalkan model
pengajaran

presentasi

dan

untuk

menggambarkan

bagaimana

menggunakannya secara efektif. Kita tidak bisa menilai jumlah ideal waktu
guru

harus

mengabdikan

untuk

model

digambarkan sebagai pendekatan ajar

ini.

Sebaliknya,

model

berharga yang dapat digunakan

dalam semua bidang subjek dan di semua tingkatan kelas.6


B. Pengajaran Langsung

5 (Nur, Mohammad. 2011. Model Pengajaran Langsung. Surabaya: Unipress


Surabaya)
6 Arends

ini

Model Pengajaran Langsung (MPL) bertujuan untuk memperoleh informasi


dan keterampilan dasar (Nur, 2011:56)7
2.3 Karakteristik
A. Ciri-ciri Model Pembelajaran Presentasi
Pembelajaran dengan menggunakan model Presentasi merupakan salah
satu model pembelajaran yang dapat digunakan sehingga pembelajaran
lebih variatif. Pembelajaran dengan menggunakan model Presentasi ini
menekankan kerjasama yang dibangun siswa dalam kelompok-kelompok
kecil. Pembagian kelompok ini dimaksudkan agar setiap siswa dapat
berkolaborasi dengan teman, lingkungan, guru dan semua pihak yang terkait
dalam proses pembelajaran dalam menyelesaikan semua permasalahan
yang diperoleh dari guru secara bersama-sama sehingga diharapkan setiap
siswa akan siap dalam kegiatan pembelajaran dan merangsang siswa untuk
belajar mandiri dan kreatif yang nantinya hasil diskusi tersebut akan di
presentasikan di depan kelas.8
B. Ciri-ciri model pembelajaran langsung
a. Adanya tujuan pembelajaran
Pembelajaran langsung ini menekankan tujuan pembelajaran yang harus
berorientasi kepada siswa dan spesifik, mengandung uraian yang jelas
tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi), dan mengandung tingkat
ketercapaian kinerja yang diharapkan (kriteria keberhasilan).
b. Sintaks atau pola keseluruhan dan alur kegiatan pembelajaran
Pada model pembelajaran langsung terdapat lima fase yang sangat
penting. Pembelajaran langsung dapat berbentuk ceramah, demonstrasi,
pelatihan atau praktek, dan kerja kelompok. Pembelajaran langsung
digunakan

untuk

menyampaikan

pelajaran

yang

ditransformasikan

langsung oleh guru kepada siswa.


7 Nur, Mohammad. 2011. Model Pengajaran Langsung. Surabaya: Unipress
Surabaya
8 (Hal 206 jurnal pendidikan teknik otomotif, ISSN : 2303-3738)

Ada lima tahapan pembelajaran langsung, yaitu:


Tahap 1: Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa;
Tahap 2: Mendemonstrasi pengetahuan dan keterampilan;
Tahap 3: Membimbing pelatihan;
Tahap 4: Memerikasa pemahaman dan memberikan umpan balik;
Tahap 5: Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan dan penerapan
konsep
c. Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar yang mendukung
berlangsung berhasilnya pembelajaran
Keberhasilan metode pembelajaran langsung memerlukan lingkungan
yang baik untuk presentasi dan demonstrasi, yakni ruangan yang tenang
dengan penerapan cukup, termasuk alat atau media yang sesuai. Di
samping itu, metode pembelajaran langsung juga bergantung pada
motivasi siswa yang memadai untuk mengamati kegiatan yang dilakukan
guru dan mendengarkan segala sesuatu yang dikatakannya. Pada
hakikatnya, pembelajaran langsung memerlukan kaidah yang mengatur
bagaimana siswa yang suka berbicara, prosedur untuk menjamin tempo
pembelajaran

yang

baik,

strategi

khusus

untuk

mengatur

giliran

keterlibatan siswa, dan untuk menanggulangi tingkah laku siswa yang


menyimpang.
Secara umum tiap-tiap model pembelajaran tentu terdapat kelebihankelebihan yang membuat model pembelajaran tersebut lebih baik digunakan
dibanding dengan model pembelajaran yang lainnya. Seperti halnya pada
Model Direct Instruction atau model pembelajaran langsung pun mempunyai
beberapa kelebihan yaitu sebagai berikut:
1.

Dengan model pembelajaran langsung, guru mengendalikan isi materi


dan

urutan

informasi

yang

diterima

oleh

siswa

sehingga

dapat

mempertahankan fokus mengenai apa yang harus dicapai oleh siswa


2.

Dapat diterapkan secara efektif dalam kelas yang besar maupun kecil

3.

Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan


keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestasi
rendah

4.

Model

Pembelajaran

Direct

Instruction

menekankan

kegiatan

mendengarkan (melalui ceramah) sehingga membantu siswa yang cocok


belajar dengan cara cara ini. Dengan Ceramah dapat bermanfaat untuk
menyampaikan informasi kepada siswa yang tidak suka membaca atau
yang tidak memiliki keterampilan dalam menyusun dan menafsirkan
informasi, serta untuk menyampaikan pengetahuan yang tidak tersedia
secara langsung bagi siswa, termasuk contoh-contoh yang relevan dan
hasil-hasil penelitian terkini.
5.

Model

Pembelajaran

Direct

Instruction

(terutama

kegiatan

demonstrasi) dapat memberikan tantangan untuk mempertimbangkan


kesenjangan antara teori dan observasi. Dengan ini memungkinkan siswa
untuk berkonsentrasi pada hasil hasil dari suatu tugas dan bukan teknik
teknik dalam menghasilkannya. Hal ini penting terutama jika siswa
tidak memiliki kepercayaan diri atau keterampilan dalam melakukan
tugas tersebut
6.

Siswa yang tidak dapat mengarahkan diri sendiri dapat tetap


berprestasi apabila model pembelajaran langsung digunakan secara
efektif.
Selain memiliki kelebihan kelebihan tersebut pembelajaran langsung

juga memiliki kekurangan-kekurangan diantaranya sebagai berikut:


1.

Dalam
perbedaan

model

pembelajaran

dalam

hal

langsung,

kemampuan,

sulit

untuk

pengetahuan

mengatasi

awal,

tingkat

pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar, atau ketertarikan siswa


2.

Karena siswa hanya memiliki sedikit kesempatan untuk terlibat secara


aktif, sulit bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan
interpersonal mereka

3.

Karena guru memainkan peran pusat dalam model ini, kesuksesan


strategi pembelajaran ini bergantung pada image guru. Jika guru tidak
tampak siap, berpengetahuan, percaya diri, antusias, dan terstruktur,
siswa dapat menjadi bosan, teralihkan perhatiannya, dan pembelajaran
mereka akan terhambat

4.

Model

pembelajaran

langsung

sangat

bergantung

pada

gaya

komunikasi guru. Komunikator yang buruk cenderung menghasilkan


pembelajaran yang buruk pula dan model pembelajaran langsung
membatasi kesempatan guru untuk menampilkan banyak perilaku
komunikasi positif
5.

Jika model pembelajaran langsung tidak banyak melibatkan siswa,


siswa akan kehilangan perhatian setelah 10-15 menit dan hanya akan
mengingat sedikit isi materi yang disampaikan.9

2.4 Dukungan Teoritis


A.Presentasi
Terdapat beberapa perangkat gagasan yang saling melengkapi yang
memberikan dukungan teoritis dan empiris untuk pengajaran presentasi. Hal
tersebut meliputi :
1) Konsep struktur pengetahuan
Sebagian besar, pengetahuan dunia disusun berdasarkan berbagai
bidang studi yang disebut disiplin. Sejarah merupakan contoh disiplin yang
menyusun

pengetahuan

menggunakan

konsep

waktu,

biologi

mengorganisasi informasi dan gagasan mengenai makhluk hidup, dan fisika


mengenai dunia fisik. Pengelompokan mata pelajaran oleh departemen
akademis pada katalog perguruan tinggi adalah satu ilustrasi mengenai
banyaknya disiplin yang ada.
Disiplin-disiplin tersebut merupakan sumber daya yang digunakan
sebagian
keputusan

besar

guru

mengenai

dan

pengembang

keputusan

kurikulum

pengetahuan

apa

dalam
yang

membuat
seharusnya

diajarkan kepada siswa. Lebih dari 50 tahun lalu, Ralph Tyler (1949)
menyatakan hal ini :
Dari sudut pandang kurikulum, disiplin seharusnya dipandang sebagai
sumber daya yang dapat digunakan bagi pendidikan siswa. Jadi, kita
ingin memahami sumber daya ini sebaik-baiknya. Disiplin-disiplin ini
9 Dari muchtar

bukanlah semata-mata kumpulan fakta ensiklopedia yang harus


dihafalkan, melainkan merupakan upaya aktif untuk memahami
sebagian dunia atau kehidupan.
2) Psikologi pembelajaran lisan yang bermakna
Menurut Ausubel, guru harus menciptakan dua kondisi:
Menyajikan materi pembelajaran dam bentuk yang secara potensial
bermakna, dengan gagasan dan prinsip utama dan penyatu, sesuai
dengan keilmuan modern, ditekankan dan bukan hanya didaftar

sebagai fakta.
Mencari cara memasukkan materi pembelajaran yang baru kepada
pengetahuan awal siswa dan menyiapkan pikiran siswa sehingga

mereka dapat menerima informasi baru.


3) Psikologi kognitif dan pemprosesan informasi
Gagasan ini membantu menjelaskan bagaimana seharusnya informasi
disajikan kepada siswa telah muncul dari bidang psikologi kognitif yang
berkembang dengan pesat, dan teori-teori pemprosesan informasi kerangka
acuannya penting bagi guru karena memberikan langkah berpikir mengenai
cara bagaimana pikiran bekerja serta cara memperoleh, mengorganisasi dan
mempresentasikan pengetahuan dalam sistem memori.10
B.Pengajaran Langsung
a. Teori Perilaku
Teori-teori

pembelajaran

telah

memberikan

kontribusi

signifikan

terhadap pengajaran langsung. Ahli-ahli teori perilaku kuno, yaitu


fisiolog Rusia, Ivan Pavlov (1849-1936) dan psikolog Amerika, Jhon
Watson (1878-1958), Edward Thorndike (1874-1949), dan yang lebih
modern, B.F Skinner (1904-1990). Teori itu disebut teori prilaku karena
para teori dan peneliti dalam tradisi ini berminat memepelajari perilaku
manusia yang dapat diamati daripada hal-hal yang tidak dapat
diamati, seperti pikiran dan kognisi manusia.
10 arends

Hal yang paling penting bagi guru adalah karay B.F Skinner tentang
operan pengondisian dan gagasan beliau bahwa manusia belajar dan
bertindak dengan cara-cara tertentu sebagai akibat dari penguatan
tertantu, konsep penguatan memiliki arti khusus dalam teori perilaku.
Konsekuensi memperkuat perilaku tertentu secara positif dengan
memberikan

ganjaran

tertentu

atau

secara

negatif

dengan

menghilangkan stimulus yang menjengkelkan.


Guru yang mengajar sesuai dengan prinsip-prinsip perilaku merancang
tujuan yang menjabarkan dengan presisi perilaku-perilaku yang
mereka

ingin

untuk

dipelajari

siswa,

memberikan

pengalaman-

pengalaman belajar, seperti latihan, dimana pembelajaran siswa dapat


dipantau dan sebaliknya dapat diberikan dan memberikan perhatian
khusus pada cara pengganjar perilaku-perilaku dalam kelas.
b. Teori Kognitif Sosial
Belakang, para ahli teori seperti Albert Bandura berpendapat bahwa
teori perilaku klasik memberikan pandangan yang terlalu terbatas
mengenai pembelajaran, dan para ahli teori tersebut menggunakan
teori kognitif sosial (pada awalnya disebut teori pembelajaran sosial)
untuk membantu mempelajari aspek pembelajaran manusia yang tidak
dapat diamati, seperti pikiran dan kognisi. Teori kognitif sosial
membuat

perbedaan

antara

pembelajaran

(cara

memperoleh

pengetahuan) dan kinerja (perilaku yang dapat diamati). Teori ini juga
mengatakan bahwa banyak hal yang dipelajari manusia berasal dari
pengamatan terhadap orang lain.
c. Penelitian Efektivitas Guru
Dukungan empiris bagi model pembelajaran langsung berasal dari
berbagai bidang. Akan tetapi, dukungan empiris yang paling jelas
untuk efektivitas kelas berasal dari penelitian efektivitas guru yang

dilaksanakan pada tahun 1970-an dan 1980-an, jenis penelitian yang


mempelajari hubungan anatar perilaku guru dan prestasi siswa.11
2.5 Perencanaan dan Pelaksanaan
A. Presentasi
a) Merencanakan Presentasi
Kecuali untuk orang-orang yang sangat pemalu, sangatlah mudah bagi
seseorang untuk tampil di hadapan sekelompok siswa dan berbicara selama
20-30 menit. Namun, demikian, berbicara bukanlah mengajar. Membuat
keputusan mengenai konten apa yang dimasukkan dalam presentasi dan
cara mengorganisasikan konten, sehingga logis dan bermakna bagi siswa
membutuhkan persiapan yang lama di pihak guru. Terdapat empat tugas
perencanaan yang terpenting:

Memilih tujuan dan konsep untuk presentasi.


Mengenali pengetahuan awal siswa
Memilih pengorganisasian awal yang tepat
Merencanakan penggunaan waktu dan ruang.
a. Pemilihan Tujuan dan isi
Pemilihan tujuan dan konten dari guru membantu siswa memperoleh

pengethauan baru, seorang guru dapat memilih untuk menggunakan


presentasi karena alasan-alasan lain. Misalnya, presentasi yang disampaikan
dengan penuh semangat dan antusiasme dapat menyulut minat siswa akan
topik tersebut dan memotivasi mereka untuk belajar. Terkadang guru
menggunakan presentasi untuk meringkas topik, mensintesisnya, dan
menyatukannya untuk siswa. Tujuan pembelajaran presentasi diutamakan
untuk

mendapatkan

pengetahuan

deklaratif.

Contoh

siswa

mampu

mendifinisikan arti fotosintesis, mampu menyebutkan aturan-aturan dasar


permainan sepak bola, dll. Pemilihan konten presentasi dapat menggunakan
prinsip power yang menyatakan hanya konsep penting dan paling kuat yang
seharusnya diajarkan dan bukan yang menarik tapi tidak penting bagi mata
11 Bingung (dari blog http://rizkyamaliahalsa.blogspot.co.id/2014/06/modelpengajaran-langsung_11.html)

pelajaran. Sedangkan menurut prinsip ekonomi merekomendasikan bahwa


guru menghindari kekacauan verbal dan membatasi presentasi dengan
jumlah informasi minimum. Peta konsep juga bermanfaat bagi seorang guru
untuk membantu menyampaikan jenis ide dan bagi siswa

memberikan

gambaran untuk memahami hubungan diantara ide-ide.


1) Kekuatan dan Ekonomi
Konsep ini digunakan guru ketika memilih konten atau materi untuk
dimasukkan dalam presentasi. Konsep kekuatan mengatakan bahwa
hanya konsep yang paling penting dan berkuasa yang seharusnya
diajarkan, daripada konsep yang diminati, tetapi tidak penting bagi
pemahaman pelajaran. Konsep ekonomi menyarankan bahwa guru
menyingkir dari kekacauan lisan dan membatasi presentasi mereka pada
jumlah informasi minimum. Mencapai ekonomi dan kekuatan dalam
presentasi tidak sangat tergantung pada gaya penyampaian guru seperti
halnya perencanaan. Bahkan, presentasi yang diorganisasi dengan baik
yang dibacakan dengan nada menoton dapat lebih efektif dalam
menghasilkan pembelajran siswa daripada presentasi dinamis yang tidka
memiliki gagasan yang berkuasa, meskipun siswa mungkin lebih
menyukai presentasi yang terakhir ini.
2) Pemetaan Konseptual
Peta konseptual membantu memperjelas kepada guru jenis-jenis
gagasan untuk diajarakan dan peta tersebut memberikan siswa suatu
gambaran untuk memahami hubungan antar gagasan.
b. Pengenalan Pengetahuan Awal Siswa
Informasi yang diberikan didalam presentasi didasarkan perkiraan guru
akan struktur kognitif yang ada pada siswanya dan pengetahuan awal
mereka akan seseuatu. Seperti halnya banyak aspek pengajaran lain, tidak
ada tautan yang jelas atau formula yang mudah dikuti oleh guru.
1) Struktur Kognitif
Agar materi baru bermakna bagi siswa, guru harus menemukan cara
untuk menghubungkannya dengan apa yang sudah diketahu siswa.
2) Perkembangan Intelektual

Perkembangan intelektual siswa adalah factor yang sangat penting


untuk dipertimbangkan ketika merencanakan suatu presentasi. Gagasan
mengenai cara siswa berkembang secara intelektual dapat membantu
guru ketika mereka merencanakan suatu presentasi tertentu, akan tetapi
gagasan-gagasan tersebut tidak bisa memberikan solusi konkrit karena
beberapa alasan.
c. Memilih advance organizer yang tepat
Advance organizer merupakan scaffolding intelektual (bantuan yang
diberikan kepada siswa selama tahap awal dan siswa yang selanjutnya
berpikir sendiri atau mandiri), selain itu membantu siswa melihat gambaran
umum dari materi yang akan dipresentasikan. Berikut ini merupakan contoh
advance organizer mengenai materi matematika: Materi tentang penarikan
kesimpulan, gambaran umum yang berkaitan dengan penarikan kesimpulan
yang diberikan oleh guru sebelum masuk materi yaitu lampu lalulintas.
Apabila nyala lampu berwarna merah maka tandanya semua kendaraan
berhenti. Dari gambaran umum tersebut siswa diharuskan mandiri dan
berpikir

sendiri

bagaimana

jika

dikaitkan

dengan

materi

penarikan

kesimpulan.
Contoh lain:

saya akan memberikan informasi tentang jenis-jenis

makanan yang dibutuhkan tubuh agar berfungsi dengan baik. Sebelum itu
saya ingin memberi ide kepada kalian yang akan membantu memahami
berbagai makanan yang sudah kalian makan dengan mengatakan bahwa
makanan tersebut dapat diklasifikasikan menjadi lima golongan utama yaitu
lemak, karbohidrat, protein, vitamin dan mineral. Makanan tersebut berisi
unsur-unsur

tertentu

seperti

karbon dan nitrogen. Makanan yang kita

makan juga mengandung unsur-unsur yang terdapat dalam golongan


makanan tersebut. Sekarang saya akan membicarakan diet seimbang yang
dibutuhkan tubuh. Saya ingin kalian memperhatikan tarmasuk golongan
manakah makanan yang kita makan?

d. Merencanakan penggunaan waktu dan ruang


Hal-hal yang harus

diperhatikan

guru yaitu memastikan waktu

dialokasikan sesuai dengan kemampuan dan sikap siswa di kelas dan


memotivasi siswa agar mereka tetap memperhatikan selama pembelajaran.
Selain itu guru juga mengelola ruang, penataan ruang tradisional paling
cocok dengan kelas yang menggunakan papan tulis, OHP atau proyektor.
b) Melaksanaan Presentasi
a. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan menyiapkan siswa
Tujuan pembelajaran dapat disampaikan dipapan tulis, newsprint chart
atau display. Menyiapkan siswa untuk belajar dapat dilakukan dengan
memberikan establishing set dan isyarat (cues) kepada siswa.
b. Mempresentasikan advance organizer
Guru memastikan advance organizer dilakukan terpisah dari kegiatan
introduksi dan presentasi materi. Advance organizer dipresentasikan kepada
siswa menggunakan format visual tertentu seperti OHP atau power point
image. Siswa harus memahami advance organizer sehingga harus diajarkan
kepada siswa.
c. Mempresentasikan Materi belajar
Menyampaikan

materi

dilaksanakan

setelah

direncanakan

dan

dipresentasikan dengan cara efektif, memperhatikan kejelasan, explaining


links, contoh-contoh, teknik rule-explaining rule, penggunaan transisi dan
antusiasme.
d. Memantau dan memeriksa pemahaman
Untuk memantau pemahaman siswa guru dapat melakukan metode
informal selama presentasi misalnya isyarat verbal dan non verbal misalnya
siswa bingung, diam dan kerutan kening sebagai tanda siswa tidak paham,
sedangkan mengangguk, tersenyum dan mata melebar takjub merupakan
tanda pemahaman sedang terjadi. Secara formal guru dapat
respon siswa tentang materi yang baru disampaikan.12
12 arends

meminta

B. Pengajaran Langsung
a) Merencanakan Pengajaran Langsung
1. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Model pembelajaran ini paling efektif digunakan untuk mata
pelajaran yang berkaitan dengan penguasaan keterampilan seperti
matematika atau membaca, di mana materi-materi (keterampilan)
pada mata pelajaran tersebut dapat diajarkan selangkah demi
selangkah.
Tujuan pembelajaran yang baik harus berpatokan pada beberapa
syarat berikut
a. Mengacu pada siswa
b. Bersifat spesifik (khusus)
c. Uraian tentang situasi penilaian (kondisi evaluasi) jelas
d. Mengandung kriteria keberhasilan (tingkat pencapaian kinerja yang
diharapkan)
2. Memilih Materi Pembelajaran
Pemilihan materi pembelajaran tentu saja harus mengacu
kepada

tuntutan

kurikulum.

Cara

pemilihan

materi

seperti

ini

merupakan cara paling mudah dan terjamin efektivitasnya, karena


kurikulum telah disusun oleh para pakar psikologi pendidikan terkait
dengan

pengetahuan

awal

prasyarat.

Kurikulum

sekolah

telah

dirancang sedemikian rupa sehingga strukturnya (urutan, kedalaman,


dan keluasannya) sesuai dengan perkembangan peserta didik (siswa).
Walaupun demikian, sebaiknya guru, dalam memilih materi
pembelajaran harus memahami: (a) prinsip ekonomi; dan (b) prinsip
power. Hal ini telah lama dikemukakan oleh pakar psikologi pendidikan
Jerome Brunner dalam bukunya yang berjudul On Knowing: Essays for
The Left Hand yang diterbitkan oleh Cambridge, Mass: Harvard
University pada tahun 1962.
a. Prinsip Ekonomi dalam Menentukan Materi Pembelajaran
Kenyataan di kelas, berdasarkan banyak hasil penelitian, guru
telah menyajikan banyak presentasi dan demonstrasi yang tidak

efektif. Guru seringkali menyajikan terlalu banyak informasi yang


sifatnya justru tidak relevan dan tidak penting. Akibatnya justru sangat
buruk. Presentasi dan demostrasi yang terlalu panjang dan bertele-tele
justru membuat siswa akan mengalami kesulitan untuk memahami ideide dan keterampilan pokok yang harus mereka pelajari.
Penggunaan

prinsip

ekonomi

dalam

menentukan

materi

pembelajaran maksudnya, guru harus betul-betul mempertimbangkan


seberapa banyak informasi yang akan disajikan selama alokasi waktu
tertentu.

Prinsip

ekonomi

apabila

digunakan

oleh

guru

saat

merencanakan pembelajaran langsung, akan membuat guru lebih


terdorong untuk memberikan rangkuman singkat mengenai ide-ide
atau keterampilan-keterampilan pokok saja dan dilakukan beberapa
kali selama kegiatan belajar mengajar. Penggunaan prinsip ekonomi
dalam penentuan materi pembelajaran untuk model pembelajaran
langsung ini akan memberikan kemungkinan kepada guru untuk
memilih suatu konsep yang penting dan sulit kemudian menjadikannya
jelas dan mudah bagi siswa. Prinsip ekonomi tidak menghendaki guru
memilih konsep-konsep mudah lalu justru menjadikan konsep itu kabur
dan menjadi tampak sulit karena penjelasan yang bertele-tele.
Jadi kesimpulannya, dengan menerapkan prinsip ekonomi dalam
menentukan materi pembelajaran pada model pembelajaran langsung
(direct instruction), guru melakukan pembatasan tujuan pembelajaran
untuk mengoptimalkan alokasi waktu, sarana pembelajaran, sumber
dan media pembelajaran, atau hal-hal lainnya saat memberikan
penjelasan secara lisan (verbal) atau selama demonstrasi.
b. Prinsip Power dalam Menentukan Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran yang disajikan oleh guru akan memiliki
power (kekuatan) bila materi pembelajaran yang telah dipilih disajikan
secara lugas dan logis. Materi pembelajaran harus diorganisasikan
secara

logis

sehingga

siswa

memperoleh

kemudahan

untuk

mempelajari hubungan antara fakta-fakta, prinsip-prinsip, atau konsepkonsep kunci dalam suatu pokok bahasan.
Perlu dicatat bahwa prinsip ekonomi dan prinsip power dapat
diterapkan oleh semua guru dan tidak dibatasi oleh kemampuan dan
cara mengajar guru. Prinsip ekonomi

dan prinsip

power lebih

ditentukan oleh aspek-aspek perencanaan. Jadi kunci kesuksesan


model pembelajaran langsung (direct instruction) yang menerapkan
kedua prinsip ini adalah perencanaan. Sebuah presentasi atau
demonstrasi yang monoton sekalipun akan jauh memberikan hasil
yang

lebih

baik

dibanding

presentasi

dan

demontsrasi

yang

menyenangkan dan dinamis tetapi kacau balau dan bertele-tele.


3. Melakukan Analisis Tugas (Task Analysis)
Sebelum melakukan pembelajaran yang menimplementasikan
model pembelajaran langsung (direct instruction), guru harus selalu
melakukan analisis tugas (task analysis). Tahapan ini bukanlah sebuah
pekerjaan yang sulit. Analisis tugas (task analysis) hanya memerlukan
kecermatan seorang guru saat merencanakan model pembelajaran
langsung.
Apa yang dimaksud dengan analisis tugas? Analisis tugas (task
analysis) adalah sebuah teknik yang harus dilakukan guru, di mana
guru membagi-bagi suatu keterampilan yang kompleks menjadi
komponen-komponen

bagian,

dengan

demikian

dapat

diajarkan

dengan pola sesuai urutan yang paling baik dan logis selangkah demi
selangkah.
Pada kenyataannya, sebuah keterampilan yang kompleks tidak
dapat dipelajari dengan mudah dalam satu waktu tertentu melalui
pemodelan (demonstrasi). Keterampilan tersebut harus diajarkan
bagian per bagian secara berurutan. Pengetahuan atau keterampilan
yang

kompleks

bagian,tahap

harus

demi

dipecah

tahap.

menjadi

Bayangkan,

komponen-komponen

bagaimana

siswa

dapat

menarikan Tari Pendet dengan baik bila setiap bagian gerakan tidak

diajarkan atau didemonstrasikan satu per satu secara berurutan? Atau,


siswa tentu tidak akan dapat melakukan pengamatan benda-benda
mikroskopis

bila

mereka

tidak

diajarkan

sub-sub

keterampilan

melakukan pengamatan dengan mikroskop.


Guru, pada saat melakukan perencanaan model pembelajaran
langsung (direct instruction) dengan mudah dapat melakukan analisis
tugas (task analysis) dengan cara:
(1)

Meminta penjelasan kepada orang yang menguasai dan dapat


melakukan keterampilan kompleks itu, atau amati pada saat orang
tersebut melakukan keterampilan tersebut. Bila guru sendiri juga
menguasai keterampilan itu, maka tentu lebih mudah lagi. Guru

(2)

tinggal melakukan keterampilan kompleks itu sendiri.


Memecah-mecah
keterampilan
kompleks
tersebut

(3)

komponen-komponen bagian (keterampilan-keterampilan bagian).


Menyusun keterampilan-keterampilan bagian tersebut dengan

menjadi

urutan yang logis sehingga tampak jelas bahwa suatu keterampilan


bagian akan menjadi keterampilan prasyarat bagi keterampilan
(4)

balian yang lain.


Menetapkan perencanaan

strategi

untuk

mengajarkan

atau

mendemonstrasikan setiap keterampilan bagian tersebut, lalu


mempersatukannya menjadi keterampilan kompleks yang utuh
yang harus dipelajari siswa tersebut.
4. Merencanakan Alokasi Waktu
Perencanaan alokasi waktu dalam
pembelajaran

langsung

(direct

instruction)

implementasi
adalah

sangat

model
vital.

Kemampuan guru mengenali seberapa kemampuan dan bakat siswa


untuk mengikuti suatu pembelajaran langsung dengan materi tertentu
akan sangat membantu penetuan alokasi waktu yang sesuai. Pada
umumnya guru yang kurang berpengalaman (guru yang masih muda)
cenderung memberikan alokasi waktu yang terlalu sedikit. Mereka
menaksir

terlalu

rendah

jumlah

jam

yang

dibutuhkan

mengajarkan suatu pengetahuan atau keterampilan.

untuk

Sewaktu melakukan perencanaan alokasi waktu, guru harus


mempertimbangkan:
a. Apakah waktu yang disediakan cukup, sesuai dengan kemampuan
siswa?
b. Pemberian motivasi kepada siswaa, sehingga semua tetap berada
dalam tugas belajarnya dengan atensi (perhatian) yang optimal.
Ingat, model pembelajaran langsung (direct instruction) sebagai
model pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered)
menuntuk siswa selalu memiliki perhatian yang optimal terhadap
penjelasan atau demontrasi yang diberikan oleh guru.
5. Merencanakan Pengaturan Ruang Kelas
Dikarenakan model pembelajaran langsung (direct instruction)
membutuhkan atensi siswa kepada guru (model) yang sedang
melakukan presentasi dan demonstrasi, maka pengaturan ruang kelas
juga menjadi sesuatu hal yang penting untuk diperhatikan. Formasi
tempat duduk dan pengaturan ruang kelas harus memungkinkan siswa
mudah mengamati semua sesi demonstrasi yang dilakukan. Guru
sebaiknya berada pada posisi di depan kelas, kalau perlu di tempat
yang lebih tinggi, yang dapat dipandang atau diamati seluruh siswa
dari setiap arah. Formasi kelas tradisional sangat cocok digunakan
untuk penerapan model pembelajaran langsung (direct instruction).
b) Melaksanakan Pengajaran Langsung
Bila guru ingin melaksanakan model pembelajaran langsung ini, maka
ada 5 fase atau langkah-langkah yang harus diperhatikan karena sifatnya
memang sangat penting. Adapun kelima fase itu adalah sebagai berikut:
1. Menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan Mempersiapkan Siswa
Pada fase pertama ini guru menjelaskan tujuan pembelajaran khusus,
memberi informasi tentang latar belakang pembelajaran, memberikan
informasi mengapa pembelajaran itu penting, dan mempersiapkan siswa
baik secara fisik maupun mental untuk mulai pembelajarannya.
2. Mendemonstrasikan Pengetahuan dan keterampilan

Pada

fase

kedua

ini

guru

berperan

sebagai

model

dengan

mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan secara benar, ia harus


menyajikan informasi secara bertahap selangkah demi selangkah sesuai
struktur dan urutan yang benar.
3. Membimbing Pelatihan
Pada fase ketiga guru harus memberikan bimbingan dan pelatihan
awal agar siswa dapat menguasai pengetahuan dan keterampilan yang
sedang diajarkan.
4. Mengecek Pemahaman dan Memberikan Balikan (Umpan Balik)
Pada fase keempat ini guru melakukan pengecekan apakah siswa
dapat melakukan tugas dengan baik, apakah mereka telah menguasai
pengetahuan atau keterampilan, dan selanjutnya memberi umpan balik yang
tepat.
5. Memberikan Kesempatan Untuk Pelatihan Lanjutan dan Penerapan
Pada

fase

terakhir

(kelima)

ini

guru

kemudian

menyediakan

kesempatan kepada semua siswa untuk melakukan latihan lanjutan, dengan


perhatian khusus pada penerapan kepada situasi yang lebih kompleks atau
penerapan dalam kehidupan sehari-hari.13
2.6 Mengelola Lingkungan Belajar
A. Presentasi
Di suatu pelajaran presentasi, guru biasanya menyususn lingkungan
belajar yang sangat ketat. Dalam tahap awal pelajaran, guru merupakan
penyaji aktif dan mengharapkan siswa menjadi pendengar aktif. Penngunaan
yang tepat dari model ini mensyaratkan kondisi yang baik untuk menyajikan
dan mendengarkan situasi yang tenang dengan visilibilitas yang baik,
temasuk fasilitas yang tepat untuk penggunaan multimedia. Keberhasilan
model

tersebut

tergantung

bagaimana

siswa

termotivasi

untuk

memperhatikan apa yang dilakukan guru dan mendengarkan apa yang


dikatakan guru.
13 bingung

Pada awal pelajaran

guru berperan sebagai presenter aktif dan

berharap siswa menjadi pendengar aktif. Kesuksesan model ini bergantung


dari motivasi siswa untuk melihat serta mendengarkan presentasi. Model ini
membutuhkan aturan yang mengatur pembicaraan siswa, pacing (langkah)
yang baik dan metode untuk mengatur perilaku siswa pada saat presentasi,
misalnya siswa yang melakukan kegiatan lain atau berbicara dengan teman
sebelahnya.14
B. Pengajaran Langsung
Model pengajaran langsung bisa efektif untuk meningkatkan motivasi
siswa.

sebab,

model

ini

mendorong

keberhasilan

siswa

sambil

memanfaatkan efek motivasi dari tantangan dalam pemecahan masalah.


Saat menggunakan model ini, membuat contoh konkrit dan personal

penting dalam fase presentasi.


Meskipun model pengajaran langsung berpusat pada guru, tingkat
keterlibatan siswa yang tinggi adalah penting saat menggunakan model

ini. juga, keterlibatan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar.


Model pengajaran langsung terutama efektif saat mengajarkan siswa
yang latar belakangnya beragam. Sebab, model ini memberikan struktur
dan kesempatan berinteraksi. Struktur memberikan situasi atau landskap
pelajaran yang akrab bagi siswa. interaksi memberikan peluang bagi
guru dan siswa untuk mengidentifikasi contoh-contoh yang sama-sama

bermakna.
Tutorial berbasis-teknologi

sangat

cocok

dengan

struktur

model

pengajaran langsung dan berbagai tutorial ada di dalam banyak bidang


materi.

15

2.7 Penilaian
A. Presesntasi
14 Bingung (makalah)
15 eggen

Penilaian

pembelajaran

siswa

merupakan

tugas

penting

pasca

instruksional untuk pelajaran presentasi. Model presentasi sangat cocok


untuk

menyampaikan

informasi

baru

kepada

siswa

dan

membantu

menyimpan informasi tersebut dalam memori mereka. Sehingga strategi


evaluasi yang tepat adalah menguji perolehan dan retensi pengetahuan
siswa. Faktor yang perlu diperhatikan dalam menguji pengetahuan siswa
adalah menguji semua tingkat pengetahuan dan bukan hanya sekedar
mengingat informasi, guru juga seharusnya mengkomunikasikan kepada
siswa apa yang mau diujikan dan lakukan pengujian segera setelah selesai
topik jangan menunggu mid atau semester.16
B. Pengajaran Langsung
Model pengajaran langsung dirancang untuk mengajarkan keterampilan
procedural. Kemudian, menilai pemahaman siswa tentang keterampilan
keterampilan ini bersifat langsung. Siswa diberikan soal yang harus mereka
pecahkan sendiri. akan tetapi, bahkan proses ini tidak sesederhana yang
tampak

dipermukaan

jika

penyusunan

kata-kata

didalam

soal

yang

digunakan untuk asesmen terlalu mirip dengan penyusunan kata-kata


didalam pengajaran, para murid mungkin sekedar menunjukkan kemampuan
untuk

menghafal

seperangkat

prosedur

ketimbang

menunjukkan

pemahaman tulus. Ini berarti harus menggunakan pertimbangan cermat


dalam memilih soal yang digunakan untuk asesmen.

BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
16 Bingung (makalah)
17 eggen

17

3.2

Saran

DAFTAR PUSTAKA