Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM PETROLOGI

Nama : Ria Amelia Octavianty

Hari/Tgl : Selasa, 11Oktober 2016

NIM

Acara

: D611 15 308

No Sampel
Jenis Batuan
Warna
Lapuk
Segar
Tekstur
Ukuran butir

: Batuan Sedimen

: SK 4
: Batuan Sedimen
: Putih kecoklatan
: Abu-abu

: Pasir sangat kasar (1/8-1/4mm)


Derajat kebundaran : Subrounded
Sortasi
: Buruk
Kemas
: Terbuka
Porositas
: Baik
Permeabilitas
: Baik
Struktur
: Berlapis
Komposisi Mineral :
Komposisi
Material
Fragmen

Bentuk

Ukuran Material

Sub Angular

Matriks

Rounded

4-64 mm
(Kerakal)
- mm
(Pasir Sedang)

Batuan Asal
Batuan Beku
Batuan Beku

Semen
Nama Batuan

: Breksi (Wenworth, 1922)

Keterangan

Sampel batuan dengan nomor peraga SK 4 ini termasuk dalam batuan


sedimen klastikdengan warna segar berwarna abuabu, lapuk berwarna putih
kecokelatan. Tekstur batuan klastik yakni menampakkan adanya kesan butiran
dengan ukuran pasir sangat kasar (1/8-1/4mm) dengan derajat kebundaran
Subrounded, sortasi pada batuan tampak buruk dan memiliki kemas yang
terbuka. Porositas batuan baik dan permeabilitas baik.Struktur batuan yaitu
berlapis karena adanya perlapisan pada batuan. Komposisi kimia dari batuan ini

Silika (SiO2) yang dicirikan oleh material yang membentuk batuan ini dari satu
unsur saja. Pada batuan menampakkan adanya fragmen yakni batuan beku
dengan ukuran kerikil, memiliki matriks yakni pasir sedang dan semen pada
batuan yakni silika.
Proses pembentukan batuan ini berlangsung secara mekanik yakni
diawali oleh proses transportasi materialmaterial sediment, kemudian
mengalami proses pengendapan materialmaterial sedimen pada sebuah
cekungan di lingkungan pengendapan laut dalam yang yakni material Silika
(SiO2). Kemudian terjadi proses kompaksi. Setelah mengalami proses kompaksi
kemudian materialmaterial sedimen tersebut mengalami proses litifikasi yaitu
proses

pengerasan

materialmaterial

menjadi

batuan

sedimen

(proses

pembatuan). Proses ini terjadi apabila proses kompaksi yang terus menerus
terjadi yang menyebabkan materialmaterialnya semakin kompak sehingga
terjadi pengerasan (konsulidasi). Dilihat dari ciriciri fisiknya dan proses
pembentukannya, batuan ini memiliki nama Breksi (Wenwotrh, 1922)
Breksi dapat dimanfaatkan sebagai hiasan, misalnya diukir hingga halus
membentuk vas bunga, meja kecil dan asbak. Selain itu, breksi juga dapat
digunakan untuk campuran bahan bangunan. Selain itu breksi juga dapat
digunakan sebagai pengembangan ilmu pengetahuan.
Referensi :
1. Ir. Kaharuddin MS, Penuntun Praktikum Petrologi, Laboratorium
Petrologi Jurusan Teknik Geologi. Universitas Hasanuddin. Ujung
Pandang 1988.
2. Satria Dody Bobby Ir. NOVA,Batuan dan Mineral, Bandung 1987.

3. http://id.wikipedia.org/wiki/Breksidiakses tanggal 28/10/2016 pukul


23.48

PRAKTIKUM PETROLOGI
Nama : Ria Amelia Octavianty

Hari/Tgl : Selasa, 11Oktober 2016

NIM

Acara

: D611 15 308

No Sampel
JenisBatuan
Warna
Lapuk
Segar

: SK 7
: Batuan Sedimen Klastik
: Kuning kecoklatan
: Abu-abu

: Batuan Sedimen

Tekstur
Ukuran butir

: Lempung (<1/256mm)
Derajat kebundaran : Rounded
Sortasi
: Baik
Kemas
: Tertutup
Struktur
: Tidak berlapis
Komposisi Mineral : Silika (SiO2)
Komposisi
Material
Fragmen

Bentuk

Ukuran Material

Batuan Asal

Matriks

Rounded

Semen

/256
(Lempung)
-

Nama Batuan

: Batulempung (Wenworth, 1922)

Keterangan

Batuan Beku
-

Sampel batuan dengan nomor peraga SK 7 ini termasuk dalam batuan


sedimen klastikdengan warna segar berwarna abuabu, lapuk berwarna kuning
kecokelatan. Tekstur batuan klastik yakni menampakkan adanya kesan butiran
dengan ukuran lempung (1/<256mm) dengan derajat kebundaran rounded,
sortasi pada batuan tampak baik dan memiliki kemas yang tertutup.Struktur
batuan yaitutidak berlapis karena tidak adanya perlapisan pada batuan.
Komposisi kimia dari batuan ini Silika (SiO2) yang dicirikan oleh material yang
membentuk batuan ini dari satu unsur saja. Pada batuan tidak menampakkan
adanya fragmen, memiliki matriks yakni lempung dan semen pada batuan yakni
silika.
Proses pembentukan batuan ini berlangsung secara mekanik yakni
diawali oleh proses transportasi materialmaterial sedimen, kemudian

mengalami proses pengendapan materialmaterial sedimen pada sebuah


cekungan di lingkungan pengendapan laut dalam yang yakni material Silika
(SiO2). Kemudian terjadi proses kompaksi. Setelah mengalami proses kompaksi
kemudian materialmaterial sedimen tersebut mengalami proses litifikasi yaitu
proses

pengerasan

materialmaterial

menjadi

batuan

sedimen

(proses

pembatuan). Proses ini terjadi apabila proses kompaksi yang terus menerus
terjadi yang menyebabkan materialmaterialnya semakin kompak sehingga
terjadi pengerasan (konsulidasi). Dilihat dari ciriciri fisiknya dan proses
pembentukannya, batuan ini memiliki nama Batulempung ( Wenwotrh, 1922)
Kegunaan dari batuan ini yakni sebagai bahan bangunan dan digunakan
dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Referensi :
1. Penuntun Praktikum Petrologi Jurusan Teknik Geologi. Universitas
Hasanuddin. Ujung pandang 1988.

PRAKTIKUM PETROLOGI
Nama : Ria Amelia Octavianty

Hari/Tgl : Selasa, 11Oktober 2016

NIM

Acara

: D611 15 308

No Sampel
JenisBatuan
Warna
Lapuk
Segar
Tekstur
Ukuran butir

: Batuan Sedimen

: SK 6
: Batuan Sedimen
: Kuning kecoklatan
: Abu-abu

: Lempung (<1/256mm)
Derajat kebundaran : Wellrounded
Sortasi
: Baik
Kemas
: Tertutup
Struktur
: Laminasi
Komposisi Mineral : Kalsium Karbonat (CaCO3)
Komposisi
Material

Bentuk

Ukuran Material

Batuan Asal

Fragmen

Matriks

Rounded

Semen

/256
(Lempung)
-

Batuan Beku

Nama Batuan

: Batulempung karbonatan (Wenworth, 1922)

Keterangan

Sampel batuan dengan nomor peraga SK 6 ini termasuk dalam batuan


sedimen klastik dengan warna segar berwarna abuabu, lapuk berwarna kuning
kecokelatan. Tekstur batuan klastik yakni menampakkan adanya kesan butiran
dengan ukuran lempung (<1/256mm) dengan derajat kebundaran wellrounded,
sortasi pada batuan tampak baik dan memiliki kemas yang tertutup. Struktur
batuan berlapis dan laminasi dilihat dari batuannya yang memiliki perlapisan
kurang dari 1 cm. Komposisi kimia dari batuan ini ialah Kasium Karbonat
(CaCO3) yang dicirikan oleh material yang membentuk batuan ini dari satu
unsur saja. Pada batuan tidak menampakkan adanya fragmen, memiliki matriks
yakni lempung dan semen pada batuan yakni karbonat.
Proses pembentukan batuan ini berlangsung secara mekanik yakni
diawali oleh proses transportasi materialmaterial sedimen, kemudian
mengalami proses pengendapan materialmaterial sedimen pada sebuah
cekungan di lingkungan pengendapan laut dangkal yang yakni material
Karbonat (CaCO3). Kemudian terjadi proses kompaksi. Setelah mengalami
proses kompaksi kemudian materialmaterial sedimen tersebut mengalami
proses litifikasi yaitu proses pengerasan materialmaterial menjadi batuan

sedimen (proses pembatuan). Proses ini terjadi apabila proses kompaksi yang
terus menerus terjadi yang menyebabkan materialmaterialnya semakin kompak
sehingga terjadi pengerasan (konsulidasi). Dilihat dari ciriciri fisiknya dan
proses pembentukannya, batuan ini memiliki nama Batulempung karbonatan
( Wenwotrh, 1922)
Kegunaan dari batuan ini yakni sebagai bahan penjernihan minyak dan
digunakan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Referensi :
1. Ir. Kaharuddin MS, Penuntun Praktikum Petrologi, Laboratorium
Petrologi Jurusan Teknik Geologi. Universitas Hasanuddin. Ujung
Pandang 1988.
2. Satria Dody Bobby Ir. NOVA,Batuan dan Mineral, Bandung 1987.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Batubaradiakses tanggal 28/10/2016 pukul
23.08

PRAKTIKUM PETROLOGI
Nama : Ria Amelia Octavianty

Hari/Tgl : Selasa, 11Oktober 2016

NIM

Acara

: D611 15 308

: Batuan Sedimen

No Sampel
: BS 02
JenisBatuan
: Batuan Sedimen
Warna
Lapuk
: Coklat
Segar
: Hitam
Tekstur
: Nonklastik
Struktur
:Komposisi Mineral : SiO2
Nama Batuan

: Batubara

Keterangan

Sampel batuan dengan nomor peraga BS 02 ini termasuk dalam batuan


sedimen nonklastik yakni tidak menampakkan adanya kesan butiran dari batuan
yang

dibentuk,dengan

warna

segar berwarna hitam,

lapuk berwarna

coklat.Stuktur pada batuan tidak ada,komposisi kimia yang menyusun batuan


yakni Silika (SiO2)
Proses pembentukan batuan ini berlangsung secara kimiawi yakni
diawali oleh proses pengendapan oleh sisa-sisa tumbuhan yang telah mati pada
sebuah cekungan di lingkungan pengendapan delta. Kemudian terjadi proses

kompaksi. Setelah mengalami proses kompaksi kemudian materialmaterial


sedimen tersebut mengalami proses litifikasi yaitu proses pengerasan material
material menjadi batuan sedimen (proses pembatuan). Proses ini terjadi apabila
proses kompaksi yang terus menerus terjadi yang menyebabkan material
materialnya semakin kompak sehingga terjadi pengerasan (konsulidasi). Dilihat
dari ciriciri fisiknya dan proses pembentukannya, batuan ini memiliki nama
Batubara
Batubara mempunyai banyak fungsi dalam kehidupan, salah satunya yaitu
dalam produksi bahan bakar minyak yang didapatkan dari hasil pengolahan
batubara yakni Fenol. Fenol dihasilkan dari tar batubara yang berbentuk bubuk
halus. Berbagai macam industry kimia memakai produk fenol untuk
menjalankan industry mereka. Fenol mampu menghemat pemakaian komposisi
bahan kimia yang biasanya didapatkan dari minyak murni. Jadi hasil sampingan
olahan batubara sangat mendukung proses industry fenol dan industry bahan
kimia lain.
Referensi :
4. Ir. Kaharuddin MS, Penuntun Praktikum Petrologi, Laboratorium
Petrologi Jurusan Teknik Geologi. Universitas Hasanuddin. Ujung
Pandang 1988.
5. Satria Dody Bobby Ir. NOVA,Batuan dan Mineral, Bandung 1987.
6. http://id.wikipedia.org/wiki/Batubaradiakses tanggal 28/10/2016 pukul
23.08

PRAKTIKUM PETROLOGI
Nama : Ria Amelia Octavianty

Hari/Tgl : Selasa, 11Oktober 2016

NIM

Acara

: D611 15 308

: Batuan Sedimen

No Sampel
: SN 4
JenisBatuan
: Batuan Sedimen
Warna
Lapuk
: Coklat
Segar
: Merah kecoklatan
Tekstur
: Nonklastik
Struktur
:Komposisi Mineral : SiO2
NamaBatuan

: Rijang

Keterangan

Sampel batuan dengan nomor peraga SN 4 ini termasuk dalam batuan


sedimen nonklastik yakni tidak menampakkan adanya kesan butiran dari batuan
yang dibentuk,dengan warna segar berwarna merah kecoklant, lapuk berwarna
coklat. Stuktur pada batuan tidak ada, komposisi kimia yang menyusun batuan
yakni Silika (SiO2)
Proses pembentukan batuan ini berlangsung secara kimiawi dari endapan
sisa-sisa organisme yang mengandung silika yakni diawali oleh proses
pengendapan materialmaterial sedimen berupa sisasisa organisme (radiolaria).
Kemudian terjadi proses kompaksi. Setelah mengalami proses kompaksi
kemudian materialmaterial sedimen tersebut mengalami proses litifikasi yaitu
proses

pengerasan

materialmaterial

menjadi

batuan

sedimen

(proses

pembatuan). Proses ini terjadi apabila proses kompaksi yang terus menerus
terjadi yang menyebabkan materialmaterialnya semakin kompak sehingga

terjadi pengerasan (konsulidasi). Dilihat dari ciriciri fisiknya dan proses


pembentukannya, batuan ini memiliki nama Rijang
Batu Rijang biasanya digunakan untuk indikator dalam laut (abyssal)
dan pada zaman batu, Rijang biasa digunakan untuk membuat senjata dan
peralatan seperti pedang, mata anak panah, pisau, kapak dan lain-lain karena
kekerasannya. Selain itu Rijang juga dapat digunakan sebagai bahan untuk
penelitian.
Referensi :
1. Ir. Kaharuddin MS, Penuntun Praktikum Petrologi, Laboratorium
Petrologi Jurusan Teknik Geologi. Universitas Hasanuddin. Ujung
Pandang 1988.
2. Satria Dody Bobby Ir. NOVA,Batuan dan Mineral, Bandung 1987.
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Rijang
23.18

diakses tanggal 28/10/2016 pukul

PRAKTIKUM PETROLOGI
Nama : Ria Amelia Octavianty

Hari/Tgl : Selasa, 11Oktober 2016

NIM

Acara

: D611 15 308

: Batuan Sedimen

No Sampel
: SN 3
JenisBatuan
: Batuan Sedimen Nonklastik
Warna
Lapuk
: Kuning kecoklatan
Segar
: Abu-abu
Tekstur
: Nonklastik
Struktur
:Komposisi Mineral : CaCO3
Nama Batuan

: Batugamping

Keterangan

Sampel batuan dengan nomor peraga SN 4 ini termasuk dalam batuan


sedimen nonklastik yakni tidak menampakkan adanya kesan butiran dari batuan
yang dibentuk,dengan warna segar berwarna merah kecoklatan, lapuk berwarna
coklat. Stuktur pada batuan tidak ada, komposisi kimia yang menyusun batuan
yakni Karbonat (CaCO3)
Proses pembentukan batuan ini berlangsung secara kimiawi dari endapan
sisa-sisa organisme yang mengandung karbonat yakni diawali oleh proses
pengendapan materialmaterial sedimen berupa sisasisa organisme (foram
besar). Kemudian terjadi proses kompaksi. Setelah mengalami proses kompaksi
kemudian materialmaterial sedimen tersebut mengalami proses litifikasi yaitu
proses

pengerasan

materialmaterial

menjadi

batuan

sedimen

(proses

pembatuan). Proses ini terjadi apabila proses kompaksi yang terus menerus

terjadi yang menyebabkan materialmaterialnya semakin kompak sehingga


terjadi pengerasan (konsulidasi). Dilihat dari ciriciri fisiknya dan proses
pembentukannya, batuan ini memiliki nama Batugamping.
Kegunaan dari batuan ini yakni sebagai bahan ornamen bangunan.
Referensi :
1. Penuntun Praktikum Petrologi Jurusan Teknik Geologi. Universitas
Hasanuddin. Ujung pandang 1988.