Anda di halaman 1dari 2

Lampiran

Asam Sulfat ( H2SO4 ) merupakan asam mineral ( Anorganik ) yang kuat. Zat ini
larut dalam air pada semua perbandingan, asam sulfat mempunyai kegunaan dan merupakan
salah satu produk utama industri kimia. Walaupun asam sulfat yang mendekati 100% dapat
dibuat, ia akan melepaskan SO3 pada titik didihnya dan menghasilkan asam 98,3%. Asam
sulfat 98% lebih stabil untuk disimpan dan merupakan bentuk asam sulfat yang paling umum.
Asam sulfat 98% pada umumnya disebut sebagai asam sulfat pekat.Berikut adalah sifat-sifat
asam sulfat. Sifat sifat Asam Sulfat ialah :
1.

Nama sintesis

: Asam sulfat

2.

Rumus molekul

: H2SO4

3.

Massa molar

: 98,078 gr/mol

4.

Penampilan

: Bening, tidak berwarna, tidak berbau

5.

Densitas

: 1,84 gr/cm3 , cairan

6.

Titik leleh

: 10oC, 283 K, 50o F

7.

Titik didih

: 290o C, 563oK, 554oF

8.

Kelarutan dalam air

: Bercampur penuh

9.

Viskositas

: 26,7 CP pada 20oC

10. Klasifikasi

: Sangat korosif

11. Titik nyala

: Tak ternyalakan

Fungsi penambahan asam sulfat yaitu sebagai katalis. Penambahan perlahan-lahan asam ini
bertujuan agar campuran cepat homogen dan untuk menghindari terjadinya degradasi
campuran pereaksi (etanol + asam asetat), kemudian juga bertujuan untuk menghindari halhal yang tidak diinginkan (misalnya asam sulfat menguap), mengingat bahwa sifat reaksi
asam sulfat yang eksoterm.
Batu didih adalah benda yang kecil, bentuknya tidak rata, dan berpori, yang biasanya
dimasukkan ke dalam cairan yang sedang dipanaskan. Biasanya, batu didih terbuat dari bahan
silika, kalsium karbonat, porselen, maupun karbon.Batu didih sederhana bisa dibuat dari
pecahan-pecahan kaca, keramik, maupun batu kapur, selama bahan-bahan itu tidak bisa larut
dalam
cairan
yang
dipanaskan.
Fungsi
penambahan batu
didih ada
2,
yaitu:
1. Untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan.
2.
Untuk
menghindari
titik
lewat
didih.
Pori-pori dalam batu didih akan membantu penangkapan udara pada larutan dan
melepaskannya ke permukaan larutan (ini akan menyebabkan timbulnya gelembung-

gelembung kecil pada batu didih). Tanpa batu didih, maka larutan yang dipanaskan akan
menjadi superheated pada bagian tertentu, lalu tiba-tiba akan mengeluarkan uap panas yang
bisa menimbulkan letupan/ledakan (bumping).

Batu didih tidak boleh dimasukkan pada saat larutan akan mencapai titik didihnya. Jika batu
didih dimasukkan pada larutan yang sudah hampir mendidih, maka akan terbentuk uap panas
dalam jumlah yang besar secara tiba-tiba. Hal ini bisa menyebabkan ledakan ataupun
kebakaran. Jadi, batu didih harus dimasukkan ke dalam cairan sebelum cairan itu mulai
dipanaskan. Jika batu didih akan dimasukkan di tengah-tengah pemanasan maka suhu cairan
harus
diturunkan
terlebih
dahulu.
Nama Bahan Kimia
Asam Asetat
Etanol
Asam Sulfat Pekat
Batu Didih
Larutan CaCl2 Jenuh
MgSo4 Kristal

Fungsi

Sebagai bahan pembuat etil asetat


Sebagai baan pembuat etil asetat
Sebagai katalisator (mempercepat reaksi)
Memeratakan panas pada saat pemanasan
Mengidentifikasi zat pengotor dalam ester
Mengikat molekul air