Anda di halaman 1dari 5

KEPUTUSAN DIREKTUR

RSIA KHALISHAH
NOMOR : 003/AK.4/DIR/V/2016
TENTANG
KEBIJAKAN OBAT HIGH ALERT
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KHALISHAH
Menimbang :
a. Bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit Ibu dan Anak
Khalishah, maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan Farmasi yang bermutu tinggi;
b. Bahwa agar pelayanan farmasi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah dapat
terlaksana dengan baik, perlu adanya kebijakan Direktur Rumah Sakit Ibu dan Anak
Khalishah sebagai landasan bagi penyelenggaraan pelayanan farmasi di RSIA
Khalishah.
c. Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a dan b, perlu
ditetapkan dengan keputusan Direktur Rumah Ibu dan Anak Khalishah.
Mengingat :
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian Di Rumah Sakit.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan
Kefarmasian.
4. Keputusan Ketua Badan Pengurus Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah Nomor ..........
Tahun 20... tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Ibu dan Anak Khalishah.
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
Pertama

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK


KHALISHAH TENTANG KEBIJAKAN OBAT HIGH ALERT.

Kedua

: Kebijakan Obat High Alert sebagaimana tercantum dalam Lampiran


Keputusan ini.

Ketiga

: Penimbangan dan pengawasan penyelenggraan pelayanan obat high alert


dilaksanakan oleh Apoteker RSIA Khalishah.

Keempat

: Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya, dan apabila dikemudian


hari ternyata terdapat kekeliruandalam penetapan ini akan diadakan
perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Palimanan
Pada Tanggal 10 Mei 2016
Direktur RSIA Khalishah - Palimanan

Dr. Jenny Hendrajani,K.

Lampiran Kebijakan Direktur


Nomor :
Tentang : Indentifikasi, pelabelan dan penyimpanan obat high alert.
I. IDENTIFIKASI OBAT DENGAN KEWASPADAAN TINGGI
Obat high alert atau obat dengan kewaspadaan tingkat tinggi yaitu sejumlah obatobatan yang memiliki risiko tinggi menyebabkan bahaya yang besar pada pasien jika
tidak digunakan secara tepat. Tata cara mengidentifikasi jenis obat, penempatan dan
cara penyimpanan obat yang harus diwaspadai dilakukan dengan maksud untuk
membangun perlindungan dan mengurangi risiko tinggi menyebabkan terjadinya
kesalahan serius (sentinel event) dan obat yang berisiko tinggi menyebabkan dampak
yang tidak diinginkan (adverse outcome), contoh obat LA, SA.
II. PENYIMPANAN DAN LOKASI OBAT KEWASPADAAN TINGGI
1. Obat kewaspadaan tinggi disimpan pada lemari terpisah (khusus instalasi
farmasi)sedangkan untuk penyimpanan obat kewaspadaan tinggi di bangsal
keperawatan disimpan dengan diberi label obat kewaspadaan tinggi dalam trolly
emergency kecuali obat-obatan yang disimpan dalam suhu 2-8 drajat celcius.
Penyimpanan obat disesuaikan dengan persyaratan penyimpanan yang tercatum
dalam brosur obat dan dalam kebijakan penyimpanan obat.
2. Obat kewaspadaan tinggi diberi label tanda peringatan dengan label berwarna
merah pada tempat penyimpanan, wadah kemasan asli dan obat yang telah
dikeluarkan dari kemasan asli kecuali obat yang diberikan kepada pasien secara
langsung tidak perlu diberikan label peringatan.
3. Untuk obat Look alike pisahkan dan beri jarak (dengan wadah obat lain) dengan
obat yang look alike.
4. Khusus untuk penyimpanan narkotika dan psikotropika disimpan sesuai dengan
peraturan.
III.

PELABELAN OBAT KEWASPADAAN TINGGI.


1. Pemberian label khusus pada obat high alert antara lain menggunakan huruf
kombinasi (huruf kecil besar = TALL-MAN) backround label berwarna mencolok
dengan obat yang lain.
2. Memberi label LASA warna kuning pada kumpulan obat-obatan yang terlihat
mirip dan pengucapannya mirip (Nama Obat Rupa dan Ucapan Mirip/NORUM),
atau Look Alike Sound Alike/ LASA). LASA daftar obat-obatan yang harus
diwaspadai.
3. Memberi label obat high alert warna ungu pada obat-obatan sitostatika.
4. Memberi label obat high alert warna merah pada obat-obat konsentrat tinggi.
5. Kebijakan dan atau prosedur tersebut dipantau pelaksanaannya.

LASA

Gambar 1. Label peringatan obat kewaspadaan tinggi untuk LASA.

LASA

Gambar 2. Label peringatan obat kewaspadaan tinggi untuk LASA pada obat
sitostatika.

HIGH
ALERT

Gambar 3. Label peringatan obat kewaspadaan tinggi untuk obat injeksi


IV.PENYIAPAN OBAT KEWASPADAAN TINGGI.
1. Penyiapan obat kewaspadaan tinggi disiapkan berdasarkan resep permintaan
dokter.
2. Dalam pelaksanaan penyiapan obat kewaspadaan tinggi dilakukan minimal oleh
dua orang petugas yang berbeda sebelum obat diserahkan ke pasien ataupun
diserahkan ke perawat bangsal atau ruangan.
3. Jika terdapat keraguan atau ketidak jelasan dalam peresepan obat kewaspadaan
tinggi, bagian keperawatan dan atau bagian instalasi farmasi melakukan konfirmasi
ulang dengan dokter penulis resep.
4. Obat kewaspadaan tinggi larutan konsentrasi tinggi diberikan label obat
kewaspadaan tinggi.
5. Obat kewaspadaan tinggi untuk sediaan injeksi, oral, dan transdermal yang telah
dikeluarkan dari kemasan asli diberi peringatan dengan tidak menutupi nama obat.
6. Penerimaan obat kewaspadaan tinggi diruang perawatan dari farmasi, dilakukan
double check kembali oleh perawat dari farmasi, dilakukan double check kembali
oleh perawat ruangan/ bagian/ unit yang menerima obat dengan resep dokter.
7. Pada pemberian obat dengan continous infusion/drip infus yang ditambahkan
dengan salah satu obat daftar kewaspadaan tinggi, maka kolf infus yang
ditambahkan dengan salah satu obat daftar kewaspadaan tinggi, maka kolf infus
harus di beri label.

STIKER IDENTITAS PASIEN


CAIRAN INFUS : ................................
BOTOL KE
: ................................
RUANG
: ................................
OBAT YANG DITAMBAHKAN

JUMLAH

TANGGAL PEMBERIAN : ..........................


: ..........................
DIBERIKAN OLEH
: ..........................
OLEH : ...........................
Gambar 4. Stiker untuk kolf infus.

JAM
DICEK

V. PENGGOLONGAN OBAT KEWASPADAAN TINGGI


1. Penerapan obat kewaspadaan tinggi bertujuan untuk mengurangi angka kejadian
kesalahan penggunaan obat kewaspadaan tinggi yang berdampak kepada
kelangsungan hidup pasien.

2. Daftar Obat kewaspadaan tinggi ditetapkan oleh Instalasi Farmasi dan


disosisalisasikan kepada tenaga kesehatan rumah sakit antara lain, dokter, farmasi
dan perawat.
3. Kategori Obat kewaspadaan tinggi dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain :
No
.
1.

2.
3.

4.

Golongan
Adrenergik agonis
- injeksi
Adrenergik antagonis
- Injeksi
- Oral
Anestesi umum
- injeksi

6.

Injeksi Aritmia
- Injeksi
Antikoagulan
- injeksi
Antidiabetes Oral

7.

Elektrolit Konsentrat

5.

Nama Obat
1. epineprine
2. Norepineprine
(Raivas)
1. Propanolol tab
1.
2.
3.
4.
1.
2.
1.

KTM
Midazolam
Recain
Propofol
Lidocain
Amiodaron
Heparin

1.
2.
1.
2.

Glimepirid
Metformin
Dextrose 40%
MgSO4
(20%,40%)
KCl 7,46%
Natrium Klorida
(NacL 3%)
Novorapid
Levemir
Digoxin
Dopamin
Dobutamin
Oxytocin/pitogin
Codein tab
Clopedine inj
Duregesic pach

3.
4.
8.

Insulin

9.

Obat Jantung/Inotropik
- Oral

10.
11.

Hormon
Narkotika
- Injeksi
- Oral
- Transdermal
Psikotropika
- Injeksi
- Oral

12.

1.
2.
1.
2.
3.
1.
2.
3.

1. Stesolid tab, inj


2. Clorpromazine tab
3. Clobazam

Dibawah ini termasuk obat dengan nama/ucapan mirip (sound alike)


DAFTAR OBAT DENGAN NAMA/
UCAPAN MIRIP (SOUND ALIKE)
dobuTAMINE inj
doPAMINE inj
roVADINE tab
roFIDEN tab
starQuine tab
StarCEF tab
epEDRINE inj
epHINEPRINE inj

opiXIME tab
tropiMAG tab
cefTAMAX
rimCURE
bioZIM
vomETRAZ

opiMOX tab
tropiGESIC tab
cefTRIMAX
rimACTAZIDE
bioCEF
vomITRAZ

Dibawah ini termasuk obat dengan rupa mirip (look alike)


DAFTAR OBAT DENGAN RUPA
MIRIP
(LOOK ALIKE)
Patral tab
Pepzole tab
Dacin tab
Sopralan tab
Antrain inj
Lidocaine inj
Stesolid inj
Furosemide inj
Probiotin tab
Tropimag tab
Pehacain inj
Ottogenta inj
Celocid vial
Tizos vial
Rhinos neo
Rhonos junior
Oxytocin inj
Ketorolac inj
RL SANBE
D5 SANBE
Oxcopect sirup
Nalitik sirup
Nutriflam
Lanaven
Novalgin inj
Lasix inj
Maxprinol sirup
Simdes sirup

Dosis Berbeda.
LASA 1
STESOLID SUPP 5 MG
DUMIN SUPP 125
ONDANCENTRON 4 MG INJ
STESOLID TAB 2 MG

LASA 2
STESOLID SUPP 10 MG
DUMIN SUPP 250 MG
ONDANCENTRON 8 MG INJ
STESOLID TAB 5 MG

Setiap ada perubahan dalam daftar obat kewaspadaan tingkat tinggi harus segera
diinformasikan kepada bagian terkait sesuai standar prosedur operasional yang
berlaku.
VI. PELAPORAN
Pelaporan kesalahan pemberian obat kewaspadaan tinggi menggunakan cara pelaporan
kesalahan obat (medication error) dan pelaporan kesalahan obat.
Ditetapkan di : Palimanan
Tanggala
: 10 Mei 2016
DIREKTUR RSIA Khalishah - Palimanan

dr. Jenny Hendrajani,K