Anda di halaman 1dari 7

PENGUKURAN KERJA

A. Latar Belakang

Kalau dahulu orang hanya mengukur sesuatu yang mempunyai bentuk fisik,
seperti panjang, lebar dan berat, maka dengan semakin berkembangnya zaman orang

terus mengembangkan alat yang dapat mengukur sesuatu yang sifatnya bukan
berbentuk fisik seperti pekerjaan.

Dalam terrninologi sumber daya manusia, pengukuran pekerjaan bukan merupakan hal yang aneh, terutama ketika pihak manajemen perusahaan akan memberikan

gaji seseorang. Apa yang menentukan gaji 100? Apa ukuran menentukan gaji 200?

dan sebagainya. Untuk itu, dicari dasar yang paling tepat untuk memberikan
kompensasi kepada seseorang, yaitu bobot pekerjaan. Seberapa besar sebenarnya
pekerjaan itu? Apakah pekerjaan

A lebih berat atau lebih sulit dibandingkan

dengan

pekerjaan B.

Dalam termonologi operasi yang dikaitkan dengan sumber daya manusia,


pertanyaan yang muncul adalah bagairnana menentukan waktu standar dari suatu
pekerjaan? Bagaimana menentukan

jika pekerjaan A yang dilakukan seseorang tidak

baik, atau lebih lama diselesaikan dari waktu standar?

B. Point System dalam Evaluasi dan Pengukuran Pekerjaan

Point System atau sistem poin mengevaluasi setiap faktor-faktor yang menentu=
kan berat tidaknya suatu pekerjaan. Werther dan Davis (1996) mengemukakan ada
beberapa langkah yang harus dilakukan untuk melaksanakan sistem poin ini, yaitu:

1. Tentukan faktor-faktor penentu bobot pekerjaan


Misalnya, dari suatu pekerjaan dapat diuraikan menjadi beberapa faktor sebagai
penentu beratnya pekerjaan seperti: tanggung jawab, keahlian, upaya, dan kondisi

kerja. Tanggung jawab pun dapat dipecah-pecah lagi menjadi beberapa sub faktor,
seperti keamanan orang lain, peralatan dan bahan baku, dan lain-lain.

Heru Dian

Setim.rt

an/TTMN B 3/0 5
20

2. Tentukan derajat faktor-faktor penentu bobot pekerjaan


Iv{isalnya, dari suatu pekerjaan dapat diuraikan menjadi 4 derajat atau tingkatan,

yaitu: minimum, rendah, menengah, dan tinggi.

3. Alokasikan angka ke dalam masing-masing subfaktor penentu bobot pekerjaan.


Misalnya, dari faktor keahlian suatu pekerj aan dapat diuraikan menjadi 2 sub
faktor, yaitu: pengalaman dan diklat. Pengalaman memiliki poin 45 dan poin
diklat 25. Dan seterusnya untuk tanggung jawab, usaha, dan kondisi kerja.

4. Alokasikan angka ke dalam masing-masing tingkatan

secara menyeluruh

Misalnya, dari faktor keahlian suatu pekerjaan dapat diuraikan menjadi 2 sub
faktor, yaitu: pengalaman dan pendidikan/pelatihan. Pengalaman memiliki poin
sebesar 45 untuk derajat

minimum,90 untuk derajat rendah, 135 untuk derajat

menengah, 180 untuk derajat tinggi.

Tabel3.1
Matriks Poin Sistem
Level Manajer X di Perusahaan
Faktor Kritis Penilaian
Seorang Manajer X

No.

Tingkatan

Minimum

Rendah

Menengah

Tinggi
100
80
50
80

Tanpsuns Jawab

a. Keamanan orans lain

25

50

75

b- Peralatan dan bahan baku

20

60

c. Membantutrainee
d. Kualitas nroduk

20

40
20
40

90
50

135
75

180

75

100

105

r50

35

60

Keahlian
2

a. Pensalaman

45

b. Diklat

25

r00

Usaha
3

Fisik

25

b. Mental

35

50
70

20

40

60

80

20

40

60

80

a.

Kondisi Keria
4

a. Kondisi yang tidak

menvenanskan
b. Bahaya/risiko

Total (Botrot pekerjaan


seorans Manaier X)

865

Heru Dian Setiaw an/TTMIl B 3 i0 5


21

C. Standar Tenaga Kerja dan Pengukuran Kerja

Ketika manajer operasi atau SDM merencanakan kebutuhan staf untuk suatu
pekerjaan, pertanyaan yang muncul adalah berapa orang yang dibutuhkan? Satu
orang dapat mengerjakan berapa banyak pekerjaan? Atau satu pekerjaan memerlukan
berapa orang? Untuk kebutuhan inilah, maka perlu diukur standar tenaga kerja.

Ketika manajer operasi hendak menghitung biaya tenaga kerja yang terkandung
pada biaya suatu produk, maka pertanyaan yang muncul adalah berapa upah yang

dibayarkan? Satu orang dapat mengerjakan berapa banyak pekerjaan? Berapa


upahnya? Atau satu pekerjaan memerlukan berapa orang? Berapa upahnya? Untuk
kebutuhan inilah, maka perlu diukur standar tenaga kerja.

Ketika manajer operasi hendak menghitung insentif yang akan diberikan


kepada tenaga kerja, maka pertanyaan yang muncul adalah berapa rata-rata kemam-

puan seseorang menyelesaikan satu pekerjaan? Apakah si

insentif mempunyai kemampuan

di

yang akan diberikan

atas rata-rata, sama dengan rata-rata atau di

bawah rata-rata kemampuan tenaga kerja yang lain? Untuk kebutuhan inilah, maka

perlu diukur standar tenaga kerja. Secara sederhana, standar waktu tenaga kerja ini
berguna untuk mengukur efisiensi karyawan itu sendiri.

1. Pengalaman Masa Lampau


Cara yang paling mudah untuk menentukan standar tenaga kerja adalah berdasarkan pengataman masa lampau. Cara

ini selain mudah juga murah

harganya.

Pihak manajemen tinggal mengumpulkan data yang sudah terekam pada kartu

waktu atau rekaman produksi. Kelemahannya adalah tidak diketahui

apakah

karyawan yang dimiliki oleh perusahaan sudah baik dalam bekerja atau belum,
karena tidak mempunyai pembanding di perusahaan lain. Bisa jadi, karyawan yang

dimiliki adalah orang-orang hebat dan tidak menutup kemungkinan karyawan


yang dimiIiki adalah orang-orang "buangan".

2. Studi Waktu (Time Study)


Time study adalah standar tenaga kerja yang didasarkan atas pengamatan
terhadap karyawan yang melakukan suatu tugas. Faktor yang diamati dalam hal ini
He

ru

ian

Se t i aw

an/TTMI{/ B 3 /0 5
22

adalah sampel dari pekerjaan. Ukuran yang digunakan dalam studi waktu ini
adalah waktu rata-rata. Kelemahan dari studi waktu adalah menghendaki seorang

analis yang sudah terlatih dan berpengalaman. Selain itu, standar ini tidak dapat
ditentukan sebelum pekerj aan itu dilaksanakan.

Ada delapan langkah yang diperlukan untuk melakukan Studi Waktu, yaitu
sebagai berikut:

1. Definisikan tugas yang akan dipelajari


2. Pilih tugas tersebut ke dalam elemen-elemen yang tepat
3. Putuskan berapa kali elemen-elemen pekerjaan itu harus diukur
4. Tentukan waktu dan bobot untuk masing-masing elemen tugas
5. Hitung waktu siklus rata-rata yang aktual
6. Hitung waktu normal untuk masing-masing elemen tugas
Waktu normal : (waktu siklus rata-rata yang aktual) x (faktor pembobot)
7. Jumlahkan waktu normal masing-masing elemen untuk memperoleh waktu
normal total dalam sebuah tugas
8. Hitung waktu standar.
Waktu normal total
Waktu standar

Faktorlllo**ance

Faktor allowance ini terbagi ke dalam 3 bagian, yaitu personal time allowance,
delay allowance, dan fatigue allow ance.

Personal time allowance adalah waktu yang diperkenankan bagi pegawai untuk
istirahat dan buang air (ke belakang)
Delay allowance adalah penundaan yang diperkenankan berdasarkan penundaan aktual yang terjadi.
Fatigue allowance adalah kelelahan yang diperkenankan karena tekanan fisik
dan mental, derajat kebisingan, kebosanan, kepanasan dan kelembaban, dll.

Dalam menentukan sampel yang diambil, dapat digunakan beberapa rumus


pengambilan sampel tertentu.

Contoh Time Studv:


Sebuah perusahaan yang bergerak

di bidang IT

merencanakan akan mengirim

surat kepada ribuan pelanggannya dalam rangka mengucapkan selamat Idul Fitri.

Heru Dian

Se

tiaw aq/TTMI(/B 3 /0 5
23

Suatu Time Study dilakukan untuk mengerjakan tugas-tugas pada pekerjaan


pengiriman surat ini. Waktu yang diperkenankan (Time Allowance) dalam perusahaan

ini

sebesar

l5%. Tentukan waktu standar pengiriman surat ini, jika

data

yang diamati adalah sebagai berikut:

Tabel3.2
Data Elemen Pekerjaan
No.

Siklus Observasi @alam Menit)

Elemen Pekerjaan

n-2

n-3

n-4

n-5

2l*

11

120o/o

1050

Mengetik surat

10

Mengetik alamat

a
J

5*

Memberi cap, perangko,


dan mensortir amplop

Bobot

n-1

ll$o/"

Untuk memecahkan persoalan ini, maka:


1. Data yang mcrupakan pencilan dibuang terlebih dahulu. Dari data di atas, maka
yang diberi tanda * merupakan pencilan.

2. Menghitung waktu siklus rata-rata untuk masing-masing elemen pekerjaan:

- Rata-ratawaktuA (8+10+9+ll)14 :
- Rata-ratawaktuB (2+3+2+l+3)15 :
- Rata-ratawaktuC (2+1+2+1)14

9,5menit
2,2menit
l,5menit

3. Menghitung waktu normal untuk masing-masing elemen, yaitu:

Waktu normal
Waktu normal
Waktu normal

A :
B
C :

(9,5 menit) x
(2,2 menit) x
(1,5 menit) x

Q2A%)
(105%o)
(110%) :

I 1,40 menit

2,31 menit
1,65 menit

4. Menghitung total waktu Normal


Total Waktu

Normal

I 1,40 menit + 2,31menit


15,36 menit

1,65 menit

5. Menghitung Waktu Standar Pekerjaan


Waktu normal total

75,36

Waktu standar
1

Waktu standar
He

ru

D i an Se t i an

Faktor Allowance

0,15

18$7 menit

an/TT MI{/ B 3 /0 5
24

3. ll'ork Sampling
Standar tenaga kerja dibentuk dengan menggunakan output dan persentase

waktu yang dihabiskan karyawan untuk mengerjakan tugas-tugas. Hal ini melibatkan pengamatan karyawan pada waktu acak selama suatu periode yang panjang.
Keunggulan dari metode ini adalah tidak lebih mahal daripada studi waktu, dan
pengamat hanya memerlukan sedikit pelatihan. Kelemahannya adalah tidak efektif
dalam siklus yang pendek.

Work sampling digunakan untuk mempelajari rasio penundaan, membuat


standar tenaga kerja, dan mengukur prestasi karyawan. Paling tidak diperlukan 6
langkah untuk melakukan work sampling.

1. Mengambil sampel tertentu untuk melakukan estimasi terhadap nilai parameter


2. Menghitung ukuran sampel yang dikehendaki
3. Menyiapkan jadwal observasi pada waktu yangtepat
4. Menghitung jumlah unit yang diproduksi selama pengamatan
5. Menghitung waktu normal perbagian
6. Menghitung waktu standar perbagian.

Persamaa

n Work Sumplingz

Waktu Normal

(Waktu Total)

(% Waktu Bekerja)

Jumlah Unit yang Diproduksi

Waktu Standar

* (Bobot)

10000

Waktu Normal
7

* Allowance

Contoh Work Sampling:


Suatu studi tentangwork sampling dilakukan selama 80 jam (atau 4800 menit) dan
dalam periode 2 minggu menghasilkan data sebagai berikut:
Jumlah unit yang diproduksi adalah 225, dan mempunyai performansi 100%.
Waktu menganggur operator adalah20Yo
o Total allowance yang diberikan perusahaan adalah 25oh.

.
.

Dari data di atas, maka dapat ditentukan Waktu Standar dengan langkah sebagai
berikut:
Heru D ictn

Set i aw

an/TT MK/ B 3 / 0 5
25

(Waktu Total)

(% Waktu Bekerja)

* (Bobot)

Waktu Normal
Jumlah Unit yang Diproduksi

10000

(4800)*(80)*(100)
Waktu Normal

225

10000

38400000

Waktu Normal
2.250.000

Waktu Normal

17,06667 menit / bagian

Waktu Normal

Waktu Standar
1

- Allowance
17,06667

Waktu Standar
1

Waktu Standar

0,25

22,76 menit / bagian

Bahan Diskusi:
Suatu work sampling dllakukan selama 160 jam kerja dan dalam periode
menghasilkan data sebagai berikut:

2 minggu

o Unit yang diproduksi adalah 220, dan bobot performansig}%.


o Waktu menganggur operator adalah2}oh
e Allowance time yang diberikan perusahaan adalah lAYo.
Berapakah waktu standarnya?

Jqwaban:

(
(
He

Normal :
Waktu Standar :
Whktu

ru Dian

Set iaw

31,4182 menit

34,9091 menit

/ bagian )
/ bagian )

an/TTMIlB 3 / 0 5
26