Anda di halaman 1dari 10

Soal :

1. Menggunakan metode SP untuk menentukan Rw


2. Menentukan Rw dengan menggunakan metode pickett plot
3. Menjelaskan pengertian Turtositi
Jawab
1. Secara umum prosedur untuk menentukan Rw menggunakan metode SP, diperlukan
adanya data Log SP, chart dan perhitungan. Zona atau lapisan permeabel yang
diketahhui nilai Rw-nya dapat digunakan data Log.
Temperatur formasi dapat diketahui dengan cara:
a. Telah dilakukan pengukuran terhadap total kedalaman

dan temperatur

maksimumnya.
b. Menggunakan BHT(Borehole Temperature), total kedalaman dan temperatur ratarata permukaan ditentukan dengan menggunakan chart schlumberger Gn-9.
Setelah temperatur formasi diketahui, restivitas lumpur (Rm) dan resistivitas lumpur
filtrat (Rmf) yang terukur di permukaan atau di-Log perlu dilakukan koreksi.Titik
balik pada kurva SP menggambarkan batas lapisan formasi
Selanjutnya, dengan menggunakan chart 9.1 dapat dilakukan koreksi SP secara
umum. Koreksi tersebut terhadap ketebalan lapisan dan efek resistivitasnya pada
amplitudo SP.

Dengan

menggunakan chart 9.2 dapat

dilakukan

defleksi terhadap kurva SP,

temperature

formasi dan rasio terhadap

resistivitas

lumpur filtrat(Rmf), untuk


mendapatkan

resistivitas
(Rweq)

nilai

semu pada sodium chloride

Berdasarkan chart tersebut dapat diketahui hubungan resistivitas lumpur filtrat (Rmf)
dengan (Rweq), (Rweq) didapatkan dari Rmf/Rwe.
Pada Metode SP ini diperlukan pula SSP(Static SP) atau merupakan nilai maksimum
SP. Dengan perhitungan pada chart 9.1 adalah sebagai berikut:

{(

1
3.65

)}
Sp Corection factor=
Ri
+11 )
(
Rm
h
Ri
4
+2
Rm

Untuk

0,65

1.5
+0.95

1
6,05

0,1

Ri
>53<h<50, untuk h dalam feet
Rm

SSP= SP x SP corection factor

Contoh :
Diketahui:
Rmf
= 0.51 ohm-m pada 135 F (BHT)
Rm
= 0.91 ohm-m pada 135 F (BHT)
Suhu permukaan
= 60 F
Kedalaman
= 8007 ft
Suhu Lubang (BHT)
= 135 F
Dari log:
Defleksi SP maksimum pada kedalaman Formasi adalah 7.446 ft
Defleksi SP maksimum di pasir bertepatan dengan -50 mV pada skala log, dan garis shale
baseline adalah di -5 mV. Perhatikan bahwa skala Spi dari -160 mV di sebelah kiri dan +40
mV di sebelah kanan dan memiliki 20 mV per divisi. Ketebalan lapisan adalah 8 ft (74427450 ft).
Short-normal (SN) resistivitas (Ri) adalah 33 ohm-m. Short-normal (atau 16 inci normal) log
mengukur resistivitas formasi dangkal (yaitu, resistivitas zona yang diinvasi, Ri).

Gambar 2.3. Koreksi ketebalan lapisan SP untuk menentukan SSP dari SP. (Western Atlas,
1995, Gambar 3-1)
1. Hitung rasio Ri / Rm menggunakan nilai yang ditentukan dalam Gambar 2.2, di mana
Ri adalah sama dengan (SN) resistivitas short-normal dan Rm adalah nilai yang
ditentukan pada suhu formasi .
Ri = SN = 34 ohm-m
Rm = 0.94 ohm-m
Ri / Rm = 36
2. Cari ketebalan lapisan pada skala vertikal. Ketebalan Bed = 8 ft.
3. ikuti nilai ketebalan lapisan horizontal sampai memotong kurva Ri / Rm. (Karena Ri /
Rm = 36, intinya terletak di antara Ri / Rm = 20 dan Ri / Rm = 50 kurva.)
4. tarik turun garis vertikal dari persimpangan ini dan membaca faktor koreksi SP pada
skala di bagian bawah.
Faktor koreksi SP adalah sekitar 1,3.
5. Multiply SP dengan faktor koreksi SP untuk menemukan SSP.
SSP = SP x faktor koreksi
SSP = -45 mV x 1.3 (nilai SP diambil di 7446 ft, lihat Gambar 2.2)
SSP = -59 mV
Nomogram di bagian kanan atas angka ini juga memberikan SSP. Menarik garis lurus dari 45
pada skala SP di sisi kiri dari nomogram melalui 1,3 pada skala faktor koreksi SP diagonal.
Lanjutkan baris ini langsung ke tempat itu melintasi skala SSP pada 59 mV. Ingat bahwa nilai
SP negatif, sehingga nilai SSP juga negatif.

Gambar 2.4. Bagan digunakan untuk menentukan rasio Rmf / Rwe dari nilai-nilai SSP.
(Western Atlas, 1995)
Prosedur, menggunakan data log pada Gambar 2.2 dan nilai-nilai dari Gambar 2.3:
1. Cari nilai SSP pada skala di tepi kiri grafik.
SSP = -59 mV
2. Ikuti nilai horizontal sampai memotong miring garis suhu pembentukan (130 F;
bayangkan garis antara 100 F dan 200 F garis suhu).
3. Pindahkan vertikal dari persimpangan ini dan membaca nilai rasio pada skala di
bagian bawah grafik. The Rmf / Rwe nilai rasio 5,5
4. Divide nilai dikoreksi untuk Rmf dengan rasio nilai Rmf / Rwe. Rwe = Rmf / (Rmf /
Rwe) Rwe = 0.53 / 5.5 Rwe = 0.096 ohm-m

Gambar 2.5. Chart untuk menentukan nilai Rw dari Rwe. (Western Atlas, 1995, Gambar 3-3)
Prosedur, menggunakan nilai dari Gambar 2.4:
1. Cari nilai Rwe pada skala vertikal. Rwe = 0.096 ohm-m
2. Ikuti secara horisontal sampai memotong kurva suhu yang diinginkan. 130 F
terletak di antara 100 F dan 150 F kurva suhu.
3. Jatuhkan vertikal dari persimpangan dan membaca nilai Rw pada skala di bagian
bawah. Rw = 0.10 ohm-m.

2. Menentukan Rw menggunakan metode pickett plot

(Porosita
s)
45%
32%
31%
37%
22%
29%
33%
33%
27%
29%
32%
25%
20%
28%
28%
33%
43%
20%
22%

Rt (LLD)
1.8
2
2.6
3
9
3
2
4
3
3
3
9
8
4
10
1.8
2
3
6

Tabel 1. Nilai porositas dan Resistivitas formasi


3. Turtosity merupakan rasio karakeristik konvolusi jejak diflusi fluida dan konduksi
elektrical terhadap poros media. Dalam sumur, turtosity merupakan rekahan kecil

yang berawal dari perforasi yang dapat/tidak berhubungan dengan rekahan utama.
Dan dapat dirumuskan sebagai berikut:

(http://www.glossary.oilfield.slumbergerb.com)

Sw =

Ro 1
= =1=100
Rt 1

Sw 2=

Ro
1
=
=0,9=90
Rt 1,23

Sw 2=

Sw 2=

Sw =

Ro
1
=
=0,8=80
Rt 1,56

Ro
1
=
=0,7=70
Rt 2,04

Ro
1
=
=0,6=60
Rt 2,77

Sw 2=

Ro 1
= =0,5=50
Rt 4

Sw 2=

Ro
1
=
=0,4=40
Rt 6,25

Sw 2=

Ro
1
=
=0,3=30
Rt 11,11

Sw =

Ro 1
= =0,04=20
Rt 25

Sw 2=

Ro
1
=
=0,1=10
Rt 0,01

Memperkirakan harga Rw
log Rt=m log + log(aRw )

Nilai Rw ditentukan dengan mengasumsikan bahwa =100% dan m =2.3(asumsi a=1)


log Rt=m log + log(aRw )

log Rt=2.3 log 1+log( aRw)


log Rt=log (aRw )

Rt=Rw
Berdasarkan grafik picett plo didapatkan nilai Rt = 0,13 sehingga, dapat diketahui nilai Rw
=0,13.