Anda di halaman 1dari 4

*** km 7/11 hlm. 2 Sudah Siapkah Anak-Anak Saudara?

***
1
Saatnya sudah tiba utk tahun ajaran baru. Pastilah anak-anak Sdr akan mengalami berbagai
tantangan dan tekanan yg baru. Selain itu, mereka akan mendapat kesempatan baru utk
memberikan kesaksian tt kebenaran. (Yoh. 18:37) Sudah siapkah mereka?
Tanyakan tantangannya
2
Apakah anak-anak Sdr memahami betul apa yg dimaksud dng berpartisipasi dlm upacara
nasionalistis dan hari raya kafir dan mengapa salah mengikuti acara spt itu? Apakah mereka
sudah siap menghadapi tekanan yg akan mereka alami utk mengejar pendidikan tinggi,
berpacaran, dan menggunakan alkohol atau narkoba? Apakah mereka sekadar mengatakan
bahwa mereka tidak mau melakukan kegiatan tsb krn bertentangan dng agama mereka, atau
apakah mereka sudah tahu cara menjelaskan kepercayaan mereka?1 Ptr. 3:15.
Indeks, Bertukar Pikiran, Pertanyaan kaum muda, situs Web
Artikel Hari-Hari Raya, Hari Ulang Tahun dan Kenetralan dl buku Bertukar Pikiran halaman
129, 145 dan 189 dapat membantu para orang-tua Kristiani dan anak-anak mereka yg masih
sekolah. Bahan tsb dapat membantu menjelaskan kpd para guru dan pengelola, ajaran dan
praktik dr Saksi-Saksi Yehuwa sehubungan dng kegiatan-kegiatan tertentu di sekolah. Buku
Pertanyaan Kaum Muda dapat juga digunakan untuk memperlihatkan sikap terpadu dr SaksiSaksi Yehuwa sehubungan dng tingkah laku moral.
3

Manfaatkan Malam Ibadat Keluarga: Memang, Sdr kemungkinan besar akan membahas
hal itu sepanjang tahun ajaran sekolah seiring dng timbulnya problem baru yg dihadapi anakanak. Upaya khusus yg Sdr buat utk membahas problem-problem sekolah sebelum tahun ajaran
baru dimulai pastilah akan memberikan keyakinan kpd anak-anak Sdr. Cobalah gunakan malam
Ibadat Keluarga, sekali atau lebih, utk melakukan hal ini. Sdr dapat menanyakan anak-anak Sdr
apa yg membuat mereka paling khawatir seraya mereka bersiap kembali ke sekolah. Pokokpokok yg pernah dibahas pd tahun-tahun sebelumnya dapat ditinjau kembali mengingat bahwa
anak-anak sekarang sudah lebih besar dan pemahaman mereka bertambah. (Mz. 119:95) Sdr
juga bisa mengadakan sesi latihan dng berperan sbg guru, pegawai sekolah, atau teman
sekolah. Ajarlah anak-anak Sdr cara menjawab dari Alkitab dan menggunakan alat bantu spt
buku Bertukar Pikiran dan Kaum Muda Bertanya. Seorang ibu menggunakan sesi latihan utk
mempersiapkan anak-anaknya mendekati guru-guru mereka yg baru dan utk memberi tahu guruguru itu bahwa mereka adalah Saksi-Saksi Yehuwa.Lihat Menara Pengawal, 15 Desember
2010, halaman 3-5.
4

Tantangan yg harus dihadapi kaum muda Kristen pd hari-hari terakhir ini semakin sulit
dihadapi. (2 Tim. 3:1) Orang tua yg bijaksana akan mencoba mempersiapkan mereka lebih
dahulu. (Ams. 22:3) Sebelum tahun ajaran baru mulai, berbuatlah sebisa-bisanya utk membantu
anak-anak agar mereka siap.

*** w10 15/12 hlm. 3-5 Apa Jawaban Anak Saudara? ***
ORANG TUA: Dalam terbitan 15 Januari 2010, halaman 16-20, kami menyinggung
tentang sesi latihan yang perlu dibuat bersama anak-anak Saudara. Artikel ini
menyediakan ide-ide guna membantu Saudara mempersiapkan anak-anak yang
masih kecil untuk mengatasi berbagai tantangan di sekolah. Saudara mungkin ingin
mengadakan sesi latihan pada malam Ibadat Keluarga.
ANAK-ANAK Saksi-Saksi Yehuwa menghadapi banyak tantangan. Teman sekolah sering
bertanya mengapa mereka tidak ikut dalam kegiatan tertentu, seperti salut bendera, perayaan
ulang tahun, dan tugas-tugas menyambut hari raya. Jika putra atau putri Saudara menghadapi
pertanyaan demikian, bagaimana mereka akan menjawab?
Beberapa anak Kristen hanya berkata, Saya tidak boleh melakukan itu. Agama saya
melarangnya. Anak-anak itu patut dipuji atas pendiriannya yang teguh. Jawaban mereka bisa
jadi membuat si penanya tidak bertanya lagi. Namun, Alkitab mengingatkan kita untuk siap
membuat pembelaan di hadapan setiap orang yang menuntut dari [kita] alasan untuk
kepercayaan kita. (1 Ptr. 3:15) Untuk melakukan itu tidak cukup sekadar mengatakan, Saya tidak
boleh melakukan itu. Bahkan jika orang lain tidak sepaham dengan kita, ada yang mungkin ingin
tahu alasan di balik keputusan kita.
Banyak Saksi muda telah menceritakan kisah-kisah Alkitab kepada teman sekolah mereka
menggunakan publikasi seperti Belajarlah dari sang Guru Agung. Kisah-kisah ini dapat turut
menjelaskan mengapa anak-anak Saksi melakukan atau tidak melakukan hal-hal tertentu.
Beberapa murid mendengarkan kisah-kisah Alkitab itu dengan penuh perhatian, dan banyak
pelajaran Alkitab dimulai dengan cara ini. Murid-murid lain mungkin sulit menyimak sebuah kisah
Alkitab secara keseluruhan. Tanpa penjelasan yang lengkap, beberapa kisah Alkitab bisa jadi
sulit dipahami anak sekolah. Sewaktu diundang ke pesta ulang tahun temannya, Minhee yang
berusia 11 tahun memberi tahu temannya, Alkitab tidak memerintahkan kita untuk merayakan
ulang tahun. Seorang tokoh Alkitab, Yohanes Pembaptis, dihukum mati pada acara ulang tahun.
Namun, Minhee mengingat kembali bahwa temannya tampak tidak memahami jawabannya.
Terkadang, ada gunanya untuk memperlihatkan sebuah gambar atau kejadian dalam salah
satu buku kita. Bagaimana jika pihak berwenang sekolah tidak menghendaki anak-anak
menunjukkan publikasi keagamaan kepada para murid lain? Dapatkah anak Saudara
memberikan kesaksian secara efektif meski tanpa publikasi apa pun? Bagaimana Saudara dapat
membantu anak-anak membuat pembelaan?
Buatlah Sesi Latihan
Membuat sesi latihan di rumah sangat berguna, dengan orang tua berperan sebagai teman
sekolah. Seraya anak-anak berupaya membela iman, orang tua dapat memuji upaya mereka dan
menunjukkan bagaimana mereka dapat bertukar pikiran dengan lebih baik dan mengapa cara itu
lebih bagus. Sebagai contoh, sarankan penggunaan kata-kata yang dapat dipahami murid-murid
yang sebaya. Joshua, anak lelaki berusia sembilan tahun, berkata bahwa teman-teman
sekolahnya tidak mengerti kata-kata seperti hati nurani dan loyalitas. Jadi, ia harus
menggunakan kata-kata yang lebih mudah dimengerti untuk bertukar pikiran dengan mereka.
1 Kor. 14:9.
Beberapa anak sekolah yang bertanya bisa jadi bosan jika kita memberikan jawaban yang
panjang lebar. Dengan mengajak mereka bercakap-cakap dan bertukar pikiran, anak Saksi dapat
tetap mempertahankan minat. Haneul, anak perempuan berusia sepuluh tahun, berkata, Temanteman sekolah saya menyukai percakapan, bukan penjelasan. Untuk bercakap-cakap, ajukan
pertanyaan, lalu dengarkan baik-baik pandangan pribadi yang dikemukakan.
Percakapan di bawah ini memperlihatkan cara anak-anak Kristen dapat bertukar pikiran
dengan teman sekolah mereka. Percakapan ini tidak perlu dihafalsetiap anak tidak sama, dan
keadaan yang berbeda menuntut tanggapan yang berbeda. Karena itu, anak Saksi hendaknya
mengingat gagasannya, menggunakan kata-kata sendiri, lalu menyatakannya dengan cara yang

cocok dengan situasi dan teman sekolah. Jika Saudara memiliki anak usia sekolah, coba
peragakan percakapan ini bersama mereka.
Melatih anak-anak memerlukan waktu dan upaya. Orang tua Kristen ingin menanamkan
prinsip-prinsip Alkitab dalam diri anak-anak mereka dan meyakinkan mereka untuk hidup selaras
dengannya.Ul. 6:7; 2 Tim. 3:14.
Pada malam Ibadat Keluarga yang berikut, cobalah latih dengan anak-anak Saudara
percakapan yang dimuat di sini. Buktikan betapa efektifnya cara ini. Ingatlah bahwa tujuannya
bukan untuk menghafal jawaban atau kata-kata. Malah, Saudara dapat memperagakan kembali
sebuah situasi beberapa kali, dengan jawaban yang berbeda dan mengamati cara anak Saudara
menyesuaikan setiap jawaban. Sewaktu mereka berupaya menjelaskan dasar kepercayaan
mereka, bantu mereka mengembangkan sikap yang masuk akal dan bijaksana. Seraya waktu
berlalu, Saudara akan mengajar anak-anak cara membela apa yang mereka percayai di hadapan
teman sekelas, tetangga, serta guru.
PERAYAAN ULANG TAHUN
Mary: Hai, John. Aku mau undang kamu ke pestaku.
John: Terima kasih sudah mengundangku, Mary. Kalau boleh tahu, itu pesta apa?
Mary: Pesta ulang tahunku. Acaranya meriah lho.
John: Aku harap kamu enggak kecewa, aku enggak bisa datang karena aku enggak merayakan
ulang tahun.
Mary: Kenapa? Apa keluargamu enggak senang waktu kamu lahir?
John: Keluargaku senang waktu aku lahir. Tapi, aku punya alasan kenapa aku enggak
merayakannya. Waktu pesta ulang tahun, banyak orang pikir cuma mereka yang terpenting. Tapi,
yang lebih penting kan Allah?
Mary: Maksudmu aku enggak boleh rayakan ulang tahun?
John: Oh, itu sih terserah kamu. Tapi, coba pikirkan ini. Banyak orang suka menerima hadiah
ulang tahun, tapi Alkitab bilang lebih berbahagia memberi daripada menerima. Daripada berfokus
pada diri sendiri, bukankah sebaiknya kita memikirkan orang lain dan berbuat baik kepada
mereka?
Mary: Aku enggak pernah mikir sejauh itu. Terus, kamu enggak pernah dapat hadiah dari orang
tuamu?
John: Ya pernah. Tapi, orang tuaku enggak tunggu sampai hari lahirku. Mereka beri aku hadiah
sesering yang mereka mau. Nah, kamu mau tahu enggak asal usul perayaan ulang tahun?
Mary: Memangnya kamu tahu?
John: Ya aku tahu, besok aku ceritakan ya kisah menarik tentang ulang tahun di zaman dulu.
SALUT BENDERA
Gloria: Clara, kenapa kamu enggak hormat bendera?
Clara: Oh, maksudmu salut kepada bendera, kamu mau tahu ya. Tapi, aku mau tanya dulu,
kenapa kamu salut kepada bendera?
Gloria: Jelas dong, aku cinta tanah airku.
Clara: Aku tahu kamu sayang ibumu, Gloria. Tapi, kamu enggak salut sama ibumu, kan?
Gloria: Ya enggak. Aku salut bendera karena aku menghormatinya. Kamu enggak hormat
bendera ya?
Clara: Aku hormat dong. Tapi, kita tidak memberi salut kepada siapa saja dan apa saja yang kita
hormati, kan?
Gloria: Iya sih, aku menghormati guru, tapi aku enggak memberi salut. Ah, aku enggak tahu
kenapa aku salut sama bendera.
Clara: Gloria, banyak orang menganggap bendera sebagai lambang negara. Dengan salut sama
bendera, itu berarti mereka mau melakukan apa saja demi negara mereka. Tapi, aku enggak mau
begitu. Aku enggak mau mengorbankan jiwa ragaku demi negara karena Allah yang beri aku
kehidupan. Aku sudah bertekad memberikan jiwa ragaku kepada-Nya. Jadi, biarpun aku
menghormati bendera, aku enggak salut.
Gloria: Oh, gitu.
Clara: Aku senang kamu mau bertanya, Gloria. Kalau kamu mau tahu kenapa aku berbuat ini
atau tidak berbuat itu, tanya saja. Tahu enggak, Alkitab bilang pada zaman dulu, raja Babilon

menyuruh rakyatnya membungkuk di depan sebuah patung. Ada yang enggak maubiarpun
nyawanya terancam.
Gloria: Masak sih? Terus, gimana?
Clara: Nanti aku ceritakan ya waktu jam istirahat.
ORGANISASI SISWA
Niko: Tom, kamu mau enggak ikut pemilihan ketua OSIS? Menurutku kamu cocok banget, aku
pasti pilih kamu.
Tomi: Terima kasih, tapi aku enggak mau jadi ketua OSIS.
Niko: Kenapa?
Tomi: Karena aku orang Kristen dan aku ingin meniru Yesus. Ia tidak ikut politik. Kamu mau tahu
enggak alasannya?
Niko: Enggak, dan aku enggak mau tahu.
Tomi: Ya sudah, nanti kalau kamu mau tahu, aku akan ceritakan.