Anda di halaman 1dari 3

Definisi :

Penyakit Parkinson (bahasa Inggris: paralysis agitans, Parkinson disease) adalah


penyakit degeneratif syaraf yang pertama ditemukan pada tahun 1817 (An Essay on
the Shaking Palsy) oleh Dr. James Parkinson dengan gejala yang paling sering
dijumpai adalah adanya tremor pada saat beristirahat di satu sisi badan, kemudian
kesulitan untuk memulai pergerakan dan kekakuan otot. (Wikipedia, 2014)
Penyakit parkinson adalah gangguan otak progresif yang ditandai dengan
kehilangan neuron di area otak tengah yang dikenal sebagai substansia nigra.
Neuron ini menggunakan dopamin sebagai neurotransmitter dan meonjolkan
aksonnya ke talamus dan area kaudatus dan putamen ganglia basalis. Penyakit ini
adalah penyakit neurodegeneratif yang paling sering kedua pada individu dewasa.
(Elizabeth J. Corwin, 2009, Buku Ajar Patofisiologi)
Corwin, Elizabeth J. 2009. Buku Ajar Patofisiologi. Jakarta: EGC
Parkinsonism adalah suatu sindrom yang ditandai oleh tremor pada waktu istirahat,
rigiditas, bradikinesia dan hilangnya refleks postural akibat penurunan dopamin
dengan berbagai macam sebab.
Penyakit parkinson adalah suatu kondisi degeneratif yang terutama mengenai jaras
ekstrapiramidal yang mengandung neurotransmitter dopamin, dan karakteristiknya
adalah trias yang terdiri dari :
1. Akinesia - hambatan gerakan
2. Rigidas
3. Tremor - gerakan gemetar keatas bawah, biasanya mengenai ekstremitas atas.
( Lionel Ginsberg, 2007, Neurology)
Ginsberg, Lionel. 2007. Neurology. Jakarta: Penerbit Erlangga

Tremor pada penyakit parkinson bersifat kasar dengan kerapatan 3-7 kali perdetik,
tremor timbul pada saat istirahat, tampak sperti menggulung pil (pill rolling),
menghilang pada saat melakukan suatu gerakan. Pada pemeriksaan didapatkan
gejala parkinson lain: ekspresi wajah berkurang, mata jarang berkedip, rigiditas
anggota gerak, berjalan dengan kaki terseret, bradikinesia (gerakan lambat), dan
perubahan suara. Penderita mengalami depresi dan pad atahap lanjut mengalami
demensia. (Howard dan Lawner, 2001, Buku Saku Neurology)
Howard, Lawner. 2001. Buku Saku Neurology. Jakarta: EGC

Etiologi :

Faktor resko tidak diketahui, tapi sebagian beasar pasien yang etiologinya dapat
diidentifikasi adalah pasien yang menerima antagonis dopamine.
Penyakit parkinson disebabkan karena bagian otak bernama ganglia basalis
mengalami kelonggran akibat produksi dopamin berkurang, sehingga menyebabkan
hubungan antar sel saraf dengan sel ototpun berkurang. (Repository.upi.edu)
Secara umum penyakit Parkinson terjadi karena penurunan kadar dopamin akibat
kematian neuron di pars kompakta substansia nigra sebesar 40 50% yang disertai
adanya inklusi sitoplasmik eosinofilik (Lewy bodies).
Parkinson Primer disebabkan berkurangnya dopamin akibat bertambahnya usia
Parkinson Sekunder disebabkan terhambatnya pengaliran dopamin yang bisa saja
disebabkan oleh tumor, stroke, gangguan pembuluh darah dan trauma.
Bertambah usia (rata-rata diatas usia 60 tahun)
Oabat-obatan : fenotiazin, benzamid, metildopa, reserpin, metoklopramid, SSRI,
amiodarone, diltiazem, asam Valproat.
Keracunan logam berat.
Pasca trauma
Hasil metabolisme Heroin sintesis (MPTP) menyebabkan parkinsonisme akut
Toksin eksogen yang tidak umum dapat merusak SSP dan parkinsonisme.
Pajanan faktor lingkungan salah satu penyebab parkinson idiopatik
Relatif tidak ada faktor genetik yang diketahui. Riwayat keluarga biasanya tidak ada
pada penyakit ini. Tetapi, telah dilaporkan adanya anggota keluarga yang terkena
secara acak, dan kadang ditemukan mutasi gen spesifik, baik gen dominan maupun
resesif.
Terdapat hubungan yang lemah dengan faktor pajanan getah karet dan pestisida.
( Lionel Ginsberg, 2007, Neurology)

Epidemiologi :
-

Cukup sering ditemukan, mungkin mengenai 1-2% populasi berusia lebih dari 60
tahun, tanpa adanya bias jenis kelamin yang signifikan. Distribusinya ditemukan di
seluruh dunia, walupun tampaknya lebih sering terjadi di Eropa dan Amerika Utara.
( Lionel Ginsberg, 2007, Neurology)
Parkinson menyerang sekitar 1 di antara 250 orang yang berusia di atas 40 tahun
dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia di atas 65 tahun.
Penyakit parkinson merupakan gangguan neuro degeneratif terbanyak ke-dua yang
diderita manusia setelah Alzheimer. (Iskandar, 2002). Penyakit ini menyerang
penduduk dari berbagai etnis dan status sosial ekonomi. Penyakit parkinson
menyerang hampir 876.665 orang Indonesia dari total penduduk 238.452.952. total
kasus kematian di Indonesia menempati peringkat ke-12 di dunia atau ke-5 di Asia
dengan prevalensi mencapai 110 kematian pada tahun 2002 (Noviani, 2002).

Penyakit parkinson diketahui merupakan penyakit dengan biaya pengobatan


termahal di Amerika. Biaya pembuatan obat yang mahal dan proses perawatan yang
lama membuat penyakit ini menjadi salah satu penyakit dengan biaya pengobatan
termahal dibanding penyakit lainnya. (Hanifah, 2012).

http://www.medicinesia.com/kedokteran-dasar/neurosains/penyakitparkinson/