Anda di halaman 1dari 8

RESUME SISTEM CARDIOVASKULER

Nama

: Dwi Surya Artie

NIM

: 1401037

Kelompok

: 12

(Halaman 1-12)
1.1

POLA DASAR SISTEM CARDIOVASCULER


Sistem peredaran darah yang dimiliki manusia membentuk suatu sistem lingkaran

yang tertutup, darah akan terus menerus dipompakan oleh jantung melewat sistem
pembuluh darah ke seluruh tubuh hingga sampai ke dalam jantung lagi. Pembuluh darah
terdiri dari arteri, yang akan bercabang cabang lagi menjadi arteriol, arterior lalu akan
memiliki cabang yang lebih kecil lagi yang dinamakan kapiler. Kapiler ini sangat tipis dan
dilapisi oleh satu lapisan endothel yang memungkingkan untuk melakukan pertukaran zat
dengan sel sel jaringan yang ada disekitarnya. Kapiler kapiler ini akan bersatu menjadi
venul dan masing masing venul akan bersatu menjadi vena vena besar yang
mengalirkan darah kembali menuju jantung.
Peredaran darah pada manusia dibagi menjadi :
1. Sirkulasi kecil (sirkulasi paru paru)
Sirkulasi kecil ini merupakan sirkulasi yang membawa darah dari ventrikel
jantung bagian kanan menuju arteri pulmonalis, paru paru vena pulmonalis,
lalu kembali ke atrium kiri jantung. Darah yang mengalir melewati paru paru
akan mengalami pertukaran gas yaitu O2 dari alveoli paru paru berdifusi
masuk ke dalam kapiler darah, dan CO2 dari kapiler darah akan berdifusi
keluar untuk masuk ke alveoli paru- paru. Darah yang meninggalkan paru
paru akan mengandung banyak oksigen dan siap untuk masuk ke dalam
jantung dan disebarkan ke seluruh tubuh.
2. Sirkulasi besar (sirkulasi sistematik)
Sirkulasi darah besar pada manusia akan merupakan sirkulasi yang membawa
darah yang kaya akan oksigen dari jantung kiri menuju ke seluruh tubuh. Pada
darah yang mengandung O2 di dalam kapiler nantinya akan berdifusi masuk
menuju sel tubuh dan CO2 akan berdifusi masuk menuju kapiler darah. Darah
yang berasal dari sel tubuh atau jaringan akan mengandung banyak CO2,
masuk dan terkumpul di vena cava dan selanjutnya akan dialirkan kembali
menuju jantung kanan (atrium).

Gambar 1. Sistem sirkulasi keci dan besar pada manusia


(sumber : MateriSMA.com)
Sesuai dengan hukum hukum fisika bahwa suatu substansi akan mengalir dari
tempat yang bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah, hal ini juga terjadi pada
darah yang akan mengalir dari pembuluh darah yang bertekanan tinggi ke pembuluh yang
bertekanan rendah. Darah akan mengalir dari arteri (100mmHg) kapiler (35 15
mmHg) vena (5mmHg).
1.2

JANTUNG
Jantung merupakan organ vital pada manusia yang menjadi pusat daripada sistem

cardiovascular yang terletak di dalam rongga dada (thoraks) dan dibungkus oleh 1 kantung
membrana serosa yaitu pericardium. Lapisan pericardium ini dibagi menjadi lapisan
pericardium visceralis (yang langsung melekat dengan jantung) dan lapisan pericardium
parietalis (yang berada di luarnya). Di antara kedua lapisan pericardium ini terdapat
rongga yang berisi cairan pericardium yang berfungsi untuk mengurangi gesekan sewaktu
jantung berdenyut. Di bawah lapisan percardium visceralis, terdapat lapisan myocardium
yang merupakan lapisan yang paling tebal dari jantung. Myocardium ini terdiri dari otot
otot jantung yang bertanggung jawab terhadap terjadinya denyut jantung. Di bawah
lapisan myocardium terdapat lapisan endocardium yang merupakan lapisan endothelium
bersama jaringan ikat tipis yang menyelaputi rongga dan katup katup jantung.
Jantung memiliki berat 335 gram, sebesar kepalan tangan masing masing
individu, terletak diantara paru paru kanan dan paru paru kiri di dalam mediastinum.
Posisi jantung lebih miring ke kiri dengan ujung di bawahnya yang disebut dengan apex.

Jantung berdenyut 100.000 kali per-hari dan memompa ke dalam pembuluh darah
sepanjang 100.000 km.
Rongga rongga jantung
Bagian dalam jantung terdiri atas 4 rongga, dua rongga pada bagian atas disebut
dengan atrium, terdiri dari atrium kanan dan atrium kiri yang dipisahkan oleh septum
inter-atrialis. Pada septum ini terdapat lekukan yang disebut dengan fossa ovalis yang
terbentuk setelah tertutupnya foramen ovalis (lubang pada septum-atrialis pada jantung
janin). Sedangkan dua rongga di bawah nya disebut dengan ventrikel yang terdiri dari
ventrikel kanan dan ventrikel kiri, kedua ventrikel ini dipisahkan oleh septum interventrikularis.
Pembuluh pembuluh darah pada jantung
Atrium kiri pada jantung menerima darah yang kaya akan O2 dari 4 vena
pulmonalis, darah dari atrium kiri akan dipompakan menuju ventrikel kiri dan kemudian
dipompakan ke aorta acendens, dari sini darah akan dialirkan ke seluruh tubuh. Ada 3 vena
besar yang mengumpulkan darah dari seluruh tubuh :
Vena cava inferior : membawa darah yang berasal dari bagian tubuh yang

ada di bawah jantung.


Vena cava superior : membawa darah yang berasal dari bagian tubuh yang

ada di atas jantung.


Sinus coronarius : membawa darah yang berasal dari dinding jantung
sendiri (dari arteri coronaria).

Dari ketiga vena di atas darah dialirkan menuju atrium kanan, dari atrium kanan
darah dipommpakan ke ventrikel kanan, selanjutnya dipompakan ke dalam paru paru
melalui arteri pulmonalis. Di dalam kapiler paru paru terjadilah proses difusi O2 ke
dalam darah dan difusi CO2 dari kapiler menuju paru paru. Darah yang sudah kaya akan
O2 ini akan masuk ke dalam 4 vena pulmonalis. Ventrikel kiri mempunyai lapisan
myocardium yang paling tebal dibandingkan dengan 3 rongga lainnya yang ada pada
jantung karena ventrikel kiri mempunyai fungsi untuk memompakan darah ke seluruh
tubuh.
Katup katup jantung
Di antara atrium kiri dan ventrikel kiri terdaoat katup bicuspidalis (mitral) yang
terdiri dari dua daun katup. Terdapat serat serat yang disebut dengan chordae tendinea
yang menghubungkan ujung ujung katup dengan tonjolan tonjolan otot jantung

(musculus papilaris) pada dinding dalam ventrikel. Chorda tendinea dan musculus
papilaris ini berfungsi untuk mencegah agat katup tidak melipat terbalik ke arah atrium
sewaktu ventrikel berkontraksi, sehingga tidak terjadi kebocoran darah dari ventrikel ke
arah atrium.
Katup yang terletak diantara atrium kanan dan ventrikel kanan disebut dengan katup
tricuspidalis karena terdiri dari 3 daun katup. Katup ini dilengkapi pula oleh chorda
tendinea yang terikat pada musculus papilaris. Myocardium atrium dan myocardium
ventrikel dipisahkan oleh suatu jaringan ikat yang turut membentuk katup tricupidalis dan
bicuspidalis.
Di antara ventrikel kiri dan aorta terdapat katup semiluner aorta, sedangkan diantara
ventrikel kiri dengan arteri (truncus) pulmonlis terdapat katup semiluner pulmonal. Kedua
katup ini masing masing terdiri dari 3 daun katup dan berfungsi untuk menjaga agar
darah tetap mengalir dari ventrikel ke arah arteri / aorta.
SISTEM KONDUKSI
Jantung dapat berkontrsaksi dan berelaksasi tanpa sedikitpun dipengaruhi oleh impuls
dikarenakan memiliki sistem konduksi yang terdiri dari jaringan otot jantung khusus (1%
dari sel otot jantung) yanng dapat menghasilkan dan menyebarkan impuls sendiri
(autorhytmic), impuls ini lah yang dapat menyebabkan jantung berkontraksi.
Sel sel pada sistem konduksi jantung berhubungan dengan sel sel otot jantung
lainnya melalui gap junction sehingga impuls dapat segera menjalar ke seluruh myocardium.
Sino atrial node terletak pada atrium kanan di bawah muara vena cava superior. Dalam
keadaan normal node inilah yang memulai setiap denyut jantung dengan ritmic dan autonom
dengan frekwensi 100 kali per menit sehingga disebut dengan pacemaker.
Dari SA node impuls menjalar ke dalam atrium kanan dan kiri sehingga kedua atrium
sama sama berkontraksi. Pada saat yang sama impuls mendepolarisasikan AV node : dari
AV node impuls menjalar melalui berkas His, cabang kanan dan cabang kiri, lalu serabut
ourkinje dan mengkontraksikan kedua ventrikel.
Kontrol Dari Kecepatan Denyut Jantung
Pacemaker akan menyebabkan jantung berdenyut 100 kali per menit, dalam
kenyataannya jantung akan berdenyut antara 60 140 kali per menit tergantung kebutuhan
masing masing individu. Jantung memiliki banyak sekali serabut serabut syaraf symphatis
dan parasymphatis. Syaraf simpatis post ganglionik pada jantung akan mensekresikan
norephinephrin yang akan memacu SA node, sistem konduksi dan otot otot jantung.

Sedangkan syaraf parasimpatis akan mensekresikan asetilkolin dan menghambat SA node,


sistem konduksi dan otot jantung. Dalam keadaan istirahat, syaraf syaraf parasimphatis
lebih dominan sehingga denyut jantung 70 kali per menit.
Syaraf autonom pengontrol denyut jantung mempunyai pusat yang terletak di medulla
oblongata. Di samping itu kadar mineral, suhu, tekanan darah, usia, jenis kelamin, hormo
tiroksi dan adrenalin juga berpengaruh terhadap frekuensi denyut jantung.
EGC (Eleketro cardio gram)
Setiap bagian siklus denyut jantung menghasilkan impuls impuls listrik yang daoat
direkamn dengan menggunakan alat elektrocardiograph pada permukaan tubuh. Hasil
rekamannya berupa grafik yang disebut dengan elektro cardio gram yang terdiri dari :

Gelombang P
Gelombang Q R S
Gelombang T

: menunjukan depolarisasi atrium


: menunjukkan depolarisai ventrikel
: menunjukkan repolarisadi ventrikel

Repolarisasi dari arium tertutup gelombang Q R S.


Kelainan kelainan pada EGC menunjukkan kelainan kelainan pada jantung atau
sistem konduksi jantung. Contohnya :
Gelombang P R membesar menunjukkan pembengkakkan atrium
Jarak P R yang memanjang menunjukkan kelainan pad AV node misalnya karena
penyakit atherosclerosis atau demam rheumatik.
Gelombang yang tidak beraturan menunjukkan kelainan ritme, dsb.
Supplai darah terhadap jantung
Jantung mempunyai dinding yang tebal sehingga mutlak memerlukan peredaran darah
yang khusus untuk memenuhi kebutuhan akan nutrien dan pengeluaran sampah sampah
metabolisme. Hal ini dilakukan oleg sirkulasi coronaria yang terdiri dari aretericoronaria
sinistra dan dextra yang merupakan cabang dari aorta acendens. Cabang cabang dari
kedua arteri ini menembus setiap bagian myocardium jantung, berperan dalam mensuplai
oksigen, nutrien dan menampung sampah sampah metabolisme, selanjutnya kapiler
kapiler ini bersatu menjadi venacoronaria, sinucoronaria dan bermuara di atrium kanan.
Seperti otot otot skelet, sewaktu berkontraksi otot jantung akan menekan dan
mengempiskan pembuluh darah yang berada di dalamnya, dengan demikian di dalam
artei coronaria darah akan mengalir jauh lebih banyak sewaktu otot jantung berelaksasi
(diastol) dari pada sewaktu otot jantung berkontraksi (sistol).

Siklus jantung dan suara jantung


Depolarisasi dari sel sel otot jantung menghasilkan kontraksi jantung. Seperti pada
otot otot skelet, kontraksi sel sel otot jantung terjadi karena pengingkatan kadar Ca2+
pada sitosol yang berasal dari reticulum sarcoplasma dan dari carian interstitiel. Ca2+
berikatan dengan troponin dan menyingkap tropomiosin sehingga terjadi pengikatan cross
bridge dengan actin sehingga terjadi kontraksi otot. Perbedaan dengan kontraksi yang terjadi
pada otot skelet, pada otot jantung kenaikan konsentrasi Ca2+ sitosol tidak mencukupi atau
tidak maksimal mengikat semua troponin, dengan demikian pengaturan kadar Ca2+ sitosol
dapat digunakan untuk mengontrol kekuatan kontraksi otot jantung.
Catatan
Obat obatan dengan golongan calcium entryblocker akan menghalangi pemasukkan
Ca2+ ke dalam sel sel otot jantung dan sel otot polos arteriol, sehingga akan
mengurangi kekuatan kontraksi jantung dan kekuatan vasokontriksi dari pembuluh
darah. Dengan demikian obat obatan ini sering digunakan untuk pengobatan
penyakit darah tinggi, anginapectoris dan aritmia jantung (denyut jantung tidak
beraturan).
Pada denyut jantung yang normal sesama atrium akan berkontraksi dan berelaksasi
secara bersama sama, begitu juga dengan ventrikel. Kontraksi otot jantung disebut
dengan sistol dan relaksasi otot jantung disebut dengan diastol. Sewaktu kedua atrium
berdiastol, darah yang miskin akan oksigen masuk ke dalam atrium kanan dari sinus
coronaria dan vena cava, sedangkan darah yang kaya akan oksigen masuk dari vena
pulmonalis ke dalam atrium kiri.
Pada saat akhir diastole atrium, katup atrio-ventrikuler diantara atrium dan ventrikel
terbuka dan menyebabkan 70% darah mengalir dari atrium ke ventrikel, sisa darah
yang 30% di dalam atrium kanan dan kiri terdorong masuk ke ventrikel kanan dan
kiri melalui katup tricuspidalis dan katup mitral. Daun katup jantung yang tidak
menutup sempurna akan menimbulkan suara asing yang disebut dengan soufel dan
murmur ; kelainan ini sering dipakai untuk mendiagnose penyakit penyakit janutng
sewaktu mendengar suara jantung (auscultasi).
Cardiac Output (Cerah Jantung)
Cardiac output merupakan colume darah yang dipompakan dari ventrikel kiri
ke dalam aorta setiap menitnya. Faktor faktor yang mempengaruhi cardiac output
ialah :
Frekuensi denyut jantung

Volume stroke (volume denyutan) yaitu volume darah yang dipompaka oleh
ventrikel kiri setiap sistol.
Dalam keadaan istirahat jantung biasa berdenyut satu kali setiap 0.8 detik,

maka frekuensinya ialah 75 kali permenit, sedangkan volume stroke nya ialah 75cc.
Maka cardiac output nya ialah : 75x75cc/menit = 5625cc/menit. Jumlah ini
didistribusikan ke berbagai organ tubuh sesuai dengan kebutuhan organ.
Selama diastol volume ventrikel busa mencapai 130cc. Bila volume stroke
75cc maka pada setiap akhir sistol sistol volume ventrikel ialah : 130 cc 75 cc= 55
cc. Dalam keadaan normal ventrikel kanan juga memiliki cardiac output yang
berjumlah sama dengan ventrikel kiri.
Hukum Straling
Dalam batas normal otot jantung akan berkontraksi lebih kuat bila serabutnya
direnggangkan. Sewaktu olahraga sejumlah darah vena akan kembali ke dalam atrium
kanan terus ke ventrikel kanan dengan cepat dan banyak. Hal ini akan merenggangkan
serabut serabut otot ventrikel kanan dan kekuatan kontraksi juga cardiac output dari
ventrikel kanan akan bertambah kemudian pada gilirannya ventrikel kiri akan
bedrkontraksi lebih kuat.
1.3

PEMBULUH DARAH
1. Arteri : merupakan suatu pipa (selang) elastis yang dindingnya terdiri dari tiga
lapis dari luar ke dalam, yaitu :
a. Tunica externa : terdiri dari serat kolagen dan elastis
b. Tunica media
: terdiri dari otot polos dan serat elastis
c. Tunica intima
: terdiri dari epithel pipih selapis dengans elapis
jaringan yang elastis diantara tunica intima dan media.
Memiliki kemampuan untuk melakukan vasokontriksi karenan otot polos
yang ada dapat berkontraksi secara elastis. Arteri ini akan ebrtindak
sebagai pipa elastis .
2. Arteriol
Mengandung banyak sel otot polos yang dapat mengatur diameter arteriol, dengan
demikian dapat mengatur tekanan dan jumlah aliran darah yang menuju kapiler,
pengaturan ini dilakukan oleh pusat vasomotoris di medulla oblongata.
3. Kapiler
Kapiler memiliki dinding yang sangat tipis, terdiri dari 1 lapis sel epithel pipih
(endothelium) dengan membran basalis yang ada di bawahnya sehingga

memungkinkan untuk terjadinya pertukaran zat antara darah dengan sel sel
jaringan tubuh. Bagian tubuh yang tidak mengandung kapiler adalah tulang rawan,
epidermis kulit, dan cornea mata. Pada hati, cortex adrenal, limpa, hypophisis
anterior terdapat pembuluh darah seperti kapiler yang menyambungkan arteriol
dan venul, disebut dengan sinusoid. Berstruktur lebih berkelok kelok dan lebih
besar, dindingnya banyak mengandung sel makrophag yang mampu melakukan
phagositosis. Pada hati sel ini disebut dengan sel stellata.
PERTANYAAN
1. Apakah pada hati, cortex adrenal, limpa, hypophisis anterior selain memiliki sinusoid
terdapat pembuluh darah kapiler biasa juga? (Dwi Surya Artie)