Anda di halaman 1dari 2

Perumusan koordinasi :

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan koordinasi


ialah proses mengintegrasikan (memadukan) mensinkronisasikan, dan
menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah secara terus-menerus
berkesinambungan untuk mencapai tujuan efektif dan efisien.
Koordinasi merupakan bagian yang sangat penting dari berbagai anggotaanggota atau unit-unit organisasi yang dalam pekerjaannya saling
membutuhkan. Koordinasi bukanlah bagian yang saling terpisah dari integrasi,
sinkronisasi dan simplikasi yang dikenal dengan istilah KISS (koordinasi,
integrasi, sinkronisasi, simplikasi). Pengordinasian perlu dilaksanakan sejak dari
proses perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan sampai pada
pengawasan dan pengendalian.
TUJUAN DAN MANFAAT KOORDINASI
1. Mewujudkan koordinasi, integrasi, sinkronisasi, simplikasi (KISS) agar
tujuan organisasi tercapai secara efektif dan efisien.
2. Memecahkan konflik kepentingan berbagai pihak terkait.
3. Agar manajer mampu mengintegrasi dan mensinkronisasikan
pelaksanaan tugas-tugas.
4. Adanya pembagian kerja yang semakin besar diperlukan pengordinasian
atau penyerasian sehingga tidak terjadinya tumpang tindih pekerjaan
yang menyebabkan pemborosan.
5. Untuk mengembangkan dan memelihara hubungan yang baik dan
harmonis diantara kegiatan-kegiatan, baik fisik maupun non fisik dengan
stakeholders.
6. Memperlancar dalam pelaksanaan tugas untuk mencapai tujuan yang
diharapkan.
7. Mencegah konflik internal dan eksternal yang kontro produktif.
8. Mencegah terjadinya kompetitif yang tidak sehat.
KARAKTERISTIK KOORDINASI
1. Tujuan berkoordinasi tercapai dapat memuaskan semua pihak yang
terkait.
2. Koordinator sangat proaktif dan stakeholders kooperatif.
3. Tidak ada yang mementingkan pribadi atau kelompok.
4. Tidak terjadi adanya tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
5. Komitmen semua pihak sangat tinggi.
6. Informasi keputusan mengalir cepat kesemua pihak yang ada dalam
sistem jaringan koordinasi.
7. Tidak merugikan pihak-pihak yang berkoordinasi.
8. Pelaksanaan tugas tepat waktu.
9. Semua masalah dapat terpecahkan.
10. Tersedianya laporan tertulis secara lengkap dan rinci oleh masing-masing
stakeholders.

KISS ME (Koordinasi, Integrasi, Simplikasi, Sinkronisasi, Mekanisasi)

Koordinasi
Koordinasi didefinisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan
pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan
yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Integrasi
Integrasi berasal dari bahasa inggris "integration" yang berarti kesempurnaan atau
keseluruhan. integrasi dimaknai sebagai proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang
saling berbeda sehingga menghasilkan dan memilki keserasian fungsi.

Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah proses menyamakan data antar perangkat. Sering dilakukan proses
sinkronisasi untuk menyamakan waktu dan data. Sinkronisasi diperlukan untuk
menghindari terjadinya ketidak-konsistenan data akibat adanya akses data secara
konkuren. Proses-proses disebut konkuren jika proses-proses itu ada dan berjalan pada
waktu yang sama, proses-proses konkuren ini bisa bersifat independen atau bisa juga
saling berinteraksi. Proses-proses konkuren yang saling berinteraksi memerlukan
sinkronisasi agar terkendali dan juga menghasilkan output yang benar .
Deadlock atau pada beberapa buku disebut Deadly Embrace adalah keadaan dimana dua
program memegang kontrol terhadap sumber daya yang dibutuhkan oleh program yang
lain. Tidak ada yang dapat melanjutkan proses masing-masing sampai program yang lain
memberikan sumber dayanya, tetapi tidak ada yang mengalah.
Deadlock yang mungkin dapat terjadi pada suatu proses disebabkan proses itu menunggu
suatu kejadian tertentu yang tidak akan pernah terjadi. Dua atau lebih proses dikatakan
berada dalam kondisi deadlock, bila setiap proses yang ada menunggu suatu kejadian
yang hanya dapat dilakukan oleh proses lain dalam himpunan tersebut.

Simplikasi
Pengertian Simplikasi :
Makna realitas sangat tergantung pada bagaimana kita memaknainya: pola pikir yang kita
terapkan untuk memahami sesuatu.

Mekanisme
mekanisme koordinasi dapat disimpulkan antara lain: saling menyesuaikan (mutual
adjustment) ; supervisi langsung (direct supervition) ; standarisasi prosedur kerja ;
standarisasi keluaran kerja ; standarisasi ketrampilan kerja ; serta pembentukan tim atau
badan koordinasi suatu kegiatan.
Secara umum berarti hubungan bagian-bagian dengan bagian-bagian lainnya dalam suatu
keseluruhan atau system secara tanpa disengaja atau disengaja menghasilkan kegiatan
atau fungsi-fungsi sesuai dengan tujuan