Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA INDUSTRI

FILTER AKTIF
laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah elektronika industri
Diploma III Program Studi Elektronika
Jurusan Elektro

oleh
Anisa Fitria Lestari
NIM 08301005

PROGRAM STUDI ELEKTRONIKA


JURUSAN ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2009
FILTER AKTIF
Tujuan :

Menghitung besar penguatan (dalam kali dan dB)


Menggambarkan grafik bandwidth sinyal

Dasar Teori :
Filter adalah komponen/bahan yang melakukan arus listrik pada frekuensifrekuensi tertentu atau pada suatu range frekuensi dan mencegah mengalirnya
arus listrik pada frekuensi-frekuensi lainnya.
Filter aktif adalah suatu rangkaian yang terdiri dari resistor dan kapasitor, yang
disusun sekitar OP-AMP.
Filter aktif mempunyai keuntungan antara lain:

Harganya lebih murah

Lebih mudah di atur (di-turned)

Dengan menggunakan OP-AMP, maka filter aktif akan mempunyai


impedansi input tinggi dan impedansi output yang rendah sehingga dapat
dijamin tidak ada interaksi antara filter dengan sumber atau bebannya.

Di lain hal, ada beberapa kerugian atau batasan-batasan bila digunakan filter
aktif:
Respon frekuensi : tergantung dari tipe OP- AMP
Power supply : diperlukan beberapa catu daya untuk OP-AMP
Dalam percobaan ini akan dibahas filter aktif VCVS : Filter VCVS : Low pass active
filter orde kedua yang paling sederhana adalah rangkaian Voltage Controlled
Voltage Source (VCVS) , sebagaimana terlihat pada gambar rangkaian.Gain
band-pass untuk butterworth respon order kedua adalah tetap : 1,586 (+ 4 dB).
Dan ini merupakan gain yang hanya membuat rangkaian itu bekerja. Frekuensi
cut-off akan berada pada titik dimana respon filter dB lebih kecil dari gain
bandpass +4dB atau +1dB. Dibawah frekuensi cut-off respon akan turun dengan
laju 12dB/oktaf atau 20dB/decade.Bila filter menggunakan OP-AMP dalam mode
non inverting, maka resistor feedback R13 harus 0,586. Dengan menggunakan
resistor +5%, maka harga yang baik untuk dipilih adalah 27K dan 47K.

Gambar Rangkaian

Alat-alta yang Digunakan :

Catu daya 5V

Osilskop dua kanal

Generator fungsi

VTVM

Papan percobaan

Kabel penghubung secukupnya

IC OP-AMP 741

Resistor 4,7 K : 2 buah


47 K : 1 buah
27 K : 1 buah

Kapasitor 0.047F : 2 buah

Langkah Percobaan

1. Buatlah rangkaian seperti gambar


2. Atur generator fungsi gelombang sinus agar tegangannya 1Vp-p pada
frekuensi 100Hz
3. Ukurlah output rangkaian dengan osiloskop, catat hasil pengukuran, pada
table 1
4. Ubahlah frekuensi generator sesuai dengan table 1, usahakan V1 tetap
1Vp-p
5. Hitung penguatan dan masukan ke table 1
6. Dari hasil perhtungan dalam table 1, tentukan penguatan (gain).
Bandpassnya :
7. Tentukan pula frekuensi cut offnya yakni frekuensi dimana gainnya turun
3dB
8. Buat grafik atau kurva gain = fungsi frekuensi dalam kertas semilog

Data Percobaan

No

Frek

Vi

Vo

Vo/Vi

Vo/Vi

1
2
3
4

(Hz)
10
30
50
70

(Vp-p)
2
2
2
2

(Vp-p)
2,4
2,4
2,4
2,2

(X)
1,2
1,2
1,2
1,1

(dB)
1,58
1,58
1,58
0,8

5
6
7
8
9
10

90
100

2
2

2,2
2

1,1
1

0,8
0

200

1,5

0,75

-2,5

500
1000
5000

2
2
2

1
600m
250m

0,5
0,3
0,125

-6
-10,5
-18

Pertanyaan Setelah Percobaan

1. Dari grafik, tentukan frekuensi cut-off nya.


2. Bandingkan hasil perhitungan (i) dengan hasil perhitungan dalam rencana,
samakah frekuensi cut-off hasil pengukuran dengan frekuensi cut-off
menurut perencanaan,bila beda apa sebabnya.
3. Buatlah kesimpulan dari hasil percobaan
Jawaban :
1) Rumus mencari f cut-off
1/2RC

2) Hasil perhitungan adalah : Fc = 1/2RC = 1/2x4k7x470nF = 226 Hz


3) Kesimpulan terdapat dibawah

Analisa Data
AV = VoVi
a) Untuk f = 10 Hz,Av = 2,8 Vp-p2 Vp-p = 1,4
b) Untuk f = 20 Hz,Av = 2,4 Vp-p2 Vp-p = 1,2
c) Untuk f = 30 Hz,Av = 2 Vp-p2 Vp-p = 1
d) Untuk f = 40 Hz,Av = 1,6 Vp-p2 Vp-p = 0,8
e) Untuk f = 50 Hz,Av = 1,6 Vp-p2 Vp-p = 0,8
f) Untuk f = 60 Hz,Av = 1,4 Vp-p2 Vp-p = 0,7

g) Untuk f = 70 Hz,Av = 1,2 Vp-p2 Vp-p = 0,6


h) Untuk f = 80 Hz,Av = 1,2 Vp-p2 Vp-p = 0,6
i) Untuk f = 90 Hz,Av = 0,8 Vp-p2 Vp-p = 0,4
j) Untuk f = 100 Hz,Av = 0,8 Vp-p2 Vp-p = 0,4
k) Untuk f = 200 Hz,Av = 0,4 Vp-p2 Vp-p = 0,2
l) Untuk f = 500 Hz,Av = 160 mVp-p2 Vp-p = 0,08
m) Untuk f = 1000 Hz,Av = 80 mVp-p2 Vp-p = 0,04
n) Untuk f = 5000 Hz,Av = 16 mVp-p2 Vp-p = 0,008
o) Untuk f = 10000 Hz,Av = 8 Vp-p2 Vp-p = 0,004
Vo/Vi (dB)
20 Log Av =
a) 20 Log 1,4 = 2,9
b) 20 Log 1,2 = 1,58
c) 20 Log 1 = 0
d) 20 Log 0,8 = -1,9
e) 20 Log 0,8 = -1,9
f) 20 Log 0,7 = -3,1
g) 20 Log 0,6 = -4,4
h) 20 Log 0,6 = -4,4
i) 20 Log 0,4 = -7,9
j) 20 Log 0,4 = -7,9
k) 20 Log 0,2 = -13,9
l) 20 Log 0,08 = -21,9
m) 20 Log 0,04 = -27,9
n) 20 Log 0,008 = -41,9
o) 20 Log 0,004 = -47,9

Kesimpulan

Dari percobaan yang telah kita lakukan tersebut,dapat ditarik kesimpulan


bahwa besar penguatan dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai
berikut :
Gain (dB) = 20 Log Av

Kita juga dapat mencari nilai Vcut-off dengan menggunakan rumus :


Vcut-off = 0,707 Vmax

Sehingga didapat Vcut-off adalah 1,97 Vp-p

Dari percobaan yang telah dilakukan dapat digambarkan grafik bandwidth


sinyal