Anda di halaman 1dari 20

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena dengan
rahmatnya, Karunia, dan hidayah-Nya penulis dapat menyusun makalah ini
sehingga selesai pada waktunya.
Makalah yang berjudul ALAT KESEHATAN ini disusun dan dibuat
berdasarkan materi yang telah dirangkum dari sumber yang tepercaya. Selain
untuk memenuhi tugas mata kuliah Spesialis dan Alat Kesehata, pembuatan
makalah ini bertujuan agar dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca.
Penulis mengharapkan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat untuk kita
semua.
Ucapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada

yang telah

membantu kami dalam penyusunan makalah ini. Akhir kata, penulis menyadari
bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan
maupun materinya. Ucapan maaf dari penulis sendiri apabila terjadi kesalahan
pengetikan kata dan isi dalam makalah ini. Oleh karena itu, diharapkan kritik dan
saran dari para pembaca untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

Kendari, 2 Oktober 2016

penulis,

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR......i
DAFTAR ISI............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN........1
A. LATAR BELAKANG.....1
B. RUMUSAN MASALAH.........2
C. TUJUAN .................................2
BAB II PEMBAHASAN...3.-18
BAB III PENUTUP....19
A. KESIMPULAN..19
B. SARAN......19
DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72
Tahun

1998

Tentang

Pengamanan

Sediaan

Farmasi

Dan

Alat

Kesehatan, Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin, implan yang


tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis,
menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta
memulihkan kesehatan pada manusia dan atau untuk membentuk struktur
dan memperbaiki fungsi tubuh.
Sejak perang dunia II di Indonesia sudah mengenal pabrik alat
kesehtan

Aesculap

dari

Jerman.

Kini

banyak

dikenal

nama

pabrik diantaranya Dimedia, Chiron, Diener, Reicodent, Rudolv, Martin,


dan lain-lain.
Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
116/SK/79, Alat kesehatan dapat digolongkan menjadi :
1.

preparat untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan

2.

Pestisida dan insektisida pembasi hama manusia dan binatang piaraan

3.

alat kecantikan yang digunakan dalam salon kecantikan

4.

wadah dari plastik dan kaca untuk obat dan injeksi, juga karet tutup

botol infus
5.

peralatan obstetri dan hgynekologi

6.

pelalatan anestesi

7.

peralatan dan perlengkapan kedokteran gigi

8.

peralatan dan perlengkapan kedokteran THT

9.

peralatan dan perlengkapan kedokteran mata


Sebagai dasar pengenalan alat-alat kesehatan tidak semua golongan

alat diketengahkan, hanya alat-alat kesehatan yang ada di apotik dan sering

dipergunakan oleh pasien atau dipergunakan medis dan perawat di rumah


sakit.
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah makalah ini yaitu jenis-jenis alat
kesehatan beserta fungsinya
C. TUJUAN
Agar pembaca dapat mengetahui jenis-jenis alat kesehatan beserta
fungsinya

BAB II

PEMBAHASAN
1. SPHYGMOMANOMETER
Tensimeter dikenalkan pertama kali oleh dr. Nikolai Korotkov, seorang ahli
bedah Rusia, lebih dari 100 tahun yang lalu. Tensimeter adalah alat yang di gunakan
untuk mengukur tekanandarah.Tensimeter sering juga disebut sphygmomanometer.
a. Mercurial Sphygmomanometer/ Tensi meter air raksa

Merupakan tensimeter konvensional yang sebenarnya sudah


jarang dipakai di luar negeri, karena tensimeter ini masih
menggunakan air raksa yang berbahaya jika sampai alat pecah dan air
raksa terkena kulit atau saluran pernafasan. Tensimeter jenis ini
memerlukan stetoskop untuk mendengar munculnya bunyi suara
tekanan sistolik dan diastolik pada jantung.
Cara penggunaan :
1) Buka Tensimeter Air Raksa tersebut.
2) Geserlah jarum ke Arah ON agar air raksa naik.
3) Raba nadi Pasien yang akan diperiksa kemudian pasanglah manset
sesuai dengan ukuran pasien.
4) Lilitkan manset tensimeter ke lengan atas kiri atau kanan di atas
siku. Manset dililitkan pada bagian ini karena pada bagian ini
terdapat pembuluh darah arteri yang berasal langsung dari jantung,
pembuluh ini terletak dekat di bawah kulit dapat disebut juga Arteri
Brachialis.

5) Upayakan tensimeter diletakkan sejajar dengan jantung baik dalam


posisi tidur maupun duduk atau berdiri, tangan diperiksa dalam
keadaan rileks.
6) Tutup katup pengatur udara pada pompa karet manset tensimeter
dengan cara memutar ke kanan sampai habis.
7) Pasang stetoskop pada telinga Anda kemudian bagian yang pipih
ditempelkan pada bagian lipatan siku di sebelah bawah lilitan
manset.
8) Pompalah udara ke dalam manset dengan cara menekan pompa
karet berulang-ulang sampai tekanan menunjukkan angka 140
mmHg. Tekanan 140 mmHg ini atas dasar mmHg di atas tekanan
systole yang diperkirakan pada orang dewasa normal (Tidak
menderita hipertensi) yaitu 120 mmHg. Bila yang diperiksa adalah
penderita hipertensi, maka naikkan kembali 20 mmHg dan
seterusnya secara bertahap,
9) Manset yang dipompa menyebabkan tekanannya meningkat dan
menekan Arteri Brachialis sehingga aliran darah berhenti mengalir.
10) Buka kembali katup pengatur udara dengan cara memutar ke kiri,
dengar dan amati suara dari stetoskop yang timbul ketika katup
manset dibuka kemudian sambil mengamati angkanya.
11) Detakan yang didengar untuk pertama kali adalah sistolik,
sedangkan detakan yang terakhir sebelum suara benar-benar hilang
adalah suara diastolik.
12) Kemudian, rapikan kembali perlengkapan tensimeter tersebut.

b. Aneroid Sphygmomanometer/ Tensi meter tanpa air (memakai jarum)

Tensi

meter

ini

menggunakan

putaran

berangka

sebagai

penggantinya. Sama dengan tensimeter air raksa, tensimeter aneroid masih


menggunakan stetoskop.
Cara penggunaan :
1) Pasang dengan rapat manset/sabuk tensimeter pada lengan kiri atau
kanan atas pasien
2) Tempatkan stetoskop pada telinga kita
3) Pastikan kepala stetoskop dalam posisi terbuka (on). Cara
memastikannya dengan mengetuk secara perlahan pada area sensor
kepala stetoskop. Jika terdengar bunyi, maka stetoskop dalam kondisi
on.
4) Cari denyut nadi/arteri brakhialis di bagian siku dalam lengan kiri
pasien. Biarkan lengan rileks/nyaman
5) Letakkan kepala stetoskop pada denyut nadi/arteri tadi (gunakan
tangan kiri)

6) Pastikan katup kantung tekanan dalam keadaan tertutup (dengan


memutar skrup searah jarum jam sampai rapat).
7) Pompa kantung tekanan sampai maksimal 160 mmHg pada penunjuk
jarum manometer
8) Buka perlahan-lahan katup kantun tekanan. Jarum pada manometer
akan turun perlahan-lahan seiring dibukanya katup kantung tekanan
tersebut.
9) Dengarkan dan tandai bunyi yang terdengar pertama dan terakhir kali
muncul saat jarum pada manometer turun.
10) Bunyi yang pertama menunjukkan batas atas/sistole/rentang waktu
ketika jantung berkontraksi (misal : 120). Bunyi yang terakhir
menunjukkan batas bawah/diastole/rentang waktu ketika jantung
berelaksasi (misal 90). Maka tekanan darah/tensi pasien tersebut
adalah 120/90.
11) Buka katup kantong tekanan sampai jarum pada manometer
menunjukkan angka 0 (nol)
12) Buka manset/sabuk tensimeter pada pasien, dan kempiskan, lalu
gulung dan masukkan kembali pada kotak penyimpan
13) Lepaskan stetoskop dan pastikan kepala stetoskop dalam kondisi
tertutup (off), Pengukuran tekanan darah telah selesai.
c. Electical Sphygmomanometer/ Tensi meter digital

Merupakan tensimeter yang lebih modern dan akurat, langsung


menunjukan hasil dalam bentuk angka. Berbeda dengan tensimeter air raksa yang
memerlukan stetoskop untuk mendengarkan suara sebagai pertanda tekanan
sistolik dan Diastolik, maka tensimeter digital menggunakan sensor sebagai alat
pendeteksinya sehingga baik dipakai untuk mereka yang memiliki gangguan
pendengaran.
Cara penggunaan :
1) Seperti pada tipe manual, juga harus dipastikan tidak ada udara
yang tersisa di dalam bladder pada manset. Kecuali untuk tipe
advance yang memiliki sistem menguras udara residu pemeriksaan
sebelumnya.
2) Juga seperti tipe manual, ukuran manset juga harus sesuai dengan
pemasangan yang benar. Walau pun tipe automatis/digital bila
manset yang digunakan tidak tepat, maka hasil pengukurannya pun
akan tidak tepat.
3) Bila memakai model sphygmomanometer digital yang wrist
(model di pergelangan tangan), gunakanlah pergelangan tangan
kiri, kecuali karena ada kondisi yang tidak memungkinkannya.
Mengapa harus tangan kiri? Model wrist ini sangat sensitif
sehingga lebih baik menggunakan tangan yang paling dekat dengan
jantung. Jangan lupa juga untuk melepaskan jam tangan dan
gelang.
4) Posisi pemasangan

manset

(tipe

apa

pun

juga)

harus

memperhatikan artery marking (penanda posisi arteri) yang ada


pada manset.

5) Sebelum menekan tombolnya, pastikan tingginya manset sama


dengan jantung, sehingga disarankan diperiksa dalam keadaan
duduk. Bila memakai model wrist, tempelkan pergelangan tangan
yang diperiksa ke dada.
6) Tekan tombol pemompa, dan tunggulah dengan sabar sampai alat
benar-benar berhenti bekerja. Jangan bergerak, jangan bicara, dan
jangan banyak bergoyang saat pemeriksaan; karena tensi meter
digital terutama model wrist sangat sensitif, sehingga getaran kecil
dapat membuat salah pembacaan.
7) Baca hasilnya pada layar dan jangan dibulatkan. Angka yang
ditunjukkan merupakan angka yang biasanya sampai ke 1-an
mmHg.
8) Bila akan dilakukan pemeriksaan kedua, berilah jarak interval
setidaknya 5 menit untuk memberikan sistem peredaran darah
kembali normal setelah tertekan saat pengukuran sebelumnya.
Kemudian ulangi proses dengan cara yang sama
2. SPECULUM
Speculum atau specula (= bentuk jamak) adalah alat yang dimasukkan ke
dalam liang rongga tubuh yang kegunaannya adalah untuk memeriksa atau
melihat bagian yang berada di dalam liang rongga tersebut.
a. Nasal Speculum
Fungsi : untuk memeriksa rongga hidung

b.

Ear Speculum
Fungsi : untuk memeriksa rongga telinga

c.

Rectum Speculum
Fungsi : untuk memeriksa lubang anus/ rektal

d.

Vaginal Speculum

Fungsi : untuk memeriksa lubang vagina, membuka vagina dan serviks


uteri (leher rahim), memudahkan pengambilan lendir pada pemeriksaan
kanker serviks, dan Sebagai alat bantu untuk mengetahui perobekan pada
serviks uteri.

3. DIAGNOSTIC SET
Diagnostic set adalah suatu set alat-alat untuk keperluan diagnostika
yang

diatur

dan

ditata

dalam

suatu

kotak

yang

tertutup

4. ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) / ELECTROCARDIOGRAM (ECG)

Elektrokardiogram (EKG) atau electrocardiogram (ECG) adalah


tes medis untuk mendeteksi kelainan jantung dengan mengukur aktivitas
listrik yang dihasilkan oleh jantung, sebagaimana jantung berkontraksi.
EKG dapat membantu mendiagnosis berbagai kondisi kesehatan seperti
aritmia jantung, pembesaran jantung, peradangan jantung (perikarditis atau
miokarditis), dan penyakit jantung koroner.

Prosedur EKG:
Elektroda EKG akan ditempelkan pada dada, pergelangan tangan dan kaki,
jadi sebaiknya Anda (terutama wanita) menggunakan pakaian dengan
atasan dan bawahan yang terpisah. Ini untuk mempermudah pemasangan
elektroda EKG. Jika lokasi penempelan elektroda EKG didapati banyak
bulu, bisa saja dokter memerintahkan untuk mencukurnya terlebih dahulu.
Sensor yang disebut dengan elektroda akan dilekatkan pada dada,
pergelangan tangan dan kaki, baik dengan menggunakan semacam cangkir
hisap atau gel lengket. Elektroda ini selanjutnya akan mendeteksi arus
listrik yang dihasilkan jantung yang diukur dan dicatat oleh mesin
elektrokardiograf.
Tiga jenis utama EKG, meliputi:

a. EKG istirahat (resting ECG) - pasien berbaring. Selama tes pasien


tidak diperbolehkan bergerak, karena impuls listrik lain dapat
dihasilkan oleh otot-otot lain selain jantung yang dapat
mengganggu pemeriksaan jantung Anda. Jenis EKG ini biasanya
memakan waktu lima sampai sepuluh menit.
b. EKG ambulatory (ambulatory ECG) - EKG ambulatory atau Holter
dilakukan dengan menggunakan alat perekam portabel yang
dipakai setidaknya selama 24 jam. Pasien bebas untuk bergerak
secara normal sementara monitor terpasang. Jenis EKG ini
digunakan untuk pasien yang gejalanya intermiten dan mungkin
tidak muncul selama tes EKG istirahat. Orang yang sembuh dari
serangan jantung dapat dimonitor dengan cara ini untuk
memastikan ketepatan fungsi jantungnya.
c. Test stres jantung - tes ini digunakan untuk merekam EKG pasien
sementara pasien menggunakan alat seperti sepeda atau berjalan
diatas treadmill. Jenis EKG ini membutuhkan waktu sekitar 15-30
menit.
5.

ELECTROENCEPHALOGRAM (EEG)

Electroencephalogram (EEG) adalah tes medis yang digunakan untuk


mengukur aktivitas listrik otak. EEG dilakukan dengan cara menempatkan
elektroda pada kulit kepada. EEG sering juga disebut sebagai tes gelombang otak.
Prosedur EEG tidaklah menyakitkan dan dapat dilakukan tanpa harus mencukur

rambut Anda. EEG akan membantu mendiagnosis sejumlah kondisi kesehatan,


seperti epilepsi, gangguan tidur, dan tumor otak.
Prosedur EEG:
a. Pertama rambut harus bersih, tetapi yang terpenting adalah harus kering.
Sejumlah elektroda akan ditempatkan ke kulit kepala (biasanya antara 8-23
buah, tergantung kondisi yang diselidiki). Semacam gel mungkin akan
dioleskan untuk membantu elektroda agar tetap pada posisinya dan untuk
mengoptimalkan perekaman.
b. Pasien harus dalam keadaan berbaring dan diam untuk menghindari
gangguan listrik dari kontraksi otot lainnya. Adakalanya dokter akan
meminta pasien untuk membuka dan menutup mata dan bernapas berat.
EEG umumnya memakan waktu antara 30-60 menit. Terkadang rekaman
pada saat tidur juga diperlukan. Jika pasien adalah bayi atau anak kecil,
ada baiknya orangtua menunda tidur siang anaknya hingga dilakukan
EEG.
c. Sedatif (obat untuk membantu tidur) mungkin diperlukan jika pasien tidak
tertidur selama pemeriksaan.

6.

HEMODIALISIS

Hemodialisis merupakan salah satu dari Terapi Pengganti Ginjal, yang


digunakan pada penderita dengan penurunan fungsi ginjal, Prinsip dialisis
digunakan dalam alat cuci darah bagi penderita gagal ginjal, di mana fungsi ginjal
digantikan oleh dialisator. Hemodialisis adalah sebuah terapi medis. Kata ini
berasal dari kata haemo yang berarti darah dan dilisis sendiri merupakan proses
pemurnian suatu sistem koloid dari partikel-partikel bermuatan yang menempel
pada permukaan Pada proses digunakan selaput Semipermeabel. Proses
pemisahan ini didasarkan pada perbedaan laju transport partikel.
Hemodialisis berfungsi membuang produk-produk sisa metabolisme
seperti potassium dan urea dari darah dengan menggunakan mesin dialiser. Mesin
ini mampu berfungsi sebagai ginjal menggantikan ginjal penderita yang sudah
rusak kerena penyakitnya, dengan menggunakan mesin itu selama 24 jam
perminggu, penderita dapat memperpanjang hidupnya sampai batas waktu yang
tidak tertentu
Prinsip Kerja Mesin Hemodialisa:
Prinsip dari Hemodialisis adalah dengan menerapkan proses osmotis dan
ultrafiltrasi pada ginjal buatan, dalam membuang sisa-sisa metabolisme tubuh
Pada hemodialisis, darah dipompa keluar dari tubuh lalu masuk kedalam mesin
dialiser ( yang berfungsi sebagai ginjal buatan ) untuk dibersihkan dari zat-zat
racun melalui proses difusi dan ultrafiltrasi oleh cairan khusus untuk dialisis
(dialisat)

7.

SCALPEL

Scalpel merupakan alat untuk mengiris jaringan yang terdiri dari batang
scalpel dan pisau scalpel (blade). Pada awalnya antara batang dan pisau melekat
menjadi satu, namun sekarang banyak tersedia bermacam-macam pisau scalpel
yang dapat dilepas dari batangnya (disposible blade). Scalpel model Bard-Parker
baik batang maupun pisaunya mempunyai beberapa model, bentuk dan ukuran
yang bermacam-macam. Scalpel berbentuk menyerupai mata pisau kecil dan
berfungsi menginsisi kulit dan memotong jaringan secara tajam. Selain itu, alat ini
juga berguna untuk mengangkat jaringan/benda asing dari bagian dalam kulit.
Cara memegang scalpel Agar dapat menghasilkan irisan yang baik, scalpel
harus dipegang erat-erat, batang scalpel harus membentuk sudut 30-40 dari garis
irisan yang akan dibuat. Ibu jari ditempatkan di sebelah lateral batang scalpel, jari
tengah dan jari manis ditempatkan di sebelah lateral dan ventral batang scalpel,
sedangkan

jari

telunjuk

ditempatkan

dipunggung

pisau

scalpel

untuk

mengendalikan arah irisan dan memperkirakan dalamnya irisan.


Cara pemasangannya: pegang area tumpul pisau dengan needle-holder dan
hubungkan lubang pada area tersebut pada lidah pegangan sampai terkunci
(terdengar bunyi).
Cara pelepasan: pegang ujung pisau dengan needle-holder dan lepaskan
dari lidah pegangan, kemudian buang di tempat sampah. Pegangan scalpel yang
sering digunakan adalah yang berukuran 3 yang dapat digunakan bersama pisau
scalpel dalam ukuran beragam.
8. VENA SECTIO SET

Vena seksi adalah tindakan mencari vena didalam jaringan bawah kulit
dengan membuat sayatan dan diseksi jaringan disekitar vena yang dicari.

Instrumen Bedah Vena Seksi


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.

Gagang pisau no. 3 dan mata pisau no 11, masing-masing 1 buah


Klem mosquito (bengkok dan lurus) 2 buah
Klem arteri pean (bengkok) 1 buah
Gunting diseksi (bengkok) 1 buah
Pinset Anatomis 1 buah
Pinset chirurgis 1 buah
Nald voeder 1 buah
Gunting benang 1 buah
Jarum jahit 2 buah
Vena seksi dilakukan untuk memasukan cairan langsung ke dalam vena

untuk waktu lama atau keadaan vena punksi gagal dilakukan, misalnya pada
keadaan vena kolaps (syok, presyok dan dehidrasi berat).prinsipnya vena seksi
dapat dilakukan pada semua vena, terutama vena superfisial. lokasi tersering
dilakukan pada: Vena Safena magna, Vena Femoralis, Vena-vena pada daerah
dorsal tangan, Vena sefalika, Vena kubiti, Vena jugularis, Vena temporalis.

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Alat kesehatan adalah instrumen, aparatus, mesin, implant yang
mengandung obat, yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosa,
menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta
memulihkan kesehatan pada manusia dan atau untuk membentuk struktur
dan memperbaiki fungsi tubuh.
B. SARAN
Sebaiknya mahasiswa harus lebih memahami dan menjabarkan
Pengertian, tujuan dan fungsi mengenai Alat- alat Teori kesehatan. Dengan
pengetahuan yang dimiliki diharapkan mahasiswa dapat menyalurkan dan
menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan praktek.

DAFTAR PUSTAKA
Budinungsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Sagala, Syaiful. 2011. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Yulaelawati, Ella. 2007. Kurikulum dan Pembelajaran Filosofi, Teori dan
Aplikasi. Jakarta: Pakar Raya.