Anda di halaman 1dari 2

KLHS : Kelompok 6

http://www.blh.baliprov.go.id/id/KAJIAN-LINGKUNGAN-HIDUP-STRATEGIS--KLHS-2

Saat ini pencemaran dan kerusakan lingkungan terus berlangsung karena instrumen lingkungan
yang ada saat ini belum memadai. AMDAL saat ini merupakan salah satu instrumen yang dikenal
untuk mengintegrasikan lingkungan hidup di dalam proses pembangunan. Namun AMDAL memiliki
keterbatasan di dalam mengupayakan keberlanjutan pembangunan, karena banyak permasalahan
lingkungan yang timbul diluar cakupan yang ada di dalam studi AMDAL. Hal ini terjadi karena dalam
penyusunan Kebijakan, Rencana dan Program (KRP) belum berwawasan pembangunan
berkelanjutan. Untuk itu, lahirlah aplikasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) atau Strategis
Environmental Assessment (SEA). KLHS merupakan instrumen untuk pengelolaan lingkungan
secara
berkelanjutan
melalui
intervensi
terhadap
kebijakan/rencana/program.
Landasan hukum pelaksanaan KLHS tercantum dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang
Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurut undang-undang tersebut, Kajian
Lingkungan Hidup Strategis adalah rangkaian analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif
untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi
dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program.
MENGAPA PERLU KLHS?
Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan pembangunan
berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan wilayah dan/atau KRP (UU
PPLH Pasal 15 ayat 1).
APA TUJUAN KLHS?

Mengintegrasikan pertimbangan lingkungan hidup dan keberlanjutan melalui penyusunan

Memperkuat proses pengambilan keputusan atas KRP

Mengarahkan, mempertajam fokus, dan membatasi lingkup penyusunan dokumen


lingkungan yang dilakukan pada tingkat rencana dan pelaksanaan usaha/kegiatan

MEKANISME KLHS

Pengkajian pengaruh kebijakan, rencana, dan/atau program terhadap kondisi lingkungan


hidup di suatu wilayah

Perumusan alternatif penyempurnaan kebijakan, rencana dan/atau program

Rekomendasi perbaikan untuk pengambilan keputusan kebijakan, rencana dan/atau


program yang mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan

K/R/P APA SAJA YANG PERLU KLHS?


1. KRP yang menimbulkan konsekuensi adanya rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib
dilengkapi dengan dokumen Amdal

2. KRP yang berpotensi:

Meningkatkan resiko perub.iklim

Meningkatkan kerusakan, kemerosotan, atau kepunahan keanekaragaman hayati

Meningkatkan intensitas bencana banjir, longsor, kekeringan, dan atau kebakaran hutan
dan lahan khususnya di lahan kritis

Menurunkan mutu dan kelimpahan SDA terutama pada daerah yang telah tergolong kritis

Mendorong perubahan penggunaan dan atau alih fungsi kawasan hutan terutama pada
daerah yang kondisinya telah tergolong kritis

Meningkatkan jumlah penduduk miskin atau terancamnya keberlanjutan penghidupan


sekelompok masyarakat

Meningkatkan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia

NILAI-NILAI DASAR KLHS


1. Keterkaitan
2. Keseimbangan
3. Keadilan
KLHS METODE CEPAT
Berdasarkan Surat Edaran Bersama antara Menteri Dalam Negeri RI dan Menteri Negara
Lingkungan Hidup RI No. 660/5113/SJ dan No. 04/MENLH/12/2010, dalam rangka mendukung
pelaksanaan UU No.32/2009, meminta pemerintah provinsi dan kab./kota agar melaksanakan KLHS
dalam RTRW dan RPJMD agar prinsip pembangunan berkelanjutan menjadi dasar dan terintegrasi
dalam pembangunan suatu wilayah.
Surat Edaran Bersama tersebut mengatur Pelaksanaan KLHS Metode Cepat untuk RTRW dan
RPJMD Provinsi dan Kabupaten/Kota. Tahapan Penyusunan KLHS Metode Cepat adalah sebagai
berikut:
TAHAP 1 :
Mengkaji pengaruh atau dampak kebijakan, rencana, dan/atau program terhadap kondisi lingkungan
hidup di suatu wilayah
TAHAP 2 :
Merumuskan alternatif kebijakan, rencana, dan program Raperda RTRW atau draft RPJMD.
Alternatif dapat dirumuskan secara partisipatif
TAHAP 3 :
Penyusunan dan Pemaparan Laporan KLHS