Anda di halaman 1dari 6

JUDUL

: KAJIAN SANITASI PERMEN SUSU DI HARRY’S FARM
PENGALENGAN, JAWA BARAT

NAMA

: SANINDHY ARIESTY TRIANDARI PUTRI

NPM

: 2401210110034

Disusun oleh

:

Andriani Rachmaselly (240210150005)
Siti Jumaroh

(240210150006)

Janni Aprina

(2402101500

Rifa Nabila

(240210150030)

Heirza Dea R

(240210150043)

TPN A 2015
II.

SANITASI PRODUKSI PERMEN SUSU HARRY’S FARM
Menurut Jenie (1987), saniter merupakan istilah yang secara tradisional

dikaitkan dengan kesehatan terutama kesehatan manusia. Sanitasi merupakan
usaha pencegahan penyakit dengan menghilangkan atau mengendalikan kondisi
lingkungan sebagai media perpindahan penyakit. Dalam industri pangan, sanitasi
meliputi kegiatan-kegiatan yang secara aseptik dalam persiapan, pengolahan, dan
pengemasan produk makanan; pembersihan dan sanitasi pabrik serta lingkungan
pabrik dan kesahatan pekerja. Kegiatan yang berhubungan dengan produk
makanan meliputi pengawasan mutu bahan mentah, penyimpanan bahan mentah,
perlengkapan suplai air yang baik, pencegahan kontaminasi makanan pada semua
tahap-tahap selama pengolahan dari peralatan personalia, dan terhadap hama, serta
pengemasan dan penggudangan produk akhir.
3.1

Sanitasi Ruangan
Kondisi ruangan pengolahan sangat menentukan mutu dan keamanan

produk pangan yang dihasilkan suatu industri pangan. Kondisi ruangan
pengolahan yang nyaman akan menyebabkan karyawan dapat bekerja dengan
tenang, sebaliknya kondisi ruang pengolahan yang kacau akan mengganggu
pekerjaan para karyawan. Selain harus selalu tetap bersih, ruang pengolahan juga

Masih banyak a. bangunan dan fasilitas IRT dapat menjamin bahwa pangan selama dalam proses produksi tidak tercemar oleh bahaya fisik.harus dijaga agar tetap nyaman. halus. Kontruksi langitterdapat debu langit seharusnya di b. Dibuat dari bahan b. 2003). ruang produksi yang bersih dapat menjadi citra baik bagi industri yang melakukan audit (BPOM. lendir. Jarak dari lantai desain dengan baik terlalu tinggi untuk mencegah sehingga sulit penumpukan debu. Permukaan rata tetapi tidak licin. diplester dan dicat tahan lama. dibersihkan pertumbuhan jamur. dan dibuat miring untuk memudahkan pengaliran air. dan kotoran lainnya. tidak warna putih mudah mengelupas. rata. tembok batako yang berwarna terang. Lantai licin kedap air. memperkecil terjadinya . Lantai harus selalu dalam keadaan bersih dari debu. bersarangnya hama. Perbandingan Sanitasi Ruangan dan Fasilitas Pabrik Harry’s Farm dengan CPPB-IRT Kondisi Harry’s Farm CPPB-IRT Dinding a. Selain itu juga. Dinding ruang a. Menurut Pedoman Cara Produksi Pangan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT. lendir. b. Tabel 8. biologis. Lantai a. dan kotoran lainnya. Terbuat dari keramik a. mudah dibersihkan. Dibuat dari bahan produksi terbuat dari kedap air. Langit-langit a. pengelupasan. dan mudah dibersihkan b. rata halus c. kuat. 2002). dan kimia serta mudah dibersihkan dan disanitasi. kuat. Dinding harus selalu dalam keadaan bersih dari debu.

gelas.kondensasi. 2001). tidak terdapatnya kawat kasa pada jendela dan lubang angin. dan meja pada ruang pengolahan dengan menggunakan kain lap yang basah.2 Sanitasi Peralatan Salah satu kontaminan utama dalam pengolahan pangan berasal dari penggunaan wadah dan alat-alat pengolahan yang kurang bersih. talenan. Pekerja bagian pengolahan selalu membersihkan lantai. Sanitasi ruang produksi yang dilakukan Harry’s Farm sudah cukup baik. sedangkan pekerja bagian pengemasan membersihkan meja yang digunakan untuk mengemas produk di Harry’s Farm dengan menggunakan alkohol. botol dan menjadi sumber kontaminan (Rachmawan. pekerja bagian pengolahan selalu membersihkan ruangan pengolahan sebelum dan sesudah proses produksi begitu juga dengan pekerja bagian pegemasan. Peralatan pengolahan yang tidak dicuci bersih seperti pisau (slicer). juga peralatan saji seperti piring. untuk lantai selalu dipel setiap harinya. dinding. jedela. 3. lain-lain dapat . serta terbuat dari bahan tahan lama dan mudah dibersihkan. Sanitasi yang dilakukan terhadap wadah dan alat-alat pengolahan meliputi pencucian untuk menghilangkan kotoran dari sisa-sisa makanan. Contohnya langit-langit yang masih banyak terdapatnya debu. sendok. Ruangan pengolahan dan ruang pengemasan selalu dijaga setiap hari. dan tidak tersedianya perlengkapan PPPK pada ruang produksi. Bangunan dan fasilitas yang dimiliki Harry’s Farm sudah cukup baik namun masih ada beberapa hal yang belum sesuai dengan CPPB-IRT. dan peralatan lain yang berhubungan langsung dengan bahan pangan.

mudah dibongkar pasang sehingg mudah dibersihkan 3) Peralatan produksi seharusnya terbuat dari bahan yang kuat. mudah dibongkar . tidak mudah mengelupas dan tidak menyerap air 2) Peralatan produksi diletakkan sesuai proses 3) Cara pembersihan sudah cukup baik CPPB –IRT 1) Peralatan produksi seharusnya terbuat dari bahan yang kuat. Perbandingan Sanitasi Peralatan Harry’s Farm dengan CPPB Kondisi Sanitasi Mesin Harry’s Farm 1) Peralatan produksi terbuat dari stainless steel. tidak berkarat.Tabel 9. tidak berkarat. tidak berkarat. mudah dibongkar pasang sehingga mudah dibersihkan 2) Peralatan produksi seharusnya terbuat dari bahan yang kuat.

3.Tabel 10. b. Sumber dan pipa air untuk keperluan selain pengolahan pangan dan seharusnya diberi warna terpisah yang berbeda. bersih dalam jumlah yang cukup memenuhi seluruh kebutuhan proses produksi.3 Sanitasi Pekerja . Air yang digunakan harus air adalah air sumur bersih dan tersedia dalam jumlah yang cukup. Perbandingan Sanitasi Air Harry’s Farm dengan CPPB-IRT Kondisi Harry’s Farm CPPB – IRT Suplai Air a. Air yang digunakan a. c.Air yang kontak langsung dengan pangan diproses harus sebelum memenuhi persyaratan air bersih.

makan dan minum. . tidak boleh mengenakan perhiasan seperti giwang. gelang. Kondisi pekerja juga berpengaruh terhadap mutu produk seperti pekerja yang sedang sakit. merokok. Pekerja atau karyawan yang mengolah bahan pangan harus sehat jasmani dan rohani serta mengerti tentang kesehatan. cincin.Sanitasi pekerja sangat diperlukan dalam suatu industri. pekerja yang memiliki luka dan iritasi pada tangan dapat menjadi media bagi mikroorganisme pathogen. Pekerja harus mengikuti prosedur sanitasi yang memadai untuk mencegah kontaminasi pada makanan yang ditanganinya. kalung. tidak boleh bersin atau batuk kea rah pangan. Karyawan tidak boleh bekerja sambal mengunyah. tidak boleh meludah. dan peniti karena kulit dibawah perhiasan mengandung banyak bakteri yang dapat menyebabkan kontaminasi pada produk pangan. arloji.