Anda di halaman 1dari 4

Portofolio Kasus

No. ID dan Nama Peserta : Sekaringtyas Maharani P., dr.
No. ID dan Nama Wahana : RSUD Kabupaten Kediri
Topik : Schizofrenia
Tanggal (kasus): 6 Maret 2016
Nama Pasien: Sdr Z/ 22 th
No RM:
Tanggal Presentasi:
Pendamping: dr. Agus Sukisno
dr. Tegar Fadeli A
Obyektif Presentasi:
Keilmuan
Keterampilan
Penyegaran
Tinjauan Pustaka
Diagnostik
Manajemen
Masalah
Istimewa
Neonatus
Bayi
Anak
Remaja
Dewasa
Lansia
Bumil
Deskripsi: Wanita 19 tahun datang dengan keluhan lemas dan kedua tangan kaku setelah mendengar
suara-suara
Tujuan: Mengoptimalkan penanganan awal schizofrenia
Bahan bahasan
Tinjauan Pustaka Riset
Kasus
Audit
Cara membahas Diskusi
Presentasi dan diskusi
E-mail
Pos
Data pasien
Nama: Sdr Z
Nama Klinik: RSUD Kab.
Telp: (-)
Kediri
Data utama untuk bahan diskusi

No RM:
Terdaftar sejak 6 Maret 2016

1. Diagnosis/ Gambaran Klinis/Laboratoris
ANAMNESIS
Riwayat perjalanan penyakit
Pasien laki-laki 22 tahun, wajah sesuai usia, dibawa ke IGD RSUD Sumberrejo oleh kedua
orang tuanya karena lemas dan kedua tangan kaku. Menurut orang tua, sebelumnya pasien
mengeluhkan takut sendirian di kamar, kemudian pasien mual dan muntah. Sebelumnya
pasien pernah mengeluhkan hal serupa (3 bulan yang lalu). Menurut orang tua, pasien sering
mendengar suara-suara sejak kecil, kadang pasien seperti berbicara dengan suara tersebut.
Pasien merupakan pribadi yang pendiam dan jarang menceritakan masalahnya pada orang tua.
Saat pasien ditanya mengenai keluhan, pasien hanya diam, lalu tiba-tiba menangis dan
memberontak. Pasien mengangguk saat ditanya apakah mendengar suara-suara, dan
menggeleng saat ditanya apakah mengenali suara tersebut. Pasien tidak menjawab saat
ditanya seperti apa suara yang didengar dan kembali menangis dan kedua tangan pasien
membuat gerakan seperti mencakar dan kaku.
PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum : cukup
Kesadaran
: compos mentis
Nadi
: 90x/ menit
Pernapasan
: 20x/ menit
Suhu
: 36,7 ‘C
Tekanan darah: 110/70 mmHg
Kepala & leher : a/i/c/d -/-/-/Thorax : simetris, bentuk normal, retraksi (-) deformitas (-)
Cor : S1S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
Pulmo: vesikuler/vesikuler, wheezing -/-, rhonchi -/Abdomen : supel, BU (+) 20 x / menit, hepar/lien normal, turgor baik
Extremitas : akral hangat kering merah, CRT<2detik, tidak didapatkan edema,
Kesan umum
: Pasien pria dewasa wajah sesuai usia, memakai kaos merah dan

2004. Rusdi. dan orang baik Daya ingat baik Mood/Afek : dangkal Proses berpikir : Bentuk pikiran : relevan Arus pikiran : koheren Isi pikiran : takut dengan suara-suara Persepsi : halusinasi auditorik+ Fungsi kognitif : Dalam batas normal Psikomotor : Menurun Kemauan : Menurun 2. tinggi kira-kira 175 cm. Jakarta: EGC.jarang bicara Kesadaran : compos mentis Orientasi waktu. Riwayat keluarga Ayah pasien pernah mengalami keluhan serupa. Diagnosa Schizofrenia 2. kesan gizi cukup. berbaring dengan wajah datar. Riwayat Kesehatan/ Penyakit Pasien pernah mengalami keluhan yang sama 3 bulan yang lalu 3. Jakarta:NuhJaya. Manajemen awal Schizofrenia . tempat. Tomb. relevan. Hasil pembelajaran: 1. namun saat ini tidak pernah kambuh Daftar Pustaka: Maslim. 2001.celana panjang hitam. Psikiatri. Kontak : (+) verbal. David. Diagnosis Gangguan Jiwa PPDGJ III.

lalu tiba-tiba menangis dan memberontak. Thought broadcasting 2. kesan gizi cukup. dibawa ke IGD RSUD Sumberrejo oleh kedua orang tuanya karena lemas dan kedua tangan kaku. delution of passivity. delution of perception 3. berbaring dengan wajah datar.Rangkuman Hasil Pembelajaran Portofolio Kasus 1. Kontak : (+) verbal. pasien hanya diam. . Subyektif Pasien pria 22 tahun. Menurut orang tua. Pasien mengangguk saat ditanya apakah mendengar suara-suara. • atau halusinasi lain yang berasal dari salah satu anggota tubuh 4. Assesment Gangguan psikotik merupakan gangguan penilaian realita yang berat. Sebelumnya pasien pernah mengeluhkan hal serupa (3 bulan yang lalu). Thought insertion or withdrawal. Pasien sering berbicara dan berperilaku aneh. delution of influence. kebingungan dan disorientasi serta sering tidak menyadari penyakitnya. Saat pasien ditanya mengenai keluhan. tempat. sebelumnya pasien mengeluhkan takut sendirian di kamar. wajah sesuai usia. Halusinasi auditorik: • suara halusinasi yang berkomentar/ mendiskusikan perihal pasien. relevan. misalnya mampu mengendalikan cuaca atau mampu berkomunikasi denga makhluk lain dari luar dunia ini. kadang pasien seperti berbicara dengan suara tersebut. dan orang baik Daya ingat baik Mood/Afek : dangkal Proses berpikir : Bentuk pikiran : relevan Arus pikiran : koheren Isi pikiran : takut dengan suara-suara Persepsi : Dalam batas normal Fungsi kognitif : Dalam batas normal Psikomotor : Menurun Kemauan : Menurun 3. Kriteria schizofrenia sesuai PPDGJ III I. Waham-waham menetap yang tidak wajar dan sesuatu yang mustahil. kemudian pasien mual dan muntah. Obyektif            Kesan umum : Pasien pria dewasa wajah sesuai usia. dan menggeleng saat ditanya apakah mengenali suara tersebut. Menurut orang tua. halusinasi. Delusi: delution of control. Harus ada sedikitnya satu gejala yang jelas atau dua gejala yang kurang tajam dari yang di bawah ini: 1. seringkali disertai gangguan kognitif dan emosi. pasien sering mendengar suara-suara sejak kecil.jarang bicara Kesadaran : compos mentis Orientasi waktu. tinggi kira-kira 175 cm. Pasien tidak menjawab saat ditanya seperti apa suara yang didengar dan kembali menangis dan kedua tangan pasien membuat gerakan seperti mencakar dan kaku. Gangguan pikir: Thought echo. Pasien merupakan pribadi yang pendiam dan jarang menceritakan masalahnya pada orang tua. 2. memakai kaos merah dan celana panjang hitam.

IV. negativisme. Pada pasien ini terdapat keluhan pasien sering mendengar suara-suara bisikan yang merupakan pertanda adanya halusinasi auditorik.Terapi Farmakologi: Haloperidol 3 x 1. respon emosional yang menumpul atau tidak wajar. 3. Plan Diagnosis: Tes Psikologi Tes Proyeksi dan kepribadian Terapi : . Pada pasien ini juga dijumpai perilaku negativisme berupa jarang bicara.Pro kontrol Poli Jiwa Monitoring Keluhan Edukasi : . serta menunjukkan posisi tubuh tertentu yakni kaku dan menyerupai gerakan mencakar. Gejala-gejala tersebut berlangsung minimal satu bulan. mutisme dan stupor. fleksibilitas cerea. posisi tubuh tertentu.8) Aksis III:dispepsia Aksis IV: masalah psikososial Aksis V: 80-71 4.II. Halusinasi dari panca indera apa saja. Gejala-gejala negatif: sikap apatis. 2.Psikoterapi individual . Atau paling sedikit dua gelaja dibawah ini yang harus selalu ada secara jelas: 1. 4. pasien ini memenuhi kriteria diagnosis schizofrenia. juga sikap apatis. Arus pikiran yang terputus (blocking) atau yang mengalami sisipan è inkoherensi/ pembicaraan tidak relevan/ neologisme.Terapi Psikososial . bicara jarang. Harus ada perubahan yang konsisten dan bermakna dalam kualitas dari beberapa aspek perilaku pribadi. bila disertai waham atau ide-ide yang berlebihan yang menetap. Aksis I: Skizofrenia (F20) Aksis II: Diagnosis aksis II tertunda (R 46. yang berakibat penarikan diri dari pergaulan sosial dan menurunnya kinerja sosial. III. dan sudah dikeluhkan > 3 bulan.Menjelaskan pada keluarga bahwa pasien mengalami gangguan emosional . Perilaku katatonik: gaduh gelisah. Berdasarkan kriteria PPDGJ III.Menjelaskan pada keluarga bahwa penyakit ini dapat ditekan dengan psikoterapi sedini mungkin disertai dengan dukungan dan pendampingan keluarga .5 mg THD 2 x 20 mg Clozapin 1 x 100mg Kalep 1 x 250mg .