Anda di halaman 1dari 3

Epidemiologi Campak

November 22, 2012
Riwayat Alamiah Penyakit Campak
1. Tahap Prepatogenesis
Pada tahap ini individu berada dalam keadaan normal/sehat tetapi mereka padadasarnya peka
terhadap kemungkinan terganggu oleh serangan agen penyakit (stage of suseptibility).
Walaupun demikian pada tahap ini sebenarnya telah terjadi interaksiantara penjamu dengan
bibit penyakit. Tetapi interaksi ini masih terjadi di luar tubuh,dalam arti bibit penyakit masih
ada diluar tubuh pejamu dimana para kumanmengembangkan potensi infektifitas, siap
menyerang penjamu. Pada tahap ini belumada tanda-tanda sakit sampai sejauh daya tahan
tubuh penjamu masih kuat. Namunbegitu penjamunva ‘lengah’ ataupun memang bibit
penyakit menjadi lebih ganasditambah dengan kondisi lingkungan yang kurang
menguntungkan pejamu, makakeadaan segera dapat berubah. Penyakit akan melanjutkan
perjalanannya memasukifase berikutnya, tahap patogenesis.
2. Tahap Patogenesis/Subklinis/Pra gejala
Masa inkubasi dari penyakit campak adalah 10-20 hari. Pada tahap ini individu masih belum
merasakan bahwa dirinya sakit.
3. Tahap Klinis/Penyakit Dini
Mulai timbulnya gejala dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:
• Panas badan
• nyeri tenggorokan
• hidung meler ( Coryza )
• Batuk ( Cough )
• Bercak Koplik
• Nyeri otot
• Mata merah ( conjuctivitis )
4. Tahap Lanjut
munculnya ruam-ruam kulit yang berwarna merah bata dari mulai kecil-kecil danjarang
kemudian menjadi banyak dan menyatu seperti pulau-pulau. Ruamumumnya muncul pertama
dari daerah wajah dan tengkuk, dan segera menjalar menuju dada, punggung, perut serta
terakhir kaki-tangan. Pada saat ruam inimuncul, panas si anak mencapai puncaknya (bisa
mencapai 40 derajad Celsius),ingus semakin banyak, hidung semakin mampat, tenggorok
semakin sakit danbatuk-batuk kering dan juga disertai mata merah.
5. Tahap Akhir
Berakhirnya perjalanan penyakit campak. Dapat berada dalam lima pilihan keadaan,yaitu:
Sembuh sempurna, yakni bibit penyakit menghilang dan tubuh menjadipulih, sehat
kembali.
Sembuh dengan cacat, yakni bibit penyakit menghilang, penyakit sudahtidak ada, tetapi
tubuh tidak pulih sepenuhnya, meninggalkan bekasgangguan yang permanen berupa cacat.
Karier, di mana tubuh penderita pulih kembali, namun penyakit masihtetap ada dalam tubuh
tanpa memperlihatkan gangguan penyakit.
Penyakit tetap berlangsung secara kronik.
Berakhir dengan kematian

Pemeriksaaan laboratorium serologis (IgM positif atau kenaikan titer antiantibodi 4 kali) . pengelolaan campak secara umum. vaksin monovalen diberikan pada bayi usia 9 bulan. c. b. yakni anak yang belum terkena campak. Pencegahan Primordial Pencegahan primordial dilakukan dalam mencegah munculnya faktor predisposisi/resiko terhadap penyakit campak. Penting diperhatikan. penderita leukemia. Pencegahan Primer Sasaran dari pencegahan primer adalah orang-orang yang termasuk kelompok beresiko. pencegahan dan pengenalan komplikasi campak.Memberikan pengobatan penyakit sejak awal sedapat mungkin dilakukan untuk mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi. Mudah rusak oleh zat pengawet atau bahan kimia dan setelah dibuka hanya tahan 4 jam. b. Sasaran dari pencegahan primordialadalah anak-anak yang masih sehat dan belum memiliki resiko yang tinggi agar tidak memiliki faktor resiko yang tinggi untuk penyakit campak. Edukasi kepada orang tua anak sangat penting peranannya dalam upaya pencegahan primordial. c. faktor-faktor yang berpengaruh pada timbulnya campak dan upaya-upaya menekan campak. • Kasus Campak Konfirmasi Kasus Campak konfirmasi adalah kasus Campak klinis disertai salah satu kriteria yaitu : a. vaksin tersebut harus dihindarkan dari sinar matahari.1. tetapi berpotensi untuk terkena penyakit campak. Edukasi dan pengelolaan campak memegang peran penting untuk meningkatkan kepatuhan pasien berobat. Vaksin yang digunakan adalah Schwarz vaccine yaitu vaksin hidup yang dioleh menjadi lemah. konselling nutrisi dan penataan rumah yang baik. • Kasus Campak Klinis Kasus Campak klinis adalah kasus dengan gejala bercak kemerahan di tubuh berbentuk macula popular selama tiga hari atau lebih disertai panas badan 38ºC atau lebih (terasa panas) dan disertai salah satu gejala bentuk pilek atau mata merah. Tujuan utama kegiatan-kegiatan pencegahan sekunder adalah untuk mengidentifikasi orang-orang tanpa gejala yang telah sakit atau penderita yang beresiko tinggi untuk mengembangkan atau memperparah penyakit. edukasi juga diberikan kepada anggota keluarganya. Penyuluhan Edukasi campak adalah pendidikan dan latihan mengenai pengetahuan mengenai campak. Di samping kepada penderita campak. Pada pencegahan primer ini harus mengenal faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya campak dan upaya untuk mengeliminasi faktor-faktor tersebut. b.1. vaksin campak tidak boleh diberikan pada wanita hamil. Tindakan yang perlu dilakukan seperti penyuluhan mengenai pendidikan kesehatan. anak dengan TBC yang tidak diobati. Imunisasi Di Indonesia sampai saat ini pencegahan penyakit campak dilakukan dengan vaksinasi Campak secara rutin yaitu diberikan pada bayi berumur 9 – 15 bulan.2. Berbagai materi yang perlu diberikan kepada pasien campak adalah definisi penyakit campak. sedangkan vaksin polivalen diberikan pada anak usia 15 bulan. kelompok masyarakat beresiko tinggi dan pihak-pihak perencana kebijakan kesehatan. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder adalah upaya untuk mencegah atau menghambat timbulnya komplikasi dengan tindakan-tindakan seperti tes penyaringan yang ditujukan untuk pendeteksian dini campak serta penanganan segera dan efektif.Vaksin ini diberikan secara subkutan sebanyak 0.Vaksin Campak dapat diberikan sebagai vaksin monovalen atau polivalen yaitu vaksin measles-mumps-rubella (MMR). Diagnosa Penyakit Campak Diagnosa dapat ditegakkan dengan anamnese. penyimpanan dan transportasi vaksin harus pada temperature antara 2ºC – 8ºC atau ± 4ºC.Upaya Pencegahan Penyakit Campak a. gejala klinis dan pemeriksaan laboratorium.5 ml.

d. diberikan antibiotik ampisilin 100 mg/kgBB/hari dalam 4 dosis.dan atau isolasi virus Campak positif. dalam periode waktu 1 – 2 minggu. di samping peomberian kortikosteroid. c. Kasus Campak yg mempunyai kontak langsung dengan kasus konfirmasi. perlu direduksi jumlah pemberian cairan ¾ kebutuhan untuk mengurangi oedema otak. Dan bila terdapat komplikasi. kompres dengan air hangat bila demam tinggi. Pelayanan kesehatan yang holistik dan terintegrasi antar disiplin terkait juga sangat diperlukan. maka perlu mendapat antibiotik kotrimoksazol-sulfametokzasol. Anak harus diberi cukup cairan dan kalori. baik dengan para ahli sesama disiplin ilmu. perlu dilakukan koreksi elektrolit dan ganguan gas darah. terutama di rumah sakit rujukan. Penyuluhan juga sangat dibutuhkan untuk meningkatkan motivasi pasien untuk mengendalikan penyakit campak. b. Anak memerlukan istirahat di tempat tidur. Pengobatan penyakit campak Penderita Campak tanpa komplikasi dapat berobat jalan. tujuan. Ensefalitis. Pencegahan Tersier Pencegahan tersier adalah semua upaya untuk mencegah kecacatan akibat komplikasi.000 IU per oral satu kali. Bronchopneumonia. pada keadaan berat anak mudah dehidrasi. dan cara pengobatan komplikasi kronik Upaya rehabilitasi yang dapat dilakukan Kesabaran dan ketakwaan untuk dapat menerima dan memanfaatkan keadaan hidup dengan komplikasi kronik. diet disesuaikan dengan kebutuhan penderita dan berikan vitamin A 100. Dalam upaya ini diperlukan kerjasama yang baik antara pasien pasien dengan dokter mapupun antara dokter-dokter yang terkait dengan komplikasinya. sering kali disebabkan oleh karena infeksi sekunder.com/2012/11/22/epidemiologi-campak/ . sampai gejala sesak berkurang dan pasien dapat minum obat per oral. Antibiotik diberikan sampai tiga hari demam reda. Kegiatan yang dilakukan antara lain mencegah perubahan dari komplikasi menjadi kecatatan tubuh dan melakukan rehabilitasi sedini mungkin bagi penderita yang mengalami kecacatan. https://ajengprastiwis.wordpress. maka dilakukan pengobatan untuk mengatasi komplikasi yang timbul seperti : Otitis media akut. Dalam penyuluhan ini yang perlu disuluhkan mengenai : Maksud.2. Enteritis. Tidak ada obat yang secara langsung dapat bekerja pada virus Campak. sedangkan pasien perlu diperhatikan dengan memperbaiki kebutuhan cairan. Pemberian cairan intravenadapat dipertimbangkan apabila terdapat enteritis dengan dehidrasi. Apabila terdapat malnutrisi pemberian vitamin A ditambah dengan 1500 IU tiap hari.