Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Hemoroid adalah bagian vena yang berdilatasi dalam kanal anal.
Hemoroid sangat umum terjadi (Smeltzer dan Bare, 2002). Hemoroid atau
wasir merupakan vena varikosa pada kanalis ani dan dibagi menjadi 2
jenis yaitu, hemoroid interna dan eksterna. Hemoroid interna merupakan
varises vena hemoroidalis superior dan media, sedangkan hemoroid
eksterna merupakan varises vena hemoroidalis inferior. Sesuai istilah yang
digunakan, hemoroid eksterna timbul disebelah luar otot sfingter ani, dan
hemoroid interna timbul disebelah atas (atau disebelah proksimal) sfingter.
Kedua jenis hemoroid ini sangat sering dijumpai dan terjadi pada
sekitar 35% penduduk yang berusia lebih dari 25 tahun. Walaupun
keadaan ini tidak mengancam jiwa, namun dapat menimbulkan perasaan
yang sangat tidak nyaman. Hemoroid timbul akibat kongesti vena yang
disebabkan oleh gangguan aliran balik dari vena hemoroidalis. Telah
diajukan beberapa faktor etiologi yaitu konstipasi, diare, sering mengejan,
kongesti pelvis pada kehamilan, pembesaran prostat, fibroid uteri, dan
tumor rektum. Penyakit hati kronik yang disertai hipertensi portal sering
mengakibatkan hemoroid, karena vena hemoroidalis superior mengalirkan
darah ke dalam sistem portal. Selain itu sistem portal tidak mempunyai
katup, sehingga mudah terjadi aliran balik (Price dan Wilson, 2006).
Probosuseno (2009) menjelaskan bahwa semua orang dapat terkena
wasir. Namun yang paling sering adalah multipara (pernah melahirkan
anak lebih dari sekali). Insidensinya sekitar 5-35 % dari masyarakat umum
dan terutama yang berusia lebih dari 25 tahun, dan jarang terjadi di bawah
usia 20 tahun kecuali wanita hamil. Studi pendahuluan tentang kejadian di
RSUD Tugurejo Semarang pada tahun 2007 sejumlah 61 orang atau 10,40
%, tahun 2008 sebanyak 103 orang dengan prevalensi 17,54 %, tahun
2009 sebanyak 142 orang dengan prevalensi 24,20 %, tahun 2010

sebanyak 138 orang dengan prevalensi 23,50 %, dan tahun 2011 sebanyak
143 orang dengan prevalensi 24,36 %.
Data diatas menunjukkan jumlah penderita hemoroid dari tahun ke
tahun mengalami kenaikan dan penurunan. Pada tahun 2007 sampai tahun
2009 angka kejadian hemoroid mengalami kenaikan 6,66-7,10 %,
kemudian pada tahun 2010 mengalami penurunan sebanyak 0,70 %. Dan
mengalami kenaikan lagi pada tahun 2011 sebanyak 0,86 %.
Keluhan yang biasanya dirasakan oleh pasien hemoroid adalah
nyeri, terdapatnya benjolan pada anus dan perdarahan. Adapun keluhan
dapat diatasi dengan berbagai tindakan. Ada beberapa alternatif lain untuk
menangani hemoroid yaitu dengan hemoroidektomi. komplikasi yang
mungkin terjadi setelah tindakan operasi yaitu perdarahan, trombosis, dan
strangulasi hematoma (hemoragi) dan infeksi pada luka setelah operasi.
Sedangkan komplikasi sebelum pembedahan adalah berkurangnya sel
darah (anemia), dan hipotensi jika tidak segera ditangani dapat
mengakibatkan perdarahan hebat (Smeltzer dan Bare, 2002).
Timbulnya berbagai manifestasi dan komplikasi pada pasien
hemoroid dapat mempengaruhi aspek bio-psiko-sosio-kultural spiritual.
Pasien pre operasi hemoroidektomi dapat mengalami nyeri, gatal,
perdarahan dan cemas, sedangkan pasien post operasi hemoroidektomi
dapat mengalami resiko perdarahan, nyeri akibat pembedahan, cemas
akibat nyeri pasca pembedahan, kerusakan integritas kulit, resiko infeksi,
dan resiko konstipasi. Oleh karena itu pasien dengan hemoroid perlu
dilakukan asuhan keperawatan dengan tepat. Peran perawat sangat penting
dalam merawat pasien hemoroid antara lain sebagai pemberi pelayanan
kesehatan,

pendidik,

pemberi

asuhan

keperawatan,

pembaharu,

pengorganisasi pelayanan kesehatan yang khususnya adalah sebagai


pemberi asuhan keperawatan. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka
penulis tertarik untuk mengambil judul hemoroid pre dan post
hemoroidektomi guna mendapatkan gambaran lebih jelas tentang

bagaimana Asuhan Keperawatan pasien yang mengalami hemoroid pre


dan post hemoroidektomi di ruang Anggrek RSUD Tugurejo Semarang.

B. Tujuan Penulisan
1. Tujuan Umum
Menggambarkan asuhan keperawatan pada Ny. S dengan hemoroid pre
dan post hemoroidektomi di ruang Anggrek RSUD Tugurejo
Semarang.
2. Tujuan Khusus
a. Memahami konsep dasar hemoroid, yang meliputi : pengertian,
klasifikasi,

etiologi,

patofisiologi,

manifestasi

klinik,

penatalaksanaan, komplikasi, dan pathways keperawatan.


b. Mampu melakukan pengkajian selama memberikan Asuhan
Keperawatan pada Ny. S dengan hemoroid pre dan post
hemoroidektomi di ruang Anggrek RSUD Tugurejo Semarang.
c. Mampu merumuskan diagnosa keperawatan selama memberikan
Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan hemoroid pre dan post
hemoroidektomi di ruang Anggrek RSUD Tugurejo Semarang.
d. Mampu merumuskan rencana tindakan selama memberikan
Asuhan Keperawatan pada Ny. S dengan hemoroid pre dan post
hemoroidektomi di ruang Anggrek RSUD Tugurejo Semarang.
e. Mampu melakukan rencana tindakan yang dialami oleh Ny. S
dengan hemoroid pre dan post hemoroidektomi di ruang Anggrek
RSUD Tugurejo Semarang.
f. Mampu melakukan evaluasi pada Ny. S dengan hemoroid pre dan
post hemoroidektomi di ruang Anggrek
Semarang.

RSUD Tugurejo

C. Metode Penulisan dan Teknik Pengumpulan Data


Penulis menggunakan metode deskriptif yaitu metode ilmiah yang
bersifat mengumpulkan data, menganalisa data dan menarik kesimpulan
dengan pendekatan studi kasus. Penulis menggambarkan suatu proses
keperawatan pada Ny. S dengan hemoroid pre dan post hemoroidektomi
mulai dari pengkajian sampai evaluasi. Teknik pengumpulan data yang
penulis gunakan adalah sebagai berikut :
1. Observasi partisipatif
Observasi partisipatif adalah suatu teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan melaksanakan asuhan
keperawatan pada pasien selama dirawat di rumah sakit dan lebih
bersifat obyektif, yaitu dengan melihat respon pasien setelah dilakukan
tindakan. Penulis melakukan observasi partisipatif dengan cara melihat
respon pasien setelah penulis melakukan tindakan keperawatan.
2. Wawancara
Yaitu teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab
tentang masalah yang dihadapi pasien. Penulis melakukan wawancara
langsung dengan pasien, keluarga, perawat dan tenaga kesehatan lain
mengenai tentang teori keadaan pasien dengan hemoroid pre dan post
hemoroidektomi. Penulis melakukan perawatan secara langsung pada
Ny. S dengan hemoroid pre dan post hemoroidektomi di ruang
Anggrek RSUD Tugurejo Semarang.
3. Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik adalah teknik pemgumpulan data dengan melakukan
pemeriksaan mulai dari inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi untuk
mendapatkan data fisik pasien secara keseluruhan. Penulis melakukan
pemeriksaan fisik secara langsung pada Ny. S dengan hemoroid pre
dan post hemoroidektomi di ruang Anggrek RSUD Tugurejo
Semarang.

4. Studi Dokument
Studi dokumenter adalah suatu teknik yang di peroleh dengan
mempelajari buku laporan, catatan medis serta hasil pemeriksaan yang
ada. Penulis mempelajari buku laporan, catatan yang mengenai datadata Ny. S dengan hemoroid pre dan post hemoroidektomi di ruang
Anggrek RSUD Tugurejo Semarang.

D. Sistematika Penulisan
Karya Tulis Ilmiah ini disusun secara sistematika menjadi 5 (lima)
BAB, yang terdiri dari :
1. Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang masalah, tujuan
penulisan, metode penulisan dan tehnik pengumpulan data, dan
sistematika penulisan.
2.

Tinjauan Pustaka, yang menjelaskan tentang konsep dasar penyakit


yang meliputi pengertian, klasifikasi, anatomi dan fisiologi, etiologi,
patofisiologi,

manifestasi

klinis,

penatalaksanaan,

komplikasi,

pengkajian fokus, pathways keperawatan, diagnosa keperawatan, fokus


intervensi dan rasional.
3. Tinjauan Kasus, merupakan tinjauan kasus yang merupakan laporan
tentang

kasus

yang

dirawat

meliputi

pengkajian,

diagnosa

keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan


evaluasi.
4. Pembahasan, merupakan pembahasan berdasar pada pengkajian,
diagnosa keperawatan yang ditegakkan sampai evaluasi dari tiap
diagnosa dan kendala yang ditemui serta solusinya.
5. Penutup, berisi kesimpulan dan saran yang memaparkan rangkuman
dari implementasi keperawatan pada pengelolaan kasus serta saran
atau rekomendasi yang operasional berdasarkan bab pembahasan.