Anda di halaman 1dari 3

JIKA AKU MENJADI PETUGAS KESEHATAN DI DESA CIASIH

Saat ini saya sedang melakukan kegiatan KKNM UNPAD di sebuah desa
kecil di Kabupaten Kuningan Kecamatan Nusaherang yaitu Desa Ciasih. Desa ini
merupakan desa pemekaran dari Desa Kertawirama. Desa ini sudah berdiri sejak
11 tahun yang lalu. Akses menuju desa ini sudah baik. Desa ini terdapat sebuah
sekolah dasar, kantor kepala desa, dan sebuah tempat kesehatan yang
memperkerjakan seorang bidan desa.
Tempat kesehatan ini sangat minim. Tidak bisa disebut puskesmas, karena
fasilitas tempat kesehatan di Desa Ciasih ini masih sangat kurang berikut tenaga
kesehatannya pun hanya seorang bidan desa saja tidak ada seorang dokter.
Tempat kesehatan ini hanya sebuah rumah dengan beberapa ruangan kamar dan
salah satu kamarnya dijadikan tempat pemeriksaan kesehatan bagi pasien yang
datang. Berbagai keluhan kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat Ciasih pun
diadukan di tempat kesehatan ini. Tetapi, tidak semua keluhan masyarakat Desa
Ciasih ini dapat diatasi di tempat kesehatan ini mengingat hanya ditangani oleh
bidan desa. Contohnya ada warga yang mengadukan keluhan tentang penyakit
kejiwaan, tentu saja tidak dapat ditangani di tempat ini.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang
memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial, dan ekonomis.
Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan, dan pencegahan
gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau
perawatan termasuk kehamilan, dan persalinan. Pendidikan kesehatan adalah
proses membantu seseorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun
secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai
hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain.
Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi lebih pelik, berhubung
dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja terkait beberapa kelompok
manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan kesehatan itu sendiri.
Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan dapat dibagi menjadi
dua, secara umum dan khusus. Secara umum antara lain, melakukan koreksi
atau perbaikan terhadap segala bahaya, dan ancaman pada kesehatan, dan
kesejahteraan hidup manusia. Melakukan usaha pencegahan dengan cara
mengatur sumber-sumber lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat
kesehatan, dan kesejahteraan hidup manusia. Melakukan kerja sama, dan
menerapkan program terpadu di antara masyarakat, dan institusi pemerintah
serta lembaga nonpemerintah dalam menghadapi bencana alam atau wabah
penyakit menular.
Tujuan khusus antaranya, menyediakan air bersih yang cukup dan
memenuhi persyaratan kesehatan, pengelolaan limbah rumah tangga, kontrol
tehadap yang menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan ranta penularan
penyakitnya, perumahan dan bangunan yang layak huni dan memenuhi syarat
kesehatan, survei sanitasi untuk perencanaan, pemantauan, dan evaluai
program kesehatan lingkungan.

Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk


tercapainya tujuan utama sebagai berikut: peningkatan kemampuan masyarakat
untuk menolong dirnya sendiri dalam bidang kesehatan, perbaikan mutu
lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan, peningkatan status gizi
masyarakat, pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian (mortalitas),
pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan makin diterimanya norma
keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.
Saat kami melakukan pemeriksaan kesehatan bagi para lansia, ditemukan
para lansia yang mengidap penyakit hipertensi dan diabetes. Tetapi fasilitas
seperti cek kadar gula darah di tempat kesehatan desa ini tidak tersedia. Dan
para warga yang mengidap hipertensi membeli obat antihipertensi jika terasa
ada keluhan yang dirasakan, padahal seharusnya jika sudah terdiagnosa
penyakit hipertensi harus rutin minum obat antihipertensi itu bukan sekedar saat
terjadi keluhan saja. Jika saya menjadi petugas kesehatan di Desa Ciasih ini, saya
akan memberi tahu pasien yang datang dengan keluhan hipertensi itu untuk
mengkonsumsi obat antihipertensinya secara rutin. Dan untuk pasien yang
mengidap diabetes, saya akan mengusahakan pengadaan alat cek kadar gula
darah di tempat kesehatan ini, agar para pasien dapat melakukan pengecekan
kadar gula darah yang rutin dan tempatnya tidak perlu jauh-jauh ke Puskesmas
di Kecamatan Nusaherang. Untuk pemeriksaan lansia yang sudah rutin dilakukan
tiap bulan ini sudah bagus, jika saya menjadi petugas kesehatan ini mungkin
bisa saya adakan tiap minggu dengan mencari relawan kesehatan lain agar saat
proses pemeriksaan nantinya tidak berjalan lama jika harus memeriksa sendiri.
Untuk penjaringan kesehatan anak SD, bidan desa disini mengatakan
dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali. Kemarin saya dan teman-teman saya ikut
membantu dalam kegiatan tersebut. Yang dilakukan dalam kegiatan tersebut
antara lain, suntik imunisasi, ukur tinggi badan dan berat badan, cek ketajaman
mata, dan beberapa pemeriksaan fisik. Sayangnya penjaringan kesehatan anak
SD ini hanya dilakukan pada anak kelas 1 saja. Jika saya menjadi petugas
kesehatan di Desa Ciasih ini, saya akan melakukan penjaringan kesehatan anak
SD ini secara lengkap head to toe dan melengkapi alat-alat yang belum tersedia.
Karena di penjaringan kesehatan SD ini di formulir yang tersedia tidak dipenuhi
semua dikarenakan keterbatasan tenaga kesehatan dan alat-alat untuk
memeriksanya. Dan saya akan melakukan penjaringan kesehatan anak SD ini
secara berkala maksudnya tidak hanya anak kelas 1 saja tetapi seluruh anak
SDN Ciasih.
Bidan desa disini mengatakan bahwa setiap harinya jarang-jarang ada
pasien yang datang untuk berobat. Bahkan ada hari yang tidak ada sama sekali
pasien yang berkunjung untuk berobat. Maka dari itu, jika saya menjadi petugas
kesehatan disini saya akan melakukan pemeriksaan keliling bagi warga Desa
Ciasih, apabila tidak ada yang berkunjung, mengingat warga Desa Ciasih sedikit.
Atau setiap harinya berkeliling sesuai RT terlebih dahulu sekaligus memeriksa
kesehatan anggota keluarga masing-masing rumah.

Jika saya menjadi petugas kesehatan disini, saya akan memberikan surat
pada dinas kesehatan pusat untuk mengadakan ketersediaan petugas kesehatan
lain contohnya seorang dokter minimal satu orang. Dan saya akan mengadakan
ekskul dokter kecil untuk anak SDN Ciasih, untuk menciptakan agen-agen
kesehatan di kalangan anak-anak SD, sehingga jika pendidikan kesehatan sudah
diterapkan sejak dini nantinya akan terbiasa dengan pola hidup sehat.