Anda di halaman 1dari 5

Mata Kuliah :

Metodelogi Penelitian
Dosen
: Prof. Dr. dr. Buraerah H Abd Hakim,
MSc

UJI VALIDITAS & UJI RELIABILITAS


Determinan Kejadian Kelahiran Bayi Prematur
di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota A

KELOMPOK 6
Fajriah Islami
P1804215005

KONSENTRASI EPIDEMIOLOGI
PROGRAM STUDI ILMU KESEHATAN
MASYARAKAT
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS
HASANUDDIN

MAKASSAR
2015
Kontrol Kualitas
Kontrol kualitas adalah upaya yang dilakukan oleh peneliti

pada

semua tahapan proses pengukuran untuk mencapai hasil yang valid


(sahih), dan handal (reliable), dengan harapan diperolehnya hasil
pengukuran yang dianggap mendekati karakteristik populasi penelitian,
sehingga dapat diambil kesimpulan yang baik dan tepat untuk menjawab
tujuan penelitian.
Selain dari pada itu bahwa pada setiap pelaksanaan penelitian,
senantiasa diperhadapkan pada kesalahan pengukuran yang terdiri dari
kesalahan alpha () atau sampling error dan kesalahan betha () atau
sistematic error. Dengan demikian maka tujuan pelaksanaan kontrol
kualitas pada penelitian ini ialah,

untuk melakukan minimalisasi atau

memperkecil, bahkan kalau memungkinkan menghlangkan sama sekali


kesalahan-kesalahan yang timbul oleh karena kedua jenis kesalahan
tersebut.
Adapun

langkah-langkah

pelaksanaan

kontrol

kualitas pada

penilaian ini adalah sebagai berikut:


1. Kesalahan alpha (Sampling error).

Jenis kesalahan ini terdiri dari

kesalahan yang terjadi pada jumlah sampel (ukuran sampel) yang


dianggap mewakili populasinya, dan cara penarikan sampel dari
populasinya (sampling technics).

a. Jumlah sampel.
Pada penelitian ini jumlah sampel dihitung dengan menggunakan
rumus perhitungan sampel yang diperkenalkan olehStanley
Lemeshow, et al. (1997), dan dari hasil perhitungan diperoleh
sampel sebesar 93 responden untuk kasus dan 93 responden
untuk kontrol, sehingga jumlah total sampel 186 responden.
Jumlah ini dianggap jumlah minimal sampel yang tidak boleh
kurang.
b. Teknik sampel.
Pada penelitian ini teknik penarikan sampel dilakukan sebagai
berikut : untuk kasus dipilih secara purposive berdasarkan status
ibu yang melahirkan bayi prematur umur kurang 37 minggu yang
tercantum dalam catatan medic RSUD Kota A, sedangkan
kontrolnya dipilih secara simple random sampling dari semua ibu
yang melahirkan bayi normal yang tercantum dalam catatan medic
RSUD Kota A.
2. Kesalahan betha (sistematic error).

Jenis kesalahan ini juga terdiri

dari: kesalahan yang terjadi Pengukur (peneliti), kesalahan yang terjadi


pada alat ukur yang digunakan (instrumen), serta kesalahan yang
terjadi pada obyek yang diukur (responden).
kesalahan tersebut diuraikan sebagai berikut :

Ketiga jenis sumber

a. Kesalahan Pengukur.
Kesalahan pengukur pada umumnya dinilai melalui dua penilaian
yakni: Kesamaan dan stabilitas, namun pada penelitian ini hanya
dilakukan penilaian terhadap statibilitas, yang dimaksudkan untuk
menilai konsistensi hasil satu pengukuran ke-pengukuran lainnya
yang dilakukan oleh peneliti sendiri. Pelaksanaan penilaian
dilakukan dua kali pengamatan dengan waktu yang berbeda,
subyek pengukuran atau responden yang sama

dan instrumen

yang sama. Penilaian awal berlaku sebagai variabel (X) sedangkan


penilaian kedua berlaku sebagai variabel (Y). Jumlah responden
yang diwawancarai sebesar 10% dari jumlah sampel 19 orang.
b. Kesalahan Alat ukur.
Dilaksanakan dengan melakukan uji coba kuesioner dilapangan.
Uji coba kuesioner dilapangan, dilakukan pada rumah responden
yang berdomisili di Kota Gorontalo pada bulan Desember 2012.
Tujuan uji coba adalah: 1). Identifikasi item-item kuesioner yang
jawabannya

membingungkan.

2).

Identifikasi

waktu

yang

dibutuhkan untuk wawancara untuk setiap kuesioner. 3). Identifikasi


pertanyaan dan jawaban yang masih perlu ditambah atau dikurangi.
c. Kesalahan obyek yang diukur (responden).
Dilaksanakan dengan :

1) Terlebih dahulu minta persetujuan dengan responden secara


sukarela untuk diikutkan kedalam penelitian yang dibuktikan
dengan penandatanganan inform consent.
2) Meminta keluangan waktu dari responden untuk diwawancarai
secara bebas tanpa tekanan atau intimidasi.
3) Memberikan jaminan kerahasiaan terhadap hasil wawancara
yang diberikan oleh responden.

HASIL UJI VALIDITY DAN RELIABILITY


Determinan Kejadian Kelahiran Bayi Prematur di RSUD Kota A

Validit
DIMENSI VARIABEL

UmurIbuSaatKehamilanTerak
hir
JumlahAnak Yang
LahirHidup
JumlahAnakLahirMati
UsiaKehamilanIbuMelahirkan
NilaiBudayaLokal
Pemanfaatan ANC
Riwayatinfeksi
Status gizi
Keterpaparan asap rokok
Riwayat Keluarga
Kelahiran prematur

KELAHIRAN PREMATUR
HASIL UJI
Reliability

Interpreta

(Cronbach'

Interpreta

(r =

si

s Alpha =

si

0,144)
0,03

Non Valid

0,160)
-0,225

-0,140

Non Valid

-0,057

0,205
-0,857

Valid
Valid

0,053
0,193

0,374
0,255
0,225
-0,327

Valid
Valid
Valid
Valid

0,097
0,065
0,059
-0,024

0,236
0,325
1

Valid
Valid
-

0,063
0,068
0,111

Non
Reliable
Non
Reliable
Reliable
Non
Reliable
Reliable
Reliable
Reliable
Non
Reliable
Reliable
Reliable
Reliable